Author name: Fikri Haikal

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Wali Kota Makassar Perkenalkan Program Makassar Creative Hub di PKKMB Unibos 2025

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir memberikan sambutan pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bosowa 2025 di Kampus Unibos, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (15/09/2025). Dalam kesempatan tersebut, Munafri memperkenalkan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar Creative Hub (MCH), yang digagas sebagai ruang pengembangan keterampilan dan kreativitas generasi muda. “Makassar Creative Hub memberikan ruang kepada anak muda untuk meng-upgrade keterampilannya. Kalau ingin jadi pengusaha, silakan berlatih di MCH. Kalau ingin mengasah profesionalisme, MCH juga hadir membina sesuai bidang masing-masing,” ujar Munafri. Ia menambahkan, MCH telah menjadi wadah lahirnya banyak talenta muda Makassar yang mampu menyalurkan potensi tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di dunia kerja dan kewirausahaan. Melihat banyaknya talenta-talenta muda seperti para Mahasiswa di Kota Makassar, Munafri pun menyampaikan tekadnya bahwa tahun depan, Pemkot Makassar menargetkan pembangunan dua MCH baru di kecamatan lain agar fasilitas ini lebih merata dirasakan masyarakat. Selain memperkenalkan program MCH, Munafri juga berpesan kepada mahasiswa baru Unibos agar menjadikan dunia kampus sebagai titik awal merancang masa depan. Menurutnya, universitas bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga membentuk karakter dan arah hidup generasi muda. “Tidak ada fakultas yang lebih baik dibandingkan lainnya. Semua memiliki keunggulannya masing-masing. Yang penting adalah bagaimana kalian bisa fokus, disiplin, dan mengembangkan minat agar bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” kata Munafri. Ia menekankan bahwa mahasiswa baru Unibos 2025 adalah bagian dari generasi yang akan membawa Indonesia menuju era emas 2045. Oleh karena itu, ia mendorong mereka untuk tidak hanya mengandalkan perkuliahan di kelas, tetapi juga aktif menambah pengalaman di luar kampus. “Belajar tidak cukup hanya dari dosen. Tambahkan ilmu dengan pengalaman, perbanyak jaringan, dan kembangkan diri kalian. Pemerintah hadir untuk menyediakan wadahnya, salah satunya lewat Makassar Creative Hub,” tutup Munafri.(*)

Daerah, Pekanbaru, Pendidikan

ISMEI Gelar Indonesia Berdialog 2025, BEM FEB UMRI Siap Jadi Tuan Rumah

ruminews.id, Pekanbaru – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB UMRI) menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah pelaksanaan agenda nasional Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) bertajuk Indonesia Berdialog 2025. Mengangkat tema “Menakar Peran APBN dalam Mewujudkan Ekonomi Nasional yang Berkeadilan dan Berkelanjutan dari Perspektif Daerah,” forum nasional ini dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2025 di kampus UMRI, Pekanbaru. Kegiatan ini akan mempertemukan mahasiswa ekonomi dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia bersama akademisi, tokoh muda, pemerintah, hingga praktisi ekonomi nasional maupun internasional. Fokus pembahasan diarahkan pada peran APBN dalam menjawab tantangan pembangunan daerah sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Gubernur Mahasiswa BEM FEB UMRI, Nur Hidayat, menyebut bahwa kepercayaan ISMEI kepada UMRI merupakan kehormatan sekaligus peluang berharga. “Indonesia Berdialog adalah momentum penting bagi mahasiswa untuk menghadirkan perspektif kritis terhadap kebijakan fiskal negara. Kami ingin memastikan bahwa suara daerah tidak terabaikan, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada rakyat, baik pusat maupun daerah,” ujarnya. Lebih jauh, Nur Hidayat menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi, tetapi ruang strategis untuk merumuskan gagasan, rekomendasi kebijakan, serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Budaya dialog yang konstruktif harus kita bangun bersama, agar mahasiswa tidak hanya aktif di ranah akademik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial yang sadar akan dinamika bangsa,” tambahnya. Selain menjadi ajang dialektika intelektual, Indonesia Berdialog 2025 juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi antarorganisasi kemahasiswaan, serta membuka peluang lahirnya gerakan positif dari kampus untuk masyarakat. UMRI juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan identitas, budaya, dan potensi daerah Riau kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Saat ini, BEM FEB UMRI tengah mematangkan persiapan teknis dan substansi acara dengan dukungan penuh dari pimpinan fakultas, universitas, serta mitra eksternal. Dengan semangat kolaboratif, UMRI optimis mampu menjadi tuan rumah yang profesional sekaligus menghadirkan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Tentang BEM FEB UMRI BEM FEB UMRI adalah organisasi kemahasiswaan di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau. Di bawah kepemimpinan Nur Hidayat, BEM FEB UMRI konsisten mendorong intelektualitas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial mahasiswa dengan berlandaskan nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan keilmuan.

Daerah, Luwu Timur, Pemerintahan

Bupati Luwu Timur Jawab Langsung Keluhan Mahasiswa Soal Beasiswa, IPMALUTIM Siap Kawal Program Beasiswa Lutim Juara

ruminews.id – Makassar, 14 September 2025 – Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, hadir langsung dalam kegiatan sosialisasi program Beasiswa Lutim Juara bersama mahasiswa Luwu Timur di Kota Makassar. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini disambut hangat oleh para mahasiswa, yang sebelumnya banyak menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait teknis penerapan program beasiswa tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Irwan memberikan penjelasan terkait beberapa persoalan yang disampaikan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa bagi Angkatan 2021, pemerintah daerah akan memberikan bantuan khusus penyelesaian studi. Selain itu, mengenai syarat ijazah, cukup dipenuhi dengan domisili di Luwu Timur selama tiga tahun berturut-turut serta pernah menempuh pendidikan di SMP di Luwu Timur. Adapun ketentuan umur dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), ditegaskan Bupati tidak mengalami perubahan dari aturan sebelumnya. “Pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh kepada mahasiswa Luwu Timur. Beasiswa Lutim Juara ini lahir dari tekad kita bersama untuk mendukung generasi muda dalam menyelesaikan studinya, agar kelak bisa kembali membangun daerah,” jelas Bupati Irwan Bachri Syam. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (PP IPMALUTIM), Haikun Candra, juga turut memberikan pernyataan. Ia menegaskan bahwa IPMALUTIM siap mengambil peran aktif dalam mengawal sekaligus menyukseskan terealisasinya program beasiswa tersebut. “Sebagai organisasi mahasiswa yang menghimpun mahasiswa Luwu Timur di Makassar, IPMALUTIM siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Kami akan memastikan program beasiswa ini benar-benar tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran, demi kepentingan mahasiswa Luwu Timur,” ungkapnya. Salah satu tokoh mahasiswa yang juga hadir, Adriansyah Putra, mantan Sekretaris Umum IPMALUTIM Komisariat Wotu yang kini melanjutkan pendidikan S2, turut memberikan masukan sekaligus apresiasi atas kebijakan beasiswa yang dihadirkan oleh Bupati Luwu Timur, khususnya untuk jenjang pascasarjana. “Kami sangat mengapresiasi kebijakan beasiswa ini, terutama bagi mahasiswa S2. Ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Luwu Timur,” ujar Adriansyah Putra. Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan dialog interaktif antara mahasiswa dan Bupati, yang semakin mempererat hubungan emosional antara pemerintah daerah dengan para mahasiswa perantau di Makassar. Usai sosialisasi, Bupati Irwan juga berkesempatan duduk bersama penghuni Asrama Putra Mahasiswa Luwu Timur. Dalam pertemuan hangat tersebut, beliau mendengarkan langsung keluhan mahasiswa terkait kondisi asrama yang selama ini mereka tempati. Menanggapi hal itu, Bupati berjanji akan segera melaksanakan renovasi asrama mahasiswa sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kenyamanan dan fasilitas penunjang mahasiswa perantau.

Jakarta, Nasional, Pemerintahan, Politik, Uncategorized

Representasi Perempuan di Parlemen Turun Imbas Mundurnya Saraswati: Suara Sekum Kohati PB HMI

ruminews.id, Jakarta – Saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan berbagai permasalahan, salah satunya yaitu adanya keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra. Hal tersebut menuai kontroversi dan perbincangan di sudut-sudat cafe serta memantik para aktivis perempuan untuk berkomentar, salah satunya dari Dri Fia Yulanda (Sekretaris Umum Kohati PB HMI). Yola sapaanya, menyampaikan, menyayangkan dan rasa keprihatinannya atas keputusan mundurnya Rahayu Saraswati sebagai Anggota DPR RI F-Gerindra, karena hal ini menandai mulai berkurangnya sosok figur perempuan muda yang selama ini membawa semangat pembaruan di parlemen. “Apalagi Saraswati tidak hanya berkiprah di parlemen, akan tetapi Rahayu Saraswati pun dikenal dengan rekam jejak prestasi sangat membanggakan. Pernah menjadi anggota DPR RI periode 2014–2019 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029,” ujar Yola. Diluar dari politik bahkan aktif dalam isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui organisasi Saraswati Learning Center, yang fokus pada pendidikan inklusif bagi anak-anak difabel. Perempuan ini juga pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra serta berperan dalam berbagai forum nasional maupun internasional yang menyoroti isu kesetaraan gender dan partisipasi generasi muda, ungkap Yola. “Keputusan Saraswati tersebut dinilai sebagai kehilangan besar bagi representasi perempuan yang sangat progresif di parlemen, sebab selama ini ia mampu menghadirkan energi segar, responsivitas, dan kedekatan dengan aspirasi rakyat kecil,” ucap yola. Lebih lanjut, Yola menilai, bahwa Saraswati adalah sosok perempuan yang merepresentasikan aktivis muda berkapasitas intelektual mumpuni, dekat dengan kalangan organisasi kepemudaan, serta menghadirkan gagasan otentik bagi generasi muda. Apalagi dengan adanya kemunduran ini tanda berkurangnya keterwakilan perempuan di parlemen. Keterwakilan perempuan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan terwakilinya kepentingan-kepentingan perempuan dalam berbagai kebijakan sehingga sangat disayangkan. Seharusnya, Saraswati dapat terus mengupayakan dan menyuarakan aspirasi-aspirasi anak muda dan perempuan dengan tetap bertahan di parlemen sehingga tetap menjadi inspirasi bagi banyak perempuan muda. Maka dari itu, dia mengajak seluruh perempuan untuk mengembangkan potensinya sebagai generasi penerus bangsa dan harus berani mengambil alih ruang-ruang strategis sehingga kuota 30% keterwakilan perempuan seterusnya meningkat demi masa depan bangsa, tutup Yola.

Kesehatan, Purwakarta

Solusi Konkret Pangan Bergizi, GENPI Jawa Barat luncurkan Program Budidaya Jamur Modern di Purwakarta

ruminews.id, Purwakarta – Gerakan Pangan Bergizi Indonesia (GENPI) Provinsi Jawa Barat melalui Program Budidaya Jamur Modern berbasis IoT (Internet of Things) di Rumah Jamur Fahira, Ds. Sukahaji, Kec. Tegalwaru, Kab. Purwakarta pada Sabtu, 13 September 2025. Ini merupakan solusi mengatasi produktivitas serta langkah konkret mewujudkan hasil pertanian modern yang berkelanjutan. Program tersebut diselenggarakan dengan penuh semangat, GENPI Provinsi Jawa Barat yang berupaya mengatasi permasalahan pangan, khususnya pada komoditas jamur sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Budidaya jamur menjadi solusi yang tepat baik secara nilai ekologis dan dampak ekonomis karena mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, menghasilkan kualitas jamur yang sehat dan bergizi, serta berkelanjutan untuk lingkungan hidup yang lebih asri dan nyaman. Kemudian, dengan melalui pemanfaatan budidaya jamur modern ini menjadikan masyarakat terampil dalam berkarya untuk mengembangkan ekonomi sirkular berbasis lingkungan. Adapun dalan setiap prosesnya selalu ada tantangan dan rintangannya, akan tetapi masyarakat sangat nyaman dengan keberadaan budidaya jamur modern ini, sudah bertahun-tahun terus tumbuh dan maju, GENPI Provinsi Jawa Barat hadir untuk bisa berkolaborasi bersama dalam memajukan kualitas jamur hingga SDM yang terdapat di dalam sektor bisnis pangan berkelanjutan ini. Pemilik Rumah Jamur Fahira, Nopan Purwadi, turut menyambut baik kolaborasi antara GENPI Provinsi Jawa Barat dengan masyarakat dalam program budidaya jamur modern berbasis IoT (Internet of Things). “Jamur mampu menjadi solusi pertumbuhan ekonomi, baik secara bisnis maupun manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Karena dalam setiap jamur yang kita tanam dan panen, itu ada kontribusi masyarakat yang terampil dalam bekerja, serta hasil panen pun yang kita hasilkan mampu menambah penghasilan baik bagi teman-teman UMKM serta utamanya turut menghasilkan gizi berkualitas bagi masyarakat luas,” ujarnya keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (13/09/2025). Koordinator GENPI Provinsi Jawa Barat, Ilham Wira Sakti, menyampaikan rasa bangga atas penerimaan dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pangan bergizi, sehat dan keberlanjutan, khususnya jamur modern ini. “Kami melihat potensi besar dari budidaya jamur modern ini. Selain bisa menjadi usaha yang menguntungkan dan mampu menyerap tenaga kerja baru, program budidaya jamur modern ini juga turut membantu mewujudkan program unggulan Indonesia di sektor pangan,” katanya. Sementara itu, Sekretaris GENPI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Fauzi Ridwan menjelaskan bahwa program budidaya jamur modern tersebut menjadi langkah konkret dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ditopang dengan teknologi terkini yang up to date. “Program ini merupakan implementasi pertanian terintegrasi. Kami berharap program ini mampu menjadi fokus bersama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Bendahara GENPI Provinsi Jawa Barat, Ibnu Ramadhan. Untuk diketahui bersama, program budidaya jamur modern berbasis IoT ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta Tujuan 13 (Aksi Terhadap Iklim).

Ekonomi, Jakarta

Peresmian PT Supreme Indonesia Group: Langkah Awal Menuju Penegakkan Hukum Yang Berkualitas

Ruminews.id, Jakarta – PT Supreme Indonesia Group yang terletak di Gedung Kopi, Cikini, Jakarta Pusat, diresmikan pada hari ini, Sabtu (13/9/2025). Peresmian tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh Negara salah satunya ialah Mokhammad Najih, S.H., M.Hum., Ph.D (Ketua Ombudsman RI), turut hadir beberapa Guru Besar dalam bidang hukum dan dihadiri juga oleh para koleganya. Afan Ari Kartika, Direktur Utama PT Supreme Indonesia Group, menyampaikan bahwa PT ini bergerak pada bidang jasa layanan hukum dan pendidikan, serta pelatihan. “Dengan lima unit usahanya yaitu supreme law office, supreme institute, supreme akademi, supreme house, begerak dibidang jasa layanan hukum, dan pendidikan serta pelatihan. Untuk Koorbisnisnya di jasa, cuma memang lebih ke jasa pelayanan hukumnya.” ujarnya. Tidak hanya itu, PT ini dibentuk karena dengan melihat berbagai fenomena saat ini baik dalam ranah pendidikan hukum dan konsep penegakkan hukum yang ada. “Penegakkan hukum yang saat ini, masih banyak yang tebang pilih dan setengah hati atau bisa dibilang penegakkan hukum saat ini masih dipersimpangan jalan. Oleh karena itu, memang kita menginisiasi tidak hanya berbicara supreme law office saja tetapi kita juga ada lembaga pendidikannya dengan tujuan memberikan pencerahan, mencerdaskan kepada mahasiswa dan masyarakat umum agar dalam tanda petik melek hukum, kritis melihat realita yang ada sehingga kedepan penegakkan hukum itu bisa lebih baik lagi,”. sambungnya. Harapannya, kata dia, dari sisi internal dengan adanya wadah Supreme Indonesia Group ini menjadi sarana kita untuk berdikusi, bertukar pikiran yang muaranya untuk perbaikan penegakkan hukum, perbaikan pendidikan hukum di Indonesia,” imbuh Afan.

Makassar, Nasional, Pemerintahan

Ulvi Trisna Damayanti, Mahasiswi Keperawatan Gigi, menyuarakan kegelisahannya atas mundurnya Saraswati dari kursi parlemen.

ruminews.id, Makassar – “Keputusan itu,” ucap Ulvi lirih, “seperti angin yang tiba-tiba mencabut satu-satunya lentera yang selama ini menyala bagi kaum muda dan perempuan di Senayan.” Menurutnya, sosok Saraswati bukan hanya sekadar wakil rakyat, melainkan wajah dari semangat baru—yang mampu menautkan harapan generasi muda, perempuan, dan terutama mereka yang berada di lingkar kerentanan, termasuk kaum disabilitas. Setiap langkah Saraswati di parlemen, tambah Ulvi, selalu mengandung denyut kepedulian dan keberpihakan yang nyata. “Maka, sungguh disayangkan bila kursi itu dibiarkan kosong dari representasi perempuan muda. Suara yang mestinya mengalir deras dari sana kini seakan terhenti,” tuturnya. Ulvi pun mengajak Partai Gerindra untuk meninjau kembali keputusan tersebut. Baginya, rekam jejak dan kiprah Saraswati adalah bukti tak terbantahkan bahwa ia masih sangat dibutuhkan. “Gerindra jangan sampai menutup mata dari perjuangan yang telah menyalakan obor bagi banyak hati. Kehilangan beliau bukan hanya kehilangan bagi partai, tetapi kehilangan bagi bangsa,” pungkasnya.

Makassar, Nasional, Pemerintahan, Politik

Ketua Umum HMI Badko Sulsel Menyayangkan Mundurnya Rahayu Saraswati : Gerindra dan DPR RI Kehilangn Figur Muda Progresif

ruminews.id – Makassar, 10 September 2025 — Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Sulawesi Selatan menyampaikan rasa prihatin dan menyayangkan keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang resmi mundur dari keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Rabu, 10 September 2025. Menurut Asrullah Dimas, Ketua Umum HMI Badko Sulsel, mundurnya Rahayu Saraswati bukan hanya kehilangan bagi parlemen, tetapi juga bagi masyarakat luas yang selama ini melihat sosoknya sebagai representasi generasi muda sekaligus perempuan progresif di panggung politik nasional. Kehadirannya di DPR RI dinilai membawa warna baru, khususnya dalam memperjuangkan isu-isu kesetaraan gender, perlindungan anak, pemberdayaan masyarakat, hingga agenda kebangsaan yang lebih berpihak pada rakyat. “Keputusan mundurnya Ibu Rahayu Saraswati tentu sangat kami sayangkan. Beliau adalah figur perempuan muda yang visioner, kritis, dan memiliki integritas dalam menjalankan fungsi legislatif. Kehadirannya di parlemen menjadi semacam harapan baru bagi generasi muda untuk lebih percaya diri masuk ke dunia politik. Mundurnya beliau jelas meninggalkan kekosongan peran yang cukup berarti,” ungkap Asrullah Dimas Ketua Umum HMI Badko Sulsel dalam pernyataannya. Lebih lanjut, Asrullah Dimas yang akrab disapa Dimas menilai bahwa politik Indonesia masih sangat membutuhkan sosok-sosok yang berani bersuara dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat, terlebih di tengah kondisi demokrasi yang menghadapi berbagai tantangan. Dengan mundurnya Rahayu Saraswati, HMI Badko Sulsel mendorong agar parlemen tidak kehilangan semangat regenerasi, serta tetap membuka ruang yang lebih luas bagi keterlibatan generasi muda dan perempuan. “DPR RI harus tetap memastikan adanya representasi generasi baru yang tidak hanya mewakili formalitas, tetapi juga benar-benar membawa gagasan segar untuk memperbaiki kualitas demokrasi kita. Perempuan dan anak muda harus terus diberi ruang, sebab tanpa itu wajah politik kita akan kembali dikuasai oleh pola lama yang kerap jauh dari aspirasi masyarakat,” tegasnya. Menurutnya, pengunduran diri tersebut tidak semata-mata merupakan keputusan personal, tetapi sekaligus mencerminkan adanya kelemahan dalam tata kelola komunikasi politik dan akuntabilitas moral di tubuh institusi politik. “Pengunduran diri Ibu Rahayu Saraswati menunjukkan bahwa sistem politik kita masih belum memiliki mekanisme yang kuat dalam merespons krisis komunikasi publik. Ketika kontroversi muncul, klarifikasi dan pembuktian konteks seharusnya segera dilakukan secara terbuka, bukan dibiarkan berkembang liar hingga akhirnya memaksa individu mengambil langkah pengunduran diri,” ujar Dimas. Lebih lanjut ia menegaskan, pengunduran diri bukan boleh dipahami sebagai satu-satunya jawaban. Parlemen dan partai politik semestinya menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting untuk memperkuat etika politik, membangun kapasitas komunikasi publik, serta menyiapkan mekanisme manajemen krisis yang lebih transparan. “Jika kita hanya berhenti pada pengunduran diri, tanpa ada evaluasi menyeluruh dari lembaga dan partai politik, maka persoalan serupa akan berulang. Yang lebih berbahaya adalah timbulnya efek psikologis bagi generasi muda dan perempuan, yakni rasa takut untuk berpartisipasi aktif dalam politik karena khawatir satu kesalahan ucap dapat menghancurkan karier mereka,” tambahnya. Mundurnya Rahayu Saraswati juga dipandang sebagai satu kesempatan refleksi bagi partai politik dalam hal pengelolaan kader, pelatihan komunikasi publik, manajemen krisis internal, serta bagaimana partai menanggapi kontroversi. Partai Gerindra misalnya dipandang mendapat tekanan publik untuk merespons secara baik dan menjaga reputasi. Dalam jangka panjang, ini bisa mempengaruhi bagaimana partai merekrut dan mendukung calon legislatif, terutama dari kalangan muda dan perempuan yang sensitif terhadap opini publik. Dimas menegaskan bahwa momentum ini harus dijadikan ruang refleksi kolektif untuk memperbaiki budaya politik Indonesia. Transparansi, tanggung jawab publik, komunikasi yang beretika, dan keberanian menghadapi kritik secara dewasa adalah hal yang perlu diperkuat agar demokrasi tidak hanya formal, tetapi juga substantif. “Ke depan, kami berharap DPR RI dan partai politik tidak hanya menjaga citra, melainkan juga berkomitmen pada substansi perjuangan rakyat, serta memastikan regenerasi politik berjalan dengan sehat dan inklusif,” tutup Dimas Ketua Umum HMI Badko Sulsel.

Nasional, Pemerintahan, Politik

Iin Nirmala Mahasiswa Kebidanan Stikes Nani Respon Mundurnya Saraswati dari DPR: Kaum Muda dan Perempuan Kehilangan Panutan!

ruminews.id – Senayan kembali bergemuruh. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, sosok perempuan muda yang selama ini menempati kursi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, tiba-tiba mengambil langkah mengejutkan: mundur dari jabatannya. Dalam video singkat di akun Instagram pribadinya, Rabu (10/9/2025), Saraswati—keponakan Presiden Prabowo Subianto—menyampaikan pamit dengan nada lirih, seraya meminta maaf atas pernyataan lama yang kembali menjadi sorotan publik. Keputusan ini sontak memantik reaksi beragam. Ada yang menyayangkan, ada pula yang menganggapnya konsekuensi politik. Namun bagi sebagian kalangan muda, ini adalah kehilangan yang nyata. Salah satunya datang dari Iin Nirmala, mahasiswa kebidanan Stikes Nani. Ia menilai mundurnya Saraswati tak hanya mengurangi kekuatan Gerindra di parlemen, tetapi juga mengurangi representasi suara perempuan dan generasi muda di pusat kekuasaan. “Bagi kami kaum muda, apalagi perempuan, sosok Mbak Sara itu panutan. Beliau berani bersuara untuk hak-hak yang sering terabaikan, termasuk disabilitas, perempuan, dan generasi muda. Kehilangan beliau sama saja dengan kehilangan ruang inspirasi di DPR,” ujar Iin. Iin menambahkan, sebagai mahasiswa kebidanan, ia sering melihat bagaimana perempuan masih kerap dipinggirkan dalam pengambilan keputusan penting. Kehadiran Saraswati di parlemen, katanya, menjadi semacam simbol bahwa suara perempuan bisa menembus ruang politik yang kerap didominasi laki-laki. “Seharusnya Gerindra bisa menimbang ulang keputusan ini. Bukan soal politik semata, tapi soal menjaga wajah parlemen agar tetap ramah bagi suara muda dan perempuan,” tegasnya. Di sisi lain, Fraksi Gerindra menyatakan tetap menghormati keputusan Saraswati. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Hariyadi, menyebut pernyataan yang menjadi polemik hanyalah bentuk motivasi, bukan penghinaan. Namun, mekanisme partai tetap harus berjalan. “Fraksi menonaktifkan beliau sembari menunggu proses di Mahkamah Partai. Kami harap masyarakat bisa melihat dengan jernih,” kata Bambang. Kini, publik bertanya-tanya: apakah ini adalah senjakala bagi suara muda dan perempuan di Senayan? Ataukah, justru menjadi babak baru bagi Saraswati untuk memperjuangkan idealismenya di luar gedung parlemen?

Jakarta, Nasional, Pemerintahan, Politik

Aditya Putra Asnawing Ketum Semmi Sulsel 2020-2023 merespon Saraswati Mundur dari DPR, Kaum Muda dan Perempuan Kehilangan Suara!

ruminews.id – Keheningan yang tak biasa datang dari Senayan. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, perempuan muda yang selama ini berdiri di garis depan Komisi VII DPR RI, tiba-tiba memilih untuk undur diri. Dalam sebuah video singkat yang ia unggah di Instagram, Rabu (10/9/2025), Sara menyampaikan salam perpisahan, disertai permintaan maaf atas kata-kata lama yang kembali digugat publik. Tetapi keputusannya tak berhenti di ranah pribadi. Mundurnya Sara, keponakan Presiden Prabowo Subianto, segera memantik riuh. Spekulasi berhamburan, sebagian sinis, sebagian iba, sebagian lain hanya menebar dugaan. Ketum Semmi Sulsel 2020-2023, Aditya Putra Asnawing, menyebut langkah Sara adalah kehilangan besar. Bukan hanya untuk Partai Gerindra, melainkan juga untuk wajah muda politik Indonesia. “Beliau adalah representasi anak muda dan perempuan. Suara yang menghidupkan harapan agar parlemen tidak kering dari perspektif mereka. Maka dari itu, kami meminta Fraksi Gerindra meninjau ulang pengunduran diri ini,” ucap Aditya. Aditya mengingatkan publik akan jejak yang telah ditinggalkan Sara. Ia dikenal sebagai legislator yang menaruh perhatian serius pada hak-hak penyandang disabilitas, membela ruang hidup yang setara bagi perempuan, serta memberi jalan luas bagi generasi muda untuk mengasah diri dan berani bersaing di panggung nasional. Sementara itu, Fraksi Gerindra memilih menaruh hormat pada keputusan Sara. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Hariyadi, menyebut pernyataan Sara di sebuah podcast yang sempat ramai dibicarakan sebenarnya bernada motivasi, bukan masalah. Namun, proses partai harus tetap berjalan. “Per hari ini, fraksi sepakat menonaktifkan beliau sambil menunggu proses di Mahkamah Partai. Kami berharap publik bisa melihat dengan jernih,” kata Bambang. Kini, pertanyaan menggantung di udara: apakah mundurnya Saraswati akan menjadi senjakala dari suara muda, suara perempuan, dan suara disabilitas di parlemen? Ataukah, justru ini adalah awal dari panggung baru yang lebih luas, di luar gedung yang selama ini membatasi langkahnya?

Scroll to Top