Author name: Fikri Haikal

Daerah, Toraja

DPD KNPI Toraja Nyatakan Dukungan untuk Vonny Ameliani S.: Suara dari Tanah Tinggi yang Meneguhkan Langkah Pemuda

ruminews.id, Toraja — Dari tanah tinggi yang diselimuti kabut pagi dan kearifan leluhur, sebuah suara tegas namun penuh kehangatan bergema. Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Toraja, Daming Sampe Suso, menyampaikan dukungan resminya kepada Vonny Ameliani S., sosok muda yang tengah menjadi titik temu harapan di kalangan pemuda Sulawesi Selatan. Dalam pernyataannya, Daming berbicara dengan nada yang mencerminkan karakter Toraja sendiri, tenang, teduh, namun menyimpan ketegasan yang tak terbantahkan. Ia menilai bahwa langkah Vonny adalah langkah yang tidak hanya membawa dirinya sendiri, tetapi juga membawa cahaya bagi generasi yang mendamba perubahan. “Kami melihat dalam diri Saudari Vonny sebuah keteguhan dan daya juang yang selaras dengan semangat pemuda Sulawesi Selatan. Ia bukan hanya hadir sebagai figur, tetapi sebagai energi baru yang mampu menyatukan, menggerakkan, dan menumbuhkan harapan,” ujar Daming dengan penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa dukungan ini bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan panggilan moral untuk memastikan estafet kepemudaan berada pada tangan yang tepat, tangan yang bekerja dengan keikhlasan dan pandangan jauh ke depan. Dari Toraja, wilayah yang senantiasa mengingatkan manusia akan makna keteguhan dan harmoni, dukungan ini terasa seperti angin sejuk yang menyusuri lereng, memperkuat langkah Vonny dalam medan politik dan kepemudaan yang tengah ia tapaki. Dengan tambahan dukungan dari DPD KNPI Toraja, gema konsolidasi pemuda di Sulawesi Selatan kian menguat. Di antara kabut yang perlahan membuka jalannya, masa depan itu tampak semakin terang.

Daerah, Pare-pare, Pendidikan

Jurusan PGSD FIP UNM Kampus V Parepare Geber “Educulture Fest 2025”, Kepala Dinas Pendidikan Resmi Membuka Acara

ruminews.id – Parepare, 21 November 2025, Suasana Kampus V Parepare Universitas Negeri Makassar (UNM) berubah meriah dan penuh energi positif pada Jumat pagi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FIP UNM sukses menggelar Educulture Fest 2025, sebuah festival edukasi dan budaya yang digadang menjadi ikon kegiatan berdampak di Kota Parepare. Acara megah ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inovasi dan kreativitas mahasiswa calon guru. Paket Lengkap: Seminar Nasional Kewirausahaan, Pentas Seni, Hingga Pameran Media Pembelajaran Tahun ini, Educulture Fest menghadirkan rangkaian kegiatan yang tak hanya memukau secara visual, tetapi juga kaya manfaat akademik. Kegiatan meliputi: Seminar Nasional Pendidikan, Pentas Seni dan Tari, dan Pameran Media Pembelajaran hasil karya mahasiswa Jurusan PGSD FIP UNM Kampus V Parepare. Perayaan ini mengusung tema besar: “Bersinergi Lewat Budaya: Dari Ilmu, Lahir Karya, Tumbuh Jiwa.” Tema ini dianggap sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini, terutama dalam membangun karakter, kreativitas, dan kecakapan budaya para calon guru. Dihadiri Calon Guru SD dan Guru Sekolah Dasar Kota Parepare Ratusan peserta dari mulai dari mahasiswa PGSD sebagai calon guru SD, guru-guru sekolah dasar, hingga para dosen dan praktisi pendidikan. Koordinator Kampus V Parepare FIP UNM, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi besar terhadap terselenggaranya Educulture Fest 2025. “Kegiatan ini perlu terus ditingkatkan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Mahasiswa perlu ruang seperti ini untuk berkarya dan menunjukkan kompetensi mereka,” ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan: “Ini Memberikan Dampak Nyata untuk Guru dan Calon Guru” Tak kalah antusias, Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare menyampaikan pujian dan dukungannya atas kegiatan ini. “Educulture Fest memberi dampak positif, bukan hanya bagi mahasiswa PGSD sebagai calon guru SD, tetapi juga bagi para guru yang hadir. Tentu kami sebagai pengguna lulusan menyambut positif kegiatan seperti ini,” tutur Kadis dalam sambutannya. Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan kreatif seperti ini harus terus dihidupkan agar pendidikan di Parepare semakin adaptif, kreatif, dan berbudaya. Dengan antusiasme peserta, dukungan pemerintah, serta kreativitas mahasiswa, Educulture Fest 2025 diyakini menjadi salah satu gebrakan penting dalam mewujudkan Kampus Berdampak, kampus yang tidak hanya melahirkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi nyata pada masyarakat dan dunia pendidikan.

Daerah, Hukum & Kriminal, Jeneponto, Pemerintahan

Putra Daerah Jeneponto Apresiasi Langkah Hukum Yang Berjalan Di Desa Gantarang

ruminews.id, Jeneponto — 21 November 2025 Sekretaris Umum HMI Komisariat Syariah & Hukum Cabang Gowa Raya, Ryan Taufik — yang juga merupakan putra daerah Jeneponto — menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap proses hukum yang kini berlangsung terkait dugaan penggelapan hak atas tanah yang menyeret Kepala Desa Gantarang, Nasir Nara. Dalam pernyataannya, Ryan menilai bahwa langkah-langkah yang diambil oleh aparat penegak hukum merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban, memastikan keadilan, dan memberi kepastian bagi masyarakat tanpa harus menciptakan kegaduhan di tingkat desa. “Kami memberikan apresiasi atas proses hukum yang berjalan secara hati-hati, profesional, dan tetap menjunjung asas keadilan. Ini merupakan langkah penting untuk melindungi hak masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum,” ujar Ryan dengan nada menyejukkan. Ia menekankan bahwa penanganan kasus seperti ini harus dipandang sebagai proses hukum biasa yang bertujuan memberikan kejelasan dan kepastian, bukan sebagai alasan untuk memecah belah masyarakat. Karena itu, Ryan mengajak seluruh warga Jeneponto untuk tetap tenang dan menunggu proses hukum berjalan sesuai mekanisme. “Kami berharap masyarakat tetap menjaga suasana kondusif, saling menghormati, dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Mari sama-sama mendukung proses hukum agar dapat memberikan hasil terbaik bagi semua pihak,” tambahnya. Ryan juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara aparat desa, masyarakat, dan penegak hukum dalam menjaga keharmonisan sosial. Menurutnya, setiap persoalan hukum harus menjadi pelajaran bersama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan desa dan memperkuat kepercayaan antara masyarakat dengan pemimpinnya. “Sebagai putra daerah, saya berharap momentum ini dapat menjadi ruang refleksi bagi kita semua, baik pemerintah desa maupun masyarakat untuk terus membangun Jeneponto yang lebih baik, damai, dan penuh kepercayaan,” tutupnya.

Daerah, Jeneponto, Pemerintahan

Kades Gantarang Jadi Tersangka: Semua Mata Kini Tertuju pada Bupati Jeneponto – Saatnya Sikap Tegas Diambil!

ruminews.id – Jeneponto, Penetapan Kepala Desa Gantarang, Nasir Nara, sebagai tersangka atas dugaan penggelapan hak atas tanah oleh Polres Jeneponto memunculkan dinamika baru dalam penegakan hukum di tingkat lokal. Respons cepat dan tegas kepolisian mendapat perhatian luas, termasuk dari kalangan akademisi dan masyarakat setempat. Dalam wawancara dengan media, Isran, Mahasiswa Pascasarjana Hukum Universitas Hasanuddin sekaligus putra daerah Jeneponto, menyampaikan pandangan kritisnya terkait perkembangan ini. Menurut iccang sapaannya, langkah Polres Jeneponto sudah berada pada jalur yang tepat. “Kita melihat Polres Jeneponto bekerja profesional dan responsif. Ini menegaskan kepada masyarakat bahwa hukum dapat ditegakkan secara objektif, meskipun objek perkara adalah seorang kepala desa,” ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa penetapan status tersangka tidak hanya berdampak pada ranah pidana, melainkan juga berimplikasi besar terhadap tata kelola pemerintahan desa. Ia menyoroti pentingnya peran Bupati Jeneponto sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan desa. “Dalam konteks hukum administrasi pemerintahan, seorang kepala desa yang sudah berstatus tersangka memiliki potensi besar mengganggu netralitas pelayanan publik. Di titik inilah Bupati harus hadir dan mengambil langkah administratif,” bebernya. Isran juga menjelaskan secara normatif dasar-dasar hukum yang menjadi kewenangan Bupati. “Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 memberikan hak dan kewenangan kepada kepala daerah untuk membina, mengawasi, bahkan memberhentikan sementara kepala desa yang sedang berproses hukum. Ini bukan keputusan yang emosional, tetapi mekanisme hukum yang disediakan negara,” jelasnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya prinsip-prinsip fundamental dalam administrasi pemerintahan, seperti Asas Kepastian Hukum, Asas Kecermatan, dan Asas Akuntabilitas Publik. “Ketika keadaan hukum seseorang dapat mengganggu integritas pemerintahan desa, maka tindakan administratif bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban. Ini bagian dari menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya. Lebih jauh, Isran mengingatkan bahwa penundaan atau kelambanan dalam mengambil tindakan dapat menimbulkan dampak buruk bagi publik. “Risikonya jelas: ketidakpastian hukum, layanan publik yang tidak optimal, dan bahkan potensi intervensi terhadap saksi atau proses penyidikan. Itu semua bisa terjadi jika Bupati tidak segera bersikap,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa tindakan administratif seperti pemberhentian sementara tidak sama sekali bersifat menghukum. “Kita harus paham, pemberhentian sementara adalah langkah preventif. Tujuannya menjaga netralitas dan menjamin proses hukum berjalan tanpa tekanan, bukan memvonis bersalah,” tambahnya. Menutup keterangannya, Isran menegaskan bahwa sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Jeneponto menunjukkan ketegasan dan keberpihakan pada prinsip good governance. “Masyarakat menilai. Polres sudah bergerak dengan cepat. Sekarang publik menunggu apakah Bupati akan menunjukkan komitmen yang sama dalam menjaga integritas pemerintahan desa,” pungkasnya. Tutupnya.

Daerah, Gowa, Makassar, Nasional

Kolaborasi Insinyur Muda dan Mahasiswa UINAM Dorong Mutu Proyek Strategis dan Layanan Perumahan Publik

ruminews.id – ​Makassar, 21 November 2025 – Tiga organisasi dalam satu kolaborasi, yaitu Forum Insinyur Muda (FIM) PII Sulawesi Selatan (Sulsel), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UINAM, dan Forum Anggota Mahasiswa (FAM) PII UINAM, sukses berkolaborasi dalam kegiatan strategis. Acara ini mengusung tema “Penguatan Peran, Kompetensi, dan Teknologi Profesi untuk Menjamin Mutu Proyek Strategis Nasional dan Layanan Perumahan Publik”. ​Kegiatan ini bertujuan untuk mengakselerasi peran Insinyur dalam proyek strategis nasional, sekaligus memastikan kesiapan dan kompetensi insinyur muda dalam mengawal mutu dan kualitas konstruksi demi mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Dalam Penyampaian Materinya, Ketua FIM PII Sulawesi Selatan yang sekaligus Anggota DPR-RI Komisi V, Ir. Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc, menyoroti urgensi infrastruktur yang berorientasi pada pembangunan regional. ​“Kami berharap ada integrasi transportasi antar daerah yang menghubungkan beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Infrastruktur semacam ini tidak hanya akan menjadi solusi pengurangan kemacetan, tetapi juga berpotensi besar menjadi pembangkit ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Ir. Teguh. Diskusi inti dalam acara ini berfokus pada peran Insinyur (Engineer) sebagai penjamin mutu dan kualitas (quality control) proyek konstruksi, termasuk optimalisasi peran PII melalui inisiatif “Klinik PKP”. Klinik ini diharapkan menjadi pusat layanan konsultasi teknis dan sarana bagi masyarakat untuk menerapkan teknologi digital, demi meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pelaksanaan proyek, termasuk program perumahan publik. Kegiatan ini disambut antusias oleh para mahasiswa sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas diri. ​Ketua DEMA Saintek, Muh. Alwi Nur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan investasi penting bagi masa depan mereka. “Kegiatan ini adalah langkah awal yang fundamental bagi mahasiswa. Ini merupakan persiapan penting untuk menghadapi tantangan dunia keprofesian yang kompleks dan dinamis di masa mendatang,” tegas Muh. Alwi Nur. ​Acara ini menegaskan komitmen bersama antara organisasi profesi, mahasiswa, dan akademisi dalam mencetak insinyur yang unggul, profesional, dan berintegritas tinggi untuk mengawal pembangunan nasional.

Daerah, Hukum & Kriminal, Makassar

GMPH Sul-Sel Desak Kejati: Pj Gubernur 2023–2024 Diminta Turut Diperiksa dalam Dugaan Korupsi Nanas 60 M

ruminews.id, Makassar – Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum (GMPH) Sulawesi Selatan kembali mengarahkan sorotan publik terhadap perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi proyek bibit nanas senilai Rp60 miliar yang berlokasi di Desa Jangan-Jangan, Kabupaten Barru. Kasus yang telah menyita perhatian masyarakat ini dinilai penuh tanda tanya dan membutuhkan langkah hukum yang lebih terbuka dan tegas dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. GMPH Sul-Sel mengapresiasi tindakan progresif Kejati Sul-Sel yang telah melakukan penggeledahan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sul-Sel, serta kantor BKAD Provinsi Sul-Sel. Langkah ini dianggap sebagai sinyal awal bahwa Kejati mulai serius membuka tabir penggunaan anggaran jumbo yang dinilai janggal tersebut. Namun apresiasi itu tak lantas menutup pandangan kritis GMPH. Mereka menegaskan bahwa Kejati, khususnya bagian Pidsus, harus berani melangkah lebih jauh dan tidak berhenti pada level dinas saja. Mahasiswa mendesak agar Kejati turut memeriksa Pj Gubernur Sul-Sel periode 2023–2024, Bahtiar Baharuddin, serta adanya dugaan keterlibatan di antara lain Mantan Bupati Barru Suardi Saleh yang menjabat selama 2 priode 2017-2021 dan 2021-2025 yang di duga terlibat di dalam kasus bibit nanas 60 miliar mengingat program kerja pada masa tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan proyek bibit nanas yang kini dipersoalkan. Menurut GMPH, transparansi penegakan hukum adalah harga mati. Mereka mempertanyakan mengapa sejumlah pihak yang dianggap memiliki posisi strategis dalam program tersebut belum tersentuh proses pemeriksaan. Mahasiswa menilai, tanpa membuka seluruh mata rantai kebijakan, penanganan kasus ini berpotensi berjalan pincang dan menyisakan kecurigaan publik. Sebagai tindak lanjut, GMPH Sul-Sel menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat, guna memastikan perkara ini tidak berhenti di tengah jalan dan seluruh pihak yang berpotensi mengetahui atau terlibat dalam proses penganggaran dapat dimintai keterangan secara terang benderang.

Hukum & Kriminal, Nasional, Opini, Pendidikan

Greenwashing dan Cultural Bleeding Politik Indonesia

ruminews.id – Dalam lanskap politik Indonesia kontemporer, dua gejala kembar semakin menonjol yaitu greenwashing politik dan cultural bleeding. Keduanya bukan sekadar istilah akademik, melainkan cara baru membaca bagaimana kekuasaan bekerja bukan melalui program konkret, tetapi melalui kosmetika naratif yang menciptakan ilusi moralitas. Politik dikemas sebagai “pelayanan publik”, tetapi realitasnya sering kali memantulkan pembusukan etis yang menggerogoti sendi demokrasi. Greenwashing politik di Indonesia mengambil bentuk janji-janji populis yang dibungkus jargon keberpihakan, seolah-olah seluruh kebijakan dirancang untuk rakyat kecil. Kandidat yang tidak pernah bersentuhan dengan problem struktural tiba-tiba tampil dengan citra kesederhanaan: naik motor ke pasar, mendadak merakyat di hadapan kamera, atau meminjam simbol-simbol kerakyatan untuk menutupi relasi kuasa oligarkis di balik layar. Narasi ekologis dan etis dipakai secara kosmetik bukan sebagai komitmen, tetapi sebagai alat branding politik. Di sisi lain, cultural bleeding menggambarkan luka budaya yang perlahan mengalir, peluruhan nilai-nilai dasar politik Indonesia yaitu pengabdian, amanah, dan tanggung jawab moral. Ketika politik tidak lagi dianggap sebagai tugas etis (politics as duty), tetapi sebagai lahan transaksi (politics as opportunity), budaya politik pun mengalami pendarahan. Yang bocor bukan hanya integritas individu, tetapi juga sistem nilai publik yang selama ini menjadi fondasi demokrasi. Fenomena ini tampak jelas dalam ritual elektoral. Survei politik menjadi alat legitimasi sekaligus instrumen intimidasi psikologis. Hasil survei tertentu dipoles sedemikian rupa hingga menyerupai realitas, padahal sering kali hanyalah peta buatan yang dirancang untuk mempengaruhi persepsi publik. Inilah fase di mana predator politik berkolaborasi dengan lembaga survei untuk melakukan electoral greenwashing yaitu mengaburkan fakta melalui angka – angka yang tampak ilmiah. Akibatnya, publik berada dalam situasi paradoks: percaya pada angka, tetapi kehilangan kepercayaan terhadap proses; percaya pada demokrasi, tetapi ragu pada para pengembannya. Terjadi pendarahan budaya politik, di mana masyarakat mulai menerima kebohongan sebagai kewajaran dan manipulasi sebagai bagian dari rutinitas pemilu. Politik kehilangan sakralitasnya sebagai panggilan pengabdian. Di tengah erosi nilai tersebut, pertanyaan mendesak muncul, Apakah demokrasi Indonesia masih memiliki ruang untuk memperbaiki diri? Jawabannya bergantung pada kemampuan kita memulihkan politik sebagai tugas moral, bukan sekadar kompetisi kosmetik. Demokrasi membutuhkan lebih dari sekadar prosedur elektoral; ia menuntut integritas budaya dan keberanian etis untuk menolak greenwashing politik dalam segala bentuknya. Jika tidak, maka cultural bleeding akan terus berlangsung secara perlahan, sunyi, namun mematikan. Dan politik sebagai pengabdian hanya akan menjadi kenangan normatif tentang sesuatu yang pernah kita miliki, tetapi gagal kita jaga

Daerah, Makassar

Vonny Ameliani Soan ke Para Senior KNPI, Menautkan Silaturahmi dan Menguatkan Konsolidasi

ruminews.id, Makassar — Dalam senyap sore yang mengalun pelan di Kota Daeng, langkah Vonny Ameliani Suardi kembali menapaki jejak para seniornya. Ada rasa hormat yang dibawa, ada tekad yang disimpan, dan ada harapan yang ia titipkan pada setiap salam yang terjabarkan. Hari ini, ia bersilaturahmi sekaligus melakukan konsolidasi dengan sejumlah tokoh lintas generasi di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sebagai bagian dari ikhtiar membangun energi besar pemuda Sulawesi Selatan. Salah satu pintu yang ia ketuk adalah kediaman Nimatullah, tokoh yang namanya telah mengisi banyak lembar perjalanan pergerakan. Dikenal sebagai politisi, aktivis, sekaligus alumni KNPI Sulsel, Nimatullah adalah sosok yang dalam pandangan banyak anak muda, merupakan mata air pengalaman jernih, deras, dan memberi arah. Pertemuan keduanya berlangsung hangat. Seperti dua gelombang yang saling menyapa di tepian pantai, percakapan itu mengalir tanpa sekat: tentang sejarah pergerakan pemuda, tentang tantangan lintas waktu, hingga tentang kebutuhan KNPI untuk berdiri kokoh sebagai rumah besar yang memayungi keberagaman visi generasi. Vonny datang tidak hanya membawa diri, tetapi membawa kesungguhan. Dalam dirinya, para senior melihat kobaran yang belum padam, semangat baru yang ingin menyambung benang panjang estafet kepemimpinan. Sementara Vonny sendiri, dengan segala hormat, menimba petuah dari mereka yang telah lebih dulu menempuh jalan panjang organisasi. “Silaturahmi adalah nadi organisasi,” begitu kira-kira yang terpantul dari suasana pertemuan itu. Bahwa kekuatan KNPI bukan hanya terletak pada nama besar, tetapi pada kelapangan hati untuk saling merawat hubungan, menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Di akhir pertemuan, Vonny meninggalkan rumah Nimatullah dengan langkah yang lebih teguh. Ada sinar keyakinan yang tumbuh, bahwa perjalanan konsolidasi ini bukan sekadar ritual politik organisasi, melainkan upaya menyulam kembali jati diri pemuda Sulsel: kuat dalam persaudaraan, matang dalam gagasan, dan kokoh dalam komitmen. Dan di langit Makassar yang mulai temaram, tersimpan harapan bahwa generasi yang datang tidak hanya berjalan, tetapi bergerak dengan kesadaran, menghormati akar, dan menyiapkan cahaya untuk masa depan.

Daerah, Gowa

Komisariat Syariah Cagora: “Vikram Syahrir Kader Terbaik Disiapkan Jadi KETUM HMI CAGORA”

ruminews.id, Gowa – Menjelang Konferensi Cabang ke-XII HMI Cabang Gowa Raya, tensi politik internal semakin menguat. Berbagai kepentingan mulai bergerak, dan arah masa depan organisasi kembali dipertanyakan. Di tengah situasi tersebut, HMI Komisariat Syariah dan Hukum menyatakan sikap tegas: mengusung dan memperjuangkan kemenangan Muh. Vikram Syahrir As atau Viki sebagai Ketua Umum HMI Cagora. Iksan, salah satu kader aktif Komisariat Syariah, menegaskan bahwa dukungan ini lahir dari pembacaan objektif terhadap peta politik dan kualitas kepemimpinan para kandidat. “Viki adalah kader terbaik yang disiapkan untuk memimpin Gowa Raya” “Konfercab kali ini bukan ruang eksperimen. HMI Cagora butuh figur yang kuat, visioner, dan tidak dapat ditarik oleh kepentingan-kepentingan pragmatis. Kami melihat tidak ada jalan lain untuk menyudahi kegaduhan politik internal kecuali menerima Viki sebagai solusi final bagi masa depan kepemimpinan HMI Cagora,” ujar Iksan. Menurutnya, dinamika yang terjadi selama beberapa periode terakhir menunjukkan bahwa organisasi tidak bisa lagi dipimpin oleh figur kompromistis yang rentan terhadap tekanan kelompok. Cagora membutuhkan pemimpin yang mampu memotong konflik, bukan menjadi bagian darinya. Komisariat Syariah menilai Muh. Vikram Syahrir As adalah sosok yang memiliki ketegasan politik, kedewasaan berpikir, serta rekam jejak advokasi dan kaderisasi yang tidak diragukan. Nilai itulah yang diyakini mampu membawa Cagora keluar dari stagnasi, sekaligus mengembalikan wibawa organisasi sebagai poros gerakan mahasiswa paling strategis di Gowa Raya. Pernyataan dukungan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Koalisi Syariah siap berada di garis depan dalam pertarungan politik Konfercab. Bagi mereka, kemenangan bukan hanya soal mengangkat figur, tetapi memastikan bahwa HMI Cagora dipimpin oleh kader yang mampu mengonsolidasikan kembali integritas organisasi. Dengan demikian, Komisariat Syariah dan Hukum menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh pencalonan Vikram, serta mengajak seluruh komisariat dan kader HMI se-Cagora untuk memilih pemimpin yang bukan hanya populer, tetapi benar-benar mampu memimpin.

Daerah, Maros, Nasional

Bupati Maros InsyaAllah membersamai Vonny, Vonny: Gemilang Pagessa adalah Pemuda Potensial Berkiprah Di Provinsi

ruminews.id, Maros — Dari tanah yang subur dan penuh denyut harapan di Kabupaten Maros, hadir sebuah Apresiasi hangat dari Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam yang menegaskan InsyaAllah akan membersamai langkah Vonny Ameliani Suardi. Di tengah geliat pemuda dan arus perubahan yang terus bergulir di Sulawesi Selatan, dukungan itu terasa seperti angin sejuk yang menegakkan layar, memberi kekuatan pada perjalanan panjang yang akan ditempuh. Vonny menyambut apresiasi itu dengan penuh penghargaan. Di hadapan tokoh pemuda yang ikut menyimak, ia menyebut nama Gemilang Pagessa Ketua DPRD Kabupaten Maros yang juga menjabat sebagai Ketua DPD KNPI Maros, sebagai salah satu pemuda potensial yang layak berkiprah lebih jauh di Provinsi Sulawesi Selatan. “Gemilang Pagessa adalah pemuda potensial yang sinarnya tak hanya tampak di Maros, tetapi bersinar di seluruh Sulawesi Selatan. Ia memiliki karakter, integritas, dan semangat yang dibutuhkan untuk membangun daerah ini,” ujar Vonny dengan nada penuh keyakinan. Dukungan Bupati Andi Syafril Chaidir Syam dan pengakuan Vonny terhadap kapasitas Gemilang Pagessa menghadirkan sebuah simpul harapan baru: bahwa langkah pemuda tak lagi berjalan sendiri, tetapi dibimbing, dijaga, dan diberi ruang untuk tumbuh menjadi kekuatan yang lebih besar bagi masa depan Sulawesi Selatan. Di bawah langit Biru KNPI, perjalanan baru ini mulai dituliskan pelan, pasti, dan penuh harapan.

Scroll to Top