Makassar

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pendidikan

dr. Irwan Ashari: Masa Depan Profesi Kesehatan. Antara SDM, Pembiayaan, dan Etika Layanan Publik

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, salah satu sesi penting dibawakan oleh dr. Irwan Ashari, M.Med., Ed., AIFO-K, FIHFAA, dengan materi berjudul “Masa Depan Profesi Kesehatan di Era Transformasi Sistem: Antara SDM, Pembiayaan, dan Etika Layanan Publik”. Dalam pemaparannya, dr. Irwan menekankan bahwa kesehatan adalah pondasi utama untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Namun, masa depan profesi kesehatan menghadapi tiga tantangan besar: maldistribusi sumber daya manusia, Kebutuhan spesialis dan subspesialis, pembiayaan, dan etika serta kualitas layanan publik. Dari sisi SDM kesehatan, ia menggarisbawahi masih terjadinya maldistribusi tenaga, di mana kota besar mengalami surplus, sementara daerah terpencil kekurangan tenaga medis. Ke depan, dibutuhkan peningkatan kompetensi, pemerataan distribusi, serta kesiapan dalam menguasai teknologi digital health. Dari aspek pembiayaan, dr. Irwan menguraikan bahwa total belanja kesehatan Indonesia pada 2024 mencapai Rp624,4 triliun atau hanya 2,9% dari PDB, jauh di bawah standar WHO sebesar 5%. Lebih dari 24% biaya kesehatan terserap untuk penyakit katastropik seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal. Hal ini menunjukkan urgensi diversifikasi pembiayaan serta penguatan program promotif dan preventif agar sistem lebih berkelanjutan. Sementara dari perspektif etika layanan publik, ia menekankan prinsip kesetaraan akses, akuntabilitas, transparansi, empati, dan komunikasi yang humanis. Transformasi digital memang akan mempercepat layanan, mulai dari rekam medis elektronik hingga telemedicine dan pemanfaatan AI. Namun, teknologi tetap harus berjalan seiring dengan sentuhan manusia dan nilai kemanusiaan. Menutup sesinya, dr. Irwan mengingatkan bahwa integrasi SDM yang kompeten dan merata, pembiayaan yang berkelanjutan, serta etika layanan publik yang humanis adalah tiga pilar masa depan kesehatan Indonesia. Peran kader HMI sebagai calon pemimpin bangsa sangat penting dalam memastikan transformasi sistem kesehatan tidak sekadar modern, tetapi juga adil, merata, dan berpihak pada masyarakat luas.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri: Kolaborasi Antar Partai, Kunci Kemajuan Pembangunan

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan harapan besar untuk kolaborasi yang lebih erat antara Pemerintah Kota Makassar dan Partai Hanura, menjelang Pemilu 2024. Dalam pidatonya, Munafri mengungkapkan rasa terima kasih kepada Partai Hanura yang telah memberikan dukungan kuat dalam Pilwali Makassar, serta menyatakan keyakinannya terhadap keputusan Ketua Umum Partai Hanura dalam memilih pemimpin yang tepat. “Ini adalah harapan besar. Saya yakin bersama Partai Hanura kolaborasi. Kami akan terus bersahabat untuk membangun Kota Makassar,” kata Munafri, saat bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mendampingi Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO), pada pelantikan Pengurus DPD Hanura Provinsi Sulsel, di Hotel Sheraton Makassar, Sabtu (20/9/2025). Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan partai politik dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, peran partai dalam menjaga persatuan dan kesatuan sangat krusial, terlebih dengan keberagaman yang ada di Sulawesi Selatan. “Di Sulawesi Selatan ini, hampir semua pemurus partai saling mengenal dengan baik, bahkan ada yang memiliki hubungan kekerabatan. Kami telah hadir dalam berbagai warna, namun cita-cita kami satu membangun daerah yang kita cintai,” jelas Appi. Lanjut dia, Partai Hanura, yang kini memiliki dua kursi di DPRD Kota Makassar, turut berkontribusi signifikan dalam mengusung saat Pilwali dan mendukung pemerintah Kota Makassar, saat ini. Munafri juga menyampaikan apresiasi atas peran serta Partai Hanura yang telah membackup pemerintah kota dalam berbagai kegiatan. Dalam Pemilu Wali Kota Makassar 2024, Munafri dan pasangannya, Ibu Alia, berhasil meraih 54% suara dari empat pasangan calon yang bertanding. “Kami akan terus bekerja bersama untuk membangun sistem pemerintahan yang baik, yang melayani masyarakat dengan maksimal,” tambah Ketua DPD II Golkar Makassar. Di kesempatan yang sama, Ketua Partai Hanura Sulawesi Selatan, Mayjen (Purn) Andi Muhammad, menegaskan pentingnya kolaborasi antar anggota partai dalam membangun daerah menjelang Pemilu 2024. Andi Muhammad menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan bersama, dukungan dan kesatuan antar sesama anggota partai sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan yang ada. “Kolaborasi adalah kunci untuk membangun daerah. Kita harus bersama-sama memperkuat satu sama lain agar tujuan kita tercapai. Tanpa kesatuan, mustahil kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan,” ujar Andi Muhammad. Lebih lanjut, Andi Muhammad juga mengingatkan bahwa keberadaan pelatih politik atau tokoh-tokoh politik yang berpengalaman sangat penting dalam proses pembangunan daerah. Ia menyatakan bahwa partai harus terus mengasah kapasitas kepemimpinan dan memperkuat peran politiknya untuk menjaga kemajuan daerah. “Meskipun ada banyak tantangan, kita harus bisa bekerja sama. Menciptakan sistem pemerintahan yang efektif, yang benar-benar melayani masyarakat dengan baik. Ini adalah tujuan kita bersama,” tambahnya. Mantan Pangdam Hasanuddin itu, menekankan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan dan keberagaman dalam upaya membangun Sulawesi Selatan. Dia berharap agar semua elemen partai dapat berkontribusi secara positif untuk kemajuan daerah, menjunjung tinggi nilai persatuan dan saling mendukung dalam setiap langkah. “Keberagaman di Sulawesi Selatan adalah kekuatan kita. Kita harus menjaga hubungan baik dan saling mendukung antar sesama. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan Kota yang lebih maju,” ujar Ketua Partai Hanura Sulawesi Selatan itu.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar, buat Menteri Pariwisata Sumringah

ruminews.id, MAKASSAR – Dalam upaya memperkuat sektor pariwisata dan menjadikan Makassar, sebagai destinasi unggulan, Pemkot Makassar berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar setiap bulan mulai tahun depan. Wali Kota Makasssr, Munafri Arifuddin mengatakan, ini bentuk keseriusan Pemerintah Kota Makassar, dalam meningkatkan kota daeng sebagai tuan rumah event besar, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. “Kami punya banyak kegiatan yang ada di Kota Makassar, dan sebagai pemerintah kota, kami menyiapkan anggaran Rp5 miliar setiap bulan untuk mendukung event-event yang digelar di sini,” ungkap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Hal itu, disampaikan, Appi saat mendampingi Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada acara puncak perayaan Dies Natalis ke-34 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, di Lapangan Gedung Rektorat Poltekpar Makassar, Sabtu (20/9/2025). Pernyataan tersebut bukan hanya menunjukkan keseriusan Pemkot Makassar dalam meningkatkan citra kota sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal. Komitmen Pemerintah Kota Makassar, disampaikan Munafri mengalokasikan anggaran Rp5 miliar setiap bulan, berhasil membuat Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, langsung sumringah. Dengan dana yang digelontorkan Pemerintah Kota, diharapkan dapat menjadi tuan rumah bagi berbagai event besar yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan industri lokal. Dengan demikian, dilakukan juga fasilitas dan infrastruktur kota untuk mendukung berbagai kegiatan, seperti festival, konferensi internasional, konser, dan event olahraga. “Kami ingin Kota Makassar menjadi tempat yang sering dilaksanakan kegiatan nasional dan internasional,” tambah Munafri dalam pernyataan resminya. Ia juga menambahkan bahwa salah satu tujuan besar dari program ini adalah untuk memastikan hotel-hotel di Makassar selalu terisi penuh, serta memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal, termasuk sektor UMKM dan industri kreatif. “Kami juga berharap agar hotel-hotel kami dapat terus penuh dan ekonomi lokal terus berkembang. Ini adalah langkah nyata untuk memanfaatkan potensi wisata yang kami miliki,” tuturnya, didengarkan langsung oleh Menteri Pariwisata, saat bersama-sama di Makassar. Selain mendukung kegiatan pariwisata dan event, Wali Kota Munafri juga menyampaikan bahwa Pemkot Makassar berencana untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi wisata alam yang dimiliki kota ini, khususnya sektor kelautan. “Kami juga ingin mengakses beberapa destinasi baru, terutama yang berbasis alam dan laut, serta menggali potensi sumber daya lainnya yang ada di Kota Makassar,” ujarnya. Dengan anggaran yang telah disiapkan, Pemkot Makassar berencana untuk meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas menuju destinasi-destinasi tersebut, guna menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun internasional. Tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, Munafri juga berharap agar Kementerian Pariwisata dapat memberikan dukungan lebih lanjut dalam mengembangkan potensi pariwisata Makassar. “Kami berharap ke depan, Kementerian Pariwisata dapat memberikan support untuk memaksimalkan potensi Kota Makassar sebagai destinasi wisata unggulan, melalui berbagai program dan promosi,” harap Appi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kota dan kementerian terkait sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pariwisata dan menarik lebih banyak investor ke sektor ini. Apalagi, belakngan ini Kota Makassar telah menjadi salah satu kota yang berkembang pesat dalam sektor pariwisata, namun dengan potensi yang masih sangat besar, masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapainya. “Kami ingin Makassar tidak hanya dikenal sebagai tempat event besar, tetapi juga sebagai tempat bagi kegiatan komunitas dan ekonomi kreatif yang semakin berkembang,” tutupnya. Pada kesempatan ini, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata sedang menyiapkan berbagai program unggulan untuk peningkatan kualitas SDM di sektor pariwisata, khususnya di bidang pendidikan. Salah satunya adalah pengembangan lebih banyak Politeknik Pariwisata di berbagai daerah dengan keunggulannya masing-masing. Diman, pendidikan di bidang pariwisata sangat penting untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di industri pariwisata, bukan hanya untuk sektor pegawai negeri, tetapi lebih banyak untuk sektor industri. “Saat ini, sedang mengembangkan dua Politeknik lagi, yang akan semakin banyak membuka peluang bagi anak-anak bangsa untuk terlibat dalam industri pariwisata,” jelas Menteri Widiyanti. Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia pada tanggal 27 September mendatang, Menteri Widiyanti mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata telah memulai gerakan wisata bersih, yang telah dilaksanakan pada 15 September lalu oleh mahasiswa dan dosen politeknik pariwisata di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan destinasi wisata dan memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang bersih dan berbudaya. Gerakan wisata bersih ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia yang tidak hanya indah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. “Kami berharap gerakan ini dapat dilakukan di semua Politeknik Pariwisata untuk membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan budaya di destinasi wisata kita,” jelas Widiyanti. Widiyanti menegaskan bahwa dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan pariwisata yang berkualitas, Indonesia akan memiliki lebih banyak pelaku pariwisata yang mampu bersaing di pasar internasional. Pendidikan pariwisata adalah kunci untuk mengembangkan industri yang ada di Indonesia. Dengan penguatan pendidikan dan pelatihan di bidang pariwisata. “Saya yakin akan tercipta tenaga kerja yang handal dan siap mendukung perkembangan sektor pariwisata Indonesia ke depan,” tuturnya. Secara khusus ia memuji Poltekpar Makassar, betapa strategisnya peran institusi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing di kancah internasional. Menurutnya, Politeknik Pariwisata Makassar telah menunjukkan kualitas luar biasa dalam mencetak SDM pariwisata yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. “Saya sangat terharu melihat ada mahasiswi dengan kebutuhan khusus yang juga menjadi bagian dari proses pendidikan di sini. Ini adalah hal luar biasa dan sangat inklusif,” ujar Menteri Widiyanti di acara wisuda Politeknik Pariwisata Makassar. Menteri Widiyanti juga menekankan pengajaran kurikulum yang melibatkan aspek ekonomi serta pelestarian alam dan budaya, yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini. “Kurikulum yang mengajarkan bagaimana melestarikan alam dan budaya adalah langkah yang sangat tepat, dan saya berharap ini akan semakin menguatkan keunggulan Politeknik Pariwisata Makassar,” tambahnya.

Daerah, Kesehatan, Makassar

Dr. dr.Andi Alfian Zainuddin M.KM: Filosofi Kesehatan sebagai Hak Dasar dalam Menjawab Krisis Keadilan di Era Transformasi Kesehatan

ruminews.id – Makassar, – 19/09/2025 Dengan judul materi Filosofi Kesehatan Kesehatan sebagai Hak Dasar dalam Menjawab Krisis Keadilan di Era Transformasi Kesehatan : dr. Alfian menyampaikan beberapa rangkaian materi dalam Menjawab krisis keadilan di tranformasi kesehatan. Latihan Kader Kesehatan (LKKes) yang di adakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar Timur. Di tengah krisis keadilan di era tranformasi kesehatan LKMI mengambil peran penting dalam efektivitas profesi melalui Latihan Kader Kesehatan (LKKes). Ujar dr. Alfian Langkah ini tentunya suatu aspek yang sangat penting dalam kacamata medis itu sendiri karena kesehatan memerlukan suatu kondisi seimbang antara lingkungan, cara hidup dan komponen hakikat manusia. Tegasnya dr. Alfian juga menjelaskan beberapa pengertian Filosofi Kesehatan, Filosofi sehat menurut WHO (1988) sehat adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif sosial dan ekonomi. Sedangkan menurut UU no. 36 tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tentunya pemahaman terkait konsep sehat juga di jelaskan bahwa menurut Corbin., et al 2009 menyatakan konsep kesehatan modern suatu keadaan yang dicirikan bebas dari penyakit kondisi lemah serta wellnes (komponen positif dari kesehatan yang optimal) menurutnya. ia juga mengatakan bahwa menurut marc lalonde (CANADA) & Hendrick blum (USA) (1974) bahwa kesehatan penduduk atau masyarakat berasal dari genetika, lingkungan dalam hal ini fisik, sosial dan ekonomi kemudian adat/tindaknya pelayanan medis tentunya yg terpenting adalah life style perilaku. Tuturnya Menurut nya martabat manusia dasar dari hak manusiawi, yang berarti setiap individu berhak di perlakukan dengan hormat nilai, dan keadilan. Ia juga menjelaskan bahwa hak asasi manusia (fundamental rights) berbeda dengan human right (hak manusiawi) Tantangan keadilan dibidang kesehatan menurutnya itu berasal dari ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, akses terbatas di daerah terpencil dan kelompok rentang, pembiayaan kesehatan yang tidak merata, stigma dan diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Lanjutnya

Kesehatan, Makassar, Nasional

Pembukaan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HmI Cabang Makassar Timur

ruminews.id – Makassar, 19 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur resmi membuka Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, dengan diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari Cabang Makassar Timur hingga cabang-cabang HMI di luar Makassar Timur. Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Peran Kader dalam Sistem Kesehatan Terintegrasi Berbasis Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader kesehatan HMI untuk meneguhkan peran dan langkahnya dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya, Koordinator Steering, Muhammad Raid Nabhan, yang juga menjabat sebagai Kepala Direktur Bidang Penelitian dan Partisipasi Pembangunan Kesehatan LKMI HMI Cabang Makassar Timur, menegaskan bahwa tema ini lahir dari refleksi mendalam atas kondisi bangsa saat ini. “Kita hidup di era percepatan teknologi, di mana layanan kesehatan semakin canggih, namun di saat yang sama masih banyak rakyat yang tidak mampu menjangkaunya. Di tengah ketimpangan sistem kesehatan, kader-kader HMI dituntut hadir sebagai katalisator. Mereka tidak hanya berhenti sebagai intelektual kampus, tetapi juga pelayan sosial yang berpihak pada umat dan memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil makmur, dari pikiran, tindakan, hingga perbuatan,” ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa setiap kader harus mampu menjadi cahaya yang tidak hanya memantulkan ilmu, tetapi juga menghadirkan makna. Teknologi hanyalah sarana; tujuan akhirnya adalah melahirkan keadilan dan rahmat bagi sesama. Kesehatan tidak boleh dilihat semata sebagai urusan medis, melainkan bagian dari amanah kemanusiaan. Maka kader HMI dituntut menjaga keseimbangan antara kecerdasan akal dan ketulusan hati, antara kemampuan teknis dan keberpihakan sosial. Kegiatan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 ini diharapkan menjadi ruang lahirnya kader-kader kesehatan yang bukan hanya siap berkompetisi di dunia modern, tetapi juga senantiasa berpihak pada mereka yang tertindas. Sebab, sebagaimana ditegaskan Raid, “Ilmu tanpa keberpihakan hanyalah bayangan tanpa cahaya; sedang kader sejati adalah mereka yang menjadikan pikirannya sebagai lentera dan tindakannya sebagai jalan menuju kemaslahatan umat

Daerah, Makassar

Haswin Hasan Terpilih Aklamasi, KNPI Manggala Siap Hadirkan Energi Baru Pemuda

ruminews.id – Manggala, Sabtu (20/9). Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) yang bernaung di bawah KNPI Manggala. Dalam musyawarah itu, Haswin Hasan terpilih secara aklamasi sebagai formatur KNPI Manggala. Keputusan tersebut disepakati bersama oleh peserta sidang sebagai bentuk dukungan terhadap figur muda yang dinilai mampu membawa energi baru bagi organisasi. Usai terpilih, Haswin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menekankan pentingnya soliditas pemuda dalam menghadapi tantangan zaman. “Pemuda hari ini dihadapkan pada persoalan yang semakin kompleks, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga perkembangan teknologi. KNPI harus menjadi wadah yang mampu menjawab kebutuhan pemuda dengan karya nyata,” ujar Haswin. Ia juga berharap KNPI Manggala ke depan menjadi ruang kolaborasi dan penguatan peran pemuda di tengah masyarakat. “Harapan saya, pemuda di Manggala semakin solid, kreatif, dan adaptif. Kita harus bergandengan tangan untuk membangun masa depan yang lebih baik, dimulai dari lingkungan kita sendiri,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Camat Manggala, Manggala Putra Andi Beso, S.STP, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kepengurusan KNPI yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah kecamatan maupun Pemerintah Kota Makassar. “Kami berharap di kepengurusan kali ini KNPI bisa menjadi mitra strategis pemerintah. Mari bersama-sama membangun citra positif Kecamatan Manggala. Selama ini Manggala lebih sering dikenal dari sisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), padahal banyak potensi lain yang bisa kita tonjolkan. Dengan kolaborasi, kita bisa membuat Manggala dikenal lebih luas karena prestasi, kreativitas, dan semangat para pemudanya,” ucapnya memberi semangat. Muscam KNPI Manggala ke-XVI berlangsung khidmat, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran berbagai OKP dalam forum tersebut menjadi bukti komitmen kolektif pemuda untuk memperkuat persatuan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

TP PKK Kota Makassar Gelar Kajian Islam, Angkat Tema Kewajiban Menuntut Ilmu

ruminews.id, MAKASSAR – TP PKK Kota Makassar kembali menggelar Kajian Islam bulanan dengan tema “Kewajiban Menuntut Ilmu Bagi Muslim, Untuk Diri dan Umat” di Masjid Agung 45 Makassar, Jumat (19/9/2025). Kegiatan yang menjadi agenda rutin Pokja I TP PKK Makassar ini dihadiri para kader PKK dari berbagai kelurahan dan kecamatan se-Kota Makassar. Kajian dibuka oleh Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar, Syahriati A. Syahrum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur karena kajian Islam bulanan bisa terus terlaksana dengan baik dan konsisten. “Alhamdulillah, dengan lima hari rangkaian kegiatan nantinya, kita berharap apa yang kita dapatkan akan mendatangkan ridho serta kemampuan utama dari Allah SWT,” ujarnya. Syahriati mengatakan tujuan kajian ini adalah untuk memperkuat pemahaman agama di kalangan kader PKK, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Dengan ilmu agama yang baik, diharapkan kader mampu menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. “Ilmu yang kita dapatkan jangan berhenti pada diri kita saja, tapi juga harus kita sampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, manfaatnya lebih luas,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, Ia mengatakan TP PKK Kota Makassar berharap agar seluruh kader semakin memahami kewajiban menuntut ilmu, mampu mengamalkannya, serta menjadi penyebar manfaat bagi keluarga dan lingkungan. Kajian Islam kali ini menghadirkan dua pemateri, yakni Ustadz Musaffir dan Ustadzah Astary Resmayanti. Ustadz Musaffir memulai sesi kajian dengan membahas pentingnya menuntut ilmu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Orang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya akan merugi. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Ilmu akan bernilai jika diamalkan,” ujarnya. Ia juga menyinggung banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menekankan pentingnya ilmu. Dengan mengamalkan ilmu, seorang muslim akan mendapatkan keteduhan hati, pahala besar, serta petunjuk menuju jalan yang lurus. “Bukankah kita semua ingin mendapat petunjuk dari Allah SWT dan meraih surga firdaus yang penuh keindahan? Semua itu bisa kita capai jika iman kita disertai dengan amal saleh yang berlandaskan ilmu,” jelasnya. Setelah itu, giliran Ustadzah Astary Resmayanti yang menyampaikan materi tentang ilmu tajwid. Ia menjelaskan bahwa tajwid sangat penting untuk menjaga kemurnian Al-Qur’an, terutama dalam hal pelafalan. “Tiga hal yang harus diperhatikan dalam tajwid yaitu tempat keluarnya huruf, jenis dan sifat tiap huruf, serta hukum-hukum yang timbul dalam rangkaian kalimat Al-Qur’an,” tuturnya. Astary menekankan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar bukan hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap firman Allah. Hal ini merupakan amalan berpahala besar yang wajib dipelajari setiap muslim. Ia kemudian menguraikan secara rinci hukum-hukum tajwid, termasuk makharijul huruf, sehingga peserta bisa memahami dengan lebih jelas bagaimana menerapkan kaidah tajwid dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan kajian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar materi, termasuk peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat yang sejalan dengan ajaran Islam.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Tinjau Dapur MBG di Pulau Barrang Lompo

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan keseriusannya dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan aktif dari masyarakat, guna memastikan pemenuhan gizi bagi seluruh pelajar, tak terkecuali yang tinggal di wilayah kepulauan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung lokasi dapur baru MBG di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, untuk memastikan kesiapan fasilitas tersebut sebelum resmi beroperasi, pada tanggal 5 Oktober mendatang. “Pemkot Makassar terus berupaya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, melalui langkah nyata. Bersama berbagai pihak berkolaborasi,” ujar Appi, saat berkunjung menghadiri pesta rakyat di Kecamatan Kepulauan Sangkarang, Jumat (19/9/2025). Munafri menegaskan dapur MBG tersebut sudah siap dioperasionalkan. Kehadiran dapur ini menjadi yang pertama di wilayah kepulauan, dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan siswa penerima manfaat di Pulau Sangkarrang. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat, perangkat kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan yang bahu-membahu mempercepat pembangunan dapur MBG tersebut. “Ini tentang masa depan anak-anak kita. Pemenuhan gizi yang baik akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” tegasnya. Sedangkan, Pengelola MBG Sangkarrang, Haja Darliyah, menjelaskan bahwa dapur MBG ini memanfaatkan rumah milik H. Sahabuddin, warga setempat, yang disiapkan secara khusus menjadi pusat distribusi makanan nantinya. “Kami menyiapkan rumah dan lahan untuk mendukung distribusi mendukung program MBG. Rumah dua lantai ini luas dan lengkap dengan instrumen pendukung,” jelas Hajar. Ia merinci, area dapur dibagi ke beberapa bagian, ruang pencucian peralatan, pencucian bahan makanan, dapur utama, gudang basah, gudang kering, area pemorsian dan pengemasan (packing). Serta kantor administrasi, tersedia pula ruang istirahat untuk pengawas agar proses kerja tetap nyaman dan higienis. “Insya Allah, rencananya sudah difungsikan pada 5 Oktober. Untuk perlengkapan dapur sudah tersedia dan tinggal diangkut ke lokasi saat hari H,” tambah Hajar.

Daerah, Hukum & Kriminal, Makassar

Menolak lupa Tragedi Kebakaran DPRD Akibat Lemahnya Pengamanan Aparat

ruminews.id – Tugas aparat keamanan belum tuntas hanya dengan mempertontonkan penangkapan pelaku pembakaran serta pembobolan atm, pertanyaan yang tersisa adalah bagaimana dengan kelalaian serta perhatian mengenai regulasi undang-undang tentang sistem proteksi kebakaran. Banyaknya korban yang melompat dari lantai 4 adalah bukti bahwa tidak adanya jalur evakuasi serta tangga darurat pada gedung DPRD kota makassar, cepatnya penyebaran api adalah bukti tidak adanya sistem proteksi kebakaran aktif seperti splingkler, apar, hidrant detektor asap yang akan berfungsi otomatis saat terjadi kebakaran. Kebakaran yang melalap gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar musibah biasa. Peristiwa ini adalah potret nyata dari kelalaian fatal para pemangku kekuasaan yang seharusnya bertanggung jawab menjaga marwah lembaga legislatif sekaligus keselamatan publik. Sekretariat Dewan (Sekwan) jelas-jelas gagal menjalankan fungsinya. Tidak ada kesiapan, tidak ada sistem keamanan internal yang memadai, dan tidak ada langkah antisipasi untuk menghadapi gelombang massa yang sudah tidak bisa dikendalikan. Kelalaian ini membuat gedung rakyat yang seharusnya menjadi simbol demokrasi berubah menjadi puing-puing terbakar. Lebih parah lagi, Ketua DPRD Kota Makassar menunjukkan sikap abai dan tidak bertanggung jawab. Alih-alih tampil sebagai pemimpin yang mampu meredam ketegangan, ia justru memperlihatkan ketiadaan kepemimpinan di tengah krisis. Diamnya Ketua DPRD dalam menghadapi situasi genting adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat yang telah menitipkan suara dan harapannya melalui lembaga ini. Tidak kalah mengecewakan, aparat keamanan yang digaji dari uang rakyat pun terbukti tidak profesional. Pengamanan yang seharusnya dilakukan secara tuntas sejak awal justru setengah hati. Aparat gagal mendeteksi potensi kericuhan, gagal mengendalikan massa, bahkan gagal melindungi aset negara. Ketidakseriusan dan kelalaian ini menjadi pintu masuk bagi tindakan anarkis yang akhirnya merugikan rakyat secara luas. Peristiwa ini tidak bisa hanya dipandang sebagai insiden spontan, melainkan buah dari kelalaian berlapis: kelalaian Sekwan, kelalaian Ketua DPRD, dan kelalaian aparat keamanan. Semua pihak yang terkait harus dimintai pertanggungjawaban secara terbuka, bukan sekadar dengan alasan teknis atau dalih situasi tak terkendali. Rakyat menuntut kejelasan, rakyat menuntut keadilan, dan rakyat menolak pembiaran atas peristiwa memalukan ini. Menurut kami hukum jangan hanya berlaku pada masyarakat kecil tetapi juga berlaku kepada kalalaian para pemangku kekuasaan sebagaimana amanat UU 1945 pasal 27 ayat 1 bahwa kita sama dimata hukum. Peristiwa demonstrasi yang mengakibatkan terbakarnya gedung DPRD Kota Makassar meninggalkan duka mendalam bagi warga Kota Makassar, sebab kejadian tersebut merenggut 3 nyawa tak bersalah. Adanya korban jiwa membuat pendiri FPK3, Husnul Mubarak, menilai bahwa peristiwa ini bukan hanya sebatas kebakaran akibat anarkisme, tetapi juga merupakan bentuk diabaikannya aturan mengenai sistem proteksi kebakaran pada gedung bertingkat. Asumsi kami, Supratman selaku Ketua DPRD kurang memperhatikan hal tersebut. Sebagaimana diketahui, dalam Surat Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. INS.11/M/BW/1997 dijelaskan bahwa sistem proteksi kebakaran merupakan salah satu syarat dalam penerbitan IMB. Syarat keselamatan kerja yang berhubungan dengan penanggulangan kebakaran secara jelas juga digariskan dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1970, antara lain: − Mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran; − Menyediakan sarana jalan untuk menyelamatkan diri; − Mengendalikan asap, panas, dan gas; − Melakukan latihan bagi semua karyawan. Menurut kami, terdapat dua hal yang diabaikan, yakni sistem proteksi kebakaran aktif dan sistem proteksi kebakaran pasif. Sistem proteksi kebakaran aktif dirancang untuk mencegah dan memadamkan kebakaran secara otomatis, seperti sprinkler, detektor asap, detektor panas, APAR, serta hidrant. Sedangkan sistem proteksi kebakaran pasif dirancang untuk menyediakan sarana jalur evakuasi, seperti selasar, ramp, tangga darurat, serta tangga khusus pemadam kebakaran. Peristiwa kebakaran tersebut menggambarkan bahwa kedua sistem proteksi kebakaran tidak berfungsi dengan baik. Salah satu contohnya adalah adanya orang yang melompat dari lantai 4 gedung akibat tidak adanya tangga darurat di luar gedung. Jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali.

Daerah, Makassar, Olahraga, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Sediakan 6 Mobil untuk Suporter PSM ke Parepare

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, kembali menunjukkan dukungan penuh bagi tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Menjelang laga bergengsi kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (21/9/2025) pukul 20.00 Wita, Pemkot menyiapkan enam unit bus dan mobil khusus untuk mengangkut rombongan dari Makassar, dan para suporter fanatik yang tergabung dalam komunitas Balaikota Mania (The Batman). Dukungan penuh Pemkot ini diharapkan dapat menambah semangat PSM Makassar dalam menghadapi laga sarat gengsi tersebut. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan akan hadir langsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, untuk memberikan dukungan penuh kepada PSM Makassar saat menjamu Persija Jakarta. Munafri menyebut, kehadirannya menjadi wujud nyata dukungan Pemkot Makassar kepada Pasukan Ramang yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi di awal musim. “Sebagai bentuk dukungan kepada para pemain PSM, Insya Allah saya akan hadir langsung di Gelora BJ Habibie memberikan support. Saya akan hadir bersama penggemar PSM,” ujarnya, Kamis (18/9/2025). Tak hanya datang sendiri, mantan Chief Executive Officer atau CEO PSM itu juga memboyong komunitas Balaikota Mania (The Batman), suporter fanatik yang akan mendampingi perjalanan PSM di laga sarat gengsi pekan ini. “Ada mobil sudah disiapkan 6 bus tambah juga mobil Satpol PP, untuk suporter, pendukung, rombongan dari Makassar menuju Parepare,” tuturnya. Sebagai langkah awal, Munafri menunjukkan dukungan nyata untuk PSM Makassar dengan menyambangi markas klub yang terletak di Jalan Balai Kota, tak jauh dari Museum Kota Makassar. Ia melihat PSM Store resmi dibuka kembali di Jalan Balaikota No. 11. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk perhatian pemerintah kota terhadap tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut. Dalam kunjungan itu, Munafri yang akrab disapa Appi bertemu langsung dengan manajemen klub, jajaran CEO PSM, serta perwakilan suporter. Ia meninjau berbagai persiapan tim menjelang laga Super League, termasuk melihat langsung atribut dan kostum atau jersey terbaru yang akan digunakan Pasukan Ramang musim ini. “Kostumnya bagus, (bagus sekali). Tapi kalau jersey-nya bagus, prestasinya juga harus bagus, akan menang,” kata Appi, sembari memuji desain baru kostum kebanggaan PSM. Tak hanya soal kesiapan tim, Appi juga mengungkapkan rencana besar Pemkot untuk mendukung infrastruktur sepak bola di Makassar. Ia menyebut pemerintah kota telah menyiapkan rencana pembangunan stadion baru yang terletak di kawasan Untia, diharapkan bisa mulai dianggarkan pada 2026. “Kalau stadionnya, Insha Allah mudah-mudahan penganggarannya 2026, dikerjakan 2027 sudah bisa. Stadion kapasitasnya mungkin sekitar 15–20 ribu penonton, tapi yang penting nyaman dan representatif,” jelasnya. Munafri menambahkan, stadion tersebut diharapkan menjadi rumah baru bagi PSM sekaligus ikon kebanggaan masyarakat Makassar. Kehadiran Wali Kota di markas PSM disambut hangat oleh manajemen dan suporter. Mereka menilai kunjungan ini memberi semangat tambahan bagi tim jelang laga penting kontra Persija Jakarta sekaligus menjadi simbol kuatnya kolaborasi Pemkot dengan klub sepak bola tertua di Indonesia tersebut. Sedangkan, Ketua Balaikota Mania, Arwin Malik, mengatakan rombongan suporter akan berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Karebosi pada pukul 12.30 WITA, sebelum bersama-sama berangkat memberikan dukungan langsung kepada Pasukan Ramang. “Rombongan suporter akan terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Karebosi, pada pukul 12.30 WITA, sebelum bersama-sama berangkat menuju Parepare,” ujarnya. Ditambahakan, mobil disiapkan oleh Pemerintah Kota, bagi suporter PSM menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah kota dan masyarakat pecinta sepak bola untuk memberikan dukungan penuh kepada PSM Makassar. “Ini bentuk sinergi pemerintah kota dan masyarakat pecinta sepak bola untuk mendukung langsung PSM Makassar,” jelasnya. Diketahui, laga bergengsi PSM melawan Persija Jakarta, tampak seru. Pertemuan klasik dua klub besar ini menjadi sorotan, bukan hanya karena memperebutkan tiga poin penting di ajang Super League 2025/2026, tetapi juga sarat gengsi dan rivalitas panjang. Atmosfer panas mulai terasa jelang kick-off, terlebih catatan pertemuan kedua tim menunjukkan PSM dalam posisi inferior, hanya satu kali menang, dua kali imbang, dan dua kali kalah dari Persija dalam lima laga terakhir Liga Indonesia. Meski demikian, kemenangan tetap menjadi target utama Pasukan Ramang. Tiga poin di kandang akan sangat berarti untuk keluar dari zona degradasi sekaligus mengurangi tekanan di awal musim.

Scroll to Top