Gowa

Daerah, Gowa, Pendidikan

UKM SB eSA Tantang Kampus: Demokrasi Bukan Formalita!

ruminews.id – Makassar, 10 September 2025. Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya eSA (UKM SB Esa) menegaskan sikap kerasnya dalam dialog bertajuk “Kampus dan Imaji Demokrasi: Merawat Ruang Kritis” yang digelar bersama Pekerja Seni Kampus (PSK) Makassar, Rabu (10/09) di Kampung Esa. Dialog ini menghadirkan Gunawan Hatmin (Mahasiswa Pascasarjana UINAM) dan Tawakkal Mahmud (Menteri Hukum dan HAM DEMA UINAM) sebagai narasumber, serta dipandu oleh Alamzah Amor sebagai moderator. Acara ini menjadi forum konsolidasi mahasiswa seni untuk menyuarakan kegelisahan atas kondisi kampus dan demokrasi nasional yang kian terjebak dalam pragmatisme. Dalam forum, UKM SB eSA menyampaikan ultimatum moral kepada pihak kampus: berhenti memperlakukan seni sekadar pelengkap kegiatan formalitas. Seni harus menjadi ruang hidup bagi kritik mahasiswa, bukan dibungkam atau dipoles sebagai hiburan seremonial. “Kampus tanpa ruang kritis bukan lagi rumah ilmu, tapi pabrik birokrasi. Seni bukan pajangan, ia adalah bahasa perlawanan. Jika kampus tidak memberi ruang, mahasiswa akan merebutnya,” tegas perwakilan UKM SB Esa. Gunawan Hatmin menekankan bahwa seni adalah medium filsafat dan refleksi sosial yang menjaga daya kritis mahasiswa. Sementara Tawakkal Mahmud mengingatkan agar mahasiswa tidak larut dalam pragmatisme politik kampus, melainkan terus berperan sebagai motor demokrasi substansial. Kegiatan tidak berhenti pada ruang dialog. Pasca-diskusi, acara dilanjutkan dengan pementasan seni dari para pekerja seni kampus. Pertunjukan meliputi *teater, seni rupa, musik, sastra, hingga musikalisasi puisi* yang menggugah, menyuarakan keresahan generasi muda, dan sekaligus menghidupkan imajinasi demokrasi. Pementasan ini menjadi bukti nyata bahwa seni di kampus bukan hanya retorika, tetapi praktik nyata perlawanan kultural. Dengan slogan “Seni Lawan Tirani”, UKM SB eSA bersama PSK Makassar menegaskan komitmennya untuk menjaga ruang kritis dan menyalakan kembali nurani demokrasi di tengah kampus yang semakin birokratis. Dialog dan pementasan ini menjadi momentum penting bahwa mahasiswa seni tidak hanya mencipta karya, tetapi juga merawat kebebasan berpikir sebagai fondasi demokrasi.

Daerah, Gowa, Pendidikan

UKM SB Esa Gandeng Pekerja Seni Kampus Makassar Gelar Dialog: Kampus dan Imaji Demokrasi

Makassar, 10 September 2025 – Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya (UKM SB) Esa bekerja sama dengan komunitas Pekerja Seni Kampus (PSK) Makassar sukses menggelar dialog bertajuk “Kampus dan Imaji Demokrasi: Merawat Ruang Kritis”, yang berlangsung di Kampung Esa, Rabu (10/09). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Gunawan Hatmin (Mahasiswa Pascasarjana UINAM) dan Tawakkal Mahmud (Menteri Hukum dan HAM DEMA UINAM), serta dipandu oleh Alamzah Amor sebagai moderator. Dalam paparannya, Gunawan Hatmin menekankan bahwa kampus seharusnya tidak hanya menjadi ruang akademik formal, tetapi juga arena dialektika ide yang menjaga nalar kritis mahasiswa. Menurutnya, seni merupakan medium reflektif untuk menghidupkan imajinasi demokrasi yang tengah menghadapi tantangan serius. Sementara itu, Tawakkal Mahmud menyoroti realitas demokrasi Indonesia yang semakin pragmatis dan sarat kepentingan elit. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan komunitas seni dalam membuka ruang alternatif bagi kritik dan partisipasi publik, terutama menghadapi fenomena yang ia sebut sebagai “reset demokrasi”. Kegiatan dialog ini juga menjadi ruang konsolidasi antara pekerja seni kampus dengan gerakan mahasiswa dalam merawat tradisi intelektual yang kritis, progresif, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Dengan mengusung slogan “Seni Lawan Tirani”, acara ini tidak hanya menghadirkan diskusi mendalam, tetapi juga menegaskan komitmen pekerja seni muda untuk menghadirkan karya dan ruang kebudayaan sebagai bagian dari perjuangan demokrasi. “Kolaborasi UKM SB Esa dan PSK Makassar adalah bentuk ikhtiar menghadirkan kampus yang hidup, berjiwa kritis, serta mampu menjembatani gagasan demokrasi dengan ekspresi seni,” ujar panitia pelaksana dalam keterangannya. Dialog ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kolaboratif yang lebih luas, di mana seni tidak sekadar ekspresi estetis, tetapi juga menjadi instrumen kebudayaan untuk memperkuat demokrasi dan melawan segala bentuk hegemoni.

Daerah, Gowa

Skandal Dana JKN di RS Syekh Yusuf Gowa: Ketika Kesehatan Rakyat Dikorupsi, Hukum Seolah Tak Bernyali

ruminews.id, Gowa — Dana untuk rakyat, yang seharusnya menjamin akses kesehatan warga miskin, justru dijadikan ladang bancakan oleh segelintir elite birokrasi rumah sakit. RSUD Syekh Yusuf, simbol layanan kesehatan milik daerah, kini tercoreng oleh dugaan korupsi dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) senilai lebih dari Rp3,3 miliar. Dan yang paling tragis: direktur rumah sakit sendiri jadi tersangka utama. Kejaksaan Negeri Gowa akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Namun, publik bertanya: mengapa baru sekarang? Dimana taring kejaksaan selama ini? Penyidikan sudah berjalan sejak 2023, tapi penetapan tersangka baru diumumkan saat tekanan publik mulai menguat. Ketua DPC GMNI Gowa, Nurdin Khaliq Sadewa, menyebut kasus ini sebagai wajah bobroknya birokrasi kesehatan. “Ini bukan sekadar kasus korupsi. Ini pengkhianatan terhadap rasa kemanusiaan. Saat rakyat antre berobat, mereka justru sibuk mengatur aliran dana JKN,” tegasnya. Khaliq mendesak Pemda, Bupati, dan DPRD Gowa tidak tutup mata. Ia menyebut ini sebagai momentum untuk “membongkar budaya busuk di balik meja rumah sakit”. GMNI Gowa juga menuntut agar Kejari Gowa benar-benar menunjukkan keberpihakan pada keadilan rakyat, bukan tunduk pada tekanan elite. “Kalau hukum lumpuh saat rakyat dizalimi, lalu untuk siapa hukum itu hidup?” tutupnya tajam. Kini masyarakat menunggu: akankah kasus ini dituntaskan hingga ke akar, atau hanya berhenti pada pengorbanan tiga nama, sementara aktor besar lainnya tetap duduk manis?

Daerah, Gowa, Pemerintahan

Putera Mahkota Kerajaan Gowa bersama Koalisi OKP Se Kab Gowa : Dialog Adalah Jalan Terbaik

ruminews.id – Gowa, 2 September 2025 – Putera Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju bin Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II Batara Gowa III, mengundang Koalisi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Kabupaten Gowa dalam agenda silaturahmi dan dialog kebangsaan. Pertemuan ini berlangsung setelah Putera Mahkota menerima laporan dari pasukan Tubarani mengenai adanya wacana aksi besar di wilayah Gowa. Sebagai langkah antisipasi, ia mengajak sejumlah pimpinan OKP untuk duduk bersama, berdiskusi, sekaligus mempererat komunikasi demi menjaga stabilitas daerah. Koalisi OKP yang hadir antara lain IMM, SAPMA PP, Pemuda Katolik, PMKRI, HMI Cabang Gowa Raya, GMNI, GPM, dan PMII. Dalam sambutannya, Putera Mahkota menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional warga negara, namun pelaksanaannya harus tetap menjunjung kedamaian dan menjaga keharmonisan sosial. “Saya menghargai setiap bentuk penyampaian aspirasi karena itu dijamin undang-undang. Namun saya juga berharap agar pemuda dan mahasiswa di Gowa menyuarakan pendapat secara damai, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga martabat daerah ini sebagai tanah yang mulia dan bersejarah,” ujarnya. Dialog ini juga menjadi ajang pembahasan persoalan sosial dan kebijakan publik yang tengah berkembang. Putera Mahkota mengingatkan bahwa pemuda adalah agen perubahan sehingga harus dilibatkan dalam proses demokrasi, tetapi dengan tetap mengutamakan persatuan. “Sebagai pewaris tahta Kerajaan Gowa, saya meyakini peran generasi muda sangat menentukan arah bangsa. Karena itu, saya berpesan agar gerakan mahasiswa maupun OKP tidak dijadikan alat bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan sempit,” tambahnya. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas insiden penjarahan dan provokasi destruktif yang sempat terjadi pada beberapa aksi sebelumnya. Menurutnya, tindakan anarkis hanya akan melukai masyarakat dan merusak kohesi sosial. “Saya mengutuk segala bentuk penjarahan dan provokasi destruktif. Mari kita tolak cara-cara yang dapat merusak persaudaraan dan merugikan rakyat sendiri,” tegasnya. Di akhir pertemuan, Putera Mahkota bersama perwakilan OKP sepakat untuk mengutamakan komunikasi, langkah persuasif, dan kolaborasi dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Gowa. “Dialog adalah jalan terbaik. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa merawat demokrasi, menjaga kehormatan daerah, dan memperkuat persatuan bangsa,” tutupnya.

Daerah, Gowa, Politik

Boikot NASDEM, PAN, dan GOLKAR : PECAT Politisi Viral, Selamatkan Demokrasi!

ruminews.id, Gowa – 31 Agustus 2025, Ketua SAPMA PP Kabupaten Gowa, Sigit, dengan tegas menyatakan sikap untuk memboikot Partai NASDEM, PAN, dan GOLKAR. Sikap ini lahir dari kekecewaan mendalam atas wajah DPR yang kini semakin terdegradasi menjadi panggung hiburan, bukan lagi lembaga terhormat yang memperjuangkan kepentingan rakyat. Fenomena viralnya sejumlah anggota dewan dari ketiga partai ini menjadi bukti nyata : 1. NASDEM: Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach 2. PAN: Eko Patrio dan Uya Kuya 3. GOLKAR: Adies Kadir Figur-figur tersebut lebih dikenal karena sensasi dan pencitraan ketimbang gagasan dan kerja nyata untuk rakyat. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa partai politik justru sengaja menjadikan DPR sebagai ajang populer dan tontonan publik, sementara penderitaan rakyat terus diabaikan. TUNTUTAN KAMI : 1. Boikot total terhadap NASDEM, PAN, dan GOLKAR pada setiap momentum politik, termasuk Pemilu mendatang. 2. Mendesak Ketua Umum Partai NASDEM, Surya Paloh, untuk segera memecat Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan partai. 3. Mendesak Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, untuk segera memecat Eko Patrio dan Uya Kuya dari keanggotaan partai. 4. Mendesak Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia untuk segera memecat Adies Kadir dari keanggotaan partai. 5. Menghentikan praktik politik pencitraan dan politik artis yang merendahkan nilai demokrasi. 6. Mengembalikan DPR pada fungsinya sebagai rumah rakyat, bukan panggung hiburan. AKSI KONKRET, Sebagai bentuk penegasan sikap, SAPMA PP Kabupaten Gowa akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor DPW NASDEM, PAN, dan GOLKAR Sulawesi Selatan. Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap partai-partai yang telah mengkhianati amanah rakyat dengan lebih mementingkan popularitas daripada perjuangan. Kami menyerukan dan mengajak seluruh mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sipil untuk bersatu dalam barisan perlawanan rakyat. DPR bukan panggung hiburan! Politik bukan untuk artis dan selebritas! Demokrasi bukan untuk dipermainkan! Hidup Rakyat! Boikot Partai Pengkhianat!

Daerah, Gowa, Hukum & Kriminal, Nasional

Stop Represif, Tegakkan Fungsi Polri: Copot Kapolda Sulsel, Kapolres Takalar, dan Kapolres Bone!

ruminews.id – Gowa, 28 Agustus 2025 – Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa menyoroti maraknya tindakan represif aparat kepolisian di Sulawesi Selatan. Aparat yang seharusnya menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat justru memperlihatkan sikap arogan dan tidak humanis dalam mengawal aksi-aksi rakyat. Kronologi Kejadian Kabupaten Bone Massa aksi mahasiswa dan masyarakat yang menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bone mendapatkan perlakuan represif dari aparat kepolisian. Kabupaten Takalar Saat petani melakukan aksi protes terhadap kegiatan panen yang dilakukan oleh PTPN IV Takalar, aparat kepolisian yang melakukan pengamanan justru membubarkan aksi secara arogan dan tidak humanis. Alih-alih melindungi rakyat, aparat justru memihak pada korporasi dan menekan masyarakat yang sedang memperjuangkan haknya. Kasus Penggerebekan di Bone Selain pembubaran aksi, terdapat peristiwa penggerebekan yang dilakukan oknum aparat di sebuah toko tani di Kabupaten Bone. Berdasarkan informasi yang dihimpun (sumber: Teropong Sulsel), oknum aparat diduga melakukan pemerasan terhadap pemilik toko. Dua hari setelah kejadian tersebut, ayah pemilik toko mengalami stroke dan serangan jantung hingga meninggal dunia. Tuntutan Atas berbagai peristiwa tersebut, SAPMA PP Gowa menyatakan sikap tegas: Mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Sulawesi Selatan karena gagal mengendalikan aparat di wilayahnya. Mendesak Kapolres Bone segera dicopot karena dinilai arogan dan tidak humanis dalam menangani aksi mahasiswa dan masyarakat di Kantor Bupati Bone. Mendesak Kapolres Takalar segera dicopot karena dinilai arogan dan tidak humanis dalam menangani aksi petani di Takalar. Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat kepolisian terhadap mahasiswa, petani, dan masyarakat. Melakukan evaluasi menyeluruh internal Polri agar kembali pada marwahnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ketua SAPMA PP Gowa, Sigit, menegaskan bahwa kasus-kasus tersebut menunjukkan wajah buruk kepolisian di Sulawesi Selatan. “Kami menilai Polri semakin menjauh dari marwahnya sebagai pengayom rakyat. Jika Kapolda Sulsel, Kapolres Bone, dan Kapolres Takalar tidak segera dicopot, maka citra Polri akan semakin runtuh di mata masyarakat,” tegas Sigit. Jenderal Lapangan, Muh. Al- Lail Qadri, menekankan bahwa aksi yang digelar saat ini merupakan pra kondisi untuk konsolidasi gerakan yang lebih besar. “Hari ini kami turun sebagai aksi pra kondisi. Kami pastikan akan kembali turun dengan massa yang lebih besar bila tuntutan ini tidak ditindaklanjuti. Stop represif, tegakkan fungsi Polri!” ujar Muh. Al- Lail Qadri. Sementara itu, Koordinator Mimbar, Haidir, menambahkan bahwa rakyat sudah cukup lama menjadi korban dari sikap arogan aparat. “Kami di sini bukan hanya bicara soal mahasiswa, tetapi juga soal petani, masyarakat kecil, dan rakyat yang terus ditindas. Polri harus sadar, mereka digaji oleh rakyat untuk melayani, bukan untuk menindas,” tegas Haidir. SAPMA PP Gowa menegaskan bahwa demokrasi hanya bisa berjalan jika aparat menjunjung tinggi prinsip humanis, profesional, transparan, dan akuntabel. Jangan biarkan Polri menjadi alat represi yang menakutkan rakyat. Stop Represif! Tegakkan Fungsi Polri! Copot Kapolda Sulsel, Kapolres Bone, dan Kapolres Takalar!

Daerah, Gowa, Pemerintahan

Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Mantapkan Sinergi Lewat Capacity Building di Malino

ruminews.id, MALINO — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan capacity building selama dua hari, 9–10 Agustus 2025, di Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan Bunda PAUD kecamatan se-Kota Makassar. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana memperkuat kapasitas, mempererat sinergi, dan membangun kolaborasi antar-pengurus dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Kota Makassar. Meskipun Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota, ia tetap memberikan perhatian khusus terhadap jalannya acara. Melalui pesan video yang diputar di awal kegiatan, Melinda menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadirannya. Ia menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga sinergitas demi mewujudkan PAUD yang berkualitas. “Peran kita sebagai Bunda PAUD bukan hanya sebatas mengawasi, tetapi juga menginspirasi. Mari kita terus bergandengan tangan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan,” ucapnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina. Dalam sambutan pembukaannya, ia menekankan pentingnya kehadiran peserta bukan sekadar untuk memenuhi undangan, melainkan membawa misi besar bagi kemajuan pendidikan anak usia dini. “Hari ini kita tidak sekadar hadir di acara. Kita hadir dengan misi menguatkan langkah, menjaga amanah, dan memastikan anak-anak Kota Makassar memiliki masa depan yang cemerlang,” tegas Titin. Ia menambahkan, anak yang hebat lahir dari lingkungan yang hebat, dan lingkungan tersebut dibentuk oleh pemimpin yang menginspirasi, tim yang solid, serta kolaborasi yang saling menguatkan. “Ingat, leadership bukan soal posisi, tapi menjadi teladan. Kolaborasi bukan sekadar membagi tugas, tapi membagi semangat dan saling menopang,” ujarnya. Menurutnya, capacity building ini menjadi momen penting untuk belajar, berbagi, dan mempererat tali kebersamaan. “Sendiri kita mungkin cepat, tetapi bersama-sama kita akan sampai lebih jauh dan lebih kokoh,” imbuhnya. Kegiatan yang penuh manfaat ini dikoordinatori oleh Ketua Panitia, Mirna Kartika. Selama dua hari pelaksanaan, ia merancang rangkaian acara yang padat, terstruktur, dan sarat pembelajaran. Peserta mendapatkan beragam materi, mulai dari wawasan tentang pendidikan inklusif, etika berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus, sesi refleksi bersama, hingga sharing pengalaman lapangan yang memperkaya sudut pandang. Selain materi, kegiatan ini juga diwarnai dengan malam keakraban, hiburan, senam pagi, outbound games, tukar kado dan hingga kesempatan mengeksplorasi wisata alam Malino. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk membangun kebersamaan dan menyegarkan semangat peserta. Di penutupan acara, Titin Florentina kembali memberikan pesan inspiratif. Ia menyebut dua hari capacity building ini merupakan perjalanan yang menyatukan hati, memperkuat tekad, dan menyalakan semangat baru. “Kita pulang dengan hati yang lebih kuat, pikiran yang lebih terbuka, dan rasa percaya bahwa kita tidak sendiri,” kata Titin. Ia menegaskan bahwa anak-anak PAUD adalah bibit masa depan bangsa. “Apa yang kita tanam hari ini akan mereka tuai di masa depan. Tanam cinta, tumbuh kasih; tanam kebaikan, tumbuh kesantunan; tanam ilmu, mereka akan menjadi penerang masyarakat,” tuturnya. Untuk itu, Titin mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang semangat yang didapat selama kegiatan, lalu mengaplikasikannya di wilayah masing-masing. “Bunda PAUD Kota Makassar adalah pejuang sejati. Kita tidak hanya bicara visi, tetapi bergerak mewujudkan aksi,” pungkasnya.

Gowa

Peringati HUT Bhayangkara ke – 79, Sapma PP Gowa, Farkes Reformasi, dan Polres Gowa Gelar Sunat Massal untuk 150 Anak

ruminews.id, GOWA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke -79, Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Gowa berkolaborasi dengan Farkes Reformasi dan Polres Gowa menggelar kegiatan sosial berupa sunat massal modern secara gratis. Kegiatan ini diikuti oleh 150 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Gowa, dan dilaksanakan pada Minggu, 22 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Bhayangkara Polres Gowa ini menjadi wujud nyata sinergitas antara elemen kepemudaan, tenaga kesehatan, dan kepolisian dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Selain bernilai sosial, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak di usia dini. Ketua SAPMA PP Gowa, Sigit, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dari generasi muda dalam mendukung pembangunan sosial di tengah masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa SAPMA PP hadir bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan sosial masyarakat. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa dengan bersatu, kita bisa memberi manfaat yang lebih besar,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Farkes Reformasi Gowa, Jamal, juga menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terbangun. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya tentang tindakan medis, tetapi juga tentang edukasi dan pengabdian. “Kegiatan sunat massal ini tidak hanya sebatas prosedur medis, namun juga menjadi momentum edukasi bagi orang tua dan anak-anak terkait pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Kami berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut sebagai wujud nyata pengabdian tenaga kesehatan kepada masyarakat,” tutur Jamal. Kapolres Gowa, AKBP H. Muh. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif serta kolaborasi antara SAPMA PP, Farkes Reformasi, dan jajaran Polres Gowa. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin ini. Semangat gotong royong dan kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif bagi Polri untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Kapolres Gowa. Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Para orang tua peserta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya sunat massal ini yang sangat membantu meringankan beban mereka. Anak-anak peserta pun tampak ceria dan bahagia selama kegiatan berlangsung. Dengan semangat Bhayangkara dan jiwa sosial yang tinggi, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh sinergitas positif antara pemuda, tenaga medis, dan aparat keamanan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan sejahtera.

Gowa

Nurul Qinayah Pelajar Gowa yang Bersuara untuk Anak Bangsa

ruminews.id, Sungguminasa- Pelajar asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Nurul Qinayah Rustam terus menunjukkan prestasi luar biasa di usia muda. Lahir di Gowa pada 9 Januari 2009, putri dari pasangan Rustam Siddiq dan Sunarti Rustam ini tidak hanya berprestasi di sekolah, tetapi juga aktif mengangkat suara anak-anak di berbagai forum daerah hingga nasional, Rabu (03/06/2025). Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD inpres Biringkaloro, dilanjutkan ke SMPN 1 Pallangga, dan kini ia tercatat sebagai siswi di SMA Negeri 1 Gowa (Salis). Di sekolah, Nurul dikenal aktif dan bertanggung jawab. Hal ini dibuktikan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Wakil Ketua OSIS SMA 1 Gowa sejak tahun 2024. Namun, kiprah Nurul tak hanya terbatas di lingkungan sekolah. Ia menunjukkan dedikasi tinggi dalam memperjuangkan suara anak-anak di berbagai tingkat organisasi. Di tahun 2023, iya dinobatkan sebagai Duta Anak Kabupaten Gowa, sebuah tonggak awal dari keterlibatannya dalam gerakan anak. Kemudian, pada tahun 2024, Nurul terpilih menjadi Ketua Forum Anak Hasanuddin Tamala’jua (Fahasta) dan juga menjadi pengurus Forum Anak Sulawesi Selatan (FASS) Kerja keras dan kepeduliannya terhadap isu-isu anak membawa Nurul terpilih sebagai Pengurus Forum Anak Nasional (FAN) periode. 2025- 2027 sebuah pencapaian yang jarang diraih oleh remaja seusianya. “Saya ingin menjadi perwakilan suara anak-anak Indonesia, terutama mereka yang belum mendapatkan ruang untuk menyampaikan pendapatnya,” ujar Nurul dalam sebuah wawancara usai kegiatan diskusi bersama Forum Anak. Dengan semangat, keberanian, dan kepemimpinannya, Nurul Qinayah Rustam menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda lainnya. Iya membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk membuat perubahan besar bagi masa depan bangsa.

Gowa, Hukum & Kriminal, Makassar, Maros, Nasional

Relawan Setia Prabowo Temukan Masalah MBG di Beberapa Daerah, ada SPPI “Minta Jatah” ke Mitra Kerja

ruminews.id, Makassar – Relawan setia Prabowo menemukan sejumlah masalah terkait dengan program Makanan Bergizi Gratis presiden RI, Prabowo Subianto di beberapa daerah. Temuan ini berpotensi mengganggu produksi MBG dan merusak sistem yang telah ada. Ketua Relawan Prabowo Sulawesi Selatan, Syamsul Bahri Majjaga menyebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu program prioritas nasional. Hanya saja, ada sistem yang ditemukan bermasalah. Salah satunya adalah keberadaan oknum pendamping Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). “Kami mendapati ada banyak onkum SPPI di beberapa daerah di Sulsel yang mencoba bekerja ganda. Mereka meminta jatah ke mitra kerja dan mengancam mitra kerja,” kata Zul, Selasa (3/6/2025). Dia menyebut, oknum SPPG ini melakukan pekerjaannya secara tidak profesional. Jika mitra kerja tidak memenuhi permintaan SPPI, maka pencairan anggaran untuk bahan makanan tidak akan diproses. “Modusnya seperti itu. Jika tidak dapat jatah suplier, mereka ancam mitra kerja untuk tidak memproses pencairan anggaran,” kata dia. Dia menyebut, hal ini terjadi di beberapa daerah yang menjadi sampelnya. Di antaranya ada di Makassar, Maros dan Gowa. Menurutnya, hal ini akan menjadi bom waktu dan menyebabkan kegagalan MBG secara massif di daerah. “Pihak terkait koordinator SPPI di Provinsi harus segera menindaki ini. Laporan yang saya terima, sudah terjadi di beberapa daerah. Kalau tidak percaya, dampaknya bisa saja terjadi dua atau tiga pekan ke depan. Akan ada mitra kerja yang mogok kerja karena ulah SPPI,” kata dia. Pria yang akrab disapa Zul ini menyatakan bahwa MBG merupakan wujud nyata komitmen Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini, sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita. “Program ini adalah amanah langsung dari Presiden Prabowo untuk kepentingan bangsa. Jangan sampai ada yang mencoba menyalahgunakan,” tegas Zul. Ia meminta semua pihak yang terlibat untuk menjaga integritas dan komitmen dalam melaksanakan program tersebut. “Tidak boleh ada yang berani mengkhianati amanah ini. MBG bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi, tapi sarana membangun masa depan generasi Indonesia,” ujarnya. Zul menekankan bahwa keterlibatan masyarakat, relawan, dan aparatur pelaksana sangat penting demi memastikan program ini tepat sasaran dan berkelanjutan.(*)

Scroll to Top