Author name: Admin01

Daerah, Makassar, Politik

DPRD Makassar Dukung Percepatan Pembangunan Stadion Untia

Ruminews.id, Makassar – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Suharmika, menyatakan dukungannya terhadap rencana Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk mempercepat pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya. Menurut Suharmika, proyek tersebut merupakan salah satu program prioritas dari pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Fatmawati Rusdi. “Saya sangat sepakat jika infrastruktur sepak bola dan olahraga otomotif harus menjadi perhatian serius pemerintah kota. Sepak bola, khususnya, merupakan olahraga yang sangat digemari mayoritas warga Makassar,” ujar Suharmika, dikutip dari Sindo Makassar, Ahad (13/4/2024). Sekretaris Partai Golkar Kota Makassar itu menambahkan, kehadiran stadion baru diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, terutama masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. “Warga tidak perlu lagi bepergian jauh untuk menyaksikan pertandingan PSM Makassar. Jika stadion ini terealisasi, kami berharap pembangunannya bisa segera diproses karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat—yakni stadion sepak bola yang memenuhi standar internasional,” lanjutnya. Suharmika juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap fasilitas olahraga otomotif. Ia mendorong Pemerintah Kota Makassar agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap cabang olahraga ini. “Ini juga menjadi perhatian kami di DPRD. Olahraga otomotif memiliki banyak peminat, namun sejauh ini masih kurang mendapat perhatian. Kami harap pemerintah bisa mulai melirik potensi besar yang ada di sana,” pungkas legislator dua periode itu.

DPRD Kota Makassar

Komisi C DPRD Makassar Evaluasi Program Pembangunan Triwulan I 2025 Bersama Dinas PU

Ruminews.id – Makassar – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di ruang Komisi C DPRD Makassar, Jumat (11/4/2025). Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda strategis Komisi C dalam mengawal pelaksanaan program kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya dalam memastikan kesesuaian pelaksanaan program dengan aspek waktu, mutu, anggaran, serta prioritas pembangunan kota. Kepala Dinas PU Kota Makassar, Ir. Zuhaelsi Zubir, ST, MT, hadir bersama jajaran untuk memaparkan capaian kinerja selama tiga bulan pertama tahun anggaran. Dalam pemaparannya, Zuhaelsi juga menguraikan berbagai tantangan teknis dan administratif yang dihadapi di lapangan. “Evaluasi ini penting untuk melihat efektivitas program serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Zuhaelsi. Komisi C memberikan sejumlah catatan dan masukan strategis untuk mendorong optimalisasi pelaksanaan program pembangunan. Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, menekankan pentingnya transparansi, efisiensi, dan responsivitas, terutama dalam penyediaan infrastruktur publik yang menyentuh kebutuhan dasar warga. “Komisi C terus berkomitmen mengawal pembangunan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi ini penting untuk memastikan akuntabilitas pelaksanaan program oleh SKPD,” tegas Azwar. Selain itu, Komisi C juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor antara legislatif dan eksekutif guna mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan inklusif. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah kerja antara DPRD dan Dinas PU, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap kebijakan pembangunan yang sedang berjalan. Melalui koordinasi yang intensif, diharapkan arah pembangunan Kota Makassar ke depan semakin terstruktur, efisien, dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar tanggapi positif soal lelang jabatan Sekda Kota Makassar

ruminews – Makassar – Ketua komisi A DPRD Kota Makassar Andi Phalevi memberikan tanggapan positif terkait proses lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar yang sedang berlangsung.   “Lelang jabatan itu untuk mencari figur figur yang berkompeten dan layak sebagai Sekda nantinya, jadi patut kita dukung,” kata Phalevi di Makassar, Jumat. Dia mengatakan, Pemerintah Kota Makassar Yandi nahkodai munafri Arifudin dan Aliyah Mustika tentu menginginkan kinerja timnya bekerja dengan baik sehingga harus menyeleksi sosok Sekda yang dapat menunjang Program Pemkot Makassar. Dia mengatakan, seluruh proses seleksi itu diserahkan sepenuhnya ke Pemkot dan tim seleksi (timsel) yang telah terbentuk untuk mencari sosok yang kompeten sebagai Sekda. Saat ini sudah terdapat 10 nama yang maju sebagai calon Sekda dan dinilai mumpuni dan berkompeten. “Kami di komisi A melihat semua yang mendaftar memiliki kualitas yang mumpuni,” katanya. Karena itu, lanjut dia, pihaknya meyakini timsel pasti akan memilih Sekda yang dapat mendukung visi misi wali kota untuk membangun Makassar yang lebih baik. Sebanyak 10 pejabat Pemkot dan Sulawesi Selatan bersaing merebut posisi Sekda lewat seleksi jabatan itu diantaranya PJ Sekda Makassar Irwan Rusfiyadi Adnan dan sekretaris DPRD Makassar Dahyal. “Jadi kita tunggu saja hasilnya Insya Allah akan dipilih yang terbaik untuk mengawal Kota Makassar lebih baik,” ujar Phalevi.  

DPRD Kota Makassar

Ketua DPRD Makassar Suparatman: Efisiensi Anggaran Tidak Akan Mengurangi Kualitas Pelayanan untuk Masyarkat

ruminews – Makassar – Ketua DPRD Makassar, Supratman, menyampaikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun hal ini menjadi tugas seluruh instansi daerah untuk mengelola sumber daya lebih cermat dan tepat sasaran serta bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat. “Kami akan terus mngontrol seluruh program yang dilakukan OPD Pemkot, agar memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Supratman belum lama ini. Menurutnya, meskipun anggaran terbatas, setiap program dan pelayanan harus tetap menyentuh setiap kebutuhan masyarakat. “Sebagai mitra pemerintah dan penghubung aspirasi masyarakat, DPRD Makassar tentu berkomitmen mendukung setiap program yang mementingkan hak-hak rakyat,” ujarnya.

Opini

Jangan Biarkan Perasaan Ini Mengendalikan Diri Dalam Mencari Rezeki

ruminews.id – Dalam bukunya “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki menjelaskan bahwa ada dua emosi utama yang sering mendorong orang dalam mengejar uang, yaitu rasa takut dan keserakahan. Pertama, rasa takut yang dimaksud di sini bukan takut pada hal-hal mengerikan, tapi lebih pada takut kekurangan. Banyak orang merasa cemas kalau-kalau mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup seperti makanan, tempat tinggal, atau biaya sehari-hari. Karena ketakutan inilah, mereka terus bekerja keras dari pagi hingga malam, dari minggu ke minggu, hanya demi mendapatkan gaji. Begitu menerima gaji, langsung digunakan untuk membayar tagihan, lalu bekerja lagi. Pola hidup seperti ini oleh Kiyosaki disebut sebagai “rat race” (perlombaan tikus) – semacam lingkaran tanpa ujung yang membuat orang terus berputar tanpa pernah merasa benar-benar merdeka secara finansial. Bayangkan seekor tikus yang terus berlari di dalam roda putar. Walaupun dia berlari sekuat tenaga, dia tidak pernah sampai ke mana-mana. Nah, gambaran itu dipakai untuk menggambarkan hidup banyak orang: mereka bangun pagi, berangkat kerja, menerima gaji, membayar utang atau tagihan, lalu mengulanginya lagi keesokan harinya. Tujuannya cuma supaya bisa bertahan hidup. Tapi lama-lama, hidup seperti ini terasa melelahkan dan membosankan, karena tidak memberi ruang untuk berkembang atau menikmati hidup. Rat race adalah istilah yang menggambarkan pola hidup dimana seseorang terus bekerja keras, dari hari ke hari, hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar dan membayar tagihan, tetapi tidak pernah benar-benar merasa bebas secara finansial atau puas dengan hidupnya. Lalu, setelah seseorang menerima gaji, muncul emosi kedua, yaitu keserakahan – atau lebih halusnya disebut keinginan. Melihat uang yang ada, orang mulai membayangkan barang-barang yang bisa dibeli: baju baru, ponsel terbaru, mobil impian, atau liburan ke luar negeri. Keinginan ini mendorong orang untuk bekerja lebih keras, bukan demi kebebasan finansial, tetapi untuk memuaskan nafsu konsumtif. Masalahnya, makin dituruti, makin besar pula keinginan itu. Kiyosaki mengingatkan bahwa kalau kita tidak sadar sedang digerakkan oleh rasa takut dan keserakahan, maka hidup kita akan terus dikendalikan oleh dua emosi ini. Kita akan terus bekerja dan membelanjakan uang tanpa pernah merasa cukup. Orang yang cerdas secara finansial adalah mereka yang mampu mengenali emosi-emosi ini, lalu belajar mengendalikannya. Mereka tidak membuat keputusan karena panik atau tergoda, tapi karena punya pengetahuan, perencanaan, dan tujuan yang jelas. Kalau kita bicara soal mencari rezeki, banyak orang hanya fokus pada kerja keras dan strategi. Padahal, emosi yang menyertai proses itu juga sangat menentukan – apakah rezeki terasa mengalir dengan ringan, atau justru terasa berat dan menguras energi. Berdasarkan ilmu psikologi positif, spiritualitas, dan pengalaman para pebisnis sukses yang sadar pentingnya kualitas batin, ada tiga emosi utama yang justru bisa menyuburkan proses mencari rezeki: syukur, antusiasme, dan ketulusan. Pertama, syukur. Banyak orang hanya bersyukur setelah menerima hasil. Tapi sebenarnya, bersyukur saat dalam proses juga sangat penting. Ketika kita bersyukur, kita merasa cukup, dan perasaan cukup ini justru membuka pintu kelimpahan yang lebih besar. Syukur menjauhkan kita dari rasa panik, dari pola pikir “harus buru-buru cari uang karena takut kekurangan”. Cukup dengan membiasakan diri berkata dalam hati, “Terima kasih yaa Allah, aku dipercaya untuk menciptakan nilai hari ini”, maka energi kita sudah berubah menjadi lebih ringan dan tenang. Kedua, antusiasme, atau semangat yang muncul dari rasa senang mencipta dan memberi. Ini adalah bahan bakar alami yang membuat kita bekerja bukan karena terpaksa, tapi karena kita menikmati prosesnya. Saat kita antusias, ide-ide kreatif lebih mudah muncul, peluang lebih gampang datang, dan kita lebih disukai orang lain. Jadi, daripada fokus pada “berapa banyak uang yang bisa aku dapat?”, lebih baik tanyakan, “nilai apa yang bisa aku bawa hari ini?” Dari situlah rezeki mengalir lebih deras dan alami. Ketiga, ketulusan. Ini adalah niat murni untuk memberi manfaat, bukan hanya sekadar mengejar keuntungan. Ketulusan membuat usaha kita punya makna spiritual, dan membentengi kita dari keserakahan. Sebelum menawarkan sesuatu, cobalah tanya pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar membantu hidup orang jadi lebih baik?” Ketika jawabannya tulus, rezeki biasanya akan datang dengan cara yang tak terduga. Jadi, dalam perjalanan mencari rezeki, mari kita temani langkah kita bukan dengan rasa takut atau nafsu ingin lebih banyak, tapi dengan syukur, semangat, dan niat yang tulus. Karena rezeki sejatinya bukan hanya tentang apa yang kita dapat, tapi juga bagaimana kita menjalaninya. Kalau dirangkum dengan sederhana, emosi terbaik saat mencari rezeki adalah memadukan syukur, semangat, dan ketulusan. Bayangkan kita melangkah setiap hari dengan hati yang bersyukur, bukan karena sudah punya segalanya, tapi karena sadar setiap proses adalah berkah. Lalu, kita melangkah dengan semangat, bukan karena terpaksa, tapi karena senang mencipta dan memberi manfaat. Dan yang paling penting, di balik semua usaha itu, ada niat yang tulus. Bukan sekadar ingin untung, tapi benar-benar ingin membantu dan memberikan nilai bagi orang lain. Ketika tiga hal ini bersatu, kita tidak hanya mencari rezeki, tapi juga menciptakan makna dalam setiap langkah. Hasilnya, rezeki tidak hanya datang dalam bentuk materi, tapi juga dalam bentuk ketenangan, kepuasan batin, dan relasi yang berkualitas. *@pakarpemberdayaandiri*   *Ayo Gabung Komunitas Pakar Pemberdayaan Diri Untuk Pemograman Pikiran dan Tubuh dengan klik:* https://tribelio.page/syahril-syam   #thesecretofattractorfactor #changelimitingbeliefs #pakarpemberdayaandiri #SelfAwarenessTransformation

Kesehatan, Makassar

Halal Bi Halal IKA FKM Berubah Menjadi Mubes Untuk Menetapkan Kembali Sakkir Hanafi Sebagai Ketua Umum Secara Aklamasi,

ruminews.id, Makassar- Halal Bi Halal IKA FKM Berubah Menjadi Mubes Untuk Menetapkan Kembali Sakkir Hanafi Sebagai Ketua Umum Secara Aklamasi, bertempat di RM Ulu Juku Jalan Baiturrahman Makassar, Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (IKA FKM UNHAS), menggelar kegiatan acara Halal Bi Halal dalam rangka mempererat tali silaturahmi. (9/4) Acara tersebut dihadiri lebih dari 100-san alumni yang mewakili 33 angkatan, mulai dari Angkatan 1987 hingga 2020. Sementara acara berlangsung, suasana hiruk-pikuk dalam ruangan dikejutkan oleh sebuah usulan yang mendesakkan Mubes. “Mengingat yang hadir malam ini hampir seluruh Angkatan, maka sebaiknya kita selenggarakan saja Mubes,” seru seorang peserta lantang. “Setujuuuuu….!!!” Usulan itu pun serempak diamini seluruh peserta. Pengurus IKA FKM yang hadir menjadi sedikit kalang-kabut, sebab sama sekali tak membayangkan acara Halal Bi Halal tersebut tiba-tiba berubah menjadi ajang Mubes. Namun demikian, mereka tetap saja tak bisa mengelak. “Bagaimana caranya, harus ada backdrop Mubes,” timpal salah seorang pengurus. “Tidak perlu,” balas salah seorang peserta. Namun, tak sampai setengah jam kemudian, di sebelah kiri backdrop Halal Bi Halal tampak sebuah latar Mubes IKA FKM yang dipancarkan melalui Infocus. Melihat pemandangan itu, Ketua Umum IKA FKM, Sakkir Hanafi, tampak senyum-senyum sumringah. Mungkin ia merasa gembira karena pada akhirnya ada alumni bersedia menggantikannya. Maklum, ia sudah terlalu lama memimpin IKA FKM, 13 tahun. Usai “backdrop” Mubes dadakan itu terpasang, forum yang dipimpin langsung oleh Keua Umum IKA FKM itu, kemudian membentuk formatur sebagai tim transisi untuk menyusun kepengurusan yang baru. Maka terpilih Sakkir Hanafi, Azri Rasul, Dewi Rizki Nurmala, dan Ismail Bachtiar. Tetapi Sakkir rupanya salah kaprah. Sebab setelah Tim Formatur terbentuk, forum kembali riuh mendaulat dirinya untuk kembali memimpin IKA FKM. Dan, sebelum sempat bereaksi, Anggota Formatur lainnya menggunakan momentum itu untuk menetapkan dirinya untuk kembali memimpin FKM. Sakkir tak bisa berbuat apa-apa selain hanya melongo. “Karena realaitasnya sudah seperti ini dan saya tak diberi ruang untuk menolak, yah, sudahlah, saya terima kembali, “ ujarnya disambut riuh tepuk tangan dari seluruh hadirin. Padahal, pada saat siang sebelumnya di suatu acara di tempat lain, Sakkir mencoba membujuk Ismail Bachtiar agar mau menggantikan dirinya. Sayangnya, Anggota Komisi VI DPR RI itu menolak dengan alasan masih terlalu muda untuk memimpin senior-seniornya. “Belum waktunya, kak,” kilah Ismail. “Sudah benar ini, kak. Sebab belum ada sosok yang dinilai layak menggantikan, Kak Sakkir,” ujar Imam, alumni Angkatan 2006. Begitulah IKA FKM. Tradisi Halal Bi Halal malam itu, tak hanya dimanfaatkan sebagai ajang silaturrahim, tetapi juga dijadikan sebagai momentum konsolidasi untuk menggerakkan potensi alumni dalam berkontribusi nyata terhadap isu-isu kesehatan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional. “Ke depan, IKA FKM UNHAS diharapkan menjadi mitra strategis dalam penguatan dan pembangunan berkelanjutan di bidang Kesehatan,” tukas Iqram Rifki, mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar.

Daerah, Hukum & Kriminal, Pangkep

HMI Cabang Pangkep Bantah Tak Pernah Terima Uang Dari Kades Marasende

ruminews.id, Pangkep- Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pangkep , fadli membantah keras adanya dugaan bantuan dana sebesar 10 juta dari kades marasende. Hal tersebut diungkapkan Fadli setelah beredar nama lembaganya sebagai salah satu penerima bantuan dari desa marasende . Menurut fadli setelah melakukan koordinasi dengan pengurus HMI cabang pangkep, HMI baik secara personal maupun organisasi tidak pernah menerima uang sebanyak yang dituduhkan ibu kades . “Secara kelembagaan maupun personal HMI (pangkep)tidak pernah melakukan koordinasi maupun menerima dana dari kades marasende Fadli mengatakan jika dugaan cantuman nama HMI dalam hal menerima dana tersebut telah mencoreng nama baik HMI, sehingga pihaknya akan melakukan upaya hukum. “Ini telah merusak nama baik HMI, tentu kami akan melakukan upaya hukum terkait dugaan mencantumkan nama HMI dalam penerima dana tersebut,” Selain itu, ketua HMI pangkep itu juga mendukung penuh Kejati panhkep untuk menuntaskan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dana didesa yang dikawal oleh himpunan mahasiswa Islam “HMI mendukung penuh selain itu kami juga menuntut kepala dinas DPMD inspektorat dan APH untuk memeriksa dan memberhentikan kades tersebut ,” Pungkas Fadli .

Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

Waketum AMPI: Presiden Prabowo adalah Soekarno Zaman Now, Tak Pernah Gentar Hadapi Negara Lain

Ruminews.id, Jakarta — Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Arief Rosyid Hasan, menyatakan bahwa kebijakan tarif timbal balik (reciprocal tariff) dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat. Trump sebelumnya menetapkan tarif sebesar 32 persen terhadap barang-barang dari Indonesia yang masuk ke pasar AS. Kebijakan ini memicu kekhawatiran terhadap dampak pada ekspor, nilai tukar rupiah, dan lapangan kerja dalam negeri. “Masyarakat tak perlu panik. Di balik tantangan, selalu ada peluang. Justru ini saatnya kita memperkuat kemandirian ekonomi nasional,” ujar Arief dalam pernyataannya di Jakarta. Ia menilai situasi ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kualitas dan nilai tambah produk ekspor melalui kebijakan hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. “Krisis bukan akhir segalanya. Ini saatnya kita melakukan reformasi ekonomi secara menyeluruh. Presiden Prabowo terus mendorong kemandirian ekonomi bangsa,” tegasnya. Arief juga menyebut Presiden Prabowo sebagai sosok pemimpin yang berani dan visioner, seraya menyamakannya dengan Presiden pertama RI, Soekarno. “Bapak Prabowo adalah Soekarno zaman now. Beliau tidak gentar menghadapi tekanan dari negara mana pun. Kita butuh pemimpin yang berani dan percaya diri, bukan yang mudah goyah oleh tekanan luar,” katanya. Lebih lanjut, Arief menyoroti potensi sektor ekonomi lain seperti UMKM, pariwisata, ekonomi syariah, serta ekonomi hijau dan biru yang dinilai dapat menjadi penopang pertumbuhan dalam negeri. “Ekonomi nasional perlu diperkuat dari dalam. Pemerintah akan terus mendukung melalui pembiayaan mudah, pelatihan teknologi, hingga pemasaran digital untuk pelaku usaha,” ujarnya. Menurut Arief, para eksportir juga perlu melihat pasar alternatif selain Amerika Serikat, seperti kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur, melalui kerja sama perdagangan internasional seperti RCEP, CEPA, maupun BRICS. “Tarif dagang dari AS memang tekanan eksternal. Tapi kita bisa memanfaatkannya sebagai peluang untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing nasional,” tutup Arief, yang juga pernah menjabat Komisaris BSI.

Daerah, Hukum & Kriminal, Pangkep

HMI Cab Pangkep Soroti Dugaan Korupsi Dana Desa Marasende

ruminews.id, Pangkep – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang pangkep kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi dana Desa marasende tahun anggaran 2022-2024. Sebagai bentuk tekanan terhadap kelanjutan penyelidikan, HmI merencanakan aksi unjuk rasa untuk mempertegas Hal tersebut Ketua HmI cabang pangkep, Fadli, mengungkapkan hal ini melalui pesan WhatsApp pada jum’at (04/04/2025) Fadli menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan dana negara agar benar-benar sampai kepada masyarakat, bukan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. “Kami ingin memastikan dana desa digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi pejabat yang sudah menerima gaji mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa,” ujarnya. Fadli juga mengingatkan kepada Inspektorat untuk mengaudit dugaan korupsi dana Desa marasende kepada Kejaksaan Negeri pangkep Namun, jika hal tersebut tidak ditepati, maka HMI CABANG PANGKEP akan turun ke jalan sebagai bentuk protes dan mosi tidak percaya terhadap penanganan kasus oleh pihak kejaksaan. Hal Ini adalah bentuk protes kami dan simbol mosi tidak percaya terhadap penanganan hukum di kejaksaan negeri pangkep tegas Fadli Sebelumnya, Hmi telah berapa kali menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut kejelasan dalam penanganan dugaan korupsi dilingkup Kab.pangkep. Fadli juga berharap dengan adanya tekanan publik, proses hukum tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan agar para pelaku korupsi dapat diproses secara hukum. “Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dari Aparat Penegak Hukum (APH). Kami berharap dengan adanya tekanan publik, proses hukum tetap berjalan dengan baik,” tutup Fadli

DPRD Kota Makassar

Ketua DPRD Makassar Ajak Warga Perkuat Silaturahmi untuk Kemajuan Kota Makassar

ruminews.id – Dalam semangat Lebaran yang masih hangat, Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga Silaturahmi” silaturahmi sebagai kunci mempererat persaudaraan dan mendorong kemajuan Kota Makassar. Ajakan ini disampaikannya melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Kamis (3/4/2025). Dalam postingan tersebut, Supratman menceritakan suasana hangat acara Open House yang digelarnya pada 1 April 2025 di Rumah Jabatan Ketua DPRD. Acara itu turut dihadiri berbagai pihak—mulai dari kolega legislatif dan eksekutif, keluarga, hingga sahabat dekat. “Masih dalam suasana Lebaran, kami beberapa waktu lalu menggelar Open House di Rumah Jabatan. Kami bersilaturahmi dengan rekan kerja, baik dari legislatif maupun eksekutif, serta berkumpul bersama keluarga dan sahabat,” ujar politisi Partai NasDem tersebut. Ia menekankan bahwa Silaturahmi”> silaturahmi bukan hanya tradisi tahunan, melainkan pondasi penting dalam membangun sinergi yang harmonis antarwarga. Menurutnya, kebersamaan dan hubungan baik antar-elemen masyarakat akan memberi dampak positif terhadap pembangunan kota. “Kami selalu berharap Silaturahmi”> silaturahmi ini menjadi pondasi yang kokoh untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Karena dari situlah lahir semangat bersama dalam membangun dan mengembangkan Kota Makassar,” tambahnya. Supratman juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun saat Lebaran ini bisa terus terjaga sepanjang waktu, bukan hanya musiman. “Kebersamaan adalah kekuatan utama kita. Dengan saling menjaga, saling mendukung, dan terus terhubung, kita bisa wujudkan Makassar yang lebih maju,” pungkasnya.

Scroll to Top