Pemerintahan

DPRD Kota Makassar, Uncategorized

DPRD Makassar Dukung Percepatan Pembangunan Jembatan Baru Barombong

ruminews.id – Makassar — DPRD Kota Makassar mendukung percepatan pembangunan Jembatan Baru Barombong sebagai solusi mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Sekretaris Komisi B DPRD Makassar, Andi Tenri Uji, menyebut proyek tersebut sebagai kebutuhan mendesak masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan permukiman yang pesat di Barombong dalam beberapa tahun terakhir membuat arus lalu lintas semakin padat, terutama pada jam sibuk. “Saya sangat mendukung pembangunan Jembatan Baru Barombong. Ini sudah menjadi keluhan rutin warga dan harus segera direalisasikan,” ujar Tenri. Dukungan serupa juga disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri “Appi” Arifuddin. Ia menilai pembangunan jembatan sekaligus perluasan akses jalan di kawasan Barombong tidak bisa lagi ditunda karena menyangkut mobilitas warga dan perkembangan kota. “Membangun fasilitas publik adalah prioritas. Jembatan Barombong tidak bisa lagi ditunda penyelesaiannya. Ini soal kemacetan, mobilitas warga, dan pertumbuhan kota ke depan,” tegas Appi saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) di Hotel Rinra, Selasa (10/6). Appi juga meminta sinergi PT GMTD dalam merealisasikan rencana pembangunan tersebut. Ia menyebut keluhan warga soal akses jalan yang kerap terhambat harus dijawab dengan langkah konkret.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Apresiasi Percepatan Digitalisasi Pembayaran QRIS di Pasar, Terminal, dan PDAM

ruminews.id – Makassar – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar mempercepat transformasi sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di pasar, terminal, dan PDAM.   Menurut Ismail, peluncuran sistem digitalisasi pembayaran layanan publik dan retribusi di Pasar Daya, Pasar Terong, Terminal Daya, serta PDAM merupakan terobosan penting dalam peningkatan pelayanan publik.   “Saya hadir bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dalam momen penting ini yang mencerminkan keseriusan kita membangun pelayanan publik yang lebih efisien, terbuka, dan terpercaya,” ujarnya.   Ia menambahkan, transformasi digital tidak hanya mengubah metode pembayaran, tetapi juga memperbaiki sistem agar lebih rapi dan minim celah kebocoran. Dengan berkurangnya transaksi tunai, potensi penyalahgunaan dapat ditekan, sementara masyarakat mendapat kemudahan transaksi yang cepat dan aman.   “Transformasi digital ini adalah bagian dari membangun kepercayaan. Semoga menjadi langkah baik untuk lompatan perubahan berikutnya di Kota Makassar,” kata Ismail.   Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Munafri “Appi” Arifuddin, menegaskan penerapan QRIS di pasar, terminal, dan PDAM merupakan langkah strategis mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.   “Hari ini mulai berlaku QRIS untuk pembelian karcis di terminal, belanja di pasar, dan pembayaran PDAM,” kata Munafri saat menghadiri Launching Sistem Transaksi Digital/Non-Tunai Berbasis QRIS di Pasar Pusat Niaga Daya, Kecamatan Biringkanaya, Senin (28/7).   Munafri menilai, penerapan QRIS memudahkan masyarakat bertransaksi tanpa membawa uang tunai. Harga pembayaran menjadi tepat tanpa pembulatan, sementara pelaku usaha dan UMKM memperoleh pencatatan otomatis untuk laporan keuangan.   “Digitalisasi akan menghilangkan celah permainan angka. Semua transaksi tercatat, bisa ditelusuri, dan diawasi regulator,” tegasnya.   Ia menyebutkan, tingkat kepatuhan pembayaran retribusi kendaraan saat ini baru mencapai sekitar 40 persen. Melalui digitalisasi, pemerintah berharap potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat ditekan.   “Kalau masih pakai uang tunai, potensi kebocoran sangat besar. Dengan sistem digital, semua jejak pembayaran terekam dan tidak bisa dimanipulasi,” jelas Munafri.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Terima Audiensi SAPMA PP soal Insiden Tuduhan Pencurian di Alfamidi

ruminews.id – Makassar — DPRD Kota Makassar menerima audiensi massa Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila yang menggelar aksi di depan gedung dewan, Senin (28/7/2025). Mereka menuntut pertanggungjawaban manajemen Alfamidi atas dugaan tindakan sewenang-wenang terhadap salah seorang warga. Aksi ini dipicu insiden pada Sabtu malam, 19 Juli 2025, ketika seorang warga bernama Putra bersama rekannya, Cici, dituduh mencuri saat berbelanja di salah satu gerai Alfamidi. Namun, setelah diperiksa melalui rekaman CCTV, tuduhan tersebut tidak terbukti. Ketua SAPMA PP Kota Makassar, Husnul Mubarak, menyebut kejadian itu sebagai bentuk arogansi pihak Alfamidi. Ia menilai menahan dan menggeledah pelanggan di depan umum tanpa bukti kuat mencederai hak warga. “Kami tidak bisa diam. Tuduhan palsu ini mencemarkan nama baik warga Makassar dan melukai rasa keadilan. Alfamidi harus bertanggung jawab,” tegas Husnul. SAPMA PP mendesak manajemen Alfamidi membuat klarifikasi dan permohonan maaf terbuka kepada korban, serta meminta pemerintah kota dan DPRD menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak terkait. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Makassar Fraksi PKS, Hartono, menyatakan dewan akan mengagendakan pemanggilan terhadap manajemen seluruh jaringan ritel besar, termasuk Alfamidi, Alfamart, dan Indomaret.

DPRD Kota Makassar

Pedagang Pasar Cidu Tolak Skema Ganjil Genap, DPRD Makassar Siapkan RDP

ruminews.id – Makassar — Puluhan pedagang Pasar Cidu mendatangi Gedung DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani, Senin (28/7/2025). Mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana penerapan skema ganjil genap yang diusulkan pemerintah kecamatan sebagai solusi mengurai kemacetan di sekitar pasar. Perwakilan pedagang menilai kebijakan tersebut sangat merugikan karena membatasi hari mereka berjualan. Dengan skema itu, pedagang hanya diizinkan berdagang secara selang-seling. “Kalau kami tidak bisa jualan selama 10 hari dalam sebulan, tentu sangat memukul ekonomi kami. Ini adalah satu-satunya sumber penghasilan,” ujar Ishak, pedagang kuliner Pasar Cidu, saat menyampaikan aspirasi di hadapan legislator. Menurutnya, selama lima tahun berdagang di lokasi tersebut, tidak pernah ada teguran maupun pemberitahuan resmi soal pelanggaran aturan. Ia pun mempertanyakan mengapa kebijakan ganjil genap tiba-tiba muncul tanpa sosialisasi jelas. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Makassar Fraksi PKS, Hartono, menegaskan penataan pasar tidak boleh mengorbankan mata pencaharian warga. Ia mengusulkan agar segera digelar rapat dengar pendapat (RDP) yang menghadirkan seluruh pihak terkait.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Aliyah Mustika Ilham: Pemkot Makassar Dukung Kegiatan Kepemudaan yang Positif dan Efisien

ruminews.id, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda Kota Makassar dengan menerima audiensi dari Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Makassar di ruang kerjanya, Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (25/7/2025). Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Festival Pengkaderan Nasional HMI yang akan dilaksanakan pada 27 Juli hingga 6 Agustus 2025 dan direncanakan diikuti oleh ribuan kader HMI dari seluruh Indonesia. Dalam pertemuan ini, Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Sarah Agussalim, menyampaikan maksud kedatangannya yang berharap kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Kota Makassar demi menyukseskan agenda tersebut. Menanggapi hal itu, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas semangat kader HMI dan menegaskan bahwa Pemkot Makassar mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu membangun karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. “Kami di Pemerintah Kota Makassar selalu terbuka untuk kegiatan-kegiatan kepemudaan yang positif dan produktif. Kegiatan seperti Festival Pengkaderan ini adalah bagian dari proses membangun generasi unggul yang berdaya saing dan berintegritas,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Namun demikian, Aliyah Mustika Ilham juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dan efisiensi. Ia menegaskan bahwa bentuk dukungan dari Pemkot Makassar harus melalui mekanisme yang jelas dan sesuai regulasi. Turut hadir mendampingi dalam audiensi ini Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar, Fathur Rahim, dan Kepala Bagian Umum, Firnandar Sabara. Sementara dari pihak HMI, hadir Ketua Umum KOHATI Cabang Makassar, Marwati Sumardi, Ketua Panitia Syafika Naura, dan Sekretaris Panitia Lelanur Pratiwi. Melalui audiensi ini, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Pemkot Makassar senantiasa mendukung pada penguatan kapasitas anak muda sebagai agen perubahan, namun tetap mengedepankan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan profesional. “Pemuda adalah mitra strategis dalam pembangunan. Mari kita kolaborasi dengan tetap menjaga integritas, akuntabilitas, dan semangat untuk memajukan Makassar yang unggul, inklusif, aman dan berkelanjutan,” tutupnya.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Resmikan Pabrik Coklatana, Harap Serap Tenaga Kerja Lokal

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Makassar terus mendorong pertumbuhan industri berbasis produk lokal yang berdampak langsung pada masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meresmikan pabrik coklatana PT Agrinesia Raya yang berlokasi di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Jumat (25/7/2025), di Kecamatan Biringkanaya. Dalam sambutannya, Wali Kota menyatakan dukungan penuh atas kehadiran pabrik tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor industri makanan dan membuka peluang kerja bagi warga Makassar. “Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas berdirinya pabrik ini,” ujarnya. “Kehadiran PT Agrinesia Raya di Makassar tentu memberikan dampak positif, khususnya dalam menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat rantai pasok industri makanan kita,” tambah Munafri. Wali Kota juga mengungkapkan bahwa sebagian besar harapan tenaga kerja yang direkrut oleh pabrik tersebut merupakan warga lokal, hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membuka akses seluas-luasnya terhadap lapangan pekerjaan. “Kita tidak bisa menutup mata bahwa kebutuhan akan lapangan kerja di Makassar masih tinggi. Alhamdulillah, pihak perusahaan telah melibatkan tenaga kerja dari warga Makassar sendiri. Ini sangat membantu,” jelasnya. Munafri menekankan, kehadiran PT Agrinesia Raya menjadi contoh baik kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadirnya pabrik cokelat ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi lokal dan memperkuat ekosistem industri kuliner khas Makassar. Besar harapan produk yang dihasilkan PT Agrinesia bisa menjadi bagian dari identitas kuliner Makassar yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh. “Tentu, ini membuka peluang besar bagi Makassar untuk lebih dikenal melalui produk-produk unggulan,” harap Appi. Lanjut dia, Kota Makassar dikenal sebagai kota yang kaya akan ragam kuliner, dari makanan tradisional hingga olahan modern. Dengan hadirnya industri makanan berskala besar seperti ini, Pemkot berkomitmen untuk terus menjadi fasilitator dan pembuka jalan bagi pelaku usaha, baik di sektor UMKM maupun industri menengah-besar. Ke depan, Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong hadirnya berbagai unit usaha makanan dan minuman melalui berbagai skema dukungan. “Karena kita sadar, Makassar sejak dulu adalah kota jasa dan perdagangan, dan hari ini, posisi itu makin kuat,” tuturnya. Ia juga menekankan bahwa peluang pasar di Kota Makassar sangat potensial. Dengan populasi warga yang mencapai 1,4 juta jiwa dan meningkat hingga 2 juta jiwa di siang hari karena mobilitas urban. Menurutnya, pasar domestik Makassar menjadi sangat strategis bagi pengembangan industri makanan. Dimana Makassar memiliki daya serap pasar yang sangat besar. Ini peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang. “Namun tentu saja, kita juga berharap ada kontribusi balik, seperti kepatuhan dalam membayar pajak agar pembangunan kota tetap berjalan lancar,” tegas Wali Kota.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Dampingi Menag Resmikan RS UIN Alauddin

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dalam peresmian Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, Kamis (24/7/2025). Berlokasi di Kampus Lama UIN Alauddin, Jl. Sultan Alauddin, kehadiran rumah sakit ini menjadi tonggak penting sinergi antara sektor pendidikan, layanan kesehatan, dan nilai-nilai spiritualitas. Rumah sakit ini tidak hanya berperan sebagai pusat layanan medis, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan yang mengedepankan pendekatan holistik menggabungkan ilmu kedokteran modern dengan kearifan lokal dan spiritualitas Islam. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan harapan besar atas kehadiran rumah sakit ini sebagai bukti nyata sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan pemerintah daerah. “Kehadiran RS UIN Alauddin menjadi momentum penting bagi penguatan sistem pelayanan kesehatan di Kota Makassar,” ujar Aliyah. Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Makassar untuk menjalin kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. “Rumah sakit ini melayani masyarakat,” tuturnya, Pada kesempatan teraebut, dalam sambutannya, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa RS UIN Alauddin memiliki posisi strategis, bukan hanya secara geografis, tetapi juga secara konseptual. Menurutnya, rumah sakit ini memiliki keistimewaan karena mengusung pendekatan holistik yang memadukan ilmu pengobatan modern dengan nilai-nilai tradisional dan spiritual. “Kami ingin rumah sakit ini menjadi unggul karena mampu menggabungkan metode pengobatan ilmiah dengan kearifan lokal. Dulu, masyarakat Nusantara hidup bersahabat dengan alam tanpa rumah sakit, tapi tetap sehat,” jelasnya. “Kini, kita ingin menghadirkan kembali keharmonisan itu, selaras antara sains, spiritualitas, dan alam,” tambah Nasaruddin, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Ia mengajak seluruh sivitas akademika UIN Alauddin dan pengelola rumah sakit untuk mengelola fasilitas ini secara komprehensif, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan dalam setiap layanan yang diberikan. Sebagai rumah sakit pendidikan di bawah naungan perguruan tinggi keagamaan, RS UIN Alauddin diharapkan mampu menjadi model rumah sakit integratif yang menjawab kebutuhan masyarakat modern, sekaligus merawat akar-akar budaya dan spiritual bangsa.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Jawab Kebutuhan Transportasi Siswa Lewat Bus Gratis

ruminews.id, MAKASSAR — Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional 2025, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan akses pendidikan dengan menambah jumlah armada bus sekolah gratis bagi pelajar di kota ini. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya nyata Pemkot untuk menghadirkan fasilitas ramah anak dan mendukung kemudahan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak di wilayah yang belum terjangkau angkutan umum. Menurutnya, Pemerintah kota Makassar berkomitmen menambah armada bus sekolah sebagai upaya memastikan anak-anak kita bisa bersekolah dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya tambahan. “Ini adalah bentuk perhatian kami terhadap masa depan generasi emas Indonesia,” kata Munafri saat memberikan keterangan di kantor Balai Kota Makassar, Rabu (24/7/2025). Saat ini, Pemkot Makassar telah mengoperasikan lima unit bus sekolah yang melayani sejumlah koridor utama. Namun, Wali Kota menyatakan jumlah tersebut belum mencukupi, terutama untuk menjangkau wilayah-wilayah pinggiran kota yang belum dilayani angkutan umum. “Bus sekolah tetap beroperasi dan akan kita tambah jumlahnya. Hanya saja saat ini, prioritas kami adalah penambahan armada angkutan umum. Tujuanya memperluas rute layanan bus sekolah,” jelas Munafri. Selain penambahan armada, Pemkot juga tengah mengkaji sistem pengadaan kendaraan operasional melalui skema penyewaan dibandingkan pembelian. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi anggaran serta memastikan keberlanjutan pemeliharaan armada. Selama ini, pengadaan kendaraan dengan sistem beli menyisakan persoalan aset. “Kalau kita pakai sistem sewa, maka penyedia kendaraan bertanggung jawab atas kondisi dan perawatan. Bahkan jika terjadi kerusakan atau kecelakaan kecil, unit bisa segera diganti. Ini sedang kami hitung untung-ruginya,” papar Munafri. Wali Kota yang akrab disapa Appi ini juga menekankan dampak ekonomi dari penyediaan bus sekolah gratis bagi keluarga di Makassar. Ia menyebutkan bahwa biaya transportasi harian kerap menjadi beban tambahan bagi orang tua, terutama bagi mereka yang harus menyewa kendaraan untuk mengantar anak ke sekolah. “Kalau satu anak butuh Rp10.000 per hari untuk transportasi, dalam sebulan bisa mencapai Rp200.000. Kalau ada bus sekolah gratis yang rutin, itu bisa mengurangi beban ekonomi rumah tangga secara signifikan,” ujar Appi. Langkah ini merupakan bagian dari visi Pemkot Makassar dalam menciptakan kota yang inklusif, layak anak, dan peduli terhadap pendidikan sebagai investasi jangka panjang bangsa. Terkait target ideal jumlah bus sekolah tambahan, Munafri menyampaikan bahwa Pemkot masih dalam tahap kajian teknis. Politisi Golkar itu kembalibmenekankan pentingnya perencanaan matang, termasuk penentuan rute atau koridor prioritas serta potensi penggunaan ganda bus pada waktu-waktu nonaktif sekolah. Kita ingin layanan ini efisien. Misalnya, pagi antar anak sekolah, lalu siangnya bisa melayani rute umum tertentu. “Tapi semua itu harus melalui kajian terlebih dahulu. Jika memungkinkan, ke depan kita bahkan akan dorong penggunaan bus listrik,” jelasnya.

DPRD Kota Makassar

Pemkot dan DPRD Makassar Serius Tangani SPMB 2025, Pastikan Tidak Ada Anak yang Tertinggal Sekolah

ruminews.id – Makassar – Pemerintah Kota Makassar menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun ajaran 2025, yang hingga kini masih menyisakan sejumlah kendala, termasuk siswa yang belum tertampung di sekolah negeri. Sebagai bentuk tindak lanjut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menerima kunjungan silaturahmi Komisi D DPRD Kota Makassar di Kantor Balai Kota, pada Kamis, 24 Juli 2025. Pertemuan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, didampingi sejumlah anggota dewan seperti Andi Suhada Sappaile, Rezki Nur, A. Odhika Cakra Satriawan, Eshin Usami Nur Rahman, Adi Akbar, dan Budi Hastuti. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. Dalam pertemuan itu, Wali Kota Munafri Arifuddin (Appi) menegaskan bahwa Pemkot Makassar berkomitmen untuk memastikan seluruh anak usia sekolah dapat mengakses pendidikan yang layak, tanpa diskriminasi.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wali Kota Munafri Suarakan Atasi Krisis Anak dengan Keteladanan, Kedekatan, dan Kontrol Teknologi

ruminews.id, MAKASSAR — Suasana penuh keceriaan dan semangat menyelimuti Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu pagi, saat ribuan anak dan orang tua memadati arena peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025. Acara yang digagas oleh Bunda PAUD Kota Makassar ini berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan, mulai dari lomba mewarnai, penampilan seni anak, hingga aksi sosial berupa sunat massal gratis. Mengusung semangat “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar dalam menegaskan komitmennya terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak sejak usia dini. Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Mahmud, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak-anak. “Anak-anak kita adalah cerminan masa depan bangsa. Apa yang kita tanam hari ini akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” ujarnya. “Maka menjadi tanggung jawab kita semua pemerintah, orang tua, pendidik, hingga komunitas untuk memastikan mereka tumbuh dengan cinta, gizi yang cukup, dan ruang berekspresi yang positif,” lanjut Melinda. Oleh sebab itu, Ketua TP PKK Kota Makassar itu, juga menegaskan pentingnya membangun lingkungan ramah anak yang mampu mendukung tumbuh kembang secara holistik — baik secara fisik, emosional, sosial, dan intelektual. Menurutnya, pendidikan anak usia dini harus menjadi gerakan bersama yang konsisten dan berkelanjutan. Maka, harus diperkuat sinergi untuk menyediakan pendidikan PAUD yang berkualitas dan menyenangkan. “Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk bermain, belajar, dan mengekspresikan diri tanpa tekanan. Di situlah kreativitas dan karakter mereka mulai tumbuh,” imbuhnya. Ia menegaskan, rangkaian kegiatan peringatan HAN kali ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa dampak nyata, khususnya melalui kegiatan sunat massal gratis yang diikuti puluhan anak dari berbagai kecamatan di Kota Makassar. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Pemkot Makassar, Dinas Kesehatan, dan tenaga medis dari berbagai rumah sakit mitra. Keceriaan anak-anak terlihat di seluruh penjuru lapangan. Lomba mewarnai yang diikuti oleh ratusan peserta PAUD menjadi ajang unjuk kreativitas, sekaligus sarana pembelajaran yang menyenangkan. Tak kalah menarik, panggung pertunjukan seni juga dipenuhi oleh berbagai penampilan unik dan menggemaskan dari anak-anak, mulai dari tari tradisional hingga lagu-lagu anak nasional. Melinda Aksa juga menyampaikan pesan harapannya kepada seluruh anak-anak Indonesia, khususnya di Makassar: “Selamat Hari Anak Nasional 2025 untuk seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak Kota Makassar yang hebat dan luar biasa. Jadilah generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,’ ucapnya. Momentum HAN 2025 di Kota Makassar menjadi pengingat kuat bahwa perlindungan anak bukanlah sekadar wacana, tetapi aksi nyata yang harus terus diupayakan. Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperluas layanan ramah anak, meningkatkan kualitas PAUD, dan menciptakan kota yang aman dan membahagiakan bagi setiap anak. Sedangkan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya keterlibatan penuh semua elemen masyarakat dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak Indonesia. Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025, Munafri menyuarakan keprihatinannya terhadap peningkatan kasus-kasus yang melibatkan anak-anak di Makassar, sekaligus menyerukan aksi nyata untuk mencetak generasi emas 2045. “Anak-anak adalah masa depan Indonesia, dan tugas kita bukan hanya mendidik mereka, tetapi juga mengantarkan mereka menjadi generasi emas yang hebat di tahun 2045,” tegas Munafri. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah pengaruh negatif teknologi dan gadget yang tak terkendali di kalangan anak-anak, khususnya di usia pendidikan dasar. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi membawa manfaat, penggunaan tanpa pendampingan bisa merusak perkembangan mental, moral, dan sosial anak-anak. “Kita harus mulai berani membatasi penggunaan gadget di jenjang pendidikan dasar. Tidak semua informasi baik untuk mereka. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan dan memfilter konten yang dikonsumsi anak-anak,” ujarnya. Munafri juga menekankan pentingnya kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Di tengah kesibukan modern, perhatian orang tua sering kali teralihkan dari kebutuhan psikologis anak-anak, padahal kedekatan itulah yang menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter anak. “Anak-anak membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih dari orang tuanya. Kedekatan emosional dengan orang tua akan berdampak besar terhadap kejiwaan dan ketangguhan mental anak,” tambahnya. Selain itu, Munafri mengajak para pendidik dan orang tua untuk membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan berbasis nilai dan etika, termasuk dalam membedakan kegiatan anak laki-laki dan perempuan agar tetap sesuai dengan norma dan budaya lokal. “Kita tidak hanya bicara pendidikan formal, tapi juga pendidikan karakter, adab, dan nilai-nilai budaya kita. Local wisdom seperti siri’ na pacce harus kembali diajarkan sebagai bekal hidup mereka di masa depan,” jelasnya. Pemerintah Kota Makassar, lanjut Munafri, berkomitmen penuh dalam mendukung program-program pembangunan anak, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun perlindungan hukum dan sosial. Menurutnya, menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendidik adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. “Kalau kita ingin Indonesia benar-benar menjadi negara besar di tahun 2045, maka hari ini kita harus serius membentuk anak-anak kita menjadi manusia unggul cerdas, berakhlak, dan kuat secara mental,” pungkasnya.

Scroll to Top