Pemerintahan

Daerah, Ekonomi, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Lewat Makassar Craft Expo 2025, Munafri Harap Jadi Panggung Kreativitas Bagi Produk Lokal

ruminews.id, MAKASSAR — Semangat kreativitas dan kecintaan terhadap produk lokal kembali mewarnai Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Melalui kegiatan Makassar Craft Expo 2025, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, kembali menghadirkan ajang yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha dan pengrajin lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka. Berlangsung di Trans Studio Mall (TSM), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, pada Jumat, 7 November 2025, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-418 Kota Makassar. Tahun ini, sebanyak 18 tenant turut berpartisipasi, menampilkan beragam produk unggulan lokal, mulai dari jajanan kuliner khas, kerajinan tangan, hingga hasil karya kreatif dari pelaku UMKM. Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota bersama Dekranasda dalam mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat ekonomi kreatif (Ekraf) di Makassar. Hadir disini, Ketua TP PKK Makassar, juga Dekranasda Hj. Melinda Aksa. Dalam kesempatan tersebut, Dekranasda Kota Makassar, juga menyerahkan lima unit mesin jahit kepada para UMKM dan pengrajin lokal. Bantuan ini menjadi simbol nyata dukungan terhadap peningkatan kapasitas produksi serta pemberdayaan para pelaku usaha kreatif agar terus tumbuh dan berdaya saing. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Makassar Craft Expo 2025 yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar. Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa kegiatan seperti Makassar Craft Expo bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi momentum penting bagi Dekranasda untuk menjadi jembatan emas antara para pelaku UMKM, pengrajin, dan pasar yang lebih luas. “Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang memperlihatkan apa yang telah dibuat, tetapi harus menjadi wadah nyata bagi Dekranasda untuk menjembatani para pengrajin dan pelaku UMKM agar hasil karya mereka bisa dikenal, dan dibeli oleh masyarakat luas,” ujar Munafri. Ia menilai, produk-produk lokal Makassar memiliki potensi besar dan daya saing tinggi, namun masih membutuhkan ruang promosi yang lebih luas agar bisa menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, ia mendorong Dekranasda untuk terus mengeksplor dan memaksimalkan potensi yang dimiliki para pengrajin lokal. Menurutnya, tidak semua orang mampu menenun, membuat kerajinan, atau menciptakan karya dari bahan-bahan yang tidak terpikirkan oleh orang lain. “Karena itu, Dekranasda harus hadir sebagai perantara yang mampu mengangkat hasil karya luar biasa ini ke panggung yang lebih besar,” tuturnya. Munafri juga menilai, pelaksanaan Makassar Craft Expo di pusat perbelanjaan seperti mall TSM menjadi langkah strategis, karena memberi ruang langsung bagi para pengrajin dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Menurutnya, produk UMKM tidak boleh hanya berputar di lingkup komunitas kecil, tetapi harus diperluas jangkauannya agar bisa dikenal dan diminati pasar. Lanjut dia, membeli produk UMKM bukan sekadar soal keuntungan ekonomi, tapi tentang keberlanjutan. “Setiap produk yang terjual berarti ada keluarga yang bisa bertahan hidup, ada anak yang bisa melanjutkan sekolah. Itu makna besar dari setiap karya yang dibeli,” tegasnya. Lebih lanjut, Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengajak seluruh pengelola mall di Kota Makassar untuk turut membuka ruang khusus bagi produk-produk lokal dan hasil karya pengrajin Makassar. Ia menilai, sudah saatnya karya lokal mendapatkan tempat terhormat di ruang publik yang representatif. “Kita sudah punya produk yang tidak kalah bersaing dengan brand besar. Hanya saja, kita belum punya cara yang efektif untuk menempatkan mereka sejajar dengan produk nasional atau global,” katanya. “Karena itu saya mengajak seluruh pengelola mall agar menyediakan ruang khusus bagi pengrajin lokal kita,” tambah Politisi Golkar ini. Munafri juga memberikan apresiasi kepada Dekranasda atas langkah nyata dalam pemberdayaan pelaku usaha kecil, khususnya melalui penyerahan lima unit mesin jahit kepada UMKM dan pengrajin lokal. Menurutnya, program pelatihan yang diikuti dengan pemberian alat produksi merupakan bentuk pemberdayaan yang langsung berdampak bagi masyarakat. “Kalau hanya pelatihan dua minggu lalu diberi piagam, itu belum cukup. Tapi ketika peserta pelatihan langsung dibekali dengan mesin jahit dan bisa memulai usaha dari rumah, inilah yang namanya pemberdayaan yang sesungguhnya,” ungkapnya. Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak akan berhenti memberi perhatian terhadap pengembangan produk kreatif dan kerajinan lokal. Baginya, hasil karya para pengrajin bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan budaya Kota Makassar. “Tugas kita bersama adalah menumbuhkan kebanggaan terhadap karya sendiri, serta memastikan produk lokal Makassar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” tutup Munafri. Pada kesempatan ini, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal melalui penyelenggaraan Makassar Craft Expo 2025. Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia mengatakan, Makassar tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan yang dinamis, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan budaya yang kaya. “Melalui event Makassar Craft Expo 2025 ini, kita ingin bahwa karya dan kreativitas putra-putri daerah memiliki daya saing tinggi,” ujarnya. “Produk-produk lokal kita tidak kalah dengan daerah lain, bahkan mampu menembus pasar nasional dan internasional,” tambah Melinda. Ia menjelaskan, kegiatan Makassar Craft Expo menjadi wadah bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari kerajinan tangan, tenun, anyaman, produk fashion, aksesoris, hingga inovasi kriya modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. Melinda juga menekankan, Dekranasda Makassar berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya produk-produk kreatif yang tidak hanya berdaya saing tetapi juga berkelanjutan. Menurutnya, sektor ekraf dan kerajinan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah. “Kami percaya, kemajuan kota tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi warga, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya dan identitas Kota Makassar,” jelasnya. Melalui momentum HUT ke-418 Kota Makassar, Melinda mengajak seluruh pihak untuk turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat. “Mari kita dukung produk lokal, cintai hasil karya anak Makassar, dan bangga bahwa kreativitas adalah wajah baru dari kemajuan kota kita tercinta,” ajaknya. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membeli dan menggunakan produk lokal, karena setiap pembelian berarti membantu ekonomi keluarga perajin serta menjaga keberlangsungan budaya Makassar. “Dengan membeli produk lokal, kita bukan hanya membantu pengrajin, tetapi juga memastikan budaya Makassar tetap hidup dan berkembang,” tuturnya. Menutup sambutannya, Melinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Semoga Makassar Craft Expo 2025 menjadi momentum kebangkitan industri kreatif Makassar, serta

Daerah, Ekonomi, Jakarta, Makassar, Nasional, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar dan Kemenkeu RI MoU Pemanfaatan Aset Negara untuk MCH

ruminews.id, MAKASSAR — Langkah Pemerintah Kota Makassar dalam mengoptimalkan aset negara untuk kepentingan publik kembali menunjukkan gebrakan positif. Melalui kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kolaborasi strategis dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia kini resmi terjalin. Pada Jumat (7/11/2025), bertempat di Jalan Nusantara Makassar, Wali Kota Munafri bersama Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kemenkeu RI, Rional Silaban, melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan aset negara untuk mendukung ekosistem kreatif di Kota Makassar. LMAN sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola aset negara dengan pola keuangan badan layanan umum (BLU), memberikan dukungan pemanfaatan aset strategis di kawasan Poros Jalan Nusantara. Melalui fasilitas ini, seluruh program kreatif Pemerintah Kota Makassar kini memiliki wadah representatif dan fungsional untuk dijalankan. Harapannya, keberadaan MCH Nusantara tak hanya menjadi ruang ekspresi generasi muda, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah melalui kegiatan inkubasi, pameran, produksi, serta pemberdayaan masyarakat. Lebih dari itu, inisiatif ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengoptimalkan aset negara agar berdampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi ini, Makassar terus menegaskan posisinya sebagai kota kreatif dan inovatif di kawasan Timur Indonesia. Perwakilan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kemenkeu RI, Rional Silaban menyampaikan, bahwa inisiatif ini sejalan dengan misi LMAN untuk memastikan pengelolaan dan pemanfaatan aset negara tidak semata-mata terkait penerimaan negara melainkan peningkatan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, MCH sendiri dirancang sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif lintas sektor, mulai dari seni-budaya, desain, teknologi, film, kuliner, hingga kewirausahaan sosial. Kehadirannya di kawasan Jalan Nusantara diharapkan menjadi titik temu antara komunitas kreatif, pelaku usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kota yang inovatif dan inklusif. “Dengan adanya MoU ini, langkah konkret berikutnya adalah proses implementasi teknis, revitalisasi, serta penyusunan model pengelolaan bersama yang berkelanjutan antara Pemerintah Kota Makassar melalui MCH dan LMAN, dengan melibatkan berbagai kolaborator terkait,” jelasnya. Aset tersebut kini difungsikan untuk mendukung kegiatan kreatif, literasi, dan pengembangan bakat anak muda di Makassar, melalui kehadiran Makassar MCH Nusantara. Gedung baru berlantai lima ini dirancang sebagai pusat kolaborasi dan inovasi anak muda Makassar. Lantai pertama menjadi area publik dan literasi, tempat warga bisa berinteraksi dan menyalurkan ide. Lantai kedua difokuskan pada ruang kolaborasi dan edukasi. Lantai ketiga menghadirkan galeri serta area pameran bagi pelaku seni dan kreatif lokal. Lantai keempat berfungsi sebagai ruang manajemen dan produksi konten kreatif. Lantai kelima, dikenal sebagai rumah hijau, menjadi ruang urban farming yang merepresentasikan semangat keberlanjutan. Melalui fasilitas ini, digarap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kegiatan inkubasi, pameran, produksi, serta pemberdayaan masyarakat. “Yang diharapkan peningkatan ekonomi kreatif daerah, melalui kegiatan inkubasi, pameran, dan produksi,” jelasnya. Pada kesempatan ini, Rional Silaban, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah Pemkot Makassar yang dinilai visioner dalam memanfaatkan aset negara secara produktif. “Kami sangat mengapresiasi penggunaan aset yang dimiliki oleh BLU LMAN ini,” tuturnya. “Pemerintah pusat memang membentuk BLU LMAN agar aset-aset negara dapat dikelola secara fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah Rional. Ia menjelaskan bahwa LMAN memiliki mandat untuk mengelola aset negara dengan pola keuangan badan layanan umum, sehingga mampu memberikan keleluasaan dalam pemanfaatannya sesuai kebutuhan pemerintah daerah. Lanjut dia, ketika aset diserahkan pengelolaan, maka LMAN bisa menyiapkan aset-aset yang dapat digunakan secara optimal sesuai dengan keperluan masyarakat. “Karena itu, kami berterima kasih karena aset ini akan didayagunakan dan dimanfaatkan menjadi Makassar Creative Hub,” ungkapnya. Rional juga menilai langkah Wali Kota Makassar sebagai contoh baik bagi daerah lain dalam menciptakan ruang ekspresi dan kemandirian bagi generasi muda. ” Saya sangat bergembira karena ini digunakan untuk mendorong generasi muda agar memiliki sifat entrepreneurial,” jelasnya. “Saya berharap apa yang dilakukan oleh Wali Kota Makassar ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam melakukan unlocking potential dari generasi muda,” lanjut Rional. Lebih jauh, Dirjen KN mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan masih memiliki sejumlah aset negara di sekitar Kota Makassar yang dapat dioptimalkan untuk kepentingan publik. Ia pun membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Pemerintah Kota Makassar. Beberapa aset tersebut dulunya beralih kepada pemerintah sejak krisis tahun 1998, termasuk aset yang sekarang digunakan ini. “Kalau Pak Wali Kota berkenan, kami siap berkoordinasi untuk memanfaatkan aset-aset lain yang dimiliki Kementerian Keuangan di sekitar Makassar,” tegasnya. Menutup sambutannya, Rional menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar dan generasi muda kota ini atas semangat inovatif yang terus tumbuh. “Sekali lagi, selamat kepada masyarakat muda di Makassar yang memiliki wali kota dengan perhatian besar terhadap kreativitas dan pengembangan potensi anak muda,” tutup Rional. Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terlaksananya penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Makassar dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Makassar Creative Hub (MCH) Nusantara, Jalan Nusantara Makassar, tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkot Makassar dalam memperluas akses ruang kreatif dan pengembangan potensi anak muda di kota ini. “Saya sangat bangga karena akhirnya kita bisa melaksanakan penandatanganan MoU untuk menggunakan tempat ini,” tuturnya. “Kami memang sangat membutuhkan wadah untuk mengakses dan mewadahi keinginan anak-anak muda Kota Makassar,” lanjut Munafri di hadapan Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu RI, Rional Silaban, dan tamu undangan lainnya. Menurut Munafri, Pemerintah Kota Makassar sebelumnya telah memiliki satu Creative Hub di kawasan Pantai Losari, yang kini menjadi pusat aktivitas kreatif dan pembelajaran bagi anak muda. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat fasilitas tersebut selalu penuh setiap hari. “MCH yang dibangun di Pantai Losari itu jadwalnya sudah sangat padat. Setiap hari penuh kegiatan. Maka, kami merasa perlu menghadirkan ruang tambahan untuk menampung semangat anak muda yang luar biasa ini,” jelasnya. Ia menjelaskan, MCH dirancang bukan hanya sebagai ruang berkumpul, tetapi juga sebagai tempat pengembangan kemampuan melalui upscaling dan upgrading skill, baik secara individu maupun komunitas. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan di sana, mulai dari pelatihan wirausaha, produksi konten kreatif, hingga kegiatan berskala nasional dan internasional. Munafri mencontohkan sejumlah kolaborasi yang pernah terjadi. “Beberapa waktu lalu, Netflix mengadakan kegiatan casting di Creative Hub untuk pembuatan film, dan salah satu anak Makassar terpilih sebagai pemeran utama,” bebernya Appi. “Lalu,

Daerah, Jakarta, Makassar, Nasional, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Kado HUT Kota ke-418: Munafri Persembahkan Prestasi Nasional untuk Warga Makassar

ruminews.id, JAKARTA – Kerja nyata dan komitmen Munafri Arifuddin untuk membangun Kota Makassar terus menunjukkan hasil. Baru sembilan bulan memimpin, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, tekadnya menghadirkan pemerintahan yang modern, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat kini berbuah manis. Nama Appi—sapaan akrab Munafri, kembali berkibar, kali ini lewat penghargaan Kepala Daerah dengan Kinerja Terbaik Tahun 2025 dari CNBC Indonesia Awards 2025. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar juga berhasil meraih penghargaan Urban Innovation dan Smart Governance, sebagai bentuk pengakuan atas terobosan dalam tata kelola pemerintahan berbasis teknologi serta pembangunan yang inklusif. Di tengah perubahan global yang menuntut kecepatan dan ketangguhan, Makassar tampil sebagai kota metropolitan yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi. Lewat inisiatif seperti LONTARA+, Makassar Creative Hub (MCH), serta pencapaian tinggi dalam SPBE (4,02) dan Smart City (3,64), kota ini menegaskan diri sebagai salah satu pionir transformasi digital di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Munafri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Makassar. “Kami atas nama Pemerintah Kota Makassar mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan yang diberikan,” ucap Munafri, usai menerima penghargaan disaksikan Wamendagri, Bima Arya Sugiarto. “Artinya, ini adalah kerja-kerja yang dilakukan oleh tim, seluruh perangkat SKPD, dan seluruh masyarakat Kota Makassar berbuah hasil yang sangat baik,” tambah Munafri. Dalam ajang bergengsi tersebut, Pemerintah Kota Makassar berhasil meraih penghargaan Urban Innovation & Smart Governance, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi. Penghargaan ini menjadi bukti nyata pengakuan nasional terhadap transformasi digital yang dilakukan Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin. Lewat berbagai inovasi dan terobosan strategis, Makassar kini diakui sebagai salah satu kota dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik. Lebih lanjut, Munafri menjelaskan bahwa salah satu inovasi unggulan Pemkot Makassar yang menjadi perhatian nasional adalah aplikasi LONTARA (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), platform digital yang menghubungkan berbagai layanan publik kota dalam satu sistem terpadu. Aplikasi Lontara yang di luncurkan mengintegrasikan lebih dari 358 aplikasi yang ada. Platform ini memudahkan warga Kota Makassar untuk mengakses segala macam layanan, melaporkan aspirasi maupun keluhan. “Serta melakukan proses pengaduan secara cepat dan transparan. Semua itu kami lakukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik yang tinggal di wilayah kota maupun di pulau-pulau,” jelasnya. Melalui integrasi digital ini, Pemerintah Kota Makassar mampu mempercepat respons terhadap kebutuhan warga di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Munafri menegaskan, penghargaan dari CNBC Indonesia ini menjadi motivasi baru bagi seluruh jajaran Pemkot untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan publik. “Sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur, kami di Makassar akan terus berbenah. Dengan penghargaan ini, kami akan lebih meningkatkan pelayanan ke depan untuk memajukan kota ini jauh lebih baik lagi,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan, toleransi, serta keamanan dan ketertiban sebagai modal utama pembangunan kota. ” Kami berharap ke depan masyarakat bisa hidup berdampingan dengan lebih baik lagi, menjaga toleransi, menjaga keamanan, dan ketertiban. Karena pembangunan tidak akan berjalan tanpa kebersamaan dan rasa saling menghargai,” tutup Munafri.

Daerah, Makassar, Nasional, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Munafri Ungkap Visi Makassar Kota Inklusif di Podcast DetikSore

ruminews.id, JAKARTA — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi narasumber dalam program Podcast DetikSore (live streaming) yang digelar oleh Detik.com nasional, Kamis (6/11/2025) di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Munafri berbagi pandangan dan refleksi seputar pengalamannya memimpin salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia selama sembilan bulan terakhir. Menjawab pertanyaan redaksi mengenai bagaimana rasanya menjadi Wali Kota Makassar dalam setahun terakhir, Munafri mengungkapkan bahwa tugas tersebut penuh tantangan sekaligus memberikan pengalaman menarik. “Menarik sih, punya tantangan tersendiri, karena Makassar sebagai kota hub tentu masyarakatnya lebih heterogen,” kata Munafri menjawab pertanyaan. “Sangat dinamis, dan kita harus memperhatikan berbagai macam kepentingan yang ada di dalamnya, mengakomodir satu dengan yang lain,” tambah orang nomor satu Kota Makassar itu. Ia melanjutkan, dalam birokrasi pemerintahan, banyak aturan yang harus ditaati. Jadi, strategi yang dilakukan adalah bagaimana bisa mengakomodir sebanyak mungkin kepentingan masyarakat, meski tidak mungkin semua bisa dipenuhi. Menurutnya, kepemimpinan di kota besar seperti Makassar menuntut keseimbangan antara kebijakan, komunikasi, dan empati. “Kita tidak bisa membuat semua orang bahagia, tapi setidaknya kita bisa membuat lebih banyak yang merasa terlayani dengan baik. Karena masyarakatnya sangat beragam, ini menjadi tantangan besar tapi juga menarik,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga memaparkan kesiapan Pemerintah Kota Makassar bersama masyarakat dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-418 Kota Makassar, yang akan digelar pada 9 November 2025 mendatang. Perayaan tahun ini mengusung tema “Merajut Harmoni dan Membangun Kebersamaan”. Menurut Munafri, tema tersebut mencerminkan semangat persatuan pasca kontestasi politik, sekaligus menjadi simbol bahwa seluruh elemen masyarakat kini bersatu untuk membangun kota. “Filosofinya adalah bahwa kami lahir dari proses pemilihan langsung dengan beberapa kandidat. Ini ulang tahun pertama setelah kami terpilih. Jadi, pesan kami jelas, kampanye sudah selesai, pemilihan sudah selesai, sekarang saatnya bersatu,” jelasnya. Dia menegaskan, tidak boleh lagi bicara siapa tim siapa. Kalau tidak bersatu, kota ini milik bersama. Ia ingin semua pihak ikut berkontribusi. “Dari pihak yang dulu berseberangan pun, kalau punya ide bagus untuk kota ini, ayo datang, kita diskusikan. Masa kontestasi sudah lewat, sekarang waktunya bersama-sama membangun Makassar,” tegasnya. Dalam perayaan HUT ke-418 Makassar nanti, Pemkot akan melibatkan masyarakat seluas-luasnya melalui kegiatan” 100% Makassar”, di mana seluruh pengisi acara merupakan warga Makassar dari berbagai usia dan latar belakang. Pemerintah kota bertindak hanya sebagai panitia. Karena pihaknya ingin perayaan ini benar-benar menjadi milik warga. Bahkan, semua SKPD juga berkontribusi. Dimana Dinas Kesehatan menggelar pemeriksaan gratis dan mencetak rekor MURI untuk pemasangan gigi palsu, ada program bedah rumah, beasiswa, hingga kegiatan sosial lainnya sebagai kado ulang tahun untuk warga Makassar. Ia menegaskan bahwa bentuk dukungan pemerintah tidak selalu berupa bantuan tunai, tetapi diwujudkan melalui program yang berdampak langsung. Karena kemampuan fiskal terbatas, bantuan tidak selalu berupa uang tunai. Tapi Pemerintah hadir lewat program dan kegiatan nyata yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Selain itu, Pemkot juga mengajak dunia usaha untuk berkolaborasi dalam perayaan ini. “Kami juga mengajak perusahaan-perusahaan di Makassar untuk ikut berpartisipasi. Sudah lama mereka beroperasi di kota ini,” ungkapnya. “Sekarang saatnya mereka memberikan kembali lewat kegiatan sosial dan kolaborasi. Jadi perayaan ini tidak hanya seremonial, tapi juga penuh makna sosial,” tambahnya. Lebih lanjut, mantan bos PSM itu menegaskan, visi pemerintahannya ke depan berfokus pada peningkatan pelayanan publik. Dia menilai, pemerintah harus benar-benar hadir memberikan layanan yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Pemerintah tidak boleh memaksakan kehendak, tapi harus mendengarkan apa yang dibutuhkan warga. Appi ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari. “Itu inti dari pemerintahan yang kami bangun, pelayanan publik yang responsif dan manusiawi,” jelas politisi Golkar itu. Dalam sesi Podcast ini juga, Munafri juga menyinggung potensi besar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Makassar. Menurutnya, keindahan pantai yang membingkai kota menjadi daya tarik unik yang tidak dimiliki banyak daerah lain. “Tidak semua kota di Indonesia punya pantai seperti Makassar, dengan sunset yang bisa dinikmati setiap hari, bahkan salah satu yang terbaik di Indonesia. Itu ada tepat di depan kota,” katanya. Makassar, lanjutnya, juga memiliki dua sungai besar dan laut yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Appi mengungkapkan, punya cita-cita untuk membuat” Festival Muara”, yakni event yang memadukan keindahan sungai dan laut menjadi satu pengalaman wisata yang unik dan berkarakter. “Dengan begitu, Makassar akan punya identitas baru sebagai kota pesisir yang kreatif dan berbudaya,” ungkapnya. Menanggapi isu lingkungan, Munafri juga memaparkan capaian Pemkot dalam penanganan masalah sampah yang sempat menjadikan Makassar sebagai salah satu kota darurat sampah nasional. Selama ini, Makassar sempat masuk dalam daftar kota darurat sampah. Kami punya produksi sampah hampir seribu ton per hari. “Tapi, setelah adanya keputusan menteri yang baru, Makassar tidak lagi termasuk kategori darurat sampah, karena berbagai intervensi yang kami lakukan mulai menunjukkan hasil,” jelasnya. Pemkot kini menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT/RW dengan pendekatan ekonomi sirkular. ” Setiap RT/RW diwajibkan memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu, membuat komposter, tamba, maggot, hingga ekoenzim. Ini membentuk ekonomi sirkular di masyarakat,” imbuh Appi. Program ini juga terintegrasi dengan pengembangan urban farming (pertanian lahan sempit), di mana hasil pengolahan sampah organik digunakan sebagai pupuk. Setiap titik urban farming minimal harus memberdayakan lima keluarga sekitar. Beberapa lokasi sudah jadi percontohan dan hasilnya luar biasa. “Ada keluarga yang bisa menghemat hingga Rp20 ribu per hari karena menanam cabai dan memelihara ayam sendiri,” ungkapnya. Munafri optimistis, dengan kemauan dan fokus, Makassar bisa menjadi kota mandiri yang bersih dan produktif. Teknologi sudah tersedia, tinggal kemauan dan ketekunan. ” Kalau kita fokus pada satu atau dua bidang saja, pasti bisa berhasil. Itulah yang kami lakukan, menggerakkan masyarakat agar mandiri, produktif, dan mencintai lingkungannya,” tutupnya. Lewat berbagai program dan visi yang dipaparkan, Munafri menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil Pemkot Makassar berakar pada satu nilai utama, kolaborasi dan kebersamaan. “Saya berharap, semua elemen masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha diajak untuk bergerak bersama membangun kota yang inklusif, bersih, dan sejahtera, sebuah wajah baru Makassar yang berkarakter, kreatif,” harpa Munafri.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

HUT ke-418 Momentum Hadirkan Pemerintah di Tengah Masyarakat

ruminews.id, MAKASSAR — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-418 Kota Makassar, yang digelar tanggal 9 November mendatang, menjadi momentum reflektif bagi pemerintah kota untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Tidak sekadar seremonial, perayaan tahun 2025 ini dimaknai sebagai wujud komitmen menghadirkan pemerintahan yang inklusif, adaptif, dan berpihak pada rakyat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wawali Aliyah Mustika Ilham, semangat itu terus digaungkan melalui berbagai program pembangunan yang menitikberatkan pada pelayanan publik, pemberdayaan warga, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Perayaan HUT kali ini juga menjadi pengingat bahwa kemajuan kota bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi buah gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan membangun Makassar yang lebih baik. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-418 Kota Makassar tahun ini bukan sekadar seremoni. “Kami Pemerintah Kota, memastikan seluruh rangkaian kegiatan perayaan membawa dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Appi, Kamis (6/11/2025). Rangkaian HUT Kota Makassar, benar-benar memberikan manfaat. Bukan cuma untuk unsur pemerintah, tapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Appi menjelaskan, pemerintah kota merancang perayaan HUT dengan konsep berorientasi pelayanan publik dan pemberdayaan sosial, bukan sekadar acara formal. Berbagai kegiatan sosial pun disiapkan dan dilakukan SKPD, di antaranya. Nikah massal bagi pasangan kurang mampu yang belum memiliki akta nikah resmi. Kemudian, sunatan massal gratis, Bedah rumah, Penyaluran bantuan sosial dan donasi, Program kemanusiaan. Juga hadiah dan doorprize untuk masyarakat, Pelayanan publik terpadu di lapangan. Selain itu, lomba senam, kegiatan olahraga lintas sektor instansi dan juga porseni. Begitu juga lomba di tingkat Kecamatan. “Berbagai macam kegiatan kita lakukan dalam bentuk donasi, dan kegiatan sosial lainnya. Ada nikah massal, sunatan massal, bedah rumah, porseni serta bantuan-bantuan langsung. Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” jelas Appi. Selain itu, HUT Kota Makassar ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh jajaran pemerintah kota dalam memastikan peringatan hari jadi Makassar berjalan meriah, tertib, dan penuh makna. Dengan mengusung tema “Merajut Harmoni, Membangun Kebersamaan”, perayaan HUT ke-418 Kota Makassar tahun ini memiliki makna yang mendalam. Tema tersebut mencerminkan semangat kolaboratif yang ingin terus dijaga di bawah kepemimpinan pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham (MULIA). Dengan menghadirkan beragam kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan. Oleh sebab itu, Munafri menegaskan bahwa peringatan HUT Makassar bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi wadah refleksi dan penguatan kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Ia berharap momentum ini dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan warga, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas dan kemajuan Kota Makassar. “Tahun ini, HUT Kota Makassar pertama di awal kepemimpinan kami. Kami ingin momen ini menjadi simbol harmoni, kolaborasi, dan semangat membangun bersama seluruh warga Makassar,” tutur mantan Bos PSM itu. Rangkaian kegiatan akan berlangsung sepanjang 1–8 November 2025, dipusatkan di Makassar Expo, hasil kolaborasi besar antara Pemerintah Kota Makassar dengan Backstager Sulsel, asosiasi event organizer se-Indonesia. Kegiatan pra-event ini akan berlangsung selama sepekan, di beberapa titik utama kota yakni Lapangan Karebosi, Padivalley, Anjungan MNEK, dan Fort Rotterdam. Pemkot Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bergembira dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan olahraga, hiburan, dan aksi sosial yang dikemas secara inklusif dan penuh semangat kebersamaan. Sejumlah agenda utama turut memeriahkan rangkaian kegiatan, di antaranya Expo Pasar Murah yang berlangsung sebelum hari puncak dan mengikuti lokasi HUT Kota. Festival Permainan Rakyat yang menampilkan permainan tradisional seperti Gebok, Dende Bulan, Asing, Takraw, dan Ular Tangga, serta Pesta Olahraga Masyarakat di Lapangan Karebosi. Selain itu, sudah digelar Makassar Bike Race di Lapangan Karebosi, Rock in Celebes di Fort Rotterdam, Mayors Cup Golf Tournament di Padivalley, dan Urban Farming Festival. Selanjutnya, ada juga beragam acara menarik, mulai dari Expo Pasar Murah yang menghadirkan produk kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sebagai bentuk dukungan kolaboratif dunia usaha terhadap masyarakat. Ada juga, opening Ceremony akan dibuka dengan nuansa kebudayaan khas Makassar melalui Kirab Budaya, dilanjutkan dengan penampilan musisi lokal dalam Local Artis Performance Medley Musician, yang menambah semarak suasana. Sebagai wujud kepedulian sosial, juga menyiapkan Aksi Sosial berbagi bibit tanaman kepada masyarakat, sebagai bentuk dukungan terhadap program Urban Farming yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kota hijau dan berkelanjutan. Tak ketinggalan, digelar Lomba Menggambar (Drawing Competition) serta Jalan Santai yang mengajak seluruh warga untuk turut serta bergembira dan mempererat kebersamaan, pada Sabtu tnaggal 8 November, di Anjungan pantai Losari pagi. Sebagai penutup, kemeriahan akan dimeriahkan oleh penampilan artis nasional asal Makassar, serta Losaria Community Jamming dan juga band dari Timur yang menghadirkan semangat kebersamaan. Lebih lanjut, orang nomor satu Kota Makassar itu menyampaikan bahwa HUT Kota Makassar tahun 2025 ini harus menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota. “Berbagai kegiatan sosial akan mewarnai perayaan HUT Kota kali ini, mulai dari pengobatan gratis, kegiatan bakti sosial, hingga pemberian penghargaan dan reward bagi warga yang berjasa atau berkontribusi terhadap pembangunan kota,” ungkapnya. Beragam program sosial akan digelar untuk masyarakat di seluruh wilayah kota, mulai dari bidang kesehatan, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan keagamaan. Di sektor kesehatan, Pemkot Makassar menghadirkan Operasi Celah Bibir (Bibir Sumbing) bagi warga kurang mampu, Sunatan Massal untuk 418 anak dari 4 kecamatan, serta Pemeriksaan Mata Katarak secara gratis. Selain itu, akan digelar pula kegiatan Donor Darah sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk peduli sesama, serta Pemecahan Rekor MURI melalui kegiatan pemasangan gigi bagi 300 orang. Untuk bidang pelayanan masyarakat, Pemkot menyiapkan program Bedah Rumah bagi 18 rumah di 4 kecamatan, pemasangan Sumur Bor Gratis, serta Sambungan PDAM gratis bagi warga prasejahtera. Sementara di bidang pemberdayaan ekonomi, dukungan terhadap pelaku usaha mikro turut diwujudkan melalui penyerahan 75 unit booth jualan untuk UMKM hasil kerja sama dengan Perbanas. Tak hanya itu, aspek keagamaan juga mendapat perhatian khusus dengan program pemberangkatan imam masjid untuk umroh sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian mereka dalam menjaga kehidupan spiritual masyarakat Makassar. Selain itu, HUT Kota Makassar juga akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas dan warga dari pulau-pulau. “Semuanya harus bisa ikut. Karena kita punya visi inklusif, semua harus berpartisipasi dalam kegiatan menuju HUT Kota Makassar,” tegasnya. Puncak perayaan HUT ke-418 Kota Makassar akan dipusatkan di Lapangan Karebosi, yang diharapkan menjadi

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Munafri: Pemerintah Hadir Nyata Dukung UMKM Tumbuh dan Naik Kelas

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui kegiatan UMKM Fiesta yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar di Plaza Mall Ratu Indah, Rabu (5/11/2025), Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pemerintah hadir secara nyata untuk mendorong UMKM naik kelas melalui dukungan regulasi, pendampingan, dan akses permodalan yang berkelanjutan. “Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar atas pelaksanaan kegiatan UMKM Fiesta dalam rangka menyambut HUT ke-418 Kota Makassar,” ujarnya. Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi dan perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah. “Ini adalah bagian dari proses kolaborasi dan perhatian pemerintah terhadap UMKM yang ada di kota ini,” jelasnya Appi. Ia menegaskan, UMKM memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di saat sektor industri mengalami pasang surut. UMKM, kata dia, selalu mampu bertahan dan menjadi penggerak di berbagai sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “UMKM ini selalu menjadi motor penggerak ekonomi. Di saat industri besar mengalami pasang surut, UMKM justru mampu bertahan dengan kemampuannya menggerakkan sektor-sektor ekonomi di berbagai tempat dan waktu,” lanjutnya. Lanjut mantan Bos PSM itu, Kota Makassar kini membutuhkan regulasi yang kuat agar UMKM dapat naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor. Menurutnya, capaian ekspor adalah indikator bahwa tata kelola UMKM sudah sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) yang baik. Menurutnya, ujung dari UMKM ini adalah ekspor. Artinya, ketika UMKM kita bisa menembus pasar ekspor, berarti pengelolaannya sudah sesuai standar operasional. “Karena itu, sertifikasi menjadi hal penting, terutama bagi UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi laik higienis dan sanitasi bagi pelaku UMKM makanan dan minuman. Hal ini, menurutnya, menjadi kunci untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Minimal setiap pengusaha makanan dan minuman harus memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi. “Ini penting untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan sehat, bersih, dan aman dikonsumsi,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Munafri juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat jejaring UMKM dan memperluas akses permodalan. Dia menegaskan, pemerintah harus hadir mendampingi pelaku usaha agar mereka dapat tumbuh dan berdaya. ” Kita mau mengajak UMKM untuk terus berkolaborasi, membangun jejaring yang kuat, dan mengakses permodalan dengan mudah. Pemerintah harus hadir di tengah persoalan mereka,” jelasnya. Appi meminta Dinas Koperasi untuk memperhatikan akses perbankan dan permodalan bagi UMKM, sebab perputaran modal merupakan jantung keberlangsungan usaha. Pendampingan juga perlu diperkuat, tidak hanya dalam hal sertifikasi, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan. “Pendampingan sangat penting. Tidak hanya soal produk, tapi juga sistem keuangan agar mereka bisa menata alur kas dengan baik dan memastikan adanya progres usaha yang bisa diukur,” tambahnya. Munafri juga menekankan pentingnya insentif bagi pelaku UMKM sebagai bentuk stimulus dari pemerintah agar mereka dapat bertahan dan terus berkembang. Selain itu, ia menegaskan bahwa ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting yang harus dijamin oleh pemerintah daerah. “Pemberian insentif ini penting untuk memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM agar bisa bertahan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di lingkungannya,” tuturnya. Wali Kota mencontohkan hasil pertemuannya dengan pejabat Dinas Perdagangan DKI Jakarta, yang menyampaikan kebutuhan bahan baku lokal asal Makassar seperti markisa Tiara. Namun, ia menyayangkan produksi komoditas tersebut tidak berkelanjutan akibat hambatan bahan baku. Ini harus jadi perhatian. “Kontinuitas bahan baku sangat penting untuk memastikan keberlanjutan produk kita. Jangan sampai usaha bagus tapi terhenti karena bahan baku tidak tersedia,” ungkapnya. Selain kualitas produk, Munafri menilai kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Menurutnya, kemasan yang menarik akan menjadi nilai tambah dalam memasarkan produk ke masyarakat luas. “Kemasan ini sangat penting karena memberi daya tarik tersendiri. Produk yang bagus tapi kemasannya tidak menarik akan sulit bersaing,” jelasnya. Karena itu, ia berharap kegiatan seperti UMKM Fiesta tidak hanya menjadi ajang pameran dan penjualan produk, tetapi juga wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha. “Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya pameran dan jualan, tetapi juga diisi dengan pelatihan-pelatihan bagi pelaku UMKM,” harapnya. Menutup sambutannya, Munafri menyampaikan gagasan agar ke depan kegiatan UMKM di Makassar tidak hanya berlangsung dua hari, tetapi dapat menjadi “Bulan UMKM” yang digelar selama beberapa minggu penuh. “Kalau hanya dua hari, modal yang dikeluarkan pelaku UMKM tidak sebanding dengan hasilnya. Saya berharap tahun depan kita bisa laksanakan minimal dua minggu, bahkan sebulan penuh menjadi Bulan UMKM di Kota Makassar,” usulnya. Ia juga meminta agar pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan seluruh stakeholder dan mitra bisnis, agar tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi bisa menjadi agenda kolaboratif yang menarik minat banyak pihak. ” Kalau konsepnya menarik, pasti banyak mitra bisnis yang ingin berpartisipasi. Tapi kalau biasa-biasa saja, ini hanya akan menguras APBD tanpa daya tarik yang cukup,” pungkas Munafri. Melalui kegiatan ini, Wali Kota Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong UMKM naik kelas, memperkuat daya saing, dan menjadikan sektor ini sebagai pilar utama ekonomi rakyat. “Saya berharap, kegiatan seperti UMKM Fiesta dapat menjadi embrio pengembangan UMKM yang berkelanjutan dan menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat Makassar,” tutup Appi. Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa kegiatan Gebyar UMKM Fiesta 2025 bukan sekadar ajang pameran produk lokal. Akan tetapi, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan pelaku usaha kecil. “Gebyar UMKM Fiesta 2025 bukan sekadar event pameran, tetapi sebuah gerakan bersama untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui kolaborasi dan inovasi,” ujar Aliyah. Ia menegaskan, keberadaan UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi global. Melalui kegiatan ini, kata Aliyah, Pemerintah Kota Makassar ingin menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal mampu bersaing dan tumbuh melalui kreativitas serta semangat gotong royong. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah, dan hari ini kita membuktikan bahwa Makassar tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu tumbuh lewat kreativitas dan gotong royong,” lanjutnya. Aliyah menjelaskan, Pemkot Makassar berkomitmen menghadirkan berbagai program pendampingan dan fasilitasi untuk membantu pelaku UMKM naik kelas. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Dorong Standarisasi Tata Kelola Masjid dari Kebersihan hingga Transparansi Keuangan

ruminews.id – MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya standarisasi tata kelola masjid di Kota Makassar sebagai upaya mewujudkan masjid yang bersih, terbuka, dan berdaya bagi masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri penutupan Pelatihan Pengurus Masjid se-Kota Makassar yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Makassar di Makassar Golden Hotel, Rabu (5/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Takmir Masjid Al-Falah Sragen sebagai narasumber utama. Selama sepuluh hari pelatihan, sebanyak 3.000 peserta yang terdiri atas pengurus masjid, remaja masjid, dan majelis taklim telah mengikuti rangkaian pembinaan. Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan ruang interaksi sosial masyarakat. “Kalau pengurusnya tidak memahami fungsi-fungsi masjid, ya masjidnya akan begitu-begitu saja. Tapi kalau mulai ada peningkatan pengetahuan tentang tata kelola, inilah langkah awal menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, tapi pusat membangun peradaban,” ujarnya. Munafri menyoroti perlunya keseragaman standar pengelolaan masjid di Makassar, mulai dari kebersihan, pengaturan waktu azan dan iqamah, hingga sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. “Masjid harus punya SOP kebersihan, tempat sampah terpisah, toilet bersih, log kebersihan rutin, dan sistem keuangan yang terbuka. Jangan sampai pengelolaan keuangan jadi fitnah. Semua harus transparan,” tegasnya. Selain itu, Munafri juga mengingatkan pentingnya menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan keumatan yang ramah terhadap anak-anak dan jamaah. Ia mencontohkan agar pengurus tidak melarang anak-anak bermain di masjid selama tetap terarah. “Kalau anak-anak takut masuk masjid, siapa yang rugi? Biarkan mereka nyaman agar tumbuh kecintaan pada rumah Allah,” katanya. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa masjid juga harus menjadi pusat data sosial warga di sekitarnya, termasuk pendataan fakir miskin dan kaum duafa untuk memudahkan intervensi bantuan dari pemerintah maupun masyarakat. “Masjid harus jadi episentrum perhatian sosial. Data orang duafa, fakir miskin, harus tercatat di masjid supaya bantuan bisa tepat sasaran,” ucapnya. Tidak lupa, Munafri mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus masjid yang telah mengikuti pelatihan. Ia berencana agar Pemerintah Kota melalui Bagian Kesra mengadakan lomba kebersihan dan keaktifan masjid mulai tahun depan. “Kita akan menilai kebersihan, keaktifan pengurus, dan penyelenggaraan kegiatan keagamaan. Masjid yang paling aktif akan kita beri penghargaan,” tandasnya. Pelatihan tersebut diharapkan menjadi momentum peningkatan kapasitas pengurus masjid di Makassar agar dapat menjalankan fungsi masjid secara optimal, profesional, dan menjadi teladan bagi umat.(*)

Daerah, Dinas Koperasi Makassar, DPRD Kota Makassar, Nasional, Opini, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan, Prov Sulawesi Selatan

Hari Jadi Daerah dan Jarak yang Makin Lebar dengan Warganya

ruminews.id – Setiap tahun, pemerintah daerah merayakan hari jadi provinsi, kabupaten, atau kota dengan rangkaian acara meriah: rapat paripurna istimewa, panggung hiburan, pesta rakyat, hingga publikasi besar-besaran. Namun semakin lama, perayaan ini justru menyingkap paradoks yang sulit diabaikan: kemeriahan seremonial berlangsung di tengah apatisme masyarakat yang merasa tidak menjadi bagian dari agenda tersebut. Bagi mayoritas warga, hari jadi daerah bukanlah momentum emosional yang menumbuhkan kebersamaan, tetapi sekadar agenda rutin pemerintah. Apatisme muncul karena kegiatan ini dianggap hanya melibatkan orang-orang di lingkaran pemerintahan pejabat, undangan VIP, dan unsur-unsur protokoler. Warga menonton dari jauh tanpa merasakan manfaat atau relevansi langsung. Ruang publik dipenuhi baliho dan panggung, tetapi ruang hidup masyarakat tetap dipenuhi persoalan dasar yang tidak tersentuh. Contoh paradoks paling nyata terlihat dari lemahnya pemahaman dan pengawasan pemerintah daerah terhadap kebutuhan energi masyarakat, terutama bahan bakar kendaraan dan industri. Di saat pemerintah menggelar resepsi hari jadi yang menelan anggaran tidak sedikit, antrean panjang kendaraan mengular di SPBU: truk transportasi barang, angkutan penumpang, hingga pelaku usaha kecil menanti jatah solar dan BBM lainnya. Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga memunculkan frustrasi publik yang melihat ketimpangan antara prioritas simbolik dan kebutuhan dasar. Ironinya semakin kuat ketika kemacetan distribusi bahan bakar terjadi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang menunjukkan pelemahan signifikan. Data terbaru menempatkan Sulsel di peringkat 22 nasional per September lalu sebuah posisi yang mencerminkan tekanan struktural pada sektor produksi, konsumsi, dan logistik. Dalam kondisi ekonomi yang stagnan dan daya beli yang tergerus, masyarakat justru melihat pemerintah sibuk menggelar seremoni alih-alih menyelesaikan hambatan mendasar yang mengganggu kelancaran ekonomi wilayah. Peringatan hari jadi seharusnya menjadi refleksi kolektif tentang pencapaian dan tantangan, bukan sekadar perayaan seremonial. Tanpa menyentuh persoalan nyata seperti kelangkaan BBM, inefisiensi distribusi energi, dan lemahnya manajemen kebutuhan transportasi perayaan hanya memperbesar jurang persepsi antara pemerintah dan masyarakat. Hari jadi daerah perlu ditata ulang: dari seremoni elitis menjadi momentum yang menghadirkan manfaat nyata. Pemerintah dapat mengubah pendekatan dengan memperbanyak kegiatan yang melibatkan komunitas, mendorong partisipasi publik, memperkuat UMKM dan ekosistem ekonomi kreatif, hingga menghadirkan kebijakan cepat untuk menjamin ketersediaan energi yang menopang aktivitas masyarakat. Jika tidak, apatisme publik akan semakin menguat. Peringatan hari jadi tetap terlihat meriah dari panggung, tetapi terasa hampa bagi masyarakat yang masih harus mengantre BBM, menanggung biaya logistik tinggi, dan menghadapi ekonomi yang melemah. Legitimasi simbolik sebuah perayaan bukan ditentukan oleh gemerlap seremoni, tetapi oleh kemampuan pemerintah memastikan kebutuhan dasar warganya terpenuhi termasuk energi, mobilitas, dan kesempatan ekonomi.

Dinas Koperasi Makassar

Celebes All Show 2025 Resmi Dibuka, Diskop-UKM Makassar Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

ruminews.id – MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Hal ini tercermin dari pembukaan Celebes All Show 2025 yang menghadirkan pameran digital printing dan festival inovasi di Kawasan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Jumat (7/11/2025). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si, bersama Ketua DPD Dekrafmi Sulsel, Zulkifli Thahir, dan Ketua Panitia Pelaksana, Wahyuda. Dalam sambutannya, Arlin menegaskan bahwa Celebes All Show 2025 merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem bisnis yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Arlin menyoroti pentingnya adaptasi pelaku UKM terhadap perkembangan teknologi, terutama di bidang digital printing dan ekonomi kreatif. Ia menyebut bahwa masih banyak pelaku usaha yang belum memahami mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah, termasuk proses pendaftaran melalui e-katalog. Karena itu, Diskop-UKM membuka ruang diskusi dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan UMKM lokal dalam sistem pengadaan pemerintah. Selain itu, Arlin menjelaskan bahwa Diskop-UKM Makassar kini telah mengoperasikan inkubator bisnis dan UMKM sebagai wadah pengembangan inovasi dan jaringan usaha. Melalui inkubator tersebut, berbagai pelatihan praktis seperti barista, sablon kaos, dan cetak digital diberikan kepada masyarakat untuk memperkuat daya saing mereka di sektor ekonomi kreatif. Ia juga menekankan besarnya dampak ekonomi dari penyelenggaraan event-event berskala besar, yang turut menggerakkan hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM. Menutup sambutannya, Arlin berharap Celebes All Show 2025 dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk bertukar ilmu, memperluas jejaring profesional, serta meningkatkan kualitas produk dan jasa. Ia menegaskan bahwa Makassar siap menjadi pusat aktivitas inovasi dan teknologi di Kawasan Indonesia Timur, sekaligus tuan rumah berbagai event industri berskala nasional maupun regional.

Badan Gizi Nasional, Daerah, Luwu Utara, Nasional, Pemerintahan

GMPH Sul-Sel Desak Pemerintah Luwu Utara Dan Pemerintah Pusat Untuk Evaluasi Program MBG

ruminews.id – Luwu Utara, Kejadian keracunan yang kembali menimpa salah satu siswi SD 098 Matoto, Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, yang memiliki kepala sekolah bernama Nur Jaya menjadi potret nyata kegagalan pemerintah dalam menjalankan program yang seharusnya membawa kebaikan bagi anak-anak bangsa. Program “Makan Bergizi” yang digadang-gadang sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus, justru berubah menjadi ancaman bagi di mana letak tanggung jawab pemerintah daerah dan pemerintah pusat? Sampai kapan keselamatan anak-anak kita dijadikan bahan percobaan atas program yang tidak dievaluasi secara matang? Bukankah tugas pemerintah adalah menjamin mutu dan keamanan pangan sebelum disalurkan kepada masyarakat? Ataukah program ini sekadar dijadikan proyek seremonial demi citra dan kepentingan politik semata? Tragis, ketika slogan “Makanan Bergizi untuk Anak Negeri” justru berubah menjadi “Racun Bersubsidi dari Negara.” Setiap kali korban berjatuhan, jawaban pemerintah selalu sama: “Akan dievaluasi.” Namun, evaluasi macam apa yang terus diulang tanpa hasil nyata? Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum Sulawesi Selatan dengan tegas menyatakan bahwa diam adalah bentuk kejahatan baru. Ketika rakyat kecil menderita, dan aparat pemerintah memilih bungkam, maka wajar bila kepercayaan terhadap negara kian luntur. Sudah saatnya pemerintah Kabupaten Luwu Utara dan Pemerintah Republik Indonesia berhenti menutup mata. Rakyat tidak butuh janji manis, rakyat butuh bukti nyata bahwa hidup mereka dihargai dan masa depan anak-anak mereka dijaga. Jika sebuah program bergizi justru membawa penyakit, maka yang busuk bukan makanannya melainkan sistem dan nurani mereka yang mengelolanya.

Scroll to Top