4 November 2026

Daerah, Ekonomi, Hukum & Kriminal, Makassar, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Politik

Demo di Kantor PDAM Palopo Ricuh, Empat Mahasiswa Luka-luka

Ruminews, PALOPO — Demonstrasi Aliansi Gerakan Mahasiswa di kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Selasa, 3 November 2026, berakhir ricuh. Empat mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka setelah bentrokan terjadi antara massa aksi dan sejumlah orang di lingkungan kantor PDAM. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa dalam demonstrasi sehari sebelumnya, Senin, 2 November 2026. Insiden sebelumnya dilaporkan menyebabkan sepuluh mahasiswa mengalami luka-luka. Fadel selaku Jendral Lapangan, mengatakan demonstrasi hari kedua digelar sebagai respons atas tindakan represif yang diduga dialami mahasiswa pada aksi sebelumnya. Massa berharap pihak Perumda Tirta Mangkaluku memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang telah disampaikan. Namun, harapan tersebut tidak kunjung terpenuhi. Menurut Fadel, situasi kembali memanas ketika massa berusaha memasuki area kantor untuk menemui direktur perusahaan daerah tersebut. “Alih-alih mendapatkan respons positif dari pihak PDAM Kota Palopo, massa aksi justru kembali mendapatkan tindakan represif,” kata Fadel saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa. Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai mulai memanas setelah permintaan massa untuk bertemu dengan Direktur Perumda Tirta Mangkaluku tidak kunjung dipenuhi. Berdasarkan rekaman video yang beredar, sejumlah mahasiswa terlihat berusaha memasuki area kantor dengan mendorong pagar secara bersamaan. Pada saat yang sama, beberapa orang tampak melemparkan benda ke arah massa aksi. Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang juga terlihat membawa benda menyerupai kayu dan besi. Massa aksi menduga mereka merupakan pegawai PDAM dan pihak luar yang terlibat dalam kericuhan. Namun, identitas serta keterlibatan orang-orang tersebut belum terkonfirmasi. Seorang mahasiswa juga menyebut adanya orang yang membawa senjata tajam berupa parang saat bentrokan berlangsung. Dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Akibat kericuhan itu, empat mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Palemmai. Keempatnya adalah Ahmad Fadhil, Ahmad Fikri Ramadhan, Alif Tanggelona, dan Elsa. Setelah kericuhan di kantor PDAM, massa aksi kemudian bergerak menuju Polres Palopo untuk melanjutkan demonstrasi. Mereka mendesak kepolisian segera menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap mahasiswa. Dalam aksi tersebut, Aliansi Gerakan Mahasiswa menyampaikan dua tuntutan. Pertama, mendesak pencopotan Direktur Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo. Kedua, mendesak Polres Palopo menangkap dan memproses hukum pihak-pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap mahasiswa. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Perumda Tirta Mangkaluku maupun Polres Palopo mengenai kronologi bentrokan, dugaan keterlibatan pihak-pihak yang berada di lingkungan kantor PDAM.

Daerah, Hukum & Kriminal, Makassar, Nasional, Pemerintahan, Pemuda, Pendidikan, Politik

Lima Orang Ditahan dalam Kasus Penganiayaan Mahasiswa di PDAM Palopo, Tujuh Korban Jalani Pemeriksaan

ruminews.id, PALOPO — Polres Palopo menahan lima orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan mahasiswa saat demonstrasi di kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Senin, 2 November 2026. Kelima orang tersebut menyerahkan diri ke Markas Polres Palopo pada Selasa sore, 3 November 2026. Penahanan itu disampaikan Kapolres Palopo, AKBP Arvin Hariyadi, S.I.K., M.H., ketika menemui massa aksi yang mendatangi Mapolres Palopo untuk mengawal proses hukum kasus tersebut. Di hadapan demonstran, Arvin memastikan bahwa lima orang yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan telah diamankan. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Palopo. “Untuk aksi pemukulan kemarin, lima orang pelaku sudah ditangkap setelah menyerahkan diri sore tadi. Saat ini mereka sedang diperiksa di Polres,” kata Arvin. Selain memeriksa para terduga pelaku, polisi juga telah memanggil tujuh korban yang sebelumnya melaporkan dugaan penganiayaan tersebut. Pemeriksaan terhadap para korban dilakukan melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sejak Senin, 2 November 2026. Untuk memperkuat proses penyidikan, ketujuh korban juga telah menjalani visum et repertum. Pada Selasa sore, mereka dipertemukan langsung dengan lima terduga pelaku di Mapolres Palopo. Pertemuan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan sekaligus mencocokkan kesaksian korban dengan pihak yang sedang diperiksa. “Para korban sudah diambil visumnya dan sore ini dipertemukan langsung dengan para pelaku di Mapolres,” ujar Arvin. Sejumlah aktivis yang mendampingi korban di Mapolres Palopo turut membenarkan bahwa proses penanganan hukum sedang berjalan. Mereka mengawal para korban selama proses pemeriksaan berlangsung. Di sisi lain, kasus penganiayaan dalam demonstrasi pada 2 November bukan satu-satunya persoalan yang muncul. Korban dalam demonstrasi lanjutan di kantor PDAM pada Selasa, 3 November 2026, juga berencana melaporkan dugaan kekerasan yang mereka alami kepada pihak kepolisian. Hingga Selasa sore, proses pemeriksaan terhadap lima terduga pelaku dan para korban masih berlangsung. Penanganan teknis perkara selanjutnya berada di bawah kewenangan penyidik Satreskrim Polres Palopo.

Scroll to Top