Author name: Admin01

Hukum

Presiden panggil Menko Yusril hingga Menkum bahas soal warga binaan

Ruminews.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri terkait di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat siang, salah satunya berkaitan dengan penanganan warga binaan. Hal itu disampaikan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 13.09 WIB untuk memenuhi panggilan Presiden. “Ada ratas terkait dengan soal penanganan warga binaan, tapi nanti akan lebih jelasnya akan dijelaskan oleh juru bicara kepresidenan ya, setelah selesai ratas nanti juga saya akan sampaikan ke teman-teman semua,” ujar Supratman. Supratman mengatakan salah satu hal yang akan dibahas mengenai mekanisme transfer narapidana dan pemberian amnesti kepada beberapa warga binaan oleh Presiden. “Presiden ingin memberikan amnesti kepada beberapa warga binaan dengan alasan kemanusiaan dan juga yang memang sebenarnya memerlukan rehabilitasi,” kata dia. Andi mengatakan pemberian amnesti merupakan hak prerogatif Presiden, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar. Namun, kata dia, dalam pelaksanaannya nantinya Presiden akan meminta pertimbangan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tentang pemberian amnesti tersebut. “Kalau DPR menyatakan ada kesesuaian pendapat antara pemerintah, Presiden dalam hal ini dengan DPR tentu ini akan dijalankan. Tetapi sekali lagi hari ini baru kami akan paparkan kepada beliau dan tindak lanjutnya nanti setelah ada keputusan, saya akan sampaikan kepada kawan-kawan,” kata Supratman. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, yang juga menghadap Presiden, mengatakan bahwa ratas tersebut akan membahas seputar isu hukum dan imigrasi. “Ada Pak Kapolri mungkin juga ada, ada pak Jaksa Agung juga, berkaitan dengan masalah hukum dan imigrasi,” kata Yusril. Selain Supratman dan Yusril, nampak pula hadir Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai.

Hukum

Kepala BNPT: Waspadai sikap intoleran sebagai cikal bakal terorisme

Ruminews.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Eddy Hartono mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sikap intoleran sebagai cikal bakal yang mengarah pada terorisme. “Artinya kalau orang sudah eksklusif gitu ya, tidak mau bergaul dengan masyarakat, tidak mau bergabung dengan masyarakat, itu perlu diwaspadai,” ungkap Eddy saat ditemui usai acara Ngobrol Bareng Kepala BNPT di Desa Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat. Oleh karena itu, kata dia, BNPT bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan aparatur kecamatan terus mengajak masyarakat agar bisa lebih dr Bu waspada. BNPT saat ini pun terus menggencarkan program Desa Siapsiaga untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan demokrasi agar para warga di suatu desa bisa saling menghargai dengan perbedaan yang ada. Desa Siapsiaga merupakan program BNPT yang bertujuan untuk menciptakan desa toleran dan mampu mencegah masuknya ideologi radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. BNPT telah membentuk proyek percontohan atau pilot project Desa Siapsiaga pada tahun 2023. Kemudian pada 2024, BNPT menjadikan Desa Siapsiaga salah satu dari tujuh program prioritas. Ia menjelaskan Program Desa Siapsiaga dilaksanakan dengan berdasarkan semboyan Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika. “Ini yang terus kami bangun sehingga perbedaan itu tidak menjadi kendala, justru malah menjadi harmoni. Kedamaian dan toleransi agar bisa tercipta di tingkat pedesaan,” ungkapnya. Di sisi lain, Eddy pun menilai pentingnya wajib lapor bagi masyarakat yang baru datang ke suatu lingkungan baru agar Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) bisa mengetahui keberadaan orang baru tersebut. Dia juga berharap aparat keamanan setempat maupun RT/RW bisa menyambangi warga yang cenderung tidak mau keluar rumah dan bergaul. “Jadi ada proses komunikasi yang terjadi di masyarakat, sehingga sejak dini dapat melakukan pencegahan,” tutur Eddy.

Hukum

KPK jadwalkan ulang pemeriksaan eks Menkumham Yasonna Laoly

Ruminews.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly sebagai saksi salah satu perkara dugaan korupsi yang disidik oleh komisi antirasuah. “Untuk YSL, info dari penyidik minta dijadwalkan ulang karena sudah ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat. Pihak KPK belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kapan jadwal baru pemeriksaan Yasonna. Yasonna awalnya dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan terhadap pada Jumat ini di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Tessa belum bisa membeberkan mengenai perkara apa yang membuat Yasonna dipanggil oleh penyidik KPK. Dia mengatakan penyidik KPK belum memberikan detail perkara yang saat ini sudah berada di fase penyidikan. Dia mengatakan penyidik KPK umumnya akan memberikan penjelasan soal perkaranya bertepatan dengan jadwal pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Namun saat ini belum ada penjelasan soal perkara apa yang membuat Yasonna dipanggil penyidik lembaga antirasuah. “Jubir secara kelembagaan baru bisa menyampaikan kepada teman-teman jurnalis di hari-‘H’. Hari-‘H’ yang bersangkutan diminta keterangan, hadir atau tidak, dalam rangka apa pemeriksaannya, itu baru bisa disampaikan pada saat hari-‘H’,” ujarnya.(*)

Hukum

Menkum: Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD perlu dipertimbangkan

Ruminews.id – Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan bahwa wacana pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) perlu dipertimbangkan dan dikaji. Wacana tersebut sempat disinggung Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto dalam acara HUT Ke-60 Golkar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12). “Saya rasa itu wacana yang baik yang perlu kita pertimbangkan ya. Pertama pemilihan kepala daerah di Undang-Undang Dasar maupun di Undang-Undang Pemilu itu kan diksinya adalah dipilih secara demokratis, dipilih secara demokratis itu kan tidak berarti harus semuanya Pilkada langsung,” ujar Supratman di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat. Selain itu, wacana tersebut juga menyangkut soal efisiensi dalam penyelenggaraan pilkada, serta aspek sosial dan kerawanan pilkada. “Saya pikir ini menjadi wacana yang patut dipertimbangkan. Presiden merespons itu dalam kaitan usulan dari Ketua Umum Partai Golkar tapi sesungguhnya usulan ini sudah lama dibicarakan di tingkat partai politik ya dan hari ini saya melihat trennya positif sambutan dari masyarakat,” kata dia. Supratman yang juga merupakan politisi Partai Gerindra itu berharap wacana tersebut dapat terus bergulir agar Indonesia bisa mencari sebuah pola demokrasi yang sesuai dengan semangat para pendiri bangsa. “Jadi bagaimana kemudian demokrasi sesuai dengan sila ke-4 itu bisa menjadi bagian dari ciri khas kita berdemokrasi di Indonesia,” jelasnya. Lebih jauh Supratman tidak menganggap wacana pilkada oleh DPRD sebagai kemunduran demokrasi, karena menurutnya hal itu tergantung pada kebutuhan. “Sekali lagi bahwa pilkada kita kan bukan pilkada yang kita harapkan yang prosedural semata, tetapi substansinya. Kalau kemudian ternyata itu menimbulkan efek atau gejolak di masyarakat, kemudian terjadi inefisiensi, uang negara habis dan ternyata juga hasilnya tidak maksimal, tentu perlu kajian yang lebih dalam,” jelasnya. Oleh karena itu, Supratman meminta publik memberikan kesempatan kepada pemerintah termasuk kepada partai-partai politik untuk melakukan kajian. “Dan ini saya pikir kan masih lama. Pilkada kita maupun pemilu kita di tahun 2029 masih panjang ya,” ujar dia.

Pertanian

Pemerintah Resmi Setop Impor di 2025, untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

Ruminews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, buka-bukaan terkait komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan di dalam negeri. Pria yang beken disapa Zulhas itu menegaskan sesuai arahan dari Presiden Prabowo pada 2025 mendatang Indonesia tidak lagi melakukan impor untuk komoditias beras, gula, jagung dan garam untuk konsumsi. “Kalau ketahanan pangan, tahun depan kita sudah putuskan tidak impor beras. Tahun depan kita tidak impor jagung untuk pakan. Tahun depan kita sudah tidak impor garam untuk konsumsi,” ujar Zulkifli, dikutip Jumat (13/12). Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, pemerintah ingin mewujudkan Indonesia bisa berdikari dan berdaulat dalam bidang pangan. Karena itu pria kelahiran Lampung ini meyakini program strategis ketahanan pangan pemerintah ini dapat cepat terlaksana. “Kita ingin cepat agar swasembada pangan ini tidak hanya ketahanan tetapi kita ingin berdaulat,” jelasnya. Dalam rapat bersama jajaran menteri, Zulhas mengaku juga membahas terkait kebutuhan bibit tanaman pangan, irigasi, mekanisme tanam serta teknologi untuk menghadirkan sektor pertanian yang lebih maju. Selain itu, pihaknya juga mendukung program perhutanan sosial Kementerian Kehutanan yang mampu memanfaatkan lahan. “Sehingga nantinya dapat produktif dan bisa menjadi cadangan pangan pada masa mendatang,” pungkas Zulhas.

Pertanian

Pemerintah Resmi Setop Impor di 2025, Ini Alasannya

Ruminews.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, buka-bukaan terkait komitmen Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan di dalam negeri. Menurut Zulhas, sapaan karib Menko Pangan sesuai arahan dari Presiden Prabowo pada 2025 mendatang Indonesia tidak lagi melakukan  impor untuk komoditias beras, gula, jagung dan garam untuk konsumsi. “Kalau ketahanan pangan, tahun depan kita sudah putuskan tidak impor beras. Tahun depan kita tidak impor jagung untuk pakan. Tahun depan kita sudah tidak impor garam untuk konsumsi,” ujar Zulkifli, Jumat (13/12). Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, pemerintah ingin mewujudkan Indonesia bisa berdikari dan berdaulat dalam bidang pangan. “Kami ingin cepat agar swasembada pangan ini tidak hanya ketahanan tetapi kita ingin berdaulat,” jelasnya. Zulhas juga mengaku telah membahas terkait kebutuhan bibit tanaman pangan, irigasi, mekanisme tanam serta teknologi untuk menghadirkan sektor pertanian yang lebih maju bersama jajaran menteri. Selain itu, pemerintahan Prabowo Subianto juga mendukung program perhutanan sosial Kementerian Kehutanan yang mampu memanfaatkan lahan. “Sehingga nantinya dapat produktif dan bisa menjadi cadangan pangan pada masa mendatang,” pungkas dia. Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto bertekad kuat untuk membangun sektor ekonomi kerakyatan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan atau mendongkrak kesejahteraan nelayan. Muzani membeberkan jabatan Kepala Negara selama lima tahun akan digunakan Presiden Prabowo semaksimal mungkin untuk menghapus kemiskinan di Indonesia. “Itu memang sudah menjadi tekad beliau (Presiden Prabowo) untuk menghapus kemiskinan dengan sungguh-sungguh,” kata Muzani dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, pada acara Rapat Konsolidasi Asosiasi Peternak & Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI), di Yogyakarta. Lebih lanjut dia membeberkan, di bidang pertanian, Presiden sangat total melakukan banyak upaya untuk mencapai produktivitas hasil pertanian nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya dengan mencetak lahan sawah baru. “Pencetakan sawah baru di satu sisi menciptakan lapangan kerja, di sisi yang lain menciptakan sumber pangan baru sehingga tidak kekurangan beras,” ujar anggota dewan itu. Muzani menegaskan, efek jangka panjang dari kebijakan itu akan sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Pertanian

Kunjungi Sumut, Mentan Amran Memastikan Swasembada Melalui Oplah Berjalan Lancar

Ruminews.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program swasembada pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi akan terus berjalan. Saat meninjau lahan optimasi lahan (Oplah) di Sumatera Utara (Sumut), Mentan Amran optimistis produksi beras di wilayah tersebut dapat meningkat signifikan. “Saat ini sudah memasuki tahap produksi, di mana lahan Oplah digarap oleh kelompok Brigade Swasembada Pangan,” ujar Mentan Amran saat meninjau Oplah di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (11/12). Dalam kunjungannya, Mentan Amran juga menyaksikan kegiatan pertanaman yang dilakukan oleh Brigade Pangan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). “Kami akan terus mengawal program Oplah di sini. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PU, Pupuk Indonesia, Kementan, dan pemerintah daerah. Kami ingin mendukung petani agar hasilnya segera terlihat,” kata Mentan Amran. Dia menjelaskan bahwa intensifikasi dilakukan pada lahan eksisting, terutama di beberapa daerah seperti Pulau Jawa. Salah satu strategi yang digunakan adalah mengatasi lahan kering melalui program darurat pangan dan pompanisasi. “Program ini adalah solusi cepat untuk meningkatkan produksi, terutama selama El Nino panjang. Dengan pompanisasi, Alhamdulillah, produksi berhasil mencapai lebih dari satu juta ton,” tuturnya. Mentan Amran menyebut total anggaran program Oplah mencapai Rp13 triliun. Dana tersebut berasal dari refocusing anggaran, dengan memangkas biaya perjalanan dinas, renovasi gedung, hingga acara seremonial yang dinilai tidak produktif. “Anggaran Rp13 triliun ini dialihkan untuk pembelian benih, alsintan, dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” katanya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementan, Heru Tri Widiarto, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan arahan Mentan Amran terhadap pembangunan sektor pertanian di Sumut. Menurut Heru, Sumut mendapatkan target Oplah seluas 80.752 hektare, dengan rincian 30.442 hektare pada 2024 dan tersebar di 14 kabupaten. Untuk 2025, targetnya mencapai 50.310 hektare di tujuh kabupaten. Sementara itu, target pembentukan Brigade Pangan pada 2024 sebanyak 155 brigade, dan akan meningkat menjadi 259 brigade pada 2025. “Hingga 9 Desember 2024, realisasi tanam mencapai 28.220 hektare atau 92,70 persen dari target 2024. Dengan capaian ini, kami optimis Sumut bisa menjadi lumbung pangan di masa mendatang,” kata Heru.

Pertanian

Prabowo Yakin Swasembada Pangan Kunci Pengendalian Inflasi

Ruminews.id – Presiden Prabowo Subianto mendorong swasembada pangan hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan, sesuai dengan kearifan lokal bangsa. Menurut Prabowo, swasembada pangan adalah kunci utama pengendalian inflasi di masa depan, baik di tingkat nasional mau pun daerah. Hal itu diutarakannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, pada Senin (9/12). “Kuncinya sekali lagi adalah swasembada. Swasembada pangan dalam arti yang luas dan dalam arti yang menyeluruh. Dari dulu kita diajarkan tiap desa harus punya lumbung pangan, tiap desa. Jadi inilah strategi besar kita,” ucap Prabowo. Prabowo mengapresiasi langkah beberapa daerah seperti Provinsi Sumatra Selatan yang sudah menjalankan gerakan tanam serentak. Prabowo menuturkan langkah tersebut sejalan dengan strategi besar pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Ketua Umum Partai Gerindra itu juga memuji capaian inflasi nasional yang berhasil ditekan di bawah tiga persen meski di tengah ketidakpastian global. “Secara keseluruhan sebetulnya inflasi kita yang dalam kondisi sekarang, saya kira sudah cukup bersyukur kita, di bawah 3 persen inflasi, saya kira sudah sesuatu yang prestasi,” kata dia. Prabowo menyampaikan optimismenya terhadap kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi dan global. Dia minta semua pihak, terutama kementerian dan pemerintah daerah, untuk terus melanjutkan inovasi dalam pengendalian inflasi. “Laksanakan, teruskan, kita bersyukur inflasi terkendali, kita jaga terus. Tapi kuncinya nanti adalah produksi. Saya optimis,” tuturnya.(*)

Pertanian

Kementan Terbitkan Kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Demi Swasembada Pangan

Ruminews.id – Kementerian Pertanian menggalakkan program swasembada pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Untuk intensifikasi dilakukan pada lahan eksisting, terutama di beberapa daerah seperti Pulau Jawa. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan salah satu strategi yang digunakan ialah mengatasi lahan kering melalui program darurat pangan dan pompanisasi. “Program ini adalah solusi cepat untuk meningkatkan produksi, terutama selama El Nino panjang. Dengan pompanisasi, alhamdulillah, produksi berhasil mencapai lebih dari satu juta ton,” ujar Mentan Amran. Senada dengan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi sektor pertanian makin kompleks. Mulai dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali, degradasi kualitas tanah, hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat akibat pertumbuhan penduduk. “Lahan pertanian merupakan salah satu aset paling berharga yang dimiliki bangsa ini. Lahanlahan ini bukan hanya sebagai tempat bercocok tanam, tetapi juga menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan produksi pangan,” kata Santi. Dia menambahkan, data menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian terus terjadi, terutama di daerah-daerah strategis. “Jika tidak segera diatasi, maka akan menghadapi risiko serius berupa ketergantungan impor pangan dan melemahnya kemampuan untuk mencapai swasembada pangan,” tuturnya. Sementara itu, pada acara Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 42, Jumat (13/12), menghadirkan narasumber Ketua Tim Kerja Konservasi Lahan, Direktorat Perlindungan dan Penyediaan Lahan, Ditjen PSP, Dwi Apriyanto. Dia mengatakan bahwa makin meningkatnya pertambahan penduduk serta perkembangan ekonomi dan industri mengakibatkan terjadinya degradasi, alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian. Saat ini Indonesia sedang menuju umbung pangan dunia 2045 dengan mewujudkan kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Selain juga ketersediaan lahan sebagai faktor produksi utama untuk memproduksi pangan,” katanya. Untuk rencana perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan nasional yang sudah ditetapkan menjadi acuan penyusunan perencanaan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan provinsi dan kabupaten/kota.

Pendidikan

Para Gen Z Penembus Batas dari Beasiswa Teladan

Ruminews.id – Generasi Z resmi menjadi ‘anak baru’ dalam dunia kerja. Lahir pada tahun 1997 sampai 2012, generasi ini perlu menghadapi tantangan baru sebelum terjun dalam dunia profesional. Tak seperti generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh bersama dengan kehadiran teknologi. Televisi atau perangkat komputer bukanlah hal baru bagi mereka. Akan tetapi, terbiasa dengan teknologi belum cukup untuk menembus tembok karier saat ini. Ditambah dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang disebut akan menggantikan kemampuan manusia. Tak hanya itu, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga terus bergulir di Tanah Air. Hal ini menjadi faktor penyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2024. Menurut data Badan Pengawas Statistik (BPS), angka TPT telah mencapai 7,47 juta orang. Ketidakstabilan mencari kerja ini dirasakan oleh Graciella Valeska Liander. Alumni Sistem Informasi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menghadapi tantangan saat ingin mendaftar di perusahaan impiannya, Google Indonesia. Grace yang saat itu baru saja lulus dari ITB dihadapkan dengan periode Tech Winter, suatu periode penurunan aktivitas Startup dan penarikan investasi. Menghadapi penurunan itu, perusahaan teknologi ramai-ramai menutup pintu untuk karyawan baru atau freeze hiring. Waktu itu, Grace sudah mengikuti magang di Google Indonesia selama 3 bulan lamanya. Ia menjelaskan jika ada proses bernama intern conversion di mana ia bisa langsung diangkat menjadi karyawan tetap di Google Indonesia. “Tapi waktu itu karena masih tech winter, jadi waktu itu sempat ada freeze hiring gitu di Google Indonesia. Jadi, options-nya adalah dari tim Google itu menawarkan kalau misalnya ada opportunity di kantor Google yang lain, aku bisa apply,” ceritanya kepada detikEdu, ditulis Jumat (6/12/2024). Menghadapi kondisi tersebut, Grace tidak tinggal diam. Dia mulai mencari-cari informasi mengenai lowongan pekerjaan lain. “Selama tech winter itu, aku juga nyari-nyari beberapa opportunity lain. Just in case kalau misalnya ternyata yang kejadian adalah worst case-nya,” jelasnya. Nasib baik berpihak pada Grace. Ia menemukan lowongan kerja di kantor Google negeri tetangga, Singapura. “Aku nyari-nyari lagi dan kebetulan di Singapura ada buka, aku reapply yang di Singapura. Terus setelah aku reapply di Singapura, karena aku udah ada background intern ini, aku go through satu proses interview lagi,” papar Customer Engineer Google Cloud Singapura itu “Jadi, secara nggak langsung meskipun aku kerja dari Singapura, aku kontribusinya buat Indonesia juga,” imbuhnya. Bantuan Tangan Teladan Tanoto Foundation Grace mengakui jika salah satu program yang berperan dalam kariernya adalah Beasiswa Teladan Tanoto Foundation. Teladan adalah salah satu Program Tanoto Foundation berupa beasiswa pendidikan tinggi serta rangkaian kegiatan pengembangan diri. Program ini terbuka untuk mahasiswa aktif dari 10 perguruan tinggi mitra. Adapun tahap pengembangan yang dibuka oleh Beasiswa Teladan berupa Lead Self (Semester 2-4), Lead Others (Semester 5-6), dan Professional Preparation (Semester 7-8). “Aku bukan dari kota yang besar dan mungkin di kota aku yang dulu itu, akses ke edukasi juga lumayan susah. Jadi, pas aku dapat kesempatan ke Tanoto ini dan pertama kali dikenalin sama Lead Self, aku jadi sadar kalau misalnya potensi diri kita itu sebenarnya nggak harus dikotak-kotakin, dan kita sebenarnya boleh eksplorasi ke luar limit lah atau kapabilitas yang kita tahu sendiri,” tutur alumni SMA Negeri 1 Dumai, Riau, itu. Menurutnya, Program Lead Self TELADAN membantu dirinya dalam menemukan potensi, kekuatan, hingga kelemahan diri. “Lead Self sendiri ngebantu kita buat nge-project kira-kira, let’s say, 4 tahun ke depan aku pengen ngelakuin apa aja, dan untuk mencapai ke sana kira-kira stepnya ada apa aja,” jelasnya. Dengan tahap Lead Self, Grace merasa terbantu dalam membangun fondasi dirinya dalam karier ke depan. Ia menggambarkan perjalanan karier seperti marathon. Dengan Teladan, ia merasa dipersiapkan stamina dan mental dalam mengikuti ‘perlombaan’ ini. “Jadi, menurutku program Lead Self itu salah satu yang paling impactful sih buat aku,” jelas Presiden Awardee Teladan Tanoto Foundation di ITB itu. Magang Perdana Wildan Manfaat serupa juga dirasakan oleh Wildan Masyiyan Chaniago. Awardee Teladan ini merasa kariernya dimulai pada tahap Career Preparation Teladan. Dalam tahap itu, para awardee mendapat berbagai informasi terkait persiapan menghadapi dunia kerja, seperti pembelajaran, pengenalan diri, pemilihan karir yang sesuai dengan kompetensi diri, dan berbagai macam tips dan trik dalam proses recruitment. Mereka juga menyediakan mentorship karier. “Jadi di sesi ini kita, awardee itu tidak hanya diharapkan untuk mengenal apa itu dunia kerja. Tapi diminta untuk bisa menjelaskan 15 tahun ke depan karier kamu seperti apa,” jelas Wildan. Setelah mentorship, para awardee akan diarahkan untuk mengikuti magang. Mereka dibebaskan untuk memilih perusahaan mitra Tanoto Foundation sebagai tempat magang. “Kebetulan waktu itu aku dapet di salah satu program startup di Jakarta, dan di situ aku banyak belajar tentang adaptasi teknologi. Kemudian marketing, terkait bisnis operations juga aku dapatkan di program internship itu selama 6 bulan,” ujar alumnus Hukum Universitas Andalas itu. Terakhir adalah program speed dating perusahaan. Di sini, para awardee bisa memilih perusahaan-perusahaan mitra Tanoto Foundation untuk memulai kariernya. Para awardee juga akan melalui proses special recruitment. “Syukurnya di pas program speed dating ini, aku dapet jodoh ke perusahaan pertama tempat aku bekerja,” ujar Wildan. Menurut Wildan rangkaian program ini tidak sekadar membuat laporan pertanggung jawaban magang. Tetapi menekankan pemahaman pada dunia karier serta keterampilan yang dimiliki. “Program tersebut sangat membantu karena kita mendapatka sesi 1-0-1. Sudah dikasih wejangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dunia kerja. Akhirnya kita nggak yang kaget banget, nggak terjadi gap di sana, jadi kita lebih mudah untuk beradaptasi di dunia kerja,” ungkap Legal Supervisor PT. Global Jet Express (J&T Express) itu. 3 Keterampilan yang Bisa Membantu Gen Z dalam Berkarier Menurut Wildan, ada tiga keterampilan yang dapat membantu Gen Z dalam dunia karier. Pertama adalah kepemimpinan. Wildan menjelaskan, jika kepemimpinan dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang proaktif dan inisiatif. Selain itu, kepemimpinan juga membuat seseorang lebih paham akan kekuatan dan kelemahan dirinya. “Yang pada akhirnya kita enggak perlu trial and error sih untuk mencoba sesuatu, apa ya, untuk mengambil sesuatu kesempatan. Jadi misalnya dapat kesempatan A, B, C, kita udah bisa tuh milih dengan jelas mana yang sesuai dengan diri kita dan enggak,” ujar Duta Bahasa Nasional 2021 itu. Selain itu, kepemimpinan juga dapat membuat seseorang berkembang di pekerjaan tersebut. “Karena ketika karier kita naik, maka yang dituntut adalah segi kepemimpinan kita membaik pula. Jadi aku yakin ini keterampilan yang bakal terus

Scroll to Top