Makassar

Kevikepan Agung Makassar
Daerah, Makassar, Religi

6.000 Umat Katolik se-Makassar Rayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Ruminews.id, Makassar —  Sekitar 6.000 umat Katolik dari seluruh paroki se-Kevikepan Agung Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menghadiri perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga 2026. Perayaan yang mengusung tema “Peziarahan Bersama Maria Menuju Kristus Raja Damai” tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.

Daerah, Makassar

Masalah: Kemacetan Akibat Antrean Truk di SPBU Wilayah Tamalanrea

ruminews.id – Kami mewakili warga sekitar menyampaikan keluhan yang sudah berlangsung lama dan semakin memburuk: kemacetan lalu lintas yang parah di sepanjang jalan ini, semata-mata akibat antrean truk yang mengisi bahan bakar di SPBU di sini. Setiap hari, terutama jam berangkat dan pulang kerja, antrean truk memanjang hingga menutupi separuh bahkan seluruh badan jalan umum. Kendaraan warga, pelajar, orang yang bergegas bekerja, semuanya terhambat. Waktu terbuang, biaya perjalanan membengkak, dan risiko kecelakaan sangat tinggi karena jalan menyempit tanpa petugas pengatur. Ini bukan sekadar ketidaknyamanan ini pelanggaran hak kami atas jalan yang aman, lancar, dan nyaman. Oleh karena itu, dengan tegas kami menuntut: 1. SEGERA: Pengelola SPBU wajib mengatur antrean agar tidak satu pun kendaraan mengantre di luar pagar/area SPBU. Petugas SPBU harus mengatur keluar-masuk truk agar jalan raya tetap bersih. 2. SEGERA: Dinas Perhubungan dan Kepolisian turun langsung, mengatur lalu lintas saat jam sibuk, serta menindak tegas truk yang parkir/antre di badan jalan. 3. JANGKA MENENGAH: Ditetapkan jam khusus pengisian bahan bakar untuk truk besar — di luar jam padat warga beraktivitas. 4. JANGKA PANJANG: Pengelola dan Pemerintah Daerah harus segera mengevaluasi kapasitas lahan SPBU ini. Jika tidak cukup, harus ada perluasan, pengalihan lokasi, atau penambahan SPBU alternatif di sekitar Tamalanrea. Kami tidak menolak keberadaan SPBU. Kami juga tidak menolak truk mengisi bahan bakar. Yang kami minta sederhana saja: aturlah dengan tertib agar tidak mengorbankan kepentingan ribu warga demi kemudahan beberapa kendaraan besar. Kami tunggu tindakan nyata, bukan janji yang berulang tanpa hasil. Jika dalam waktu singkat tidak ada perubahan, kami warga Tamalanrea akan memperjuangkan hak ini lebih lanjut. Sumber :Muh. Faisal l – Mahasiswa

Ekonomi, Hukum & Kriminal, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Prov Sulawesi Selatan

AZKO Sampaikan Klarifikasi Terkait Kebakaran Mal NIPAH PARK Makassar, Tegaskan Bukan Pemicu Kebakaran

Ruminews.id, Makassar – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk melalui merek AZKO menyampaikan klarifikasi dan hak jawab terkait pemberitaan mengenai kebakaran yang terjadi di Mal NIPAH PARK Makassar. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul adanya pemberitaan yang mengaitkan AZKO maupun neon box milik AZKO dengan pemicu terjadinya kebakaran. Dalam surat klarifikasi yang disampaikan kepada media massa, manajemen PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk menegaskan bahwa AZKO maupun neon box milik AZKO bukan merupakan penyebab terjadinya kebakaran di NIPAH PARK Makassar.

Daerah, Hukum & Kriminal, Makassar

Sengketa Lahan Lakkang Ca’di Memanas, Warga Soroti Dugaan Keterlibatan AAS Building

Ruminews.id, Makassar — Konflik agraria di Lakkang Ca’di, Kota Makassar, kembali memanas. Aliansi Lakkang Bersatu (ALB) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Jumat (7/8/2026), untuk menuntut transparansi atas dugaan keterlibatan korporasi dalam sengketa lahan yang diklaim melibatkan area sekitar 70 hektare.

Ekonomi, Makassar, Maros, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Prov Sulawesi Selatan, Sidrap

KKN Unhas Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini melalui Program “Petualangan ke Pulau Impian”

ruminews.id, SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Lainungan, Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), membangun kebiasaan menabung sejak dini melalui program kerja bertajuk “Petualangan ke Pulau Impian: Membangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 tersebut menyasar siswa kelas II sebagai bagian dari upaya mengenalkan literasi keuangan dengan metode sederhana, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi mengenai pentingnya menabung, tetapi juga membagikan celengan yang dilengkapi Tracker Saving Money. Media tersebut dirancang untuk membantu siswa mencatat sekaligus memantau kebiasaan menabung mereka secara bertahap. Kegiatan diawali dengan interaksi ringan antara mahasiswa KKN dan siswa mengenai kebiasaan menggunakan uang jajan sehari-hari. Para siswa diajak memahami perbedaan antara uang yang langsung digunakan dan sebagian uang yang dapat disisihkan untuk ditabung. Mahasiswa kemudian menjelaskan bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal yang besar. Kebiasaan tersebut dapat dibangun dari jumlah kecil, asalkan dilakukan secara konsisten. “Menabung itu bukan tentang siapa yang punya uang paling banyak. Yang paling penting adalah membiasakan diri menyisihkan sebagian uang yang kita punya, walaupun sedikit. Kalau dilakukan terus-menerus, sedikit demi sedikit akan menjadi banyak,” ujar Abd. Samad selaku penanggung jawab program kerja. Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa KKN memperkenalkan penggunaan Tracker Saving Money yang ditempel pada masing-masing celengan. Setiap kali siswa menabung, mereka dapat memberikan tanda centang pada tracker sebagai penanda bahwa mereka telah melakukan aktivitas menabung. “Kalau sudah menabung, nanti dicentang di sini. Jadi kita bisa lihat sudah berapa kali kita menabung,” jelas Abd. Samad saat memperagakan penggunaan tracker kepada para siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi secara langsung. Siswa diajak mempraktikkan tahapan menabung, mulai dari menyisihkan uang, memasukkannya ke dalam celengan, hingga memberikan tanda centang pada tracker. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Sejumlah siswa aktif menjawab pertanyaan mengenai kebiasaan menggunakan uang jajan serta menyampaikan berbagai keinginan yang ingin mereka capai melalui uang yang berhasil dikumpulkan. Salah seorang siswa kelas II mengaku senang mendapatkan celengan dan tracker karena media tersebut dapat membantunya mengingat untuk menabung. “Saya mau menabung supaya uangnya terkumpul. Nanti kalau sudah menabung, saya mau kasih centang di celengan,” ungkapnya. Siswa lainnya juga menyampaikan keinginannya untuk mulai menyisihkan sebagian uang jajannya secara rutin. “Saya mau coba menabung setiap hari, walaupun sedikit,” katanya. Melalui konsep “Petualangan ke Pulau Impian”, mahasiswa KKN menggambarkan aktivitas menabung sebagai sebuah perjalanan yang dilakukan secara bertahap. Setiap tanda centang pada tracker menjadi simbol satu langkah yang telah dilakukan siswa menuju “Pulau Impian”, yang dimaknai sebagai tujuan atau keinginan yang ingin dicapai melalui kebiasaan menabung. Mahasiswa KKN berharap penggunaan celengan dan Tracker Saving Money tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan edukasi, tetapi dapat terus diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari di rumah. “Harapannya, anak-anak tidak berhenti menabung setelah kegiatan ini selesai. Celengan dan tracker yang diberikan diharapkan dapat menjadi pengingat sederhana agar mereka terbiasa menyisihkan uang secara rutin. Jadi yang ingin kami bangun bukan hanya tabungannya, tetapi kebiasaannya,” tutur Abd. Samad. Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama para siswa untuk mulai membiasakan diri menabung dan mengisi tracker setiap kali menyisihkan uang. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 berupaya menghadirkan edukasi literasi keuangan yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam menanamkan pemahaman mengenai pengelolaan uang sejak usia dini, dengan menekankan bahwa kebiasaan finansial yang baik dapat dimulai dari langkah kecil dan dilakukan secara konsisten.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Warga Tamalanrea Tolak Lokasi Proyek PSEL, Desak Pemkot Makassar Relokasi dari Kawasan Permukiman

Ruminews.id, Makassar — Ratusan warga Kecamatan Tamalanrea yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi (GERAM PLTSa) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Makassar, Kamis (6/8). Mereka mendesak Pemerintah Kota Makassar memindahkan lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dari kawasan permukiman menuju zona industri atau lokasi yang dinilai lebih aman bagi masyarakat.

Scroll to Top