Pemerintah Kota Makassar

Pemerintah Kota Makassar

Appi Bakar Semangat Pemuda di HSP 2025: Kita Tak Lagi Angkat Bambu Runcing, Tapi Angkat Ilmu

ruminews.id – MAKASSAR – Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-97 tingkat Kota Makassar, berlangsung khidmat dan sarat makna, di halaman Balai Kota Makassar, Selasa (28/10/2025). Di tengah semangat kebangsaan yang berkobar, upacara ini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan tekad persatuan sebagaimana diikrarkan para pemuda pada tahun 1928. Upacara yang dipimpin Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga menyerukan komitmen bersama untuk melanjutkan estafet perjuangan bangsa melalui aksi nyata generasi muda. Tema Peringatan HSP tahun 2025 adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, yang mencerminkan semangat kolaborasi lintas generasi dalam memperkokoh persatuan nasional. Hadir mendampingi wali kota, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, Sekda Kota Makassar, para Kepala SKPD, camat, lurah, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan siswa di Makassar. Dalam amanatnya, Munafri Arifuddin membacakan pidato seragam Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan Indonesia di era yang semakin kompetitif dan penuh tantangan. “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Tema ini mengandung pesan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa. Persatuan adalah kekuatan utama kita,” ujar Munafri. Ia mengajak generasi muda Makassar untuk meneladani semangat pemuda 1928 yang mempelopori lahirnya Sumpah Pemuda dengan keberanian, ketulusan, dan komitmen kuat kepada tanah air. ” Hari ini kita berdiri di bawah langit merah putih, langit yang sama yang dulu menaungi para pemuda 1928,” kutipan Appi penuh semangat. “Mereka Pemuda dulu tidak banyak bicara, mereka berani, mereka bersumpah, dan menepatinya dengan darah dan nyawa,” tambah orang nomor satu Makassar itu, dengan lantang di hadapan peserta upacara. Lebih lanjut, Munafri menegaskan, tantangan bangsa saat ini tidak lagi berupa peperangan fisik, tetapi kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan integritas sumber daya manusia. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama. Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah,” tegasnya. Sebagai Wali Kota, membacakan teks tersebut, Appi juga menyinggung perkembangan zaman yang bergerak cepat dan penuh dinamika global. Namun Appi menyatakan optimis bahwa masih banyak pemuda Indonesia yang memiliki semangat patriotik. “Di setiap kampung, di setiap kota, masih ada anak muda Indonesia yang jujur, tangguh, dan berani. Itulah kekuatan bangsa kita,” tuturnya. “Kita butuh pemuda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, beretika, dan memiliki kepedulian sosial,” lanjutnya. Mantan Bos PSM itu menyampaikan pesan inspiratif yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Seperti yang selalu ditekankan Presiden, jangan takut bermimpi besar dan jangan takut gagal. “Karena Pemuda bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” katanya. Dengan penuh semangat, Munafri kemudian mengajak seluruh peserta upacara memperkukuh persatuan Indonesia melalui aksi nyata. “Mari kita jaga api perjuangan ini. Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar. Demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. Salam Pemuda,” pungkasnya. Upacara didilakukan dengan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda, pembacaan teks UUD 1945, pengibaran bendera Merah Putih, diakhiri foto bersama.

Pemerintah Kota Makassar

Kominfo Makassar Gelar Bimtek Satu Data untuk Tingkatkan Akurasi Statistik Sektoral

ruminews.id – Makassar,- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Statistik Sektoral sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia. Berlangsung di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (27/10/2025). Mengusung tema “Optimalisasi Pengisian Metadata untuk Penyelenggaraan Statistik Sektoral yang Akurat, Efektif & Terpadu”, acara ini diikuti perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku produsen data. Kepala Bidang Pengelolaan Data Elektronik dan Statistik, Dinas Kominfo Makassar, Suhendra, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya kualitas data dalam penyusunan kebijakan. “Data yang bernilai bukan hanya sekadar angka di atas kertas. Nilai sejati data terletak pada bagaimana ia dikelola, didokumentasikan, dan dimaknai secara benar untuk mendukung kebijakan yang tepat,” ujarnya. Menurutnya, pengelolaan data yang profesional akan memperkuat fondasi kebijakan berbasis bukti. Suhendra menegaskan, penerapan prinsip Satu Data Indonesia menjadi langkah penting mewujudkan tata kelola data yang efektif dan terpadu. Melalui kegiatan ini, Dinas Kominfo berharap kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di Makassar semakin meningkat. “Kami ingin memastikan setiap data yang dihasilkan OPD memiliki nilai, akurasi, dan manfaat bagi pembangunan kota,” tutup Suhendra. Diketahui, kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pengisian metadata statistik sektoral Kota Makassar. Metadata tersebut akan menjadi dasar penyusunan Buku Metadata Statistik Sektoral Tahun 2025. Selain itu, juga untuk memenuhi indikator kinerja kunci (IKK) Pemerintah Kota Makassar. Terutama pada aspek ketersediaan metadata statistik sektoral dan penerapan prinsip Satu Data Indonesia. Dua narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dihadirkan untuk memperkuat pemahaman peserta. Mereka adalah Wiena Hardian Pratama dan Daris Azhar. Wiena menjelaskan pentingnya keseragaman standar metadata antarinstansi. Menurutnya, metadata yang lengkap akan memastikan data lebih mudah dibaca, diverifikasi, dan diintegrasikan. Sementara itu, Daris Azhar menekankan peran koordinasi antar-OPD dalam menjaga konsistensi data sektoral. “Sinergi menjadi kunci agar data dari berbagai sektor dapat dipadukan secara efektif,” ujarnya. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi terkait metadata. Mereka juga mendapat arahan langsung terkait teknis penyusunan format metadata sektoral.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Rekonstruksi NDP sebagai Jalan Pembaruan Pemikiran dan Gerakan HMI

ruminews.id, Makassar — Dalam suasana yang tenang dan penuh keakraban, ruang pertemuan Hotel LaMacca sore itu menjadi saksi lahirnya percakapan intelektual yang bernas dan menggugah kesadaran. Para peserta Intermediate Training (LK2) Tingkat Nasional HMI Cabang Makassar Timur tampak menyimak dengan saksama ketika Tubagus Damanhuri, S.Hum., M.Phil., tampil membawakan materi bertajuk “Rekonstruksi NDP: Sebuah Jalan Menuju Pembaharuan Pemikiran dan Gerakan HMI.” Dengan gaya tutur yang tenang namun berwawasan luas, Tubagus Damanhuri mengajak peserta untuk kembali menelusuri akar ideologis Himpunan Mahasiswa Islam melalui Nilai Dasar Perjuangan (NDP) bukan sebagai teks yang beku, tetapi sebagai ruh yang harus terus hidup dan berkembang mengikuti dinamika zaman. Ia menekankan bahwa rekonstruksi NDP bukan berarti menanggalkan nilai-nilai dasar Islam, melainkan meneguhkannya dalam konteks modern yang lebih relevan dan aplikatif. “NDP adalah fondasi ideologis yang lahir dari kesadaran sejarah dan tanggung jawab intelektual,” ungkapnya. “Namun setiap generasi memiliki tugasnya sendiri: bukan hanya menghafal, tapi juga menafsirkan ulang, agar perjuangan HMI tetap berdenyut di tengah perubahan sosial dan global yang terus bergerak.” Forum berjalan tertib, tenteram, dan penuh keakraban. Para peserta duduk melingkar dalam suasana hangat, menyimak setiap kalimat pemateri dengan pandangan serius namun bersahabat. Diskusi pun mengalir dengan dinamis penuh semangat dialog, tetapi tetap menjaga etika keilmuan dan persaudaraan. Sesekali tawa kecil pecah di sela penjelasan, menandakan bahwa forum ini tak hanya mengasah intelektual, tetapi juga membangun kedekatan emosional antarkader. Dalam paparannya, Tubagus Damanhuri juga menyoroti pentingnya pembaruan pemikiran dan gerakan HMI sebagai bagian dari proses panjang menuju kematangan ideologis. Ia mengingatkan bahwa HMI lahir bukan sekadar untuk melahirkan aktivis, melainkan manusia pembaharu mereka yang berpikir dengan akal Islam, berjuang dengan semangat keadilan, dan berkarya dengan tanggung jawab sosial. “Gerakan HMI yang sejati adalah gerakan yang sadar akan nilai dan realitas. Pembaruan pemikiran harus berjalan seiring dengan pembaruan praksis, agar NDP tetap menjadi kompas dalam setiap langkah perjuangan kader,” tegasnya. Ketika sesi berakhir, tepuk tangan bergema lembut bukan hanya sebagai tanda apresiasi, tapi juga penghormatan terhadap gagasan yang menyentuh nurani. Beberapa peserta masih tampak berdiskusi santai dengan pemateri, menandakan betapa forum tersebut bukan sekadar ruang belajar, melainkan ruang perjumpaan gagasan dan kesadaran. Malam itu, Intermediate Training LK2 HMI Cabang Makassar Timur kembali mempertegas misinya: menumbuhkan kader yang berpikir tajam, berjiwa kritis, namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam. Melalui materi “Rekonstruksi NDP: Sebuah Jalan Menuju Pembaharuan Pemikiran dan Gerakan HMI,” semangat pembaruan itu kembali menyala meneguhkan bahwa HMI akan terus hidup selama kadernya berani berpikir, beriman, dan berjuang dengan penuh kesadaran.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Umat Buddha Dukung Program Pengelolaan Sampah Munafri-Aliyah Lewat Program 1000 Pipa Biopori

ruminews.id, MAKASSAR,— Dukungan masyarakat terhadap program lingkungan Pemerintah Kota Makassar dibawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, terus menguat. Hal itu tampak saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Makassar yang juga Ketua Dewan Lingkungan Hidup Makassar, Melinda Aksa meluncurkan Gerakan Bioberkah (Biopori Mengubah Sampah Jadi Berkah) yang digagas Permabudhi Kota Makassar di Vihara Vimalakirti, Minggu (26/10/2025). Gerakan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas keagamaan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Munafri menyampaikan apresiasi tinggi kepada umat Buddha di Makassar yang ikut mendukung gerakan lingkungan hidup melalui penerapan biopori dan pengolahan sampah organik. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Makassar yang menempatkan pengelolaan sampah dari sumbernya yaitu rumah tangga sebagai program prioritas. “Saya senang melihat masyarakat bergerak sendiri, seperti yang dilakukan oleh Permabudhi hari ini. Artinya, kesadaran mulai tumbuh. Pemerintah bisa membuat aturan, tapi perubahan hanya terjadi kalau masyarakat mau ikut bergerak,” ujarnya. Munafri menjelaskan, Pemerintah Kota saat ini tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di setiap RT/RW. Dalam sistem ini, tidak hanya biopori, warga didorong untuk memiliki, teba, dan eco-enzyme di lingkungan masing-masing. Sehingga, dengan dukungan masyarakat, tanggung jawab Ketua RT/RW ke depan tak hanya soal administrasi warga, tetapi juga memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan di wilayahnya. “Setiap RT nanti harus punya sistem pengelolaan sampahnya sendiri. Harus ada biopori, TEBA, dan pemisahan sampah rumah tangga. Ini harga mati. Karena dari situlah keseimbangan lingkungan dimulai,” tegasnya. Munafri juga menguraikan arah besar program lingkungan Makassar menuju kota zero waste pada tahun 2027. Ia menargetkan akan lahir ribuan rumah tangga mandiri sampah, di mana masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada TPA Antang, melainkan mengelola sampahnya sendiri menjadi produk bermanfaat seperti pupuk organik, maggot, atau cairan eco-enzyme. “Kami ingin memberi penghargaan untuk rumah tangga zero waste. Bukan lagi sekadar gerakan komunitas, tapi gaya hidup baru warga Makassar. Kalau ini jalan, beban TPA bisa berkurang drastis dan kota kita akan semakin bersih,” jelasnya. Selain berfungsi mengurai sampah, lanjut Munafri, sistem biopori juga berperan besar mencegah banjir dengan mempercepat resapan air ke tanah. Sementara itu, hasil olahan sampah seperti pupuk dan eco-enzyme dapat digunakan untuk urban farming, yang tengah dikembangkan pemerintah di dua lokasi percontohan. “Kita ingin menunjukkan bahwa bertani tidak harus di desa. Kota juga bisa. Dari sisa dapur bisa jadi pupuk, dari biopori bisa menumbuhkan tanaman, dari maggot bisa jadi pakan ikan dan ayam. Semua punya nilai ekonomi,” ujar Munafri. Lebih jauh, Ia menyampaikan keberhasilan Pemkot Makassar yang tidak termasuk dalam 336 daerah darurat sampah nasional berdasarkan keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia menyebut capaian ini sebagai bukti nyata hasil intervensi Pemkot bersama masyarakat dalam menangani persoalan sampah secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua Permabudhi Kota Makassar, Suzanna, menyampaikan bahwa gerakan Bioberkah menjadi bentuk sukacita dukungan umat Buddha terhadap program pemerintah. Sebanyak 1.000 pipa biopori akan dibagikan kepada umat Buddha di seluruh vihara di Makassar, dengan 120 pipa pertama diserahkan secara simbolis pada kegiatan tersebut. “Kami ingin berkontribusi untuk Makassar yang lebih bersih. Mungkin kelihatannya sederhana, tapi ini langkah spiritual untuk belajar ‘lebih repot’ demi masa depan yang lebih baik. Gerakan ini juga menjadi cara kami menyatukan berbagai aliran umat Buddha melalui semangat peduli lingkungan,” jelas Suzanna. Ia menambahkan, apa yang dilakukan umat Buddha hari ini merupakan bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap kebijakan Pemkot Makassar. Gerakan Bioberkah diharapkan menjadi bagian dari rantai perubahan besar menuju kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga mandiri dan lestari.(*)

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Paparkan 7 Program Unggulan di Hadapan Aktivis HMI

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan berbagai inovasi dan program pembangunan strategis yang saat ini dijalankan Pemerintah Kota Makassar. Paparan tersebut disampaikan orang nomor satu kota Makassar ini, saat menjadi narasumber Stadium General bertema “Creative Hub pada Kelas Progresif” yang digelar oleh HMI Cabang Makassar di Hotel Asyira Makassar, Minggu (26/10/2025). Dalam forum ilmiah tersebut, Munafri didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem. Acara ini dihadiri pengurus HMI, kader, akademisi, dan pegiat muda dari berbagai kampus di Kota Makassar. Mengawali pemaparannya, Munafri mengatakan pemerintahan yang ia pimpin berjalan dengan prinsip kolaborasi dan keberpihakan kepada masyarakat. Dia menegaskan bahwa kondisi Kota Makassar saat ini membutuhkan kerja bersama untuk menghadirkan pelayanan publik yang efektif. “Kurang lebih delapan bulan kami dilantik, kami melihat bahwa kondisi Kota Makassar belum ideal, tetapi juga tidak bisa dikatakan tidak maksimal,” kata Appi mengawali paparan materi. “Ada persoalan yang harus diselesaikan, tetapi juga ada prestasi yang harus terus dijaga. Ujungnya satu: pelayanan pemerintah harus sampai ke rakyat dan tepat sasaran,” lanjut politisi Golkar itu. Mantan Bos PSM itu mengurai, dinamika tantangan perkotaan, mulai dari tingginya arus urbanisasi, pertumbuhan penduduk, hingga persoalan pemerataan pembangunan. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan tujuh program unggulan yang saat ini berjalan secara bertahap. Pertama, Penyambungan Jaringan PDAM. Dimana fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga akan air bersih. “PDAM dibenahi agar profesional dan tidak merugikan pelayanan publik,” tuturnya. Kedua, jaminan pelindungan Pekerja Rentan. Pemkot bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Sebanyak 81.000 pekerja rentan telah mendapat jaminan kerja dan jaminan kematian, dan tahun ini ditambah jaminan hari tua. Ketiga, Seragam Sekolah Gratis. Ini diberikan kepada siswa baru untuk meringankan beban ekonomi keluarga. “Kebijakan fokus pada pengurangan beban rumah tangga alih-alih bantuan tunai,” jelas Appi. Keempat kata dia, pengembangan kawasan ekonomi baru berbasis olahraga disebut Stadion Untia. Ini tahap perkampungan syarat-sayat untuk dilakukan pembangunan, dimana pembangunan stadion dijadikan trigger pertumbuhan ekonomi wilayah. “Stadion diposisikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, bukan sekadar sarana olahraga,” ungkapnya. Kelima, reformasi sistem pengelolaan Sampah. Mengurangi sampah yang masuk ke TPA Tamangapa yang kini menampung 1.000 ton per hari. Mengembangkan pengolahan sampah terintegrasi, bank sampah, dan urban farming. Sampah ditukar dengan beras atau minyak melalui kerja sama Pemkot dan Bank Sulselbar. Keenam, Makassar Super Apps “Lontara” Mengintegrasikan ratusan layanan pemerintah dalam satu aplikasi. Kini, sudah berjalan pada versi 1.0 dengan layanan aduan masyarakat. “Layanan ini berfungsi mematau kondisi dan menerima aduan semua persoalan di Makassar, serta laporan,” beber Munafri. Program ketujuh, Makassar Creative Hub. Menjadi pusat pengembangan komunitas kreatif dan digital talenta. Bhakan, terbuka gratis tanpa pungutan biaya. “Tahun ini ditambah lokasi baru, dan tahun depan Creative Hub tambahan akan dibangun di wilayah berbeda,” jelasnya. Lebih lanjut, politisi Golkar ini menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda melalui program Makassar Super Creative Hub. Dalam kesempatan tersebut, Munafri menjelaskan bahwa Makassar Super Creative Hub merupakan salah satu inovasi pemerintah kota dalam menyiapkan ruang kreativitas digital, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan anak muda. “Creative Hub ini sudah berjalan dengan berbagai kegiatan, baik level lokal, nasional, maupun internasional. Banyak yang bilang terlalu eksklusif, padahal bukan. Jadwalnya yang padat sehingga pengaturannya perlu di-review,” papar Munafri. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak hanya membangun satu Creative Hub. Tahun ini akan dibangun satu lokasi tambahan dan tahun depan ditargetkan tiga Creative Hub baru di kawasan berbeda untuk menjangkau lebih banyak anak muda. Karena satu tidak cukup. Kebutuhan anak muda tentang ruang kreativitas dan peningkatan skill terus bertambah. “Makassar Creative Hub ini hadir untuk upgrading skill, pengembangan komunitas, dan pelatihan kewirausahaan,” jelasnya lagi. Appi menegaskan, fasilitas Creative Hub ini gratis dan inklusif, terbuka tanpa pungutan biaya. Bahkan ruang ini juga dirancang untuk ramah disabilitas. “Di MCH yang pertama di Pantai Losari, ada kafe yang dikelola sahabat difabel tuli Makassar. Ini bukti kita ingin membangun ekosistem kreatif yang inklusif,” tegasnya. Selain tujuh program unggulan tersebut, Munafri juga menegaskan komitmen untuk memperkuat UMKM dan ekonomi lokal. Ia memastikan bahwa 50 persen dari total belanja daerah diarahkan untuk belanja produk lokal. “Kami ingin uang daerah berputar di masyarakat Makassar. Ini penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya. Alumni FH Unhas ini juga menyampaikan dorongan terhadap gelaran event ekonomi kreatif dan pariwisata, seperti Makassar Half Marathon yang berhasil menarik 10–12 ribu peserta dari berbagai daerah. Event-event ini, kata Munafri, akan membawa dampak ekonomi bagi UMKM dan perhotelan. Munafri menutup pemaparannya dengan mengajak kader HMI agar mengambil peran dalam pembangunan daerah. “Silakan ambil posisi. Mau jadi akademisi, entrepreneur, teknokrat, atau pelaku industri kreatif, semua terbuka. Pemerintah membuka kolaborasi seluas-luasnya,” ungkapnya. Munafri juga mengajak aktivis HMI dan generasi muda Makassar untuk tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi ikut serta mengambil peran strategis. “Pemerintah membuka ruang kolaborasi. Mau jadi pengusaha, pekerja industri kreatif, aktivis sosial, Akademisi, semua terbuka. Tinggal dicocokkan dengan minat dan keahlian,” tegasnya. Ia menutup paparannya dengan pesan kolaborasi dan keberlanjutan pembangunan kota. Dimana, Makassar dibangun bukan oleh pemerintah sendiri. Ini butuh kebersamaan, butuh energi kolektif. “Selama semua bergerak dengan tujuan yang sama, Makassar bisa menjadi kota maju, inklusif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Tekankan Upaya Preventif Kekerasan Seksual Anak

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat langkah preventif dalam mencegah kekerasan terhadap anak, khususnya kasus kekerasan seksual yang masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa upaya perlindungan anak tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga masyarakat, dunia pendidikan, komunitas hingga lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat menjadi narasumber pada Workshop Ruang Publik Ramah Anak: Upaya Preventif dan Responsif Terhadap Kekerasan Seksual, yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Minggu (25/10/2025). “Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, Orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi perempuan, tokoh agama, hingga media harus bergerak bersama,” tegas Munafri di hadapan peserta emak-emak. Dalam paparannya, Munafri menekankan bahwa keluarga adalah benteng pertama perlindungan anak. Ia menegaskan pentingnya pengawasan berbasis kasih sayang serta edukasi dini kepada anak terkait batasan pergaulan segala macam. Nilai moral, serta keberanian untuk melapor jika mengalami tindak kekerasan. Apalagi banyak kasus kekerasan seksual terjadi karena lemahnya edukasi di tingkat keluarga dan minimnya keberanian anak bercerita. “Orang tua harus membangun komunikasi hangat dan ruang aman bagi anak. Menjaga anak dari pergaulan bebas,” imbuh Appi. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Pemerintah Kota Makassar menjalankan berbagai layanan terpadu bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, atau diskriminasi. Upaya perlindungan tersebut dijalankan secara terpadu bersama. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Serta unit penyedia layanan psikologis, hukum, dan medis. Serta fasilitas pengaduan cepat melalui aplikasi Lontara Plus dan call center 112. Munafri juga menegaskan pentingnya sinergi multipihak. Dia memetakan skema kolaborasi, dimana Pemerintah Kota serta kebijakan perlindungan anak, alokasi anggaran, peran KemenPPPA, dan Supervisi. Selain itu, program perlindungan nasional, masyarakat dan komunitas Pengawasan sosial dan edukasi lingkungan. “Keterlibatan tokoh agama serta pendidikan edukasi moral dan nilai sosial. Media dan dunia usaha kampanye perlindungan anak dan dukungan CSR,” jelasnya. Pemkot Makassar juga menghadirkan Ruang Publik Ramah Anak (RPRA) sebagai salah satu instrumen pencegahan kekerasan di wilayah permukiman. Konsep RPRA menurut Munafri adalah menjamin hak anak bermain dan berekspresi secara aman. Dilengkapi aksesibilitas, pengawasan, dan kontrol keamanan. Terintegrasi dengan fungsi edukasi, sosial, kesehatan, dan penguatan karakter. Melibatkan komunitas dan peningkatan peran masyarakat. Program inovatif tersebut telah diwujudkan dalam berbagai bentuk di tingkat kelurahan dan Kecamatan. “Lorong ramah anak, taman tematik edukatif, car free day lorong, ruang laktasi publik, lorong bebas asap rokok,” tutur mantan bos PSM itu. Dalam kesempatan ini, Appi menampilkan data UPTD PPA Kota Makassar mencatat, sepanjang Januari hingga Oktober 2025, tercatat 134 kasus kekerasan seksual terhadap anak. Perempuan 112 kasus dan laki-laki 22 kasus. Seluruh korban telah menerima layanan bantuan berupa asesmen psikologis, pendampingan hukum, perlindungan sementara, hingga pemulihan sosial. Langkah preventif dan responsif Pemkot Makassar. Edukasi perlindungan anak di 15 kecamatan, sosialisasi RPRA di Kelurahan, Sekolah ramah anak dan parenting. Juga pelatihan keamanan bagi pengelola fasilitas publik, kolaborasi dengan akademisi, sekolah, tokoh agama, dan lembaga sosial. Sedangkan upaya responsif membuka layanan cepat UPTD PPA 24 jam. Pelaporan online melalui aplikasi Lontara Plus, Call Center Darurat 112. “Pendampingan psikologis dan hukum. Rehabilitasi dan reintegrasi anak korban kekerasan,” tenagnya. Menurutnya, Kota Makassar harus menjadi kota yang tidak hanya maju dalam infrastruktur, tetapi juga maju dalam perlindungan moral dan keselamatan anak-anak. Ia menambahkan bahwa Muslimat NU bersama jaringan organisasi perempuan dan lembaga pendidikan harus menjadi mitra Pemerintah Kota Makassar, untuk memperkuat edukasi perlindungan anak hingga ke tingkat kelurahan. Appi menekankan bahwa penguatan nilai, komunikasi, dan fungsi pendidikan dalam rumah tangga merupakan benteng pertama melindungi anak dari potensi kekerasan fisik maupun psikologis. Pola penguatan rumah tangga akan menjadi elemen yang sangat kuat dalam proses pencegahan kekerasan seksual pada anak. Ia mengaskan, perlindungan anak adalah isu kemanusiaan yang tidak bisa didelegasikan kepada satu atau dua lembaga saja. Penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, di tingkat akar rumput. “Tentu, tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir membuat kebijakan dan layanan perlindungan, tapi kekuatan utama tetap ada pada keluarga, lingkungan, dan komunitas yang peduli,” tegasnya. Di akhir paparan, Munafri menegaskan bahwa kegiatan perlindungan anak tidak boleh berhenti pada seremoni atau seremoni wacana belaka. “Ini bukan agenda seremonial untuk sekadar berkumpul lalu selesai. Kita ingin ada aksi nyata yang berkelanjutan,” saran Munafri. “Minimal di tingkat organisasi, kami Pemerintah akan memastikan edukasi dan materi pencegahan kekerasan seksual benar-benar sampai ke masyarakat,” tambah politisi Golkar itu.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Jadi Narasumber di Workshop Muslimat NU, Munafri Dorong Penguatan Keluarga Cegah Kekerasan Anak

ruminews.id, MAKASSAR,— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir sebagai narasumber dalam Workshop Ruang Publik Ramah Anak bertajuk “Upaya Preventif dan Responsif Terhadap Kekerasan Seksual” yang digelar oleh Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Makassar berkolaborasi dengan TP PKK Kota Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Minggu (26/10/2025). Munafri menegaskan pentingnya pencegahan kekerasan seksual dilakukan sejak dari unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran sebagai benteng pertama yang harus mampu mendeteksi dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. “Persoalan kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat hukum, tapi tanggung jawab kolektif kita semua. Pencegahan paling awal harus datang dari keluarga,” ujarnya. Ia menyoroti banyaknya kasus kekerasan seksual di Kota Makassar yang terjadi akibat lemahnya pengawasan lingkungan dan kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Wali kota yang akrab disapa Appi itu juga menyoroti perlunya kewaspadaan orang tua terhadap lingkungan pendidikan dan keagamaan anak. Ia menegaskan agar para orang tua memastikan keamanan dan kredibilitas pihak yang berinteraksi dengan anak-anak, termasuk guru ngaji. “Periksa baik-baik siapa yang kita percayai mendidik anak. Jangan karena terlihat alim lalu kita lepas begitu saja. Pengawasan tetap harus ada,” katanya. Lebih jauh, Munafri menyebut akar persoalan kekerasan seksual sering kali berawal dari faktor sosial-ekonomi dan rendahnya pendidikan keluarga. Ia menjelaskan bahwa kemiskinan dan ketidaktahuan sering melahirkan keputusan-keputusan keliru seperti pernikahan dini, yang kemudian menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga dan berujung pada siklus kekerasan antar generasi. “Kita harus putus mata rantai ini dengan memperkuat pendidikan dan ketahanan keluarga,” tambahnya. Munafri juga menekankan bahwa pemerintah harus hadir sebagai benteng kedua setelah keluarga. Jika keluarga gagal melindungi anak, maka pemerintah wajib memastikan adanya sistem perlindungan yang kuat. “Jangan sampai benteng di rumah tangga jebol, pemerintah juga jebol. Pemerintah harus hadir melalui regulasi, fasilitas, dan sistem pengaduan yang efektif,” tegasnya. Sebagai langkah konkret, ia menyebut Pemerintah Kota Makassar akan membangun klaster pengaduan di tingkat RT dan RW yang langsung terhubung dengan aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi kekerasan. Selain itu, ia juga menggagas konsep akupuntur arsitektur, pembangunan ruang terbuka di kawasan padat penduduk agar anak-anak memiliki tempat bermain dan berinteraksi yang aman. “Kita akan membeli lahan di wilayah padat minimal 200–300 meter untuk dibuatkan ruang bermain anak. Ini penting agar anak punya ruang ekspresi yang aman dan terkontrol,” jelasnya. Munafri mengapresiasi kolaborasi Muslimat NU dan TP PKK Kota Makassar dalam menyuarakan edukasi pencegahan kekerasan seksual. Ia menilai organisasi perempuan memiliki peran strategis dalam menyebarkan nilai-nilai pendidikan keluarga dan perlindungan anak di tengah masyarakat. “Muslimat NU dan PKK ini adalah ujung tombak. Mereka punya jaringan luas dan pengalaman besar dalam mendampingi keluarga. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri tanpa dukungan mereka,” ujarnya. Di akhir penyampaiannya, Munafri menegaskan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan hubungan emosional dalam keluarga sebagai dasar membangun generasi yang sehat dan berkarakter.(*)

Daerah, Makassar, Olahraga, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Munafri Apresiasi HIPMI Sulsel Sport Cup 2025, Dorong Penguatan Jejaring Pengusaha Muda

ruminews.id, MAKASSAR,— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka kegiatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Sport Cup 2025 di Lapangan Vaan Padel, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan yang digagas Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Sulsel ini menjadi ajang silaturahmi dan sportivitas antar pengusaha muda sekaligus momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda. Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Wali Kota Munafri melakukan pukulan perdana padel. Usai pembukaan, ia langsung turun bertanding melawan Ketua BPD HIPMI Sulsel Andi Amar Ma’ruf Sulaiman serta dua mantan Ketua BPD HIPMI Sulsel, Andi Rahmat Manggabarani dan Ridwan Jabir. Turnamen padel ini berlangsung selama dua hari, 25–26 Oktober 2025, dengan total 44 pasangan atau 88 peserta dari berbagai tingkatan organisasi HIPMI. Selain padel, ajang sporitivitas ini juga memperlombakan cabang olahraga mini soccer, badminton, dan basket, yang diikuti 158 peserta dari anggota HIPMI BPD Sulsel, BPC se-Sulsel, Basnom, hingga HIPMI Perguruan Tinggi. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengapresiasi HIPMI Sulsel yang terus menunjukkan peran aktifnya dalam membangun semangat kebersamaan dan menggerakkan ekonomi melalui kegiatan positif. Ia menilai, kegiatan olahraga seperti Sport Cup tidak hanya mempererat hubungan antar pengusaha muda, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi di Kota Makassar. “Di saat keadaan ekonomi yang kurang bagus di Kota Makassar, tentu kita berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi angin segar untuk memutar roda ekonomi agar lebih baik,” ujar Munafri. Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar selalu siap mendukung setiap kegiatan HIPMI, baik di tingkat daerah maupun nasional, untuk digelar di Kota Makassar. Ia juga menyebut, pemerintah kota kini memiliki sejumlah fasilitas penunjang seperti Makassar Convention Hall berkapasitas 7.000 orang dan sejumlah infrastruktur olahraga yang terus berkembang. “Saya ingin menyampaikan kepada Ketua BPD bahwa kami di Makassar siap dengan segala macam kegiatan yang HIPMI buat. Banyak event nasional HIPMI yang bisa dibawa ke Makassar, dan kami siap men-support semaksimal mungkin,” ujarnya. Ia memaparkan bahwa hingga Desember mendatang, Makassar akan memiliki sekitar 40 lapangan padel baru yang menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga tersebut. Olehnya, Ia mengingatkan agar para pengusaha lapangan padel duduk bersama untuk menyepakati regulasi dan standar harga demi menjaga iklim investasi yang sehat. Menurutnya, jika persaingan harga tidak diatur dengan baik, para investor bisa kesulitan mengembalikan modal yang sudah ditanamkan. Ia mendorong agar para pemilik lapangan berkoordinasi dan menetapkan aturan bersama demi keberlanjutan industri olahraga padel di Kota Makassar. Terakhir, Munafri mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Ia menyebut bahwa di tengah padatnya aktivitas dan kesibukan, kegiatan seperti ini menjadi ruang positif untuk menyalurkan hobi sekaligus memperkuat persaudaraan di antara para pengusaha muda. “Saya berharap semangat sportivitas yang dibangun dalam ajang ini menjadi cerminan kekompakan HIPMI Sulsel dalam berkontribusi untuk kemajuan ekonomi daerah,” tutupnya. Sejalan dengan Munafri, Ketua BPD HIPMI Sulsel Andi Amar Ma’ruf Sulaiman menjelaskan bahwa Sport Cup ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wadah jejaring dan kolaborasi antar pelaku usaha muda. Ia menyebut, olahraga menjadi medium yang efektif mempertemukan pengusaha dari berbagai sektor dalam suasana santai dan produktif. Serta dapat mendorong perputaran ekonomi lokal di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu. “Banyak yang bertanya kenapa HIPMI bikin lomba olahraga, sesekali kita isi dengan olahraga. Semua pebisnis, semua pekerja dan pebisnis pasti ada hobinya. Disitulah kita berhubung, di situlah kita berjejaring. Dan ini juga event-event sekaligus mendorong perputaran perekonomian di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. Amar juga menyampaikan terimakasih atas dukungan Wali Kota Makassar yang hadir langsung membuka kegiatan, sebelum mengakhiri sambutan dengan candaan menantang Wali Kota untuk bertanding di lapangan yang disambut baik oleh Munafri. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pembukaan dihadiri Ketua Anggota DPRD Sulsel Irfan Maluserang, Ketua Basnom HIPMI se-Sulsel, Ketua umum BPC HIPMI se-Sulsel Ketua, para mantan Ketua BPD HIPMI Sulsel serta para peserta.(*)

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Aliyah Mustika Ilham: Paskibraka Adalah Generasi Emas, Pemimpin Masa Depan Bangsa

ruminews.id, BALI — Suasana hangat dan haru menyelimuti jamuan makan malam bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, dan Paskibraka Kota Makassar 2025 di Jimbara, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari studi wisata pada rangkaian Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka 2025 di Bali, yang berlangsung sejak beberapa hari sebelumnya. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperkuat kedisiplinan dan wawasan kebangsaan, tetapi juga memperluas pengetahuan tentang budaya, kepemimpinan, dan nilai-nilai persatuan bangsa. Dalam suasana akrab dan penuh semangat, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan pesan mendalam kepada para anggota Paskibraka, generasi muda pilihan yang menjadi kebanggaan Kota Makassar. “Adik-adik semua adalah generasi emas, kebanggaan kita semua. Jaga semangat, jaga disiplin, dan teruslah belajar. Saya percaya, dari kalian akan lahir pemimpin masa depan yang membawa nama baik Makassar, bukan hanya di tingkat daerah, tapi juga di panggung nasional bahkan internasional,” tutur Aliyah Mustika Ilham penuh haru. Momen penuh kehangatan itu berlangsung pada Jumat malam, 24 Oktober 2025, ketika Aliyah Mustika Ilham turut menyanyikan lagu “Kemesraan” ciptaan Franky Sahilatua. Lagu itu kemudian disambung dengan “Indonesia Jaya”, yang membangkitkan semangat kebangsaan seluruh peserta. Tanpa diduga, para anggota Paskibraka membalas dengan lagu “Terima Kasih Ibu”, menciptakan suasana haru dan penuh kebersamaan. Tawa, semangat, dan rasa bangga menyatu dalam satu momen yang begitu berkesan. Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Makassar, Kepala Badan Kesbangpol Kota Makassar, Fathur Rahim, serta Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Andi Muh. Yassir. Malam kebersamaan itu menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan dapat tumbuh melalui keakraban dan rasa kekeluargaan. Sebuah momen berharga yang meneguhkan keyakinan bahwa dari Paskibraka akan lahir generasi berkarakter, berintegritas, dan siap memimpin bangsa di masa depan.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Politik

Pemkot Makassar Tegas, Calon RT/RW yang Nyogok Warga Langsung Didiskualifikasi ❗️

ruminews.id, Makassar — Pemerintah Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Ketua Rukun Warga (RW) agar berlangsung jujur, transparan, dan tanpa praktik politik uang. Pemkot ingin agar pesta demokrasi di tingkat masyarakat ini menjadi contoh nyata dari pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Kepala Bagian Hukum Setda Kota Makassar, Muh Izhar Kurniawan, menuturkan bahwa panitia pemilihan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba mempengaruhi warga dengan uang, barang, atau janji tertentu. “Begitu ada bukti calon menyogok, langsung kita diskualifikasi. Tidak ada toleransi untuk praktik seperti itu,” tegas Izhar, Jumat (24/10). Kampanye Harus Edukatif dan Tertib Untuk menjaga ketertiban, Pemkot juga menetapkan aturan kampanye yang lebih ketat. Calon hanya diperbolehkan menggunakan spanduk ukuran kecil (maksimal 1×2 meter), brosur, dan kartu nama. Pemasangan baliho besar di tempat umum dilarang keras dan akan segera ditertibkan. Selain itu, para calon dipersilakan memperkenalkan diri kepada warga melalui pertemuan sederhana atau pesan tertulis yang bersifat informatif, tanpa menjanjikan imbalan apa pun. “Masa kampanye hanya tiga hari, dan kami berharap para calon bisa memanfaatkannya untuk memperkenalkan visi dan komitmen, bukan mencari simpati lewat uang,” tambahnya. Warga Diminta Ikut Awasi Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, Andi Anshar, menilai keterlibatan warga menjadi kunci utama keberhasilan pemilihan yang bersih. “Warga punya peran penting untuk mengawasi. Kalau ada pelanggaran, segera laporkan ke panitia di tingkat kelurahan atau kecamatan,” ujarnya. Ia menambahkan, dengan keterlibatan aktif masyarakat, pemilihan RT dan RW bisa menjadi ajang demokrasi yang benar-benar berpihak pada nilai kejujuran. Pemilihan Serentak Digelar Akhir 2025 Pemilihan RT dan RW di seluruh wilayah Kota Makassar direncanakan digelar secara serentak pada November 2025. Pemkot melalui BPM kini bekerja sama dengan KPU Kota Makassar untuk menyiapkan regulasi dan petunjuk teknis pelaksanaannya. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemilihan di tingkat lingkungan bukan sekadar rutinitas, melainkan pondasi demokrasi yang paling dasar. “Kami ingin pemilihan ini jadi simbol integritas dan kebersamaan warga Makassar. Dari lingkungan kecil, kita bisa membangun budaya politik yang sehat dan bermartabat,” ujar Munafri.

Scroll to Top