Ruminews, PALOPO — Demonstrasi Aliansi Gerakan Mahasiswa di kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku Kota Palopo, Selasa, 3 November 2026, berakhir ricuh. Empat mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka setelah bentrokan terjadi antara massa aksi dan sejumlah orang di lingkungan kantor PDAM.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa dalam demonstrasi sehari sebelumnya, Senin, 2 November 2026. Insiden sebelumnya dilaporkan menyebabkan sepuluh mahasiswa mengalami luka-luka.
Fadel selaku Jendral Lapangan, mengatakan demonstrasi hari kedua digelar sebagai respons atas tindakan represif yang diduga dialami mahasiswa pada aksi sebelumnya. Massa berharap pihak Perumda Tirta Mangkaluku memberikan tanggapan terhadap tuntutan yang telah disampaikan. Namun, harapan tersebut tidak kunjung terpenuhi.
Menurut Fadel, situasi kembali memanas ketika massa berusaha memasuki area kantor untuk menemui direktur perusahaan daerah tersebut.
“Alih-alih mendapatkan respons positif dari pihak PDAM Kota Palopo, massa aksi justru kembali mendapatkan tindakan represif,” kata Fadel saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa.
Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai mulai memanas setelah permintaan massa untuk bertemu dengan Direktur Perumda Tirta Mangkaluku tidak kunjung dipenuhi.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, sejumlah mahasiswa terlihat berusaha memasuki area kantor dengan mendorong pagar secara bersamaan. Pada saat yang sama, beberapa orang tampak melemparkan benda ke arah massa aksi.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang juga terlihat membawa benda menyerupai kayu dan besi. Massa aksi menduga mereka merupakan pegawai PDAM dan pihak luar yang terlibat dalam kericuhan. Namun, identitas serta keterlibatan orang-orang tersebut belum terkonfirmasi.
Seorang mahasiswa juga menyebut adanya orang yang membawa senjata tajam berupa parang saat bentrokan berlangsung. Dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Akibat kericuhan itu, empat mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Palemmai. Keempatnya adalah Ahmad Fadhil, Ahmad Fikri Ramadhan, Alif Tanggelona, dan Elsa.
Setelah kericuhan di kantor PDAM, massa aksi kemudian bergerak menuju Polres Palopo untuk melanjutkan demonstrasi. Mereka mendesak kepolisian segera menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindakan kekerasan terhadap mahasiswa.
Dalam aksi tersebut, Aliansi Gerakan Mahasiswa menyampaikan dua tuntutan. Pertama, mendesak pencopotan Direktur Perumda Tirta Mangkaluku Kota Palopo. Kedua, mendesak Polres Palopo menangkap dan memproses hukum pihak-pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap mahasiswa.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Perumda Tirta Mangkaluku maupun Polres Palopo mengenai kronologi bentrokan, dugaan keterlibatan pihak-pihak yang berada di lingkungan kantor PDAM.



