Author name: Admin01

Makassar, Politik

DPRD Makassar Dorong Stadion Untia Jadi Kawasan Multifungsi, Usulkan Lintasan Drag Race

Ruminews.id, Makassar – Pembangunan stadion di wilayah Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, masuk dalam daftar proyek prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Rencana ini mendapat dukungan penuh dari DPRD Makassar, yang berharap stadion tersebut dapat memiliki fungsi ganda. Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menyampaikan dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) bahwa stadion Untia sebaiknya dilengkapi dengan lintasan drag race di akses jalan masuknya. Usulan ini disampaikannya sebagai bentuk aspirasi dari para pecinta otomotif di Kota Makassar. “Dalam rapat monev kemarin, saya secara pribadi mewakili rekan-rekan pecinta otomotif meminta kepada Dispora agar menyampaikan masukan kepada Wali Kota. Kami berharap akses jalan menuju stadion juga bisa difungsikan sebagai lintasan drag race,” jelas Ari, Rabu (16/4/2025). Menurut legislator dari Partai Nasdem ini, pembangunan lintasan drag race tidak membutuhkan anggaran besar maupun perencanaan kompleks. Lintasan tersebut hanya perlu berupa jalan lurus dengan panjang sekitar 500 meter, yang dinilai sudah cukup untuk pelaksanaan balapan motor maupun mobil. “Drag race itu hanya butuh jalan lurus. Tidak perlu pembangunan rumit atau mahal. Cukup pengaspalan sepanjang 500 meter,” ungkapnya kepada Rumi News. Ari, yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Makassar, menambahkan bahwa keberadaan sirkuit drag race sangat dinantikan komunitas otomotif Makassar. Ia menyoroti fakta bahwa selama ini berbagai event balap lebih sering digelar di sirkuit milik TNI AU di Maros. “Sebagai ibu kota Sulawesi Selatan, rasanya kurang pantas kalau setiap ada event balap, Makassar harus numpang di Maros. Padahal peminat otomotif di kota ini sangat besar,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa dari sisi ukuran, panjang stadion yang direncanakan sekitar 200 meter (termasuk lapangan dan podium) masih memungkinkan untuk dibuatkan lintasan drag race secara terintegrasi di akses masuk stadion.

Daerah, Gowa, Politik

Husniah Talenrang Silaturahmi ke Pinrang, Disambut Hangat oleh Bupati Andi Iwan: Pulang Kampung Penuh Makna

ruminews.id, PINRANG – Momen penuh kehangatan dan makna terjadi pada Selasa malam, 15 April 2025, saat Bupati Gowa, Husniah Talenrang, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kabupaten Pinrang. Dalam kunjungan tersebut, Husniah disambut langsung oleh Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, di Rumah Jabatan Bupati sekitar pukul 20.00 WITA. Tak sekadar agenda formal, kunjungan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus bentuk sinergi antardaerah di Sulawesi Selatan. Bupati Husniah menyebut kunjungan ini sebagai wujud nyata semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas wilayah. “Ini bukan hanya sekadar kunjungan, tapi bentuk sinergi dan semangat kebersamaan untuk membangun daerah kita bersama,” ujar Husniah saat di tanya media. Yang membuat kunjungan ini lebih istimewa, Husniah juga mengungkap bahwa dirinya memiliki garis keturunan dari Addatuang Sawitto, salah satu entitas adat bersejarah di Pinrang. Maka, kunjungan ke Pinrang pun menjadi seperti pulang kampung bagi Bupati Husniah. Setelah bersua dengan Bupati Pinrang, rombongan Bupati Gowa melanjutkan perjalanan ke Istana Kerajaan Sawitto di Kompleks Saoraja, kediaman Soerajae Addatuang Sawitto. Tempat ini dikenal sebagai pusat budaya yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal. Kegiatan silaturahmi ini tidak hanya memperkuat hubungan antara dua kepala daerah, tetapi juga menunjukkan komitmen Bupati Husniah Talenrang dalam menjaga warisan budaya dan membangun harmoni di antara daerah bertetangga. Silaturahmi penuh makna ini menjadi pengingat bahwa kekuatan daerah terletak pada akar budaya dan jalinan persaudaraan yang terus terjaga.

Makassar, Pertanian

HPSMI Sulawesi Selatan Siap Bersinergi Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Rakerwil 2025

ruminews.id, Makassar — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia (HPSMI)* Sulawesi Selatan akan mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dijadwalkan berlangsung pada 16-17 April 2025 di Gedung Science Techno Park (STP) / Micro Finance Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini mengusung tema “HPSMI Bersinergi Mewujudkan Swasembada Pangan untuk Ketahanan Nasional” sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan petani demi ketahanan pangan daerah maupun nasional. Rakerwil tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional HPSMI yang sebelumnya diselenggarakan di Jakarta pada November 2023. Lewat forum ini, HPSMI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi petani, nelayan, dan peternak agar lebih mandiri serta sejahtera melalui kemitraan antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Selain agenda pelantikan pengurus DPC se-Sulawesi Selatan, Rakerwil ini juga akan difokuskan pada konsolidasi internal dan penyusunan program kerja DPW HPSMI Sulsel periode 2022-2027. Kegiatan ini akan melibatkan 136 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus DPW, DPC, narasumber, tamu undangan, hingga panitia pelaksana. Adapun tujuan utama dari forum ini meliputi pengukuhan kepengurusan tingkat kabupaten, perumusan program kerja baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, penguatan koordinasi internal, serta pengembangan kemitraan antar lembaga di lingkungan DPW dan DPC. Forum ini juga akan merumuskan rekomendasi organisasi baik untuk internal maupun eksternal, serta direncanakan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis di sektor akademik, bisnis, dan pemerintahan. Rangkaian acara Rakerwil akan dimulai dengan sambutan dan pembukaan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, pemutaran dokumenter sejarah HPSMI, mini pameran produk hasil petani, serta sesi diskusi panel bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, Koperasi, dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan. Diskusi panel ini akan membahas berbagai program daerah dalam rangka mewujudkan swasembada pangan hingga tahun 2029. Selain itu, akan ada sesi khusus yang membahas mekanisme pembiayaan pertanian yang melibatkan lembaga perbankan, BAZNAS, dan peluang kemitraan bersama perusahaan-perusahaan seperti PT. Semen Bosowa, PT. Semen Tonasa, dan PT. NSA. Tak hanya melibatkan pemerintah dan pelaku bisnis, akademisi dari Universitas Hasanuddin juga akan turut ambil bagian dalam forum ini, di antaranya melalui pemaparan topik pengelolaan limbah berkonsep Zero Waste serta pemanfaatan rempah-rempah sebagai sumber pengobatan alami. Di hari kedua, forum akan berlanjut dengan sidang pleno untuk membahas, merumuskan, dan menetapkan hasil akhir program kerja dan rekomendasi organisasi. Sejak berdiri pada tahun 2022, HPSMI Sulawesi Selatan telah berperan aktif dalam mendorong kemandirian petani, nelayan, dan peternak yang selama ini dihadapkan pada tantangan rendahnya produktivitas, keterbatasan akses teknologi, dan fluktuasi harga. Dengan sumber daya yang besar di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, HPSMI berharap Rakerwil 2025 akan merumuskan program yang konkret dan solutif dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui kerjasama lintas sektor yang solid, HPSMI yakin bahwa Sulawesi Selatan bisa menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di masa depan.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dukung Penuh Program Seragam Gratis dari Pemkot

ruminews.id – Makassar – Pemerintah Kota Makassar berencana meluncurkan program seragam sekolah gratis bagi pelajar, sebagai salah satu upaya mendukung pendidikan yang inklusif dan merata. Menyambut program tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota Makassar, Andi Suharmika, menyatakan komitmen dan dukungannya terhadap langkah tersebut. Program ini merupakan bagian dari janji politik pasangan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham, yang dikenal dengan tagline kampanye “MULIA”. Rencananya, kebijakan ini akan mulai dijalankan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. “Kami mendorong agar seluruh tahapan dan persiapan program ini dapat dipercepat oleh pemerintah kota. Harapannya, manfaat dari kebijakan ini dapat segera dirasakan oleh para siswa,” ujar Andi Suharmika kepada awak media. Politisi yang akrab disapa Mika ini menambahkan bahwa rencana pemberian seragam gratis akan masuk dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sebagai bagian dari arah pembangunan sektor pendidikan di Makassar. Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya untuk segera merealisasikan program tersebut. Ia menuturkan bahwa kebijakan ini menjadi salah satu prioritas utama Pemkot Makassar, khususnya menjelang tahun ajaran baru. “Program ini adalah bagian dari visi kami dalam meningkatkan kesejahteraan pendidikan. Karena itu, pelaksanaannya akan segera kami eksekusi,” ujar Munafri saat memimpin apel pagi dan acara Halalbihalal jajaran Pemkot Makassar di Lapangan Karebosi, Selasa (8/4/2025). Dengan adanya dukungan legislatif dan komitmen eksekutif, peluncuran program seragam sekolah gratis ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemerataan akses pendidikan di Kota Makassar.

DPRD Kota Makassar

Hotel Gammara Makassar Diduga Beroperasi 10 Tahun Tanpa Sertifikat Laik Fungsi, DPRD Geram

ruminews.id – Makassar – Komisi A DPRD Kota Makassar menyoroti dugaan pelanggaran serius yang dilakukan manajemen Hotel Gammara, salah satu hotel berbintang di kota ini. Hotel tersebut diduga telah beroperasi hampir satu dekade tanpa mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dokumen wajib untuk memastikan kelayakan dan keamanan bangunan.   Anggota Komisi A DPRD Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ), mengungkapkan hal ini setelah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi. Ia menyebut, tidak adanya SLF menunjukkan lemahnya pengawasan dari Dinas Tata Ruang Kota Makassar, yang seharusnya bertanggung jawab dalam penerbitan dan pengawasan dokumen tersebut.   “SLF itu bukan sekadar formalitas. Itu bukti apakah bangunan aman digunakan. Kenapa dibiarkan beroperasi 10 tahun tanpa itu?” tegas RTQ, Senin (14/4/2025).   Politisi PPP itu juga mengaku telah meminta agar hotel disegel hingga manajemen memenuhi kewajiban administrasi sesuai aturan. Namun, menurutnya, permintaan itu belum ditindaklanjuti oleh OPD terkait.   “Ini menyangkut keselamatan tamu. Kalau terjadi kebakaran atau bencana, siapa bertanggung jawab?” tambahnya.   Ia mendesak Pemerintah Kota Makassar, khususnya Dinas Tata Ruang, agar segera mengambil langkah tegas. Keberadaan gedung tanpa SLF dinilai sebagai bentuk pembiaran yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.   Apa Itu SLF? Sertifikat Laik Fungsi (SLF) adalah dokumen yang menyatakan bahwa bangunan gedung telah selesai dibangun dan layak dipergunakan sesuai fungsinya. Tanpa SLF, operasional bangunan bertingkat dianggap melanggar peraturan perundang-undangan.

Daerah, Makassar, Politik

DPRD Makassar Dukung Percepatan Pembangunan Stadion Untia

Ruminews.id, Makassar – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Suharmika, menyatakan dukungannya terhadap rencana Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk mempercepat pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya. Menurut Suharmika, proyek tersebut merupakan salah satu program prioritas dari pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Fatmawati Rusdi. “Saya sangat sepakat jika infrastruktur sepak bola dan olahraga otomotif harus menjadi perhatian serius pemerintah kota. Sepak bola, khususnya, merupakan olahraga yang sangat digemari mayoritas warga Makassar,” ujar Suharmika, dikutip dari Sindo Makassar, Ahad (13/4/2024). Sekretaris Partai Golkar Kota Makassar itu menambahkan, kehadiran stadion baru diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, terutama masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. “Warga tidak perlu lagi bepergian jauh untuk menyaksikan pertandingan PSM Makassar. Jika stadion ini terealisasi, kami berharap pembangunannya bisa segera diproses karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat—yakni stadion sepak bola yang memenuhi standar internasional,” lanjutnya. Suharmika juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap fasilitas olahraga otomotif. Ia mendorong Pemerintah Kota Makassar agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap cabang olahraga ini. “Ini juga menjadi perhatian kami di DPRD. Olahraga otomotif memiliki banyak peminat, namun sejauh ini masih kurang mendapat perhatian. Kami harap pemerintah bisa mulai melirik potensi besar yang ada di sana,” pungkas legislator dua periode itu.

DPRD Kota Makassar

Komisi C DPRD Makassar Evaluasi Program Pembangunan Triwulan I 2025 Bersama Dinas PU

Ruminews.id – Makassar – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan Triwulan I Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di ruang Komisi C DPRD Makassar, Jumat (11/4/2025). Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda strategis Komisi C dalam mengawal pelaksanaan program kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya dalam memastikan kesesuaian pelaksanaan program dengan aspek waktu, mutu, anggaran, serta prioritas pembangunan kota. Kepala Dinas PU Kota Makassar, Ir. Zuhaelsi Zubir, ST, MT, hadir bersama jajaran untuk memaparkan capaian kinerja selama tiga bulan pertama tahun anggaran. Dalam pemaparannya, Zuhaelsi juga menguraikan berbagai tantangan teknis dan administratif yang dihadapi di lapangan. “Evaluasi ini penting untuk melihat efektivitas program serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Zuhaelsi. Komisi C memberikan sejumlah catatan dan masukan strategis untuk mendorong optimalisasi pelaksanaan program pembangunan. Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, menekankan pentingnya transparansi, efisiensi, dan responsivitas, terutama dalam penyediaan infrastruktur publik yang menyentuh kebutuhan dasar warga. “Komisi C terus berkomitmen mengawal pembangunan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi ini penting untuk memastikan akuntabilitas pelaksanaan program oleh SKPD,” tegas Azwar. Selain itu, Komisi C juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor antara legislatif dan eksekutif guna mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan inklusif. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah kerja antara DPRD dan Dinas PU, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap kebijakan pembangunan yang sedang berjalan. Melalui koordinasi yang intensif, diharapkan arah pembangunan Kota Makassar ke depan semakin terstruktur, efisien, dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar tanggapi positif soal lelang jabatan Sekda Kota Makassar

ruminews – Makassar – Ketua komisi A DPRD Kota Makassar Andi Phalevi memberikan tanggapan positif terkait proses lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar yang sedang berlangsung.   “Lelang jabatan itu untuk mencari figur figur yang berkompeten dan layak sebagai Sekda nantinya, jadi patut kita dukung,” kata Phalevi di Makassar, Jumat. Dia mengatakan, Pemerintah Kota Makassar Yandi nahkodai munafri Arifudin dan Aliyah Mustika tentu menginginkan kinerja timnya bekerja dengan baik sehingga harus menyeleksi sosok Sekda yang dapat menunjang Program Pemkot Makassar. Dia mengatakan, seluruh proses seleksi itu diserahkan sepenuhnya ke Pemkot dan tim seleksi (timsel) yang telah terbentuk untuk mencari sosok yang kompeten sebagai Sekda. Saat ini sudah terdapat 10 nama yang maju sebagai calon Sekda dan dinilai mumpuni dan berkompeten. “Kami di komisi A melihat semua yang mendaftar memiliki kualitas yang mumpuni,” katanya. Karena itu, lanjut dia, pihaknya meyakini timsel pasti akan memilih Sekda yang dapat mendukung visi misi wali kota untuk membangun Makassar yang lebih baik. Sebanyak 10 pejabat Pemkot dan Sulawesi Selatan bersaing merebut posisi Sekda lewat seleksi jabatan itu diantaranya PJ Sekda Makassar Irwan Rusfiyadi Adnan dan sekretaris DPRD Makassar Dahyal. “Jadi kita tunggu saja hasilnya Insya Allah akan dipilih yang terbaik untuk mengawal Kota Makassar lebih baik,” ujar Phalevi.  

DPRD Kota Makassar

Ketua DPRD Makassar Suparatman: Efisiensi Anggaran Tidak Akan Mengurangi Kualitas Pelayanan untuk Masyarkat

ruminews – Makassar – Ketua DPRD Makassar, Supratman, menyampaikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun hal ini menjadi tugas seluruh instansi daerah untuk mengelola sumber daya lebih cermat dan tepat sasaran serta bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat. “Kami akan terus mngontrol seluruh program yang dilakukan OPD Pemkot, agar memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Supratman belum lama ini. Menurutnya, meskipun anggaran terbatas, setiap program dan pelayanan harus tetap menyentuh setiap kebutuhan masyarakat. “Sebagai mitra pemerintah dan penghubung aspirasi masyarakat, DPRD Makassar tentu berkomitmen mendukung setiap program yang mementingkan hak-hak rakyat,” ujarnya.

Opini

Jangan Biarkan Perasaan Ini Mengendalikan Diri Dalam Mencari Rezeki

ruminews.id – Dalam bukunya “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki menjelaskan bahwa ada dua emosi utama yang sering mendorong orang dalam mengejar uang, yaitu rasa takut dan keserakahan. Pertama, rasa takut yang dimaksud di sini bukan takut pada hal-hal mengerikan, tapi lebih pada takut kekurangan. Banyak orang merasa cemas kalau-kalau mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup seperti makanan, tempat tinggal, atau biaya sehari-hari. Karena ketakutan inilah, mereka terus bekerja keras dari pagi hingga malam, dari minggu ke minggu, hanya demi mendapatkan gaji. Begitu menerima gaji, langsung digunakan untuk membayar tagihan, lalu bekerja lagi. Pola hidup seperti ini oleh Kiyosaki disebut sebagai “rat race” (perlombaan tikus) – semacam lingkaran tanpa ujung yang membuat orang terus berputar tanpa pernah merasa benar-benar merdeka secara finansial. Bayangkan seekor tikus yang terus berlari di dalam roda putar. Walaupun dia berlari sekuat tenaga, dia tidak pernah sampai ke mana-mana. Nah, gambaran itu dipakai untuk menggambarkan hidup banyak orang: mereka bangun pagi, berangkat kerja, menerima gaji, membayar utang atau tagihan, lalu mengulanginya lagi keesokan harinya. Tujuannya cuma supaya bisa bertahan hidup. Tapi lama-lama, hidup seperti ini terasa melelahkan dan membosankan, karena tidak memberi ruang untuk berkembang atau menikmati hidup. Rat race adalah istilah yang menggambarkan pola hidup dimana seseorang terus bekerja keras, dari hari ke hari, hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar dan membayar tagihan, tetapi tidak pernah benar-benar merasa bebas secara finansial atau puas dengan hidupnya. Lalu, setelah seseorang menerima gaji, muncul emosi kedua, yaitu keserakahan – atau lebih halusnya disebut keinginan. Melihat uang yang ada, orang mulai membayangkan barang-barang yang bisa dibeli: baju baru, ponsel terbaru, mobil impian, atau liburan ke luar negeri. Keinginan ini mendorong orang untuk bekerja lebih keras, bukan demi kebebasan finansial, tetapi untuk memuaskan nafsu konsumtif. Masalahnya, makin dituruti, makin besar pula keinginan itu. Kiyosaki mengingatkan bahwa kalau kita tidak sadar sedang digerakkan oleh rasa takut dan keserakahan, maka hidup kita akan terus dikendalikan oleh dua emosi ini. Kita akan terus bekerja dan membelanjakan uang tanpa pernah merasa cukup. Orang yang cerdas secara finansial adalah mereka yang mampu mengenali emosi-emosi ini, lalu belajar mengendalikannya. Mereka tidak membuat keputusan karena panik atau tergoda, tapi karena punya pengetahuan, perencanaan, dan tujuan yang jelas. Kalau kita bicara soal mencari rezeki, banyak orang hanya fokus pada kerja keras dan strategi. Padahal, emosi yang menyertai proses itu juga sangat menentukan – apakah rezeki terasa mengalir dengan ringan, atau justru terasa berat dan menguras energi. Berdasarkan ilmu psikologi positif, spiritualitas, dan pengalaman para pebisnis sukses yang sadar pentingnya kualitas batin, ada tiga emosi utama yang justru bisa menyuburkan proses mencari rezeki: syukur, antusiasme, dan ketulusan. Pertama, syukur. Banyak orang hanya bersyukur setelah menerima hasil. Tapi sebenarnya, bersyukur saat dalam proses juga sangat penting. Ketika kita bersyukur, kita merasa cukup, dan perasaan cukup ini justru membuka pintu kelimpahan yang lebih besar. Syukur menjauhkan kita dari rasa panik, dari pola pikir “harus buru-buru cari uang karena takut kekurangan”. Cukup dengan membiasakan diri berkata dalam hati, “Terima kasih yaa Allah, aku dipercaya untuk menciptakan nilai hari ini”, maka energi kita sudah berubah menjadi lebih ringan dan tenang. Kedua, antusiasme, atau semangat yang muncul dari rasa senang mencipta dan memberi. Ini adalah bahan bakar alami yang membuat kita bekerja bukan karena terpaksa, tapi karena kita menikmati prosesnya. Saat kita antusias, ide-ide kreatif lebih mudah muncul, peluang lebih gampang datang, dan kita lebih disukai orang lain. Jadi, daripada fokus pada “berapa banyak uang yang bisa aku dapat?”, lebih baik tanyakan, “nilai apa yang bisa aku bawa hari ini?” Dari situlah rezeki mengalir lebih deras dan alami. Ketiga, ketulusan. Ini adalah niat murni untuk memberi manfaat, bukan hanya sekadar mengejar keuntungan. Ketulusan membuat usaha kita punya makna spiritual, dan membentengi kita dari keserakahan. Sebelum menawarkan sesuatu, cobalah tanya pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar membantu hidup orang jadi lebih baik?” Ketika jawabannya tulus, rezeki biasanya akan datang dengan cara yang tak terduga. Jadi, dalam perjalanan mencari rezeki, mari kita temani langkah kita bukan dengan rasa takut atau nafsu ingin lebih banyak, tapi dengan syukur, semangat, dan niat yang tulus. Karena rezeki sejatinya bukan hanya tentang apa yang kita dapat, tapi juga bagaimana kita menjalaninya. Kalau dirangkum dengan sederhana, emosi terbaik saat mencari rezeki adalah memadukan syukur, semangat, dan ketulusan. Bayangkan kita melangkah setiap hari dengan hati yang bersyukur, bukan karena sudah punya segalanya, tapi karena sadar setiap proses adalah berkah. Lalu, kita melangkah dengan semangat, bukan karena terpaksa, tapi karena senang mencipta dan memberi manfaat. Dan yang paling penting, di balik semua usaha itu, ada niat yang tulus. Bukan sekadar ingin untung, tapi benar-benar ingin membantu dan memberikan nilai bagi orang lain. Ketika tiga hal ini bersatu, kita tidak hanya mencari rezeki, tapi juga menciptakan makna dalam setiap langkah. Hasilnya, rezeki tidak hanya datang dalam bentuk materi, tapi juga dalam bentuk ketenangan, kepuasan batin, dan relasi yang berkualitas. *@pakarpemberdayaandiri*   *Ayo Gabung Komunitas Pakar Pemberdayaan Diri Untuk Pemograman Pikiran dan Tubuh dengan klik:* https://tribelio.page/syahril-syam   #thesecretofattractorfactor #changelimitingbeliefs #pakarpemberdayaandiri #SelfAwarenessTransformation

Scroll to Top