Author name: Fikri Haikal

Bone, Daerah, Gowa

Makkemah: Ruang Kebersamaan, Belajar dari Kesederhanaan

ruminews.id – Bone, DPK KEPMI BONE Latenriruwa periode 2025/2026 kembali menorehkan jejak kegiatan Camping Ceria bertema “Makkemah”, yang diselenggarakan di alam sejuk Moncong Sipolong, Bissoloro, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini bukan sekedar ajang rekreasi, tetapi menjadi wadah refleksi, kebersamaan, serta pembentukan karakter, di tengah derasnya arus modernitas yang sering kali melunturkan nilai-nilai solidaritas dan kepekaan sosial “Makkemah” dalam makna filosofisnya bukan hanya mendirikan tenda dan menikmati pemandangan, tetapi tentang menegakkan kembali semangat kebersamaan, Kesederhanaan, dan gotong royong, dalam rangkaian kegiatan ini Stering beserta Pengurus mengadakan rangkaian kegiatan: Makan bersama, Panggung ekspresi, Sharing season dan senam, dalam kegiatan ini berlangsung selama 2 hari pada tanggal 11-12 Oktober 2025. Kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa DPK Latenriruwa tidak hanya lahir di ruang diskusi atau kegiatan formal, tetapi juga mampu menghidupkan “ruh organisasi”, melalui kegiatan yang menyatukan pikiran, tenaga, dan hati. Ditengah udara pegunungan yang dingin, para kader belajar arti tanggung jawab, kemandirian, dan empati terhadap sesama. Di Moncong Sipolong, suara tawa, nyala api unggun, dan lantunan lagu Kebersamaan menjadi saksi bahwa organisasi ini terus hidup, tumbuh, dan bergerak – bukan karena formalitas jabatan, tetapi karena semangat persaudaraan yang tak pernah padam. Saya Arly Guliling Makkasau selaku ketua umum dari DPK KEPMI BONE Latenriruwa periode 2025/2026, saya tidak menganggap perjalanan ini sebagai dosa masa lalu, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan tanggung jawab yang harus dijalani dengan lapang dada. Amanah bukan sekedar jabatan, melainkan kepercayaan yang harus dijaga dan dikerjakan dengan sepenuh hati. Harapan saya bahwa semoga kebersamaan ini menjadi langkah awal menuju perbaikan yang lebih baik ke depan. Kita tidak sedang mencari kesempurnaan, tetapi sedang belajar menjadi lebih matang dalam menjalankan tanggung jawab.

Jakarta, Makassar, Nasional, Politik

Gairah Musda DPD I Se-Indonesia Mulai Memanas Dengan Pernyataan Saraswati Siap Maju di Kongres KNPI

ruminews.id – Jakarta, 11 Oktober 2025 – Angin perubahan mulai berembus dari ruang-ruang organisasi kepemudaan. Dalam senyap yang lama, tiba-tiba terdengar denting pernyataan yang menggetarkan: Saraswati Djojohadikusumo menyatakan siap maju di Kongres KNPI. Kalimat sederhana itu seolah menjadi percikan api di tumpukan jerami yang kering, dan seketika, MUSDA DPD I se-Indonesia mulai memanas. “Gairah MUSDA DPD I se-Indonesia mulai memanas sejak pernyataan Saraswati siap maju di Kongres KNPI yang akan dilangsungkan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025,” ujar salah satu Pengurus DPP KNPI saat dikonfirmasi di Jakarta. Ia menilai, langkah Saraswati telah membangkitkan kembali semangat kompetisi sehat di tubuh organisasi yang sempat lama terpecah dalam arus dualisme dan stagnasi gagasan. Di Sulawesi, arus dukungan mulai beriak. Di Jawa, strategi disusun diam-diam. Di Sumatera, suara-seruan perubahan menggema di tengah keriuhan politik pemuda. MUSDA-MUSDA menjadi arena gladi resah, tempat para pemuda menguji loyalitas dan menakar keberanian. Tak hanya di pusat, gairah Kongres kini terbawa hingga ke daerah-daerah, terutama di Makassar, tempat KNPI Sulawesi Selatan tengah mempersiapkan Musyawarah Daerah yang dinilai paling dinamis dalam satu dekade terakhir. Di balik gemuruh forum dan diskusi strategis, muncul pemandangan yang menarik perhatian banyak pihak kedekatan antara Saraswati Djojohadikusumo dan Kanita Kahfi, Ketua KNPI Sulawesi Selatan. Kehadiran keduanya dalam beberapa kegiatan kepemudaan di Makassar akhir-akhir ini dinilai sebagai sinyal harmonisasi dan arah dukungan yang mulai mengkristal dari basis Sulawesi Selatan untuk Saraswati. Hubungan keduanya disebut-sebut menggambarkan pola kepemimpinan baru KNPI yang berakar pada kolaborasi lintas wilayah, bukan lagi rivalitas sempit antar daerah. Sementara itu, dari lingkaran terdekat Saraswati, disebutkan bahwa keikutsertaannya bukan semata ambisi, melainkan panggilan moral generasi muda untuk menyalakan kembali obor Sumpah Pemuda. Momentum Kongres KNPI yang bertepatan dengan tanggal 28 Oktober 2025 dianggapnya bukan kebetulan, melainkan takdir sejarah yang memanggil kaum muda untuk bersatu, bukan berpecah. Kini, menjelang kongres yang dinanti, KNPI kembali menjadi panggung ide, bukan sekadar arena kekuasaan. Di antara riuh sorak dan bisik strategi, organisasi ini perlahan menemukan denyut hidupnya kembali dan di tengah bara semangat itu, nama Saraswati terus bergema bukan sekadar sebagai calon, tetapi sebagai simbol kebangkitan semangat persatuan pemuda Indonesia.

Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pendidikan, Politik

Silaturahmi Regional KAHMI Se-Sulawesi: Dari Konsolidasi Gagasan Menuju “Sulawesi Menggugat”

ruminews.id – Makassar, 10 Oktober 2025, Gelombang semangat intelektual dan kebersamaan kembali bergema dari timur Indonesia. Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Regional Sulawesi menggelar Silaturahmi Regional Se-Sulawesi dengan tema besar “Konsolidasi Indonesia Maju, Sulawesi Menggugat.” Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan, mengonsolidasikan gagasan, serta meneguhkan peran moral KAHMI dalam mengawal arah pembangunan bangsa. Acara yang berlangsung di Makassar itu dihadiri oleh berbagai tokoh dan pimpinan wilayah KAHMI dari seluruh provinsi di Sulawesi. Suasana penuh kehangatan dan keakraban mewarnai jalannya pertemuan, mempertemukan lintas generasi alumni HMI dalam semangat ukhuwah dan intelektualitas. Asri Tadda, mewakili Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa silaturahmi tidak hanya berarti mempererat hubungan personal, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam menyatukan gagasan dan sikap moral terhadap kondisi bangsa. “Dari forum seperti inilah gagasan besar lahir. KAHMI harus menjadi rumah intelektual dan kekuatan moral bangsa,” ujarnya tegas. Diskusi-diskusi yang berlangsung hangat dan terbuka melahirkan kesadaran baru di antara para peserta. Bahwa sudah saatnya Sulawesi bersuara lebih lantang  tidak sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi penggerak perubahan nasional. Dari konsolidasi ide itu, lahirlah satu suara bersama yang kemudian disepakati sebagai “Tuntutan Sulawesi Menggugat.”  forum, Asri Tadda membacakan secara resmi Tujuh Tuntutan Sulawesi Menggugat, yang menjadi hasil dan sikap moral dari konsolidasi tersebut. Dalam pembacaan yang disambut tepuk tangan para peserta, ia menegaskan bahwa gugatan ini bukan bentuk perlawanan destruktif, melainkan panggilan nurani dari timur untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki arah kebijakan bangsa. Adapun isi dari Tujuh Tuntutan Sulawesi Menggugat tersebut ialah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dijalankan dengan skema proyek. Program ini harus menjadi tanggung jawab negara secara penuh terhadap gizi, pendidikan, dan masa depan anak bangsa, serta bebas dari penyimpangan dan tumpang tindih program. Mendesak Tim Reformasi Polri untuk bekerja secara transparan, partisipatif, dan akuntabel, serta menyampaikan progresnya secara berkala kepada publik. Memperkuat pemberantasan korupsi dengan mengokohkan sinergi antara KPK, Polri, dan Kejaksaan agar penegakan hukum berjalan bersih dan berintegritas. Menuntut pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat daerah, bukan hanya pada kepentingan ekonomi elit atau korporasi besar. Mendorong evaluasi sistem pemilu nasional dengan merevisi Undang-Undang Pemilu, Pilkada, dan Partai Politik agar lebih demokratis, representatif, dan akuntabel. Menegaskan reposisi otonomi provinsi agar memiliki kewenangan lebih luas dalam menentukan arah pembangunan sesuai karakter dan kebutuhan daerah. Meneguhkan KAHMI sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa, menjaga idealisme, menegakkan kebenaran, dan mengawal setiap kebijakan publik demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan pembacaan tuntutan tersebut, forum Silaturahmi Regional Se-Sulawesi menandai lahirnya semangat baru di tubuh KAHMI Sulawesi semangat untuk menggugat ketimpangan, menggugat ketidakadilan, dan menggugat abainya negara terhadap aspirasi daerah. “Sulawesi Menggugat” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi seruan moral dari para intelektual umat dan pejuang keadilan. Dari tanah Sulawesi, suara kebangsaan kembali bergema menyeru agar Indonesia Maju tidak hanya menjadi slogan politik, melainkan cita-cita yang diwujudkan dengan keberpihakan nyata kepada rakyat. Penulis: Randi_ruminews

Jakarta, Nasional, Pemerintahan

Arief Rosyid: Presiden Prabowo Dikelilingi Talenta Muda Terbaik Bangsa

ruminews.id, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik para pejabat negara pada Rabu (8/10) di Istana Negara. Sejumlah tokoh muda dipilih Presiden untuk mengisi posisi strategis, di antaranya: Aminuddin Ma’ruf, Tedi Bharata, Dirgayuza Setiawan, Billy Mambrasar, dan dr. Irene. Pelantikan para pejabat baru ini melengkapi barisan tokoh muda yang lebih dulu membantu Presiden Prabowo seperti Teddy Indra Wijaya, Sudaryono, Angga Raka Prabowo, Dyah Roro Esti, Raffi Ahmad, hingga Dzulfikar Tawalla, dll. Mereka adalah talenta muda cemerlang yang berada di posisi strategis untuk memastikan capaian pembangunan bangsa ke depan. Pilihan Presiden Prabowo ini menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan menjadi agenda strategis yang secara konsisten dijalankan pemerintah untuk menyiapkan pemimpin di masa depan. “Keberpihakan Presiden Prabowo terhadap generasi muda adalah bukti komitmen beliau dalam membangun bangsa yang tangguh dan berdaya saing. Selain karena mayoritas penduduk Indonesia adalah generasi muda, langkah ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan nasional,” ujar Arief Rosyid Hasan, Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran. Arief menambahkan, kehadiran generasi muda di posisi strategis adalah momentum penting untuk memperkuat jembatan antar-generasi—memadukan pengalaman dan kebijaksanaan tokoh senior dengan kecepatan serta inovasi anak muda. “Presiden Prabowo memberi contoh nyata bahwa bangsa besar ini akan terus tumbuh jika senior dan junior berjalan beriringan dalam mewujudkan Visi Presiden: Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Arief.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

Latihan Kader 1 Perdana Pengurus HMI Kom.STKIP A.M Cabang Pangkep 2025-2026

ruminews.id – Pangkep, 10 Oktober 2025 – Setelah dilantik sebagai Pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat STKIP Andi Matappa Cabang Pangkep Periode 2025-2026, dengan sigap berinisiatif menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader 1 (LK-1) sebagai bentuk kaderisasi dasar organisasi di ruang Aula kantor BKKBN Pangkep.(Kamis, 9/10/2025). Kegiatan ini menyusun Tema: “Membentuk kader yang berintelktual dan militan. sejalan dengan lima kualitas insan cita.” Dihadiri oleh Sabaruddin Kabid PA Badko Sulsel, Ariel Kumang Sekretaris MD KAHMI Pangkep, dan Mamal Lapor Jendral Mantan Ketua Umum HMI Komisariat STKIP A.M. serta puluhan calon kader HMI komisariat STKIP. Ketua Umum yang baru HMI Komisariat STKIP A.M yang kerap di panggil Lukman ini, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk keberlangsungan serta untuk menghidupkan kembali ruang intelektual. “Ini adalah kegiatan wajib yang harus diikuti oleh calon kader HMI. Kegiatan yang merupakan kewajiban dalam tingkat komisariat ini harus tetap berlanjut.” Ujarnya. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Mantan ketua umum HMI Komisariat STKIP A.M Cabang Pangkep, Mamal (Lapor Jendral) memberikan motivasi kepada calon peserta agar tetap konsisten mengikuti kegiatan LK1 ini hingga selesai. “Jika kegiatan wajib pada jenjang komisariat seperti ini tidak ada, maka tidak ada itu HMI. dan pada kegiatan ini juga menjadi salah satu kunci kesuksesan kita untuk membesarkan HMI. LK1 ini bukan sekedar formalitas, tetapi menyiapkan kader sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan, jadi memang harus dilatih mulai sekarang, dan kalian harus benar-benar serius mengikuti kegiatan ini” Ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris MD KAHMI Pangkep, Ariel Kumang dalam kesempatan yang sama mengatakan, ilmu adalah “makanan termahal” bagi setiap kader HMI. Ia juga menyampaikan rasa rindu yang mendalam kepada himpunan mahasiswa Islam. “Sudah lama saya tidak hadir di agenda Basic Training, mungkin karena dulu saya terlalu cepat keluar dari dinamika HMI karena pekerjaan. Hari ini saya sempatkan hadir, karena rindu, cinta, sekaligus ingin melihat langsung semangat para peserta dan kader HMI.” Ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama Sabaruddin, Kabid PA Badko Sulsel memberikan apresiasi melalui sambutannya bahwa Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan kader HMI untuk memperkuat intelektualitas, semangat berorganisasi, serta kesadaran akan tanggung jawab sebagai bagian dari umat dan bangsa. “Tentu saja harapannya kedepan, di forum ini kalian akan terbentuk sebagai kader yang memiliki kepribadian muslim yang berkualitas akademis, memiliki kesadaran fungsi serta peran dalam berorganisasi, dan mampu menunaikan hak serta kewajiban sebagai kader umat dan bangsa” Jelasnya. Sementara itu Fadly, Ketua umum HMI Cabang Pangkep dalam sambutannya menyampaikan kepada calon kader sekaligus membuka secara resmi kegiatan Basic Training LK1 Angkatan-IX ini. “Untuk calon kader HMI komisariat STKIP A.M dsini kalian akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan penting untuk menginternalisasi nilai-nilai yang dianut HMI. Semoga calon kader dapat produktif sampai akhir kegiatan LK1 ini.” Tutupnya. Diakhir kegiatan tampak penyerahan semua berkas Basic Training LK1 kepada ketua umum HMI komisariat STKIP A.M Pangkep oleh ketua umum HMI cabang Pangkep dan selanjutnya ditutup dengan sesi foto bersama. (Febrian)

Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pendidikan, Politik

Silaturahmi Regional KAHMI Sulawesi: Momentum Konsolidasi Menuju Indonesia Emas

ruminews.id – Makassar, 10 Oktober 2025 — Kegiatan Silaturahmi Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ini dihadiri langsung oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Bang Rifqi, bersama sejumlah pimpinan wilayah dan tokoh KAHMI dari berbagai daerah di Sulawesi. Dalam sambutannya, Bang Rifqi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh dedikasi. Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi dan sinergi antar wilayah dalam memperkuat peran KAHMI di tengah dinamika kebangsaan saat ini. “Terima kasih kepada seluruh koordinator dan presidium wilayah yang telah hadir. Kehadiran kita di sini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk memikirkan arah bangsa dan masa depan umat,” ujarnya. Bang Rifqi turut menyinggung tantangan yang dihadapi daerah-daerah di Sulawesi, termasuk persoalan sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan. Ia berharap, KAHMI dapat berperan aktif dalam mendorong kader-kader terbaiknya untuk turut berkontribusi melalui jalur akademik, pemerintahan, dan sektor publik. Selain itu, dalam forum diskusi yang digelar sore hari, para peserta turut membahas pokok-pokok pikiran strategis yang akan menjadi rekomendasi bagi Majelis Nasional KAHMI dalam merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan, sejalan dengan visi besar “Konsolidasi KAHMI Menuju Indonesia Emas 2045.” Acara ditutup dengan doa dan ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Silaturahmi Regional KAHMI Sulawesi ini diharapkan menjadi momentum mempererat solidaritas antarwilayah serta memperkuat kontribusi intelektual dan sosial KAHMI di tingkat nasional. Penulis: Ahmad Fauzan Suneth Dokumentasi : Randi. M

Nasional, Pemerintahan, Pendidikan, Politik

Silaturahmi Regional Sulawesi, KAHMI Mantapkan Langkah Menuju Indonesia Emas

ruminews.id – Makassar, 10 Oktober 2025 Semangat hijau hitam kembali bergelora di Kota Makassar. Di tengah semilir angin senja yang berhembus dari Pantai Losari, para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari berbagai penjuru Sulawesi berkumpul dalam Silaturahmi Regional Sulawesi (Konsolidasi KAHMI Menuju Indonesia Emas) sebuah momentum strategis yang memadukan nostalgia perjuangan dengan tekad membangun peradaban bangsa. Ketua Panitia, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M., menyampaikan bahwa persiapan kegiatan telah berjalan dengan sangat baik. “Alhamdulillah, persiapan sudah luar biasa. Barusan kita melakukan pembukaan yang dibuka langsung oleh Koordinator Presidium MN KAHMI. Semua berjalan lancar, ini hasil kerja keras panitia yang mengikuti arahan dari pusat dan Majelis Wilayah Sulawesi Selatan di bawah koordinasi Pak Nimatullah,” ujarnya dengan penuh rasa syukur. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sebagai ruang konsolidasi internal KAHMI. Malam harinya, suasana akan beralih ke Gala Dinner dan Orasi Kebangsaan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Acara ini menjadi ajang silaturahmi yang akan dihadiri oleh para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan sebagian besar merupakan alumni HMI yang kini berkiprah dalam berbagai bidang kepemimpinan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri dijadwalkan menyampaikan orasi kebangsaan. “Malam nanti kita dijamu langsung oleh Pak Gubernur sebagai tuan rumah. Diharapkan, momentum ini semakin memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan antaralumni,” tambah Fadriaty. Keesokan harinya, kegiatan akan diawali dengan jalan sehat yang mengambil rute start dan finish di depan Rumah Jabatan Wali Kota Makassar. Setelah itu, acara penutupan akan digelar bersamaan dengan orasi kebangsaan oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, sekaligus penyerahan piagam penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah serta pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Insyaallah semua berjalan lancar. Dari total 72 undangan, sekitar 90 persen sudah hadir, terdiri dari 68 Majelis Daerah dan 6 Majelis Wilayah se-Sulawesi. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujarnya optimis. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengurus wilayah dari enam provinsi se-Sulawesi, para alumni senior KAHMI, serta unsur Forkopimda, termasuk Wali Kota Makassar, perwakilan Kapolda, Kodam, dan Kapolrestabes. Menurut Fadriaty, kehadiran para kepala daerah dan tokoh alumni di malam puncak nanti akan menjadi simbol kekompakan dan kontribusi nyata alumni HMI dalam membangun daerah. Lebih jauh, Fadriaty menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan hanya tentang temu kangen antar kader, tetapi tentang mempertegas peran KAHMI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita ingin menunjukkan bahwa KAHMI bukan organisasi yang abal-abal, tetapi kumpulan orang-orang intelektual yang punya kapasitas. Ke depan, KAHMI harus hadir bukan hanya untuk mengkritik negara, tapi memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tegasnya. Di bawah langit Makassar yang cerah, gema semangat KAHMI kembali menggema. Silaturahmi Regional Sulawesi bukan sekadar pertemuan, melainkan tonggak baru perjalanan panjang alumni hijau hitam dalam menapaki jalan menuju Indonesia Emas sebuah cita-cita besar yang lahir dari semangat kebersamaan, intelektualitas, dan pengabdian tanpa batas.

Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Sambut Hangat Silaturahmi Regional KAHMI se-Sulawesi di Makassar

ruminews.id, MAKASSAR,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan sambutan hangatnya pada pembukaan Silaturahmi Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Sulawesi yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (10/10/2025). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2025, ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus ajang temu pejabat publik dan alumni HMI dari seluruh daerah di Sulawesi. Turut hadir pada acara ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) MN KAHMI, Syamsul Qomar, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Rifqinizamy Karsayuda, Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulsel, Ni’Matullah Erbe, serta para pengurus wilayah dan daerah KAHMI se-Sulawesi, Ketua Panitia, sekaligus Anggata DPRD Sulsel, Fadriaty. Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasi kepada jajaran KAHMI yang memilih Kota Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan silaturahmi. Ia berharap, tidak hanya kegiatan regional, tetapi juga kegiatan nasional KAHMI bisa digelar di Kota Makassar. “Kami sangat berterima kasih kegiatan ini ditempatkan di Kota Makassar. Harapan saya, bukan hanya kegiatan regionalnya, tapi kegiatan nasionalnya juga bisa kita bawa ke Makassar,” ujar Munafri. Munafri menegaskan, Pemerintah Kota Makassar memandang penting kehadiran KAHMI sebagai wadah alumni HMI yang memiliki kapasitas intelektual dan jaringan luas. Ia menjelaskan kota Makassar sebagai metropolitan berpenduduk 1,4 juta jiwa tentu memiliki peluang strategis dan tantangan. Sejalan dengan itu, ia menyebut KAHMI merupakan “gudang sumber daya manusia” yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan kota. “Karena itu, kami sangat membutuhkan masukan dan kolaborasi dari KAHMI untuk bersama-sama membangun Makassar,” ungkapnya. Selain berbicara tentang sinergi pembangunan, Munafri juga menyelipkan suasana hangat khas Makassar dalam sambutannya. Ia menyebut ada “larangan” bagi tamu yang datang ke Makassar. “Jangan coba-coba diet karena kuliner Makassar yang lezat, jangan terlalu cepat tidur agar bisa menikmati semilir angin mamiri,” pungkas Munafri yang mengundang tawa dan tepuk tangan para tamu. Munafri juga berharap seluruh tamu dari berbagai daerah di Sulawesi dapat menikmati keramahan dan pelayanan Kota Makassar selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan, Pemerintah Kota akan berupaya memberikan pelayanan terbaik, sekaligus terbuka terhadap kritik dan masukan. “Sulawesi ini adalah bagian penting dari Indonesia. Banyak hal besar bisa lahir dari Pulau Sulawesi, dan banyak persoalan juga bisa kita selesaikan bersama. Karena itu, mari kita perkuat kolaborasi dari Sulawesi untuk Indonesia,” harapnya(*).

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Proyek Jalan Alternatif Bukit Baruga ke Perintis Kemerdekaan Senilai Rp100 Miliar Resmi Dimulai

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan perkotaan, termasuk kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan timur kota. Salah satu langkah konkret yang kini mulai diwujudkan adalah pembangunan akses jalan alternatif baru yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Panakkukang, dan Tamalanrea. Dimana tiga wilayah dengan mobilitas tinggi yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan, terutama di jalur menuju Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Leimena tembus Kecamatan Manggala. Proyek ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang dengan nilai mencapai sekitar Rp100 miliar. Jalur Riverside akan membentang sepanjang 3,8 kilometer. Akses baru ini digadang-gadang akan menjadi jalur strategis pengurai kemacetan, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Makassar. Tentu menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus berjibaku dengan kepadatan kendaraan setiap pagi dan sore hari. Langkah nyata itu ditandai dengan Groundbreaking pembangunan akses Riverside Jalan Alternatif Leimena–Perintis, yang dilaksanakan oleh PT Bumi Asri Nusa (KALLA Land & Property), Jumat (10/10/2025). Pembangunan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah kota dengan pihak swasta dalam mempercepat penataan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa proyek ini bukan hanya menjawab kebutuhan transportasi masyarakat. Tetapi juga bagian dari visi besar mewujudkan kota yang tertata, terhubung, dan berorientasi pada kenyamanan warga. “Kami berkmitmen menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan perkotaan, termasuk kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan timur kota,” ujar Munafri. “Salah satu langkah konkret yang kami mulai diwujudkan adalah pembangunan akses jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Panakkukang, dan Tamalanrea, hingga menuju Perintis dan BTP,” lanjut Appi. Lebih lanjut pria yang akrab disapa Appi itu menyampaikan, bahwa pembangunan jalan alternatif ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan wilayah timur kota dan menjadi bagian penting dari visi besar penataan kota yang berkelanjutan. “Proses pembangunan jalan alternatif Leimena–Perintis ini akan memberikan dampak yang sangat baik, terutama dalam proses pembangunan perkotaan yang ada di Kota Makassar,” tuturnya. “Jalan ini akan mengurai atau menyelesaikan persoalan kemacetan yang hampir tiap hari menjadi keluhan warga masyarakat,” tambah Munafri. Politisi Golkar itu menegaskan, Pemerintah Kota Makassar, akan memberikan dukungan penuh terhadap proses perizinan dan percepatan pembangunan. Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar proyek ini berjalan tepat waktu. “Pemerintah kota akan sangat support seluruh urusan perizinan yang akan dilaksanakan, kami akan mendukung dengan baik. Kalau kita jalankan secara bersama-sama dan dikawal dengan baik, progres pekerjaan ini bisa selesai tanpa keterlambatan,” jelasnya. Lebih lanjut, Wali Kota Makassar itu, juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji kemungkinan perluasan akses hingga ke kawasan BTP (Bumi Tamalanrea Permai). Hal ini diharapkan dapat menjadikan jalur baru tersebut sebagai akses alternatif utama dari dan menuju wilayah-wilayah strategis di bagian timur kota. Selain pembangunan infrastruktur jalan, Pemkot Makassar juga memikirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan akibat keberadaan pedagang di sepanjang Jalan Leimena. Munafri menyebutkan, hasil pembahasan antara Pemkot Makassar dan Kalla Group di Baruga telah menghasilkan rencana pembangunan pasar tradisional modern di dalam kawasan pengembangan, yang akan menjadi tempat relokasi bagi para pedagang pasar tumpah. “Selama ini keluhan masyarakat terhadap pedagang pasar tumpah di Jalan Leimena insya Allah akan diberikan jalan keluar,” sebutnya. “Dari hasil pembicaraan dengan Kalla Group, akan dibangun pasar tradisional modern di dalam kawasan. Untuk sementara, para pedagang kami relokasi dulu ke Pasar Toddopuli, supaya proses penataan bisa berjalan,” tutur Appi melanjutkan. Dia menambahkan, tingkat kepadatan kendaraan di jalur tersebut sudah sangat tinggi, diperparah dengan aktivitas pedagang di bahu jalan. Dengan dibukanya jalan baru ini, beban lalu lintas di kawasan Antang, Manggala, dan Panakkukang diharapkan dapat terdistribusi dengan lebih baik. “Apalagi, daerah Antang ini pertumbuhannya sangat baik. Sentra-sentra ekonomi di wilayah ini harus tersupport dengan baik agar pembagian beban kota bisa lebih merata,” tambahnya. Lebar jalan yang akan dibangun mencapai 30 meter, sehingga dinilai cukup untuk menampung beban kendaraan harian yang melintasi jalur tersebut. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu kurang dari satu tahun. “Dengan dibuka perluasan sampai 30 meter, saya pikir ini lebih dari cukup untuk mengatur ritme kendaraan yang lewat setiap harinya,” sebutnya. “Kita targetkan bisa selesai kurang dari setahun supaya akses ini benar-benar bisa digunakan masyarakat di wilayah Antang dan Panakkukang,” lanjut Munafri optimistis. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam membangun kota. Menurutnya, sinergi seperti inilah yang menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur di Makassar. “Kami berharap seluruh persoalan di titik-titik lain juga bisa diselesaikan dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan swasta. Kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun untuk mewujudkan Makassar yang jauh lebih baik ke depannya,” pungkasnya. Sedangkan, Ricky Theodores selaku Chief Executive Officer KALLA Land & Property mengatakan, tingkatkan Konektivitas Kawasan Bukit Baruga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar, resmi kegiatan groundbreaking Riverside (Jalur Alternatif Baruga – Leimena) pada Jumat, 10 Oktober 2025. “Program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menghadirkan kawasan hunian yang nyaman, aman, dan terintegrasi,” jelasnya. Lebih lanjut, Ricky menyampaikan, rasa syukur atas dimulainya pembangunan ini sebagai langkah penting untuk memperkuat konektivitas kawasan Bukit Baruga dan sekitarnya. Ia menegaskan, sangat percaya, akses yang baik akan menjadi fondasi penting bagi kawasan hunian yang berkembang. “Jalur Riverside akan menjadi infrastruktur utama dalam menghubungkan kawasan hunian, fasilitas publik, serta aktivitas warga, sehingga menghadirkan pengalaman tinggal yang lebih modern, efisien, dan berkualitas,” tuturnya. Sebagai pengembang kawasan hunian yang mengusung filosofi Harmoni Kehidupan, Bukit Baruga meyakini bahwa pembangunan kawasan bukan sekadar tentang bangunan, tetapi tentang membangun ruang hidup yang menyatukan kenyamanan, keberlanjutan, dan konektivitas. Lanjut dia, kehadiran jalur Riverside menjadi bentuk nyata komitmen tersebut demi menghadirkan akses jalan yang lebih nyaman, aman, dan mendukung mobilitas penghuni serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Dijelaskan, proyek ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang dengan nilai mencapai sekitar Rp100 miliar. Jalur Riverside akan membentang sepanjang 3,8 kilometer, menghubungkan kawasan hunian Bukit Baruga hingga wilayah Manggala, Maros, dan sekitarnya. Proses pembebasan lahan telah dimulai sejak lama, dan kini progresnya telah mencapai sekitar 70%. Dimana, pencapaian ini tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah kota mitra, stakeholder, media, hingga masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi dukungan yang telah diberikan pemerintah

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Siap Kembangkan Pertanian Perkotaan

ruminews.id – JAKARTA – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menargetkan Kota Makassar menjadi salah satu daerah penopang pangan nasional melalui pengembangan urban farming atau pertanian di lahan sempit perkotaan. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, meskipun Makassar bukan wilayah dengan lahan pertanian luas. Hal tersebut disampaikan Munafri usai mengikuti Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Nasional bersama Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, dan sejumlah kepala daerah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (9/10/2025). Dalam keterangannya, Munafri menegaskan bahwa meski Makassar adalah kota metropolitan dengan lahan pertanian terbatas, namun potensi pengembangan pertanian lahan sempit cukup besar jika didukung teknologi modern. “Kami dari Kota Makassar ini tidak punya banyak lahan pertanian. Karena itu, kami menyampaikan kepada Pak Menteri agar Kementerian bisa memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian lahan sempit di perkotaan,” ujar Munafri di kantor Kementan RI. Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Makassar mendorong pembangunan minimal tiga green house percontohan di sejumlah titik strategis. Menurutnya, kehadiran green house tersebut diharapkan dapat menjadi trigger atau pemantik minat masyarakat perkotaan untuk terlibat dalam kegiatan pertanian modern. “Di Kota Makassar kami butuh ada percontohan green house, minimal tiga unit, untuk memberikan minat kepada masyarakat kota agar mau melakukan pertanian lahan sempit dengan teknologi yang tepat,” jelasnya, saat memberikan keterangan kepada media nasional. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu mengungkapkan, bahwa potensi pengembangan pertanian perkotaan di Makassar cukup besar, terutama dengan adanya sekitar 5.000 lorong yang dapat dimanfaatkan sebagai basis kegiatan lorong pangan. Program ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pertanian terkait tanaman pekarangan bergizi, yang akan diadopsi oleh Pemkot Makassar untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. “Saya berharap program tanaman pekarangan bergizi dari Kementerian bisa kami adopsi. Selain membuka peluang kerja, ini juga membantu memperkuat ketahanan pangan di tingkat kota,” harap politisi Golkar itu. Selain urban farming, mantan Bos PSM itu juga menilai keberadaan lahan persawahan yang tersisa di wilayahnya. Saat ini, sekitar 30 persen lahan sawah di Makassar masih berfungsi sebagai daerah irigasi tadah hujan. Oleh sebab itu, Appi menuturkan perlu adanya dukungan peralatan dan infrastruktur pertanian dari pemerintah pusat agar lahan tersebut tidak beralih fungsi menjadi kawasan pembangunan. “Hanrapan kami ada bantuan alat pertanian bagi masyarakat, seperti kontraktor atau mesin pengolah lahan, agar lahan pertanian yang tersisa bisa dimaksimalkan dan tidak terkonversi menjadi kawasan pembangunan,” tutur Appi. Ia juga menyambut baik respon positif dari Menteri Pertanian yang berkomitmen memberikan dukungan teknis melalui jajaran direktorat jenderal terkait. Pemkot Makassar, lanjutnya, segera menyiapkan usulan teknis secara lebih rinci untuk disampaikan kepada Kementerian Pertanian. “Alhamdulillah, Pak Menteri merespons dengan baik. Dalam waktu dekat, kami akan koordinasi dengan Dirjen yang lebih teknis untuk mematangkan seluruh program yang akan dijalankan, termasuk dukungan anggaran dari Kementan,” ucapnya. Munafri menegaskan bahwa strategi penguatan ketahanan pangan di Kota Makassar akan dijalankan secara terpadu, dengan mengintegrasikan berbagai sektor seperti pengelolaan sampah dan pertanian urban. Dua menambahakan, sistem ini akan melahirkan siklus ekonomi sirkular di mana hasil pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk untuk urban farming. “Kami akan terapkan sistem terintegrasi pengelolaan sampah yang ujung-ujungnya mendukung pertanian lahan sempit seperti urban farming. Komunitas sayur-sayuran, termasuk tomat dan tanaman hortikultura lainnya, akan kami support penuh,” jelas Munafri. Dengan pendekatan tersebut, Munafri optimistis Makassar dapat menjadi contoh kota besar yang berhasil memadukan inovasi perkotaan dengan kemandirian pangan, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan lahan di tengah pertumbuhan kota. “Ini cara kami menjaga ketahanan pangan di tengah kota metropolitan. Makassar bisa menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak berdaulat pangan,” pungkasnya. Dalam pertemuan ini, hadir mendampingi Wali Kota Munafri, Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Ketua Tim Ahli Pemkot, Andi Hudli Huduri, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, Kepala Bapenda, Asminullah. Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan bahwa dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pihak Pemkot menyampaikan sejumlah usulan bantuan yang dibutuhkan Pemkot Makassar untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah perkotaan. “Pak Menteri merespon permintaan kami terkait bantuan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (P2L) untuk lorong-lorong, pengembangan green house, serta alat dan mesin pertanian seperti combine harvester, traktor roda dua (TR2), dan traktor roda empat (TR4),” ujar Aulia. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar untuk mengoptimalkan lahan terbatas di perkotaan agar tetap produktif, sejalan dengan program Lorong Wisata dan gerakan Urban Farming yang terus digencarkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Aulia menambahkan, bantuan yang diusulkan akan difokuskan untuk mendukung masyarakat lorong dan kelompok tani perkotaan agar mampu memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri. “Kami berharap dukungan dari Kementan ini bisa segera terealisasi, sehingga masyarakat kota bisa merasakan manfaat langsung dari pengembangan pertanian perkotaan yang berkelanjutan,” tutupnya.

Scroll to Top