Author name: Admin01

DPRD Kota Makassar

Andi Suhada Selaku Anggota DPRD Makassar Gelar Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan

Ruminews.id – Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Ir Andi Suhada Sappaile menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Royal Bay Hotel Makassar, Rabu, 14 Mei 2025. Turut hadir dalam kegiatan sosialisasi kali ini, yaitu Prof. Dr. Hj. Nurlina Subair, dan Hj. Amalia Malik, SH, serta di pandu Ade Irmawati selaku moderator. Dalam sambutannya, Andi Suhada Sappaile mengatakan sosialisasi dilakukan bertujuan untuk membantu masyarakat mengetahui terkait Perda Penyelenggaraan Pendidikan, dan masyarakat bisa memahami lebih dalam tentang regulasi yang telah dihasilkan oleh DPRD. “Jadi regulasi yang dihasilkan oleh DPRD yaitu berfungsi tentang pengawasan dan keuangan,” ujarnya. Lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makasar ini menjelaskan bahwa, pendidikan harus dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip sebagai acuan dalam penyelenggaraannya, agar pelaksanaan pada masing-masing jenjang pendidikan dapat berjalan dengan baik dan benar-benar untuk mencapai tujuan bangsa dalam bidang pendidikan. “Penyelenggaraan pendidikan jika tanpa berdasarkan prinsip, maka akan dapat menghilangkan karakter sebuah bangsa,” jelas Andi Suhada. Diakhir sambutannya, ia berharap selain bisa memahami lebih dalam, masyarakat juga mendapatkan pendidikan yang bermutu. “Tentunya sebagai warga negara Indonesia, kita berharap untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu,” pungkasnya. Sementara narasumber pertama Prof. Nurlina Subair menyampaikan bahwa, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berkembang saat ini, dimana saat ini pendidikan menuju era digitalisasi. Menurutnya, di era digitalisasi saat ini adalah salah satu revolusi yang tidak dapat direkayasa oleh pemerintah. Contohnya saat covid-19 beberapa tahun lalu. Walaupun kegiatan belajar mengajar sempat terhambat, akan tetapi proses belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan cara dari rumah melalui online. “Jadi ini yang dimaksud dalam perubahan sosial yang sangat radikal dalam masyarakat yang tidak dapat direkayasa,” ungkapnya. Sedangkan narasumber kedua, Amalia Malik memaparkan terkait juknis pendidikan sekaligus mensosialisasikan juknis terbaru di tahun ajaran baru kali ini. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi juknis terbaru juga mencakup perubahan-perubahan lain yang signifikan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. “Untuk SPMB tahun ini yang membedakan dengan sebelumnya adalah di hapuskannya jalur zonasi dan diganti dengan jalur domisili. Dimana jalur domisili (yang dulunya jalur zonasi) dipangkas dari 50 persen menjadi 35 persen,” jelasnya. Selain itu, ia pun menambahkan bahwa selain jalur domisili sebagai pengganti zonasi, jalur lainnya adalah afirmasi, prestasi dan mutasi atau perpindahan orang tua. Tak lupa, diakhir keterangannya ia menghimbau kepada masyarakat terkait program Wali Kota Makassar tentang seragam dan atribut sekolah gratis. Ia pun menjelaskan terkait program seragam sekolah gratis bertujuan untuk mendukung akses pendidikan bagi semua anak, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas. “Dengan adanya seragam gratis, siswa dapat fokus pada proses belajar tanpa khawatir mengenai biaya seragam,” tutupnya.

DPRD Kota Makassar

Ketua DPRD Makassar Tetapkan Komitmen Untuk Kawal Transparansi Keuangan Daerah

ruminews.id – Makassar – Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menghadiri acara serah terima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 se-Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan yang digelar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Selatan ini berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025, di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Sulsel, Makassar. Dalam acara tersebut, BPK menyerahkan hasil pemeriksaan kepada para kepala daerah dan pimpinan DPRD dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Hadirnya Ketua DPRD Makassar dalam agenda strategis ini menjadi cerminan nyata komitmen legislatif dalam mengawal akuntabilitas keuangan daerah. Supratman menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan terus berupaya memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. “Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah,” ujar Supratman usai menerima dokumen LHP. Lebih lanjut, Supratman menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan dari BPK menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan. “LHP ini bukan hanya laporan teknis, tapi menjadi panduan bagi kita untuk memperbaiki kekurangan dan menjaga kualitas laporan keuangan ke depan,” tambahnya. Acara serah terima LHP ini juga menandai eratnya sinergi antara lembaga eksekutif, legislatif, dan lembaga audit negara. Kolaborasi yang terbangun dinilai sangat penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Supratman menyebutkan bahwa dukungan dari semua pihak sangat diperlukan agar rekomendasi BPK dapat segera ditindaklanjuti. Di samping itu, Ketua DPRD Makassar juga menyoroti pentingnya peran pengawasan legislatif dalam memastikan penggunaan APBD berjalan sesuai peruntukannya. “Kami akan terus mengoptimalkan fungsi pengawasan agar pengelolaan anggaran benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tuturnya. Dengan diterimanya LHP atas LKPD Tahun Anggaran 2024, diharapkan seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk DPRD Kota Makassar, dapat semakin memperkuat komitmen terhadap transparansi dan tata kelola keuangan yang bertanggung jawab. Supratman mengakhiri dengan pernyataan optimis, “Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola pemerintah daerah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.”

Makassar

Hari ke-5 Advance Training HMI Sulsel, Respiratori Saddam Al Jihad : Kader HMI harus mampu Memetakan Peradaban Dunia.

ruminews.id, Makassar – Advance Training atau Latihan Kader (LK III) tingkat nasional yang telah memasuki hari ke-5 pelaksaan yang diadakan oleh HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan bertempat di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Kota Makassar, Minggu (25/5/2025) turut dihadiri oleh Ketua Umum PB HMI Periode 2018-2020 sekaligus Presiden Pemuda Asia-Afrika, Respiratori Saddam Al Jihad sebagai pembicara. Mengangkat isu ekonomi-politik global, Saddam Al Jihad mencoba membedah “Kepemimpinan Masa Depan dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi-Politik Global”. Saddam dalam materinya menyampaikan wacana-wacana global terkait ekonomi-politik yang menjadi diskursus menarik dengan para peserta. “Pertarungan ideologi dari dulu hingga sekarang memiliki peranan yang strategis dalam membangun peradaban dunia. Aspek ekonomi dan politik menjadi pondasi utama dalam membentuk sebuah masyarakat global yang tidak hanya berkelanjutan tapi juga adil”, Saddam dalam penyampaian materinya Saddam juga menjelaskan pentingnya sinergi antara aspek ekonomi dan politik dalam membangun landasan yang kuat untuk mengatasi tantangan global dalam mewujudkan visi kesejahteraan bersama. “Aspek ekonomi sebagai pilar pertumbuhan berkelanjutan yang tidak hanya terbatas pada kebebasan perdagangan tapi lebih jauh terbentuk sistem perdagangan yang adil untuk mengurangi ketidaksetaraan dan mempromosikan inklusivitas. Aspek politik juga sama pentingnya sebagai aspek yang membentuk tatanan global yang adil. Mendorong demokrasi dan partisipasi publik menjadi bagian integral dalam upaya memastikan bahwa kebijakan yang diambil mencerminkan kepentingan masyarakat global secara keseluruhan.” ujar Saddam. Saddam juga memaparkan eksistensi HMI sebagai organisasi pengkaderan yang mencetak pemimpin masa depan yang mampu bertahan di setiap perubahan zaman. “Kader HMI sebagai pemimpin masa depan yang mampu bertahan dalam dinamika perubahan zaman memiliki potensi besar dalam mengelola setiap aspek dimensi yang menjadi fundamental dalam setiap peradaban. Dalam perkembangan zaman hari ini, kader HMI harus mampu beradaptasi dalam memanfaatkan teknologi agar terus bertahan dalam perkembangan peradaban yang pesat ini.”tambahnya. Lebih lanjut, Saddam juga menyampaikan bahwa kader HMI harus mampu memetakan peradaban dunia melalui kepemimpinan yang ideal. “Kepemimpinan yang dikenal dalam HMI sebagai jalan yang sunyi tidak membatasi setiap pemimpin yang lahir dari proses panjang yang dilewati di HMI terdegradasi oleh perubahan zaman yang cepat ini. Namun, hasil dari proses kader dalam membangun jiwa kepemimpinan yang ideal akan terus bertahan dalam setiap dinamika perubahan zaman. Terlebih bagi kader-kader yang secara paripurna melalui setiap jenjang kaderisasi dan setiap proses di HMI tentu sudah teruji secara kualitas.” pesannya menutup materinya.

DPRD Kota Makassar

Berulang Tahun Ke 46 Tahun, Ketua DPRD Makassar Supratman Ungkap Perjalanan Karir

ruminews.id – Makassar – Sabtu, 24 Mei 2025, Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, genap berusia 46 tahun. Tentu usia yang sudah sangat matang. Pria kelahiran Ujungpandang, 24 Mei 1979 ini, sudah tiga periode di Parlemen Kota. Legislator dari Partai NasDem ini, menjabat sebagai Ketua DPRD Makassar Periode 2024-2029, menggantikan kompatriotnya, Rudianto Lallo yang kini duduk di DPR RI. Supratman, dikenal sebagai sosok yang bangkit dari latar belakang sederhana. Ia tak pernah malu mengakui bahwa dirinya lahir dari keluarga menengah ke bawah. Bagi Supratman, keberhasilan bukan ditentukan oleh asal-usul, melainkan dari usaha untuk bangkit dan membuktikan diri. Sebelum menjadi Ketua DPRD, Supratman, memulai kariernya sebagai Pegawai Kontrak di Kantor Kecamatan Manggala. Dari tahun 2010 hingga 2013, ia bekerja sebagai Pegawai Honor, sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan kerja keras. Berkat dedikasinya, ia berhasil meraih posisi tertinggi di Parlemen Makassar. “Saya tidak pernah malu, tidak ciut lahir dari keluarga kategori menengah ke bawah. Itu bukan kesalahan orang tua saya, kesalahannya adalah ketika saya tidak bisa bangkit. Maka hari ini saya buktikan,” ungkap Supra. Semangatnya untuk membuktikan bahwa latar belakang bukan penghalang kesuksesan, menjadi prinsip yang ia pegang erat hingga saat ini. “Saya dulu hanya Pegawai Kontrak yang kerja di Kantor camat,” kenangnya, menunjukkan betapa jauh perjalanan yang telah ia tempuh. Bagi Supratman, salah satu kunci keberhasilan adalah aktif dalam kegiatan sosial. Ia meyakini bahwa kerja sosial akan selalu mendapatkan balasan, baik dari Allah SWT maupun dari rakyat. “Perbanyak kerja sosial pasti akan dibalas Allah SWT dan rakyat,” ujar Supratman. Prinsip ini ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas sebagai Ketua DPRD Kota Makassar. Mengkoordinir 49 Anggota DPRD Kota Makassar, bukanlah tugas yang mudah. Namun, Supratman yakin bahwa komunikasi adalah kunci utama. “Pasti kita akan lakukan kolektif kolegial. Paling tidak, jalan paling parah yang kita tempuh adalah voting, tapi semoga tidak perlu. Kita akan terus membangun komunikasi karena politik itu adalah komunikasi,” jelasnya. Pendekatan ini diterapkannya bukan hanya dengan sesama Anggota DPRD, tetapi juga dengan Eksekutif Kota. Meski masing-masing partai memiliki pilihan berbeda dalam Pilkada, Supratman, berhasil menjaga harmoni di dalam DPRD Makassar. Selamat Ulang Tahun Pak Ketua! Sukses dan sehat selalu dalam menakhodai DPRD Kota Makassar.

Makassar, Nasional

Membedah Demokrasi Bangsa dan Indonesia Emas 2045 di forum LK III, Anggota KPU RI: Merawat Demokrasi dan Kesadaran Masyarakat

ruminews.id, Makassar – Advance Training atau Latihan Kader (LK III) tingkat nasional yang diadakan oleh HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan berlokasi di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Kota Makassar, Sabtu (24/5/20125) dihadiri oleh Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos sebagai narasumber. Dengan mengupas materi “Merawat Demokrasi dan Kesadaran Masyarakat Melalui Pemilu: Membangun Kepemimpinan Etis Menuju Indonesia Emas 2045”, Betty Epsilon menyampaikan terkait potensi, target dan tantangan Bangsa merawat demokrasi melalui sarana kepemiluan yang ideal. Betty Epsilon juga menjelaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan komunitas dalam rangka merawat demokrasi menuju Indonesia Emas 2045. “Target Indonesia Emas yaitu menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, bersatu, adil dan makmur. Menuju Indonesia Emas salah satunya adalah dengan menjaga iklim demokrasi yang baik dengan menjadikan pemilu sarana menciptakan regenerasi kepemimpinan masa depan bangsa” ujar Betty Epsilon dalam materinya. Betty juga memaparkan data terkait indeks demokrasi Indonesia yanh mencerminkan kualitas demokrasi serta tantangannya. “Berdasarkan angka indeks demokrasi Indonesia dari tahun 2021-2023 cenderung fluktuatif berdasarkan kebebasan sipil, partisipasi politik dan fungsi lembaga demokrasi. Tantangannya adalah masih rendahnya kualitas partisipasi dan pengawasan publik terhadap sistem demokrasi kita.”tambahnya. Lebih lanjut, Betty juga menyampaikan bahwa kepemimpinan etis dalam demokrasi menjadi salah satu upaya yang harus diwujudkan secara saksama dalam rangka merawat iklim demokrasi bangsa demi tercapainya Indonesia Emas. “Kepemimpinan etis yang jujur, melayani, berpihak dan berani merupakan keniscayaan yang harus diwujudkan dalam demokrasi bangsa. Demokrasi akan rusak tanpa didasari oleh etika. Seluruh masyarakat khususnya kader HMI harus memiliki rasa tanggung jawab secara kolektif dalam memilih dan membentuk pemimpin etis. HMI sebagai organisasi pengkaderan harus serius dalam membentuk pemimpin etis dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.” pesannya menutup materinya.

Uncategorized

DPRD Makassar Gercep Susun 15 Prolegda 2025

ruminews.id – Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mulai memacu arah kerja untuk tahun 2025. Melalui rapat Badan Musyawarah (Bamus), delapan agenda strategis disepakati sebagai pijakan awal pelaksanaan program kerja. Rapat yang dipimpin Ketua Bamus DPRD Makassar, Anwar Faruq, menyoroti pentingnya penjadwalan yang matang dan terukur. Agenda utama meliputi pelaksanaan reses, rapat kerja antara komisi dan SKPD, hingga tahapan evaluasi serta monitoring program. “Reses merupakan amanat undang-undang dan bagian penting dalam proses demokrasi serta perencanaan pembangunan partisipatif. Jika dihapus demi efisiensi anggaran, tentu sangat disayangkan,” ujar Anwar, Kamis (22/5). Politisi PKS itu mengungkapkan, DPRD Makassar memiliki 15 Program Legislasi Daerah (Proglegda) yang harus dibahas tahun ini. Namun hingga pertengahan tahun, baru Pansus LKPJ yang mulai berjalan. Sementara agenda lain seperti reses ketiga, rapat evaluasi, monitoring, dan kunjungan kerja baru akan digelar dalam waktu dekat. Terkait pembahasan pansus lainnya, Bamus masih menunggu naskah akademik dari Pemerintah Kota. Anwar menegaskan, penjadwalan rapat pansus berada di tangan masing-masing ketua pansus, bukan Bamus.

DPRD Kota Makassar

Komisi D DPRD Makassar Berikan Tanggapan Mengenai Persoalan SPMB 2025

ruminews.id – Makassar — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Kota Makassar terancam diwarnai kekacauan akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang kian mengkhawatirkan. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Makassar menunjukkan bahwa lebih dari 8.000 lulusan SD akan gagal melanjutkan ke SMP negeri karena ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan kapasitas yang tersedia. Fenomena ini bukan hanya soal angka, melainkan cermin dari stagnasi kebijakan pendidikan kota. Setiap tahun, permasalahan serupa terulang, sekolah negeri dibanjiri pendaftar sementara ruang belajar terbatas, dan pembangunan infrastruktur pendidikan tak kunjung mengejar pertumbuhan jumlah penduduk. Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar, Fahrizal Arrahman Husain, menilai kondisi ini sebagai sinyal darurat yang harus segera direspons dengan pendekatan kolaboratif dan realistis. “Beginilah keadaan pendidikan kita hari ini. Sementara waktu, solusi paling konkret adalah memaksimalkan peran sekolah swasta yang sudah ada,” kata Fahrizal, Kamis, 22 Mei 2025. Menurutnya, saat ini solusi menambah jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) bukan lagi opsi. “Kalau kita paksakan tambah siswa di dalam satu kelas, risikonya adalah pelanggaran terhadap aturan sistem Dapodik. Dampaknya, siswa bisa tidak terdaftar secara sah. Itu kan berbahaya,” jelasnya. Ia menilai bahwa solusi jangka pendek semata tidak cukup. Pemerintah Kota Makassar harus segera merancang kebijakan jangka panjang berupa pembangunan unit sekolah baru yang berkualitas. Pasalnya, Pemkot tidak bisa terus mengandalkan tambal sulam solusi musiman. Diperlukan kebijakan jangka panjang yang menyasar akar persoalan. “Harus kita bangun sekolah-sekolah baru yang kualitasnya setara, atau bahkan lebih baik dari sekolah-sekolah negeri favorit yang sudah ada. Kita tidak bisa terus mengandalkan sistem darurat seperti ini setiap tahun,” ujarnya. Sayangnya, menurut Fahrizal, waktu yang tersisa untuk membangun ruang kelas atau sekolah baru menjelang tahun ajaran baru 2025 sudah tidak mencukupi. Karena itu, ia menyarankan agar Pemerintah Kota segera duduk bersama dengan asosiasi sekolah swasta guna mencari titik temu dan solusi bersama. “Kita akan duduk bersama dengan perkumpulan sekolah swasta. Mudah-mudahan dari sana bisa lahir kerja sama yang efektif, terutama dalam hal subsidi biaya, pemerataan kualitas, dan sistem seleksi yang adil,” tambahnya. Meski begitu, Fahrizal tidak mau solusi dari persoalan ini dilakukan dengan gegabah, perlu pembenahan serius terhadap sistem penerimaan murid baru. “Kita harus pastikan bahwa SPMB tahun ini bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jangan sampai ada praktik titipan atau permainan kuota yang akhirnya mengorbankan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan,” tegas Fahrizal. DPRD juga mendorong agar Pemkot tidak hanya fokus pada kuantitas bangunan fisik, tetapi juga mutu pendidikan dan pemerataan akses. Lebih lanjut, Komisi D DPRD Kota Makassar akan segera duduk bersama dengan pihak sekolah swasta dan para kepentingan untuk mencari solusi terbaik. “Ini nanti yang akan kita bahas bersama dengan perkumpulan sekolah swasta. Mudah-mudahan ada solusi terbaik yang bisa kita ambil,” pungkasnya. Dengan angka ribuan anak yang terancam tak tertampung di sekolah negeri, SPMB 2025 bukan hanya soal seleksi, tapi tentang hak dasar pendidikan yang belum terpenuhi. Kota Makassar kini dihadapkan pada ujian serius, berani membuat terobosan, atau kembali tenggelam dalam siklus masalah tahunan yang tak kunjung selesai. Sebelumnya, Ketua Panitia SPMB 2025, Sutardin, menyampaikan bahwa jumlah lulusan SD tahun ini mencapai 21.795 siswa. Rinciannya, sebanyak 16.584 berasal dari SD negeri dan 5.211 dari SD swasta. Sementara itu, daya tampung SMP negeri di Makassar hanya tersedia untuk 13.696 siswa, yang tersebar dalam 428 rombongan belajar (rombel), dengan kapasitas maksimal 32 siswa per kelas. “Dengan kondisi ini, sekitar 8.099 siswa harus mencari sekolah alternatif di luar SMP negeri,” ujar Sutardin, Rabu (21/05). Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan solusi dengan menggandeng sekolah swasta sebagai penampung tambahan. Sutardin menjelaskan, sekolah swasta memang diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam menyerap kelebihan lulusan dari SD. “Ini juga membuka peluang bagi sekolah swasta untuk berkontribusi lebih dalam proses pendidikan di Makassar,” tambahnya. Namun demikian, tidak semua orang tua menyambut baik opsi ini. Keterbatasan finansial menjadi kendala utama, mengingat biaya pendidikan di sekolah swasta relatif lebih tinggi dibandingkan sekolah negeri. Disdik Makassar menegaskan bahwa kuota di SMP negeri tidak bisa ditambah sembarangan karena akan berdampak pada kualitas pendidikan dan efektivitas proses belajar mengajar. Sutardin menekankan bahwa pemaksaan kapasitas hanya akan menimbulkan masalah baru, seperti minimnya sarana pendukung dan menurunnya kenyamanan belajar siswa.

Makassar, Nasional

Bahas Kemandirian Ekonomi di LK III HMI Badko Sulsel, Ketua Komisi II DPR RI: Enterpreneurship Sebagai Pondasi Ekonomi Pemimpin Masa Depan

ruminews.id, Makassar – Advance Training atau Latihan Kader (LK III) tingkat nasional yang diadakan oleh HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan berlokasi di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Kota Makassar, Kamis (22/5/20125) turut dihadiri oleh Ketua Komisi II DPR RI sekaligus Presidum MN KAHMI, Rifqinizamy Karsayuda sebagai narasumber. Dengan judul materi “Strategi Kewirausahaan Dalam Menjawab Tantangan Kemandirian Ekonomi”, Rifqinizamy Karsayuda menyampaikan terkait Kiat dan Strategi Kewirausahaan bagi pemuda hari ini dalam menjawab tantangan kemandirian ekonomi. Rifqinizamy Karsayuda yang akrab disapa Bang Rifqi, menjelaskan bahwa pondasi kemandirian ekonomi bangsa dimulai dari kemandirian ekonomi pemimpinnya. “Menuju Indonesia Emas 2045 haruslah direncanakan dan dipersiapkan dengan baik mulai hari ini. Pemuda hari ini memiliki peran penting terciptanya Indonesia Emas 2045 yang kita cita-cita kan bersama. Indonesia Emas yang mandiri dan berdaulat. Mandiri secara ekonomi dan bardaulat di sektor pangan dan energi.” ujar Rifqinizamy saat menyampaikan materinya. Rifqinizamy juga memaparkan strategi konkret dalam mencapai kemandirian ekonomi negara. “Salah satu faktor kemandirian ekonomi suatu bangsa adalah pengembangan kewirausahaan atau enterpreneurshipnya. Tentu ini harus mejadi bahan diskursus kita sebagai kader atau alumni HMI yang perlu diperhatikan dan diperjuangkan bersama. Sebagai sesama kader yang ditempa di HMI haruslah saling support satu sama lain terutama bagi kader-kader yang bergerak di bidang kewirausahaan”tambahnya. Lebih lanjut, Rifqinizamy juga memberikan kiat-kiat menjadi pemimpin dan menaruh harapan besar bagi seluruh peserta Advance Training (LK III) HMI Badko Sulsel mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan. “Salah satu hal yang menjadi pondasi dalam menjadi seorang pemimpin adalah dengan mandiri secara ekonomi, dan saya menyakini kader-kader HMI yang telah ditempa melalui berbagai proses yang ada, yang memang ditempa untuk menjadi pemimpin bangsa pastinya telah memiliki pondasi tersebut” pesannya menutup materinya.

Hukum, Nasional, Politik

KPK Periksa Pejabat Bank Indonesia Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR, Dalami Keterlibatan Komisi XI DPR

ruminews.id, Jakarta,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hari ini, penyidik KPK memeriksa Irwan, Deputi Direktur Departemen Hukum BI, sebagai saksi dalam kasus tersebut. (22/5) Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya KPK mengungkap dugaan penyalahgunaan dana CSR yang sebelumnya disebut mengalir melalui yayasan tertentu. Sebelumnya, KPK juga telah memanggil sejumlah pejabat BI lainnya, termasuk Erwin Haryono dan Hery Indratno. Dalam pemeriksaan sebelumnya, Satori—mantan anggota DPR—mengungkapkan bahwa seluruh rekan kerjanya di Komisi XI DPR RI turut menerima dana CSR BI yang ditampung melalui sebuah yayasan. KPK kini tengah mendalami pengakuan tersebut. “Itu yang kita sedang dalami di penerima yang lain, karena berdasarkan keterangan saudara S, teman-teman sudah catat ya, seluruhnya juga dapat ya kan, seluruh anggota Komisi XI terima CSR itu,” ujar Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu pada Selasa (21/1) lalu. Meskipun penyidikan telah berlangsung cukup lama, hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan bahwa proses hukum tetap berjalan secara independen dan profesional. Bank Indonesia, melalui pernyataan resminya, menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelidikan KPK dan siap memberikan data serta informasi yang dibutuhkan guna mengungkap kasus ini secara transparan.

Makassar

Hadir Sebagai Narasumber, Ketua Bawaslu RI : Kader HMI sebagai penyangga demokrasi

ruminews.id, Makassar – Advance Training atau Latihan Kader (LK III) tingkat nasional yang diadakan oleh HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan berlokasi di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Kota Makassar, Kamis (22/5/20125) turut dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Badja sebagai narasumber. Dengan judul materi “Mimpi Demokrasi Ideal : Jalan Panjang Indonesia Emas 2045”, Rachmat Badja mengupas lebih jauh terkait pendidikan politik bagi pemuda dan kontribusi nyata kader HMI dalam menjaga demokrasi bangsa. Rahmat Bagja, menjelaskan bahwa pemuda hari hari ini harus berperan aktif dalam dinamika politik bangsa sebagai penyangga demokrasi bangsa. “Pemuda hari ini sebagai aset bangsa yang dipersiapkan sebagai pemimpin masa depan demi memcapai Indonesia Emas 2045 haruslah berperan aktif dalam ruang-ruang demokrasi bangsa karena pemuda berfungsi sebagai penyangga demokrasi agar tetap sebagaimana mestiny,” ujar Rahmat Bagja saat menyampaikan materinya. Rahmat Bagja juga menegaskan pentingnya kader HMI sebagai peyangga demokrasi. “Kehadiran HMI dalam dinamika demokrasi bangsa hari ini tentunya menjadi warna tersendiri. Kader-kader HMI yang hari ini mengisi posisi-posisi strategis dalam perangkat penyelenggara mulai dari tingkat Nasional hingga kabupaten merupakan bentuk nyata dar konstribusi HMI dalam pembangunan demokrasi bangsa”tambahnya. Lebih jauh, Rahmat Bagja juga menitipkan harapan besar bagi seluruh peserta Advance Training (LK III) untuk berdampak nyata dalam menjaga demokrasi bangsa, di mana menurutnya lulusan LK III pastilah memiliki kualitas yang lebih dibanding yang lain. “Pasca training ini, alumni LK III haruslah menjadi center of point bagi seluruh kader HMI di seluruh Indonesia dalam menjaga demokrasi bangsa,” pesannya menutup materinya.

Scroll to Top