Makassar

Daerah, Makassar

Haswin Hasan Terpilih Aklamasi, KNPI Manggala Siap Hadirkan Energi Baru Pemuda

ruminews.id – Manggala, Sabtu (20/9). Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) yang bernaung di bawah KNPI Manggala. Dalam musyawarah itu, Haswin Hasan terpilih secara aklamasi sebagai formatur KNPI Manggala. Keputusan tersebut disepakati bersama oleh peserta sidang sebagai bentuk dukungan terhadap figur muda yang dinilai mampu membawa energi baru bagi organisasi. Usai terpilih, Haswin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menekankan pentingnya soliditas pemuda dalam menghadapi tantangan zaman. “Pemuda hari ini dihadapkan pada persoalan yang semakin kompleks, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga perkembangan teknologi. KNPI harus menjadi wadah yang mampu menjawab kebutuhan pemuda dengan karya nyata,” ujar Haswin. Ia juga berharap KNPI Manggala ke depan menjadi ruang kolaborasi dan penguatan peran pemuda di tengah masyarakat. “Harapan saya, pemuda di Manggala semakin solid, kreatif, dan adaptif. Kita harus bergandengan tangan untuk membangun masa depan yang lebih baik, dimulai dari lingkungan kita sendiri,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Camat Manggala, Manggala Putra Andi Beso, S.STP, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kepengurusan KNPI yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kota Makassar. “Kami berharap di kepengurusan kali ini KNPI bisa menjadi mitra strategis pemerintah. Mari bersama-sama membangun citra positif Kecamatan Manggala. Selama ini Manggala lebih sering dikenal dari sisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), padahal banyak potensi lain yang bisa kita tonjolkan. Dengan kolaborasi, kita bisa membuat Manggala dikenal lebih luas karena prestasi, kreativitas, dan semangat para pemudanya,” ucapnya memberi semangat. Muscam KNPI Manggala ke-XVI berlangsung khidmat, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran berbagai OKP dalam forum tersebut menjadi bukti komitmen kolektif pemuda untuk memperkuat persatuan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

TP PKK Kota Makassar Gelar Kajian Islam, Angkat Tema Kewajiban Menuntut Ilmu

ruminews.id, MAKASSAR – TP PKK Kota Makassar kembali menggelar Kajian Islam bulanan dengan tema “Kewajiban Menuntut Ilmu Bagi Muslim, Untuk Diri dan Umat” di Masjid Agung 45 Makassar, Jumat (19/9/2025). Kegiatan yang menjadi agenda rutin Pokja I TP PKK Makassar ini dihadiri para kader PKK dari berbagai kelurahan dan kecamatan se-Kota Makassar. Kajian dibuka oleh Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar, Syahriati A. Syahrum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena kajian Islam bulanan bisa terus terlaksana dengan baik dan konsisten. “Alhamdulillah, dengan lima hari rangkaian kegiatan nantinya, kita berharap apa yang kita dapatkan akan mendatangkan ridho serta kemampuan utama dari Allah SWT,” ujarnya. Syahriati mengatakan tujuan kajian ini adalah untuk memperkuat pemahaman agama di kalangan kader PKK, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Dengan ilmu agama yang baik, diharapkan kader mampu menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. “Ilmu yang kita dapatkan jangan berhenti pada diri kita saja, tapi juga harus kita sampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, manfaatnya lebih luas,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, Ia mengatakan TP PKK Kota Makassar berharap agar seluruh kader semakin memahami kewajiban menuntut ilmu, mampu mengamalkannya, serta menjadi penyebar manfaat bagi keluarga dan lingkungan. Kajian Islam kali ini menghadirkan dua pemateri, yakni Ustadz Musaffir dan Ustadzah Astary Resmayanti. Ustadz Musaffir memulai sesi kajian dengan membahas pentingnya menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Orang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya akan merugi. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ilmu akan bernilai jika diamalkan,” ujarnya. Ia juga menyinggung banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menekankan pentingnya ilmu. Dengan mengamalkan ilmu, seorang muslim akan mendapatkan keteduhan hati, pahala besar, serta petunjuk menuju jalan yang lurus. “Bukankah kita semua ingin mendapat petunjuk dari Allah SWT dan meraih surga firdaus yang penuh keindahan? Semua itu bisa kita capai jika iman kita disertai dengan amal saleh yang berlandaskan ilmu,” jelasnya. Setelah itu, giliran Ustadzah Astary Resmayanti yang menyampaikan materi tentang ilmu tajwid. Ia menjelaskan bahwa tajwid sangat penting untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an, terutama dalam hal pelafalan. “Tiga hal yang harus diperhatikan dalam tajwid yaitu tempat keluarnya huruf, jenis dan sifat tiap huruf, serta hukum-hukum yang timbul dalam rangkaian kalimat Al-Qur’an,” tuturnya. Astary menekankan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar bukan hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap firman Allah. Hal ini merupakan amalan berpahala besar yang wajib dipelajari setiap muslim. Ia kemudian menguraikan secara rinci hukum-hukum tajwid, termasuk makharijul huruf, sehingga peserta bisa memahami dengan lebih jelas bagaimana menerapkan kaidah tajwid dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan kajian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar materi, termasuk peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat yang sejalan dengan ajaran Islam.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Tinjau Dapur MBG di Pulau Barrang Lompo

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan keseriusannya dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan aktif dari masyarakat, guna memastikan pemenuhan gizi bagi seluruh pelajar, tak terkecuali yang tinggal di wilayah kepulauan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung lokasi dapur baru MBG di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, untuk memastikan kesiapan fasilitas tersebut sebelum resmi beroperasi, pada tanggal 5 Oktober mendatang. “Pemkot Makassar terus berupaya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, melalui langkah nyata. Bersama berbagai pihak berkolaborasi,” ujar Appi, saat berkunjung menghadiri pesta rakyat di Kecamatan Kepulauan Sangkarang, Jumat (19/9/2025). Munafri menegaskan dapur MBG tersebut sudah siap dioperasionalkan. Kehadiran dapur ini menjadi yang pertama di wilayah kepulauan, dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan siswa penerima manfaat di Pulau Sangkarrang. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat, perangkat kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan yang bahu-membahu mempercepat pembangunan dapur MBG tersebut. “Ini tentang masa depan anak-anak kita. Pemenuhan gizi yang baik akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” tegasnya. Sedangkan, Pengelola MBG Sangkarrang, Haja Darliyah, menjelaskan bahwa dapur MBG ini memanfaatkan rumah milik H. Sahabuddin, warga setempat, yang disiapkan secara khusus menjadi pusat distribusi makanan nantinya. “Kami menyiapkan rumah dan lahan untuk mendukung distribusi mendukung program MBG. Rumah dua lantai ini luas dan lengkap dengan instrumen pendukung,” jelas Hajar. Ia merinci, area dapur dibagi ke beberapa bagian, ruang pencucian peralatan, pencucian bahan makanan, dapur utama, gudang basah, gudang kering, area pemorsian dan pengemasan (packing). Serta kantor administrasi, tersedia pula ruang istirahat untuk pengawas agar proses kerja tetap nyaman dan higienis. “Insya Allah, rencananya sudah difungsikan pada 5 Oktober. Untuk perlengkapan dapur sudah tersedia dan tinggal diangkut ke lokasi saat hari H,” tambah Hajar.

Daerah, Hukum, Makassar

Menolak lupa Tragedi Kebakaran DPRD Akibat Lemahnya Pengamanan Aparat

ruminews.id – Tugas aparat keamanan belum tuntas hanya dengan mempertontonkan penangkapan pelaku pembakaran serta pembobolan atm, pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana dengan kelalaian serta perhatian mengenai regulasi undang-undang tentang sistem proteksi kebakaran. Banyaknya korban yang melompat dari lantai 4 adalah bukti bahwa tidak adanya jalur evakuasi serta tangga darurat pada gedung DPRD kota makassar, cepatnya penyebaran api adalah bukti tidak adanya sistem proteksi kebakaran aktif seperti splingkler, apar, hidrant detektor asap yang akan berfungsi otomatis saat terjadi kebakaran. Kebakaran yang melalap gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar musibah biasa. Peristiwa ini adalah potret nyata dari kelalaian fatal para pemangku kekuasaan yang seharusnya bertanggung jawab menjaga marwah lembaga legislatif sekaligus keselamatan publik. Sekretariat Dewan (Sekwan) jelas-jelas gagal menjalankan fungsinya. Tidak ada kesiapan, tidak ada sistem keamanan internal yang memadai, dan tidak ada langkah antisipasi untuk menghadapi gelombang massa yang sudah tidak bisa dikendalikan. Kelalaian ini membuat gedung rakyat yang seharusnya menjadi simbol demokrasi berubah menjadi puing-puing terbakar. Lebih parah lagi, Ketua DPRD Kota Makassar menunjukkan sikap abai dan tidak bertanggung jawab. Alih-alih tampil sebagai pemimpin yang mampu meredam ketegangan, ia justru memperlihatkan ketiadaan kepemimpinan di tengah krisis. Diamnya Ketua DPRD dalam menghadapi situasi genting adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat yang telah menitipkan suara dan harapannya melalui lembaga ini. Tidak kalah mengecewakan, aparat keamanan yang digaji dari uang rakyat pun terbukti tidak profesional. Pengamanan yang seharusnya dilakukan secara tuntas sejak awal justru setengah hati. Aparat gagal mendeteksi potensi kericuhan, gagal mengendalikan massa, bahkan gagal melindungi aset negara. Ketidakseriusan dan kelalaian ini menjadi pintu masuk bagi tindakan anarkis yang akhirnya merugikan rakyat secara luas. Peristiwa ini tidak bisa hanya dipandang sebagai insiden spontan, melainkan buah dari kelalaian berlapis: kelalaian Sekwan, kelalaian Ketua DPRD, dan kelalaian aparat keamanan. Semua pihak yang terkait harus dimintai pertanggungjawaban secara terbuka, bukan sekadar dengan alasan teknis atau dalih situasi tak terkendali. Rakyat menuntut kejelasan, rakyat menuntut keadilan, dan rakyat menolak pembiaran atas peristiwa memalukan ini. Menurut kami hukum jangan hanya berlaku pada masyarakat kecil tetapi juga berlaku kepada kalalaian para pemangku kekuasaan sebagaimana amanat UU 1945 pasal 27 ayat 1 bahwa kita sama dimata hukum. Peristiwa demonstrasi yang mengakibatkan terbakarnya gedung DPRD Kota Makassar meninggalkan duka mendalam bagi warga Kota Makassar, sebab kejadian tersebut merenggut 3 nyawa tak bersalah. Adanya korban jiwa membuat pendiri FPK3, Husnul Mubarak, menilai bahwa peristiwa ini bukan hanya sebatas kebakaran akibat anarkisme, tetapi juga merupakan bentuk diabaikannya aturan mengenai sistem proteksi kebakaran pada gedung bertingkat. Asumsi kami, Supratman selaku Ketua DPRD kurang memperhatikan hal tersebut. Sebagaimana diketahui, dalam Surat Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. INS.11/M/BW/1997 dijelaskan bahwa sistem proteksi kebakaran merupakan salah satu syarat dalam penerbitan IMB. Syarat keselamatan kerja yang berhubungan dengan penanggulangan kebakaran secara jelas juga digariskan dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, antara lain: − Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran; − Menyediakan sarana jalan untuk menyelamatkan diri; − Mengendalikan asap, panas, dan gas; − Melakukan latihan bagi semua karyawan. Menurut kami, terdapat dua hal yang diabaikan, yakni sistem proteksi kebakaran aktif dan sistem proteksi kebakaran pasif. Sistem proteksi kebakaran aktif dirancang untuk mencegah dan memadamkan kebakaran secara otomatis, seperti sprinkler, detektor asap, detektor panas, APAR, serta hidrant. Sedangkan sistem proteksi kebakaran pasif dirancang untuk menyediakan sarana jalur evakuasi, seperti selasar, ramp, tangga darurat, serta tangga khusus pemadam kebakaran. Peristiwa kebakaran tersebut menggambarkan bahwa kedua sistem proteksi kebakaran tidak berfungsi dengan baik. Salah satu contohnya adalah adanya orang yang melompat dari lantai 4 gedung akibat tidak adanya tangga darurat di luar gedung. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali.

Daerah, Makassar, Olahraga, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Sediakan 6 Mobil untuk Suporter PSM ke Parepare

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, kembali menunjukkan dukungan penuh bagi tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Menjelang laga bergengsi kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (21/9/2025) pukul 20.00 Wita, Pemkot menyiapkan enam unit bus dan mobil khusus untuk mengangkut rombongan dari Makassar, dan para suporter fanatik yang tergabung dalam komunitas Balaikota Mania (The Batman). Dukungan penuh Pemkot ini diharapkan dapat menambah semangat PSM Makassar dalam menghadapi laga sarat gengsi tersebut. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan akan hadir langsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, untuk memberikan dukungan penuh kepada PSM Makassar saat menjamu Persija Jakarta. Munafri menyebut, kehadirannya menjadi wujud nyata dukungan Pemkot Makassar kepada Pasukan Ramang yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi di awal musim. “Sebagai bentuk dukungan kepada para pemain PSM, Insya Allah saya akan hadir langsung di Gelora BJ Habibie memberikan support. Saya akan hadir bersama penggemar PSM,” ujarnya, Kamis (18/9/2025). Tak hanya datang sendiri, mantan Chief Executive Officer atau CEO PSM itu juga memboyong komunitas Balaikota Mania (The Batman), suporter fanatik yang akan mendampingi perjalanan PSM di laga sarat gengsi pekan ini. “Ada mobil sudah disiapkan 6 bus tambah juga mobil Satpol PP, untuk suporter, pendukung, rombongan dari Makassar menuju Parepare,” tuturnya. Sebagai langkah awal, Munafri menunjukkan dukungan nyata untuk PSM Makassar dengan menyambangi markas klub yang terletak di Jalan Balai Kota, tak jauh dari Museum Kota Makassar. Ia melihat PSM Store resmi dibuka kembali di Jalan Balaikota No. 11. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk perhatian pemerintah kota terhadap tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut. Dalam kunjungan itu, Munafri yang akrab disapa Appi bertemu langsung dengan manajemen klub, jajaran CEO PSM, serta perwakilan suporter. Ia meninjau berbagai persiapan tim menjelang laga Super League, termasuk melihat langsung atribut dan kostum atau jersey terbaru yang akan digunakan Pasukan Ramang musim ini. “Kostumnya bagus, (bagus sekali). Tapi kalau jersey-nya bagus, prestasinya juga harus bagus, akan menang,” kata Appi, sembari memuji desain baru kostum kebanggaan PSM. Tak hanya soal kesiapan tim, Appi juga mengungkapkan rencana besar Pemkot untuk mendukung infrastruktur sepak bola di Makassar. Ia menyebut pemerintah kota telah menyiapkan rencana pembangunan stadion baru yang terletak di kawasan Untia, diharapkan bisa mulai dianggarkan pada 2026. “Kalau stadionnya, Insha Allah mudah-mudahan penganggarannya 2026, dikerjakan 2027 sudah bisa. Stadion kapasitasnya mungkin sekitar 15–20 ribu penonton, tapi yang penting nyaman dan representatif,” jelasnya. Munafri menambahkan, stadion tersebut diharapkan menjadi rumah baru bagi PSM sekaligus ikon kebanggaan masyarakat Makassar. Kehadiran Wali Kota di markas PSM disambut hangat oleh manajemen dan suporter. Mereka menilai kunjungan ini memberi semangat tambahan bagi tim jelang laga penting kontra Persija Jakarta sekaligus menjadi simbol kuatnya kolaborasi Pemkot dengan klub sepak bola tertua di Indonesia tersebut. Sedangkan, Ketua Balaikota Mania, Arwin Malik, mengatakan rombongan suporter akan berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Karebosi pada pukul 12.30 WITA, sebelum bersama-sama berangkat memberikan dukungan langsung kepada Pasukan Ramang. “Rombongan suporter akan terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Karebosi, pada pukul 12.30 WITA, sebelum bersama-sama berangkat menuju Parepare,” ujarnya. Ditambahakan, mobil disiapkan oleh Pemerintah Kota, bagi suporter PSM menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah kota dan masyarakat pecinta sepak bola untuk memberikan dukungan penuh kepada PSM Makassar. “Ini bentuk sinergi pemerintah kota dan masyarakat pecinta sepak bola untuk mendukung langsung PSM Makassar,” jelasnya. Diketahui, laga bergengsi PSM melawan Persija Jakarta, tampak seru. Pertemuan klasik dua klub besar ini menjadi sorotan, bukan hanya karena memperebutkan tiga poin penting di ajang Super League 2025/2026, tetapi juga sarat gengsi dan rivalitas panjang. Atmosfer panas mulai terasa jelang kick-off, terlebih catatan pertemuan kedua tim menunjukkan PSM dalam posisi inferior, hanya satu kali menang, dua kali imbang, dan dua kali kalah dari Persija dalam lima laga terakhir Liga Indonesia. Meski demikian, kemenangan tetap menjadi target utama Pasukan Ramang. Tiga poin di kandang akan sangat berarti untuk keluar dari zona degradasi sekaligus mengurangi tekanan di awal musim.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Makassar Raih Penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index Awards 2025

ruminews.id – SLEMAN, YOGYAKARTA– Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam transformasi digital. Hal itu dibuktikan dengan kembali meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 Pemerintah Daerah Terbaik di Indonesia dalam Gajah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Awards 2025, Kamis (18/09/2025). Penghargaan ini diberikan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria dan diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem dalam Seminar Nasional dan Perilisan GM-DTGI Kabupaten/Kota Tahun 2025 yang diadakan oleh Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gajah Mada (UGM). Penghargaan GM-DTGI Awards 2025 ini merupakan pengakuan atas upaya Pemkot Makassar dalam menerapkan inovasi digital dan transformasi pemerintahan yang transparan serta efisien. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem mengatakan penghargaan ini menjadi salah satu bukti kota Makassar yang memiliki komitmen untuk selalu membuat inovasi dalam hal digitalisasi. “Ini bukti kerja keras kita bersama dan menjadi motivasi untuk terus berinovasi serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat kota Makassar,” ucapnya. “Dua tahun berturut-turut kita raih penghargaan yang sama. Ini menjadi cambuk dan motivasi kami untuk terus berinovasi,” sambung Roem. Roem menjelaskan salah satu faktor utama yang mendukung pencapaian keberhasilan ini yakni penerapan teknologi digital. Dimana Pemkot Makassar dinilai menunjukkan kinerja baik dalam menerapkan teknologi digital untuk pelayanan publik dan pengelolaan data. Seperti kata Roem, baru-baru ini Pemkot Makassar meluncurkan Makassar Super Apps atau yang biasa disebut dengan Lontara+. Aplikasi “Lontara+” ini merupakan sebuah platform inovatif yang dirancang khusus untuk menyediakan layanan publik yang mudah diakses oleh masyarakat Kota Makassar. Aplikasi ini dapat diakses oleh warga baik untuk mengajukan permohonan dan bahkan melacak status layanan-layanan tersebut tanpa harus mengunjungi kantor-kantor pemerintah secara langsung. Selain itu, partisipasi masyarakat yang meningkat dalam proses digitalisasi juga menjadi salah penilaian. “Kita berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan dan keikutsertaan masyarakat dalam inovasi digitalisasi yang mempermudah pelayanan publik di Kota Makassar,” ungkapnya. Sementara, Ketua Peneliti GM-DTGI, Prof. Syaiful Ali, mengungkapkan penghargaan GM-DTGI adalah indeks yang dikembangkan oleh UGM untuk menilai kinerja transformasi digital di Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. Indeks ini mencakup tujuh pilar yakni tata kelola dan kepemimpinan, Peraturan dan Kebijakan. Reformasi administrasi publik dan perubahan manajemen. “Kita juga menilai dari tata kelola data, ekosistem digital, desain platform yang berpusat pada pengguna serta keamanan siber dan privasi,” tuturnya. Penghargaan ini juga dirancang untuk mengukur tingkat kesiapan dan implementasi tata kelola transformasi digital pada Pemerintah Daerah. “GM-DTGI ini bukan hanya fokus teknologi tapi ini tentang proses dan penekanan indeks yang kami buat agar pemerintah daerah ini terus mengembangkan dan memanfaatkan teknologi inovasi yang bisa mempermudah masyarakat,” tandasnya. (*)

Daerah, Makassar, Politik

Jelang konsolidasi internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Makassar semakin hangat

ruminews.id, Makassar — Dinamika politik jelang konsolidasi internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Makassar semakin hangat. Salah satu kader menyatakan siap bertarung memperebutkan posisi strategis sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Hanura Kota Makassar. Dalam pernyataan Muhammad Sulhadrianto Agus ia menegaskan tekadnya untuk menjadikan Bapilu sebagai motor penggerak pemenangan partai pada kontestasi politik mendatang. “Saya maju bukan sekadar mencari posisi, tetapi membawa semangat kerja nyata, strategi terukur, dan tekad untuk memenangkan Hanura di Kota Makassar. Bapilu harus menjadi wadah konsolidasi, penguatan basis, dan mesin yang solid dalam menghadapi setiap pemilu,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kesiapan bertarung ini dilandasi oleh dorongan untuk memperkuat jaringan kader hingga ke tingkat akar rumput, memperluas partisipasi kaum muda dan perempuan, serta membangun komunikasi politik yang dekat dengan masyarakat. Kehadiran figur baru dalam bursa Ketua Bapilu ini diharapkan dapat memberi warna segar sekaligus memperkuat daya saing Partai Hanura dalam merebut hati rakyat Makassar. Proses pemilihan internal sendiri disebut akan berlangsung secara demokratis dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan sesama kader.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Launching Gerobak Mulia, Hidupkan Ekonomi Pedagang

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bentuk nyata perhatian itu ditunjukkan melalui kerja sama dengan CSR Bank Sulselbar dalam memberikan bantuan gerobak kepada pedagang bunga di kawasan TPU Dadi. Bantuan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi menjadi peluang bagi pedagang untuk tetap berusaha dan mengembangkan usahanya tanpa harus kehilangan mata pencaharian. Wali Kota Makassar hadir langsung dalam penyerahan lima unit gerobak bantuan CSR Bank Sulselbar sekaligus launching Gerobak Mulia, yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah Kecamatan Mamajang di depan TPU Dadi, Jalan Onta Baru, Rabu (17/9/2025). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya penataan kota yang tidak hanya menertibkan pedagang, tetapi juga memberikan solusi pengganti yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Makassar berharap penataan kawasan sekaligus pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan, menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan tetap produktif secara ekonomi. “Pemerintah Kota terus mendorong penataan dan pemberdayaan UMKM disertai solusi pengganti. Ini kami terus lakukan kedepan memberikan peluang kepada pedagang kaki lima,” ujar Appi. Diketahui, kawasan TPU Dadi, yang sebelumnya dipadati lapak permanen dan semi permanen ini kini ditata lebih rapi berkat inisiatif Kecamatan Mamajang, meliputi pembersihan lingkungan dan drainase, demi kenyamanan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas UMKM setempat. Dengan dukungan ini, para pedagang bunga dapat berdaya, lingkungan menjadi lebih tertata, dan roda perekonomian masyarakat terus bergerak. Inilah bukti kepedulian Pemerintah Kota Makassar terhadap pemberdayaan UMKM di tengah kota. Munafri mengapresiasi kepedulian berbagai pihak, mulai dari Bank Sulselbar, hingga seluruh jajaran pemerintah Kecamatan yang telah menunjukkan komitmen dalam menata kawasan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, program ini menjadi contoh nyata bahwa penataan tidak harus mematikan mata pencaharian warga UMKM. Inilah yang diinginkan di Kota Makassar. “Jadi, menertibkan boleh, tapi harus disertai solusi pengganti dari apa yang ditertibkan. Kita tidak boleh hanya menghilangkan pekerjaan orang lain, kita juga harus menggantinya dengan yang lebih baik sehingga tahapan kehidupan UMKM bisa lebih baik lagi,” tegasnya. Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mendorong warga untuk jeli melihat peluang ekonomi. Ia mencontohkan, potensi perputaran ekonomi akan semakin besar bila aktivitas jual beli bunga di kawasan TPU Dadi diimbangi dengan budidaya tanaman bunga oleh warga setempat. “Kalau di sini ada penjual bunga, harus ada juga yang menanam bunga. Dengan begitu, terjadi perputaran ekonomi secara maksimal,” imbuh Appi. Tak hanya itu, Munafri mengingatkan peran RT/RW sebagai garda terdepan dalam mendeteksi kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing agar pemerintah dapat segera melakukan penataan di tempat lain. Ia memastikan akan mengecek langsung rencana penganggaran di Dinas Pekerjaan Umum untuk mendukung keberlanjutan program penataan lingkungan ini. “Peran RT/RW sangat penting untuk melihat kondisi di wilayah masing-masing. Pemerintah butuh informasi cepat agar bisa mengintervensi apa yang harus diperbaiki,” tuturnya. Salah satu penerima bantuan gerobak CSR dari PT Bank Sulselbar, M. Iqbal, menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan fasilitas yang diterima sesuai ketentuan Pemerintah Kelurahan Mamajang Luar. Iqbal menegaskan bahwa gerobak yang diterimanya merupakan aset pemerintah Kota yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Ia siap mendukung upaya penataan pedagang kaki lima (PKL) agar kawasan sekitar TPU Dadi tetap tertib dan nyaman. “Saya sebagai penerima bantuan CSR pengadaan gerobak PT Bank Sulselbar bersedia memanfaatkan gerobak sesuai peruntukannya, mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah Mamajang Luar, serta menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekitar penjualan,” ujar Iqbal. Pernyataan tersebut mempertegas sinergi antara Pemerintah Kota Makassar, pihak bank, dan para pedagang dalam menjaga ketertiban kawasan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kebersihan dan kerapian lingkungan. Ia juga menekankan kesiapannya untuk mematuhi seluruh ketentuan, termasuk larangan mengubah bentuk dan fungsi gerobak, serta tidak memindahtangankan, menyewakan, maupun menjual fasilitas tersebut. “Gerobak ini adalah aset pemerintah Kelurahan Mamajang Luar. Saya jaga dengan baik,” tambahnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wakil Wali Kota Makassar Resmikan DOBRAK Literasi, Gerakan Baru Dorong Budaya Membaca

ruminews.id, MAKASSAR – Semangat literasi di Kota Makassar kian berkobar. Hal ini ditandai dengan hadirnya Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dalam acara Launching Inovasi DOBRAK Literasi (Dropbook Bergerak Untuk Literasi) Tahun 2025 yang berlangsung di SMP Islam Al-Azhar, Jalan Aroepala, Rabu (17/9). Acara peluncuran ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, mulai dari Bunda Literasi Kota Makassar Melinda Aksa, Pembina Yayasan Sinergi Insan Unggul Irman Yasin Limpo, , Sekretaris Yayasan, para Kepala OPD lingkup Pemkot Makassar, hingga Kepala Badan Riset Daerah yang akan melakukan kurasi inovasi literasi. Kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa literasi kini menjadi gerakan bersama. Dalam sambutannya, Wawali Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa literasi merupakan kunci membangun generasi unggul. “Literasi adalah pondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. DOBRAK Literasi diharapkan mampu menjadi gerakan bersama untuk memperluas akses baca, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat,” ujarnya penuh semangat. DOBRAK Literasi sendiri merupakan inovasi Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang menghadirkan konsep Dropbook, sebuah layanan berbagi buku yang ditempatkan di berbagai titik, sehingga pelajar dan masyarakat dapat dengan mudah mengakses bahan bacaan. Langkah ini diharapkan menjadikan literasi bukan sekadar slogan, melainkan budaya yang benar-benar hidup dan membumi di tengah masyarakat Kota Makassar. Tak hanya pejabat, acara peluncuran ini juga diramaikan oleh kepala sekolah dari 10 sekolah jejaring DOBRAK Literasi, yakni MTsN 1 Makassar, MTsN 2 Makassar, SMPN 2 Makassar, SD Telkom Makassar, SD IT Wahda Islamia 01, SMP IT Wahda Islamia, SD Kidstar, SD Islam Atira, SMP Islam Atira, dan tuan rumah SMP Islam Al-Azhar. Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya guru-guru, komunitas pendongeng, Yayasan Bakti, penggiat literasi, Lurah setempat, serta siswa-siswi SMP Islam Al-Azhar yang antusias menyambut program baru ini. Melalui DOBRAK Literasi, Pemerintah Kota Makassar optimistis mampu melahirkan generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan cinta ilmu sekaligus meneguhkan Makassar sebagai kota literasi yang terus bergerak maju.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Makassar Jadi Tuan Rumah Silatreg KAHMI 2025

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menyambut hangat rencana Silaturahmi Regional (Silatreg) Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulsel bersama Majelis Daerah (MD) KAHMI se-Sulawesi, yang akan digelar pada 11–12 Oktober 2025 di Hotel Claro Makassar. Untuk mematangkan seluruh persiapan teknis hajatan akbar para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut, panitia pelaksana Silatreg KAHMI Sulsel melakukan silaturahmi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Selasa (16/9/2025). Pertemuan ini menjadi ajang koordinasi sekaligus memastikan dukungan pemerintah kota, sehingga kegiatan yang akan menghimpun jajaran pengurus KAHMI dari berbagai daerah di Sulawesi itu dapat berlangsung lancar dan meriah. “Kami sangat menyambut baik event besar Silaturahmi Regional KAHMI ini. Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan dan terus berkoordinasi agar kebutuhan kegiatan bisa kami fasilitasi,” ujar Munafri. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mematangkan persiapan teknis, mulai dari koordinasi keamanan, perizinan, hingga fasilitas penunjang. Munafri menegaskan, kehadiran tokoh-tokoh KAHMI dari berbagai daerah di Sulawesi akan menjadi kebanggaan sekaligus peluang promosi bagi Makassar sebagai kota pertemuan dan destinasi kegiatan nasional. “Dengan kegiatan di Kota Makassar, kami berharal lancar, aman, dan memberikan manfaat luas bagi dampak ekonomi bagi masyarakat dan dunia usaha di Kota Makassar,” harapnya. Sedangkan, Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sulsel, Ni’matullah mengatakan, bahwa KAHMI Sulsel mendapat amanat dari Majelis Nasional KAHMI untuk menjadi tuan rumah kegiatan yang akan menghimpun peserta dari tujuh provinsi se-Sulawesi. “Kami mendapat amanat dari Majelis Nasional KAHMI untuk melaksanakan Silaturahmi se-Sulawesi, dan Kota Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah,” ujarnya. “Karena itu kami datang bersilaturahmi sekaligus mappatabe kepada Bapak Wali Kota, menyampaikan rencana kegiatan dan memohon izin,” tambah Ni’Matullah. Mantan Wakil Ketua DPRD Sulsel itu menambahkan, panitia juga mengharapkan Wali Kota Munafri dapat memberikan sambutan selamat datang (welcome speech) kepada para tamu kehormatan nantinya. Disebutkan, pada pertemuan KAHMI, hadir dua Menteri yakni. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. “Acara ini akan dihadiri sedikitnya 400 peserta, termasuk dua menteri yang sementara terjadwal hadir, Menteri Pertahanan dan Menteri ATR/BPN. Ini kesempatan besar untuk memperkenalkan Sulsel dan Makassar secara lebih luas,” jelasnya. Rangkaian kegiatan Silatreg KAHMI akan mencakup silaturahmi internal, penyampaian gagasan dari setiap wilayah, hingga sesi pemikiran kebangsaan bersama para menteri tamu. Malam puncak dijadwalkan menghadirkan pidato dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, tentang arah pembangunan bangsa ke depan. Ni’matullah mengakui, keterbatasan sumber daya membuat panitia memohon dukungan fasilitasi dari Pemkot Makassar. “Kami berharap pemerintah, dalam hal ini Pak Wali Kota, dapat membantu beberapa kebutuhan teknis,” tuturnya.

Scroll to Top