Author name: Admin01

Pemerintah Kota Makassar

Munafri Arifuddin Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Ikon Ekonomi Kerakyatan Makassar

ruminews.id – Makassar – Sebanyak 153 pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) se-Kota Makassar mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Bisnis dan Pengajuan Proposal Pinjaman yang digelar di Hotel Claro, 28–30 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kepala Dinas Koperasi, UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, menyebut Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengurus KKMP dalam manajemen, tata kelola, serta penyusunan rencana bisnis yang profesional. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu membangun jejaring usaha dan memiliki daya saing global berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya rencana bisnis yang matang agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, banyak koperasi yang stagnan karena tidak memiliki arah usaha yang jelas. “Jika kita gagal merencanakan, maka sama saja kita merencanakan kegagalan,” ujarnya tegas. Melalui Bimtek selama tiga hari ini, para pengurus KKMP dibekali materi aplikatif mulai dari penguatan manajemen usaha, pengelolaan kemitraan dengan BUMN dan swasta, hingga praktik penyusunan proposal bisnis. Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan pengurus koperasi yang profesional, berintegritas, dan mampu memimpin koperasi secara modern. Munafri berharap, Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat menjadi ikon kebangkitan ekonomi kerakyatan di Makassar—koperasi yang sehat, mandiri, dan berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi warga. Lebih dari sekadar tempat simpan pinjam, KKMP diharapkan mampu menjadi pembantu UMKM serta wadah pendidikan ekonomi di tingkat kelurahan.

Pemerintah Kota Makassar

Appi Bakar Semangat Pemuda di HSP 2025: Kita Tak Lagi Angkat Bambu Runcing, Tapi Angkat Ilmu

ruminews.id – MAKASSAR – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 tingkat Kota Makassar, berlangsung khidmat dan sarat makna, di halaman Balai Kota Makassar, Selasa (28/10/2025). Di tengah semangat kebangsaan yang berkobar, upacara ini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan tekad persatuan sebagaimana diikrarkan para pemuda pada tahun 1928. Upacara yang dipimpin Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menyerukan komitmen bersama untuk melanjutkan estafet perjuangan bangsa melalui aksi nyata generasi muda. Tema Peringatan HSP tahun 2025 adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang mencerminkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam memperkokoh persatuan nasional. Hadir mendampingi wali kota, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makassar, para Kepala SKPD, camat, lurah, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan siswa di Makassar. Dalam amanatnya, Munafri Arifuddin membacakan pidato seragam Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan Indonesia di era yang semakin kompetitif dan penuh tantangan. “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa. Persatuan adalah kekuatan utama kita,” ujar Munafri. Ia mengajak generasi muda Makassar untuk meneladani semangat pemuda 1928 yang mempelopori lahirnya Sumpah Pemuda dengan keberanian, ketulusan, dan komitmen kuat kepada tanah air. ” Hari ini kita berdiri di bawah langit merah putih, langit yang sama yang dulu menaungi para pemuda 1928,” kutipan Appi penuh semangat. “Mereka Pemuda dulu tidak banyak bicara, mereka berani, mereka bersumpah, dan menepatinya dengan darah dan nyawa,” tambah orang nomor satu Makassar itu, dengan lantang di hadapan peserta upacara. Lebih lanjut, Munafri menegaskan, tantangan bangsa saat ini tidak lagi berupa peperangan fisik, tetapi kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan integritas sumber daya manusia. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama. Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah,” tegasnya. Sebagai Wali Kota, membacakan teks tersebut, Appi juga menyinggung perkembangan zaman yang bergerak cepat dan penuh dinamika global. Namun Appi menyatakan optimis bahwa masih banyak pemuda Indonesia yang memiliki semangat patriotik. “Di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita,” tuturnya. “Kita butuh pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, beretika, dan memiliki kepedulian sosial,” lanjutnya. Mantan Bos PSM itu menyampaikan pesan inspiratif yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Seperti yang selalu ditekankan Presiden, jangan takut bermimpi besar dan jangan takut gagal. “Karena Pemuda bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” katanya. Dengan penuh semangat, Munafri kemudian mengajak seluruh peserta upacara memperkukuh persatuan Indonesia melalui aksi nyata. “Mari kita jaga api perjuangan ini. Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar. Demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. Salam Pemuda,” pungkasnya. Upacara didilakukan dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, pembacaan teks UUD 1945, pengibaran bendera Merah Putih, diakhiri foto bersama.

Ekonomi, Opini

“Dari B2B ke B2E”-(Kronik Satire Ekonomi ala Whoosh)

ruminews.id – Kalau bicara soal kereta cepat Whoosh, rasanya yang paling ngebut bukan keretanya, tapi drama soal utangnya. Dulu waktu proyek ini diumumkan, semua tampil gagah bilang ini skemanya murni B2B (Business to Business). Katanya proyek modern, profesional, tanpa beban APBN, tanpa campur tangan negara. Tapi entah kenapa, begitu cicilan mulai datang dan bunga pinjaman beranak, tiba-tiba formatnya berubah jadi versi lokal: B2B (Business to Budget). Begitu duit seret, langsung melirik APBN dengan pandangan penuh harap, seolah negara itu dompet ajaib yang selalu siap menalangi ambisi yang kebablasan. Padahal kalau namanya B2B, logikanya sederhana. Yang untung ya perusahaan, yang rugi ya tanggung sendiri. Tapi di sini, logika kadang cuma hiasan presentasi. Begitu neraca keuangan mulai panas, langsung berubah jadi B2G (Business to Government). Kalau untung, semua teriak “swasta hebat!” tapi kalau rugi, narasinya berubah jadi “demi kepentingan nasional.” Mirip mahasiswa yang ngaku hidup mandiri, tapi begitu tanggal tua, kode SOS ke rumah bunyi terus. Saya khawatir nanti akan muncul lagi versi upgrade-nya, B2C (Business to Citizen). Ini yang paling lucu dan ironis. Ketika bisnis mulai megap-megap, rakyat disuruh ikut patungan lewat pajak. Jadi, untungnya privat, buntungnya publik. Lama-lama kita bisa punya sistem ekonomi baru; “gotong royong bayar kegagalan orang lain” Dan bisa jadi akan ada lagi versi yang lebih kocak: B2D (Business to Debt). Bisnis yang bukan lagi soal mencetak laba, tapi mencetak cicilan. Proyeknya disebut “investasi masa depan,” tapi masa depan itu sendiri dijadikan jaminan utang. Seolah-olah utang bukan beban, tapi tradisi kebangsaan yang harus dirawat tiap tahun. Kalau terus begini, nanti bisa naik tingkat jadi B2D lokal (Business to Dukun Anggaran) yg skemanya berharap mantra fiskal bisa menutup defisit tanpa keringat. Puncak evolusinya mungkin berakhir pada B2E (Business to Excuse). Di fase ini, setiap kali proyeknya bermasalah, yang keluar bukan solusi tapi alasan yakni demi kebanggaan nasional, demi konektivitas, demi transfer teknologi, demi segala hal kecuali akuntabilitas. Di sini angka bukan lagi alat ukur, tapi bahan dongeng. Jadi kalau hari ini masih ada yang minta APBN dipakai buat nutup utang proyek yang katanya B2B, pertanyaannya sederhana; ini proyek bisnis, atau stand-up comedy ekonomi? Karena kalau terus begini, bukan cuma kereta yang Whoosh meluncur cepat, tapi juga uang rakyat yang wusshh… meluncur pergi, meninggalkan kita semua di stasiun. Akhirnya, kita hanya bisa menatap rel panjang yang dibangun dari logika yang entah ke mana perginya.

Pemerintah Kota Makassar

Kominfo Makassar Gelar Bimtek Satu Data untuk Tingkatkan Akurasi Statistik Sektoral

ruminews.id – Makassar,- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Statistik Sektoral sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia. Berlangsung di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (27/10/2025). Mengusung tema “Optimalisasi Pengisian Metadata untuk Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang Akurat, Efektif & Terpadu”, acara ini diikuti perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku produsen data. Kepala Bidang Pengelolaan Data Elektronik dan Statistik, Dinas Kominfo Makassar, Suhendra, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya kualitas data dalam penyusunan kebijakan. “Data yang bernilai bukan hanya sekadar angka di atas kertas. Nilai sejati data terletak pada bagaimana ia dikelola, didokumentasikan, dan dimaknai secara benar untuk mendukung kebijakan yang tepat,” ujarnya. Menurutnya, pengelolaan data yang profesional akan memperkuat fondasi kebijakan berbasis bukti. Suhendra menegaskan, penerapan prinsip Satu Data Indonesia menjadi langkah penting mewujudkan tata kelola data yang efektif dan terpadu. Melalui kegiatan ini, Dinas Kominfo berharap kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di Makassar semakin meningkat. “Kami ingin memastikan setiap data yang dihasilkan OPD memiliki nilai, akurasi, dan manfaat bagi pembangunan kota,” tutup Suhendra. Diketahui, kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pengisian metadata statistik sektoral Kota Makassar. Metadata tersebut akan menjadi dasar penyusunan Buku Metadata Statistik Sektoral Tahun 2025. Selain itu, juga untuk memenuhi indikator kinerja kunci (IKK) Pemerintah Kota Makassar. Terutama pada aspek ketersediaan metadata statistik sektoral dan penerapan prinsip Satu Data Indonesia. Dua narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dihadirkan untuk memperkuat pemahaman peserta. Mereka adalah Wiena Hardian Pratama dan Daris Azhar. Wiena menjelaskan pentingnya keseragaman standar metadata antarinstansi. Menurutnya, metadata yang lengkap akan memastikan data lebih mudah dibaca, diverifikasi, dan diintegrasikan. Sementara itu, Daris Azhar menekankan peran koordinasi antar-OPD dalam menjaga konsistensi data sektoral. “Sinergi menjadi kunci agar data dari berbagai sektor dapat dipadukan secara efektif,” ujarnya. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi terkait metadata. Mereka juga mendapat arahan langsung terkait teknis penyusunan format metadata sektoral.

Opini, Politik

Bahlil, Antara Rasisme dan Amanah Pasal 33 (Refleksi Jelang Peringatan Hari Sumpah Pemuda)

ruminews.id – Ketika bangsa ini kembali menatap tanggal 28 Oktober—hari di mana para pemuda bersumpah setia pada satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa—kita diingatkan pada amanah konstitusi yang tak kalah fundamental: Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal ini bukan sekadar susunan kalimat hukum, melainkan janji sosial bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dalam konteks itulah sosok Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjalankan tugas berat. Di bawah kepemimpinannya, Kementerian ESDM menggerakkan program hilirisasi, memperluas akses energi hingga ke pelosok, membuka kesempatan bagi koperasi, UMKM, dan organisasi keagamaan untuk ikut mengelola tambang, serta memastikan sumber daya alam tidak hanya menjadi komoditas bagi segelintir elite, melainkan tumpuan hidup rakyat banyak. Langkah-langkah itu adalah upaya nyata untuk menghidupkan kembali semangat Pasal 33: negara sebagai pengelola dan penjaga keadilan ekonomi. Ketika energi menjadi terang bagi desa-desa, ketika tambang membawa kemaslahatan bagi masyarakat sekitar, dan ketika keuntungan sumber daya dirasakan lintas wilayah, maka konstitusi bukan lagi teks, melainkan kenyataan. Namun, di tengah kerja besar itu, Bahlil menghadapi sisi gelap bangsa ini yang belum sepenuhnya kita taklukkan: rasisme. Rasisme, Luka yang Masih Menganga Rasisme di Indonesia sering kali muncul dalam bentuk halus—candaan, stereotip, atau komentar bernada merendahkan. Namun dalam kasus Bahlil, serangan itu tampil telanjang: hinaan terhadap warna kulit, asal daerah, bahkan latar sosial. Ia menjadi sasaran ujaran kebencian yang menodai martabat kemanusiaan dan menyinggung nurani bangsa. Ironisnya, peristiwa itu terjadi di tengah upaya pemerintah menegakkan amanah konstitusi dan mewujudkan keadilan sosial. Hinaan semacam itu bukan hanya menyakiti seorang menteri, melainkan mencederai cita-cita Sumpah Pemuda—bahwa kita satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air. Bahlil merespons dengan ketenangan. Ia tidak membalas, tidak melapor dengan amarah, tetapi memaafkan. “Saya biasa dihina sejak kecil, saya bukan anak pejabat,” katanya. Sikap ini menunjukkan kualitas seorang pemimpin yang matang: tegas dalam kebijakan, lembut dalam hati. Di tengah derasnya gelombang kebencian di ruang publik, sikap memaafkan justru menjadi bentuk tertinggi dari kekuatan moral. Rasisme bukan hanya persoalan personal; ia cermin dari kegagalan kolektif kita memahami makna kebangsaan. Bila seorang putra bangsa yang memegang amanah publik masih diserang karena identitasnya, maka kita sedang mundur dari nilai yang diperjuangkan pemuda 1928. Sumpah Pemuda dan Panggilan Moral Bangsa Menjelang peringatan Sumpah Pemuda ke-97, bangsa ini dituntut untuk tidak hanya menghafal teks sejarah, tetapi juga menghidupkan maknanya. Sumpah Pemuda bukan sekadar momentum seremonial, melainkan kompas moral yang mengingatkan bahwa persatuan Indonesia tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari keberagaman yang saling menghormati. Kita harus berani menolak ujaran kebencian, menghapus diskriminasi rasial dari ruang publik, dan memastikan setiap kebijakan negara berpihak pada rakyat tanpa memandang asal-usul. Pendidikan multikultural di sekolah, etika digital di dunia maya, dan keteladanan pemimpin menjadi fondasi baru bagi persatuan nasional. Bahlil Lahadalia menjadi simbol dari dua ujian besar bangsa ini: bagaimana mengelola kekayaan alam dengan adil sekaligus menjaga kemanusiaan dari luka rasisme. Dari dirinya kita belajar bahwa tugas seorang pemimpin bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun karakter bangsa. Ia menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi tanpa kematangan moral akan kehilangan maknanya. Menjelang 28 Oktober, marilah kita refleksikan ulang arti persatuan. Persatuan tidak berarti tanpa perbedaan, dan perbedaan tidak boleh melahirkan kebencian. Ketika rasisme telah kita singkirkan, dan ketika amanah Pasal 33 benar-benar dijalankan untuk kesejahteraan rakyat, maka janji para pemuda 1928 akan kembali hidup di antara kita—bukan sekadar dalam pidato, tetapi dalam tindakan.

Gowa, Kesehatan

SAPMA PP Gowa Gelar Aksi Sosial Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut HUT Pemuda Pancasila ke-66 dan Hari Sumpah Pemuda.

ruminews.id – Gowa – 27 Oktober 2025, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pemuda Pancasila ke-66 sekaligus Hari Sumpah Pemuda, Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa bersama KOTI Mahatidana, Farkes Reformasi, PMI Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kecamatan Somba Opu menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, Senin (27/10/2025). Kegiatan yang digelar di wilayah Kecamatan Somba Opu ini mendapat antusiasme tinggi dari warga sekitar. Ratusan masyarakat berpartisipasi mendonorkan darah serta memeriksakan kesehatan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ketua SAPMA PP Gowa, Sigit, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan aksi nyata Pemuda Pancasila terhadap masyarakat. ” Ini adalah aksi sosial kami sebagai wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. Melalui momentum HUT Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda, kami ingin mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan peduli terhadap sesama melalui donor darah,” ujar Sigit. Sementara itu, Ketua Farkes Reformasi, Dr. dr. Muji, menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara organisasi kepemudaan dan tenaga medis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. “ Kami ingin menunjukkan bahwa kesehatan adalah bagian penting dari pembangunan bangsa. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat,” jelasnya. Dari unsur KOTI Mahatidana, Agussalim, selaku Komandan KOTI, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial tersebut. “Pemuda Pancasila tidak hanya hadir dalam gerakan moral, tapi juga aksi kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat,” ungkapnya. Camat Somba Opu, Nuraeny Apriyani, turut mengapresiasi inisiatif kegiatan yang digelar di wilayahnya. “Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, kesehatan, dan pemerintah daerah menjadi contoh baik bagi masyarakat dalam memperingati momen bersejarah bangsa,” tuturnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini, SAPMA PP Gowa berharap semangat kepemudaan dan nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang!

Pangkep

dr. Andi Nusawarta: Fun Run 5.7 Ini Bukti Semen Tonasa Tumbuh Bersama Masyarakat Pangkep

ruminews.id – Pangkep, 26 Oktober 2025 — Fajar baru saja menyingkap tirai langit, Udara pagi yang masih lembut disapa embun menjadi saksi riang ribuan jiwa yang menyatu dalam satu irama: Semen Tonasa Fun Run 5.7. Di antara gelombang manusia yang berlari dengan wajah berbinar, tampak sosok Komisaris PT Semen Tonasa, dr. Andi Nusawarta, turut menapaki lintasan, seakan ingin merasakan denyut energi yang mengalir di antara para peserta. Komisaris PT Semen Tonasa, dr. Andi Nusawarta, turut ambil bagian dalam kegiatan Semen Tonasa Fun Run 5.7 yang digelar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Minggu pagi. Acara ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari karyawan, komunitas olahraga, hingga masyarakat umum yang antusias memeriahkan kegiatan tersebut. Fun Run 5.7 yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-57 PT Semen Tonasa ini mengambil rute mengelilingi kawasan Semen Tonasa hingga Kegiatan ini mengusung semangat kebersamaan, gaya hidup sehat, dan mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan itu, dr. Andi Nusawarta menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat. “Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang memperkuat silaturahmi antara Semen Tonasa dan warga Pangkep. Kami ingin terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya. Suasana penuh kegembiraan tampak di sepanjang acara. Selain lomba lari, panitia juga menyediakan berbagai hiburan, doorprize menarik, serta stand UMKM lokal yang menambah semarak kegiatan. Melalui Fun Run ini, Semen Tonasa menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan yang tak hanya fokus pada industri semen, tetapi juga peduli terhadap kesehatan dan kebahagiaan masyarakat Pangkep.

Pendidikan

Dosen UNESA Dampingi Sekolah di Malang Bangun Branding Lewat Media Sosial

ruminews.id – Malang, 17 Juni 2025 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital dunia pendidikan. Melalui kegiatan bertajuk “Pengembangan Keterampilan Social Media Marketing untuk Mendukung Branding Sekolah di SMA Hasanuddin Wajak Malang”, tim dosen UNESA membantu sekolah beradaptasi dengan perubahan era digital melalui strategi branding dan pelatihan keterampilan pemasaran digital. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, (17/06/2025) dimulai pukul 07.00 WIB, yang diikuti oleh guru serta siswa SMA Hasanuddin Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diinisiasi oleh tim PKM yang diketuai oleh Dr. Muhammad Fachmi, S.E., M.M., bersama empat dosen anggota, yakni Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., Dr. Ratih Amelia, S.E., M.M., Fresha Kharisma, S.E., M.SM., dan Ika Diyah Candra Arifah, S.E., M.Com. Kegiatan turut dibuka oleh Kepala Sekolah, Ratna Faradisa, M.Pd., yang menyampaikan apresiasinya atas kerja sama dengan UNESA. Kegiatan PKM dirancang secara partisipatif dan aplikatif, dengan melibatkan pemateri oleh Nadia Nur Thahirrah, S.E., M.SM., dosen muda Program Studi S1 Bisnis Digital UNESA. Materi yang diberikan mencakup pembuatan konten kreatif dan menarik (poster, reels, caption edukatif), pemanfaatan aplikasi desain digital seperti Canva dan CapCut, strategi penggunaan hashtag dan peningkatan engagement, serta penjadwalan konten dan analisis insight di Instagram dan Facebook. “Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam bidang social media marketing, yang pada akhirnya mampu meningkatkan citra sekolah melalui promosi digital yang efektif, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan era digital,” ujar Nadia. Ketua Tim PKM, Dr. Muhammad Fachmi, S.E., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang berkelanjutan. “Melalui kegiatan PKM, kami ingin membantu sekolah-sekolah agar lebih siap menghadapi persaingan era digital. Guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga kreator konten yang mampu memperkuat citra positif sekolah,” jelasnya. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Guru dan siswa secara langsung mempraktikkan pembuatan konten promosi sekolah yang diunggah ke akun resmi media sosial SMA Hasanuddin Wajak. Hasil karya mereka menunjukkan kreativitas, kolaborasi, dan pemahaman baru terhadap strategi branding digital, menjadi modal penting dalam memperkuat citra sekolah di ranah digital.

Nasional

Kawendra Lukistian: Kejujuran Produk Aqua Harus Dipertanggungjawabkan!

ruminews.id – Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, menanggapi soal temuan bahwa sumber air produk Aqua di Subang diduga berasal dari sumur bor, bukan mata air pegunungan sebagaimana diklaim perusahaan selama ini. Menurut Kawendra, temuan tersebut menyangkut hak dasar konsumen atas kejujuran informasi. Ia menilai, perusahaan sebesar Danone-Aqua seharusnya menjunjung tinggi transparansi dalam menyampaikan asal-usul produknya kepada masyarakat. “Temuan bahwa sumber air Aqua di Subang berasal dari sumur bor, bukan mata air pegunungan sebagaimana diklaim, adalah persoalan serius,” tegas Kawendra dalam keterangan resminya, Kamis (23/10/2025). Kawendra menambahkan, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) perlu turun langsung untuk memastikan kebenaran temuan tersebut. Jika terbukti ada pelanggaran terhadap prinsip kejujuran dan perlindungan konsumen, ia mendesak agar langkah tegas segera diambil. “Saya selaku anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra meminta BPKN mendalami hal tersebut, dan bila terbukti ada pelanggaran, kami harap bisa langsung tindakan tegas,” ujarnya. Politisi muda itu juga menekankan pentingnya integritas dalam praktik bisnis, terutama bagi perusahaan besar yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. “Kepercayaan publik tidak boleh dikorbankan demi keuntungan bisnis. Sekali publik kehilangan kepercayaan, akan sangat sulit untuk memulihkannya,” kata Kawendra menegaskan. Persoalan ini mencuat setelah, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak di pabrik Aqua di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Saat sidak di pabrik Aqua Subang ia menemukan bahwa air yang digunakan berasal dari sumur bor dalam (deep well), bukan dari mata air alami sebagaimana digambarkan dalam iklan. Sumber : Gerindra.id

Pemerintah Kota Makassar

Lewat Bimtek SPBE, Pemkot Makassar Dorong Tata Kelola Digital Terpadu

ruminews.id – MAKASSAR,- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar Bimbingan Teknis Penyusunan Arsitektur Sistem Informasi dan Arsitektur SPBE di Aston Hotel Makassar, Kamis (23/10/2025). Kegiatan dengan tema “Mewujudkan Smart Governance melalui Arsitektur dan Peta Rencana SPBE yang Terpadu” ini diikuti perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar. Sekretaris Dinas Kominfo Makassar, Ismawaty Nur, dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi lintas perangkat daerah dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). “Keberhasilan SPBE bukan hanya tanggung jawab Dinas Kominfo semata, tetapi hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan,” tuturnya. Menurut Ismawaty, integrasi sistem, keseragaman data, dan keselarasan arah pembangunan teknologi informasi harus menjadi perhatian bersama. “Integrasi sistem dan keseragaman data harus menjadi semangat kita dalam membangun ekosistem digital pemerintahan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga menyebut bahwa arsitektur dan peta rencana SPBE akan menjadi acuan bagi setiap perangkat daerah dalam merencanakan dan mengembangkan sistem informasi. Peserta forum turut menerima paparan teknis mengenai penyusunan peta rencana SPBE yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat, agar implementasi SPBE dapat berjalan sesuai standar nasional dan saling terhubung antarinstansi. Pembicara kedua, Muzzaman Almadani, Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, menjelaskan pentingnya SPBE dalam tata kelola pemerintahan yang efisien. “Implementasi SPBE merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” katanya. Menurutnya, integrasi data menjadi hal penting agar proses bisnis pemerintahan dapat berjalan terpadu dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. “SPBE tidak hanya berbicara soal digitalisasi layanan publik, tetapi juga tentang keterhubungan antar-sistem informasi yang dikembangkan oleh perangkat daerah,” tambahnya. Selain penyampaian materi, forum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi terhadap pelaksanaan SPBE di beberapa OPD. Peserta berdiskusi mengenai berbagai kendala dan upaya peningkatan koordinasi antarunit kerja. Diakhir sesi, Muzzaman Almadani turut mengarahkan dan memandu peserta terkait pengisian arsitektur SPBE domain proses bisnis ke dalam aplikasi SIA SPBE. Diketahui, forum Smart City kali ini memperkuat komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mengimplementasikan SPBE secara terpadu. Diharapkan setiap perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama dalam mengembangkan sistem pemerintahan berbasis elektronik di Kota Makassar.

Scroll to Top