Author name: Admin01

Hukum, Pangkep

Kebijakan Pusat Dilanggar, HMI Soroti Pengadaan Mobil Mewah Pemkab Pangkep

ruminews.id, Pangkep – Kabid PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang pangkep, menyoroti pengadaan mobil dinas baru oleh pemerintah kabupaten pangkep, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Menurut Indra , langkah Pemkab pangkep yang mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 7 miliar untuk pembelian sembilan unit mobil dinas menunjukkan, para wakil rakyat tidak memiliki kepedulian terhadap kondisi keuangan daerah dan kesulitan yang dihadapi masyarakat. “Saat pemerintah pusat berusaha melakukan efisiensi anggaran, Pemerintah kabupaten pangkep Tengah justru sibuk mengurus fasilitas mewah untuk kepentingan pribadi. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak mematuhi kebijakan pusat dan lebih mementingkan kenyamanan sendiri dibandingkan kepentingan masyarakat,” tegasnya, “Apakah ini tanda bahwa pemerintah daerah pangkep sedang berseberangan atau tidak patuh terhadap aturan pusat ?Jika mereka benar-benar berpihak kepada rakyat, seharusnya mereka lebih fokus pada kesejahteraan masyarakat, bukan pada pengadaan kendaraan dinas yang tidak mendesak,” lanjutnya. Ia meminta Pemkab pangkep untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan anggaran, terutama di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang sulit. Menurutnya, anggaran tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur, pendidikan, atau bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu. “Kami Himpunan mahasiswa Islam akan terus mengawal kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Dan apabila perlu kami akan surati pemimpin pusat melalui jaringan himpunan mahasiswa Islam untuk melihat kondisi pemkab pangkep yang tidak relevan atau tidak sejalan dengan visi pemerintah pusat,” tutupnya.

DPRD Kota Makassar

Fraksi PKS DPRD Makassar Nyatakan Dukungan Penuh Program Appi-Aliyah

ruminews.id – Makassar – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Kota Makassar menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan mengawal program-program yang dicanangkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham. Anggota DPRD Makassar dari Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso, menyampaikan bahwa pimpinan dan seluruh anggota fraksinya telah bertemu dengan Wali Kota untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif. “Kami dari Fraksi PKS sepakat untuk mendukung program serta kebijakan yang disampaikan oleh Bapak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota,” ujarnya di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (22/4/2025). Turut hadir Wakil Ketua DPRD dari PKS, Anwar Faruq, beserta anggota fraksi lainnya. Andi Hadi mengajak seluruh anggota DPRD untuk bersama-sama menyukseskan program-program yang tertuang dalam visi-misi Appi-Aliyah. Ia berharap pertemuan Fraksi PKS dengan Wali Kota ini akan memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan Kota Makassar serta mengawal jalannya pemerintahan. “Intinya, kami mendukung seluruh program pemerintah yang sedang berjalan,” tegasnya. Lebih lanjut, Fraksi PKS juga menyampaikan beberapa masukan terkait kondisi sosial masyarakat dan berbagai permasalahan di Kota Makassar. Mereka berkomitmen untuk memberikan masukan yang konstruktif dan menjadi penyeimbang demi perbaikan Kota Makassar ke depan. Andi Hadi juga menekankan bahwa penggantian seluruh Direksi Perusda adalah langkah yang tepat karena dinilai tidak memberikan kontribusi dividen yang signifikan bagi Kota Makassar. Ia berharap direksi yang baru dapat memberikan kontribusi yang lebih baik. “Seluruh kebijakan untuk perbaikan Kota Makassar, baik infrastruktur maupun peningkatan moralitas, akan kami dukung sepenuhnya,” imbuhnya. Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasinya atas dukungan fraksi-fraksi di DPRD. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam memaksimalkan pelaksanaan program-program pemerintah kota. “Secara bersama kita jalankan visi misi agar hasilnya dapat dinikmati masyarakat Makassar. Kami membutuhkan kerja sama dengan fraksi di DPRD untuk bersama-sama mengawal pembangunan,” harap Appi. Ia menambahkan bahwa dukungan politik dari DPRD melalui konsolidasi dengan Pemerintah Kota sangat penting untuk program pembangunan lima tahun ke depan, termasuk dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “Saya harap proses ini akan membawa kita pada pembahasan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, dalam menjalankan tugas dengan baik, saya membutuhkan dukungan partai politik, serta sinergi antara legislatif dan eksekutif,” pungkasnya.

DPRD Kota Makassar

Ruslan Mahmud Tutup Usia, DPRD Makassar Berduka

ruminews.id – Makassar – Suasana duka menyelimuti Gedung DPRD Kota Makassar. Salah satu putra terbaiknya, H. Ruslan Mahmud, anggota DPRD Makassar, wafat di RS Primaya Makassar akibat penyakit jantung yang dideritanya, Sabtu (19/4) pukul 12.30 Wita. ‎‎H. Ruslan Mahmud dikenal sebagai sosok ayah dan suami yang penuh kehangatan. Ia adalah figur sederhana, yang terbentuk dari perjalanan hidup yang penuh tantangan sejak muda. Semangat juangnya membawanya menapaki dunia politik hingga menjadi kader partai dan kemudian dipercaya rakyat duduk di kursi DPRD Kota Makassar. ‎‎Terjun ke dunia politik, Ruslan Mahmud melihat politik sebagai jalan untuk membahagiakan lebih banyak orang, tak hanya keluarganya dan para karyawan yang ia bantu. Namun pada tahun 2023, ia memutuskan bergabung ke Partai Golkar. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Ia meyakini bahwa bergabung dengan Golkar akan memberinya ruang yang lebih luas untuk menyalurkan aspirasi rakyat. ‎‎Baru sembilan bulan menjabat sebagai anggota dewan, Ruslan Mahmud menjadikan amanah ini sebagai wadah untuk menuangkan ide dan perjuangannya terhadap masyarakat kecil. Menurutnya, secara ideologi, hampir semua partai memiliki kesamaan. Namun, idealisme dan semangat Perindo sebelumnya dianggapnya lebih realistis dalam menyentuh kepedihan masyarakat, terutama mereka yang menjadi korban ketimpangan. ‎‎Kisah hidup Ruslan Mahmud adalah potret nyata “zero to hero”. Dari kehidupan penuh keterbatasan, ia bangkit dengan bermodalkan pesse nasibawai getteng uang dan tekad yang kuat. Ia pun sering mengingatkan generasi muda untuk selalu menjaga dan merawat relasi sosial dengan siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Baginya, semangat belajar yang tak pernah padam adalah kunci, sebagaimana pesan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni “Iqra” atau “bacalah”. Ayah dari tiga anak ini meninggalkan kesan mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi para kolega dan masyarakat yang mengenalnya. ‎‎Ketua DPRD Makassar, Supratman, menyampaikan rasa kehilangan yang sangat mendalam. ‎‎”Hari ini, kita kehilangan saudara, sahabat, sekaligus pejuang rakyat yang telah memberikan banyak kontribusi untuk daerah ini. Almarhum Haji Ruslan Mahmud adalah pribadi bijaksana yang sangat mencintai rakyat dan senantiasa memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bahkan hingga tanggal 15 April lalu, beliau masih melaksanakan tugas kunjungan kerja Komisi A ke DPRD Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya, di upacara pelepasan jenazah di gedung DPRD Makassar, Minggu (20/4). ‎‎Ia juga menambahkan bahwa almarhum dikenal sebagai figur bersahaja dan sosial, serta menjadi sahabat bagi semua kalangan. Supratman mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Daerah, Makassar

Ketua KKLR Sulsel: Pemimpin Paguyuban Harus Jadi Role Model, Bukan Beban Organisasi!

ruminews.id, MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM menyambut baik hasil Musyawarah Daerah (Musda) Badan Pengurus Daerah (BPD) KKLR Kota Parepare. Diketahui, Musda KKLR Parepare yang dirangkaikan dengan Halalbihalal pada Sabtu (19/4) malam berjalan sukses dengan diaklamasinya Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si sebagai Ketua BPD KKLR Kota Parepare yang baru, menggantikan Dr. H. Iwan Asaad, AP., M.Si. Dalam pernyatannya pada Minggu (20/4/2025), Hasbi megapresiasi Musda KKLR Parepare sebagai salah satu contoh yang diharapkan bisa menginspirasi daerah lain dalam melaksanakan hal serupa. “Alhamdulillah, kami ucapkan selamat karena Musda KKLR Parepare berjalan lancar. Hasil Musda ini ikut mengangkat maruah KKLR, dimana yang terpilih Ketua adalah tokoh masyarakat yang juga Ketua DPRD Parepare saat ini. Kita semua tentu merasa bangga,” ungkapnya. Hasbi kembali menegaskan menegaskan pentingnya karakter kepemimpinan dalam mengelola organisasi paguyuban seperti KKLR yang bersifat inklusif dan dapat merangkul semua kalangan. Ia menjelaskan bahwa konsep “paguyuban” mengandung makna kebersamaan tanpa diskriminasi terhadap latar belakang anggotanya. Menurutnya, paguyuban KKLR harus mampu menjadi wadah yang terbuka bagi semua elemen masyarakat. “Berpaguyuban itu berarti membawa semua orang, apakah dia sekolah atau tidak, pengusaha, birokrat, politisi, atau profesional. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujarnya. Namun demikian, Hasbi menekankan bahwa keterbukaan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan pemimpin dalam mengarahkan organisasi agar program-program dapat berjalan efektif. Ia menilai bahwa pemimpin organisasi harus memiliki karakter kuat, visi yang jelas, serta kemampuan menempatkan diri dalam berbagai situasi. “Ketua organisasi itu adalah role model. Ia harus bisa menakar dan memahami dirinya sendiri, serta tidak menjadi beban bagi orang lain,” tambah Hasbi yang juga Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas itu. Lebih lanjut, Hasbi mengibaratkan peran dalam organisasi seperti tim sepak bola, di mana terdapat berbagai karakter seperti pekerja, penggagas, operator, hingga pencetak gol. Menurut dia, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh sinergi antar peran tersebut. “Organisasi itu tidak semuanya harus jadi pencetak gol. Tapi harus tahu kapan harus bicara, kapan harus menenangkan, dan kapan harus beroperasi. Jangan merasa bisa, padahal tidak bisa apa-apa. Itu bisa jadi blunder,” jelasnya. Di akhir pernyataannya, Hasbi mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok menjadi pemimpin. “Diperlukan kepekaan, kebijaksanaan, dan kemampuan menempatkan diri agar organisasi dapat berjalan harmonis dan mencapai tujuannya,” pungkas Hasbi. (*)

DPRD Kota Makassar

Kepergian Ruslan Mahmud, Ketua DPRD Makassar Sampaikan Duka Mendalam

ruminews.id – Makassar – Kabar duka datang dari DPRD Kota Makassar. Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Haji Ruslan Mahmud, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Primaya Makassar. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan selama tiga hari akibat sakit yang dideritanya.   Kepergian Haji Ruslan Mahmud meninggalkan duka mendalam bagi seluruh pimpinan dan anggota DPRD Makassar.   “Kami segenap pimpinan, anggota, dan keluarga besar DPRD Kota Makassar sangat kehilangan sosok Haji Ruslan Mahmud. Beliau sudah seperti keluarga bagi kami, menjadi figur kakak sekaligus orangtua di DPRD Makassar,” ungkap Ketua DPRD Makassar, Supratman.   Ia menambahkan, almarhum dikenal sebagai pribadi yang selalu memberi dukungan dan menjadi pengayom bagi sesama anggota dewan. Sosoknya juga sering memberi nasihat agar roda kepemimpinan berjalan baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.   “Sebagai pimpinan dewan, Pak Haji Ruslan Mahmud sering menasihati kami. Beliau mengayomi saya, seluruh pimpinan, dan para anggota dewan,” tambah Supratman.   Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Kompleks Crysant, Makassar. Rencananya, DPRD Makassar akan menggelar upacara pelepasan jenazah pada Minggu pagi, 20 April 2025.

DPRD Kota Makassar

Anggota DPRD Makassar Ramai-ramai Melayat ke Rumah Duka Almarhum Ruslan Mahmud

Ruminews – Makassar – Para legislator DPRD Kota Makassar ramai-ramai melayat ke kediaman almarhum Ruslan Mahmud di Kompleks Chrysant Jl Pandang Raya Kecamatan Panakkukang, Sabtu (19/4/2025). Mereka datang untuk memberikan penghormatan sekaligus mengirim doa untuk Ruslan Mahmud. Suasana haru menyelimuti rumah duka, isak tangis keluarga dan pelayat tak henti bersahutan. Kawasan rumah duka juga sudah dipenuhi karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa. Kepergian Ruslan Mahmud membuat rekannya di DPRD Makassar kaget. Bagaimana tidak, Ruslan masih aktif berkantor beberapa hari sebelumnya. Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar tersebut juga sempat melakukan kunjungan kerja ke DKI Jakarta pada pekan lalu. Momen penerbangan terakhirnya sebagai anggota dewan diabadikan dalam unggahan instagram pribadi Ruslan.

Politik

Andi Iwan Aras, Tinjau Proyek Penanggulangan Banjir Kota Manado

ruminews.id – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, bersama tim melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) III Tahap IV di Sulawesi Utara, Rabu (16/4/2025). Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di pusat Kota Manado dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di provinsi tersebut. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi V DPR RI didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, serta perwakilan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut. Tahap IV proyek MORR III ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 2,6 kilometer dan dua jembatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 94 miliar. Andi Iwan menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk dukungan nyata DPR RI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Utara. “Kami datang langsung untuk memastikan pembangunan ini berjalan sesuai rencana. Proyek ini penting untuk mendukung konektivitas wilayah dan mengurangi kemacetan di pusat kota,” ujarnya. Secara keseluruhan, proyek MORR III memiliki panjang 11,3 kilometer. Tahap I hingga III telah selesai dibangun, sementara Tahap IV merupakan kelanjutan yang akan menghubungkan kawasan Kalasey hingga Winangun. Nantinya, kendaraan dari arah Amurang, Minahasa Selatan, menuju Minahasa Utara atau Bitung tidak lagi harus melewati pusat Kota Manado. Namun, proyek ini masih menghadapi kendala, terutama terkait pembebasan lahan. Hingga kini, dari total panjang proyek, baru sekitar 4,9 kilometer lahan yang berhasil dibebaskan. Sisanya masih dalam proses penyelesaian. Gubernur Yulius Selvanus Komaling menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi hambatan tersebut. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh kendala, baik teknis maupun non-teknis, dapat segera diselesaikan,” ujarnya. Komisi V DPR RI berharap proyek MORR III Tahap IV dapat rampung tepat waktu, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan di Kota Manado.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dukung Evaluasi Laskar Pelangi

ruminews – Makassar – Pemerintah Kota Makassar kini tengah disorot usai munculnya temuan puluhan pegawai fiktif dalam struktur Laskar Pelangi tingkat SD dan SMP. Temuan ini mendorong DPRD Makassar, khususnya Komisi A, untuk segera mengambil langkah pengawasan dan pembenahan. Dikonfirmasi Rabu (16/4/2025), Anggota Komisi A DPRD Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya evaluasi menyeluruh yang diinisiasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Andi Bukti Djufri. Evaluasi ini menyasar ke seluruh pegawai Laskar Pelangi yang tersebar di berbagai satuan pendidikan dasar. Sebanyak 52 orang pegawai diduga tidak pernah menjalankan tugasnya, padahal tercatat secara administratif. Menanggapi hal tersebut, Andi Makmur menyampaikan rasa prihatinnya dan menyebut kejadian itu sebagai bentuk “kebocoran SKPD” yang berpotensi merugikan keuangan daerah. Dalam keterangannya pada Rabu, 16 April 2025, Andi Makmur menekankan pentingnya pemeriksaan yang transparan dan menyeluruh terhadap data kepegawaian. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran serta menjaga integritas birokrasi. Sebagai langkah konkret, Komisi A DPRD Makassar telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan verifikasi ulang terhadap pegawai Laskar Pelangi yang ada di bawah kewenangannya masing-masing. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Andi Bukti Djufri, membeberkan bahwa temuan ini berasal dari laporan internal yang dikumpulkan oleh Kasubag Kepegawaian Disdik Makassar. Laporan tersebut mengungkap adanya pegawai yang tak pernah hadir namun tetap menerima Surat Keputusan (SK).

Hukum, Takalar

Babak Baru Korupsi Irigasi Kelompok P3A-TGAI Takalar, Kejaksaan Dalami Modus Korupsi Penyalahgunaan Anggaran Negara

ruminews.id, Takalar- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar, memasuki babak baru dugaan korupsi irigasi sejumlah kelompok P3A-TGAI kabupaten Takalar dengan memanggil Pelapor, pada Rabu (16/04/2025) di ruangan pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Takalar. Langkah ini menjadi bagian dari proses pengumpulan bukti atas dugaan korupsi pada puluhan proyek irigasi kelompok P3A-TGAI di kabupaten Takalar yang nilainya mencapai puluhan miliyar rupiah. Koordinator AMTPK kabupaten Takalar yang juga sebagai Pelapor dugaan korupsi tersebut, Takhifal Mursalin dikonfirmasi oleh awak media membenarkan jika ada panggilan dari Pidsus Kejari Takalar dan ia mengapresiasi atas keseriusan kejaksaan Negeri kabupaten Takalar mengungkap kasus irigasi tersebut. “Benar, tadi ada giat bersama Kejaksaan Takalar dalam hal ini Kasi Pidsus. Pihak Kejaksaan bagian pidana khusus mengonfirmasi pelaporan kami, dan kami tentu mendukung dan mengapresiasi bahwa kasus (irigasi) P3A-TGAI akan berlanjut ke tahap berikutnya”, kata Salim. Saat ditanya mengenai isi pembicaraan bersama pihak seksi pidana khusus Kejaksaan Negeri kabupaten Takalar, Koordinator AMTPK Takalar mengungkapkan pentingnya koordinasi bersama sebab kelompok masyarakat juga mampi ikut andil menungkap kasus-kasus korupsi yang ada di desa, ia mencontohkan dugaan korupsi irigasi P3A-TGAI berawal dari respons masyarakat petani yang tidak dapat asas memanfaat dari irigasi tersebut, dan tidak sesuai harapan swasembada pangan pemerintah. “Pembicaraan kami soal komitmen pemberantasan korupsi, bahwa kejaksaan Takalar ingin mengungkap kasus (Irigasi P3A-TGAI) tersebut, dan peran masyarakat sangat penting dalam memberantas korupsi. Toh Proyek irigasi P3A-TGAI ini pun disuarakan oleh masyarakat petani yang tidak dapat memanfaatkan irigasi itu. Jumlahnya puluhan irigasi, nilai milyaran rupiah. Irigasi P3A yang kuat dugaan indikasi korupsinya ini sangat merugikan masyarakat pertanian dan cita-cita swasembada pangan pemerintah”, ungkap Salim Eks Ketua PB Hipermata Takalar. Tidak hanya itu, AMTPK Takalar juga mendorong Kejaksaan Takalar untuk terus mendalami peran konsolidator proyek dan para pimpinan kelompok irigasi P3A-TGAI, ia menduga modus operandi proyek tersebut hampir persis dengan proyek Talud di kepulauan Tanakeke yang telah menjerat dua tersangka dan terus dikembangkan kasusnya. “Yang terpenting, kasus-kasus korupsi di Takalar mampu dituntaskan. Tidak hanya kaki tangan yang dikorbankan (dipenjarakan), namun juga mampu menjerat pelaku utama. Pada laporan awal kami sudah gambarkan modus korupsinya. Bahwa memang penting mendalami modus operandi irigasi P3A ini, sejak awal kami duga bahwa ada orang besar yang terlibat di dalam kasus ini. Dan masyarakat mesti tau, bahwa proyek irigasi kelompok P3A yang kami laporkan dan Talud di Tanakeke yang sudah menjerat 2 tersangka adalah proyek aspirasi yang sama (konsolidatornya)”, terang Salim. Dengan perkembangan terbaru ini, publik menantikan transparansi hasil proses hukum penyalahgunaan anggaran negara tersebut, termasuk siapa pihak yang bertanggungjawab dan ditetapkan tersangka nantinya.

Makassar, Politik

Pemuda Harus Adaptif dan Solutif, Tegas Legislator Budi Hastuti

Ruminews.id, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa, khususnya di tingkat daerah, sangat bergantung pada peran aktif dan produktif para pemuda. Pernyataan tersebut disampaikan saat Budi menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, pada Selasa (15/4/2025). Dalam kegiatan tersebut, legislator dari Fraksi Gerindra itu menekankan pentingnya peran pemuda yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di era modern. Selain itu, pemuda juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial. “Pemuda harus adaptif, kreatif, mampu bersaing, dan hadir memberikan solusi di tengah masyarakat,” ujar Budi dengan tegas. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya regulasi yang mendukung pengembangan potensi kepemudaan di Kota Makassar.

Scroll to Top