Author name: Fikri Haikal

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Wujudkan Makassar Kota Sehat 2025

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memantapkan langkah mewujudkan “Kota Sehat” sebagai arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa implementasi konsep Kota Sehat membutuhkan keseriusan, dukungan lintas sektor, dan komitmen berkelanjutan. Hal itu disampaikan Munafri saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat di Balai Kota Makassar, Rabu (13/8/2025). Dalam kesempatan itu, pria yang ajrab disapa Appi itu memaparkan profil kota, capaian indikator, dan inovasi di sembilan tatanan Kota Sehat. “Makassar sendiri merupakan satu dari tiga kota di Sulawesi Selatan, dengan luas wilayah 199,3 km², jumlah penduduk 1,47 juta jiwa, terdiri dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan,” papar Munafri, secara virtual di hadapan tim menilai, juga dari Kementerian Kesehatan. Pertama soal Kehidupan Sehat Mandiri. Memiliki 29 indikator dengan capaian 81%. Angka harapan hidup naik dari 72,68 tahun (2023) menjadi 72,78 tahun (2024). Kemudian, prevalensi stunting turun dari 3,14% menjadi 3,12%. Dan penemuan kasus TBC dari 45,59% menjadi 122,52% berkat intensifnya deteksi. Inovasi mencakup Posyandu Era Baru, pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil KEK dan balita, layanan dokter on call 24 jam. Juga, dokter spesialis untuk pulau-pulau, dan integrasi layanan primer di 47 puskesmas terakreditasi. Pemkot juga menjalankan Gerakan Orang Tua Hinggap berbasis by name by address untuk intervensi stunting. Pencegahan penyakit menular dan tidak menular dilakukan melalui forum multisektoral eliminasi TBC, kolaborasi puskesmas–klinik, program prioritas hipertensi dan diabetes, serta Posbindu di seluruh kelurahan. “Selain itu, hadir Mobile Dinas Ketahanan Pangan dan Mobile Lab Keamanan Pangan untuk uji bahan pangan di lapangan,” jelas Munafri. Kedua, Permukiman dan Fasilitas Umum. Memiliki 22 indikator dengan capaian 81%. Serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup naik dari 57,53 menjadi 61,41. Dan Sanitasi aman meningkat dari 4,56% menjadi 8,45%. Didukung regulasi Perda No.1/2016 dan Perwali No.43/2024 tentang pengelolaan air limbah domestik, serta pembangunan IPAL Losari berkapasitas 16.000 m³/hari yang melayani 14.000 sambungan rumah. “Kami Pemkot juga berkolaborasi dengan Pemerintah Australia dan pihak lain, untuk penanganan kawasan kumuh,” tuturnya. Ketiga, Satuan Pendidikan. Memiliki 11 indikator dengan capaian 95%. Dimana, terdapat regulasi daerah terkait UKS/M, inspeksi kesehatan lingkungan sekolah, dan inovasi Podcast Adiwiyata. “Lingkungan sekolah dipantau secara rutin untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyakit,” ungkap Appi. Keempat, Pasar. Memiliki 13 indikator dengan capaian 88%. Sedangkan, KTR di pasar naik dari 38% ke 55%. Dan Fasilitas ruang ASI naik dari 67% ke 72%. Serta Pengelolaan limbah cair meningkat dari 11% ke 33%. “Lima pasar telah menerapkan KTR, sementara sejumlah pasar lain mengelola sampah dengan metode 3R. Pengawasan bahan pangan dilakukan rutin bersama dinas terkait dan BPOM,” jelas politisi Golkar itu. Kelima, Perkantoran dan Perindustrian. Memiliki 11 indikator dengan capaian 86%. Serta, seluruh industri kecil-menengah mendapat pembinaan K3, pos UKK berjalan optimal, dan seluruh kawasan perkantoran menerapkan KTR. “Juga Mall pelayanan publik dilengkapi ruang bermain anak dan ruang laktasi,” terang Ketua IKA FH Unhas itu. Keenam, Pariwisata. Memiliki 12 indikator dengan capaian 85%. Dimana, pada tahun 2024, daya tarik wisata telah menyediakan asuransi wisata. Desa wisata berkembang di Pulau Lanjukang, Pulau Samalona, dan pulau lainnya. Ketujuh, Transportasi dan Tertib Lalu Lintas. Memiliki 11 indikator dengan capaian 86%. Serta, Angkutan umum laik jalan 86,7%. Juga, fatalitas kecelakaan turun dari 7,6% ke 7%. Dan terminal Daya memenuhi standar kesehatan dan KTR. “Kami Pemkot mengoperasikan bus sekolah gratis untuk meringankan biaya transportasi pelajar. Sebanyak 243 unit CCTV dipasang untuk memantau lalu lintas dan keamanan kota,” tutur Appi. Kedelapan, Perlindungan Sosial. Memiliki 13 indikator dengan capaian 82%. Dan Kasus kriminal menurun dari 243 kasus menjadi 131 kasus. Serta Layanan rumah aman, trauma center, dan pusat pembelajaran keluarga tersedia bagi korban kekerasan. “Perlindungan anak diperkuat lewat pembinaan moral dan spiritual, termasuk program kampung tangguh bencana sosial,” katanya. Kesembilan, Penanggulangan Bencana. Memiliki 14 indikator dengan capaian 82%. Serta dokumen kajian risiko bencana telah disusun pada 2024, dan forum pengurangan risiko bencana terus berjalan. “Edukasi kesiapsiagaan bencana dilakukan melalui program Salaman Sahabat Anak dengan metode ramah anak,” jelas orang nomor satu Kota Makassar itu. Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa seluruh capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Kota sehat hanya bisa terwujud bila semua pihak bergerak bersama. “Data ini menunjukkan kita berada di jalur yang benar, tapi kita tidak boleh berhenti di sini,” tutupnya.

Uncategorized

Makassar & Yayasan Kota Kita Wujudkan Kota Inklusif Disabilitas

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menerima kunjungan Yayasan Kota Kita Surakarta di Balai Kota Makassar, Rabu (13/8/2025). Kunjungan ini membahas program pembangunan Kota Makassar yang inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas. Hadir dalam pertemuan tersebut, Lokal Fasilitator Kota Kita Edi Ariadi, Senior Fasilitator Kota Kita Fuad Jamil, yang diterima langsung oleh Wali Kota. Lokal Fasilitator Kota Kita, Edi Ariadi, menjelaskan bahwa program ini merupakan kerja sama antara Yayasan Kota Kita dan Pemerintah Kota Makassar, yang bertujuan mewujudkan Gerakan Kota Inklusif Makassar. “Program tersebut berlangsung dari April 2025 hingga Desember 2026 dan mengusung dua inisiatif utama,” ujarnya. Dimana kaitan profiling Kota Makassar inklusif disabilitas, yakni memetakan persebaran penyandang disabilitas di Kota Makassar untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi, tantangan, dan aspirasi mereka. “Diharapkan profil ini menjadi landasan data bagi pemangku kepentingan dalam menyusun Rencana Aksi Daerah Penyandang Disabilitas Kota Makassar 2025–2030,” jelas Edi. Inisiatif berikutnya, adalah memperkuat kapasitas organisasi penyandang disabilitas di Kota Makassar. Melalui kegiatan pelatihan dan diskusi strategis. Program ini bertujuan membangun kolaborasi yang lebih erat antara organisasi penyandang disabilitas dengan Pemerintah Kota, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi teknis untuk mendukung implementasi rencana aksi daerah tersebut. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri, Komisi Nasional Disabilitas, serta bermitra dengan Ford Foundation, UNESCO, dan Terdisk sebagai mitra utama penyandang disabilitas di Kota Makassar. Selain pemetaan, hasil profiling nantinya tidak hanya menampilkan peta persebaran penyandang disabilitas, tetapi juga mengkontekstualisasikan isu-isu strategis yang mereka hadapi. Seperti akses pendidikan, kesempatan kerja, partisipasi politik dan sosial, layanan kesehatan dan rehabilitasi, informasi dan komunikasi, kebencanaan, serta berbagai aspek lain yang mempengaruhi kualitas hidup mereka. “Kami berharap hasil profiling ini dapat terintegrasi dengan program-program pemerintah yang sudah ada, sekaligus menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan sektoral berbasis bukti,” harap Edi. Wali Kota Makassar menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya mewujudkan Kota Makassar yang ramah dan setara bagi semua warganya, tanpa terkecuali. “Kami pemerintah Kota Makassar menyambut dan mendukung penuh kegiatan yayasan Kota kita di Makassar,” singkatnya.

Uncategorized

Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham Jadi Pembicara Internasional di ASEAN Sustainable Urbanisation Forum 2025

ruminews.id, KUALA LUMPUR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, tampil sebagai salah satu pembicara mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Selasa (12/8/2025). Forum yang mengusung tema Integrated Planning for Resilient Urban Futures atau Perencanaan Terpadu untuk Masa Depan Perkotaan yang Tangguh ini dihadiri tokoh-tokoh kunci pembangunan perkotaan dari berbagai negara ASEAN, perwakilan lembaga internasional, serta para ahli perencanaan kota dan lingkungan. Dalam sesi presentasinya, Aliyah Mustika Ilham memaparkan strategi pembangunan Kota Makassar yang berorientasi pada keberlanjutan, inklusi sosial, dan ketangguhan menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, urbanisasi cepat, dan ketimpangan sosial. “Makassar terus mengembangkan inovasi yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup warga, pengendalian banjir, pemerataan pembangunan, dan perluasan akses layanan publik yang adil. Kami percaya kolaborasi adalah kunci, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga di tingkat regional ASEAN,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Aliyah Mustika Ilham juga memaparkan 7 Program Prioritas Sapta MULIA, termasuk aplikasi Lontara+ Makassar Super App, pengembangan Creative Hub untuk mendorong ekonomi kreatif, serta program-program lingkungan yang telah berjalan efektif di Makassar. Menurutnya, pendekatan terintegrasi ini dapat direplikasi oleh kota-kota lain di kawasan ASEAN untuk menciptakan perkotaan yang lebih tangguh dan adaptif. Selain Wakil Wali Kota Makassar, forum ini juga menghadirkan pembicara dari berbagai negara, di antaranya Mr. Srinivasa Popuri, Chief UN-Habitat Multi Country Programme Office; Mr. Yhengher Vacha, Luang Prabang City Administrative Office, Laos; Mr. Akihito Muto, Chief Section Smart City & Urban Development Dept., Nippon Koei Co., Ltd; Dr. Peernan Towashiraporn, Director Risk Analytics & Climate Services, ADPC; serta Dr. Yogi Chellappan, Senior Manager & Interim Lead on Climate Resilience, Think. ASUF 2025 menjadi wadah strategis untuk mendorong kolaborasi lintas kota di ASEAN, memperkuat kapasitas menghadapi perubahan iklim, dan menghasilkan rekomendasi praktis bagi masa depan perkotaan yang tangguh di Asia Tenggara. “Partisipasi Makassar dalam forum ini menunjukkan komitmen kami untuk terus belajar, berbagi, dan memperluas jaringan kerja sama internasional demi pembangunan kota yang lebih baik,” pungkas Aliyah Mustika Ilham.

Daerah, Gowa, Pemerintahan

Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Mantapkan Sinergi Lewat Capacity Building di Malino

ruminews.id, MALINO — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan capacity building selama dua hari, 9–10 Agustus 2025, di Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan Bunda PAUD kecamatan se-Kota Makassar. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana memperkuat kapasitas, mempererat sinergi, dan membangun kolaborasi antar-pengurus dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Kota Makassar. Meskipun Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota, ia tetap memberikan perhatian khusus terhadap jalannya acara. Melalui pesan video yang diputar di awal kegiatan, Melinda menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadirannya. Ia menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga sinergitas demi mewujudkan PAUD yang berkualitas. “Peran kita sebagai Bunda PAUD bukan hanya sebatas mengawasi, tetapi juga menginspirasi. Mari kita terus bergandengan tangan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan,” ucapnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina. Dalam sambutan pembukaannya, ia menekankan pentingnya kehadiran peserta bukan sekadar untuk memenuhi undangan, melainkan membawa misi besar bagi kemajuan pendidikan anak usia dini. “Hari ini kita tidak sekadar hadir di acara. Kita hadir dengan misi menguatkan langkah, menjaga amanah, dan memastikan anak-anak Kota Makassar memiliki masa depan yang cemerlang,” tegas Titin. Ia menambahkan, anak yang hebat lahir dari lingkungan yang hebat, dan lingkungan tersebut dibentuk oleh pemimpin yang menginspirasi, tim yang solid, serta kolaborasi yang saling menguatkan. “Ingat, leadership bukan soal posisi, tapi menjadi teladan. Kolaborasi bukan sekadar membagi tugas, tapi membagi semangat dan saling menopang,” ujarnya. Menurutnya, capacity building ini menjadi momen penting untuk belajar, berbagi, dan mempererat tali kebersamaan. “Sendiri kita mungkin cepat, tetapi bersama-sama kita akan sampai lebih jauh dan lebih kokoh,” imbuhnya. Kegiatan yang penuh manfaat ini dikoordinatori oleh Ketua Panitia, Mirna Kartika. Selama dua hari pelaksanaan, ia merancang rangkaian acara yang padat, terstruktur, dan sarat pembelajaran. Peserta mendapatkan beragam materi, mulai dari wawasan tentang pendidikan inklusif, etika berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus, sesi refleksi bersama, hingga sharing pengalaman lapangan yang memperkaya sudut pandang. Selain materi, kegiatan ini juga diwarnai dengan malam keakraban, hiburan, senam pagi, outbound games, tukar kado dan hingga kesempatan mengeksplorasi wisata alam Malino. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk membangun kebersamaan dan menyegarkan semangat peserta. Di penutupan acara, Titin Florentina kembali memberikan pesan inspiratif. Ia menyebut dua hari capacity building ini merupakan perjalanan yang menyatukan hati, memperkuat tekad, dan menyalakan semangat baru. “Kita pulang dengan hati yang lebih kuat, pikiran yang lebih terbuka, dan rasa percaya bahwa kita tidak sendiri,” kata Titin. Ia menegaskan bahwa anak-anak PAUD adalah bibit masa depan bangsa. “Apa yang kita tanam hari ini akan mereka tuai di masa depan. Tanam cinta, tumbuh kasih; tanam kebaikan, tumbuh kesantunan; tanam ilmu, mereka akan menjadi penerang masyarakat,” tuturnya. Untuk itu, Titin mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang semangat yang didapat selama kegiatan, lalu mengaplikasikannya di wilayah masing-masing. “Bunda PAUD Kota Makassar adalah pejuang sejati. Kita tidak hanya bicara visi, tetapi bergerak mewujudkan aksi,” pungkasnya.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

KKNT Unhas 114 Lakukan Re-branding UMKM Ujung Lare untuk Tingkatkan Daya Saing dan Citra Produk

ruminews.id, Parepare – 11 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja NyataTematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang114 melakukan pendampingan re-branding bagi pelaku UMKM di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas merek, meningkatkan daya tarik produk, dan memperluas jangkauan pasar. Program ini menjadi bagian dari misi KKNT Unhas 114 dalammendorong UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar modern. Re-branding dilakukan dengan mempertimbangkantren desain terkini, segmentasi pasar, serta identitas unik darimasing-masing produk. Kegiatan dimulai dengan sesi diskusi bersama pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kelemahan dan keunggulan merek yang sudah ada. Mahasiswa kemudian melakukan analisis terhadapdesain kemasan, logo, label, serta strategi pemasaran yang digunakan sebelumnya. Proses re-branding yang dilakukan meliputi pembuatan logo baru dengan visual modern dan mudah diingat sesuaikarakteristik produk, desain ulang kemasan menggunakankombinasi warna dan tipografi yang lebih menarik denganpenempatan informasi yang rapi, pembuatan label produk yang memuat informasi legalitas. Koordinator KKNT Unhas 114, Muhammad Fauzan Bachtiar, menjelaskan bahwa re-branding menjadi langkah penting agar UMKM dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. “Kemasan dan identitas merek adalah kesan pertama yang dilihat konsumen. Dengan re-branding, kami berharap produkUMKM Ujung Lare dapat tampil lebih profesional dan bersaingtidak hanya di pasar lokal, tetapi juga regional,” ujarnya. Salah satu pelaku UMKM, Ibu Ati, pemilik Bubble Ati, merasakan dampak positif dari perubahan yang dilakukan. ”Terima kasih banyak kepada mahasiswa KKNT Unhas 114 yang sudah membantu saya membuat spanduk jualan dan label produk. Sekarang tempat jualan saya kelihatan lebih rapi dan menarik, pembeli juga jadi gampang mengenali dagangan saya,”Katanya. Melalui program re-branding ini, diharapkan UMKM Ujung Lare tidak hanya mengandalkan kualitas rasa dan bahan baku, tetapi juga mampu membangun citra produk yang berkesan, relevan, dan memiliki daya tarik tinggi di pasaran.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

Legalitas UMKM Diperkuat, KKNT Unhas 114 Dampingi Pengurusan SPP-IRT hingga Penyerahan Sertifikat PIRT

ruminews.id, Parepare – 11 Agustus 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja NyataTematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang114 melaksanakan pendampingan pembuatan Surat PersetujuanPendaftaran Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) bagi pelakuUMKM di Kelurahan Ujung Lare, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidangpengembangan UMKM yang bertujuan meningkatkan legalitasproduk pangan olahan rumahan. Dengan memiliki sertifikatPangan Industri Rumah Tangga (PIRT), pelaku usaha dapatmemperluas pemasaran dan meningkatkan kepercayaankonsumen. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap pengumpulandokumen persyaratan, pengisian formulir pendaftaran, hinggaproses pengajuan ke Dinas Kesehatan. Setelah proses selesai, sertifikat PIRT diserahkan secara resmi kepada pelaku UMKM penerima. Koordinator KKNT Unhas 114, Nur Uswah Isba, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu pelaku usaha memenuhi aspek legalitas, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai standar keamanan pangan. “Dengan adanya sertifikat PIRT, produk UMKM akan lebih mudah menembus pasar modern dan terjamin dari sisi keamanan pangan,” ujarnya. Salah satu pelaku UMKM penerima sertifikat PIRT, Ibu Ita, pemilik usaha Aneka Kue kering, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Proses pengurusan PIRT ternyata tidak serumit yang saya bayangkan. Sekarang produk saya sudah punya izin resmi, jadi lebih percayadiri untuk memasarkannya ke toko-toko dan pameran,” tuturnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi UMKM Ujung Lare untuk lebih kompetitif dan berdaya saing, sekaligusmendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui produk panganolahan yang aman, berkualitas, dan memiliki izin resmi.

Internasional, Pemerintahan

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Selangor Tourism Industry Awards 2025 sebagai Tamu Kehormatan

ruminews.id, SELANGOR, MALAYSIA — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendapat kehormatan menghadiri ajang bergengsi Selangor Tourism Industry Awards 2025 sebagai tamu kehormatan. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham atas undangan langsung Datuk Ng Suee Lim, Chairman of Selangor Tourism Committee, menjadi bukti eratnya hubungan kerja sama antara Kota Makassar dan Negara Bagian Selangor di bidang pariwisata. Bagi pelaku industri pariwisata di Malaysia, Aliyah Mustika Ilham dipandang sebagai mitra strategis yang berperan dalam memperkuat hubungan kedua wilayah. Selangor dan Makassar sama-sama mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi berkelanjutan. Selama ini, Aliyah Mustika Ilham dikenal memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan pariwisata dan budaya berbasis kearifan lokal. Acara malam penghargaan tersebut dibuka langsung oleh Timbalan Menteri Ekonomi Malaysia, Dato Hajah Hanifah Hajar Taib. Sebanyak 80 kategori penghargaan diberikan, meliputi agen perjalanan terbaik, layanan rumah sakit berbasis wisata unggulan, hingga penyedia transportasi wisata favorit. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham menjadi perhatian tersendiri bagi para tamu undangan karena membawa misi penguatan hubungan antardaerah. Aliyah Mustika Ilham menyampaikan, selain memenuhi undangan Selangor Tourism Board, kehadirannya juga bertujuan memperkuat jaringan kerja sama di sektor pariwisata, khususnya dalam potensi health tourism. “Kami berharap Makassar dapat semakin mengoptimalkan sektor pariwisata, termasuk wisata kesehatan, agar mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Aliyah Mustika Ilham, selepas giat, Sabtu malam (09/08/2025) Ajang Selangor Tourism Industry Awards ini diharapkan menjadi momentum untuk membuka peluang kolaborasi baru antara Makassar dan Selangor, demi memajukan sektor pariwisata yang berdaya saing global.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Kolaborasi Kesra dan Dinas Pendidikan Makassar Gelar Expo Hifdzi Qur’an untuk Pelajar SMP

ruminews.id, MAKASSAR, – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar menggelar kegiatan Expo Hifdzi Qur’an dan Keterampilan tingkat SMP sederajat yang berlangsung di Masjid Raya dan Pesantren MIM, pada Sabtu, (9/8/2025). Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keterampilan di kalangan pelajar Makassar. Sebanyak 500 siswa SMP se-Makassar mengikuti lomba hafalan Al-Qur’an, pidato agama, olah limbah, cerdas cermat, hingga olahraga panahan. Lomba yang digelar meliputi beberapa kategori, di antaranya Lomba Hifdzil Qur’an Juz 30 dan 29 untuk putra dan putri, Ceramah Agama untuk putra dan putri, Limbah Majalah Dinding Islami, Cerdas Cermat, serta Lomba Panahan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Muhammad Syarief, yang dalam sambutannya mengungkapkan tujuan acara ini membangun karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan agama di kalangan generasi muda. “Kegiatan seperti ini tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih berkualitas, terutama dalam hal agama, keterampilan, dan kepemimpinan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pelajar Makassar semakin termotivasi untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujarnya. Syarief mengingatkan pentingnya menjaga kualitas iman di tengah tantangan zaman serta memperkuat kebersamaan antar umat Islam melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini. “Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pesantren, serta partisipasi aktif para pelajar, dapat tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya. Syarief berharap melalui kegiatan ini, para pelajar Makassar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kualitas moral dan spiritual yang tinggi. “Inilah saatnya kita memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, baik dalam hafalan Al-Qur’an maupun dalam bidang keterampilan lainnya,” ujarnya Acara ini semakin meriah dengan adanya total hadiah yang disediakan mencapai 80 juta rupiah. Selain itu, semua peserta yang mengikuti lomba juga akan mendapatkan souvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Pada hari pertama kegiatan, acara diakhiri dengan Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Raya Makassar. Tabligh Akbar ini diisi oleh Ustadz Dr. Faisal Abd. Rahman memberikan tausiyah yang memotivasi peserta.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Sesuai Arahan Wali Kota, PDAM Makassar Cetak Laba Rp826 Juta, Bangkit dari Kerugian Miliaran

ruminews.id, MAKASSAR – Bak angin segar di tengah paceklik, PDAM Makassar berhasil membalikkan keadaan yang semula terpuruk. Dalam waktu hanya tiga bulan, perusahaan pelat merah ini mampu menghapus kerugian Rp5,2 miliar dan mencatat laba bersih Rp826 juta. Transformasi ini tak hanya soal angka di neraca, tetapi juga bukti nyata pembenahan manajemen, efisiensi anggaran, dan peningkatan pelayanan pelanggan. Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar berhasil membalikkan kondisi keuangan dari posisi merugi Rp5,2 miliar menjadi meraih laba bersih Rp826 juta hanya dalam waktu tiga bulan. Capaian ini diumumkan oleh Plt Direktur Utama Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan Nanang Supriyatno dalam momentum menyambut peringatan HUT ke-101 PDAM di Aula Kantor PDAM Makassar. Hamzah Ahmad mengungkapkan, perbaikan kinerja mulai terlihat sejak dirinya menjabat pada akhir April 2025. “Saat kami masuk, kerugian akumulatif tercatat Rp5,2 miliar. Per Juli, kami berhasil membukukan laba bersih Rp826 juta,” jelasnya, saat dikonfirmasi ulang, Sabtu (9/8/2025). Dengan adanya capaaian ini, sesuai dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pembenahan di tubuh perusahaan daerah, termasuk PDAM. Perusahaan milik daerah harus mampu bangkit dari kerugian miliaran rupiah dan terus berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik. Arahan ini sejalan dengan keberhasilan PDAM Makassar yang dalam waktu singkat mampu berbalik dari rugi menjadi untung, berkat langkah efisiensi dan perbaikan manajemen. Oleh sebab itu, Hamzah melanjutkan. Salah satu faktor kunci keberhasilan adalah penurunan angka Non-Revenue Water (NRW) dari 52% menjadi 45%. Perbaikan ini dicapai melalui percepatan penanganan kebocoran, dengan lebih dari 2.000 titik pipa berhasil diperbaiki, termasuk pipa induk berdiameter 630 mm di Jalan Beringin, Kabupaten Gowa. Dampaknya, 3.114 sambungan rumah yang sebelumnya tidak teraliri air kini kembali mendapatkan pasokan. Selain itu, hampir 500 pengaduan pelanggan diselesaikan, dan lebih dari 600 sambungan gratis program MULIA (Masyarakat Umum Layak Air) terealisasi di berbagai wilayah layanan. Hamzah juga memaparkan strategi distribusi air bersih ke wilayah utara dan timur Makassar, termasuk koneksi pipa Pa’baeng-baeng berdiameter 700 mm ke 350 mm yang sudah rampung. “Proyek ini diharapkan meningkatkan cakupan pelayanan, bahkan di musim kemarau,” harapnya. Beban biaya pegawai yang semula 36% dari pendapatan kini turun menjadi 27%. Pendapatan operasional dari rekening air pada Juli mencapai Rp30,4 miliar tertinggi sepanjang 2025, didukung pencatatan meter air yang lebih akurat dan penegakan disiplin petugas baca meter. “Kami berkomitmen menjaga tren positif ini untuk memastikan pemerataan akses air bersih di seluruh Makassar,” tegas Hamzah. Dengan tren positif yang terus berlanjut, PDAM Makassar optimistis mempertahankan jalur untung sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di sektor air minum. Hamzah Ahmad menambahkan, capaian finansial ini berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan. “Fokus kami bukan hanya laba, tapi pemerataan distribusi air bersih bagi seluruh warga Makassar,” tutup Hamzah. Sedangkan, Plt Direktur Keuangan Nanang Supriyatno yang fokus pada pembenahan menyeluruh. Disebutlan, PDAM Kota Makassar mencatat capaian luar biasa. Dari sisi keuangan, Nanang Supriyatno menjelaskan keberhasilan ini tak lepas dari efisiensi anggaran yang dijalankan secara ketat. Salah satu langkah strategis adalah memangkas anggaran kegiatan lain-lain dari Rp2,5 miliar menjadi hanya Rp1 miliar. “Kami juga melakukan penataan ulang tenaga kerja agar lebih proporsional dengan jumlah pelanggan,” ujar Nanang. Jumlah karyawan yang semula 1.431 orang kini menjadi 1.295 orang. Dengan sambungan aktif mencapai 183.936 pelanggan, rasio karyawan terhadap sambungan turun dari 1:7,78 menjadi 1:6,68. Meski belum mencapai rasio ideal 1:200 sesuai regulasi Kemendagri, tren perbaikannya dinilai sangat positif. Efisiensi ini berdampak signifikan pada penurunan beban biaya pegawai. Jika awal tahun porsinya mencapai 36% dari total pendapatan, pada Juli 2025 angkanya sudah turun menjadi 27%. Struktur keuangan pun menjadi lebih sehat. Pendapatan operasional dari rekening air juga melesat. Juli lalu, PDAM mencatat pemasukan Rp30,4 miliar—tertinggi sepanjang 2025. Lonjakan ini bukan semata akibat kenaikan tarif, tetapi juga hasil dari pencatatan meter air yang lebih akurat dan disiplin kerja petugas. “Kami menerapkan sistem penalti bagi petugas baca meter yang lalai. Ada yang dipotong gajinya hingga Rp5 juta, diturunkan statusnya dari pegawai tetap menjadi tenaga kontrak, bahkan dirumahkan enam bulan,” terang Nanang.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

HMI Cabang Pangkep Hadirkan Dr. Fahri Bachmid, Bedah Legalisasi dalam Hukum Tata Negara di LK II Tingkat Nasional

ruminews.id, Pangkep — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan kapasitas intelektual kadernya melalui gelaran Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional. Forum prestisius ini menjadi ajang konsolidasi ide dan gagasan strategis kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu sesi yang mencuri perhatian digelar pada Jumat (8/8/2025) pukul 15.00 WITA di Aula DPRD Kabupaten Pangkep, mengangkat tema “Legalisasi dalam Hukum Tata Negara; Antara Norma, Kekuasaan, dan Legitimasi”. Hadir sebagai narasumber utama Dr. Fahri Bachmid, S.H., M.H., Pakar Hukum Tata Negara nasional yang dikenal kritis, lugas, dan memiliki analisis tajam terhadap dinamika ketatanegaraan Indonesia. Dalam pemaparannya, ia menyoroti hubungan kompleks antara norma hukum, praktik kekuasaan, dan problem legitimasi dalam kerangka negara hukum modern. “Sebuah norma hukum tidak selalu identik dengan keabsahan kekuasaan, apalagi legitimasi politik. Di sinilah pentingnya pemahaman mendalam tentang legalisasi, agar hukum tidak hanya menjadi alat kekuasaan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen keadilan,” tegas Dr. Fahri Bachmid di hadapan peserta. Ketua HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, menyampaikan apresiasi tinggi atas kesediaan Dr. Fahri Bachmid hadir dan membagikan pengetahuan berharga di forum LK II. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian materi strategis LK II HMI Cabang Pangkep yang digelar secara nasional. Lebih dari sekadar forum diskusi, momen ini diharapkan melahirkan perspektif hukum yang kritis, progresif, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Scroll to Top