Author name: Admin01

DPRD Kota Makassar

H. Syaiful Dukung UMKM Lokal Tammua, Makassar dengan Pembelian Produk Kerajinan Tangan

ruminews.id – Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi NasDem, H. Syaiful, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kali ini, H. Syaiful memberikan dukungan langsung kepada salah satu pelaku UMKM di Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, dengan membeli produk kerajinan tangan yang dihasilkan oleh pengrajin setempat. Produk yang dibeli oleh H. Syaiful berupa bunga hias berwarna kuning berbahan dasar akrilik. Souvenir tersebut merupakan karya dari Aspar Akrilik, sebuah usaha kerajinan lokal yang dikelola oleh Rahmatia. H. Syaiful menyampaikan rasa apresiasinya terhadap produk tersebut, yang menurutnya sangat berkualitas dan unik. “Saya suka sekali dengan warnanya. Selain itu, ini adalah produk buatan UMKM lokal. Jadi, sudah menjadi kewajiban kita untuk mendukung produk-produk seperti ini agar mereka bisa terus berkembang,” ujar H. Syaiful saat menerima produk tersebut. Aspar Akrilik: Produk UMKM yang Terus Berinovasi Pemilik Aspar Akrilik, Rahmatia, mengungkapkan bahwa usahanya memproduksi berbagai jenis kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi. Produk-produk yang dihasilkan antara lain berupa gelang, vas bunga, dan souvenir pernikahan. Setiap produk yang dibuat di Aspar Akrilik menggunakan bahan dasar akrilik yang diolah dengan tangan, menjadikannya produk unik dan berkualitas tinggi. Rahmatia juga menjelaskan bahwa harga produk yang dijual bervariasi, mulai dari Rp30 ribu untuk item-item kecil seperti gelang hingga Rp700 ribu untuk produk yang lebih besar seperti vas bunga dan souvenir pernikahan. Produk-produk ini telah banyak dipesan oleh berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintahan. “Alhamdulillah, produk kami sudah banyak dipesan oleh pihak-pihak dari kalangan pemerintahan dan juga masyarakat umum. Kami selalu berusaha berinovasi agar produk yang kami hasilkan bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan tentunya bisa bersaing di pasar,” ujar Rahmatia dengan penuh semangat. Aspar Akrilik Bergabung dengan Dekranasda Sulsel Selain mendapatkan pesanan dari berbagai pihak, Rahmatia juga mengungkapkan bahwa Aspar Akrilik kini menjadi bagian dari jaringan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, hal ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan produk kerajinan tangan lokal ke tingkat yang lebih luas, baik secara regional maupun nasional. “Bergabung dengan Dekranasda Sulsel adalah langkah besar bagi kami. Melalui jaringan ini, produk kami bisa lebih dikenal luas. Kami juga mendapatkan banyak pelatihan dan pembinaan yang sangat bermanfaat untuk terus mengembangkan usaha ini,” tutur Rahmatia. Dukungan dari Dekranasda, lanjut Rahmatia, sangat penting bagi perkembangan UMKM seperti Aspar Akrilik. Selain itu, Rahmatia berharap agar semakin banyak pengrajin lokal yang mendapatkan kesempatan serupa untuk mengembangkan usaha mereka melalui wadah-wadah resmi yang ada. Dukungan dari H. Syaiful Dinilai Berarti Bagi Pelaku UMKM Lokal Dukungan langsung yang diberikan oleh H. Syaiful, menurut Rahmatia, sangat berarti bagi pelaku UMKM lokal seperti dirinya. Selain memberi semangat, langkah tersebut juga memberikan dorongan agar pengusaha lokal semakin bersemangat dalam memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk mereka. “Dukungan dari Bapak H. Syaiful sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya soal membeli produk, tapi juga menunjukkan bahwa pelaku UMKM lokal memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Dengan dukungan seperti ini, kami lebih termotivasi untuk terus berkarya dan berinovasi,” ungkap Rahmatia. Lebih jauh, Rahmatia berharap bahwa dukungan dari tokoh-tokoh seperti H. Syaiful dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk mengapresiasi dan membeli produk-produk lokal. Menurutnya, pembelian produk lokal bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi dalam memajukan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peran Strategis UMKM dalam Perekonomian Makassar Dukungan terhadap UMKM lokal sangat penting, mengingat peran sektor ini yang krusial dalam perekonomian Kota Makassar. UMKM merupakan salah satu motor penggerak ekonomi daerah, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mengurangi angka pengangguran. Oleh karena itu, kontribusi berbagai pihak, baik pemerintah maupun tokoh masyarakat, dalam memajukan UMKM sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan perkembangan sektor ini. H. Syaiful mengungkapkan bahwa dirinya akan terus memberikan dukungan kepada pelaku UMKM lokal untuk memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak. “UMKM adalah sektor yang sangat penting bagi perekonomian Makassar. Oleh karena itu, saya sebagai anggota DPRD Kota Makassar merasa berkewajiban untuk mendukung mereka. Saya berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berinovasi dan terus berkembang agar ekonomi kita semakin maju,” ujar H. Syaiful. Sebagai langkah nyata dalam mendukung UMKM, H. Syaiful juga mengajak masyarakat untuk membeli produk-produk lokal dan memperkenalkan produk-produk UMKM Makassar ke pasar yang lebih luas. Ia menekankan bahwa membeli produk lokal adalah salah satu cara untuk memajukan ekonomi daerah sekaligus mendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang. Peluang UMKM Makassar ke Depan Melihat semangat yang tinggi dari pelaku UMKM seperti Aspar Akrilik, ada harapan besar untuk masa depan sektor ini. Ke depannya, diharapkan akan semakin banyak produk kerajinan tangan dan karya-karya kreatif lainnya yang diproduksi oleh UMKM Makassar dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Hal ini tentu akan membawa dampak positif bagi perekonomian kota dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasar regional maupun nasional. Bagi Rahmatia dan banyak pengusaha lokal lainnya, dukungan dari tokoh seperti H. Syaiful memberikan keyakinan bahwa produk lokal bisa diterima dan diapresiasi oleh masyarakat luas. Dengan adanya dukungan tersebut, mereka berharap semakin banyak peluang dan kemudahan untuk berkembang, serta dapat berpartisipasi dalam acara-acara pameran yang dapat memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih besar. Kesimpulan Dukungan yang diberikan oleh H. Syaiful kepada pelaku UMKM seperti Aspar Akrilik menjadi contoh nyata kolaborasi antara sektor pemerintah dan masyarakat dalam memajukan perekonomian lokal. Ke depannya, diharapkan semakin banyak tokoh masyarakat, baik dari dunia politik, pemerintahan, maupun sektor swasta, yang berperan aktif dalam mendukung pelaku UMKM untuk menciptakan peluang baru, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

Serangan Israel-AS ke Negeri Persia Iran, PB HMI Meminta Kemenlu RI dan Komisi I DPR RI segera Evakuasi WNI

ruminews.id, – Situasional negara negara dunia terganggu dengan adanya gerakan sepihak yang dilakukan oleh Israel terhadap bukan hanya palestina, yaman, lebanon, dan kini mereka mengirimkan rudal ke negara Iran. Aspek kemanusiaan adalah hal yang utama menjadi titik sentral dalam peradaban kemanusiaan. Konflik Iran-Israel telah memasuki fase baru dengan eskalasi dramatis pada Juni 2025. Dari konflik proxy yang berlangsung selama dekade, situasi kini berkembang menjadi konfrontasi militer langsung dengan dampak regional yang signifikan. 13 Juni 2025: Operasi Rising Lion, Israel memulai Operasi Rising Lion – serangan udara besar-besaran. Target: Fasilitas nuklir Iran, pabrik rudal, situs militer, dan komandan di Tehran dan Natanz Sasaran Khusus: Komandan Garda Revolusi Hossein Salami. 14-18 Juni 2025: Eskalasi Berkelanjutan 14 Juni: Satelit menunjukkan kerusakan reaktor air berat Arak (155 mil barat daya Tehran) 18 Juni: IDF mengeluarkan peringatan evakuasi untuk penduduk Arak dan Khondab, Iran barat Korban Tewas (hingga 16 Juni): Iran: Minimal 224 orang. Israel: Minimal 24 orang. 19-20 Juni 2025: Diplomasi dan Ancaman 19 Juni: Presiden Donald Trump memberikan ultimatum 2 minggu untuk diplomasi sebelum memutuskan serangan ke Iran. 20 Juni, Pemimpin Tertinggi Iran menolak panggilan Amerika Serikat untuk menyerah dan memperingatkan keterlibatan militer AS akan menyebabkan “kerusakan yang tidak dapat diperbaiki”. Serangan Israel menargetkan fasilitas nuklir Iran, termasuk Natanz dan Arak Ultimatum Trump terkait program nuklir Iran berakhir sehari sebelum serangan Israel dimula. Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam sangat mengecam keras tindakan yang dilakukan Israel terhadap Iran, yang melakukan invasi sepihak oleh Israel, dan agresi yang terus berlanjut di gaza. Selain daripada itu Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan, mengecam keras tindakan Israel berikut tindakan campur tangan Amerika Serikat dengan ikut menyerang Iran, sehingga dampaknya sangat besar pada efektivitas kondisi dunia. Amerika Serikat tidak boleh mempengaruhi permasalahan antara Iran Dan Israel, harusnya Amerika Serikat menentang tindakan genosida yang dilakukan Israel. Tegas Ketum PB HMI Bagas Kurniawan Lanjut Muhammad Arsyi Jailolo, Kabid Hub Internasional PB HMI menegaskan walau ada gencatan senjata, Israel harus menyetop tindakan represifnya ke negara-negara, bukan hanya Iran, tetapi Palestina, Yaman, dan beberapa negara yang ia invasi. Amerika Serikat jangan hanya selalu menganggap dirinya sebagai Polisi Dunia, tetapi nyatanya selalu memihak kepada pihak yang tidak berperikemanusiaan, khususnya ke Israel, dan kami meminta Negara-Negara Dunia, khususnya Negara Islam dan negara antikololonialisme, untuk lakukan sanksi berat ke Israel, tidak ada lagi diplomasi. Bahkan Iran pun ikut menjadi korban, kami kader HMI akan selalu berada untuk Palestina, Iran, dan seluruh negara yang menjadi korban Israel. Tegas Arsyi Akan berdamkap pada Keseimbangan Kekuatan Regional, Transisi dari konflik proxy menjadi konfrontasi langsung mengubah dinamika Timur Tengah Ancaman eskalasi menjadi perang regional yang lebih luas, diantaranya : – Potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia setelah penutupan selat hormuz – Ketidakstabilan pasar minyak global – Potensi konflik regional yang melibatkan multiple proxy. PB HMI juga menegaskan kepada Kementrian Luar Negeri untuk mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di wilayaj konflik, PB HMI juga mengapresiasi langkah Komisi I DPR RI untuk selalu mengingatkan Pemerintah terhadap perlindungan nasib WNI, khususnya TKI dan Pelajar mahasiswa di luar negeri

Opini

Israel Diambang Kehancuran.

ruminews.id, – Israel sedang membayar mahal untuk perang yang mungkin tak bisa dimenangkannya dengan rudal. Sejak Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran pada pertengahan Juni 2025, mesin ekonomi Israel berubah menjadi mesin tempur. Setiap hari, negara ini menghabiskan antara $285 hingga $725 juta hanya untuk pertahanan udara dan serangan balasan. Jika dihitung per bulan, angkanya bisa menembus $12 miliar. Kondisi tsb bukan sekadar pembengkakan anggaran melainkan menjadi jalan cepat menuju jurang resesi. Dengan pengeluaran militer sebesar itu, defisit anggaran Israel terancam melonjak tak terkendali yang tentu saja berpengaruh pada sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur sipil. Dalam situasi seperti ini, stabilitas fiskal tak lagi bisa dijaga hanya dengan retorika keamanan nasional. Jika situasi ini terus berlangsung, Israel akan kehilangan dua hal yang paling penting bagi keberlanjutan sebuah negara, yakni kepercayaan rakyat dan kepercayaan pasar. Ketika negara menggantungkan eksistensinya pada konflik, maka kedamaian tidak lagi menjadi cita-cita, melainkan ancaman bagi industri yang sudah telanjur hidup dari peperangan. Itulah paradoks tragis yang sedang dijalani Israel; “semakin panjang umur perang, semakin pendek umur ekonominya”. Masa depan Israel, yang dulunya dibayangkan sebagai pusat kemajuan dan teknologi, kini mulai berubah arah menjadi negara berbiaya tinggi, berutang besar, dan tergantung pada perang sebagai mesin ekonomi. Dan sejarah selalu kejam pada negara yang menukar masa depannya demi ambisi jangka pendek. Sebab yang tak bisa dimenangkan dengan rudal, akan ditagih kembali lewat harga yang lebih mengerikan yaitu kehancuran dari dalam. Israel tidak sedang menuju cita-cita kejayaan tanah yang dijanjikan, melainkan sedang menuju kebangkrutan ekonomi, moral, dan sejarah. Alih-alih menjadi tanah yang dijanjikan, malah akan menjadi tanah yang ditinggalkan. [Erwin]

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dorong Pemilihan RT/RW Bebas Intervensi dan Politik Uang

ruminews.id – Makassar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menegaskan pentingnya pelaksanaan pemilihan Ketua RT dan RW secara demokratis, bebas dari intervensi pihak manapun. Pemilihan tersebut dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat di seluruh wilayah kota. Anggota DPRD Makassar, Udin Saputra Malik, menyampaikan bahwa pemilihan di tingkat akar rumput memiliki potensi menimbulkan konflik sosial jika tidak dilaksanakan secara terbuka dan adil. “Kita mendorong agar pemilihan RT/RW betul-betul demokratis. Jangan sampai ada intervensi kekuasaan, intervensi kelompok tertentu, apalagi praktik politik uang,” ujarnya, Senin (23/6/2025). Udin menekankan bahwa pelanggaran terhadap prinsip demokrasi dalam proses pemilihan RT/RW dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, terutama karena hubungan antarwarga yang bersifat emosional dan dekat secara sosial. Ia pun mendorong masyarakat untuk aktif dalam pengawasan jalannya pemilihan dan segera melaporkan jika menemukan pelanggaran. “Kalau ada pelanggaran dalam pelaksanaannya, silakan dilaporkan ke DPRD atau panitia pelaksana agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya. Lebih lanjut, Udin mengungkapkan bahwa DPRD Makassar telah memanggil sejumlah instansi terkait, seperti pihak kecamatan, kelurahan, Bagian Pemerintahan, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), dan Bagian Hukum untuk membahas regulasi teknis pemilihan RT/RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Saat ini, kata dia, draf Peraturan Wali Kota (Perwali) yang akan menjadi dasar hukum pemilihan RT/RW sedang dalam tahap sinkronisasi di Kementerian Hukum dan HAM. “Kita tunggu agar Perwali ini segera diberlakukan, supaya pelaksanaannya memiliki dasar hukum yang jelas,” jelasnya. Terkait keberadaan Penjabat (PJ) RT dan RW yang saat ini masih menjabat sementara, Udin menegaskan bahwa mereka seharusnya tidak ikut mencalonkan diri dalam pemilihan mendatang. Sebab, mereka kemungkinan akan terlibat dalam kepanitiaan, sehingga dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. “Menurut kami, itu fair. Panitia pelaksana harus netral dan tidak boleh menjadi peserta dalam pemilihan,” tegasnya. Udin berharap, dengan pengawasan yang ketat dan pelaksanaan yang transparan, proses pemilihan RT/RW di Kota Makassar dapat berjalan lancar serta menghasilkan pemimpin lingkungan yang benar-benar dipilih oleh warga secara demokratis.

DPRD Kota Makassar

Plt Sekretaris DPRD Makassar Dorong Penguatan Sinergi dan Komunikasi di Sekretariat DPRD

Ruminews.id – Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dan komunikasi antar jajaran di lingkungan Sekretariat DPRD. Hal ini disampaikan Andi Rahmat dalam upaya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta masyarakat secara keseluruhan. Saat ditemui pada Jumat (20/6/2025), Andi Rahmat menyatakan bahwa membangun hubungan kerja yang terbuka, akurat, dan saling percaya sangat diperlukan dalam menciptakan atmosfer kerja yang produktif. Ia mengungkapkan bahwa tidak hanya antarpegawai, tetapi komunikasi yang baik juga perlu terjalin dengan mitra media yang berperan penting dalam menyampaikan informasi publik. “Kami ingin seluruh jajaran Sekretariat DPRD bekerja secara maksimal, tanpa rasa ragu untuk menyampaikan kendala yang ada. Komunikasi yang terbuka dan efektif akan sangat membantu dalam memecahkan masalah dan mempercepat pencapaian tujuan kita bersama,” kata Andi Rahmat. Andi Rahmat mengungkapkan bahwa pengalamannya selama bertugas di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Makassar memberikan pelajaran berharga dalam hal pentingnya komunikasi lintas unit. Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk memperbaiki sistem kerja yang ada di Sekretariat DPRD. “Saya banyak belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana komunikasi antar bagian sangat penting untuk kelancaran tugas. Ini yang akan saya terapkan di Sekretariat DPRD. Kami ingin memastikan bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat, agar kinerja kami bisa lebih maksimal,” ujarnya. Andi Rahmat menambahkan, salah satu hal yang menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja Sekretariat DPRD adalah memperbaiki infrastruktur dan fasilitas yang ada. Menurutnya, penataan area parkir, kebersihan kantor, hingga perencanaan ulang Media Center DPRD menjadi langkah pertama yang akan segera direalisasikan. Sebagai langkah awal pembenahan, Andi Rahmat menyatakan bahwa pihaknya telah mulai berkoordinasi untuk memperbaiki beberapa fasilitas yang dianggap vital. Salah satunya adalah penataan Media Center DPRD yang diharapkan dapat difungsikan lebih optimal dalam waktu dekat. Media Center ini, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai pusat informasi yang menyajikan data dan informasi terkait kegiatan DPRD untuk masyarakat. “Kami sudah memulai koordinasi dengan berbagai pihak, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Media Center bisa difungsikan secara lebih optimal. Dengan adanya fasilitas yang memadai, informasi terkait kerja-kerja DPRD dapat disampaikan lebih cepat dan jelas,” ungkap Andi Rahmat. Ia juga menyoroti pentingnya memperbaiki area parkir dan kebersihan di sekitar kantor Sekretariat DPRD sebagai bagian dari usaha menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Menurutnya, fasilitas yang baik akan menciptakan suasana kerja yang kondusif, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan kinerja seluruh pegawai. Selain perbaikan fasilitas, Andi Rahmat juga menekankan pentingnya kekompakan dan kerja sama tim sebagai fondasi dalam menjalankan tugas-tugas di Sekretariat DPRD. Menurutnya, kolaborasi antar bagian sangat diperlukan untuk mewujudkan pelayanan legislatif yang berkualitas. “Kita semua harus saling menguatkan dan bekerja sama dengan baik. Sekretariat DPRD memiliki banyak tugas yang harus dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu, kekompakan dan komunikasi yang efektif antar bagian sangat diperlukan,” ujarnya. Lebih lanjut, Andi Rahmat menyatakan bahwa salah satu tujuan penguatan komunikasi dan sinergi di Sekretariat DPRD adalah untuk memastikan bahwa pelayanan terhadap anggota DPRD dan masyarakat berjalan dengan lancar. Ia berharap, dengan kerja sama yang solid, tugas-tugas yang ada dapat dilaksanakan dengan lebih efisien. Andi Rahmat juga menyoroti pentingnya peran media dalam membangun sinergi di Sekretariat DPRD. Menurutnya, media memiliki peran yang sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang jelas, berimbang, dan konstruktif kepada publik. Oleh karena itu, ia berharap komunikasi antara Sekretariat DPRD dan media dapat terjalin dengan baik. “Kami tidak hanya ingin memperkuat komunikasi di internal birokrasi, tetapi juga dengan media. Media adalah mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya kepada masyarakat. Kami berharap media dapat terus mendukung kami dalam menyampaikan informasi terkait kegiatan DPRD yang penting,” katanya. Andi Rahmat berharap agar hubungan yang baik antara Sekretariat DPRD dan media dapat terus terjalin, sehingga informasi yang sampai ke publik selalu jelas, tepat, dan tidak menimbulkan kebingungannya. Sebagai lembaga yang bekerja untuk kepentingan rakyat, DPRD harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan kegiatan legislatif dapat dipahami oleh masyarakat secara luas. Dalam penutupan, Andi Rahmat menyatakan harapannya agar sinergi yang dibangun di Sekretariat DPRD dapat terus terjaga dan berkembang ke arah yang lebih baik. Ia ingin seluruh jajaran, baik pegawai internal maupun mitra media, dapat bekerja sama dengan maksimal demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih baik. “Saya berharap agar komunikasi yang baik dan sinergi yang terjalin di Sekretariat DPRD dapat terus berkembang. Dengan kerja sama yang solid, kita dapat bekerja lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami akan terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kami, baik kepada anggota DPRD maupun masyarakat luas,” tuturnya. Sebagai penutup, Andi Rahmat mengajak seluruh pihak terkait untuk terus menjaga komunikasi yang terbuka dan saling mempercayai agar Sekretariat DPRD Kota Makassar dapat berfungsi dengan lebih optimal dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Siapkan Pusat Informasi Publik, Warga Bisa Sampaikan Aspirasi Secara Langsung Maupun Daring

ruminews.id – Makassar – Sekretariat DPRD Kota Makassar melalui Bagian Humas dan Protokol tengah menyiapkan inovasi layanan baru sebagai bagian dari aksi perubahan kelembagaan. Inovasi ini bertujuan untuk memperkuat peran DPRD sebagai lembaga yang terbuka terhadap informasi publik dan aspirasi masyarakat. Kepala Bagian Humas dan Protokol DPRD Makassar, Syahril, mengungkapkan bahwa pihaknya akan membentuk pusat informasi terpadu di lingkungan DPRD. Pusat ini dirancang sebagai kanal resmi untuk menampung dan menyalurkan informasi, keluhan, maupun aspirasi masyarakat. “Yang membedakan layanan ini dari sebelumnya, masyarakat nantinya bisa menyampaikan laporan atau aspirasi baik secara langsung maupun secara daring,” kata Syahril, Jumat (20/6/2025). Layanan tersebut juga memungkinkan masyarakat untuk memberikan masukan, menyampaikan pengaduan, hingga mengikuti jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara online jika dibutuhkan. “Masyarakat bisa datang langsung ke lokasi, atau mengakses layanan secara online. Kalau ada aspirasi penting, bisa langsung ditindaklanjuti hingga ke forum RDP,” jelasnya. Syahril menambahkan, kehadiran pusat informasi ini diharapkan memperkuat hubungan antara DPRD dan masyarakat secara transparan dan partisipatif. Langkah ini juga sekaligus mempertegas posisi DPRD sebagai parlemen rakyat yang responsif terhadap kebutuhan warganya.

DPRD Kota Makassar

Eric Horas Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Soroti Masalah Drainase dan Ketidakhadiran Lurah

ruminews.id – Makassar – Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas, menggelar reses perdananya dalam masa persidangan ketiga tahun sidang 2024–2025. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda pada Kamis (19/6/2025). Reses pertama dilaksanakan di Jalan Ali Malaka RT 01/RW 01, Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang. Selanjutnya, Eric melanjutkan kegiatan di titik kedua, tepatnya di Jalan Gunung Merapi, Lorong 57 Nomor 2, Kelurahan Lajangiru, Kecamatan Ujung Pandang. Dalam pertemuan bersama warga, politisi Partai Gerindra ini menerima sejumlah aspirasi, di antaranya keluhan terkait sistem drainase yang buruk di kawasan Jalan Somba Opu. Menurut warga, kondisi tersebut kerap mengakibatkan banjir saat hujan deras turun. “Saya minta pemerintah betul-betul memberi perhatian. Ini sudah menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras,” kata Eric dalam sambutannya. Selain persoalan drainase, warga juga mengeluhkan keberadaan pohon tua yang dinilai membahayakan karena rawan tumbang saat cuaca ekstrem. Mereka berharap pemerintah segera melakukan penebangan demi keselamatan lingkungan sekitar. Dalam kesempatan yang sama, Eric juga menyoroti absennya Lurah Lajangiru, Rita Kartika Mansyur, dalam kegiatan reses tersebut. Ia menilai, kehadiran lurah sangat penting dalam menyerap aspirasi warga secara langsung. “Sayangnya, lurah tidak hadir. Ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kegiatan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Kalau pun berhalangan, seharusnya ada perwakilan dari kelurahan yang hadir,” ujarnya. Eric menambahkan, pejabat publik seharusnya memiliki kemampuan manajerial yang baik. Jika tidak mampu menjalankan tugas secara maksimal, menurutnya, perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja yang bersangkutan. “Kalau tidak mampu mengatur dan hadir di tengah masyarakat, sebaiknya tidak menjabat,” tegasnya. Reses ini merupakan bagian dari agenda rutin anggota DPRD untuk menyerap langsung keluhan dan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing. Jika kamu ingin menyesuaikan gaya atau fokus tertentu—misalnya, lebih ke arah human interest atau lebih menekankan pada aspek kebijakan—silakan beri tahu, saya bisa bantu modifikasi lagi.

Hukum & Kriminal, Takalar

Didemo Soal Irigasi P3A-TGAI, Kejari Takalar : Tahapan Berlanjut, 42 Kelompok dan Pendamping Sudah Berikan Keterangan

ruminews.id, TAKALAR – Kelompok Mahasiswa dan Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Takalar Pencari Keadilan (AMTPK) menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar,(Rabu, 18 Juni 2025). Kelompok demonstran tiba di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Takalar sekitar pukul 13:00 WITA. Mereka membawa spanduk dan poster, yang berisi desakan untuk menegakkan supremasi hukum pada Dugaan Korupsi Irigasi P3A-TGAI di wilayah Kabupaten Takalar, massa aksi pun mendesak agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar tidak pandang bulu untuk memeriksa dan mengadili oknum-oknum yang berperan andil dalam pengaturan proyek pekerjaan puluhan irigasi P3A-TGAI yang diduga bermasalah. Ada empat orator yang tampil secara bergantian menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada lembaga penegak hukum tersebut. Takhifal Mursalin selaku koordinator aksi yang juga Koordinator Aliansi Masyarakat Takalar Pencari Keadilan (AMTPK), secara khusus menanyakan kelanjutan aduan dugaan korupsi P3A-TGAI di hadapan Kepala Seksi Intelijen dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, serta para demonstran aliansi. “Melalui aksi hari ini, kami hadir tidak lain tidak bukan untuk mempertanyakan kinerja penegak hukum atas aduan yang sebelumnya telah kami lengkapi (dokumen), baik dari segi telaah hukum dan dokumentasi fisik pekerjaan. Perlu kiranya ada jawaban dan keseriusan dari pihak Kejaksaan Takalar, bahwa praktik korupsi irigasi sangat merugikan masyarakat petani”, desak Takhifal Mursalin di hadapan Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar. TANGGAPAN KEJAKSAAN NEGERI TAKALAR Menanggapi pertanyaan serta pernyataan sikap demonstran aliansi AMTPK, Musdar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar mengatakan agar jawaban pihak kejaksaan jelas dan tepat, sebaiknya hal tersebut ditanggapi langsung oleh bagian Tindak Pidana Korupsi. “Mengenai pertanyaan saudara-saudara, agar lebih jelas dan tepat, ada bagusnya kalau disampaikan langsung oleh Jaksa Tindak Pidana Korupsi. Karena pasti teman-teman ingin tahu bagaimana perkembagannya (aduan dugaan korupsi) tersebut”, jawab Kasi Intelejen sambil mempersilakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Takalar untuk menanggapi. Tak lama berselang setelah Kasi Intelejen mengakhiri tanggapan atas tuntutan aliansi, Kasi Pidsus lanjut menjawab tuntutan tersebut. “Soal pertanyaan teman-teman mengenai aduan atas dugaan korupsi Irigasi P3A-TGAI ini, tentu tetap berproses, jika ditanyakan sampai dimana (tahapannya) kami telah memanggil 42 kelompok dan 2 pendamping, tentu upaya ini untuk kami dalami lebih lanjut”, ungkap Andi Dian Bausad Kasi Pidsus Kejari Takalar, disela salah seorang Jaksa Pidsus Kejari Takalar membacakan daftar nama kelompok yang telah diambil keterangannya. Menanggapi pertantaan Koordinator AMTPK yang menanyakan lebih lanjut mengenai modus setoran komitmen fee, pekerjaan irigasi tidak selesai, dan kelompok P3A-TGAI fiktif pada paket pekerjaan Irigasi tersebut, Kasi Pidsus menjelaskan, “Terkait dugaan adanya setoran komitmen fee dan pengerjaan irigasi yang tidak selesai, kami telah mendalami (kelompok-kelompok) itu yang (bertahap) telah kami mintai keterangan. Ada beberapa juga yang telah kami lakukan pengecekan langsung di lokasi. Untuk kelompok P3A-TGAI yang diduga fiktif, kami akan telusuri dengan melakukan pemanggilan atau kunjungan ke Balai (BBWS Pompengan), lanjut Kasi Pidsus Kejari Takalar. Saat ditanya oleh salah seorang demonstan mengenai kepastian Aduan Dugaan Korupsi P3A-TGAI yang diadukan oleh AMTPK, Andi Dian Bausad Kasi Pidsus Kejari Takalar lanjut menjawab, “Terkait Aduan (Dugaan Korupsi P3A-TGAI) ini, secepatnta, dan kami akan memaksimalkan tahapannya”, tutup Kasi Pidsus Kejari Takalar. Kejari Takalar menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan korupsi pada sejumlah proyek Irigasi Kelompok P3A-TGAI di kabupaten Takalar tersebut, ditengah genjotan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tentang Swasembada Pangan Pertanian.

Opini

Ayam Jantan Dari Timur, Perjuangan Sang Ksatria Somba Opu

ruminews.id – 355 Tahun lalu, seorang hamba Allah dan sang patriot kusuma bangsa, berpulang kepangkuan penciptanya. Ialah I Malombassi Daeng Mattawang Muhammad Baqir Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana Raja Ke-16 Kesultanan Gowa-Tallo (Kerajaan Makassar). Sultan Hasanuddin lahir pada 12 Januari 1631, di wilayah kerajaan Gowa Tallo. Ia adalah putra dari Raja Gowa ke 15, I Manuntungi Muhammad Said Daeng Mattola, Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid Tumenanga ri Papang Batunna dan ibunya bernama I Sabbe Lokmo Daeng Takontu. Sejak kecil I Mallombassi dididik agama Islam di Madrasah Bontoala, bagian dari Kota Makassar. Sejak kecil ia sering diajak ayahnya untuk menghadiri pertemuan penting, dengan harapan dia bisa menyerap ilmu diplomasi dan strategi perang. Beberapa kali dia dipercaya menjadi delegasi untuk mengirimkan pesan ke berbagai kerjaan. Saat memasuki usia 21 tahun, Hasanuddin diamanatkan jabatan urusan pertahanan Gowa. Ada dua versi sejarah yang menjelaskan kapan dia diangkat menjadi raja, yaitu saat berusia 24 tahun atau pada 1655 atau saat dia berusia 22 tahun atau pada 1653. Terlepas dari perbedaan tahun, Sultan Malikussaid telah berwasiat supaya kerajaannya diteruskan oleh Hasanuddin. VOC (Veneridge Ost Indiche Compagnie) merupakan perusahaan Dagang Hindia timur yang dimiliki Kerajaan Belanda. Pasca dibebaskannya Kota Konstantinopel oleh dinasti Turki Utsmani, negara-negara eropa memulai ekspansinya dengan berbekal peta perjalanan pelaut muslim yang telah mencapai benua amerika terlebih dahulu dan asia. 22 Juni 1596 pertama kali bangsa Belanda dengan dipimpin Cornelis De Houtman mendarat di pantai merak kesultanan Banten, VOC Belanda memperluas pengaruhnya yang awalnya hanya berdagang, namun pelan2 memonopoli perdagangan, membentuk Benteng di Kota Batavia dan melakukan pembantaian di Banda Neira Maluku. VOC berencana melancarkan ekspansinya ke Timur Indonesia dengan ingin menguasai rempah-rempah. Rempah-rempah adalah tanaman seperti pala, cengkeh, lada, dan merica. Tanaman yang menyihir fikiran bangsa eropa dalam melakukan penjajahan di negeri nusantara. Konflik VOC dengan Kesultanan Gowa Tallo telah dimulai sejak zaman Raja Gowa ke 14 Raja Gowa ke-14 adalah Sultan Alauddin I (I Manggorai Daeng Manrabbia), yang memerintah dari tahun 1593 hingga 1639. Dimana konflik ini pula dimulai saat utusan Gowa ada yang di sanra di kapal VOC, dan Sultan Alauddin menolak tegas kemauan monopoli perdagangan VOC di wilayah kesultanan Gowa Tallo, akibatnya perlawanan dilakukan oleh Kesultanan Gowa Tallo, dilanjutkan lagi oleh Raja Gowa ke-15 adalah Sultan Malikussaid. Ia naik takhta setelah ayahnya, Sultan Alauddin, wafat pada 1639 M. Nama asli Sultan Malikussaid adalah I. Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung. Bersama Mangkubuminya Karaeng Pattingalloang. Kisah Perjuangan Sultan Hasanuddin dimulai setelah beliau melanjutkan amanah ayahnya, menjadi Raja Gowa Tallo ke 16, Sultan Hasanuddin menjabat sebagai Raja Gowa di saat berusia 24 tahun (1655). Di Bawah kepemimpinannya Kerajaan Gowa mencapai puncak kejayaan. Bahkan saat itu Gowa dikenal sebagai negara maritim dan menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian timur. VOC menganggap itu adalah sebuah penghalang, sehingga konflik tidak terhindari, setelah VOC mulai memblokade jalur laut kerajaan Makassar. Sultan Hasanuddin tidak diam saja. Peperangan laut dan perlawanan segera terjadi. Ibu Kota Gowa-Tallo Benteng Somba Opu merupakan bandar niaga terbesar setelah jatuhnya Malaka di tangan Portugis. Sultan Hasanuddin memiliki Benteneg Pertahanann sebanyak 13 benteng untuk melindungi Ibukota Somba Opu, benteng ujung pandang, benteng galesong (pangkalan laut militer), benteng kale gowa, benteng anak gowa, benteng panakkukang, benteng tallo, benteng garassi, benteng sandrobone, benteng barombong, dimana rata2 benteng ini menghadap ke laut untuk mempertahakan ibu kota kerajaan Gowa Tallo. pada saat kepemimpinan Sultan Hasanuddin Kerajaan Gowa dikenal sebagai negara maritim dan menjadi pusat perdagangan di Indonesia bagian timur. VOC berusaha melakukan monopoli perdagangan atas Kerajaan Gowa. VOC kerap melarang orang Makassar berlayar dan berdagang rempah-rempah. Hal ini menimbulkan gangguan kebebasan perdagangan terhadap rakyat Gowa. Terkait hal ini, Sultan Hasanuddin melakukan perlawanan karena dia menentang keras mengenai hak monopoli yang hendak dijalankan oleh VOC. Belanda ingin memonopoli perdagangan di wilayah Makassar dengan cara yang licik dan membuat masyarakat sengsara. Kerajaan Gowa memiliki pendirian bahwa, Tuhan Yang Maha kuasa telah menciptakan bumi dan lautan. Bumi telah dibagikan di antara manusia, begitu pula lautan telah diberikan untuk umum, tidak pernah terdengar bahwa pelayaran di lautan dilarang bagi seseorang. Jika Belanda melarang hal itu, maka berarti Belanda seolah-olah mengambil nasi dari mulut orang lain. Dalam artian tuhan menciptakan bumi dan lautan untuk digunakan secara bersama oleh seluruh umat manusia, bukan hanya untuk VOC. Itulah sebabnya mengapa Kerajaan Gowa dengan keras menentang usaha monopoli VOC. Bersama Karaeng Bontomarannu, Karaeng Galesong, Karaeng Karunrung, Sultan Bima, Datu Luwu La Settiaraja, Arungmatoa Wajo La Tenri Lai dan beberapa seperjuangan sultan, mereka memimpin perlawanan yang di utus Gubernur Jenderal VOC dari Batavia adalah Laksamana Cornelis Janzoon Speelman dengan kekuatan 21 kapal armada. Sultan Hasanuddin dengan kekuatan armada laut dan meriam anak mangkasara, melakukan perang pertempuran di laut Banda, Laut Makassar, penyitaan 2 kapal Belanda De Leuwin dan De Walfish di Pulau Doang-doangang, dalam pertempuran Laut Banda salah satu perwira VOC tewas yaitu Van den Lubbers tepar pada 1664. VOC Belanda melakukan politik adudomba De Vidide De Impera, dengan mempengaruhi kerajaan kerajaan lokal untuk melawan kesultanan Gowa Tallo. Kerajaan Gowa pun kembali diserang oleh VOC Belanda beserta sekutunya secara bertubi-tubi, hingga akhirnya Kesultanan Gowa terdesak dan semakin melemah. Arung Palakka dan VOC mengajukan usul cease fire kepada Sultan Hasanuddin. Akibat peperangan yang berlarut-larut banyak korban dari pihak Gowa yang gugur, hal ini membuat Sultan Hasanuddin terpaksa menerima usulan tersebut. Maka pada 18 November 1667 Sultan Hasanuddin pun menandatangani perjanjian tersebut, demi nasib rakyat Kerajaan Gowa yang semakin menyedihkan. Melanjutkan peperangan dalam kondisi yang melemah maka dapat mendatangkan kehancuran yang lebih besar bagi rakyat Gowa. Atas hal tersebut Sultan Hasanudin merasa lebih bijaksana untuk mengadakan perdamaian dengan Belanda, perdamaian ini dinamakan ‘Perjanjian Bongaya’. Akan tetapi ini bukan akhir perjuangan Sultan Hasanuddin, meski telah menandatangani perjanjian perdamaian tersebut, Karaeng Karunrung yang sangat membenci VOC terus mendesak Sultan Hasanuddin meneruskan peperangan dengan Belanda. Pada 12 April 1668 peperangan kembali pecah, Sultan Hasanuddin memimpin Gowa dan Speelman memimpin pasukan VOC. Pertempuran ini jauh lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya. Sultan Hasanuddin menggunakan peluru beracun, sehingga pasukan VOC mengalami luka-luka. Speelman yang dianggap gagah berani merasa cemas dan jengkel, dia kemudian meminta kepada pimpinan VOC di Batavia untuk mengirimkan bantuan yang cukup untuk

DPRD Kota Makassar

Ketua DPRD Makassar Hadiri Rapat Forkopimda Bahas Program Kodim 1408/Mks

ruminews.id – Makassar – Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, menghadiri rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Markas Kodim 1408/Mks, Selasa (17/6/2025). Rapat ini membahas program kerja dan anggaran Kodim Tahun Anggaran 2025, khususnya terkait pembinaan personel. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WITA tersebut juga menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 tentang penguatan forum koordinasi pimpinan di daerah. Selain itu, turut dibahas masukan strategis dari komando dan staf Kodim guna mendukung kelancaran tugas teritorial. Dalam kesempatan itu, Supratman menegaskan pentingnya sinergi antarunsur Forkopimda. “Forum seperti ini sangat penting agar seluruh elemen pemerintahan dan keamanan bisa satu suara dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Kota Makassar,” ujarnya. Ia juga menekankan peran vital TNI dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi pertumbuhan kota. “Kodim memiliki tanggung jawab besar dalam penguatan pertahanan wilayah. DPRD siap mendukung program-program yang berorientasi pada ketahanan dan keamanan,” tambahnya. Dalam paparan Kodim 1408/Mks, disampaikan evaluasi program berjalan serta rencana pengembangan kapasitas personel. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sinergi lintas sektoral dalam pelaksanaan tugas kewilayahan. Peningkatan kualitas personel TNI dinilai krusial menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, termasuk penanganan bencana dan pemberdayaan masyarakat. Rencana pengembangan mencakup pelatihan serta peningkatan kapabilitas agar personel lebih efektif dan profesional di lapangan. Rapat ditutup dengan komitmen bersama antar pimpinan Forkopimda untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi. Langkah ini diharapkan mampu menghadapi dinamika sosial serta mendukung pembangunan di Kota Makassar.

Scroll to Top