Makassar

Daerah, Hukum, Makassar, Pemerintahan

GMPH Sul-Sel Desak Copot Kepala Kejati Sul-Sel, Tuntut KPK Periksa Dugaan Korupsi ART DPRD Tana Toraja

ruminews.id, Makassar – Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum (GMPH) Sulawesi Selatan kembali menggebrak publik dengan menggelar aksi unjuk rasa jilid 4, Senin sore (22/9), menuntut Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan agar serius menuntaskan dugaan korupsi Anggaran Rumah Tangga (ART) DPRD Tana Toraja tahun 2017 serta 2019–2024. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA ini berlangsung hampir satu jam dengan memblokade ruas jalan Urip Sumoharjo. Puluhan massa GMPH Sul-Sel menahan truk dan mengibarkan spanduk bertuliskan tuntutan keras: “Copot Kepala Kejaksaan Tinggi Sul-Sel! Tangkap dan Periksa Willem Simbolangi, Yohanis Lintin Paembongan, dan Eviviana Rombe Datu Terduga Kasus ART DPRD Tana Toraja 2019–2024.” Aksi tersebut menimbulkan kemacetan panjang di salah satu jalur utama Kota Makassar. Ironisnya, meski demonstrasi berlangsung di depan kantor Kejati Sul-Sel, pihak kejaksaan kembali memilih bungkam dan tidak menemui massa. Hal ini memantik kekecewaan dan amarah mahasiswa. Ryyan Saputra, Ketua GMPH Sul-Sel, menegaskan bahwa aksi jilid 4 merupakan bentuk pengawalan serius terhadap kasus dugaan korupsi yang terkesan ditutup-tutupi. “Kami kecewa. Kejati Sul-Sel yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan hukum, justru bersembunyi dan tidak berani menemui kami. Kami tidak butuh janji kosong dari orang yang sama, kami ingin langsung bertemu jaksa yang menangani kasus ini,” tegas Ryyan. GMPH Sul-Sel juga menyoroti sikap Kejati Sul-Sel yang dinilai lamban, tidak transparan, dan terkesan melindungi pihak-pihak yang diduga terlibat. Karena itu, mereka mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan memeriksa Kepala Kejati Sul-Sel. Ryyan menutup dengan ultimatum keras: “Aksi jilid 5 akan kami gelar besok. Kami pastikan tekanan massa akan terus berlanjut hingga kasus ini benar-benar terbongkar di hadapan publik.”

Jakarta, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pertanian, Uncategorized

Abd. Jalal Bohari Pimpin DPW Tani Merdeka Sulsel, Siap Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo

ruminews.id – JAKARTA, 21, September 2025 — Dewan Pimpinan Wilayah Tani Merdeka Indonesia (DPW-TMI) Wilayah Sulawesi selatan resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia (DPN-TMI), Penyerahan SK tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat DPN Tani Merdeka Indonesia Duren tiga, Pancoran Jakarta Selatan. (Minggu/21/09/2025) Ketua DPW TMI Provinsi Sulawesi selatan Abd. Jalal Bohari S,Sos. Didampingi Ketua Dewan pembina TMI DPW Sulsel Dr. Mulyadin Abdullah, M.Si. menerima SK tersebut di kantor sekretariat DPN Tani Merdeka Indonesia yang diserahkan langsung oleh ketua umum DPN-TMI Don Muzakkir didampingi oleh sekjend H. Nandang Sudrajat, Bendahara Umum Fahmi dan Ketua Bidang Organisasi Ayman Adnan. SK ini menjadi legalitas resmi yang memperkuat posisi organisasi dalam menjalankan program pemberdayaan petani dan peternak di wilayah Sulawesi selatan. Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menyampaikan petani harus berhenti diposisikan sebagai objek. Ia menegaskan petani punya hak menentukan arah kebijakan pangan dan pembangunan. “Petani bukan sekadar penyedia pangan, tetapi penentu arah masa depan negeri. Melalui Tani Merdeka, kita ingin petani berdiri tegak dengan martabat,” kata Don Muzakir. Sesaat setelah penerimaan SK Ketua DPW TMI Sulawesi Selatan ketika di wawancarai menyatakan Siap Melaksanakan Tugas dan tanggung jawab yang di amanahkan. Lebih lanjut Abd. Jalal Bohari S,Sos. menegaskan pembetukan TMI DPW Sulawesi Selatan ini merupakan implementasi progmam nasional tentang ketahanan pangan dan memastikan bahwa siap mendukung program Swasembada pangan yang di canangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, setelah menerima SK ini hal pertama yang kami lakukan adalah melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka pembentukan struktrur organisasi hinga tingkat desa demikian Tegasnya.

Hukum, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Kanda Dhihram Tenrisau: Advokasi Berdasarkan Data, Antara Strategi, Aktor, dan Tantangan

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, digelar Sabtu, 20 September 2025, salah satu sesi penting dibawakan oleh Kanda Dhihram Tenrisau dengan materi berjudul “Advokasi Berdasarka Data ” Dalam pemaparannya, Dhihram menekankan bahwa advokasi adalah proses sistematis untuk mendukung tujuan atau kelompok tertentu dengan memengaruhi pembuat kebijakan maupun publik. Ia menyebutkan bahwa advokasi tidak cukup dengan semangat, tetapi harus dilandasi data yang kuat, strategi yang tepat, serta keberanian dalam menghadapi konflik kepentingan. Dari sisi tahapan, ia menjelaskan tujuh langkah advokasi kebijakan, mulai dari penentuan isu strategis, identifikasi masalah, penyusunan agenda, konsultasi publik, pembahasan dan pengesahan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi. Selain itu, advokasi juga menuntut pemetaan aktor dan pengaruh, serta penentuan strategi melalui pendampingan, kajian kebijakan, kampanye publik, dialog, koalisi, maupun aksi demonstrasi. Dari perspektif penggunaan data, Dhihram menegaskan pentingnya kejujuran dan transparansi. Ia merujuk pada buku Berbohong dengan Statistik karya Darrell Huffl sebagai pengingat bahwa data dapat memperkuat argumen, namun juga bisa menyesatkan bila dipelintir. Karena itu, kader dan aktivis advokasi harus menjadikan data sebagai instrumen pembelaan publik, bukan alat manipulasi. Menutup sesinya, Dhihram menekankan bahwa advokasi yang berbasis data, dilaksanakan dengan strategi yang terukur, serta berlandaskan etika akan lebih berpeluang menciptakan perubahan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia mengingatkan, advokasi sejati bukanlah tentang ego kelompok, melainkan tentang keberanian mencegah derita dan bencana bagi masyarakat luas.

Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Kader LKMI HMI Cabang Makassar Timur Gelar Kampanye Digital Kesehatan: Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Gula Berlebih

ruminews.id – Makassar, 21 September 2025. Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025, peserta LKMI HMI Cabang Makassar Timur menggelar aksi nyata kampanye kesehatan pada kegiatan Car Free Day dan area olahraga masyarakat di pagi hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan integrasi transformasi digital kesehatan melalui inovasi kampanye publik yang menyentuh langsung masyarakat. Pada kesempatan ini, para kader membagikan selebaran poster digital interaktif. Poster tersebut dilengkapi dengan kode QR yang dapat dipindai menggunakan smartphone, sehingga masyarakat dapat langsung mengakses konten kampanye kesehatan dan menyebarkannya ke berbagai platform media sosial. Isi dari poster mengangkat isu konsumsi gula berlebih, yang menurut data kesehatan nasional menjadi salah satu penyumbang utama meningkatnya kasus obesitas, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga kematian dini. Muhammad Raid Nabhan, selaku Koordinator Steering yang turut turun langsung bersama peserta, menyampaikan bahwa kampanye ini bukan sekadar simbolis, tetapi wujud keterlibatan aktif kader HMI dalam menjawab tantangan transformasi kesehatan. “Data menunjukkan sekitar 28,7% penduduk Indonesia masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas anjuran. Akibatnya, penyakit tidak menular seperti diabetes dan jantung terus meningkat, bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi konsumsi manis. Aksi sederhana ini bisa menyelamatkan masa depan generasi kita,” ujarnya. Lebih jauh, Raid menegaskan bahwa transformasi digital harus dipahami bukan hanya soal sistem elektronik atau kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana kader mampu memanfaatkannya untuk menyuarakan kampanye kesehatan yang lebih luas, cepat, dan berdampak. “Kami ingin memastikan pesan dan harapan dari kegiatan inibisa sampai ke setiap smartphone, setiap rumah, dan setiap hati,” tambahnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata perilaku hidup sehat, karena selain membagikan poster, kader juga mengajak masyarakat sekitar untuk rutin berolahraga dan menjaga kesehatannya. Semangat kolaborasi antara kader kesehatan HMI dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya sehat yang bukan hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan aksi ini, LKMI HMI Cabang Makassar Timur menegaskan bahwa transformasi kesehatan bukan hanya agenda pemerintah, tetapi juga gerakan sosial yang lahir dari kesadaran masyarakat dimulai dari pilihan sederhana di meja makan, hingga kebiasaan rutin menjaga tubuh tetap bugar

Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Dian Sidik Arsyad: Transformasi Kesehatan. Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, salah satu sesi penting menghadirkan materi bertajuk “Transformasi Kesehatan; Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia” yang dibawakan oleh Dian Sidik Arsyad, SKM., MKM., Ph.D. Dalam pemaparannya, Dian Sidik menegaskan bahwa masa depan sistem kesehatan Indonesia akan sangat bergantung pada digitalisasi. Mulai dari penerapan rekam medis elektronik, telemedicine, pemanfaatan big data kesehatan, hingga kecerdasan buatan, semuanya akan menjadi pondasi dalam pembangunan layanan kesehatan yang lebih efisien, cepat, dan akurat. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi bukan tanpa tantangan. Ketimpangan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Jika transformasi digital hanya menyentuh kota-kota besar, sementara wilayah terpencil tertinggal, maka teknologi justru bisa memperlebar jurang ketidakadilan. Karena itu, ia mendorong para kader HMI untuk hadir sebagai agen perubahan. Tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penjaga nilai kemanusiaan, memastikan setiap inovasi digital benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua lapisan masyarakat.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pendidikan

dr. Irwan Ashari: Masa Depan Profesi Kesehatan. Antara SDM, Pembiayaan, dan Etika Layanan Publik

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, salah satu sesi penting dibawakan oleh dr. Irwan Ashari, M.Med., Ed., AIFO-K, FIHFAA, dengan materi berjudul “Masa Depan Profesi Kesehatan di Era Transformasi Sistem: Antara SDM, Pembiayaan, dan Etika Layanan Publik”. Dalam pemaparannya, dr. Irwan menekankan bahwa kesehatan adalah pondasi utama untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Namun, masa depan profesi kesehatan menghadapi tiga tantangan besar: maldistribusi sumber daya manusia, Kebutuhan spesialis dan subspesialis, pembiayaan, dan etika serta kualitas layanan publik. Dari sisi SDM kesehatan, ia menggarisbawahi masih terjadinya maldistribusi tenaga, di mana kota besar mengalami surplus, sementara daerah terpencil kekurangan tenaga medis. Ke depan, dibutuhkan peningkatan kompetensi, pemerataan distribusi, serta kesiapan dalam menguasai teknologi digital health. Dari aspek pembiayaan, dr. Irwan menguraikan bahwa total belanja kesehatan Indonesia pada 2024 mencapai Rp624,4 triliun atau hanya 2,9% dari PDB, jauh di bawah standar WHO sebesar 5%. Lebih dari 24% biaya kesehatan terserap untuk penyakit katastropik seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal. Hal ini menunjukkan urgensi diversifikasi pembiayaan serta penguatan program promotif dan preventif agar sistem lebih berkelanjutan. Sementara dari perspektif etika layanan publik, ia menekankan prinsip kesetaraan akses, akuntabilitas, transparansi, empati, dan komunikasi yang humanis. Transformasi digital memang akan mempercepat layanan, mulai dari rekam medis elektronik hingga telemedicine dan pemanfaatan AI. Namun, teknologi tetap harus berjalan seiring dengan sentuhan manusia dan nilai kemanusiaan. Menutup sesinya, dr. Irwan mengingatkan bahwa integrasi SDM yang kompeten dan merata, pembiayaan yang berkelanjutan, serta etika layanan publik yang humanis adalah tiga pilar masa depan kesehatan Indonesia. Peran kader HMI sebagai calon pemimpin bangsa sangat penting dalam memastikan transformasi sistem kesehatan tidak sekadar modern, tetapi juga adil, merata, dan berpihak pada masyarakat luas.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri: Kolaborasi Antar Partai, Kunci Kemajuan Pembangunan

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan harapan besar untuk kolaborasi yang lebih erat antara Pemerintah Kota Makassar dan Partai Hanura, menjelang Pemilu 2024. Dalam pidatonya, Munafri mengungkapkan rasa terima kasih kepada Partai Hanura yang telah memberikan dukungan kuat dalam Pilwali Makassar, serta menyatakan keyakinannya terhadap keputusan Ketua Umum Partai Hanura dalam memilih pemimpin yang tepat. “Ini adalah harapan besar. Saya yakin bersama Partai Hanura kolaborasi. Kami akan terus bersahabat untuk membangun Kota Makassar,” kata Munafri, saat bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mendampingi Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO), pada pelantikan Pengurus DPD Hanura Provinsi Sulsel, di Hotel Sheraton Makassar, Sabtu (20/9/2025). Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan partai politik dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, peran partai dalam menjaga persatuan dan kesatuan sangat krusial, terlebih dengan keberagaman yang ada di Sulawesi Selatan. “Di Sulawesi Selatan ini, hampir semua pemurus partai saling mengenal dengan baik, bahkan ada yang memiliki hubungan kekerabatan. Kami telah hadir dalam berbagai warna, namun cita-cita kami satu membangun daerah yang kita cintai,” jelas Appi. Lanjut dia, Partai Hanura, yang kini memiliki dua kursi di DPRD Kota Makassar, turut berkontribusi signifikan dalam mengusung saat Pilwali dan mendukung pemerintah Kota Makassar, saat ini. Munafri juga menyampaikan apresiasi atas peran serta Partai Hanura yang telah membackup pemerintah kota dalam berbagai kegiatan. Dalam Pemilu Wali Kota Makassar 2024, Munafri dan pasangannya, Ibu Alia, berhasil meraih 54% suara dari empat pasangan calon yang bertanding. “Kami akan terus bekerja bersama untuk membangun sistem pemerintahan yang baik, yang melayani masyarakat dengan maksimal,” tambah Ketua DPD II Golkar Makassar. Di kesempatan yang sama, Ketua Partai Hanura Sulawesi Selatan, Mayjen (Purn) Andi Muhammad, menegaskan pentingnya kolaborasi antar anggota partai dalam membangun daerah menjelang Pemilu 2024. Andi Muhammad menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan bersama, dukungan dan kesatuan antar sesama anggota partai sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan yang ada. “Kolaborasi adalah kunci untuk membangun daerah. Kita harus bersama-sama memperkuat satu sama lain agar tujuan kita tercapai. Tanpa kesatuan, mustahil kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan,” ujar Andi Muhammad. Lebih lanjut, Andi Muhammad juga mengingatkan bahwa keberadaan pelatih politik atau tokoh-tokoh politik yang berpengalaman sangat penting dalam proses pembangunan daerah. Ia menyatakan bahwa partai harus terus mengasah kapasitas kepemimpinan dan memperkuat peran politiknya untuk menjaga kemajuan daerah. “Meskipun ada banyak tantangan, kita harus bisa bekerja sama. Menciptakan sistem pemerintahan yang efektif, yang benar-benar melayani masyarakat dengan baik. Ini adalah tujuan kita bersama,” tambahnya. Mantan Pangdam Hasanuddin itu, menekankan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan dan keberagaman dalam upaya membangun Sulawesi Selatan. Dia berharap agar semua elemen partai dapat berkontribusi secara positif untuk kemajuan daerah, menjunjung tinggi nilai persatuan dan saling mendukung dalam setiap langkah. “Keberagaman di Sulawesi Selatan adalah kekuatan kita. Kita harus menjaga hubungan baik dan saling mendukung antar sesama. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan Kota yang lebih maju,” ujar Ketua Partai Hanura Sulawesi Selatan itu.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar, buat Menteri Pariwisata Sumringah

ruminews.id, MAKASSAR – Dalam upaya memperkuat sektor pariwisata dan menjadikan Makassar, sebagai destinasi unggulan, Pemkot Makassar berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar setiap bulan mulai tahun depan. Wali Kota Makasssr, Munafri Arifuddin mengatakan, ini bentuk keseriusan Pemerintah Kota Makassar, dalam meningkatkan kota daeng sebagai tuan rumah event besar, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. “Kami punya banyak kegiatan yang ada di Kota Makassar, dan sebagai pemerintah kota, kami menyiapkan anggaran Rp5 miliar setiap bulan untuk mendukung event-event yang digelar di sini,” ungkap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Hal itu, disampaikan, Appi saat mendampingi Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada acara puncak perayaan Dies Natalis ke-34 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, di Lapangan Gedung Rektorat Poltekpar Makassar, Sabtu (20/9/2025). Pernyataan tersebut bukan hanya menunjukkan keseriusan Pemkot Makassar dalam meningkatkan citra kota sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal. Komitmen Pemerintah Kota Makassar, disampaikan Munafri mengalokasikan anggaran Rp5 miliar setiap bulan, berhasil membuat Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, langsung sumringah. Dengan dana yang digelontorkan Pemerintah Kota, diharapkan dapat menjadi tuan rumah bagi berbagai event besar yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan industri lokal. Dengan demikian, dilakukan juga fasilitas dan infrastruktur kota untuk mendukung berbagai kegiatan, seperti festival, konferensi internasional, konser, dan event olahraga. “Kami ingin Kota Makassar menjadi tempat yang sering dilaksanakan kegiatan nasional dan internasional,” tambah Munafri dalam pernyataan resminya. Ia juga menambahkan bahwa salah satu tujuan besar dari program ini adalah untuk memastikan hotel-hotel di Makassar selalu terisi penuh, serta memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal, termasuk sektor UMKM dan industri kreatif. “Kami juga berharap agar hotel-hotel kami dapat terus penuh dan ekonomi lokal terus berkembang. Ini adalah langkah nyata untuk memanfaatkan potensi wisata yang kami miliki,” tuturnya, didengarkan langsung oleh Menteri Pariwisata, saat bersama-sama di Makassar. Selain mendukung kegiatan pariwisata dan event, Wali Kota Munafri juga menyampaikan bahwa Pemkot Makassar berencana untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi wisata alam yang dimiliki kota ini, khususnya sektor kelautan. “Kami juga ingin mengakses beberapa destinasi baru, terutama yang berbasis alam dan laut, serta menggali potensi sumber daya lainnya yang ada di Kota Makassar,” ujarnya. Dengan anggaran yang telah disiapkan, Pemkot Makassar berencana untuk meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas menuju destinasi-destinasi tersebut, guna menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun internasional. Tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, Munafri juga berharap agar Kementerian Pariwisata dapat memberikan dukungan lebih lanjut dalam mengembangkan potensi pariwisata Makassar. “Kami berharap ke depan, Kementerian Pariwisata dapat memberikan support untuk memaksimalkan potensi Kota Makassar sebagai destinasi wisata unggulan, melalui berbagai program dan promosi,” harap Appi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kota dan kementerian terkait sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pariwisata dan menarik lebih banyak investor ke sektor ini. Apalagi, belakngan ini Kota Makassar telah menjadi salah satu kota yang berkembang pesat dalam sektor pariwisata, namun dengan potensi yang masih sangat besar, masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapainya. “Kami ingin Makassar tidak hanya dikenal sebagai tempat event besar, tetapi juga sebagai tempat bagi kegiatan komunitas dan ekonomi kreatif yang semakin berkembang,” tutupnya. Pada kesempatan ini, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata sedang menyiapkan berbagai program unggulan untuk peningkatan kualitas SDM di sektor pariwisata, khususnya di bidang pendidikan. Salah satunya adalah pengembangan lebih banyak Politeknik Pariwisata di berbagai daerah dengan keunggulannya masing-masing. Diman, pendidikan di bidang pariwisata sangat penting untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di industri pariwisata, bukan hanya untuk sektor pegawai negeri, tetapi lebih banyak untuk sektor industri. “Saat ini, sedang mengembangkan dua Politeknik lagi, yang akan semakin banyak membuka peluang bagi anak-anak bangsa untuk terlibat dalam industri pariwisata,” jelas Menteri Widiyanti. Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia pada tanggal 27 September mendatang, Menteri Widiyanti mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata telah memulai gerakan wisata bersih, yang telah dilaksanakan pada 15 September lalu oleh mahasiswa dan dosen politeknik pariwisata di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan destinasi wisata dan memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang bersih dan berbudaya. Gerakan wisata bersih ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia yang tidak hanya indah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. “Kami berharap gerakan ini dapat dilakukan di semua Politeknik Pariwisata untuk membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan budaya di destinasi wisata kita,” jelas Widiyanti. Widiyanti menegaskan bahwa dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan pariwisata yang berkualitas, Indonesia akan memiliki lebih banyak pelaku pariwisata yang mampu bersaing di pasar internasional. Pendidikan pariwisata adalah kunci untuk mengembangkan industri yang ada di Indonesia. Dengan penguatan pendidikan dan pelatihan di bidang pariwisata. “Saya yakin akan tercipta tenaga kerja yang handal dan siap mendukung perkembangan sektor pariwisata Indonesia ke depan,” tuturnya. Secara khusus ia memuji Poltekpar Makassar, betapa strategisnya peran institusi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing di kancah internasional. Menurutnya, Politeknik Pariwisata Makassar telah menunjukkan kualitas luar biasa dalam mencetak SDM pariwisata yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. “Saya sangat terharu melihat ada mahasiswi dengan kebutuhan khusus yang juga menjadi bagian dari proses pendidikan di sini. Ini adalah hal luar biasa dan sangat inklusif,” ujar Menteri Widiyanti di acara wisuda Politeknik Pariwisata Makassar. Menteri Widiyanti juga menekankan pengajaran kurikulum yang melibatkan aspek ekonomi serta pelestarian alam dan budaya, yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini. “Kurikulum yang mengajarkan bagaimana melestarikan alam dan budaya adalah langkah yang sangat tepat, dan saya berharap ini akan semakin menguatkan keunggulan Politeknik Pariwisata Makassar,” tambahnya.

Daerah, Kesehatan, Makassar

Dr. dr.Andi Alfian Zainuddin M.KM: Filosofi Kesehatan sebagai Hak Dasar dalam Menjawab Krisis Keadilan di Era Transformasi Kesehatan

ruminews.id – Makassar, – 19/09/2025 Dengan judul materi Filosofi Kesehatan Kesehatan sebagai Hak Dasar dalam Menjawab Krisis Keadilan di Era Transformasi Kesehatan : dr. Alfian menyampaikan beberapa rangkaian materi dalam Menjawab krisis keadilan di tranformasi kesehatan. Latihan Kader Kesehatan (LKKes) yang di adakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar Timur. Di tengah krisis keadilan di era tranformasi kesehatan LKMI mengambil peran penting dalam efektivitas profesi melalui Latihan Kader Kesehatan (LKKes). Ujar dr. Alfian Langkah ini tentunya suatu aspek yang sangat penting dalam kacamata medis itu sendiri karena kesehatan memerlukan suatu kondisi seimbang antara lingkungan, cara hidup dan komponen hakikat manusia. Tegasnya dr. Alfian juga menjelaskan beberapa pengertian Filosofi Kesehatan, Filosofi sehat menurut WHO (1988) sehat adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif sosial dan ekonomi. Sedangkan menurut UU no. 36 tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tentunya pemahaman terkait konsep sehat juga di jelaskan bahwa menurut Corbin., et al 2009 menyatakan konsep kesehatan modern suatu keadaan yang dicirikan bebas dari penyakit kondisi lemah serta wellnes (komponen positif dari kesehatan yang optimal) menurutnya. ia juga mengatakan bahwa menurut marc lalonde (CANADA) & Hendrick blum (USA) (1974) bahwa kesehatan penduduk atau masyarakat berasal dari genetika, lingkungan dalam hal ini fisik, sosial dan ekonomi kemudian adat/tindaknya pelayanan medis tentunya yg terpenting adalah life style perilaku. Tuturnya Menurut nya martabat manusia dasar dari hak manusiawi, yang berarti setiap individu berhak di perlakukan dengan hormat nilai, dan keadilan. Ia juga menjelaskan bahwa hak asasi manusia (fundamental rights) berbeda dengan human right (hak manusiawi) Tantangan keadilan dibidang kesehatan menurutnya itu berasal dari ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, akses terbatas di daerah terpencil dan kelompok rentang, pembiayaan kesehatan yang tidak merata, stigma dan diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Lanjutnya

Kesehatan, Makassar, Nasional

Pembukaan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HmI Cabang Makassar Timur

ruminews.id – Makassar, 19 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur resmi membuka Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, dengan diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari Cabang Makassar Timur hingga cabang-cabang HMI di luar Makassar Timur. Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Peran Kader dalam Sistem Kesehatan Terintegrasi Berbasis Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader kesehatan HMI untuk meneguhkan peran dan langkahnya dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya, Koordinator Steering, Muhammad Raid Nabhan, yang juga menjabat sebagai Kepala Direktur Bidang Penelitian dan Partisipasi Pembangunan Kesehatan LKMI HMI Cabang Makassar Timur, menegaskan bahwa tema ini lahir dari refleksi mendalam atas kondisi bangsa saat ini. “Kita hidup di era percepatan teknologi, di mana layanan kesehatan semakin canggih, namun di saat yang sama masih banyak rakyat yang tidak mampu menjangkaunya. Di tengah ketimpangan sistem kesehatan, kader-kader HMI dituntut hadir sebagai katalisator. Mereka tidak hanya berhenti sebagai intelektual kampus, tetapi juga pelayan sosial yang berpihak pada umat dan memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil makmur, dari pikiran, tindakan, hingga perbuatan,” ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa setiap kader harus mampu menjadi cahaya yang tidak hanya memantulkan ilmu, tetapi juga menghadirkan makna. Teknologi hanyalah sarana; tujuan akhirnya adalah melahirkan keadilan dan rahmat bagi sesama. Kesehatan tidak boleh dilihat semata sebagai urusan medis, melainkan bagian dari amanah kemanusiaan. Maka kader HMI dituntut menjaga keseimbangan antara kecerdasan akal dan ketulusan hati, antara kemampuan teknis dan keberpihakan sosial. Kegiatan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 ini diharapkan menjadi ruang lahirnya kader-kader kesehatan yang bukan hanya siap berkompetisi di dunia modern, tetapi juga senantiasa berpihak pada mereka yang tertindas. Sebab, sebagaimana ditegaskan Raid, “Ilmu tanpa keberpihakan hanyalah bayangan tanpa cahaya; sedang kader sejati adalah mereka yang menjadikan pikirannya sebagai lentera dan tindakannya sebagai jalan menuju kemaslahatan umat

Scroll to Top