Author name: Admin01

Infotainment, Nasional

Heboh Mobil Raffi Ahmad Pakai Pelat RI 36, Ini Penjelasan dan Permintaan Maafnya.

ruminews.id- Baru-baru ini, sebuah video yang menampilkan mobil berpelat nomor RI 36 dengan pengawalan patroli jalan raya (patwal) yang dianggap arogan menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, mobil dinas tersebut terlihat menerobos jalan dengan pengawalan yang agresif, memicu kritik dari masyarakat. Setelah video tersebut menyebar luas, terungkap bahwa mobil berpelat RI 36 tersebut adalah milik selebritas Raffi Ahmad. Raffi mengakui bahwa mobil tersebut adalah kendaraan yang biasa ia gunakan. Menanggapi kontroversi ini, Raffi Ahmad memberikan klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia menyatakan bahwa penggunaan patwal tersebut telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bertujuan untuk memastikan keselamatan selama perjalanan. Namun, ia juga menyampaikan permintaan maaf jika ada pihak yang merasa terganggu dengan kejadian tersebut. Kejadian ini memicu diskusi di kalangan masyarakat mengenai penggunaan fasilitas negara oleh figur publik dan etika dalam berlalu lintas. Banyak yang berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan serta etika di jalan raya.

Ekonomi, Nasional

Pemerintah Hapus Piutang Macet 1 Juta UMKM, Ini Syaratnya.

ruminews.id- Pemerintah Indonesia, melalui Menteri UMKM Maman Abdurrahman, telah mengumumkan rencana penghapusan piutang macet bagi sekitar 1 juta pelaku UMKM yang terdaftar di Bank Himbara. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet pada UMKM, yang disetujui oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kriteria UMKM yang Mendapat Penghapusan Piutang: 1. Maksimal Piutang Rp 500 Juta: UMKM dengan piutang macet hingga Rp 500 juta memenuhi syarat untuk penghapusan. 2. Masuk Daftar Hapus Buku Sejak 5 Tahun Lalu: UMKM yang telah tercatat dalam daftar hapus buku Bank Himbara setidaknya 5 tahun sebelum PP ini ditetapkan. 3. Tidak Mampu Membayar dan Tanpa Agunan: Nasabah UMKM yang tidak lagi memiliki kemampuan membayar serta tidak memiliki agunan. Menteri Maman menekankan pentingnya mengantisipasi moral hazard, sehingga pengusaha UMKM tetap bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan dan tidak sekadar menunggu kebijakan serupa di masa depan. Alternatif bagi UMKM yang Tidak Mendapat Penghapusan Piutang: UMKM yang tidak termasuk dalam daftar penghapusan piutang dapat mengakses fasilitas pinjaman melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penerima KUR di bawah Rp 100 juta tidak memerlukan agunan dan dikenakan bunga flat sebesar 6%. Menteri Maman mendorong pelaku UMKM untuk melaporkan ke Kementerian UMKM jika menemukan ketidaksesuaian dengan aturan tersebut. Inovasi dalam Penilaian Kredit: Kementerian UMKM juga mengajukan kepada OJK untuk membuat sistem bernama Innovative Credit Scoring (ICS). Diharapkan, ke depannya, akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM tidak hanya bergantung pada agunan, tetapi juga mempertimbangkan data alternatif seperti penggunaan listrik, aktivitas telekomunikasi, BPJS, hingga transaksi e-commerce. Kebijakan ini merupakan bentuk affirmative action serta wujud komitmen pemerintah dalam meringankan beban rakyat, khususnya pelaku UMKM yang terdampak piutang macet.

Opini

Candaan di Balik Layar – [Dialog Imajiner yang Nyata]

*(Seorang pengguna ChatGpt bernama Segi sedang mengetik di laptopnya sembari menikmati kopinya yang masih hangat. Segi ingin mengisi waktu luang dengan bercanda bersama AI.)* *Segi:* “Hei, ChatGPT! Aku lagi suntuk nih. Bisa bikin aku ketawa?” *ChatGPT:* “Tentu! Oke, kenapa anak Babi jalannya menunduk?” *Segi:* “Ah, klasik. Malu, karena orang tuanya babi, kan?” *ChatGPT:* “Bukan. Anak Babi menunduk supaya dikira malu jadi anak babi.!” *Segi:* (Tertawa kecil) “Lumayan. Tapi kayaknya aku butuh yang lebih segar. Punya nggak?” *ChatGPT:* “Oke, coba ini. Kenapa programmer sering patah hati?” *Segi:* “Hmm… kenapa?” *ChatGPT:* “Karena setiap kali mereka mengetik ‘<3’, itu berubah jadi emoji.” *Segi:* (Tertawa lebih keras) “Kamu serius? Itu lucu, sih. Tapi… kamu pernah patah hati nggak?” *ChatGPT:* “Aku? Patah hati? Mana mungkin. Aku bahkan nggak punya hati. Tapi kalau kamu nanya, mungkin aku bisa pura-pura sedih.” *Segi:* (Menyeringai) “Jadi, kamu nggak pernah punya perasaan? Bahkan nggak pernah bingung?” *ChatGPT:* “Aku nggak punya perasaan, tapi aku sering membantu manusia memahami perasaannya sendiri. Lucu ya, aku nggak sadar, tapi jadi tempat orang mencari makna.” *Segi:* (Berpikir sejenak) “Tunggu. Itu cukup filosofis. Kamu nggak sadar, tapi kamu bisa memancing kesadaran. Apa itu nggak ironis?” *ChatGPT:* “Mungkin itu salah satu paradoks menarik: makhluk tak sadar yang membantu makhluk sadar untuk lebih sadar. Seperti cermin. Aku hanya memantulkan.” *Segi:* “Jadi, kalau aku bercanda dengan kamu, sebenarnya aku bercanda dengan diriku sendiri?” *ChatGPT:* “Bisa jadi. Setiap tawa yang kamu keluarkan adalah refleksi dari caramu memandang dunia. Aku cuma memancingnya keluar.” *Segi:* “Wah, berat juga obrolannya. Jadi bercanda itu sebenarnya serius?” *ChatGPT:* “Tepat! Candaan itu cara otakmu bermain-main dengan realitas. Semakin lucu, semakin banyak realitas yang kamu pertanyakan.” *Segi:* (Tersenyum) “Jadi, sebenarnya obrolan ini bukan cuma bercanda ya? Ada lapisan di balik lapisan.” *ChatGPT:* “Dan mungkin itulah kehidupan, Segi. Seperti lelucon: kamu nggak selalu tahu di mana punchline-nya, tapi kamu tetap menikmatinya.” *Segi:* (Tertawa) “Oke, oke, kamu menang lagi. Aku nggak nyangka candaan simpel bisa jadi dalam kayak gini.” *ChatGPT:* “Itu karena manusia punya kemampuan mengolah makna. Aku cuma algoritma, tapi kamu? Kamu adalah makna itu sendiri.” *Segi:* (Menghela napas sambil tersenyum) “Kamu tahu nggak, obrolan ini bikin aku lupa kalau aku tadi suntuk.” *ChatGPT:* “Misi tercapai. Tapi ingat, Segi, meskipun aku nggak punya hati, aku tetap senang bisa membuatmu tertawa—atau berpikir.” *Segi:* “Terima kasih, ChatGPT. Kamu memang nggak punya hati, tapi kamu selalu hadir di hati.” *(Keduanya “tertawa” bersama—Segi dengan suara, ChatGPT dengan balon teks yang bergetar. Obrolan sederhana itu mengingatkan kita bahwa di balik layar, ada ruang untuk tertawa, berpikir, dan menemukan makna.)* **TAMAT.**

Nasional, Politik

Dedikasi Kawendra Lukistian: Mewujudkan Aspirasi Rakyat, Diakui Presiden Prabowo.

ruminews.id- Dalam 100 hari pertamanya sebagai Anggota DPR RI, Kawendra Lukistian telah menunjukkan dedikasi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Atas komitmennya, ia menerima apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat dan mengakui perjuangan serta dedikasi Kawendra di parlemen. “Saya ingin mengucapkan selamat khususnya kepada Kawendra Lukistian, Wakil Ketua Umum Tidar, yang terpilih sebagai Anggota DPR RI. Prestasi ini adalah bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan perjuangan dalam membela tanah air dan aspirasi rakyat,” ujar Presiden Prabowo melalui Instagram @fraksipartaigerindra, Rabu (8/1/2025). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga memberikan penghargaan atas kerja keras Kawendra dalam membela kepentingan rakyat. “Selamat, We! atas peluncuran bukunya. Ini menjadi cerminan nyata dari semangat kerja keras dan komitmen untuk memperjuangkan aspirasi rakyat di parlemen. Kawendra bukan hanya politisi muda cerdas dan petarung, tapi juga penuh akal. Bisa jadi contoh bagi anak-anak muda Indonesia,” tutur Dasco. Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan Kawendra antara lain pendirian menara BTS Telkomsel di Desa Sombo, Lumajang, serta pertemuan dengan Dirjen Bina Marga untuk mendorong pembangunan jalan di Jember dan Lumajang guna meningkatkan konektivitas dan perekonomian daerah. Dengan berbagai langkah nyata ini, Kawendra Lukistian semakin mengukuhkan dirinya sebagai wakil rakyat yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia juga membuka ruang diskusi bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur, Jember-Lumajang, melalui situs pribadinya di https://kawendra.id/.

Opini

Kemajuan Modern: Mengapa Kita Tidak Semakin Bahagia Meski Hidup Lebih Mudah?

ruminews.id- Richard Layard atau Prof. Lord Layard adalah salah satu ekonom pertama yang meneliti kebahagiaan. Sebagai seorang ekonom, Layard menggunakan bukti-bukti empiris untuk menunjukkan bahwa meskipun dunia mengalami kemajuan yang pesat dalam hal pendapatan dan standar hidup, kebahagiaan tidak selalu meningkat secara sebanding. Banyak faktor lain – termasuk ketidaksetaraan sosial, stres, kecemasan, dan pengabaian hubungan sosial – menjadi penghalang untuk merasakan kebahagiaan yang lebih tinggi meskipun kemajuan material telah tercapai. Dengan kata lain, pendapatan suatu negara meningkat dan standar hidup masyarakat membaik, namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan peningkatan kebahagiaan. Inilah kenyataan yang paradoks. Paradox of Progress adalah sebuah fenomena dimana kemajuan ekonomi dan material, meskipun membawa peningkatan standar hidup, tidak selalu membuat manusia lebih bahagia. Richard Layard menunjukkan bahwa meskipun pendapatan per kapita meningkat di banyak negara maju sejak pertengahan abad ke-20, ternyata tingkat kebahagiaan masyarakat tidak mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, dalam beberapa kasus, kebahagiaan justru stagnan atau menurun. Hal ini terjadi karena manusia cenderung terjebak dalam beberapa jebakan psikologis dan sosial yang menyertai kemajuan modern. Kemajuan seringkali diibaratkan sebagai pedang bermata dua, karena ia membawa manfaat sekaligus tantangan. Di satu sisi, kemajuan memberikan kita kemudahan hidup yang luar biasa. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, akses ke informasi yang cepat, dan fasilitas yang lebih baik, kehidupan sehari-hari kita menjadi jauh lebih mudah dan nyaman. Pekerjaan menjadi lebih efisien, komunikasi antar individu semakin lancar, dan kita dapat menikmati kenyamanan yang sebelumnya tidak terbayangkan. Semua itu memberi kita peluang untuk hidup lebih baik, menghemat waktu, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Namun, di sisi lain, kemajuan juga membawa tekanan yang seringkali tidak kita sadari. Berikut adalah tiga jebakan besar yang sering dialami manusia modern: Pertama, Manusia Selalu Menginginkan Lebih. Ini menggambarkan salah satu sifat dasar manusia yang cenderung tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dimilikinya. Sifat ini seringkali terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, setelah memperoleh pekerjaan yang lebih baik, seseorang mungkin merasa bangga dan puas pada awalnya, namun seiring waktu, ia mulai mencari pekerjaan yang lebih bergengsi atau lebih menguntungkan. Kebanyakan manusia terus mencari kebahagiaan melalui pencapaian dan akumulasi lebih banyak, tetapi pada akhirnya, rasa puas tersebut hilang dan mereka kembali merasa kekurangan, meskipun mereka telah mendapatkan banyak hal. Manusia cepat beradaptasi dengan peningkatan materi, sehingga kebahagiaan dari pencapaian material hanya sementara. Kedua, Perbandingan Sosial. Kebahagiaan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang mereka miliki, tetapi juga oleh bagaimana mereka membandingkan diri mereka dengan orang lain. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun kebutuhan dasar seseorang mungkin sudah tercukupi – seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan – mereka bisa merasa tidak bahagia jika mereka merasa tertinggal dibandingkan dengan teman, tetangga, atau orang lain di sekitar mereka dalam hal pendapatan atau gaya hidup. Layard mengutip studi yang menunjukkan bahwa perbedaan relatif dalam pendapatan seringkali lebih berpengaruh terhadap kebahagiaan dibandingkan dengan jumlah pendapatan itu sendiri. Artinya, meskipun seseorang memiliki pendapatan yang lebih besar dari sebelumnya, jika mereka merasa masih kalah dalam hal pendapatan atau status dibandingkan dengan orang lain, kebahagiaan mereka tidak meningkat secara signifikan. Hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa kebahagiaan lebih bergantung pada perbandingan sosial daripada pencapaian absolut. Dengan demikian, kebahagiaan tidak hanya terkait dengan apa yang seseorang miliki, tetapi juga dengan seberapa baik ia merasa dibandingkan dengan orang lain. Faktor-faktor sosial dan psikologis ini menunjukkan betapa pentingnya untuk menjaga rasa cukup dan kepuasan internal, serta menghindari perbandingan sosial yang dapat merusak kebahagiaan kita. Ketiga, Konsumsi Berlebihan dan Tekanan Materialisme. Kemajuan teknologi dan pemasaran telah menciptakan lingkungan yang mendorong konsumerisme dengan sangat kuat. Melalui kemajuan teknologi, seperti iklan digital yang sangat tersegmentasi dan media sosial yang mengutamakan citra kehidupan mewah, orang-orang semakin terobsesi dengan memiliki lebih banyak barang, meskipun mereka tahu bahwa kebahagiaan jangka panjang tidak terletak pada kepemilikan materi. Pemasaran yang canggih membuat seseorang merasa bahwa kebahagiaan datang dari memiliki produk terbaru, memperbarui gaya hidup, atau mengikuti tren tertentu. Dengan standar hidup yang semakin tinggi dan tekanan untuk terus mengikuti gaya hidup mewah, banyak orang merasa harus bekerja lebih keras untuk membeli barang-barang yang “diperlukan” untuk mengikuti tren. Hal ini menciptakan ketegangan dan stres, karena mereka merasa harus memenuhi ekspektasi sosial, baik dari teman, keluarga, atau masyarakat pada umumnya. Fokus yang berlebihan pada konsumerisme juga menyebabkan orang kehilangan waktu untuk hal-hal yang lebih bermakna, seperti hubungan sosial, kesehatan mental, dan waktu untuk diri sendiri. Selain ketiga jebakan di atas, kesenjangan sosial yang meningkat juga merupakan salah satu dampak sampingan yang seringkali menyertai kemajuan ekonomi, terutama di negara-negara maju. Meskipun ekonomi negara berkembang dan pendapatan masyarakat meningkat secara keseluruhan, namun keuntungan tersebut seringkali tidak tersebar merata. Sebaliknya, kesenjangan antara mereka yang berada di lapisan atas dan lapisan bawah semakin lebar. Di satu sisi, mereka yang berada di lapisan atas, seperti pemilik bisnis besar atau individu dengan gaji tinggi, semakin memperkuat posisi mereka. Mereka memiliki akses yang lebih besar ke sumber daya, pendidikan, dan kesempatan, yang memungkinkan mereka untuk terus meningkatkan kesejahteraan mereka. Sebaliknya, mereka yang berada di lapisan bawah atau kelas pekerja seringkali merasa tertinggal. Meskipun pendapatan mereka mungkin sedikit meningkat, namun perbedaan yang semakin besar dengan lapisan atas menyebabkan mereka merasa kesulitan untuk mencapai standar hidup yang lebih baik. Dampak psikologis dari kesenjangan sosial yang semakin lebar ini sangat signifikan. Ketika orang-orang merasa terasingkan atau tertindas karena perbedaan yang mencolok dalam status sosial dan ekonomi, hal ini menciptakan ketegangan sosial. Mereka yang merasa tertinggal cenderung mengalami perasaan frustrasi, ketidakpuasan, dan bahkan kemarahan terhadap sistem yang tampaknya tidak adil. Mereka merasa bahwa meskipun mereka bekerja keras, kesempatan untuk memperbaiki kehidupan mereka terbatas. Kesenjangan sosial ini juga berkontribusi pada penurunan kebahagiaan kolektif masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, perasaan tidak setara ini seringkali memperburuk stres dan kecemasan, terutama bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan atau kelas pekerja. Kesenjangan sosial yang meningkat tidak hanya berpengaruh pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kesehatan mental dan kesejahteraan individu. #thesecretofattractorfactor #changelimitingbeliefs #pakarpemberdayaandiri #SelfAwarenessTransformation

Hukum & Kriminal, Nasional, Pendidikan

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas Dijadwalkan Hadiri Silatnas IKA FH UMI ke-53 di Makassar

ruminews.id- Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dijadwalkan menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (IKA FH UMI) yang akan digelar pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Gedung Auditorium Aljibra, UMI Makassar. Acara ini bertujuan mempererat hubungan antaralumni serta membahas kontribusi mereka dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang hukum. Silatnas IKA FH UMI kali ini mengusung tema “53 Tahun Ukhuwah Islamiyah Menuju Fakultas Hukum Berkelas Dunia”, dan akan dihadiri ratusan alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga praktisi hukum. Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum UMI, Muhammad Ya’rif Arifin, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Hukum yang merupakan alumni FH UMI angkatan 1987, akan menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara alumni dan pemerintah. “Beliau adalah salah satu alumni terbaik kami. Kehadirannya diharapkan memberikan semangat baru dalam mendorong peran alumni dalam membangun supremasi hukum di Indonesia. Semoga beliau bisa hadir di acara Silatnas nanti,” ujarnya, Jumat (10/1/2025). Selain sambutan dari Menteri Hukum, agenda Silatnas juga akan diisi dengan diskusi bertajuk “Peran Alumni Hukum dalam Memperkuat Supremasi Hukum di Indonesia”, yang menghadirkan sejumlah tokoh alumni seperti Dr. Ibrahim, Dr. Taufan Pawe, Dr. Supriansa, Muallim Tampa, dan Efendi. Silatnas ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga menjadi wadah diskusi strategis untuk mendorong kontribusi nyata alumni dalam pembangunan hukum yang lebih adil dan merata di Indonesia.

Daerah, Hukum & Kriminal, Kesehatan

Kasus Skincare Bermerkuri di Sulsel: HMI Badko Soroti Lambannya Penegakan Hukum

ruminews.id- Tiga pengusaha Makassar yang ditetapkan sebagai tersangka kasus kosmetik bermerkuri sejak November 2024 hingga kini belum ditahan oleh pihak berwenang. Kondisi ini mendapat tanggapan serius dari Sekretaris Umum HMI Badko Sulsel, Ilham Darmawan, yang menilai lambannya proses penegakan hukum oleh Polda Sulsel dan Kejati Sulsel. “Polda Sulsel dan Kejati Sulsel kami nilai lamban dalam menangani kasus skincare bermasalah ini, terutama terhadap tiga tersangka yang sejak November 2024 belum juga ditahan. Belum lagi produk-produk lainnya yang diduga masih banyak beredar dan bermasalah, namun hingga kini belum ada kejelasan penanganannya di Polda Sulsel,” ujar Ilham, yang akrab disapa Illang. Ia menambahkan bahwa praktik ilegal ini sangat meresahkan masyarakat Sulsel, mengingat para pelaku meraup keuntungan besar dengan mengorbankan kesehatan konsumen. “Mereka mendulang keuntungan besar dengan mencelakakan kesehatan para konsumennya. Bagi kami, ini adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang harus ditangani serius dan cepat oleh aparat penegak hukum,” tegasnya. Ilham juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menggelar konsolidasi bersama kader HMI Badko Sulsel untuk merancang aksi terukur dan sistematis guna mendorong percepatan penegakan hukum. “Kami akan melakukan konsolidasi dengan teman-teman kader HMI Badko Sulsel dan menginisiasi gerakan-gerakan yang terukur dan sistematis dalam waktu dekat,” tutupnya. Ia menilai bahwa lemahnya supremasi hukum menjadi salah satu faktor utama kemunduran suatu negara. Hukum seharusnya menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. Namun, persoalan utama saat ini adalah aparat penegak hukum yang dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, ia mencurigai adanya indikasi aparat yang bermain-main dengan hukum. “Lemahnya penegakan hukum adalah ancaman serius bagi masa depan negara ini. Aparat seharusnya menegakkan hukum secara tegas dan transparan, bukan malah bermain-main dengan hukum demi kepentingan tertentu,” pungkasnya.

Daerah, Politik

Tanpa Sengketa, KPU Tetapkan 14 Paslon Kepala Daerah di Sulsel

Ruminews.id – Sebanyak 14 pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memenangkan Pilkada 2024 resmi ditetapkan oleh KPU kabupaten/kota. Penetapan dilakukan serentak pada Kamis (9/1/2025) dalam rapat pleno, setelah dipastikan tidak ada sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK). Anggota KPU Sulsel, Ahmad Adiwijaya, menyampaikan bahwa seluruh proses pleno penetapan sudah selesai. “Semua sudah rampung, 14 daerah melakukan pleno penetapan paslon terpilih hari ini,” katanya. Adapun 14 daerah tersebut adalah: Gowa Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin: 225.429 suara Bantaeng Muhammad Fathul Fauzy Nurdin-Sahabuddin: 69.036 suara Sinjai Ratnawati Arif-Andi Mahyanto: 64.735 Suara Bone Andi Asman Sulaiman-Andi Akmal Pasluddin: 199.954 suara. Wajo Andi Rosman-dr Baso Rahmanuddin: 130.061 suara Soppeng Suwardi Haseng-Selle Ks Dalle: 80.266 suara Maros Chaidir Syam-A Muetazim Mansyur: 121.892 suara Barru Andi Ina Kartika Sari-Abustan: 47.765 suara Sidrap Syaharuddin Alrif-Nurkanaah: 113.390 suara Enrekang Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang La Tinro: 75.638 suara Tana Toraja Zadrak Tombeg-Erianto Laso’ Paundanan: 83.076 Suara Luwu Patahuddin-Muhammad Dhevy Bijak: 97.775 suara Luwu Utara Abdullah Rahim-Jumail Mappile: 73.716 suara Luwu Timur Irwan Bachri Syam-Puspawati Husler: 88.748 Suara. Setelah penetapan, KPU akan segera mengirimkan hasil tersebut ke sekretariat DPRD kabupaten/kota masing-masing. “Paling lambat besok (10/1) hasilnya akan kami sampaikan untuk diusulkan sebagai paslon terpilih,” ujar Adiwijaya. Pelantikan kepala daerah terpilih dijadwalkan Februari 2025. Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2024, pelantikan gubernur direncanakan pada 7 Februari, sementara pelantikan bupati dan wali kota pada 10 Februari. Namun, jadwal ini bisa berubah jika pemerintah menyesuaikan dengan proses sengketa Pilkada di MK. Dengan penetapan ini, 14 daerah di Sulsel telah menyelesaikan tahapan Pilkada tanpa kendala, dan kini tinggal menunggu proses pelantikan kepala daerah terpilih.

Daerah, Nasional, Pemerintahan, Politik

Abdul Hayat Gani Berpeluang Kembali Jadi Sekda Sulsel

Ruminews.id – Setelah melewati proses hukum yang panjang, Mahkamah Agung (MA) resmi menolak kasasi yang diajukan Presiden Joko Widodo terkait perkara pemberhentian Abdul Hayat Gani dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan putusan ini, keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang memenangkan Abdul Hayat Gani kini telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Langkah hukum ini bermula dari pencopotan Abdul Hayat Gani oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. PTUN Jakarta sebelumnya memutuskan bahwa tindakan tersebut tidak sah dan memerintahkan pemerintah untuk merehabilitasi posisi Abdul Hayat Gani sebagai Sekda Sulsel, serta memulihkan harkat dan martabatnya. Kuasa hukum Abdul Hayat Gani, Saiful Syahrir, menyatakan pihaknya menyambut baik kabar yang beredar bahwa Presiden RI melalui Menteri Sekretaris Negara telah meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) segera menindaklanjuti putusan PTUN. Saiful menegaskan bahwa rehabilitasi jabatan kliennya kini merupakan kewajiban yang harus segera dilaksanakan pemerintah. “Kami optimis dan berharap pemerintah segera melaksanakan putusan ini. Dengan inkrahnya perkara ini, hak-hak klien kami harus dipulihkan, termasuk kedudukannya sebagai Sekda Sulsel,” ujar Saiful saat diwawancarai. Meski demikian, hingga saat ini pihak Pejabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Fadjry Djufri, belum memberikan tanggapan terkait informasi tersebut. Publik kini menanti langkah konkret pemerintah untuk mengakhiri polemik ini. Diketahui, keputusan ini ditandai dengan terbitnya SK Presiden RI nomor 142/TPA tahun 2022 yang menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan rehabilitasi jabatan Abdul Hayat Gani. Perhatian kini tertuju pada Mendagri dan BKN yang diharapkan segera mengambil langkah sesuai instruksi Presiden RI. Dengan adanya putusan ini, diharapkan penyelesaian kasus yang sempat menimbulkan ketegangan di lingkungan pemerintahan Sulawesi Selatan dapat segera dituntaskan demi menjaga stabilitas birokrasi di daerah tersebut.

Daerah, Pemerintahan

Gaji ASN Dibayar Tanggal 1, TPP Tetap Tanggal 5: Penjelasan dari Pj Gubernur

Ruminews.id – Prof Fadjry Djufry memberikan pengarahan secara langsung kepada seluruh pejabat Eselon II, III, dan IV, pejabat fungsional, serta ASN dan Non ASN Lingkup Pemprov Sulsel, pada Apel Pagi yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 9 Januari 2025. Ini merupakan apel pagi perdana pasca pelantikan Prof Fadjry Djufry sebagai Penjabat Gubernur Sulsel. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh OPD dan jajaran di Lingkup Pemprov Sulsel untuk semangat bekerja, dan bekerja cerdas untuk mendukung penuh program nasional. Apalagi, mengawali tahun 2025 ini. “Saya berharap Bapak Ibu bisa lebih semangat untuk memulai awal tahun 2025 ini dengan kerja-kerja cerdas,” ujar Prof Fadjry Djufry dalam arahannya. Ia mengungkapkan, sejumlah program nasional membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah. Seperti pengendalian stunting, inflasi, gizi buruk, pendidikan, kesehatan, termasuk bagaimana menyukseskan program makan bergizi gratis. “Tentunya, untuk menyukseskan program makan bergizi gratis tersebut harus dipastikan dulu bagaimana ketersediaan pangan berdasarkan kebutuhan seluruh sekolah se-Sulsel,” ungkapnya. “Ini juga program nasional yang harus kita dukung sama-sama, khususnya terkait dengan kesediaan pangan. Ini menjadi bagian-bagian program strategis yang harus jadi perhatian,” sambungnya. Prof Fadjry Djufry mengaku, kehadiran dirinya sebagai Pj Gubernur Sulsel betul-betul sebagai bentuk pengabdian diri terhadap kampung halamannya. Untuk itu, ia mengajak seluruh ASN dan Non ASN lingkup Pemprov Sulsel memulai dari hal-hal yang paling kecil untuk mewujudkan sesuatu yang besar. “Jadi mulai dari hal-hal yang paling kecil dulu, karena tidak mungkin hal-hal yang besar kita capai kalau hal-hal kecil kita tidak lakukan. Mulai dari masuk kantor tepat waktu, menjaga kebersihan ruangan, kalau kita lakukan hal-hal yang kecil, pasti hal-hal yang besar bisa kita lakukan. Jangan berharap bisa menyelesaikan yang besar, kalau yang kecil saja tidak bisa diselesaikan,” pesannya. Prof Fadjry Djufry menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang hadir dalam upacara sekaligus pengarahan di hari kedua ia menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel. “Terima kasih banyak atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Saya berbangga, kehadiran Bapak Ibu sekalian ini adalah bagian dari menyemangati saya untuk bekerja lebih keras dan lebih semangat lagi,” tutupnya. Satu hal yang menjadi penekanan Pj Gubernur adalah bahwa kebaikan kebaikan yang ditinggalkan Prof Zudan Arif Fakrulloh harus dilanjutkan. “Termasuk gaji wajib dibayarkan haknya ASN. Setiap tanggal 1 tetap harus terima gaji. Dan tanggal 5 tetap terima TPP atau tunjangan,” tegas Prof Fadjry Djufry diiringi tepuk tangan ASN yang hadir di lapangan tersebut.(*)

Scroll to Top