Pemerintah Kota Makassar

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Tegaskan Regulasi Kuat Pengadaan Barang dan Jasa

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya memperkuat regulasi dalam proses belanja barang dan jasa pemerintah, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat pelaku usaha di daerah. Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Sinergi LKPP dalam Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (30/10/2025). Dalam arahannya, Munafri menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjadikan kebijakan pengadaan barang dan jasa sebagai instrumen nyata memperkuat perekonomian daerah. “Kami akan memperkuat pendampingan agar UMKM di Makassar menjadi lebih berdaya, naik kelas, dan mampu mendukung pembangunan kota,” tegas Munafri. Ia menegaskan, sebesar 50 persen belanja pemerintah diarahkan untuk produk lokal, dan dari jumlah itu separuhnya diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Komitmen Pemerintah Kota agar 50 persen belanja pemerintah harus belanja lokal. Dari jumlah itu, 50 persen lagi akan diberikan kepada UMKM,” jelasnya. Mantan Bos PSM itu menambahkan, total belanja Pemerintah Kota Makassar mencapai sekitar Rp3 triliun. Dari jumlah tersebut, ia ingin memastikan agar peluang ekonomi dapat diakses oleh masyarakat lokal, terutama UMKM. “Kami sedang membangun komitmen agar 50 persen belanja itu benar-benar dinikmati oleh pelaku usaha di Kota Makassar” kata politisi Golkar itu. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus menjadi penyeimbang agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi di masyarakat. Dia mencontohkan fenomena menjamurnya lapangan paddle tennis di Kota Makassar yang dibangun oleh berbagai investor tanpa standardisasi yang jelas. Banyak investor yang membangun tanpa ada standar baku. Ini yang ingin kami dudukkan bersama, agar ada kesepahaman dan regulasi jelas supaya tidak muncul masalah seperti kredit macet di kemudian hari. Munafri juga menekankan pentingnya sinergi dan arahan dari berbagai lembaga, termasuk LKPP, agar pengelolaan anggaran daerah tidak menyimpang dari tujuan utama, yakni untuk kesejahteraan masyarakat. “Kami juga terus meminta arahan agar tidak salah dalam menggunakan dana atau anggaran APBD, supaya penggunaannya benar-benar untuk masyarakat,” tambahnya. Lebih jauh, Wali Kota Makassar menggambarkan potensi besar yang dimiliki kotanya. Dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 juta jiwa, Makassar menjadi kota terbesar di Indonesia Timur sekaligus gerbang ekonomi kawasan timur Indonesia. Lanjut dia, Kota Makassar ini kota yang hidup dari sektor perdagangan barang dan jasa. Dengan posisi yang strategis, memiliki laut, sungai, dan daerah penyangga pertanian yang luas, potensi ekonominya sangat besar. Bahkan, sejak tahun 2019, Pemerintah Kota Makassar telah melaksanakan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik secara penuh, dan bahkan menempati posisi kedua nasional untuk nilai transaksi melalui sistem tersebut, yakni mencapai Rp645 miliar. “Kami sudah 100 persen menggunakan sistem pengadaan elektronik sejak 2019. Ini bukti komitmen transparansi dan efisiensi kami,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyinggung kondisi ekonomi nasional yang masih menantang. Pemerintah Kota Makassar, katanya, tidak hanya berfokus pada bantuan langsung tunai. Akan tetapi lebih pada program-program yang memberikan manfaat jangka panjang dan memperkuat daya beli masyarakat. Lanjut dia, perbaikan jalur distribusi air minum, serta inkubator bisnis UMKM yang telah terbukti meningkatkan omzet. “Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD memberikan manfaat nyata. Tidak hanya bantuan tunai, tapi juga program yang menumbuhkan kemandirian masyarakat,” ujarnya. Pemerintah Kota juga terus mendorong sertifikasi higienitas bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman, serta memperluas akses pembiayaan dan pasar. Menurut Munafri, tujuan akhir dari pengembangan UMKM adalah ekspor, karena itu menjadi indikator bahwa tata kelola usaha telah berjalan baik. “Ketika produk kita bisa menembus pasar ekspor, artinya tata kelola sudah matang. Itu target jangka panjang kami,” jelasnya. Menutup sambutannya, Munafri mengingatkan para pelaku usaha agar tidak sekadar mengikuti tren, melainkan mampu membaca ekosistem ekonomi secara bijak. Menurutnya, strategi bisnis yang kuat tidak hanya berbasis pada tren, tetapi juga pada kedekatan terhadap sumber bahan baku dan kemampuan membaca peluang pasar lokal. Melalui berbagai kebijakan dan pendekatan berbasis regulasi yang kuat, Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin terus memperkuat arah pembangunan ekonomi yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. “Fokus pada belanja lokal, pemberdayaan UMKM, serta tata kelola pengadaan yang akuntabel menjadi pilar utama untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing di kawasan Indonesia Timur,” tukasnya. Hadir pada kesempatan ini, anggota DPR RI komisi XI, fraksi Gerindra Kamrussamad, Sekretaris Lembaga Kebijakan pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP) RI, Direktur pengembangan strategi dan kebijakan umum LKPP, Kepala biro perencanaan dan keuangan LKPP, dan pelaku UMKM.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Munafri Sidak SDN Inpres Monginsidi, Pastikan Anak Belajar Layak

ruminews.id, MAKASSAR – Mengawali aktivitas pagi dengan kerja nyata, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan. Tanpa pemberitahuan resmi, ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Inpres Monginsidi, di Kecamatan Makassar, Rabu (29/10/2025), tepat pukul 09.25 WITA. Setibanya di sekolah, Munafri langsung meninjau ruang kelas di lantai satu. Dua ruang kelas pertama menjadi perhatian awalnya. Ia melihat kondisi dinding yang mulai retak dan beberapa fasilitas belajar yang dinilai membutuhkan perbaikan segera. “Ini kondisi sekolah yang memang butuh perhatian. Ada beberapa yang harus sangat-sangat kita perhatikan,” ujar Appi. “Terlihat ada kelas yang kursinya tidak cukup sehingga siswa harus membawa sendiri, termasuk ada yang beli mi instan hanya untuk menambah lauk. Ini tidak boleh terjadi di sekolah negeri,” tambah Munafri saat berdialog. Kehadiran orang nomor satu Makassar itu, sontak menyita perhatian para guru dan siswa. Bukan sekadar berkunjung. Appi ingin memastikan proses pendidikan berjalan layak, mulai dari infrastruktur sekolah, kualitas pembelajaran, hingga pemenuhan gizi siswa di tingkat sekolah dasar. Tanpa seremoni, Appi memasuki area sekolah dan memantau satu per satu ruang kelas serta fasilitas belajar. Kehadirannya disambut hangat para guru dan siswa. Senyum ramahnya tak segan ia bagikan kepada anak-anak yang tengah serius mengikuti pelajaran. Bagi Appi, sekolah bukan sekadar bangunan Pendidikan, tetapi ruang pembentuk masa depan kota. Karena itu, Pemkot ingin memastikan seluruh proses belajar mengajar berjalan nyaman, aman, dan memberi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Makassar. “Sekolah harus menjadi tempat yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan percaya diri,” demikian pesan kuat yang Munafri sampaikan. Sidak ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi sarana pendidikan dasar di kota Makassar, di lantai II, sekaligus memastikan kualitas pembelajaran berjalan optimal. Munafri menegaskan bahwa perhatian pemerintah kota terhadap pendidikan tidak hanya sebatas kurikulum, tetapi juga pembangunan infrastruktur sekolah. “Untuk sekolah-sekolah terutama pendidikan dasar, selain kurikulum juga infrastruktur sekolah harus kita benahi. Ini investasi masa depan anak-anak kita,” tegasnya. Usai memantau kelas di lantai dasar, ia berjalan ke bagian belakang gedung meninjau kondisi kantin sekolah. Ia memastikan kantin menerapkan standar kebersihan dan makanan sehat untuk siswa. Di lokasi ini, Munafri memeriksa ruang guru dan perpustakaan sekolah, sekaligus mengecek toilet guru dan siswa yang sudah tertata. Mantan Bos PSM mengapresiasi kebersihan yang terjaga namun tetap meminta agar pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan. Dalam salah satu kelas, Munafri juga memantau Menu Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dikonsumsi siswa. Ia mengecek langsung kelayakan lauk yang disajikan. “Ini sudah cukup proteinnya atau belum? Lauknya bagaimana?,” tanya Munafri. Ia juga menanyakan ketersediaan susu MBG yang ternyata hanya dibagikan sekali seminggu. Selain itu, Munafri melihat suplai air minum telah tersedia melalui galon isi ulang, sementara siswa membawa tumbler masing-masing, sebuah hal yang ia apresiasi. Sebelum meninggalkan lantai Sekolah, Ketua Golkar Makassar itu, mengumpulkan para guru dan memberikan arahan khusus terkait edukasi kebersihan dan lingkungan di sekolah. “Saya cuma mau tekankan satu hal. Tolong setiap kelas ada dua tempat sampah: organik dan non-organik. Ajarkan anak-anak membuang sampah secara benar. Nanti semua sekolah wajib punya Teba (Tempat Edukasi Belajar Anak) dan komposter,” tegasnya. Saat bersamaan juga, matanya tertuju pada tumpukan kardus bekas dan lemari rusak di bawah tangga. Ia menilai hal itu mengurangi estetika sekolah dan berpotensi menjadi sarang kuman. “Sekolah harus bersih dan rapi. Ini tempat anak-anak belajar, bukan gudang,” imbuh Appi. Sidak berakhir dengan komitmen pembenahan beberapa sarana sekolah secara bertahap. Munafri menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan menutup mata terhadap masalah pendidikan dasar. “Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak sekolah dengan layak, nyaman, dan aman,” tutupnya.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Minta KNPI Perkuat Peran Pembinaan Pemuda

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) agar terus berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan potensi pemuda di Kota Makassar. “Ini bagian dari tugas bersama dalam membangun generasi masa depan,” hal itu disampaikannya Appi, saat penutupan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Pemuda yang digelar KNPI Kota Makassar, Jl. AP Pettarani Makassar, Selasa (28/10/2025) malam. Munafri menyampaikan apresiasi atas inisiatif KNPI menghadirkan kegiatan positif yang memberikan ruang aktualisasi bagi anak muda. Ia menilai kegiatan seperti Porseni merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata organisasi kepemudaan dalam pembangunan sumber daya manusia. “Saya sangat menyambut baik dan antusias kegiatan seperti ini. Porseni adalah ruang pembinaan yang mengarahkan anak muda pada aktivitas positif,” jelasnya. Menurutnya, kehadiran KNPI melalui kegiatan olahraga dan seni merupakan wujud sinergi dengan pemerintah dalam meminimalkan potensi penyimpangan perilaku generasi muda akibat kurangnya ruang ekspresi. Dimana, banyak persoalan sosial hari ini muncul karena anak muda tidak punya wadah. Mereka ingin berkembang, tetapi tidak tahu caranya, tidak ada yang mengajak, tidak ada ruang. “Di sinilah peran KNPI hadir memberikan arah,” tambah Ketua DPD II Golkar Makassar itu. Lebih lanjut, mantan Bos PSM ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membina generasi muda Makassar agar lebih berdaya saing dan memiliki masa depan yang jelas. Persoalan kepemudaan bukan hanya urusan pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab bersama. KNPI hari ini sudah menunjukkan keberpihakan dengan aksi nyata. “Pemerintah siap hadir dan ikut mengintervensi kegiatan positif untuk anak muda,” tegasnya. Dalam Porseni tersebut, KNPI Makassar menyajikan berbagai cabang olahraga dan seni seperti sepak takraw, pencak silat, catur, domino, musik akustik, orasi pemuda, hingga video kreatif. Munafri menyebut ragam kegiatan ini mampu membuka ruang ekspresi bagi anak muda sesuai minat dan bakat yang mereka miliki. Meski apresiatif, Munafri juga menyoroti keterbatasan fasilitas olahraga dan ruang kreatif di Kota Makassar. Ia menyebut hal ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah ke depan. “Ini realita kita. Makassar belum punya infrastruktur olahraga yang memadai. Kadang kita harus pinjam tempat atau menyesuaikan kondisi,” tuturnya. “Karena itu menjadi tugas pemerintah untuk menghadirkan sarana dan prasarana pembinaan kepemudaan,” lanjutnya. Ia berkomitmen menggandeng investor dan pihak swasta untuk bersama-sama membangun fasilitas olahraga dan ruang pembinaan kepemudaan. Dia menekankan, langkah awal ini harus dihargai sebagai proses yang akan berkembang. Pemerintah akan membuka ruang kerja sama untuk membangun pusat kegiatan pemuda. “Kalau infrastrukturnya ada, KNPI dan organisasi kepemudaan lain tinggal memaksimalkan program pembinaannya,” jelas Munafri, bertepatan momentum Hari Sumpah Pemuda 2025. Wali Kota Makassar menutup sambutannya dengan pesan motivasi kepada seluruh pemuda Makassar agar terus berkembang dan mengambil bagian dalam pembangunan kota. “Pemuda adalah energi perubahan. Tugas kita memastikan mereka tumbuh dengan arah yang benar, punya masa depan, punya cita-cita, dan yakin bahwa mereka bisa memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” pungkasnya. Diketahui, pada kesempatan ini. Wali Kota Munafri, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri: Kota Makassar Siap Jadi Rumah Ramah Santri

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri Silaturahim Munajat Santri dan Ulama Pesantren (SITARUPA) se-Indonesia Timur yang digelar di Balai Manunggal Prajurit Jenderal M. Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Selasa (28/10/2025). Acara religius yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Santri 2025 itu menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya santri, kiai, dan pimpinan pondok pesantren dari 11 Provinsi di kawasan Indonesia Timur berkumpul di Kota Makassar dalam satu majelis besar. Dengan mengusung semangat persatuan umat, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama seribu santri, tetapi juga memperkuat silaturahmi ulama pesantren. Serta membuka ruang kolaborasi melalui Pesantren Business Forum sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi mengucapkan selamat datang kepada para kiai, ulama, dan santri dari berbagai daerah yang hadir di Kota Makassar. Ia menyebut kehadiran mereka menjadi rahmat bagi kota ini. “Selamat datang di Kota Makassar, kota lahirnya para pemberani. Kehadiran para santri dan ulama di kota ini tentu membawa harapan besar untuk kemajuan pesantren, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar,” ucap Appi. Di hadapan ribuan santri dan ulama, Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar, berkomitmen kuat mendukung kemajuan pesantren. Salah satunya melalui penyiapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Sistem Pengelolaan Pesantren, kini sudah dibahas bersama DPRD lewat pandangan umum fraksi, ditargetkan disahkan pada tahun 2026 mendatang. “Komitmen kami terhadap perkembangan pesantren dan pendidikan Islam sudah kami jalankan,” tuturnya. “Tahun ini kami telah mengajukan Rancangan Perda Sistem Pengelolaan Pesantren dna dibahas bersama Dewan. Insya Allah akan disahkan DPRD Kota Makassar pada 2026,” lanjutanya. Ia menjelaskan, Perda tersebut sangat penting untuk memberikan payung hukum bagi keberlangsungan pesantren, termasuk tata kelola kelembagaan, penguatan kurikulum keagamaan, dan perlindungan santri. “Kami tidak ingin pesantren hanya dijadikan objek atau dikambinghitamkan ketika ada persoalan. Pemerintah harus hadir melindungi santri, para pengajar, dan lembaga pesantren,” tegasnya. Mantannbos PSM itu menambahkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam mencegah perpecahan bangsa dan menjaga persatuan umat. Menurutnya, pondok pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga penjaga nilai moral masyarakat dan perekat persatuan bangsa. “Kami berharap doa mustajab dari para ulama senantiasa menyertai perjalanan kami dalam membangun kota ini,” tuturnya. Pada kesempatan ini, orang nomor satu Kota Makassar itu menyampaikan bahwa pembangunan Kota Makassar tidak akan berhasil tanpa doa para ulama dan peran kalangan pesantren. “Di Makassar ini hidup 1,4 juta jiwa. Apa yang kami lakukan sebagai pemerintah tidak akan cukup tanpa doa-doa para ulama,” jelasnya. Selain itu, Appi juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kota Makassar. Menurutnya, Kota Makassar harus menjadi kota yang taat pada agama, sekaligus tetap hidup dalam keberagaman. “Kami tidak membedakan siapa pun, dari mana pun asalnya. Inilah bingkai toleransi yang harus kita jaga,” tegasnya lagi. Mengakhiri sambutannya, Appi mengajak seluruh tamu untuk menikmati suasana Kota Makassar dan keramahan warganya. “Nikmatilah Kota Makassar. Kalau ada hal yang kurang berkenan, sampaikan kepada kami agar kami terus berbenah,” pesan Munafri. “Ada dua larangan di Makassar. Pertama, dilarang diet. Kedua, dilarang buru-buru pulang. Minimal dua sampai tiga hari tinggal di Makassar, rasakan semilir angin Mamiri dan keindahan Pantai Losari,” tambah Appi disambut tawa peserta.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Jamu Delegasi ACRS 2025: Selamat Enjoy

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung menjamu para delegasi The 46th Asian Conference on Remote Sensing (ACRS) 2025 yang dilaksanakan oleh Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) di Kota Makassar. Dalam agenda ACRS 2025 Cultural Dinner yang digelar di atas Kapal Pinisi sambil berlayar di perairan Pantai Losari, Selasa (28/10/2025) malam, Wali Kota Munafri, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem. Suasana keakraban terasa hangat ketika para delegasi dari berbagai negara menikmati semilir angin Mamiri khas Makassar di atas kapal. Mereka juga disuguhi kuliner tradisional seperti pisang epe, yang menjadi ikon kuliner pesisir Makassar. Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi internasional yang hadir. “Selamat datang di Makassar. Selamat menikmati malam di Makassar, nikmati angin mamiri, dan mari kita bersama-sama menikmati kuliner tradisional khas Makassar,” ujarnya. “Selamat menikmati malam ini dan semoga pelayaran kita menyenangkan. Terima kasih,” lanjutnya. ACRS 2025 menjadi momentum penting memperkenalkan Makassar sebagai kota maritim modern dengan keramahan budaya yang tetap melekat kuat. Ia menegaskan bahwa Makassar merasa bangga menjadi tuan rumah pertemuan ilmiah terbesar di Asia dalam bidang teknologi penginderaan jauh tersebut. “Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam, tetapi perayaan budaya, persahabatan, dan kolaborasi yang mempertemukan kita lintas bangsa,” tambahnya. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai asosiasi internasional, institusi nasional, serta akademisi dunia, di antaranya. Prof. Kohei Cho, Sekjen Asian Association on Remote Sensing (AARS). Prof. Dr.-Ing. Christian Heipke, perwakilan ISPRS (International Society for Photogrammetry and Remote Sensing) Prof. Dr. Agustin, perwakilan Indian Society of Remote Sensing (ISRS).

Pemerintah Kota Makassar

Munafri Arifuddin Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Ikon Ekonomi Kerakyatan Makassar

ruminews.id – Makassar – Sebanyak 153 pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota Makassar mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Bisnis dan Pengajuan Proposal Pinjaman yang digelar di Hotel Claro, 28–30 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kepala Dinas Koperasi, UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menyebut Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus KKMP dalam manajemen, tata kelola, serta penyusunan rencana bisnis yang profesional. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu membangun jejaring usaha dan memiliki daya saing global berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya rencana bisnis yang matang agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, banyak koperasi yang stagnan karena tidak memiliki arah usaha yang jelas. “Jika kita gagal merencanakan, maka sama saja kita merencanakan kegagalan,” ujarnya tegas. Melalui Bimtek selama tiga hari ini, para pengurus KKMP dibekali materi aplikatif mulai dari penguatan manajemen usaha, pengelolaan kemitraan dengan BUMN dan swasta, hingga praktik penyusunan proposal bisnis. Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan pengurus koperasi yang profesional, berintegritas, dan mampu memimpin koperasi secara modern. Munafri berharap, Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat menjadi ikon kebangkitan ekonomi kerakyatan di Makassar—koperasi yang sehat, mandiri, dan berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi warga. Lebih dari sekadar tempat simpan pinjam, KKMP diharapkan mampu menjadi pembantu UMKM serta wadah pendidikan ekonomi di tingkat kelurahan.

Pemerintah Kota Makassar

Appi Bakar Semangat Pemuda di HSP 2025: Kita Tak Lagi Angkat Bambu Runcing, Tapi Angkat Ilmu

ruminews.id – MAKASSAR – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 tingkat Kota Makassar, berlangsung khidmat dan sarat makna, di halaman Balai Kota Makassar, Selasa (28/10/2025). Di tengah semangat kebangsaan yang berkobar, upacara ini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan tekad persatuan sebagaimana diikrarkan para pemuda pada tahun 1928. Upacara yang dipimpin Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menyerukan komitmen bersama untuk melanjutkan estafet perjuangan bangsa melalui aksi nyata generasi muda. Tema Peringatan HSP tahun 2025 adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang mencerminkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam memperkokoh persatuan nasional. Hadir mendampingi wali kota, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makassar, para Kepala SKPD, camat, lurah, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan siswa di Makassar. Dalam amanatnya, Munafri Arifuddin membacakan pidato seragam Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan Indonesia di era yang semakin kompetitif dan penuh tantangan. “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa. Persatuan adalah kekuatan utama kita,” ujar Munafri. Ia mengajak generasi muda Makassar untuk meneladani semangat pemuda 1928 yang mempelopori lahirnya Sumpah Pemuda dengan keberanian, ketulusan, dan komitmen kuat kepada tanah air. ” Hari ini kita berdiri di bawah langit merah putih, langit yang sama yang dulu menaungi para pemuda 1928,” kutipan Appi penuh semangat. “Mereka Pemuda dulu tidak banyak bicara, mereka berani, mereka bersumpah, dan menepatinya dengan darah dan nyawa,” tambah orang nomor satu Makassar itu, dengan lantang di hadapan peserta upacara. Lebih lanjut, Munafri menegaskan, tantangan bangsa saat ini tidak lagi berupa peperangan fisik, tetapi kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan integritas sumber daya manusia. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama. Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah,” tegasnya. Sebagai Wali Kota, membacakan teks tersebut, Appi juga menyinggung perkembangan zaman yang bergerak cepat dan penuh dinamika global. Namun Appi menyatakan optimis bahwa masih banyak pemuda Indonesia yang memiliki semangat patriotik. “Di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita,” tuturnya. “Kita butuh pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, beretika, dan memiliki kepedulian sosial,” lanjutnya. Mantan Bos PSM itu menyampaikan pesan inspiratif yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Seperti yang selalu ditekankan Presiden, jangan takut bermimpi besar dan jangan takut gagal. “Karena Pemuda bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” katanya. Dengan penuh semangat, Munafri kemudian mengajak seluruh peserta upacara memperkukuh persatuan Indonesia melalui aksi nyata. “Mari kita jaga api perjuangan ini. Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar. Demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. Salam Pemuda,” pungkasnya. Upacara didilakukan dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, pembacaan teks UUD 1945, pengibaran bendera Merah Putih, diakhiri foto bersama.

Pemerintah Kota Makassar

Kominfo Makassar Gelar Bimtek Satu Data untuk Tingkatkan Akurasi Statistik Sektoral

ruminews.id – Makassar,- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Statistik Sektoral sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia. Berlangsung di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (27/10/2025). Mengusung tema “Optimalisasi Pengisian Metadata untuk Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang Akurat, Efektif & Terpadu”, acara ini diikuti perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku produsen data. Kepala Bidang Pengelolaan Data Elektronik dan Statistik, Dinas Kominfo Makassar, Suhendra, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya kualitas data dalam penyusunan kebijakan. “Data yang bernilai bukan hanya sekadar angka di atas kertas. Nilai sejati data terletak pada bagaimana ia dikelola, didokumentasikan, dan dimaknai secara benar untuk mendukung kebijakan yang tepat,” ujarnya. Menurutnya, pengelolaan data yang profesional akan memperkuat fondasi kebijakan berbasis bukti. Suhendra menegaskan, penerapan prinsip Satu Data Indonesia menjadi langkah penting mewujudkan tata kelola data yang efektif dan terpadu. Melalui kegiatan ini, Dinas Kominfo berharap kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di Makassar semakin meningkat. “Kami ingin memastikan setiap data yang dihasilkan OPD memiliki nilai, akurasi, dan manfaat bagi pembangunan kota,” tutup Suhendra. Diketahui, kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pengisian metadata statistik sektoral Kota Makassar. Metadata tersebut akan menjadi dasar penyusunan Buku Metadata Statistik Sektoral Tahun 2025. Selain itu, juga untuk memenuhi indikator kinerja kunci (IKK) Pemerintah Kota Makassar. Terutama pada aspek ketersediaan metadata statistik sektoral dan penerapan prinsip Satu Data Indonesia. Dua narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dihadirkan untuk memperkuat pemahaman peserta. Mereka adalah Wiena Hardian Pratama dan Daris Azhar. Wiena menjelaskan pentingnya keseragaman standar metadata antarinstansi. Menurutnya, metadata yang lengkap akan memastikan data lebih mudah dibaca, diverifikasi, dan diintegrasikan. Sementara itu, Daris Azhar menekankan peran koordinasi antar-OPD dalam menjaga konsistensi data sektoral. “Sinergi menjadi kunci agar data dari berbagai sektor dapat dipadukan secara efektif,” ujarnya. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi terkait metadata. Mereka juga mendapat arahan langsung terkait teknis penyusunan format metadata sektoral.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Rekonstruksi NDP sebagai Jalan Pembaruan Pemikiran dan Gerakan HMI

ruminews.id, Makassar — Dalam suasana yang tenang dan penuh keakraban, ruang pertemuan Hotel LaMacca sore itu menjadi saksi lahirnya percakapan intelektual yang bernas dan menggugah kesadaran. Para peserta Intermediate Training (LK2) Tingkat Nasional HMI Cabang Makassar Timur tampak menyimak dengan saksama ketika Tubagus Damanhuri, S.Hum., M.Phil., tampil membawakan materi bertajuk “Rekonstruksi NDP: Sebuah Jalan Menuju Pembaharuan Pemikiran dan Gerakan HMI.” Dengan gaya tutur yang tenang namun berwawasan luas, Tubagus Damanhuri mengajak peserta untuk kembali menelusuri akar ideologis Himpunan Mahasiswa Islam melalui Nilai Dasar Perjuangan (NDP) bukan sebagai teks yang beku, tetapi sebagai ruh yang harus terus hidup dan berkembang mengikuti dinamika zaman. Ia menekankan bahwa rekonstruksi NDP bukan berarti menanggalkan nilai-nilai dasar Islam, melainkan meneguhkannya dalam konteks modern yang lebih relevan dan aplikatif. “NDP adalah fondasi ideologis yang lahir dari kesadaran sejarah dan tanggung jawab intelektual,” ungkapnya. “Namun setiap generasi memiliki tugasnya sendiri: bukan hanya menghafal, tapi juga menafsirkan ulang, agar perjuangan HMI tetap berdenyut di tengah perubahan sosial dan global yang terus bergerak.” Forum berjalan tertib, tenteram, dan penuh keakraban. Para peserta duduk melingkar dalam suasana hangat, menyimak setiap kalimat pemateri dengan pandangan serius namun bersahabat. Diskusi pun mengalir dengan dinamis penuh semangat dialog, tetapi tetap menjaga etika keilmuan dan persaudaraan. Sesekali tawa kecil pecah di sela penjelasan, menandakan bahwa forum ini tak hanya mengasah intelektual, tetapi juga membangun kedekatan emosional antarkader. Dalam paparannya, Tubagus Damanhuri juga menyoroti pentingnya pembaruan pemikiran dan gerakan HMI sebagai bagian dari proses panjang menuju kematangan ideologis. Ia mengingatkan bahwa HMI lahir bukan sekadar untuk melahirkan aktivis, melainkan manusia pembaharu mereka yang berpikir dengan akal Islam, berjuang dengan semangat keadilan, dan berkarya dengan tanggung jawab sosial. “Gerakan HMI yang sejati adalah gerakan yang sadar akan nilai dan realitas. Pembaruan pemikiran harus berjalan seiring dengan pembaruan praksis, agar NDP tetap menjadi kompas dalam setiap langkah perjuangan kader,” tegasnya. Ketika sesi berakhir, tepuk tangan bergema lembut bukan hanya sebagai tanda apresiasi, tapi juga penghormatan terhadap gagasan yang menyentuh nurani. Beberapa peserta masih tampak berdiskusi santai dengan pemateri, menandakan betapa forum tersebut bukan sekadar ruang belajar, melainkan ruang perjumpaan gagasan dan kesadaran. Malam itu, Intermediate Training LK2 HMI Cabang Makassar Timur kembali mempertegas misinya: menumbuhkan kader yang berpikir tajam, berjiwa kritis, namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Melalui materi “Rekonstruksi NDP: Sebuah Jalan Menuju Pembaharuan Pemikiran dan Gerakan HMI,” semangat pembaruan itu kembali menyala meneguhkan bahwa HMI akan terus hidup selama kadernya berani berpikir, beriman, dan berjuang dengan penuh kesadaran.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Umat Buddha Dukung Program Pengelolaan Sampah Munafri-Aliyah Lewat Program 1000 Pipa Biopori

ruminews.id, MAKASSAR,— Dukungan masyarakat terhadap program lingkungan Pemerintah Kota Makassar dibawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, terus menguat. Hal itu tampak saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Makassar yang juga Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar, Melinda Aksa meluncurkan Gerakan Bioberkah (Biopori Mengubah Sampah Jadi Berkah) yang digagas Permabudhi Kota Makassar di Vihara Vimalakirti, Minggu (26/10/2025). Gerakan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Munafri menyampaikan apresiasi tinggi kepada umat Buddha di Makassar yang ikut mendukung gerakan lingkungan hidup melalui penerapan biopori dan pengolahan sampah organik. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Makassar yang menempatkan pengelolaan sampah dari sumbernya yaitu rumah tangga sebagai program prioritas. “Saya senang melihat masyarakat bergerak sendiri, seperti yang dilakukan oleh Permabudhi hari ini. Artinya, kesadaran mulai tumbuh. Pemerintah bisa membuat aturan, tapi perubahan hanya terjadi kalau masyarakat mau ikut bergerak,” ujarnya. Munafri menjelaskan, Pemerintah Kota saat ini tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di setiap RT/RW. Dalam sistem ini, tidak hanya biopori, warga didorong untuk memiliki, teba, dan eco-enzyme di lingkungan masing-masing. Sehingga, dengan dukungan masyarakat, tanggung jawab Ketua RT/RW ke depan tak hanya soal administrasi warga, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan di wilayahnya. “Setiap RT nanti harus punya sistem pengelolaan sampahnya sendiri. Harus ada biopori, TEBA, dan pemisahan sampah rumah tangga. Ini harga mati. Karena dari situlah keseimbangan lingkungan dimulai,” tegasnya. Munafri juga menguraikan arah besar program lingkungan Makassar menuju kota zero waste pada tahun 2027. Ia menargetkan akan lahir ribuan rumah tangga mandiri sampah, di mana masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA Antang, melainkan mengelola sampahnya sendiri menjadi produk bermanfaat seperti pupuk organik, maggot, atau cairan eco-enzyme. “Kami ingin memberi penghargaan untuk rumah tangga zero waste. Bukan lagi sekadar gerakan komunitas, tapi gaya hidup baru warga Makassar. Kalau ini jalan, beban TPA bisa berkurang drastis dan kota kita akan semakin bersih,” jelasnya. Selain berfungsi mengurai sampah, lanjut Munafri, sistem biopori juga berperan besar mencegah banjir dengan mempercepat resapan air ke tanah. Sementara itu, hasil olahan sampah seperti pupuk dan eco-enzyme dapat digunakan untuk urban farming, yang tengah dikembangkan pemerintah di dua lokasi percontohan. “Kita ingin menunjukkan bahwa bertani tidak harus di desa. Kota juga bisa. Dari sisa dapur bisa jadi pupuk, dari biopori bisa menumbuhkan tanaman, dari maggot bisa jadi pakan ikan dan ayam. Semua punya nilai ekonomi,” ujar Munafri. Lebih jauh, Ia menyampaikan keberhasilan Pemkot Makassar yang tidak termasuk dalam 336 daerah darurat sampah nasional berdasarkan keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti nyata hasil intervensi Pemkot bersama masyarakat dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Permabudhi Kota Makassar, Suzanna, menyampaikan bahwa gerakan Bioberkah menjadi bentuk sukacita dukungan umat Buddha terhadap program pemerintah. Sebanyak 1.000 pipa biopori akan dibagikan kepada umat Buddha di seluruh vihara di Makassar, dengan 120 pipa pertama diserahkan secara simbolis pada kegiatan tersebut. “Kami ingin berkontribusi untuk Makassar yang lebih bersih. Mungkin kelihatannya sederhana, tapi ini langkah spiritual untuk belajar ‘lebih repot’ demi masa depan yang lebih baik. Gerakan ini juga menjadi cara kami menyatukan berbagai aliran umat Buddha melalui semangat peduli lingkungan,” jelas Suzanna. Ia menambahkan, apa yang dilakukan umat Buddha hari ini merupakan bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap kebijakan Pemkot Makassar. Gerakan Bioberkah diharapkan menjadi bagian dari rantai perubahan besar menuju kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga mandiri dan lestari.(*)

Scroll to Top