Pemerintahan

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wali Kota Munafri Suarakan Atasi Krisis Anak dengan Keteladanan, Kedekatan, dan Kontrol Teknologi

ruminews.id, MAKASSAR — Suasana penuh keceriaan dan semangat menyelimuti Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu pagi, saat ribuan anak dan orang tua memadati arena peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025. Acara yang digagas oleh Bunda PAUD Kota Makassar ini berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba mewarnai, penampilan seni anak, hingga aksi sosial berupa sunat massal gratis. Mengusung semangat “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar dalam menegaskan komitmennya terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak sejak usia dini. Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Mahmud, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak-anak. “Anak-anak kita adalah cerminan masa depan bangsa. Apa yang kita tanam hari ini akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” ujarnya. “Maka menjadi tanggung jawab kita semua pemerintah, orang tua, pendidik, hingga komunitas untuk memastikan mereka tumbuh dengan cinta, gizi yang cukup, dan ruang berekspresi yang positif,” lanjut Melinda. Oleh sebab itu, Ketua TP PKK Kota Makassar itu, juga menegaskan pentingnya membangun lingkungan ramah anak yang mampu mendukung tumbuh kembang secara holistik — baik secara fisik, emosional, sosial, dan intelektual. Menurutnya, pendidikan anak usia dini harus menjadi gerakan bersama yang konsisten dan berkelanjutan. Maka, harus diperkuat sinergi untuk menyediakan pendidikan PAUD yang berkualitas dan menyenangkan. “Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk bermain, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa tekanan. Di situlah kreativitas dan karakter mereka mulai tumbuh,” imbuhnya. Ia menegaskan, rangkaian kegiatan peringatan HAN kali ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa dampak nyata, khususnya melalui kegiatan sunat massal gratis yang diikuti puluhan anak dari berbagai kecamatan di Kota Makassar. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemkot Makassar, Dinas Kesehatan, dan tenaga medis dari berbagai rumah sakit mitra. Keceriaan anak-anak terlihat di seluruh penjuru lapangan. Lomba mewarnai yang diikuti oleh ratusan peserta PAUD menjadi ajang unjuk kreativitas, sekaligus sarana pembelajaran yang menyenangkan. Tak kalah menarik, panggung pertunjukan seni juga dipenuhi oleh berbagai penampilan unik dan menggemaskan dari anak-anak, mulai dari tari tradisional hingga lagu-lagu anak nasional. Melinda Aksa juga menyampaikan pesan harapannya kepada seluruh anak-anak Indonesia, khususnya di Makassar: “Selamat Hari Anak Nasional 2025 untuk seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak Kota Makassar yang hebat dan luar biasa. Jadilah generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,’ ucapnya. Momentum HAN 2025 di Kota Makassar menjadi pengingat kuat bahwa perlindungan anak bukanlah sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang harus terus diupayakan. Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperluas layanan ramah anak, meningkatkan kualitas PAUD, dan menciptakan kota yang aman dan membahagiakan bagi setiap anak. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya keterlibatan penuh semua elemen masyarakat dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak Indonesia. Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025, Munafri menyuarakan keprihatinannya terhadap peningkatan kasus-kasus yang melibatkan anak-anak di Makassar, sekaligus menyerukan aksi nyata untuk mencetak generasi emas 2045. “Anak-anak adalah masa depan Indonesia, dan tugas kita bukan hanya mendidik mereka, tetapi juga mengantarkan mereka menjadi generasi emas yang hebat di tahun 2045,” tegas Munafri. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah pengaruh negatif teknologi dan gadget yang tak terkendali di kalangan anak-anak, khususnya di usia pendidikan dasar. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi membawa manfaat, penggunaan tanpa pendampingan bisa merusak perkembangan mental, moral, dan sosial anak-anak. “Kita harus mulai berani membatasi penggunaan gadget di jenjang pendidikan dasar. Tidak semua informasi baik untuk mereka. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan dan memfilter konten yang dikonsumsi anak-anak,” ujarnya. Munafri juga menekankan pentingnya kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Di tengah kesibukan modern, perhatian orang tua sering kali teralihkan dari kebutuhan psikologis anak-anak, padahal kedekatan itulah yang menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter anak. “Anak-anak membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih dari orang tuanya. Kedekatan emosional dengan orang tua akan berdampak besar terhadap kejiwaan dan ketangguhan mental anak,” tambahnya. Selain itu, Munafri mengajak para pendidik dan orang tua untuk membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan berbasis nilai dan etika, termasuk dalam membedakan kegiatan anak laki-laki dan perempuan agar tetap sesuai dengan norma dan budaya lokal. “Kita tidak hanya bicara pendidikan formal, tapi juga pendidikan karakter, adab, dan nilai-nilai budaya kita. Local wisdom seperti siri’ na pacce harus kembali diajarkan sebagai bekal hidup mereka di masa depan,” jelasnya. Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, berkomitmen penuh dalam mendukung program-program pembangunan anak, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun perlindungan hukum dan sosial. Menurutnya, menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendidik adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. “Kalau kita ingin Indonesia benar-benar menjadi negara besar di tahun 2045, maka hari ini kita harus serius membentuk anak-anak kita menjadi manusia unggul cerdas, berakhlak, dan kuat secara mental,” pungkasnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Munafri Puji Sekolah Muhammadiyah, Pendidikan dan Lingkungan Warisan Terbaik Bangsa

ruminews.id, MAKASSAR – Komitmen terhadap masa depan generasi muda kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Muhammadiyah serta purna paskibraka Indonesia Makassar dan BRilian. Bertempat di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Kapoposang No. 2 Makassar, Rabu (23/7/2025), berlangsung kegiatan penyerahan paket sekolah gratis serta peluncuran gerakan lingkungan bertajuk #BombebotolPlastik untuk siswa-siswi SD dan SMP Muhammadiyah se-Kota Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret Muhammadiyah dalam memadukan kepedulian terhadap pendidikan dan lingkungan. Ia menilai bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat menentukan arah bangsa ke depan, dan karenanya, harus dapat diakses oleh semua kalangan. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pemberian bantuan perlengkapan sekolah, tetapi juga simbol penguatan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan hidup sejak usia dini,” ujar Munafri. Appi menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang menggabungkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dan lingkungan hidup. Mewakili Pemerintah Kota, ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kontribusi Muhammadiyah dalam mencetak generasi muda yang cerdas, peduli, dan berkarakter. Lanjut dia, pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah masa depan bangsa. “Oleh karena itu, kita harus memastikan pendidikan yang bermutu dan inklusif dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa perbedaan,” ujar Munafri. Wali kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar telah memberikan perhatian besar dalam sektor pendidikan, termasuk melalui kolaborasi lintas sektor bersama organisasi masyarakat dan individu. Salah satunya, kata dia, adalah sinergi antara Pemkot Makassar dan Muhammadiyah serta pihak terkait dalam penyediaan bantuan pendidikan. “Program ini tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan akses pendidikan, tapi juga menjadi kekuatan bagi orang tua untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya,” tambahnya. Peluncuran gerakan #BombebotolPlastik juga mendapat sorotan positif dari Munafri. Ia menyebut gerakan ini sebagai bagian dari upaya membentuk kesadaran lingkungan sejak dini di lingkungan sekolah. Pemkot Makassar, lanjutnya, telah menyusun berbagai program edukatif seperti pengelolaan sampah terpilah, pembuatan biopori, hingga pengembangan ekoenzim di sekolah. “Kami ingin generasi muda bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial,”tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Munafri mengingatkan pentingnya pendidikan karakter atau budi pekerti sebagai dasar pembentukan kepribadian siswa. Nilai-nilai budaya lokal seperti Tapak Rama dan Siri’ Na Pacce disebutnya perlu terus diwariskan agar anak-anak Makassar tumbuh dengan identitas yang kuat dan akhlak yang mulia di tengah arus globalisasi dan informasi digital. “Anak-anak kita harus kuat dalam adat, agama, dan mentalnya agar kelak bisa menjadi pemimpin bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan bermartabat,” ujarnya. Munafri juga menyerahkan bantuan kepada sekolah tersebut. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi strategis antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan demi masa depan anak-anak Makassar yang lebih cerah. Di akhir sambutannya, Wali Kota berharap bantuan paket sekolah gratis ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih giat belajar dan mengejar cita-cita. Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Makassar KH. Said Akil Abdul Samad menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemkot Makassar terhadap program-program Muhammadiyah. “Muhammadiyah senantiasa berkomitmen dalam memajukan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aktivitasnya,” jelasnya. Acara penyerahan bantuan dan launching gerakan #BombebotolPlastik berlangsung semarak dengan diikuti ratusan siswa, guru, orang tua, dan perwakilan instansi lain.

Daerah, Makassar, Nasional, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Siap Sambut Kunjungan Empat Menteri, Bangun Sinergi Lintas Sektor

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan kesiapannya sebagai tuan rumah yang sigap dan strategis. Dalam waktu hampir bersamaan, empat menteri dari kabinet nasional dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Makassar. Momen ini disambut antusias oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang menilai bahwa kehadiran para pejabat negara tersebut bukan hanya seremoni, melainkan peluang nyata untuk membangun sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah. Pemkot Makassar pun menyatakan kesiapan penuh, tidak hanya dalam menyambut para tamu negara, tetapi juga dalam menyampaikan kondisi dan capaian program di daerah yang bisa diperkuat dengan dukungan kementerian terkait. Meskipun waktu berbeda, keempat menteri dari kabinet nasional dijadwalkan menyambangi Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada pekan ini, mulai tanggal 24-27 Juli 2025. Keempat menteri tersebut adalah. Dr. H. Wihaji (Menteri Kependudukan & Pembangunan Keluarga/BKKBN), yang menangani program KB dan pemberdayaan keluarga. Kemudian, Prof. Dr. Nasaruddin Umar (Menteri Agama), yang akan membahas persiapan dan evaluasi program keagamaan. Prof. Dr. Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah), bertanggung jawab atas penguatan pendidikan dasar hingga menengah. Serta Prof. Dr. Yassierli (Menteri Ketenagakerjaan), yang membawa agenda peningkatan kompetensi dan kesejahteraan pekerja. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik rencana kedatangan empat menteri kabinet Indonesia Maju ke Kota Makassar dalam waktu hampir bersamaan. “Bagi kami kunjungan ini sebagai momentum strategis bagi pemerintah kota untuk menunjukkan kesiapan dan komitmen dalam mendukung program nasional,” jelas Munafri, di kantor Balai Kota Makassar, Selasa (22/7/2025), dalam keterangan resmi kepada awak media. Menurut politisi Golkar itu, kunjungan empat menteri tujuan yang berbeda. Namun, tentu menjadi hal yang penting dan membanggakan bagi Makassar, sebagai tuan rumah ibu Kota Provinsi Sulsel. “Sebagai tuan rumah, kita harus memberikan kesan yang baik, pelayanan yang maksimal, dan memastikan semua agenda berjalan lancar,” tegasnya. Dengan penuh kesiapan dan semangat kolaboratif, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. “Ini juga kesempatan besar bagi kita untuk berdiskusi langsung tentang kondisi kota, terutama terkait sektor-sektor yang di tangani agar sinergi dengan pusat terjalin,” tambah Munafri, yang akrab disapa Appi. Appi menuturkan, Pemkot Makassar siap berkoordinasi lintas OPD untuk menyambut para menteri dan menyiapkan materi pembahasan strategis. Ia menegaskan bahwa kehadiran para pejabat negara harus dimanfaatkan sebagai ruang membangun sinergi kebijakan pusat dan daerah. Bahkan lebih spesifik ia menyinggung kolaborasi penanganan stunting berkaitan dengan menteri terkait. “Kita ingin memperlihatkan kepada Menteri KB bahwa kita serius menangani isu stunting dan pembangunan keluarga sehat. Kita punya program yang bisa disinergikan dengan BKKBN,” ungkapnya. Tak hanya itu, Appi juga menyiapkan pembahasan khusus bersama Menteri Agama terkait penguatan kerukunan antarumat beragama. Mengingat Makassar sempat masuk dalam daftar kota dengan potensi intoleransi, Appi ingin mendapatkan arahan langsung untuk meningkatkan keharmonisan sosial. “Kerukunan ini menjadi PR kita bersama. Saya berharap kehadiran Menteri Agama bisa membawa arahan, kebijakan atau program yang dapat kita tindak lanjuti di tingkat kota,” ujarnya. Terkait pendidikan dan ketenagakerjaan, Munafri juga menaruh perhatian besar. Ia berharap ada ruang diskusi produktif bersama Menteri Pendidikan dan Menteri Ketenagakerjaan guna mendorong peningkatan kualitas SDM lokal, terutama generasi muda Makassar. “Empat menteri ini hadir bukan sekadar berkunjung. Kita ingin mereka melihat Makassar sebagai kota yang siap berkolaborasi. Pemerintah kota akan hadir dan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan mereka,” tutup Appi.

Daerah, Makassar, Olahraga, Pemerintahan

Pekan Olahraga Nipah: Panggung Atlet Muda dan Gaya Hidup Aktif Makassar

ruminews.id, MAKASSAR — Semangat olahraga dan gaya hidup sehat kembali digaungkan di Kota Makassar, melalui Pekan Olahraga Nipah 2025, sebuah ajang sportainment yang memadukan kompetisi, hiburan, dan partisipasi lintas usia. Kegiatan ini akan berlangsung pada 25–27 Juli 2025 di kawasan Nipah Park, dengan pembukaan dan penutupan di rooftop Nipah Park yang ikonik. Kesiapan pelaksanaan event ini disampaikan oleh Tim Pekan Olahraga Nipah saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Kantor Balai Kota, Selasa (22/72025). Audiensi tersebut bertujuan untuk menginformasikan langsung perkembangan teknis serta dukungan yang telah dihimpun oleh panitia pelaksana. Menurut Sales & Marketing General Manager Kalla Property, Rasmila Sari Suaib, bahwa Pekan Olahraga Nipah tahun ini menghadirkan sebanyak 27 cabang olahraga. “Diantaranya basket, renang, panahan, anggar, tenis, vertical Run dan Lari 5 KM. Kami meminta kesediaan pak Wali Kota membuka event olaraga ini,” ujarnya. Menurutnya, ajang olahraga ini terbuka untuk berbagai kalangan dan dirancang sebagai wahana edukasi, eksplorasi bakat, serta penguatan gaya hidup aktif. Peserta pun berasal dari berbagai komunitas, klub olahraga, hingga sekolah-sekolah di Makassar dan sekitarnya. “Ini bukan hanya event olahraga, tapi juga ruang kolaborasi dan inspirasi bagi seluruh warga Makassar, dari anak-anak usia 3 tahun hingga dewasa,” ungkap Rasmila. Pekan Olahraga Nipah 2025 mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, KONI Kota Makassar, serta KORMI Kota Makassar, sebagai wujud kolaborasi lintas lembaga dalam membina bibit atlet sejak dini. Dia menuturkan, dari hasil pertemuan, Pemkot Makassar menyambut baik pelaksanaan ajang ini dan dijadwalkan akan secara resmi membuka acara pada Jumat, 25 Juli 2025. “Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Pak Wali Kota. Semoga Pekan Olahraga Nipah dapat menjadi ruang kontribusi nyata dalam melahirkan calon-calon atlet masa depan,” jelas Rasmila. Dengan konsep yang memadukan kompetisi, hiburan, dan komunitas, Pekan Olahraga Nipah juga menjadi bagian dari gaya hidup urban dan modern. Kehadiran venue yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau, area komersial, dan rooftop cityscape menjadikan Nipah Park sebagai tempat yang ideal untuk event sekelas ini. “Selain pertandingan olahraga, berbagai aktivitas pendukung juga akan digelar, seperti, booth UMKM lokal, kuliner sehat, Games interaktif dan hadiah, Makassar, Kota Ramah Olahraga,” tuturnya. Dengan semakin banyaknya kegiatan seperti Pekan Olahraga Nipah, wajah Makassar kian mengukuhkan diri sebagai kota yang ramah terhadap inisiatif olahraga masyarakat dan sport tourism. Harapnya agar, kolaborasi tetap jalan. Agar Pemerintah Kota Makassar pun terus mendorong kegiatan kolaboratif seperti ini sebagai bagian dari penguatan SDM dan promosi gaya hidup sehat. “Kami berharap Pekan Olahraga Nipah menjadi agenda rutin yang terus berkembang dan berdampak positif bagi warga Makassar,” tutup Rasmila. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pun menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini dan dijadwalkan akan membuka secara resmi pada Jumat mendatang. “Kami akan terus memberikan support. Pemerintah Kota Makassar melihat event ini sebagai bagian dari upaya kolektif mendorong Makassar menjadi kota yang aktif, sehat, dan ramah bagi generasi masa depan,” singkatnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Hadiri Peluncuran 80 Ribu Koperasi Merah Putih Secara Virtual

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menghadiri peluncuran Kelembagaan 80 ribu Koperasi Merah Putih serta peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI secara virtual, Senin (21/7/2025). Kegiatan nasional ini diikuti lebih dari 500 kepala daerah, terdiri dari bupati dan wali kota se-Indonesia. Di Makassar, pelaksanaan virtual meeting dipusatkan di Gedung Makassar Government Center (MGC), dihadiri langsung oleh Wali Kota Munafri didampingi unsur Forkopimda serta jajaran SKPD terkait. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan koperasi desa sebagai pilar utama pemberdayaan ekonomi masyarakat. Koperasi desa sangat penting karena bagian dari program dicanangkan Presiden Prabowo untuk memperkuat struktur ekonomi di akar rumput. “Di Makassar sendiri, kita sudah membentuk koperasi di 153 kelurahan dan ini akan terus kita dorong agar koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Appi. Appi juga mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam memperkuat kelembagaan koperasi melalui program 80 ribu Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia. “Ini langkah konkret untuk membangkitkan ekonomi rakyat. Dengan sinergi pusat dan daerah, kita optimis koperasi bisa kembali menjadi tulang punggung perekonomian,” tambahnya. Diketahui, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih dalam sebuah perhelatan nasional yang berlangsung di Klaten, Jawa Tengah. Dengan menekan tombol simbolis usai menyampaikan pidato, Presiden menandai dimulainya operasional koperasi di seluruh penjuru Indonesia, sebagai bentuk nyata pemerataan ekonomi berbasis gotong royong. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil. Ia mengibaratkan koperasi seperti lidi—sendirian tampak lemah, namun jika disatukan, menjadi alat pembersih yang kokoh dan berguna. “Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi jika ratusan disatukan, ia jadi kekuatan yang dahsyat. Inilah kekuatan gotong royong,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan hadirin. Program Koperasi Merah Putih ini diharapkan menjadi titik balik dalam membangun kekuatan ekonomi dari desa, memacu pertumbuhan UMKM, dan memperkuat struktur ekonomi nasional dari akar rumput. Ia juga menekankan bahwa mereka yang sudah mapan secara ekonomi cenderung memilih jalan usaha besar seperti PT atau holding. Sebaliknya, koperasi hadir sebagai wadah dan solusi bagi mereka yang belum memiliki akses dan kekuatan ekonomi yang memadai. “Konsep koperasi adalah konsep orang lemah. Tapi dari lemah, lemah, lemah—kita bisa bangkit menjadi kuat,” tegasnya. Peluncuran ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, Mendagri Tito Karnavian, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamuddin, serta para ketua komisi DPR dan anggota Kabinet Merah Putih lainnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Munafri-Aliyah Tuntaskan Janji Pendidikan, Seragam Gratis Resmi Disalurkan

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar resmi memulai penyaluran seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Senin (21/7/2025). Distribusikan seragam sekolah gratis kepada siswa baru tingkat SD dan SMP, sebagai bagian dari realisasi visi besar Makassar untuk Semua dalam program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (Munafri-Aliyah). Tahap perdana, penyerahan ratusan seragam kepada siswa baru, dilakukan di SD Lariang Bangi dan SMP Negeri 46 Makassar, Senin (21/7/2025). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung menyerahkan secara simbolis dua stel seragam seragam utama pakaian merah putih (SD) dan biru-putih (SMP). Turut mendampingi Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa Mahmud, Sekda Makassar A. Zulkifly Nanda, Kepala Dinas Pendidikan Makassar, serta jajaran pimpinan OPD terkait. Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa program seragam gratis merupakan prioritas unggulan pemerintah kota dalam sektor pendidikan. “Program ini bukan sekadar membagikan pakaian, tapi upaya nyata meringankan beban ekonomi orang tua siswa serta mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kota Makassar,” tegas Munafri. Program seragam gratis ini diharapkan menjadi tonggak awal peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Kota Makassar. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan setiap tahunnya untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikannya tanpa beban biaya yang tidak perlu. “Semoga program ini membawa keberkahan, dan menjadi pemicu semangat kita semua untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan Kota Makassar,” ungkap Munafri. Pada tahun ini, setiap siswa baru menerima dua stel pakaian, seragam sekolah. Pemerintah Kota Makassar juga telah mengatur bahwa, Senin–Kamis wajib mengenakan seragam sekolah. Sedangkan, hari Jumat siswa boleh mengenakan pakaian olahraga atau pakaian bebas yang sopan. “Tidak perlu beli pakaian olahraga tambahan. Ini bentuk komitmen kami mengurangi pengeluaran orang tua murid,” tegas Wali Kota berlatar politisi itu. Appi juga berjanji bahwa untuk tahun depan fasilitas bantuan seragam bisa diperluas sesuai kemampuan fiskal daerah, termasuk penambahan jenis seragam dan bantuan penunjang lainnya. Ia menekankan, masih adanya ketimpangan daya tampung di sejumlah sekolah negeri, terutama pada momentum penerimaan siswa baru. Ada sekolah yang kekurangan ruang kelas dan siswa, namun di sisi lain ada sekolah yang kelebihan pendaftar. Ia ingin proses distribusi murid lebih merata. “Tidak boleh hanya menumpuk di 1–2 sekolah saja. Di SMP 46, misalnya, masih tersedia kuota sekitar 20 siswa. Ini harus kita atur ke depannya agar semua sekolah bisa optimal dan setara,” paparnya. Sebagai langkah nyata, Pemkot Makassar akan menambah 6 ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sekaligus mendorong peningkatan kompetensi guru agar kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada nama besar sekolah, melainkan merata di semua satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Kepada guru-guru dan kepala sekolah, Munafri mengingatkan agar terus mengembangkan kompetensi, tidak gagap terhadap perkembangan zaman, serta menghindari perilaku viral yang tidak mendidik. “Saya tidak akan bangga kalau guru-guru viral di Tiktok karena hal yang tidak mendidik. Saya bangga kalau guru mampu menciptakan inovasi belajar yang membentuk karakter dan kecerdasan murid,” tegasnya. “Guru harus menjadi teladan, sekaligus pengganti orang tua selama siswa berada di sekolah,” tambah Appi.

Daerah, Makassar, Olahraga, Pemerintahan

Pemkot Makassar Genjot Pembangunan Stadion Untia, Sinergi Lintas Dinas Dipacu

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus mengakselerasi pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya. Sejumlah perangkat daerah yang menjadi leading sector saling bersinergi dalam menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing untuk memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai rencana. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum fokus menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) dan kajian Amdal Lalu Lintas (Amda Lalin), sedangkan Dinas Pertanahan tengah melakukan pengukuran lahan dan percepatan proses sertifikasi. Di sisi lain, Dinas Penataan Ruang bergerak menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang akan memperkuat legalitas pembangunan di kawasan Untia. Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Makassar, Muh Fuad Azis, menjelaskan bahwa pembangunan stadion ini merupakan program prioritas Wali Kota dan Wawali Makassar dan menjadi bagian integral dalam Perda Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perda tersebut menjadi dasar pijakan dalam setiap pembangunan di wilayah kota. RDTR untuk kawasan Untia sedang dikuatkan. “Progres stadion kami terus matangkan di Dinas penataan ruang. Baik secara makro melalui RTRW maupun secara mikro melalui penataan teknis kawasan. Kami baru saja berkoordinasi langsung ke Kementerian ATR/BPN dan mendapat dukungan percepatan,” ujar Fuad, Minggu (20/7/2025). Hal utama juga, Pemkot Makassar akan juga fokus mengalokasikan anggaran untuk amdal, andalalin hingga Detail Engineering Design (DED). Hadirnya stadion di Untia akan menarik peluang-peluang investasi di Kota Makassar. Stadion ini menjadi stimulan untuk munculnya investor baru. Dengan langkah-langkah strategis dan komitmen lintas dinas, Pemkot Makassar optimistis pembangunan Stadion Untia akan menjadi tonggak kemajuan kawasan utara kota sekaligus menjadi legacy infrastruktur olahraga berskala nasional. Fuad menambahkan, dari hasil koordinasi dengan Kasubdit Koordinator Wilayah Sulawesi Selatan dan Pemprov Sulsel, tidak ditemukan kendala berarti pada kawasan stadion Untia. Artinya, pemerintah Kota tinggal mematangkan perencanaan teknis kawasan untuk memastikan stadion dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. “Stadion ini bukan hanya untuk pertandingan. Kita berharap, stadion akan menjadi pemicu hadirnya investor, seperti pembangunan hotel, pusat pelatihan atlet, dan fasilitas pendukung lainnya,” tambahnya. Guna memperkuat tahapan rencana pembangunan, Pemkot Makassar akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor melalui Forum Penataan Ruang, yang diketuai oleh Sekretaris Daerah. Forum ini melibatkan unsur perangkat daerah terkait, organisasi profesi seperti IAP dan ASPI, serta tokoh masyarakat setempat. Apalagi, forum ini penting untuk menyinkronkan masukan dan kebutuhan sektoral. “Leading sector seperti Dinas PU, Pertanahan, Lingkungan Hidup, dan Bappeda akan duduk bersama untuk merumuskan dukungan terhadap studi kelayakan dan master plan stadion,” jelas Fuad. Dalam pertemuan dengan Kementerian ATR/BPN, juga teridentifikasi beberapa isu teknis seperti ketidaksesuaian warna kawasan pada peta rencana lama (Perda Nomor 4 Tahun 2015), perubahan zona hijau, serta persoalan sempadan jalan Middle Ring Road. Persoalan ini muncul karena validasi yang tertunda di masa lalu. Namun kami sudah siapkan solusi melalui revisi teknis dan pendekatan koordinatif lintas sektoral. “Dua pekan ke depan, kami akan kembali ke kementerian untuk menyampaikan hasil sinkronisasi,” katanya.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Apresiasi Kinerja Progresif Plt Direktur Perusda

ruminews.id – Makassar – Sejumlah pelaksana tugas (Plt) direktur utama di perusahaan daerah (perusda) Kota Makassar mendapat apresiasi dari DPRD Makassar atas capaian kinerja yang dinilai progresif dan transformatif, meskipun mereka masih berstatus sementara. Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, usai mengikuti rapat monitoring dan evaluasi bersama jajaran perusda pada Sabtu, 19 Juli 2026, di Gedung DPRD Makassar. Menurut Ismail, dari enam perusda yang dimiliki Pemerintah Kota Makassar, lima di antaranya menunjukkan kemajuan yang signifikan sejak dipimpin oleh para Plt direktur utama yang ditunjuk langsung oleh Wali Kota. Satu-satunya perusda yang dinilai belum menunjukkan kemajuan berarti adalah Rumah Potong Hewan (RPH). “Lima perusda itu mengalami kemajuan berarti. Rapat monitoring dan evaluasi kemarin menunjukkan bahwa mereka layak diberi mandat lebih dari sekadar status sementara,” ujar Ismail kepada wartawan. Ia menilai bahwa meskipun para Plt memiliki keterbatasan administratif, mereka menunjukkan inisiatif dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis untuk mendorong perubahan.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

TP PKK Makassar, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Ikuti Senam dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

ruminews.id, MAKASSAR — Tim Penggerak PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD, menggelar kegiatan Senam Jantung Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang digelar di area De Festive, Summarecon Makassar, Sabtu (19/7/2025). Mengenakan seragam olahraga yang serasi, para anggota dari ketiga organisasi tampak kompak dan penuh semangat mengikuti rangkaian aktivitas kebugaran. Kegiatan dimulai dengan sesi pound fit yang dipandu oleh instruktur ternama, Pro Cha, kemudian dilanjutkan dengan senam jantung sehat. Ketua TP PKK Kota Makassar yang juga Ketua Dekranasda dan Bunda PAUD, Melinda Aksa, turut ikut berolahraga bersama para anggota. Ia terlihat antusias dan bersemangat. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh, apalagi bagi ibu-ibu yang aktif dalam organisasi. Selain itu, ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota,” ujar Melinda saat ditemui usai kegiatan olahraga. Menurut Melinda, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan pola makan yang baik, tetapi juga harus dibarengi dengan aktivitas fisik secara rutin, terlebih bagi para anggota pengurus. “Olahraga membantu menjaga tubuh tetap prima dan semangat, sehingga kita bisa lebih fokus dan produktif menjalankan tugas serta program kerja di masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya perempuan, untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Menurutnya, ketika perempuan sehat, maka keluarga dan lingkungan di sekitarnya juga akan merasakan dampaknya. “Perempuan itu penyangga keluarga. Kalau ibunya sehat dan bugar, maka rumah tangga pun akan lebih harmonis. Karena itu, penting bagi kita semua untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas,” ucapnya penuh semangat. Melinda berharap agar kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin dan dapat menjadi contoh organisasi perempuan di Kota Makassar. Usai mengikuti olahraga bersama, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis dari Klinik LaCasino. Pemeriksaan ini mencakup cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan konsultasi kesehatan umum. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara organisasi perempuan di Kota Makassar dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan santai namun bermanfaat ini, ketiga organisasi berharap bisa menginspirasi lebih banyak warga untuk hidup sehat.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Dukung Pembangunan PSEL, Makassar Tunggu Perpres

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menyatakan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menanggapi Rapat Koordinasi Terbatas (Rakor Terbatas) yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Kamis (17/7) kemarin, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta. Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq. Serta dihadiri oleh 24 Wali Kota dan 4 Bupati dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan, rakor terbatas kemarin itu, pembahasan percepatan kesiapan daerah dalam pembangunan fasilitas PSEL sebagai solusi jangka panjang terhadap persoalan penumpukan sampah di TPA. Munafri menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil langkah konkret dan proaktif. Hal ini sejalan dengan instruksi Pemerintah pusat kaitan dengan Indonesia bebas sampah 2029. “Pemerintah Kota Makassar sangat siap. Kami segera merencanakan penentuan titik lokasi program PSEL ini. Mudah-mudahan menjadi satu solusi terbaik dalam mengurangi dampak sampah di kota,” tegas Munafri, Sabtu (19/7/2025). Lebih lanjut, Appu mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terbaru yang akan menjadi dasar hukum pelaksanaan PSEL di daerah. Oleh sebab itu, langka teknis terkait pembangunan jalanya PSEL masih menunggu regulasi yang jelas agar mengatur pengerjaan pyoyek tersebut, hal itu tujuanya untuk menghindari persoalan di kemudian hari. “Ada (Perpres) baru yang sedang disiapkan, di dalamnya akan mengatur teknis dan skema pelaksanaan. Tentu saja, setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda, sehingga kita menunggu petunjuk teknisnya agar pelaksanaan PSEL bisa disesuaikan secara optimal,” jelasnya. Program PSEL merupakan inisiatif strategis yang menggabungkan pengelolaan lingkungan dan pembangunan energi ramah lingkungan. Kehadiran Wali Kota Munafri dalam rakor menandakan keseriusan dan kesiapan Makassar menjadi bagian dari transformasi tata kelola persampahan di Indonesia menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan. Munafri menambahkan, Pemkot Makassar akan patuh dan sigap menindaklanjuti setiap keputusan yang ditetapkan pemerintah pusat. “Apapun keputusannya, kami akan ikut dan siap menjalankan sesuai regulasi yang ditetapkan,” tuturnya. “Prinsipnya, kami ingin bergerak cepat dan efisien untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tambah politisi Golkar itu. Sedangkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pemerintah pusat tengah memfinalisasi pengganti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 35 Tahun 2018 yang akan menjadi dasar hukum baru pelaksanaan PSEL. “Keppres yang baru ini akan memuat mekanisme pelaksanaan PSEL secara nasional,” ujarnya. Salah satunya mewajibkan kota/kabupaten yang memproduksi sampah di atas 1.000 ton per hari untuk segera membangun fasilitas pengolahan sampah berbasis energi. Helmy menyebut, dalam forum tersebut, para menteri menekankan pentingnya percepatan proyek PSEL mengingat kondisi darurat sampah yang melanda banyak wilayah, termasuk Makassar. “Makassar termasuk daerah yang siap untuk implementasi PSEL. Komitmen Wali Kota sangat kuat, dan dari segi teknis kita telah melakukan sejumlah persiapan,” tegas Helmy. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek strategis ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. “Ada sejumlah tugas penting yang harus dijalankan dalam konteks proyek ini. PSEL bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal komitmen bersama untuk mengelola sampah secara berkelanjutan,” ujar Tito di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (17/7/2025) lalu. Dalam rapat yang dihadiri oleh 24 wali kota dan 4 bupati dari seluruh Indonesia itu, Tito menekankan bahwa penanganan sampah memerlukan pendekatan dari dua sisi: hulu dan hilir. Strategi di hulu, menurutnya, harus melibatkan peran aktif masyarakat dalam memilah dan membuang sampah dengan benar. Sementara itu, strategi hilir menjadi tanggung jawab pemerintah, mulai dari pengumpulan hingga pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Tanpa partisipasi masyarakat di hulu dan sistem yang tertata di hilir, pengelolaan sampah tidak akan optimal. PSEL hadir untuk menjembatani itu sekaligus menghasilkan energi dari limbah,” jelasnya. Tito juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat tengah menyusun regulasi yang lebih detail, termasuk Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memperkuat pelaksanaan PSEL di daerah. Ia berharap seluruh pemda segera menyiapkan langkah teknis dan perencanaan lokasi yang tepat. “Kunci keberhasilan PSEL ada pada sinergi pusat dan daerah. Kita butuh langkah cepat, tidak hanya menunggu, tapi juga menyiapkan diri sedini mungkin,” pungkasnya.

Scroll to Top