Author name: Admin01

Pemerintahan

Pemkot Jakbar gelar rakor antisipasi banjir jelang Natal-tahun baru

Ruminews.id – Pemerintah Kota Jakarta Barat menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) untuk mengantisipasi banjir menjelang libur Natal dan tahun baru. “Rapat untuk mengingatkan seluruh jajaran agar sama-sama menjaga kondisi terlebih di musim penghujan,” kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat. Uus menyebut melalui rapat tersebut seluruh jajaran Pemkot Jakbar bekerja dalam sektornya masing-masing untuk mengantisipasi banjir. “Seluruh jajaran, baik di tingkat kota, kecamatan, kelurahan, untuk sama-sama mengantisipasi, terutama di malam libur Natal dan tahun baru, karena di sini (Jakarta) masuk musim hujan,” ungkap Uus. “Harapannya bahwa di akhir tahun 2024 ini walaupun musim hujan, tapi tidak terjadi banjir atau musibah,” ujar Uus. Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat Agus Irwanto juga mengatakan banjir menjadi potensi kerawanan utama di wilayah Jakarta Barat pada saat perayaan Natal dan tahun baru. “Kondisi saat ini kan hujan, potensi kerawanannya tentunya adanya genangan, banjir,” kata Agus. Namun demikian, Satpol PP Jakbar sudah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat, TNI-Polri serta pihak gereja untuk memitigasi potensi tersebut. “Tentunya kita sudah mitigasi, sudah kita rancang agar semua anggota Satpol PP bisa mengantisipasi dengan berkolaborasi, dengan bersinergi dengan pihak gereja maupun tokoh masyarakat setempat dan juga TNI dan Polri dan juga SKPD yang lain,” kata Agus. Diketahui, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) setempat telah menyiagakan 148 pompa stasioner, 70 pompa bergerak dan 50 pompa apung serta secara rutin melakukan pengerukan saluran untuk mengantisipasi banjir di wilayah tersebut. Sementara itu, Suku Dinas Pertamanan dan Huta Kota (Sudin Tamhut) telah memangkas sebanyak 7.701 pohon di wilayah setempat mulai Januari hingga Oktober 2024 untuk mengantisipasi pohon tumbang jika terjadi hujan atau angin lebat.

Pemerintahan

Kaltim raih apresiasi kinerja pemerintahan 2024 dari Kemendagri

Ruminews.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur(Kaltim) meraih penghargaan pada aspek kesejahteraan masyarakat dengan fiskal tinggi dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2024 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan PT Tempo Media Group, Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik di Samarinda, Jumat, mengatakan penghargaan Kemendagri ini mendorong dan memotivasi jajarannya agar bisa meningkatkan kinerja lebih baik lagi. Salah satu yang dilakukan Kaltim yakni transformasi ekonomi dari sebelumnya struktur ekonomi masih bertumpu pada sektor pertambangan dan penggalian perlahan mulai bergeser pada sektor lain seperti sektor jasa dan pengolahan. Transformasi ekonomi memberi pengaruh pada indeks-indeks lainnya, mulai pertumbuhan ekonomi, laju inflasi serta meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) Kaltim. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih telah memberikan keyakinan kepada kami, bahwa apa yang kami lakukan bermanfaat dan kita yakin Kaltim akan bisa melakukan berbagai program lain yang lebih baik lagi,” kata Akmal Malik usai menerima penghargaan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Jakarta. Pada kesempatan itu, Akmal mengatakan bahwa Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, penilaian penghargaan dilakukan dengan mengutamakan objektivitas, transparan dengan metode kualitatif, kuantitatif, dan observasi kelapangan dengan melihat persepsi publik sehingga penilaian dapat dipertanggungjawabkan Dalam melakukan penilaian juga tidak spesifik menilai pada kepala daerahnya, namun pada kinerja pemerintahannya. Indikator penilaiannya adalah semua kinerja pemerintahan bukan faktor personal. “Saya lihat mereka yang mendapatkan penghargaan ini memang orang-orang yang layak. Bagi daerah yang belum mendapatkan apresiasi dalam acara ini maka akan termotivasi untuk lebih kompetitif lagi, berusaha lebih maju karena nantinya kita akan mengadakan acara seperti ini lagi,” pesan Mendagri.

Hukum

Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri diperkuat tiga subdirektorat

Ruminews.id – Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Desy Andriani mengatakan direktorat yang dipimpinnya diperkuat dengan tiga subdirektorat (subdit). “Terbentuknya Direktorat PPA-PPO ini memang cukup baru, disahkan dengan Perpol Nomor 13 Tahun 2024 pada tanggal 17 Oktober 2024. Sudah ditugaskan juga tiga orang pelaksana tugas untuk Kasubdit (Kepala Subdit),” kata Brigjen Pol. Desy dalam acara diskusi di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat. Pada Subdit I yang menangani tindak pidana terhadap perempuan dan kelompok rentan, dipimpin oleh Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo. Lalu, Subdit II yang menangani tindak pidana terhadap anak dipimpin oleh Kombes Pol. Ganis Setyaningrum. Terakhir, pada Subdit III yang menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dipimpin oleh Kombes Pol. Amingga Meilana Primastito. Adapun Brigjen Pol. Desy selaku Dirtipid PPA-PPO, didampingi oleh Kombes Pol. Enggar Pareanom selaku Wadirtipid PPA-PPO. Dalam penataan struktur Direktorat PPA-PPO, kata dia, pihaknya akan melakukan penguatan secara 4M, yaitu man (sumber daya manusia), money (uang), material (materiel), dan method (metode). Dirinya berharap agar penyusunan sumber daya manusia serta struktur di dalam Direktorat PPA-PPO bisa segera rampung pada Januari 2025. “Untuk (struktur, red.) yang lain tentunya secara bertahap dan strategi kita ke depan bagaimana 4M ini tertata. Semoga di bulan tahun baru, di bulan Januari 2025, semua sudah ada,” ucapnya. Brigjen Pol. Desy mengatakan Direktorat PPA-PPO yang dibentuk pada bulan Oktober lalu itu akan melaksanakan tugas pencegahan hingga penanganan kejahatan terhadap perempuan, anak, dan kelompok rentan di Indonesia. Untuk mewujudkan keberhasilan direktorat ini, kata dia, upaya-upaya yang dilakukan juga tidak terlepas dari kolaborasi dan koordinasi yang harmonis dari lintas kementerian/lembaga dan seluruh pemangku kepentingan. “Semoga ini merupakan suatu cikal bakal yang bagus, dan ke depan kita harus berbicara dari mulai hulu sampai ke hilir,” ucapnya.(*)

Hukum

Presiden panggil Menko Yusril hingga Menkum bahas soal warga binaan

Ruminews.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri terkait di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat siang, salah satunya berkaitan dengan penanganan warga binaan. Hal itu disampaikan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 13.09 WIB untuk memenuhi panggilan Presiden. “Ada ratas terkait dengan soal penanganan warga binaan, tapi nanti akan lebih jelasnya akan dijelaskan oleh juru bicara kepresidenan ya, setelah selesai ratas nanti juga saya akan sampaikan ke teman-teman semua,” ujar Supratman. Supratman mengatakan salah satu hal yang akan dibahas mengenai mekanisme transfer narapidana dan pemberian amnesti kepada beberapa warga binaan oleh Presiden. “Presiden ingin memberikan amnesti kepada beberapa warga binaan dengan alasan kemanusiaan dan juga yang memang sebenarnya memerlukan rehabilitasi,” kata dia. Andi mengatakan pemberian amnesti merupakan hak prerogatif Presiden, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar. Namun, kata dia, dalam pelaksanaannya nantinya Presiden akan meminta pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tentang pemberian amnesti tersebut. “Kalau DPR menyatakan ada kesesuaian pendapat antara pemerintah, Presiden dalam hal ini dengan DPR tentu ini akan dijalankan. Tetapi sekali lagi hari ini baru kami akan paparkan kepada beliau dan tindak lanjutnya nanti setelah ada keputusan, saya akan sampaikan kepada kawan-kawan,” kata Supratman. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, yang juga menghadap Presiden, mengatakan bahwa ratas tersebut akan membahas seputar isu hukum dan imigrasi. “Ada Pak Kapolri mungkin juga ada, ada pak Jaksa Agung juga, berkaitan dengan masalah hukum dan imigrasi,” kata Yusril. Selain Supratman dan Yusril, nampak pula hadir Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai.

Hukum

Kepala BNPT: Waspadai sikap intoleran sebagai cikal bakal terorisme

Ruminews.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Eddy Hartono mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sikap intoleran sebagai cikal bakal yang mengarah pada terorisme. “Artinya kalau orang sudah eksklusif gitu ya, tidak mau bergaul dengan masyarakat, tidak mau bergabung dengan masyarakat, itu perlu diwaspadai,” ungkap Eddy saat ditemui usai acara Ngobrol Bareng Kepala BNPT di Desa Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat. Oleh karena itu, kata dia, BNPT bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan aparatur kecamatan terus mengajak masyarakat agar bisa lebih dr Bu waspada. BNPT saat ini pun terus menggencarkan program Desa Siapsiaga untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan demokrasi agar para warga di suatu desa bisa saling menghargai dengan perbedaan yang ada. Desa Siapsiaga merupakan program BNPT yang bertujuan untuk menciptakan desa toleran dan mampu mencegah masuknya ideologi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. BNPT telah membentuk proyek percontohan atau pilot project Desa Siapsiaga pada tahun 2023. Kemudian pada 2024, BNPT menjadikan Desa Siapsiaga salah satu dari tujuh program prioritas. Ia menjelaskan Program Desa Siapsiaga dilaksanakan dengan berdasarkan semboyan Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika. “Ini yang terus kami bangun sehingga perbedaan itu tidak menjadi kendala, justru malah menjadi harmoni. Kedamaian dan toleransi agar bisa tercipta di tingkat pedesaan,” ungkapnya. Di sisi lain, Eddy pun menilai pentingnya wajib lapor bagi masyarakat yang baru datang ke suatu lingkungan baru agar Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) bisa mengetahui keberadaan orang baru tersebut. Dia juga berharap aparat keamanan setempat maupun RT/RW bisa menyambangi warga yang cenderung tidak mau keluar rumah dan bergaul. “Jadi ada proses komunikasi yang terjadi di masyarakat, sehingga sejak dini dapat melakukan pencegahan,” tutur Eddy.

Hukum

KPK jadwalkan ulang pemeriksaan eks Menkumham Yasonna Laoly

Ruminews.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly sebagai saksi salah satu perkara dugaan korupsi yang disidik oleh komisi antirasuah. “Untuk YSL, info dari penyidik minta dijadwalkan ulang karena sudah ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. Pihak KPK belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kapan jadwal baru pemeriksaan Yasonna. Yasonna awalnya dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan terhadap pada Jumat ini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Tessa belum bisa membeberkan mengenai perkara apa yang membuat Yasonna dipanggil oleh penyidik KPK. Dia mengatakan penyidik KPK belum memberikan detail perkara yang saat ini sudah berada di fase penyidikan. Dia mengatakan penyidik KPK umumnya akan memberikan penjelasan soal perkaranya bertepatan dengan jadwal pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Namun saat ini belum ada penjelasan soal perkara apa yang membuat Yasonna dipanggil penyidik lembaga antirasuah. “Jubir secara kelembagaan baru bisa menyampaikan kepada teman-teman jurnalis di hari-‘H’. Hari-‘H’ yang bersangkutan diminta keterangan, hadir atau tidak, dalam rangka apa pemeriksaannya, itu baru bisa disampaikan pada saat hari-‘H’,” ujarnya.(*)

Hukum

Menkum: Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD perlu dipertimbangkan

Ruminews.id – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan bahwa wacana pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) perlu dipertimbangkan dan dikaji. Wacana tersebut sempat disinggung Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto dalam acara HUT Ke-60 Golkar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12). “Saya rasa itu wacana yang baik yang perlu kita pertimbangkan ya. Pertama pemilihan kepala daerah di Undang-Undang Dasar maupun di Undang-Undang Pemilu itu kan diksinya adalah dipilih secara demokratis, dipilih secara demokratis itu kan tidak berarti harus semuanya Pilkada langsung,” ujar Supratman di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat. Selain itu, wacana tersebut juga menyangkut soal efisiensi dalam penyelenggaraan pilkada, serta aspek sosial dan kerawanan pilkada. “Saya pikir ini menjadi wacana yang patut dipertimbangkan. Presiden merespons itu dalam kaitan usulan dari Ketua Umum Partai Golkar tapi sesungguhnya usulan ini sudah lama dibicarakan di tingkat partai politik ya dan hari ini saya melihat trennya positif sambutan dari masyarakat,” kata dia. Supratman yang juga merupakan politisi Partai Gerindra itu berharap wacana tersebut dapat terus bergulir agar Indonesia bisa mencari sebuah pola demokrasi yang sesuai dengan semangat para pendiri bangsa. “Jadi bagaimana kemudian demokrasi sesuai dengan sila ke-4 itu bisa menjadi bagian dari ciri khas kita berdemokrasi di Indonesia,” jelasnya. Lebih jauh Supratman tidak menganggap wacana pilkada oleh DPRD sebagai kemunduran demokrasi, karena menurutnya hal itu tergantung pada kebutuhan. “Sekali lagi bahwa pilkada kita kan bukan pilkada yang kita harapkan yang prosedural semata, tetapi substansinya. Kalau kemudian ternyata itu menimbulkan efek atau gejolak di masyarakat, kemudian terjadi inefisiensi, uang negara habis dan ternyata juga hasilnya tidak maksimal, tentu perlu kajian yang lebih dalam,” jelasnya. Oleh karena itu, Supratman meminta publik memberikan kesempatan kepada pemerintah termasuk kepada partai-partai politik untuk melakukan kajian. “Dan ini saya pikir kan masih lama. Pilkada kita maupun pemilu kita di tahun 2029 masih panjang ya,” ujar dia.

Pertanian

Pemerintah Resmi Setop Impor di 2025, untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Ruminews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, buka-bukaan terkait komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan di dalam negeri. Pria yang beken disapa Zulhas itu menegaskan sesuai arahan dari Presiden Prabowo pada 2025 mendatang Indonesia tidak lagi melakukan impor untuk komoditias beras, gula, jagung dan garam untuk konsumsi. “Kalau ketahanan pangan, tahun depan kita sudah putuskan tidak impor beras. Tahun depan kita tidak impor jagung untuk pakan. Tahun depan kita sudah tidak impor garam untuk konsumsi,” ujar Zulkifli, dikutip Jumat (13/12). Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, pemerintah ingin mewujudkan Indonesia bisa berdikari dan berdaulat dalam bidang pangan. Karena itu pria kelahiran Lampung ini meyakini program strategis ketahanan pangan pemerintah ini dapat cepat terlaksana. “Kita ingin cepat agar swasembada pangan ini tidak hanya ketahanan tetapi kita ingin berdaulat,” jelasnya. Dalam rapat bersama jajaran menteri, Zulhas mengaku juga membahas terkait kebutuhan bibit tanaman pangan, irigasi, mekanisme tanam serta teknologi untuk menghadirkan sektor pertanian yang lebih maju. Selain itu, pihaknya juga mendukung program perhutanan sosial Kementerian Kehutanan yang mampu memanfaatkan lahan. “Sehingga nantinya dapat produktif dan bisa menjadi cadangan pangan pada masa mendatang,” pungkas Zulhas.

Pertanian

Pemerintah Resmi Setop Impor di 2025, Ini Alasannya

Ruminews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, buka-bukaan terkait komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan di dalam negeri. Menurut Zulhas, sapaan karib Menko Pangan sesuai arahan dari Presiden Prabowo pada 2025 mendatang Indonesia tidak lagi melakukan  impor untuk komoditias beras, gula, jagung dan garam untuk konsumsi. “Kalau ketahanan pangan, tahun depan kita sudah putuskan tidak impor beras. Tahun depan kita tidak impor jagung untuk pakan. Tahun depan kita sudah tidak impor garam untuk konsumsi,” ujar Zulkifli, Jumat (13/12). Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, pemerintah ingin mewujudkan Indonesia bisa berdikari dan berdaulat dalam bidang pangan. “Kami ingin cepat agar swasembada pangan ini tidak hanya ketahanan tetapi kita ingin berdaulat,” jelasnya. Zulhas juga mengaku telah membahas terkait kebutuhan bibit tanaman pangan, irigasi, mekanisme tanam serta teknologi untuk menghadirkan sektor pertanian yang lebih maju bersama jajaran menteri. Selain itu, pemerintahan Prabowo Subianto juga mendukung program perhutanan sosial Kementerian Kehutanan yang mampu memanfaatkan lahan. “Sehingga nantinya dapat produktif dan bisa menjadi cadangan pangan pada masa mendatang,” pungkas dia. Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto bertekad kuat untuk membangun sektor ekonomi kerakyatan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan atau mendongkrak kesejahteraan nelayan. Muzani membeberkan jabatan Kepala Negara selama lima tahun akan digunakan Presiden Prabowo semaksimal mungkin untuk menghapus kemiskinan di Indonesia. “Itu memang sudah menjadi tekad beliau (Presiden Prabowo) untuk menghapus kemiskinan dengan sungguh-sungguh,” kata Muzani dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, pada acara Rapat Konsolidasi Asosiasi Peternak & Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI), di Yogyakarta. Lebih lanjut dia membeberkan, di bidang pertanian, Presiden sangat total melakukan banyak upaya untuk mencapai produktivitas hasil pertanian nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya dengan mencetak lahan sawah baru. “Pencetakan sawah baru di satu sisi menciptakan lapangan kerja, di sisi yang lain menciptakan sumber pangan baru sehingga tidak kekurangan beras,” ujar anggota dewan itu. Muzani menegaskan, efek jangka panjang dari kebijakan itu akan sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Pertanian

Kunjungi Sumut, Mentan Amran Memastikan Swasembada Melalui Oplah Berjalan Lancar

Ruminews.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program swasembada pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi akan terus berjalan. Saat meninjau lahan optimasi lahan (Oplah) di Sumatera Utara (Sumut), Mentan Amran optimistis produksi beras di wilayah tersebut dapat meningkat signifikan. “Saat ini sudah memasuki tahap produksi, di mana lahan Oplah digarap oleh kelompok Brigade Swasembada Pangan,” ujar Mentan Amran saat meninjau Oplah di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (11/12). Dalam kunjungannya, Mentan Amran juga menyaksikan kegiatan pertanaman yang dilakukan oleh Brigade Pangan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). “Kami akan terus mengawal program Oplah di sini. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PU, Pupuk Indonesia, Kementan, dan pemerintah daerah. Kami ingin mendukung petani agar hasilnya segera terlihat,” kata Mentan Amran. Dia menjelaskan bahwa intensifikasi dilakukan pada lahan eksisting, terutama di beberapa daerah seperti Pulau Jawa. Salah satu strategi yang digunakan adalah mengatasi lahan kering melalui program darurat pangan dan pompanisasi. “Program ini adalah solusi cepat untuk meningkatkan produksi, terutama selama El Nino panjang. Dengan pompanisasi, Alhamdulillah, produksi berhasil mencapai lebih dari satu juta ton,” tuturnya. Mentan Amran menyebut total anggaran program Oplah mencapai Rp13 triliun. Dana tersebut berasal dari refocusing anggaran, dengan memangkas biaya perjalanan dinas, renovasi gedung, hingga acara seremonial yang dinilai tidak produktif. “Anggaran Rp13 triliun ini dialihkan untuk pembelian benih, alsintan, dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” katanya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementan, Heru Tri Widiarto, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan arahan Mentan Amran terhadap pembangunan sektor pertanian di Sumut. Menurut Heru, Sumut mendapatkan target Oplah seluas 80.752 hektare, dengan rincian 30.442 hektare pada 2024 dan tersebar di 14 kabupaten. Untuk 2025, targetnya mencapai 50.310 hektare di tujuh kabupaten. Sementara itu, target pembentukan Brigade Pangan pada 2024 sebanyak 155 brigade, dan akan meningkat menjadi 259 brigade pada 2025. “Hingga 9 Desember 2024, realisasi tanam mencapai 28.220 hektare atau 92,70 persen dari target 2024. Dengan capaian ini, kami optimis Sumut bisa menjadi lumbung pangan di masa mendatang,” kata Heru.

Scroll to Top