Ekonomi

Ekonomi, Pemerintahan

Kabar yang Indah di awal Tahun Baru 2025, PPN Tidak Jadi Naik

Ruminews.id – Menteri keuangan Sri mulyani memastikan tarif PPN 12 persen yang berlaku pada Tanggal 1 Januari 2025 hanya untuk kategori barang super mewah. Sementara lainnya tidak mengalami kenaikan. Adapun rinciannya barang super mewah sebagai berikut : Kelompok hunian rumah super mewah dengan rincian harga jual 30 Milyar. Pesawat udara, dan balon udara yang dapat di kemudikan. Kapal pesiar mewah dan kendaraan bermotor yang kena PPnBM Sebelum nya itu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan dialog akhir tahun dengan perwakilan kantor wilayah Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia pada Senin (30/12). Dalam dialog tersebut, jajaran Kemenkeu diwakili oleh para kepala kantor dari enam wilayah, yaitu Sumatera, Jawa, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku-Papua. Menkeu mengatakan dialog tersebut menjadi kesempatan bagi Kementerian Keuangan untuk merefleksikan kembali apa yang telah dilaksanakan dan dicapai sepanjang tahun 2024, serta memikirkan apa saja yang perlu untuk diperbaiki ke depannya. “Kita menutup chapter tahun 2024 yang kita akui banyak sekali hal yang telah terjadi, yang diharapkan bisa memberi pembelajaran kepada kita semua di dalam pengelolaan keuangan negara, terutama juga karena 2024 merupakan tahun transisi dari pemerintahan,” kata Menkeu. Saya tahu ini adalah pekerjaan dan tahun yang tidak mudah untuk kita semua. Jadi saya berterima kasih. Tolong sampaikan salam kepada semua jajaran Kementerian Keuangan di daerah. Rasa syukur, terima kasih atas berbagai macam prestasi, dedikasi, pekerjaan yang luar biasa dan juga terus menjaga satu sama lain sehingga keuangan negara bisa bekerja maksimal membantu masyarakat dan ekonomi kita,” kata Menkeu. (dep/al)

picture 01
Ekonomi, Pendidikan

BI Buka Suara, Soal Temuan Sertifikat Palsu Rp745 T di UIN Makassar.

Ruminews.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan temuan polisi di kasus uang palsu di UIN Makassar mencakup sertifikat palsu Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 700 triliun dan deposito BI senilai Rp 45 triliun. Sertifikat tersebut bukan uang palsu sebagaimana kabar yang beredar di masyarakat. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengungkapkan temuan senilai Rp 745 triliun adalah sertifikat palsu bukan uang palsu. Hal ini dikemukakan dirinya mengingat masih banyaknya salah paham di publik yang menyangka temuan tersebut merupakan uang palsu. Temuan uang palsu di kasus ini mencapai Rp 446 juta, jika mengacu pada keterangan polisi. “Dari penegasan kepolisian uang palsu pecahan Rp 100 ribu yang telah di cetak dan ditemukan sebanyak 4.906 lembar dan 972 lembar yang belum terpotong. Adapun selain uang palsu juga ditemukan sertifikat palsu SBN senilai Rp 700 triliun dan Deposito BI senilai Rp 45 triliun,” tegasnya. Menurut data Kepolisian Gowa, Marlison mengatakan pencetakan uang palsu di Gowa baru dilakukan sejak Mei 2024. Adapun tahun 2010 baru rencana awal dari pelaku. Dia pun meluruskan bahwa pencetakan uang palsu di UIN Makasar ini tidak dilakukan sejak 2010. Dia pun menuturkan berdasarkan pengamatan terhadap mesin yang disita merupakan mesin cetak biasa dan offset kertas biasa, bukan untuk mesin cetak uang. “Mesin yang baru dibeli (merek china yang dipamerkan di berbagai media) belum dipakai sama sekali dalam pencetakan uang palsu. Uang palsu menggunakan mesin sablon lama,” ujarnya. Marlison memastikan kualitas uang palsu yang dihasilkan sangat rendah dan sangat mudah dikenali secara kasat mata dengan metode 3D ( Dilihat, Diraba dan Diterawang). Kendati demikian, BI menghimbau agar masyarakat tetap waspada. Jika menemukan uang palsu dalam transaksi, masyarakat diminta segera membawa temuan tersebut disertai fisik uang yang diragukan keasliannya kepada bank, kepolisian, atau meminta klarifikasi langsung ke kantor BI terdekat.  

Ekonomi

Aparatur Sipil Negara (ASn) dilarang untuk bermain judi online hingga ngutang di pinjaman online

Ruminews.id –  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengungkapkan abdi negara harus menjaga citra baik diri dan pemerintah. Menurut dia ASN tidak boleh melakukan hal-hal yang melanggar norma maupun perundang-undangan. “Tentunya saya ingin me-rebranding bagaimana ASN Itu dimata masyarakat. Banyak kejadian-kejadian terhadap oknum-oknum ASN, misalnya kita mendengar terlibat di dalam pinjol, judi online atau tidak netral di dalam ASN atau banyak hal lain yang kita temukan,” kata dia dalam acara ASN Culture Festival 2024 di Hotel The Ritz-Carlton Jakarta, Selasa (10/12/2024). Karena itu Rini kembali meminta kepada para ASN untuk benar-benar mengikuti nilai dasar BerAKHLAK yang sudah dicetuskan sejak pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya. Termasuk tadi tidak ikut judi online atau terlilit utang pinjol. “Pada acara ini mari kita rebranding ASN kita supaya masyarakat paham bahwa kita itu sudah berubah. Saatnya ASN ini berubah, bukan hanya Power Ranger aja yang berubah tetapi ASN pun bisa berubah,” ujar dia. Dalam acara tersebut, Rini melaporkan hasil survei Indeks BerAKHLAK Nasional 2024 berada di angka 68,2%. Nilai ini tercatat mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 61,1%. Indeks BerAKHLAK 2024 sendiri merupakan indikator yang digunakan oleh Kementerian PANRB untuk memonitor dan mengevaluasi implementasi budaya kerja ASN sesuai dengan nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). “Di dalam undang-undang nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN Kita menghadirkan ASN BerAKHLAK sebagai fondasi dan sebagai akar dari budaya kerja, dan nilai BerAKHLAK ini tentunya diharapkan akan mendasari setiap keputusan dalam melaksanakan tugas,” kata Rini. “Tahun 2024 terdapat peningkatan di dalam indeks BerAKHLAK, dari mulai angka 61% sekarang meningkat menjadi 68,2%. Artinya bahwa indeks BerAKHLAK kita itu memang masih kategori cukup sehat, mudah-mudahan semakin tahun semakin sehat,” terangnya lagi.(*)

Ekonomi

Gubernur BI Prediksi Ekonomi Tumbuh hingga 5,6% di 2025, Ini Penopangnya

Ruminews.id – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tetap kuat pada kisaran 4,8-5,6%. Angka itu akan terus meningkat menjadi 4,9-5,7% pada 2026 didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan kinerja ekspor yang cukup baik. Ia menuturkan salah satu kebijakan untuk bertahan dari ketidakpastian global adalah makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta pengembangan UMKM dan ekonomi-keuangan syariah untuk pertumbuhan (pro-growth). Kebijakan ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. “Pertumbuhan kredit meningkat ke 11-13% pada 2025 dan 2026. Stabilitas sistem keuangan terjaga,” kata Perry dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024, Jumat (29/11/2024). “Hasil stress-test menunjukkan ketahanan dari dampak gejolak global,” sambungnya. Menurut Perry, ekonomi keuangan digital meningkat pesat. Transaksi e-commerce, digital banking dan uang elektronik tumbuh tinggi. “Kebijakan makroprudensial longgar akan dipertahankan tahun 2025 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertama, kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong kredit/pembiayaan yang akan kami arahkan ke sektor-sektor prioritas pencipta lapangan kerja,” ujar Perry. “Jumlah insentif likuiditas KLM kami naikkan dari Rp 259 triliun menjadi Rp 283 triliun mulai Januari 2025. Semakin banyak bank yang akan menerima insentif likuiditas lebih besar,” lanjutnya. Langkah kedua dalam menerapkan KLM yaitu rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial tetap longgar. Demikian pula kebijakan Uang Muka kredit 0% tetap berlaku untuk kredit properti dan otomotif. “Ketiga, penguatan surveillance sistemik untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan, berkoordinasi erat dengan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” kata Perry. Kebijakan Sistem Pembayaran 2025 Perry menyebut di sistem pembayaran, digitalisasi terus diakselerasi pada 2025. Hal ini mengacu pada Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025-2030 yang diluncurkan pada 1 Agustus 2024. “Lima inisiatif Infrastruktur, Industri, Inovasi, Internasionalisasi, dan Rupiah Digital. Dengan semboyan ‘Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa’,” tutur Perry. Strategi pertama yang dilakukan BI dalam menggenjot pertumbuhan di sistem pembayaran adalah pengembangan NewBI-Fast yang interkoneksi dengan fast payments industri. Modernisasi BI-RTGS yang multi-currency dan standar internasional. “Pengembangan pusat data transaksi pembayaran dengan Payment ID dan BI-Payment Info,” ujar Perry. Kedua yaitu konsolidasi industri sesuai kemampuan Transaksi, lnterkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan infrastruktur Teknologi (TIKMI). Klasifikasi Penyelenggara Sistem Pembayaran (PSP) Utama dan Non-Utama juga dilakukan. “Ketiga, inovasi QRIS dengan target 58 juta pengguna dengan 40 juta merchant. Pendirian BI Digital Innovation Center (BIDIC) berkolaborasi dengan ASPI,” jelas Perry. “Keempat, perluasan kerja sama QRIS dengan sejumlah negara. Juga BI-Fast dalam proyek Nexus, integrasi dengan Local Currency Transaction,” imbuhnya. Selanjutnya, eksperimentasi lanjutan Rupiah Digital sebagai satu-satunya alat pembayaran digital yang sah di Indonesia. Perry juga mengatakan BI akan melakukan elektronifikasi transaksi keuangan Pemerintah Daerah. BI juga memiliki lima sinergi dalam menjaga stabilitas, yang pertama, sinergi memperkuat stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Kedua, sinergi mendorong permintaan domestik. Ketiga, sinergi meningkatkan produktivitas dan kapasitas ekonomi nasional. Keempat, sinergi pendalaman keuangan untuk pembiayaan perekonomian. Terakhir, sinergi digitalisasi sistem pembayaran dan ekonomi keuangan digital nasional. Perry menyebutkan sinergi ini merupakan kunci untuk memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi nasional. “Sinergi kebijakan perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks ke depan dan mempercepat transformasi ekonomi nasional agar perekonomian tumbuh lebih kuat,” pungkasnya.

Ekonomi

RI Mau Bangun PLTN Kapasitas 250 MW, Ini Lokasinya

Ruminews.id – Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto mengungkapkan progres terbaru dari rencana pemerintah Indonesia dalam membangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Djoko menyebutkan saat ini seluruh pihak yang terlibat sedang melakukan studi dan kajian terkait dengan aturan-aturan energi nuklir. Ia mengatakan aturan terkait energi nuklir akan tertuang dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Kebijakan Energi Nasional (RPP KEN) dan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET) yang saat ini sudah dibahas di DPR dan akan segera dikeluarkan dalam waktu dekat. “Di dalam RPP KEN targetnya di tahun 2032. Nah, saat ini semua pihak yang terkait dengan persiapan untuk pembangunan nuklir sedang bekerja. Terkait studi-studinya dan sebagainya. Targetnya adalah pada tahap awal itu 250 Mega watt dan ini bisa dikali dua,” katanya di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2024). Djoko juga mengatakan bahwa pihaknya juga telah menerima pemilihan lokasi yang aman untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) oleh BRIN. “Nah, beberapa lokasi studi tapak, baik di Bangka Belitung dan juga di Kalimantan, dan di tempat-tempat lain oleh BRIN, itu sudah dilaporkan ke DEN,” katanya. Sebelumnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mendeklarasikan komitmen tambahan listrik atau elektrifikasi sebanyak 100 gigawatt (GW) selama 15 tahun ke depan. Sebagian kecil target itu akan dipenuhi menggunakan energi nuklir. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Delegasi Indonesia di COP 29 Hashim S. Djojohadikusumo. Dalam pidatonya di ajang COP 29, Hashim mengungkapkan rencana Indonesia menambah 100 GW tenaga listrik, sekitar 75% di antaranya akan dipenuhi dengan energi bersih. Dari total 75% target energi bersih itu sekitar 5,3 GW akan dipenuhi dengan menggunakan tenaga nuklir. Menurutnya, nuklir adalah energi bersih meskipun banyak pihak meragukan keberlanjutan pengunaannya “Di samping itu ada 5,3 GW dari tenaga nuklir, meskipun tidak dianggap sustainable, tapi kan sudah jelas clean. So itu juga tenaga bersih. Di samping itu nanti juga ada dari tenaga gas,” papar Hashim usai memaparkan pidato National Message pada ajang COP 29, di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, Selasa (12/11/2024) yang lalu.

Ekonomi

Prabowo Ungkap Ekonomi RI Boros, Ini Buktinya

Ruminews.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang tergolong tinggi. Tingginya angka tersebut menandakan tidak efisien suatu negara untuk masuk investasi karena biaya ekonominya semakin tinggi menggerus modal pelaku usaha. Prabowo mengatakan ICOR Indonesia saat ini berada di level 6%. Angka itu lebih tinggi dibandingkan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara yang di level 3-5%. “Dalam penilaian terhadap ekonomi kita, ada suatu tolak ukur yang disebut ICOR. ICOR kita dinilai angkanya 6, ICOR beberapa negara tetangga kita 4 atau 5. Artinya kita dinilai lebih tidak efisien dari beberapa ekonomi tetangga kita, bahkan tidak efisiennya itu dinilai 30%,” kata Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (10/12/2024) Prabowo mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih melalui berbagai upaya. Salah satunya dengan pengelolaan manajemen yang baik, penggunaan teknologi, hingga berani menegakkan hukum. “Marilah kita wujudkan pemerintahan yang bersih melalui semua upaya antara lain dengan pengelolaan manajemen yang baik, leadership yang baik dari semua unsur dan penggunaan teknologi. Tentunya di ujungnya kira harus berani tegakkan hukum,” ucap Prabowo. Dari sisi penggunaan teknologi, Prabowo berharap e-Katalog atau aplikasi belanja online versi 6.0 dapat membuat ketidakefisienan dapat dikurangi. Kehadirannya sebagai upaya transparansi, efisiensi dan kecepatan. “Diharapkan dengan penggunaan e-Katalog, ketidakefisienan ini dapat kita kurangi. Karena itu saya ucapkan terima kasih sekali lagi kepada semua unsur,” imbuhnya.(*)

Ekonomi

Prabowo Targetkan Pendapatan Negara Rp3 Ribu T, Terbesar dari Pajak

Ruminews.id – Pemerintahan Prabowo Subianto menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.005,1 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan perpajakan akan menyumbang Rp2.490,9 triliun terhadap total penerimaan negara tahun depan. “Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) akan mencapai Rp513,6 triliun dan hibah sebesar Rp0,6 triliun,” katanya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Selasa (10/12). Sementara belanja negara, sambungnya, dipatok sebesar Rp3.621,3 triliun dengan rincian belanja pemerintah pusat Rp2.701,4 triliun dan transfer ke daerah Rp919,9 triliun. Belanja pemerintah pusat, kata Sri Mulyani, akan mendukung sejumlah program prioritas pembangunan seperti Makan Bergizi Gratis, swasembada pangan dan energi, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial. “Untuk itu dengan belanja Rp2.701,4 triliun, belanja pendidikan mencapai Rp724,3 triliun. Ini adalah belanja tertinggi fungsi pendidikan di APBN kita. Untuk kesehatan Rp218,5 triliun, perlindungan sosial mencapai Rp503,2 triliun, dan ketahanan pangan mencapai Rp144,6 triliun,” katanya. Sementara anggaran program MBG dipatok Rp71 triliun dalam APBN 2025. Sri Mulyani mengatakan anggaran MBG tersebut diharapkan bisa menggerakkan perekonomian desa. “Program Makan Bergizi yang dialokasikan anggaran Rp71 triliun diharapkan akan dapat meningkatkan perekonomian di daerah dan terutama di desa-desa dalam rangka untuk menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi,” kata Sri Mulyani.(*)

Scroll to Top