Author name: Admin01

DPRD Kota Makassar

Plt Sekretaris DPRD Makassar Dorong Penguatan Sinergi dan Komunikasi di Sekretariat DPRD

Ruminews.id – Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dan komunikasi antar jajaran di lingkungan Sekretariat DPRD. Hal ini disampaikan Andi Rahmat dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta masyarakat secara keseluruhan. Saat ditemui pada Jumat (20/6/2025), Andi Rahmat menyatakan bahwa membangun hubungan kerja yang terbuka, akurat, dan saling percaya sangat diperlukan dalam menciptakan atmosfer kerja yang produktif. Ia mengungkapkan bahwa tidak hanya antarpegawai, tetapi komunikasi yang baik juga perlu terjalin dengan mitra media yang berperan penting dalam menyampaikan informasi publik. “Kami ingin seluruh jajaran Sekretariat DPRD bekerja secara maksimal, tanpa rasa ragu untuk menyampaikan kendala yang ada. Komunikasi yang terbuka dan efektif akan sangat membantu dalam memecahkan masalah dan mempercepat pencapaian tujuan kita bersama,” kata Andi Rahmat. Andi Rahmat mengungkapkan bahwa pengalamannya selama bertugas di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Makassar memberikan pelajaran berharga dalam hal pentingnya komunikasi lintas unit. Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk memperbaiki sistem kerja yang ada di Sekretariat DPRD. “Saya banyak belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana komunikasi antar bagian sangat penting untuk kelancaran tugas. Ini yang akan saya terapkan di Sekretariat DPRD. Kami ingin memastikan bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat, agar kinerja kami bisa lebih maksimal,” ujarnya. Andi Rahmat menambahkan, salah satu hal yang menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja Sekretariat DPRD adalah memperbaiki infrastruktur dan fasilitas yang ada. Menurutnya, penataan area parkir, kebersihan kantor, hingga perencanaan ulang Media Center DPRD menjadi langkah pertama yang akan segera direalisasikan. Sebagai langkah awal pembenahan, Andi Rahmat menyatakan bahwa pihaknya telah mulai berkoordinasi untuk memperbaiki beberapa fasilitas yang dianggap vital. Salah satunya adalah penataan Media Center DPRD yang diharapkan dapat difungsikan lebih optimal dalam waktu dekat. Media Center ini, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai pusat informasi yang menyajikan data dan informasi terkait kegiatan DPRD untuk masyarakat. “Kami sudah memulai koordinasi dengan berbagai pihak, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Media Center bisa difungsikan secara lebih optimal. Dengan adanya fasilitas yang memadai, informasi terkait kerja-kerja DPRD dapat disampaikan lebih cepat dan jelas,” ungkap Andi Rahmat. Ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki area parkir dan kebersihan di sekitar kantor Sekretariat DPRD sebagai bagian dari usaha menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Menurutnya, fasilitas yang baik akan menciptakan suasana kerja yang kondusif, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan kinerja seluruh pegawai. Selain perbaikan fasilitas, Andi Rahmat juga menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama tim sebagai fondasi dalam menjalankan tugas-tugas di Sekretariat DPRD. Menurutnya, kolaborasi antar bagian sangat diperlukan untuk mewujudkan pelayanan legislatif yang berkualitas. “Kita semua harus saling menguatkan dan bekerja sama dengan baik. Sekretariat DPRD memiliki banyak tugas yang harus dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, kekompakan dan komunikasi yang efektif antar bagian sangat diperlukan,” ujarnya. Lebih lanjut, Andi Rahmat menyatakan bahwa salah satu tujuan penguatan komunikasi dan sinergi di Sekretariat DPRD adalah untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap anggota DPRD dan masyarakat berjalan dengan lancar. Ia berharap, dengan kerja sama yang solid, tugas-tugas yang ada dapat dilaksanakan dengan lebih efisien. Andi Rahmat juga menyoroti pentingnya peran media dalam membangun sinergi di Sekretariat DPRD. Menurutnya, media memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang jelas, berimbang, dan konstruktif kepada publik. Oleh karena itu, ia berharap komunikasi antara Sekretariat DPRD dan media dapat terjalin dengan baik. “Kami tidak hanya ingin memperkuat komunikasi di internal birokrasi, tetapi juga dengan media. Media adalah mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya kepada masyarakat. Kami berharap media dapat terus mendukung kami dalam menyampaikan informasi terkait kegiatan DPRD yang penting,” katanya. Andi Rahmat berharap agar hubungan yang baik antara Sekretariat DPRD dan media dapat terus terjalin, sehingga informasi yang sampai ke publik selalu jelas, tepat, dan tidak menimbulkan kebingungannya. Sebagai lembaga yang bekerja untuk kepentingan rakyat, DPRD harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan kegiatan legislatif dapat dipahami oleh masyarakat secara luas. Dalam penutupan, Andi Rahmat menyatakan harapannya agar sinergi yang dibangun di Sekretariat DPRD dapat terus terjaga dan berkembang ke arah yang lebih baik. Ia ingin seluruh jajaran, baik pegawai internal maupun mitra media, dapat bekerja sama dengan maksimal demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih baik. “Saya berharap agar komunikasi yang baik dan sinergi yang terjalin di Sekretariat DPRD dapat terus berkembang. Dengan kerja sama yang solid, kita dapat bekerja lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami akan terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kami, baik kepada anggota DPRD maupun masyarakat luas,” tuturnya. Sebagai penutup, Andi Rahmat mengajak seluruh pihak terkait untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka dan saling mempercayai agar Sekretariat DPRD Kota Makassar dapat berfungsi dengan lebih optimal dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Siapkan Pusat Informasi Publik, Warga Bisa Sampaikan Aspirasi Secara Langsung Maupun Daring

ruminews.id – Makassar – Sekretariat DPRD Kota Makassar melalui Bagian Humas dan Protokol tengah menyiapkan inovasi layanan baru sebagai bagian dari aksi perubahan kelembagaan. Inovasi ini bertujuan untuk memperkuat peran DPRD sebagai lembaga yang terbuka terhadap informasi publik dan aspirasi masyarakat. Kepala Bagian Humas dan Protokol DPRD Makassar, Syahril, mengungkapkan bahwa pihaknya akan membentuk pusat informasi terpadu di lingkungan DPRD. Pusat ini dirancang sebagai kanal resmi untuk menampung dan menyalurkan informasi, keluhan, maupun aspirasi masyarakat. “Yang membedakan layanan ini dari sebelumnya, masyarakat nantinya bisa menyampaikan laporan atau aspirasi baik secara langsung maupun secara daring,” kata Syahril, Jumat (20/6/2025). Layanan tersebut juga memungkinkan masyarakat untuk memberikan masukan, menyampaikan pengaduan, hingga mengikuti jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara online jika dibutuhkan. “Masyarakat bisa datang langsung ke lokasi, atau mengakses layanan secara online. Kalau ada aspirasi penting, bisa langsung ditindaklanjuti hingga ke forum RDP,” jelasnya. Syahril menambahkan, kehadiran pusat informasi ini diharapkan memperkuat hubungan antara DPRD dan masyarakat secara transparan dan partisipatif. Langkah ini juga sekaligus mempertegas posisi DPRD sebagai parlemen rakyat yang responsif terhadap kebutuhan warganya.

DPRD Kota Makassar

Eric Horas Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Soroti Masalah Drainase dan Ketidakhadiran Lurah

ruminews.id – Makassar – Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas, menggelar reses perdananya dalam masa persidangan ketiga tahun sidang 2024–2025. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda pada Kamis (19/6/2025). Reses pertama dilaksanakan di Jalan Ali Malaka RT 01/RW 01, Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang. Selanjutnya, Eric melanjutkan kegiatan di titik kedua, tepatnya di Jalan Gunung Merapi, Lorong 57 Nomor 2, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang. Dalam pertemuan bersama warga, politisi Partai Gerindra ini menerima sejumlah aspirasi, di antaranya keluhan terkait sistem drainase yang buruk di kawasan Jalan Somba Opu. Menurut warga, kondisi tersebut kerap mengakibatkan banjir saat hujan deras turun. “Saya minta pemerintah betul-betul memberi perhatian. Ini sudah menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras,” kata Eric dalam sambutannya. Selain persoalan drainase, warga juga mengeluhkan keberadaan pohon tua yang dinilai membahayakan karena rawan tumbang saat cuaca ekstrem. Mereka berharap pemerintah segera melakukan penebangan demi keselamatan lingkungan sekitar. Dalam kesempatan yang sama, Eric juga menyoroti absennya Lurah Lajangiru, Rita Kartika Mansyur, dalam kegiatan reses tersebut. Ia menilai, kehadiran lurah sangat penting dalam menyerap aspirasi warga secara langsung. “Sayangnya, lurah tidak hadir. Ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Kalau pun berhalangan, seharusnya ada perwakilan dari kelurahan yang hadir,” ujarnya. Eric menambahkan, pejabat publik seharusnya memiliki kemampuan manajerial yang baik. Jika tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal, menurutnya, perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja yang bersangkutan. “Kalau tidak mampu mengatur dan hadir di tengah masyarakat, sebaiknya tidak menjabat,” tegasnya. Reses ini merupakan bagian dari agenda rutin anggota DPRD untuk menyerap langsung keluhan dan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Jika kamu ingin menyesuaikan gaya atau fokus tertentu—misalnya, lebih ke arah human interest atau lebih menekankan pada aspek kebijakan—silakan beri tahu, saya bisa bantu modifikasi lagi.

Hukum, Takalar

Didemo Soal Irigasi P3A-TGAI, Kejari Takalar : Tahapan Berlanjut, 42 Kelompok dan Pendamping Sudah Berikan Keterangan

ruminews.id, TAKALAR – Kelompok Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Takalar Pencari Keadilan (AMTPK) menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar,(Rabu, 18 Juni 2025). Kelompok demonstran tiba di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar sekitar pukul 13:00 WITA. Mereka membawa spanduk dan poster, yang berisi desakan untuk menegakkan supremasi hukum pada Dugaan Korupsi Irigasi P3A-TGAI di wilayah Kabupaten Takalar, massa aksi pun mendesak agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar tidak pandang bulu untuk memeriksa dan mengadili oknum-oknum yang berperan andil dalam pengaturan proyek pekerjaan puluhan irigasi P3A-TGAI yang diduga bermasalah. Ada empat orator yang tampil secara bergantian menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada lembaga penegak hukum tersebut. Takhifal Mursalin selaku koordinator aksi yang juga Koordinator Aliansi Masyarakat Takalar Pencari Keadilan (AMTPK), secara khusus menanyakan kelanjutan aduan dugaan korupsi P3A-TGAI di hadapan Kepala Seksi Intelijen dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, serta para demonstran aliansi. “Melalui aksi hari ini, kami hadir tidak lain tidak bukan untuk mempertanyakan kinerja penegak hukum atas aduan yang sebelumnya telah kami lengkapi (dokumen), baik dari segi telaah hukum dan dokumentasi fisik pekerjaan. Perlu kiranya ada jawaban dan keseriusan dari pihak Kejaksaan Takalar, bahwa praktik korupsi irigasi sangat merugikan masyarakat petani”, desak Takhifal Mursalin di hadapan Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar. TANGGAPAN KEJAKSAAN NEGERI TAKALAR Menanggapi pertanyaan serta pernyataan sikap demonstran aliansi AMTPK, Musdar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar mengatakan agar jawaban pihak kejaksaan jelas dan tepat, sebaiknya hal tersebut ditanggapi langsung oleh bagian Tindak Pidana Korupsi. “Mengenai pertanyaan saudara-saudara, agar lebih jelas dan tepat, ada bagusnya kalau disampaikan langsung oleh Jaksa Tindak Pidana Korupsi. Karena pasti teman-teman ingin tahu bagaimana perkembagannya (aduan dugaan korupsi) tersebut”, jawab Kasi Intelejen sambil mempersilakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Takalar untuk menanggapi. Tak lama berselang setelah Kasi Intelejen mengakhiri tanggapan atas tuntutan aliansi, Kasi Pidsus lanjut menjawab tuntutan tersebut. “Soal pertanyaan teman-teman mengenai aduan atas dugaan korupsi Irigasi P3A-TGAI ini, tentu tetap berproses, jika ditanyakan sampai dimana (tahapannya) kami telah memanggil 42 kelompok dan 2 pendamping, tentu upaya ini untuk kami dalami lebih lanjut”, ungkap Andi Dian Bausad Kasi Pidsus Kejari Takalar, disela salah seorang Jaksa Pidsus Kejari Takalar membacakan daftar nama kelompok yang telah diambil keterangannya. Menanggapi pertantaan Koordinator AMTPK yang menanyakan lebih lanjut mengenai modus setoran komitmen fee, pekerjaan irigasi tidak selesai, dan kelompok P3A-TGAI fiktif pada paket pekerjaan Irigasi tersebut, Kasi Pidsus menjelaskan, “Terkait dugaan adanya setoran komitmen fee dan pengerjaan irigasi yang tidak selesai, kami telah mendalami (kelompok-kelompok) itu yang (bertahap) telah kami mintai keterangan. Ada beberapa juga yang telah kami lakukan pengecekan langsung di lokasi. Untuk kelompok P3A-TGAI yang diduga fiktif, kami akan telusuri dengan melakukan pemanggilan atau kunjungan ke Balai (BBWS Pompengan), lanjut Kasi Pidsus Kejari Takalar. Saat ditanya oleh salah seorang demonstan mengenai kepastian Aduan Dugaan Korupsi P3A-TGAI yang diadukan oleh AMTPK, Andi Dian Bausad Kasi Pidsus Kejari Takalar lanjut menjawab, “Terkait Aduan (Dugaan Korupsi P3A-TGAI) ini, secepatnta, dan kami akan memaksimalkan tahapannya”, tutup Kasi Pidsus Kejari Takalar. Kejari Takalar menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan korupsi pada sejumlah proyek Irigasi Kelompok P3A-TGAI di kabupaten Takalar tersebut, ditengah genjotan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tentang Swasembada Pangan Pertanian.

Opini

Ayam Jantan Dari Timur, Perjuangan Sang Ksatria Somba Opu

ruminews.id – 355 Tahun lalu, seorang hamba Allah dan sang patriot kusuma bangsa, berpulang kepangkuan penciptanya. Ialah I Malombassi Daeng Mattawang Muhammad Baqir Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana Raja Ke-16 Kesultanan Gowa-Tallo (Kerajaan Makassar). Sultan Hasanuddin lahir pada 12 Januari 1631, di wilayah kerajaan Gowa Tallo. Ia adalah putra dari Raja Gowa ke 15, I Manuntungi Muhammad Said Daeng Mattola, Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tumenanga ri Papang Batunna dan ibunya bernama I Sabbe Lokmo Daeng Takontu. Sejak kecil I Mallombassi dididik agama Islam di Madrasah Bontoala, bagian dari Kota Makassar. Sejak kecil ia sering diajak ayahnya untuk menghadiri pertemuan penting, dengan harapan dia bisa menyerap ilmu diplomasi dan strategi perang. Beberapa kali dia dipercaya menjadi delegasi untuk mengirimkan pesan ke berbagai kerjaan. Saat memasuki usia 21 tahun, Hasanuddin diamanatkan jabatan urusan pertahanan Gowa. Ada dua versi sejarah yang menjelaskan kapan dia diangkat menjadi raja, yaitu saat berusia 24 tahun atau pada 1655 atau saat dia berusia 22 tahun atau pada 1653. Terlepas dari perbedaan tahun, Sultan Malikussaid telah berwasiat supaya kerajaannya diteruskan oleh Hasanuddin. VOC (Veneridge Ost Indiche Compagnie) merupakan perusahaan Dagang Hindia timur yang dimiliki Kerajaan Belanda. Pasca dibebaskannya Kota Konstantinopel oleh dinasti Turki Utsmani, negara-negara eropa memulai ekspansinya dengan berbekal peta perjalanan pelaut muslim yang telah mencapai benua amerika terlebih dahulu dan asia. 22 Juni 1596 pertama kali bangsa Belanda dengan dipimpin Cornelis De Houtman mendarat di pantai merak kesultanan Banten, VOC Belanda memperluas pengaruhnya yang awalnya hanya berdagang, namun pelan2 memonopoli perdagangan, membentuk Benteng di Kota Batavia dan melakukan pembantaian di Banda Neira Maluku. VOC berencana melancarkan ekspansinya ke Timur Indonesia dengan ingin menguasai rempah-rempah. Rempah-rempah adalah tanaman seperti pala, cengkeh, lada, dan merica. Tanaman yang menyihir fikiran bangsa eropa dalam melakukan penjajahan di negeri nusantara. Konflik VOC dengan Kesultanan Gowa Tallo telah dimulai sejak zaman Raja Gowa ke 14 Raja Gowa ke-14 adalah Sultan Alauddin I (I Manggorai Daeng Manrabbia), yang memerintah dari tahun 1593 hingga 1639. Dimana konflik ini pula dimulai saat utusan Gowa ada yang di sanra di kapal VOC, dan Sultan Alauddin menolak tegas kemauan monopoli perdagangan VOC di wilayah kesultanan Gowa Tallo, akibatnya perlawanan dilakukan oleh Kesultanan Gowa Tallo, dilanjutkan lagi oleh Raja Gowa ke-15 adalah Sultan Malikussaid. Ia naik takhta setelah ayahnya, Sultan Alauddin, wafat pada 1639 M. Nama asli Sultan Malikussaid adalah I. Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung. Bersama Mangkubuminya Karaeng Pattingalloang. Kisah Perjuangan Sultan Hasanuddin dimulai setelah beliau melanjutkan amanah ayahnya, menjadi Raja Gowa Tallo ke 16, Sultan Hasanuddin menjabat sebagai Raja Gowa di saat berusia 24 tahun (1655). Di Bawah kepemimpinannya Kerajaan Gowa mencapai puncak kejayaan. Bahkan saat itu Gowa dikenal sebagai negara maritim dan menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian timur. VOC menganggap itu adalah sebuah penghalang, sehingga konflik tidak terhindari, setelah VOC mulai memblokade jalur laut kerajaan Makassar. Sultan Hasanuddin tidak diam saja. Peperangan laut dan perlawanan segera terjadi. Ibu Kota Gowa-Tallo Benteng Somba Opu merupakan bandar niaga terbesar setelah jatuhnya Malaka di tangan Portugis. Sultan Hasanuddin memiliki Benteneg Pertahanann sebanyak 13 benteng untuk melindungi Ibukota Somba Opu, benteng ujung pandang, benteng galesong (pangkalan laut militer), benteng kale gowa, benteng anak gowa, benteng panakkukang, benteng tallo, benteng garassi, benteng sandrobone, benteng barombong, dimana rata2 benteng ini menghadap ke laut untuk mempertahakan ibu kota kerajaan Gowa Tallo. pada saat kepemimpinan Sultan Hasanuddin Kerajaan Gowa dikenal sebagai negara maritim dan menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian timur. VOC berusaha melakukan monopoli perdagangan atas Kerajaan Gowa. VOC kerap melarang orang Makassar berlayar dan berdagang rempah-rempah. Hal ini menimbulkan gangguan kebebasan perdagangan terhadap rakyat Gowa. Terkait hal ini, Sultan Hasanuddin melakukan perlawanan karena dia menentang keras mengenai hak monopoli yang hendak dijalankan oleh VOC. Belanda ingin memonopoli perdagangan di wilayah Makassar dengan cara yang licik dan membuat masyarakat sengsara. Kerajaan Gowa memiliki pendirian bahwa, Tuhan Yang Maha kuasa telah menciptakan bumi dan lautan. Bumi telah dibagikan di antara manusia, begitu pula lautan telah diberikan untuk umum, tidak pernah terdengar bahwa pelayaran di lautan dilarang bagi seseorang. Jika Belanda melarang hal itu, maka berarti Belanda seolah-olah mengambil nasi dari mulut orang lain. Dalam artian tuhan menciptakan bumi dan lautan untuk digunakan secara bersama oleh seluruh umat manusia, bukan hanya untuk VOC. Itulah sebabnya mengapa Kerajaan Gowa dengan keras menentang usaha monopoli VOC. Bersama Karaeng Bontomarannu, Karaeng Galesong, Karaeng Karunrung, Sultan Bima, Datu Luwu La Settiaraja, Arungmatoa Wajo La Tenri Lai dan beberapa seperjuangan sultan, mereka memimpin perlawanan yang di utus Gubernur Jenderal VOC dari Batavia adalah Laksamana Cornelis Janzoon Speelman dengan kekuatan 21 kapal armada. Sultan Hasanuddin dengan kekuatan armada laut dan meriam anak mangkasara, melakukan perang pertempuran di laut Banda, Laut Makassar, penyitaan 2 kapal Belanda De Leuwin dan De Walfish di Pulau Doang-doangang, dalam pertempuran Laut Banda salah satu perwira VOC tewas yaitu Van den Lubbers tepar pada 1664. VOC Belanda melakukan politik adudomba De Vidide De Impera, dengan mempengaruhi kerajaan kerajaan lokal untuk melawan kesultanan Gowa Tallo. Kerajaan Gowa pun kembali diserang oleh VOC Belanda beserta sekutunya secara bertubi-tubi, hingga akhirnya Kesultanan Gowa terdesak dan semakin melemah. Arung Palakka dan VOC mengajukan usul cease fire kepada Sultan Hasanuddin. Akibat peperangan yang berlarut-larut banyak korban dari pihak Gowa yang gugur, hal ini membuat Sultan Hasanuddin terpaksa menerima usulan tersebut. Maka pada 18 November 1667 Sultan Hasanuddin pun menandatangani perjanjian tersebut, demi nasib rakyat Kerajaan Gowa yang semakin menyedihkan. Melanjutkan peperangan dalam kondisi yang melemah maka dapat mendatangkan kehancuran yang lebih besar bagi rakyat Gowa. Atas hal tersebut Sultan Hasanudin merasa lebih bijaksana untuk mengadakan perdamaian dengan Belanda, perdamaian ini dinamakan ‘Perjanjian Bongaya’. Akan tetapi ini bukan akhir perjuangan Sultan Hasanuddin, meski telah menandatangani perjanjian perdamaian tersebut, Karaeng Karunrung yang sangat membenci VOC terus mendesak Sultan Hasanuddin meneruskan peperangan dengan Belanda. Pada 12 April 1668 peperangan kembali pecah, Sultan Hasanuddin memimpin Gowa dan Speelman memimpin pasukan VOC. Pertempuran ini jauh lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya. Sultan Hasanuddin menggunakan peluru beracun, sehingga pasukan VOC mengalami luka-luka. Speelman yang dianggap gagah berani merasa cemas dan jengkel, dia kemudian meminta kepada pimpinan VOC di Batavia untuk mengirimkan bantuan yang cukup untuk

DPRD Kota Makassar

Ketua DPRD Makassar Hadiri Rapat Forkopimda Bahas Program Kodim 1408/Mks

ruminews.id – Makassar – Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menghadiri rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Markas Kodim 1408/Mks, Selasa (17/6/2025). Rapat ini membahas program kerja dan anggaran Kodim Tahun Anggaran 2025, khususnya terkait pembinaan personel. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA tersebut juga menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 tentang penguatan forum koordinasi pimpinan di daerah. Selain itu, turut dibahas masukan strategis dari komando dan staf Kodim guna mendukung kelancaran tugas teritorial. Dalam kesempatan itu, Supratman menegaskan pentingnya sinergi antarunsur Forkopimda. “Forum seperti ini sangat penting agar seluruh elemen pemerintahan dan keamanan bisa satu suara dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Kota Makassar,” ujarnya. Ia juga menekankan peran vital TNI dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi pertumbuhan kota. “Kodim memiliki tanggung jawab besar dalam penguatan pertahanan wilayah. DPRD siap mendukung program-program yang berorientasi pada ketahanan dan keamanan,” tambahnya. Dalam paparan Kodim 1408/Mks, disampaikan evaluasi program berjalan serta rencana pengembangan kapasitas personel. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sinergi lintas sektoral dalam pelaksanaan tugas kewilayahan. Peningkatan kualitas personel TNI dinilai krusial menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat. Rencana pengembangan mencakup pelatihan serta peningkatan kapabilitas agar personel lebih efektif dan profesional di lapangan. Rapat ditutup dengan komitmen bersama antar pimpinan Forkopimda untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi. Langkah ini diharapkan mampu menghadapi dinamika sosial serta mendukung pembangunan di Kota Makassar.

Ekonomi, Nasional

Pengusaha Muda Makassar Audiensi dengan Menparekraf, Dorong Perkembangan Ekonomi Kreatif di Daerah

ruminews.id, Jakarta- Pengusaha muda asal Makassar, Fadel Syahnur, melakukan audiensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, serta Sekretaris Utama Kemenparekraf, Dessy Ruhati, di kantor Kemenparekraf, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif di daerah, khususnya di Kota Makassar. Fadel, yang juga dikenal sebagai pendiri brand Livinmille dan Tim Ahli di Diskominfo Pemerintah Kota Makassar, menyampaikan pandangan dan aspirasi terkait potensi besar yang dimiliki Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kreatif nasional. “Makassar memiliki ekosistem kreatif yang berkembang pesat, dengan banyak anak muda berbakat dan potensi yang perlu lebih diperhatikan secara nasional. Melalui Livinmille, saya berharap bisa menjadi bagian dari gerakan yang memperkuat posisi Makassar dalam peta ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Fadel. Dalam audiensi tersebut, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat terhadap inisiatif lokal, serta kolaborasi antara pelaku industri kreatif dengan pemangku kepentingan di berbagai level. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kolaborasi strategis yang berkelanjutan dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif, sejalan dengan visi Kemenparekraf untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Soroti Draft RPJMD 2025–2029, Tekankan Isu SDM, Infrastruktur, dan Ekonomi Lokal

ruminews.id – Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2024/2025 di Ruang Paripurna DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (12/6). Rapat tersebut membahas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap penjelasan Wali Kota Makassar mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dua fraksi, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Mulia, menyampaikan catatan kritis sekaligus rekomendasi strategis terhadap draf RPJMD yang diajukan pemerintah kota. Fraksi PKS melalui juru bicaranya, Rezeki Nur, menekankan pentingnya posisi Makassar dalam isu kemanusiaan global, khususnya dukungan terhadap perjuangan Palestina. Ia menilai Makassar perlu tampil sebagai kota yang konsisten menyuarakan solidaritas internasional. Selain itu, PKS mengingatkan agar penyusunan RPJMD mematuhi landasan hukum sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. PKS juga menyoroti kesalahan teknis dalam pidato Wali Kota yang menuliskan tahun RPJMD sebagai 2025–2014. “Hal seperti ini harus dikoreksi karena berpotensi memengaruhi keabsahan produk hukum maupun pengelolaan anggaran,” ujar Rezeki. Catatan lain PKS mencakup indikator daya saing ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan strategi investasi. Mereka meminta perhatian serius pada penguatan UMKM, pemerataan fasilitas usaha, serta kejelasan program pelatihan masyarakat. Bidang pendidikan dan peningkatan kualitas guru juga dianggap penting untuk memastikan keterkaitan antara peningkatan SDM dan penyerapan tenaga kerja. Di sektor infrastruktur, PKS menyoroti persoalan jalan rusak, banjir, dan sanitasi di kawasan padat penduduk. Mereka juga menanyakan dukungan anggaran serta pelibatan komunitas lokal dalam program seni, budaya, dan pariwisata. Sementara itu, Fraksi Mulia melalui juru bicaranya Ray Suryadi Arsyad menekankan bahwa RPJMD tidak boleh sebatas dokumen formal, melainkan harus menjadi pedoman pembangunan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “RPJMD harus mencerminkan realitas warga, bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif,” tegas Ray. Fraksi Mulia mengapresiasi tujuh strategi utama yang tercantum dalam draf RPJMD, namun meminta agar pelaksanaannya berbasis potensi lokal dan efisien. Mereka menyoroti perlunya percepatan pembangunan wilayah pinggiran, penanganan banjir, serta pemerataan layanan dasar. Selain itu, peningkatan pendidikan, keterampilan, dan kapasitas tenaga kerja lokal dinilai sangat mendesak agar sesuai dengan kebutuhan industri. Di sektor ekonomi kreatif, Fraksi Mulia mendorong penguatan seni, budaya, dan pariwisata melalui pelibatan komunitas serta dukungan fasilitas bagi pelaku usaha lokal. Menurut mereka, sektor ini memiliki potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi Makassar. Menanggapi pandangan fraksi, Sekretaris Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menyampaikan apresiasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan menindaklanjuti seluruh catatan DPRD dalam proses penyempurnaan RPJMD. “Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan dokumen yang benar-benar menjawab aspirasi masyarakat,” katanya. Terkait kesalahan teknis pada penulisan tahun RPJMD, Zulkifly mengakui adanya kekeliruan dan memastikan perbaikan dilakukan dalam dokumen final. Ia juga menegaskan bahwa pengembangan SDM, penciptaan lapangan kerja, dan penataan infrastruktur pinggiran telah menjadi prioritas pemerintah kota untuk lima tahun ke depan. Rapat paripurna ini menjadi langkah awal dalam merumuskan arah pembangunan Kota Makassar periode 2025–2029. DPRD berharap RPJMD yang dihasilkan tidak sekadar rencana di atas kertas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dasar warga serta memperkuat daya saing kota.

Daerah, Makassar

Lewat Indonesia Youth Summit 2025 di Makassar: Generasi Muda Ambil Peran Nyata Bangun Indonesia Emas

ruminews.id, MAKASSAR — Indonesia Youth Summit (IYS) 2025 resmi dibuka di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (13/6/2025), dengan mengusung tema “Gen Merah Putih, Pemuda Penggerak Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara yang akan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, bahkan menjadi ajang berkumpulnya ratusan pemuda dari berbagai penjuru tanah air yang membawa semangat perubahan dan inovasi. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi hajatan tersebut. Menurutnya, Indonesia Youth Summit 2025 merupakan forum tahunan yang dirancang sebagai wadah bagi generasi muda Indonesia untuk menyuarakan ide. Juga solusi inovatif, serta menjalin kolaborasi strategis guna mendukung Visi Indonesia Emas 2045 dan Sustainable Development Goals (SDGs). “Generasi muda adalah kekuatan penggerak bangsa. Mereka harus menjadi katalisator dalam transformasi ekonomi, digitalisasi, dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Munafri, Kamis (12/6). Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh perwakilan Konsulat Jenderal dari Australia dan Jepang di Makassar dan duta negara lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan internasional terhadap upaya membangun masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selain itu hadir juga delegasi tamu dari Pemuda Singapura, India, dan Jepang yang akan melakukan sesi Youth Multilateral Forum bersama Delegasi Pemuda Indonesia. Indonesia Youth Summit 2025 membuktikan pentingnya pemanfaatan bonus demografi Indonesia melalui kolaborasi lintas daerah dan pengembangan solusi berbasis ekologi seperti ekonomi sirkular dan energi terbarukan. Salah satu hasil utama dari kegiatan ini adalah lahirnya “Suara Pemuda Indonesia”, sebuah naskah rekomendasi kebijakan yang akan diserahkan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan di daerah masing-masing. “Lewat kegiatan seperti ini, kita harapkan menjadi bukti konkret kontribusi pemuda menuju Indonesia Emas 2045. IYS 2025 lebih dari sekadar forum diskusi, melainkan gerakan nyata menuju perubahan,” harap Appi. Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadis Pora) Makassar, A. Muh. Yasir, menyampaikan bahwa tahun ini terjadi efisiensi jumlah delegasi dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 250 delegasi yang biasanya diundang, jumlahnya kini dikurangi menjadi 150 delegasi resmi. Namun, jumlah pendaftar mencapai 825 orang. “Untuk IYS 2025 ini adalah perhelatan ketiga. Tahun ini kami kurangi jumlah delegasi menjadi 150 karena efisiensi, namun total pendaftar mencapai 825 orang. Selain 150 delegasi resmi, kami juga menerima 300 partisipan umum (general participants),” ujar Kadis Pora. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa 150 delegasi tersebut terdiri dari 23 delegasi asal Makassar, 57 dari wilayah Sulawesi Selatan, dan 58 delegasi dari luar Sulsel yang berasal dari berbagai kabupaten/kota serta anggota Youth City Changers. “Selain itu, ada juga delapan peserta asing yang berasal dari Jepang, Singapura, dan India,” ungkapnya. Dari sisi persiapan, panitia menyatakan hampir seluruh rangkaian sidang dan pembukaan telah rampung. Sejumlah tokoh dan lembaga nasional dan internasional juga telah mengonfirmasi kehadirannya pada acara pembukaan. Yang sudah terkonfirmasi hadir antara lain Bima Arya selaku Wakil Menteri Dalam Negeri, Konjen Jepang, Konjen Australia, serta perwakilan dari AIESEC Indonesia, Hewlett-Packard Indonesia, dan Think Policy Indonesia. Sementara itu, pihak penyelenggara masih menunggu konfirmasi kehadiran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. IYS 2025 menjadi panggung strategis bagi pemuda untuk terlibat aktif dalam isu-isu besar seperti transformasi digital, ekonomi hijau, dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempererat jejaring nasional dan internasional antar generasi muda. (*).   —————— Performance -> *PLOTINGAN NARSUM* Undangan (Kementerian Pemuda dan Olahraga) 1. *Welcoming speech* – Walikota Makassar (Bapak Munafri Arifuddin) > PPT 2. *Keynot Speech* – Direksi APEKSI (Bapak Alwis Rustam) 2. *Policy Townhall* – Wakil Menteri Dalam Negeri (Bapak Bima arya) > Video dan PPT 3. *Intern. Townhall* – Konjen Australia > PPT 4. *Youth Panel Discussion* – ⁠Gemintang Kejora Mallarangeng (Tokoh Pemuda) – ⁠Andi Gita Namira Patigana Haris – Ananda Raehan (Anggota PSM Makassar) 5. *You talks* – Nur Syarif Ramadhan (Yayasan Perdik) – Baso Muhammad Ikram ⁠(Ketua KNPI Kota Makassar) 6. *Social Night* – Aloysius Efraim Leonard – ⁠Presiden AIESEC Indonesia – Aep Syaefullah (HP) Performance -> FADLI PADI FT FANDY WD.

Makassar, Politik

DPRD Makassar Gelar Rapat Paripurna Bahas RPJMD 2025–2029

ruminews.id, Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna Keempat Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2024/2025, Rabu (11/6/2025). Agenda utama dalam rapat tersebut adalah penyampaian penjelasan Wali Kota Makassar terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar Tahun 2025–2029. Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Makassar, Supratman, didampingi para Wakil Ketua DPRD, yakni Andi Suhamika, Anwar Faruq, dan Eric Horas. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam pemaparannya, Wali Kota Munafri menegaskan bahwa penyusunan RPJMD ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis pelayanan publik. Dokumen tersebut disusun untuk menjadi pedoman arah kebijakan pembangunan Kota Makassar selama lima tahun ke depan. “RPJMD ini bukan sekadar janji politik, tetapi rencana nyata yang lahir dari aspirasi masyarakat, disusun dengan landasan visi nasional Indonesia Emas 2045,” ungkap Munafri. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah merumuskan tujuh misi strategis dan 50 indikator Program Strategis MULIA, yang menjadi fondasi arah pembangunan ke depan. Program unggulan tersebut mencakup pembangunan stadion internasional, pendirian creative hub untuk anak muda, digitalisasi layanan publik melalui Makassar Super App, hingga penyediaan air bersih gratis dan jaminan sosial bagi kelompok masyarakat rentan. “Kami ingin Makassar tumbuh dan maju tanpa meninggalkan siapa pun di belakang,” tegas Munafri. Rapat paripurna ini menjadi tonggak awal bagi pembahasan lebih lanjut dokumen RPJMD, yang akan menjadi acuan pembangunan Kota Makassar menuju 2029.

Scroll to Top