21 November 2025

Daerah, Gowa, Makassar, Nasional

Kolaborasi Insinyur Muda dan Mahasiswa UINAM Dorong Mutu Proyek Strategis dan Layanan Perumahan Publik

ruminews.id – ​Makassar, 21 November 2025 – Tiga organisasi dalam satu kolaborasi, yaitu Forum Insinyur Muda (FIM) PII Sulawesi Selatan (Sulsel), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UINAM, dan Forum Anggota Mahasiswa (FAM) PII UINAM, sukses berkolaborasi dalam kegiatan strategis. Acara ini mengusung tema “Penguatan Peran, Kompetensi, dan Teknologi Profesi untuk Menjamin Mutu Proyek Strategis Nasional dan Layanan Perumahan Publik”. ​Kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi peran Insinyur dalam proyek strategis nasional, sekaligus memastikan kesiapan dan kompetensi insinyur muda dalam mengawal mutu dan kualitas konstruksi demi mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Dalam Penyampaian Materinya, Ketua FIM PII Sulawesi Selatan yang sekaligus Anggota DPR-RI Komisi V, Ir. Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc, menyoroti urgensi infrastruktur yang berorientasi pada pembangunan regional. ​“Kami berharap ada integrasi transportasi antar daerah yang menghubungkan beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Infrastruktur semacam ini tidak hanya akan menjadi solusi pengurangan kemacetan, tetapi juga berpotensi besar menjadi pembangkit ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Ir. Teguh. Diskusi inti dalam acara ini berfokus pada peran Insinyur (Engineer) sebagai penjamin mutu dan kualitas (quality control) proyek konstruksi, termasuk optimalisasi peran PII melalui inisiatif “Klinik PKP”. Klinik ini diharapkan menjadi pusat layanan konsultasi teknis dan sarana bagi masyarakat untuk menerapkan teknologi digital, demi meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pelaksanaan proyek, termasuk program perumahan publik. Kegiatan ini disambut antusias oleh para mahasiswa sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas diri. ​Ketua DEMA Saintek, Muh. Alwi Nur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan investasi penting bagi masa depan mereka. “Kegiatan ini adalah langkah awal yang fundamental bagi mahasiswa. Ini merupakan persiapan penting untuk menghadapi tantangan dunia keprofesian yang kompleks dan dinamis di masa mendatang,” tegas Muh. Alwi Nur. ​Acara ini menegaskan komitmen bersama antara organisasi profesi, mahasiswa, dan akademisi dalam mencetak insinyur yang unggul, profesional, dan berintegritas tinggi untuk mengawal pembangunan nasional.

Daerah, Hukum, Makassar

GMPH Sul-Sel Desak Kejati: Pj Gubernur 2023–2024 Diminta Turut Diperiksa dalam Dugaan Korupsi Nanas 60 M

ruminews.id, Makassar – Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum (GMPH) Sulawesi Selatan kembali mengarahkan sorotan publik terhadap perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi proyek bibit nanas senilai Rp60 miliar yang berlokasi di Desa Jangan-Jangan, Kabupaten Barru. Kasus yang telah menyita perhatian masyarakat ini dinilai penuh tanda tanya dan membutuhkan langkah hukum yang lebih terbuka dan tegas dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. GMPH Sul-Sel mengapresiasi tindakan progresif Kejati Sul-Sel yang telah melakukan penggeledahan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sul-Sel, serta kantor BKAD Provinsi Sul-Sel. Langkah ini dianggap sebagai sinyal awal bahwa Kejati mulai serius membuka tabir penggunaan anggaran jumbo yang dinilai janggal tersebut. Namun apresiasi itu tak lantas menutup pandangan kritis GMPH. Mereka menegaskan bahwa Kejati, khususnya bagian Pidsus, harus berani melangkah lebih jauh dan tidak berhenti pada level dinas saja. Mahasiswa mendesak agar Kejati turut memeriksa Pj Gubernur Sul-Sel periode 2023–2024, Bahtiar Baharuddin, serta adanya dugaan keterlibatan di antara lain Mantan Bupati Barru Suardi Saleh yang menjabat selama 2 priode 2017-2021 dan 2021-2025 yang di duga terlibat di dalam kasus bibit nanas 60 miliar mengingat program kerja pada masa tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan proyek bibit nanas yang kini dipersoalkan. Menurut GMPH, transparansi penegakan hukum adalah harga mati. Mereka mempertanyakan mengapa sejumlah pihak yang dianggap memiliki posisi strategis dalam program tersebut belum tersentuh proses pemeriksaan. Mahasiswa menilai, tanpa membuka seluruh mata rantai kebijakan, penanganan kasus ini berpotensi berjalan pincang dan menyisakan kecurigaan publik. Sebagai tindak lanjut, GMPH Sul-Sel menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat, guna memastikan perkara ini tidak berhenti di tengah jalan dan seluruh pihak yang berpotensi mengetahui atau terlibat dalam proses penganggaran dapat dimintai keterangan secara terang benderang.

Hukum, Nasional, Opini, Pendidikan

Greenwashing dan Cultural Bleeding Politik Indonesia

ruminews.id – Dalam lanskap politik Indonesia kontemporer, dua gejala kembar semakin menonjol yaitu greenwashing politik dan cultural bleeding. Keduanya bukan sekadar istilah akademik, melainkan cara baru membaca bagaimana kekuasaan bekerja bukan melalui program konkret, tetapi melalui kosmetika naratif yang menciptakan ilusi moralitas. Politik dikemas sebagai “pelayanan publik”, tetapi realitasnya sering kali memantulkan pembusukan etis yang menggerogoti sendi demokrasi. Greenwashing politik di Indonesia mengambil bentuk janji-janji populis yang dibungkus jargon keberpihakan, seolah-olah seluruh kebijakan dirancang untuk rakyat kecil. Kandidat yang tidak pernah bersentuhan dengan problem struktural tiba-tiba tampil dengan citra kesederhanaan: naik motor ke pasar, mendadak merakyat di hadapan kamera, atau meminjam simbol-simbol kerakyatan untuk menutupi relasi kuasa oligarkis di balik layar. Narasi ekologis dan etis dipakai secara kosmetik bukan sebagai komitmen, tetapi sebagai alat branding politik. Di sisi lain, cultural bleeding menggambarkan luka budaya yang perlahan mengalir, peluruhan nilai-nilai dasar politik Indonesia yaitu pengabdian, amanah, dan tanggung jawab moral. Ketika politik tidak lagi dianggap sebagai tugas etis (politics as duty), tetapi sebagai lahan transaksi (politics as opportunity), budaya politik pun mengalami pendarahan. Yang bocor bukan hanya integritas individu, tetapi juga sistem nilai publik yang selama ini menjadi fondasi demokrasi. Fenomena ini tampak jelas dalam ritual elektoral. Survei politik menjadi alat legitimasi sekaligus instrumen intimidasi psikologis. Hasil survei tertentu dipoles sedemikian rupa hingga menyerupai realitas, padahal sering kali hanyalah peta buatan yang dirancang untuk mempengaruhi persepsi publik. Inilah fase di mana predator politik berkolaborasi dengan lembaga survei untuk melakukan electoral greenwashing yaitu mengaburkan fakta melalui angka – angka yang tampak ilmiah. Akibatnya, publik berada dalam situasi paradoks: percaya pada angka, tetapi kehilangan kepercayaan terhadap proses; percaya pada demokrasi, tetapi ragu pada para pengembannya. Terjadi pendarahan budaya politik, di mana masyarakat mulai menerima kebohongan sebagai kewajaran dan manipulasi sebagai bagian dari rutinitas pemilu. Politik kehilangan sakralitasnya sebagai panggilan pengabdian. Di tengah erosi nilai tersebut, pertanyaan mendesak muncul, Apakah demokrasi Indonesia masih memiliki ruang untuk memperbaiki diri? Jawabannya bergantung pada kemampuan kita memulihkan politik sebagai tugas moral, bukan sekadar kompetisi kosmetik. Demokrasi membutuhkan lebih dari sekadar prosedur elektoral; ia menuntut integritas budaya dan keberanian etis untuk menolak greenwashing politik dalam segala bentuknya. Jika tidak, maka cultural bleeding akan terus berlangsung secara perlahan, sunyi, namun mematikan. Dan politik sebagai pengabdian hanya akan menjadi kenangan normatif tentang sesuatu yang pernah kita miliki, tetapi gagal kita jaga

Daerah, Makassar

Vonny Ameliani Soan ke Para Senior KNPI, Menautkan Silaturahmi dan Menguatkan Konsolidasi

ruminews.id, Makassar — Dalam senyap sore yang mengalun pelan di Kota Daeng, langkah Vonny Ameliani Suardi kembali menapaki jejak para seniornya. Ada rasa hormat yang dibawa, ada tekad yang disimpan, dan ada harapan yang ia titipkan pada setiap salam yang terjabarkan. Hari ini, ia bersilaturahmi sekaligus melakukan konsolidasi dengan sejumlah tokoh lintas generasi di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sebagai bagian dari ikhtiar membangun energi besar pemuda Sulawesi Selatan. Salah satu pintu yang ia ketuk adalah kediaman Nimatullah, tokoh yang namanya telah mengisi banyak lembar perjalanan pergerakan. Dikenal sebagai politisi, aktivis, sekaligus alumni KNPI Sulsel, Nimatullah adalah sosok yang dalam pandangan banyak anak muda, merupakan mata air pengalaman jernih, deras, dan memberi arah. Pertemuan keduanya berlangsung hangat. Seperti dua gelombang yang saling menyapa di tepian pantai, percakapan itu mengalir tanpa sekat: tentang sejarah pergerakan pemuda, tentang tantangan lintas waktu, hingga tentang kebutuhan KNPI untuk berdiri kokoh sebagai rumah besar yang memayungi keberagaman visi generasi. Vonny datang tidak hanya membawa diri, tetapi membawa kesungguhan. Dalam dirinya, para senior melihat kobaran yang belum padam, semangat baru yang ingin menyambung benang panjang estafet kepemimpinan. Sementara Vonny sendiri, dengan segala hormat, menimba petuah dari mereka yang telah lebih dulu menempuh jalan panjang organisasi. “Silaturahmi adalah nadi organisasi,” begitu kira-kira yang terpantul dari suasana pertemuan itu. Bahwa kekuatan KNPI bukan hanya terletak pada nama besar, tetapi pada kelapangan hati untuk saling merawat hubungan, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Di akhir pertemuan, Vonny meninggalkan rumah Nimatullah dengan langkah yang lebih teguh. Ada sinar keyakinan yang tumbuh, bahwa perjalanan konsolidasi ini bukan sekadar ritual politik organisasi, melainkan upaya menyulam kembali jati diri pemuda Sulsel: kuat dalam persaudaraan, matang dalam gagasan, dan kokoh dalam komitmen. Dan di langit Makassar yang mulai temaram, tersimpan harapan bahwa generasi yang datang tidak hanya berjalan, tetapi bergerak dengan kesadaran, menghormati akar, dan menyiapkan cahaya untuk masa depan.

Daerah, Gowa

Komisariat Syariah Cagora: “Vikram Syahrir Kader Terbaik Disiapkan Jadi KETUM HMI CAGORA”

ruminews.id, Gowa – Menjelang Konferensi Cabang ke-XII HMI Cabang Gowa Raya, tensi politik internal semakin menguat. Berbagai kepentingan mulai bergerak, dan arah masa depan organisasi kembali dipertanyakan. Di tengah situasi tersebut, HMI Komisariat Syariah dan Hukum menyatakan sikap tegas: mengusung dan memperjuangkan kemenangan Muh. Vikram Syahrir As atau Viki sebagai Ketua Umum HMI Cagora. Iksan, salah satu kader aktif Komisariat Syariah, menegaskan bahwa dukungan ini lahir dari pembacaan objektif terhadap peta politik dan kualitas kepemimpinan para kandidat. “Viki adalah kader terbaik yang disiapkan untuk memimpin Gowa Raya” “Konfercab kali ini bukan ruang eksperimen. HMI Cagora butuh figur yang kuat, visioner, dan tidak dapat ditarik oleh kepentingan-kepentingan pragmatis. Kami melihat tidak ada jalan lain untuk menyudahi kegaduhan politik internal kecuali menerima Viki sebagai solusi final bagi masa depan kepemimpinan HMI Cagora,” ujar Iksan. Menurutnya, dinamika yang terjadi selama beberapa periode terakhir menunjukkan bahwa organisasi tidak bisa lagi dipimpin oleh figur kompromistis yang rentan terhadap tekanan kelompok. Cagora membutuhkan pemimpin yang mampu memotong konflik, bukan menjadi bagian darinya. Komisariat Syariah menilai Muh. Vikram Syahrir As adalah sosok yang memiliki ketegasan politik, kedewasaan berpikir, serta rekam jejak advokasi dan kaderisasi yang tidak diragukan. Nilai itulah yang diyakini mampu membawa Cagora keluar dari stagnasi, sekaligus mengembalikan wibawa organisasi sebagai poros gerakan mahasiswa paling strategis di Gowa Raya. Pernyataan dukungan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Koalisi Syariah siap berada di garis depan dalam pertarungan politik Konfercab. Bagi mereka, kemenangan bukan hanya soal mengangkat figur, tetapi memastikan bahwa HMI Cagora dipimpin oleh kader yang mampu mengonsolidasikan kembali integritas organisasi. Dengan demikian, Komisariat Syariah dan Hukum menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh pencalonan Vikram, serta mengajak seluruh komisariat dan kader HMI se-Cagora untuk memilih pemimpin yang bukan hanya populer, tetapi benar-benar mampu memimpin.

Daerah, Hukum, Palu, Pemerintahan, Uncategorized

Kematian Afif Siraja Getarkan Emosi Publik: Kuasa Hukum Mendesak Polda Sulteng Rilis Hasil Otopsi

ruminews.id, Palu – Kematian Afif Siraja, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sesama kader, dan masyarakat luas. Di tengah duka yang masih terasa kuat, kuasa hukum keluarga mendesak Polda Sulawesi Tengah untuk segera merilis hasil otopsi sebagai bentuk keadilan dan transparansi yang selama ini diharapkan banyak pihak. Gelombang Kesedihan yang Belum Reda Bagi masyarakat yang mengenal Afif, kepergiannya terasa terlalu cepat dan meninggalkan banyak tanda tanya. Warga dan para kader HMI merasakan kehilangan bukan hanya seorang sahabat, tetapi seorang anak muda yang dikenal aktif, penuh semangat, dan selalu berdiri pada nilai perjuangan organisasi. Kehilangan yang tiba-tiba ini menimbulkan gejolak emosional antara kesedihan, kebingungan, hingga rasa tidak terima yang sulit disembunyikan. Di berbagai daerah, doa dan solidaritas terus mengalir. Banyak kader HMI menyebut bahwa Afif bukan hanya nama, tetapi simbol dari generasi muda yang berani berbicara dan berjuang. Ketidakpastian yang Menggerus Rasa Aman Kuasa hukum menilai bahwa belum adanya publikasi resmi hasil otopsi membuat masyarakat berada dalam ruang ketidakpastian yang panjang. Ketidakjelasan ini perlahan menggerus rasa aman dan kepercayaan publik terhadap proses hukum. Masyarakat dan para kader menunggu jawaban pasti jawaban yang diharapkan mampu memulihkan luka psikologis dan memperjelas duduk perkara kematian Afif. Bagi para kader HMI, situasi ini menimbulkan tekanan mental tersendiri. Mereka bergulat antara rasa duka dan harapan bahwa kebenaran akan ditegakkan. Banyak yang menyampaikan, “Kami hanya ingin keadilan untuk saudara kami.” Kebutuhan Mendesak akan Transparansi Di hadapan kesedihan yang begitu dalam, kuasa hukum menegaskan bahwa keterbukaan hasil otopsi adalah langkah paling mendasar untuk menghentikan spekulasi liar yang beredar. Hasil otopsi bukan hanya data medis tetapi fondasi bagi keluarga dan masyarakat untuk menerima kenyataan dengan tenang, serta memastikan bahwa setiap dugaan yang muncul diproses dengan dasar ilmiah, bukan asumsi. Transparansi ini juga menjadi penopang penting bagi stabilitas psikologis masyarakat. Ketika informasi jelas, masyarakat dapat memahami proses hukum dan menciptakan ruang yang lebih sehat untuk berdialog. Harapan untuk Kepastian dan Keadilan Keluarga Afif bersama kuasa hukumnya berharap Polda Sulteng dapat menyampaikan hasil otopsi secara lengkap, akurat, dan terbuka. Harapan ini bukan semata desakan hukum, tetapi jeritan batin dari keluarga yang sedang berduka dan komunitas HMI yang masih terpukul. Mereka percaya bahwa keterbukaan adalah jalan terbaik untuk mengembalikan rasa percaya, meredakan gelisah publik, serta memastikan bahwa setiap nyawa termasuk Afif dihargai dengan proses hukum yang adil dan bermartabat.

Daerah, Maros, Nasional

Bupati Maros InsyaAllah membersamai Vonny, Vonny: Gemilang Pagessa adalah Pemuda Potensial Berkiprah Di Provinsi

ruminews.id, Maros — Dari tanah yang subur dan penuh denyut harapan di Kabupaten Maros, hadir sebuah Apresiasi hangat dari Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam yang menegaskan InsyaAllah akan membersamai langkah Vonny Ameliani Suardi. Di tengah geliat pemuda dan arus perubahan yang terus bergulir di Sulawesi Selatan, dukungan itu terasa seperti angin sejuk yang menegakkan layar, memberi kekuatan pada perjalanan panjang yang akan ditempuh. Vonny menyambut apresiasi itu dengan penuh penghargaan. Di hadapan tokoh pemuda yang ikut menyimak, ia menyebut nama Gemilang Pagessa Ketua DPRD Kabupaten Maros yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Maros, sebagai salah satu pemuda potensial yang layak berkiprah lebih jauh di Provinsi Sulawesi Selatan. “Gemilang Pagessa adalah pemuda potensial yang sinarnya tak hanya tampak di Maros, tetapi bersinar di seluruh Sulawesi Selatan. Ia memiliki karakter, integritas, dan semangat yang dibutuhkan untuk membangun daerah ini,” ujar Vonny dengan nada penuh keyakinan. Dukungan Bupati Andi Syafril Chaidir Syam dan pengakuan Vonny terhadap kapasitas Gemilang Pagessa menghadirkan sebuah simpul harapan baru: bahwa langkah pemuda tak lagi berjalan sendiri, tetapi dibimbing, dijaga, dan diberi ruang untuk tumbuh menjadi kekuatan yang lebih besar bagi masa depan Sulawesi Selatan. Di bawah langit Biru KNPI, perjalanan baru ini mulai dituliskan pelan, pasti, dan penuh harapan.

Uncategorized

PMII Sulsel Nyatakan Dukungan untuk Vonny Ameliani: Menakhodai KNPI Sulsel dengan Rekam Jejak dan Pengabdian

ruminews.id – Makassar – Angin dukungan berembus dari tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan. Dalam semangat perubahan dan harapan baru bagi generasi muda, PMII Sulsel menyatakan dukungan kepada Vonny Ameliani untuk menakhodai Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan. Nama Vonny bukanlah asing di ranah kepemimpinan dan pengabdian. Ia telah menorehkan jejak dua periode sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Gerindra bukti nyata kepercayaan rakyat dan konsistensi perjuangannya. Di dunia organisasi, Vonny dikenal memimpin Tunas Indonesia Raya (Tidar) Sulsel, sayap muda Partai Gerindra yang menjadi wadah pembinaan kader-kader muda dengan semangat nasionalisme dan pengabdian sosial. Tak hanya di ruang politik, kiprah sosial Vonny juga berbicara dengan bahasa kepedulian. Ia dikenal aktif membantu masyarakat miskin, khususnya dalam mewujudkan rumah layak huni bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Bagi Vonny, politik bukan sekadar panggung kuasa, tetapi jalan pengabdian yang berakar pada kasih kepada sesama. PMII Sulsel menilai, figur seperti Vonny Ameliani adalah simbol harapan baru yang tegas, cerdas, dan berpihak pada Pemuda Pemudi. “Jika amanah KNPI Sulsel diberikan kepada beliau, kami yakin anak muda akan banyak menerima manfaat langsung dari program-program yang menyentuh kebutuhan nyata,” ujar Trigosal Sekertaris PMII Sulsel dengan penuh keyakinan. Dukungan ini bukan sekadar pilihan polimelainkan seruan moral untuk menghadirkan kepemimpinan muda yang berjiwa sosial dan berorientasi pada pemberdayaan. Dalam diri Vonny, PMII melihat semangat perubahan yang menyalakan obor harapan: bahwa masa depan pemuda Sulawesi Selatan harus dipimpin oleh sosok yang telah membuktikan kerja, bukan sekadar janji.

Uncategorized

DPD KNPI Sidrap Nyatakan Dukungan Mantap untuk Vonny Ameliani Suardi

ruminews.id, Sidrap – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menambah deras arus dukungan untuk Vonny Ameliani Suardi jelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVI KNPI Sulawesi Selatan, yang akan berlangsung pada 29 November 2025. Kali ini, suara itu datang dari tanah Lakarri dinyatakan langsung oleh Ketua DPD KNPI Sidrap, Aswagino Ambo Asse. Di bawah langit Sidrap yang senantiasa bergerak oleh angin kincir, para pemuda merumuskan pandangannya. Dalam percakapan yang tumbuh dari ruang-ruang organisasi, dari bincang santai hingga forum resmi, satu kesimpulan lahir dengan tenang namun tegas: Sidrap melihat masa depan KNPI Sulsel terpantul dalam figur Vonny. Aswagino Ambo Asse menyampaikan dukungan itu dengan bahasa yang bersandar pada keyakinan, bukan sekadar kepentingan organisasi. Baginya, pengalaman Vonny bukan hanya daftar jabatan ia adalah perjalanan panjang yang mengajarinya cara memimpin dengan hati, menggerakkan dengan gagasan, dan menyatukan dengan keberanian. “Vonny Ameliani Suardi adalah sosok yang mampu membawa nafas baru bagi KNPI Sulsel. Ia hadir bukan hanya dengan visi yang jelas, tetapi dengan kemampuan merangkul dan memahami kebutuhan nyata pemuda di seluruh daerah,” ujar Aswagino, mantap mematri dukungan Sidrap. Ia melanjutkan, bahwa KNPI Sidrap tidak ingin menjadi penonton dalam momentum besar ini. Mereka akan menjaga, mengawal, dan ikut menenun proses hingga Musda XVI berjalan dengan damai, produktif, dan penuh gagasan. Aswagino berharap Musda tahun ini menjadi ruang lahirnya kembali energi kolektif pemuda Sulawesi Selatan energi yang tidak hanya bersuara, tetapi juga berkarya. Dukungan Sidrap terhadap Vonny juga berangkat dari bacaan atas dinamika kepemudaan hari ini. Banyak anak muda menginginkan KNPI yang lebih lentur dalam kolaborasi, lebih berani dalam inovasi, dan lebih dekat pada kebutuhan daerah. Dalam pandangan mereka, Vonny adalah jembatan menuju perubahan itu. Dengan pernyataan resmi dari Sidrap, dukungan bagi Vonny Ameliani Suardi terus mengalir dari berbagai penjuru. Sementara itu, detik menuju Musda XVI semakin mendekat membawa harapan, debat, dan mimpi besar pemuda Sulawesi Selatan yang tengah menunggu pemimpin barunya. (*)

Scroll to Top