Author name: Fikri Haikal

Daerah, Makassar, Pendidikan

Darubiah untuk negeri : Seminar Program Kerja KKNT 114 UNHAS desa Darubiah

ruminews.id, Makassar – Desa Darubiah menjadi saksi semangat perubahan dan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir saat Mahasiswa KKNT Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Seminar Program Kerja, Selasa, 15 Juli 2025. Bertempat di Balai Desa Darubiah, kegiatan ini mengangkat tema Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Darubiah, Ibu Dewi Asniar, S.E., yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para mahasiswa yang akan mengabdi selama lebih dari satu bulan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kontribusi nyata dari dunia kampus untuk membantu membuka potensi desa dan memberikan warna baru dalam dinamika sosial-ekonomi masyarakat. “Semangat mahasiswa ini adalah harapan baru bagi kami di desa, khususnya dalam menggali kekayaan alam dan tradisi lokal agar dapat dikenal lebih luas,” ujar Ibu Dewi Asniar. Desa Darubiah sendiri terdiri dari tiga dusun: Dauhe, Biralohe, dan Kasuso seluruhnya memiliki karakteristik kuat sebagai wilayah pesisir. Profesi utama masyarakat adalah nelayan, disertai dengan kekayaan budaya dan antusiasme tinggi dalam kehidupan sosial. Kekayaan lokal seperti makanan tradisional Uhu’-uhu’, potensi wisata pantai seperti Marumasa, Panaikang Birayya, dan Kasuso, serta tradisi tenun sarung (pattennung) menjadi perhatian khusus dalam penyusunan program kerja mahasiswa. Koordinator KKNT 114 Desa Darubiah, Adrian Hidayat, menyampaikan laporan tim yang berjumlah 9 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, terdiri dari 6 pria dan 3 wanita. Dalam sambutannya, Adrian mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat dan memaparkan komitmen mahasiswa untuk bekerja sama, membaur, dan memberikan kontribusi optimal selama masa pengabdian. “Kami hadir di sini bukan hanya membawa nama kampus, tetapi juga semangat perubahan dan teknologi sebagai alat bantu agar Darubiah dapat bersaing dalam skala nasional hingga internasional,” ujar Adrian. Dosen Pembimbing Lapangan, Rahmatullah, S.I.P., M.Si., turut memberikan arahan dan semangat kepada para mahasiswa maupun masyarakat yang hadir. Ia menekankan pentingnya membimbing mahasiswa agar tetap dalam jalur semangat kemandirian, menjadikan potensi lokal sebagai dasar pengembangan program yang realistis dan berdampak nyata. “Mahasiswa hadir untuk belajar dan berbagi, tapi juga perlu bimbingan dari masyarakat agar proses pengabdian menjadi mutual-saling menguatkan,” tegas Rahmatullah. Dalam seminar ini, Mahasiswa KKNT 114 menyampaikan 10 usulan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi, diskusi dengan tokoh masyarakat, dan kebutuhan mendesak di lapangan. Kesepuluh program tersebut difokuskan pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, serta mengangkat semangat gotong royong dan kebersamaan desa. Seminar berlangsung hangat dan interaktif, dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda desa, pengrajin lokal, dan perwakilan masing-masing dusun. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menegaskan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun Darubiah yang mandiri, inovatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Dengan semangat bersama, Seminar Program Kerja KKNT Gel. 114 UNHAS di Desa Darubiah resmi dibuka sebagai awal dari perjalanan pengabdian yang diharapkan memberi manfaat luas bagi desa dan sebagai pengalaman berharga bagi mahasiswa.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Operasikan Bus Sekolah Gratis, Berfitur Canggih dan Aman untuk Pelajar

ruminews.id, MAKASSAR – Dalam upaya menciptakan layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi pelajar, Dinas Perhubungan Kota Makassar terus berinovasi menghadirkan fasilitas terbaik. Salah satunya dengan mengoperasikan bus sekolah berbasis listrik yang dilengkapi berbagai fitur teknologi modern untuk memantau keselamatan dan mendukung kenyamanan siswa selama perjalanan. Sebagai wujud komitmen mendukung transportasi pelajar yang aman dan berkelanjutan, Dinas Perhubungan Kota Makassar kini mengoperasikan bus sekolah listrik dengan teknologi canggih untuk memantau keselamatan dan meningkatkan kualitas layanan. Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar, Dr. Jusman, menjelaskan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan terus memperkuat komitmen menghadirkan transportasi sekolah yang aman, nyaman, dan modern. “Saat ini, layanan bus sekolah gratis telah memiliki lima koridor utama yang melayani puluhan sekolah di berbagai wilayah kota,” jelasnya, Selasa (15/7/2025). Menariknya, tiga unit di antaranya sudah menggunakan bus berbasis listrik yang dilengkapi teknologi canggih untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pelajar. Selain itu, kata dia. Tersedia sejumlah fitur modern yang disematkan pada armada bus listrik ini. “Bus listrik kita memiliki CCTV dan NVR yang memantau aktivitas sopir dan penumpang secara real-time, sensor berbasis AI untuk mendeteksi perilaku berisiko,” katanya. “Ada juga sistem komunikasi langsung antara sopir dan operator admin,” tambah Jusman. Selain itu, bus listrik dilengkapi fasilitas pendukung pembelajaran dan hiburan bagi siswa. Fitur-fitur canggih bus listrik meliputi. CCTV dan NVR, memantau aktivitas sopir dan penumpang secara langsung. Sedangkan, sensor AI: mendeteksi perilaku mencurigakan atau membahayakan keselamatan. Kemudian, sistem informasi dan komunikasi: memungkinkan interaksi cepat antara sopir dan operator pusat. “Akses internet gratis: dapat dimanfaatkan pelajar selama perjalanan,” tuturnya. Selanjutnya, Smart TV: menayangkan materi edukasi dan hiburan. Serta Mobile Apps: memantau lokasi dan aktivitas bus secara transparan. Fitur-fitur tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung keselamatan berkendara dan mencegah potensi pelanggaran lalu lintas. “Kami berharap dengan hadirnya bus listrik ini, shifting dari kendaraan pribadi ke angkutan umum semakin meningkat, sehingga risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” terang Jusman. Data Route Safety Kota Makassar, sejak operasi mencatat rata-rata 100 hingga 115 ribu jiwa menjadi korban kecelakaan lalu lintas setiap tahun, dengan rentang usia korban didominasi pelajar berusia 15–20 tahun. Oleh karena itu, keberadaan bus sekolah gratis berbasis listrik menjadi langkah strategis Pemkot Makassar untuk menciptakan transportasi yang lebih aman, nyaman, sekaligus ramah lingkungan. “Kami mengimbau orang tua dan pihak sekolah untuk memanfaatkan fasilitas ini,” imbuhnya. Saat ini, layanan bus sekolah gratis tercatat melayani ribuan siswa setiap bulan di lima koridor utama. Apalagi minat pelajar terhadap fasilitas ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam satu hari rata-rata ada sekitar 200 siswa yang memanfaatkan bus sekolah, dengan tingkat okupansi sekitar 80 hingga 90 persen. “Jika dihitung per bulan sepanjang 2025, rata-rata jumlah siswa yang terlayani sekitar 2.252 orang,” jelas Jusman. Operasional bus sekolah dimulai setiap hari sekolah pukul 06.00 hingga 06.30 pagi, tergantung jarak keberangkatan di masing-masing rute. Bus akan mengangkut siswa TK, SD, SMP, hingga SMA menuju sekolah-sekolah yang sudah ditetapkan di lima koridor. Saat ini, Dishub Makassar mengoperasikan lima unit bus, terdiri dari: 3 unit bus listrik berkapasitas medium (32 kursi, panjang 8 meter) “Kemudian, 2 unit bus berbahan bakar BBM, terdiri dari 1 bus medium (32 kursi) dan 1 bus kecil (16 kursi),” ungkapnya. Semua armada melayani jalur yang sama dalam lima koridor, dengan rute yang sudah disesuaikan agar menjangkau kawasan padat penduduk dan sekolah-sekolah di Makassar. Lebih dari sekadar transportasi, program ini juga dirancang untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan. “Selain meningkatkan akses pendidikan, layanan ini sekaligus meringankan beban keluarga kurang mampu. Tahun ini, kami berupaya agar semakin banyak siswa dari keluarga prasejahtera yang bisa merasakan manfaatnya,” harap Jusman. Untuk 2025, pihaknya tengah melakukan evaluasi dan pengembangan skema baru agar layanan semakin menjangkau lebih banyak pelajar, khususnya yang berasal dari keluarga miskin. “Pemkot Makassar berharap program bus sekolah gratis dapat menjadi solusi transportasi yang aman dan mendukung pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah kota,” tukasnya.

Opini

Polisi Tangkap Polisi

Ruminews.id – Rabu lalu, 09 Juli 2025 Empat personil polisi di Nunukan ditangkap Mabes Polri. Satu diantaranya sedang menjabat sebagai Kasat Resnarkoba (TribunKaltara, 13/07/2025). Yang seharusnya membasmi narkoba, justru diduga kuat terlibat jaringan sabu. Sengaja tidak memakai kosakata “oknum”, sebab oknum bila dikumpulkan dapat membentuk “korps baru dalam kebertubuhan aparat Indonesia”. Penangkapan ini bukan semata tindakan hukum. Ia adalah sebagian dari sandiwara kata-kata tentang “kebersihan” institusi, sebuah laku yang diatur untuk mengukuhkan wibawa kekuasaan. Sebuah cara kontrol. Arena negara mempertontonkan supremasi tandanya atas tubuh aparat yang dianggap menyimpang. Terjadilah pertengkaran tanda-tanda. Apakah Mabes Polri dan Polda Kaltara perlu diapresiasi? Tidak usah berlebihan, tanggung jawab tak perlu apresiasi. Panopticon Yang Patah Dalam pengertian Michael Foucault, panopticon adalah sebuah konsep arsitektur penjara yang berfungsi mengawasi, semacam menara jaga berbentuk melingkar. Dari menara awas itu, semua tahanan akan merasa diawasi dan dengan demikian secara bertahap akan mulai mengawasi prilaku mereka sendiri (Ketut Wiradnyana, 2018: 65-66). Efek utama panopticon, yaitu pembatinan pengawasan. Dalam peristiwa polisi tangkap polisi di atas, Divisi Propam yang seharusnya menjelma panopticon polisi ternyata tak mampu mengawasi Kasat Reskobanya sendiri. Padahal, Polri belum lama ini mengumumkan kegemilangan. Berhasil menindak 23.456 kasus narkoba (Kompas, 01/072025). Tapi bangunan angka itu menguap, menjadi kabar yang pahit di lidah, ketika pelakunya justru tumbuh dari akar yang seharusnya membasmi. Seperti wayang yang melukai dalangnya sendiri. Saya pikir pencopotan pangkat atau amuk di jalan bukanlah solusi sesungguhnya. Perlu kebersamaan menumbuhkan panopticon dari luar, pengawas yang tegak lurus tanpa bayang-bayang institusi. Khususnya di Perbatasan Nunukan, negara mesti membuka kran ekonomi—agar warga Nunukan tak mau menggendong petaka di punggungnya, agar aparat tak menyimpang. Bukankah lebih berdampak, bila negara membuka tangannya lebar-lebar pada Tawau, Malaysia?  Membuka jalur dagang resmi sebanyak mungkin, daripada membiarkan gelap merayap di celah sempit perbatasan. Teruntuk Bupati, hentikanlah sandiwara di panggung-panggung pencitraan. Narkoba yang marak di Nunukan, ialah bukti negara yang lupa membuka tangannya. Taman Pustaka: https://www.tribunnews.com/regional/2025/07/13/nasib-iptu-sdh-usai-ditangkap-kasat-reskoba-polres-nunukan-terlibat-kasus-narkoba Wiradnyana, Ketut. (2018). Michael Foucault Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi. Jakarta: Obor. https://nasional.kompas.com/read/2025/07/01/14323711/polri-klaim-tindak-23456-kasus-narkoba-selamatkan-357-juta-jiwa

Opini

Kelakar Cak Imin: Mengenang Momen Historis HMI dan PMII

ruminews.id, – Tulisan ini saya buat sebagai respon proporsional terhadap kelakar cak imin dalam acara pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesian (PB IKA PMII). Dalam acara tersebut Cak Imin sempat berkelakar “Tidak ada dari PMII yang tumbuh dari bawah, kalau ada di PMII yang tidak tumbuh dari bawah itu bukan PMII pasti itu HMI”. Mendengar ungkapan tersebut, saya langsung membayangkan betapa hebatnya HMI di masa awal kehadirannya. Memang betul HMI ini bukan organisasi yang tumbuh dari bawah ia tumbuh dari atas, di atas tebing dan di antara retakan bebatuan. Secara alegoris, HMI seperti pohon yang tumbuh di atas tebing, dibawah hantaman angin, sengatan matahari dan dihajar badai namun HMI tetap berdiri kokoh hingga hari ini. Dari berbagai ujian tersebutlah HMI sebagai organisasi yang melewati proses panjang dari tahun 1947 hingga detik ini. Kembali ke metafor sebelumnya, mengandaikan HMI sebagai pohon yang tumbuh di atas tebing dengan berbagai tantangannya telah berhasil menghasilkan biji yang menjadi benih dan bagian dari cikal bakal terbentuknya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Benih yang saya maksud itu bernama Mahbub Djunaedi, secara historis baik kader HMI maupun kader PMII tentu mengenal siapa beliau. Sebelum menjadi ketua umum pertama PB PMII pada tahun 1960, Mahbub Djunaedi merupakan sosok yang pernah berproses di HMI, bahkan beliau pernah menjabat sebagai ketua Bidang Departemen Pendidikan PB HMI. Tentu hal ini merupakan jejak historis yang baik kader HMI maupun PMII tidak dapat mengingkarinya. Jadi antara HMI, PMII, dan kelakar cak Imin bagi saya adalah sebuah refleksi yang mengajak kita untuk kembali berkesinambungan dengan masa lalu. Tentu saja sebagai jalan untuk tetap melanjutkan napas perjuangan dan mwujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah Swt. YAKUSA!!.

Nasional, Pendidikan, Politik

Tanggapan Arief Rosyid : Kelakar Cak Imin Jadi Bentuk Nggak Paham Sejarah

ruminews.id, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013-2015, Arief Rosyid Hasan, memberikan respons tegas dalam unggahannya terhadap pernyataan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut, “Kalau tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII, itu HMI.” Menanggapi Pernyataan Cak Imin: “Kalau Tak Tumbuh dari Bawah, Pasti Bukan PMII, Itu HMI Arief Rosyid Hasan (Ketum PB HMI 2013-2015) Pernyataan Cak Imin tersebut disampaikan dalam acara pengukuhan Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) yang belakangan menuai beragam tanggapan, khususnya dari kalangan kader dan alumni HMI. Melalui akun media sosialnya, Arief Rosyid menyebut pernyataan itu sebagai “ahistoris, simplistik, dan menyesatkan.” Arief menegaskan bahwa HMI sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, didirikan pada 5 Februari 1947 di tengah perjuangan kemerdekaan, justru tumbuh dari kekuatan akar rumput, bukan dari elit kekuasaan. “HMI tumbuh dari semangat keumatan dan kebangsaan yang mengakar kuat di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa yang merasakan langsung tantangan sosial dan nasional pada masa penjajahan dan revolusi,” tulis Arief dalam unggahannya. Arief juga bilang, kalau kelakar Cak Imin jadi bentuk nggak paham sejarah sekaligus kontribusi besar HMI buat bangsa dan negara. Ia pun menyayangkan kelakar Cak Imin itu, seharusnya Ketum PKB tersebut bisa kasih ungkapan yang arif dan bijak. “Pernyataan seperti itu tidak mendidik publik, apalagi generasi muda, yang seharusnya diajak bersatu menghadapi tantangan bangsa,” ucap Arief. Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menempatkan sejarah gerakan mahasiswa secara adil dan proporsional. Jangan jadikan kekayaan sejarah organisasi menjadi alat untuk saling menjatuhkan. Baik HMI, PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, KAMMI, dan lainnya- semua telah berkontribusi besar dalam membangun Indonesia. Salam Pergerakan. Yakin Usaha Sampai!

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wakil Wali Kota Makassar Terima Audiensi LPMI Bahas Potensi Kerjasama dan Kegiatan EXPLORASI BUDAYA

ruminews.id, MAKASSAR, – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) di Ruang Wakil Wali Kota, Senin (14/07/2025). Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus wadah diskusi antara Pemerintah Kota Makassar dan LPMI, terkait potensi kolaborasi dalam bidang kepemudaan, kebudayaan, dan pelayanan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, LPMI diwakili oleh Direktur Nasional Petrus Kondorura, Ketua Panitia Yunus Siang, serta sejumlah koordinator pelayanan mahasiswa dan pemuda. Mereka juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan EXPLO yang akan melibatkan generasi muda dalam eksplorasi nilai-nilai budaya, pelayanan gereja, dan pengembangan karakter kepemimpinan mahasiswa. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan bahwa Pemerintah Kota Makassar mendukung kegiatan positif yang digagas oleh anak muda, terlebih yang mengangkat kekayaan budaya serta mendorong semangat toleransi dan kolaborasi lintas komunitas. “Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa pemuda Makassar dan Indonesia pada umumnya punya semangat kuat untuk terlibat aktif dalam membangun masyarakat, melalui pendekatan budaya, edukasi, dan pelayanan,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Audiensi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkot Makassar, yakni Kepala Badan Kesbangpol Dr. H. Fathur Rahim, ST., MT, Kabid Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga, Bryan Ramadhan Brahman, S.STP, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Andi Patiware, S.STP., M.M. Ketiganya turut memberikan pandangan dan membuka ruang kerjasama lintas sektor sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Selain membahas teknis pelaksanaan kegiatan, diskusi juga menyentuh pentingnya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi, serta bagaimana peran mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan. Pertemuan ini diakhiri dengan semangat kolaborasi dan kesepahaman untuk membangun Makassar sebagai kota yang inklusif, toleran, dan kaya akan nilai-nilai budaya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel

ruminews.id,MAKASSAR — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri acara Pengukuhan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Makassar, Senin (14/7/2025). Acara resmi ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan memori serah terima jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang secara resmi melantik Rasono, Ak., M.M., M.H. sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulsel, menggantikan pejabat sebelumnya. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menyampaikan harapannya agar pejabat baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan terus memperkuat fungsi pengawasan internal pemerintah demi tata kelola yang bersih dan akuntabel. “Pemerintahan membutuhkan pengawasan dan pendampingan mewujudkan tata kelola yang efektif, efisien, dan transparan. Penguatan pengawasan menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” ujarnya. Sambutan Kepala BPKP disampaikan oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pangan, Bapak Susilo Widhyantoro, Ak., M.EcDev., CA., CRMA., CCSA. Dalam sambutannya, menegaskan pentingnya peran BPKP sebagai early warning system dalam mendukung terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani, serta mendorong sinergi antarlembaga untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional dan daerah. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pejabat dari berbagai instansi vertikal dan pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut memberikan apresiasi atas proses transisi yang berlangsung dengan baik. Ia berharap sinergi antara BPKP dan pemerintah daerah semakin kuat ke depan. “Selamat kepada Bapak Rasono atas amanah barunya. Kami berharap kerja sama dan sinergi antara BPKP dan Pemerintah Kota Makassar terus diperkuat, khususnya dalam upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang akuntabel,” ujar Aliyah Mustika Ilham. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama serta pemberian selamat dari seluruh tamu undangan. sebagai bentuk simbolis komitmen bersama dalam mendukung penguatan pengawasan dan tata kelola pemerintahan yang baik di Provinsi Sulawesi Selatan.

Daerah, Pangkep, Pendidikan

Intermediate Training LK II Tingkat Nasional 2025 HMI Cabang Pangkep Resmi di Umumkan.

ruminews.id, PANGKEP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep secara resmi mengumumkan pelaksanaan Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) tingkat nasional yang akan digelar pada 5-14 Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung tema: “Rejuvinasi Trajektori HMI: Spirit Perjuangan Kader Mewujudkan Generasi Insan Cita.” Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas kaderisasi di tubuh HMI, khususnya dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Intermediate Training ini bukan sekadar agenda formal organisasi, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar strategis untuk membentuk kader yang intelektual, idealis, dan mampu menjadi lokomotif perubahan. Dengan tema ‘Rejuvinasi Trajektori HMI’, kami ingin menegaskan kembali semangat perjuangan kader HMI dalam mewujudkan generasi insan cita di tengah dinamika nasional,” ujar Fadli Muhammad. Berikut adalah rangkaian jadwal pelaksanaan LK II HMI Cabang Pangkep 2025: 13 Juli 2025 – Publish Proposal 28 Juli 2025 – Pengumuman Kelulusan Peserta 31 Juli – 4 Agustus 2025 – Screening Test 4 Agustus 2025 – Pengumuman Hasil Screening 5 – 14 Agustus 2025 – Pelaksanaan Intermediate Training Fadli menambahkan bahwa panitia telah mempersiapkan kegiatan ini secara matang, termasuk penguatan kurikulum, penyusunan materi, dan pemilihan pemateri dari berbagai kalangan akademisi, tokoh nasional, serta alumni HMI yang berkompeten. “Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi kader HMI se-Indonesia untuk mengikuti pelatihan ini. Harapan kami, kegiatan ini dapat melahirkan kader-kader visioner yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga memiliki integritas dan semangat pengabdian,” tegas Fadli. Pelatihan tingkat nasional ini rencananya akan digelar secara luring penuh di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dapat mengakses pengumuman resmi melalui kanal media sosial HMI Cabang Pangkep dan contact person panitia pelaksanapelaksana HP. 0877-87882573 Indra Gunawan ketua panitia.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Makassar Punya Arena Padel Modern, Wali Kota Ajak Masyarakat Aktif Berolahraga

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi meresmikan Lapangan Padel Top Spin Arena Makassar sekaligus membuka Kasih Keras Private Padel Tournament, yang berlangsung di Kecamatan Tamalate, Minggu (13/7/2025). Peresmian fasilitas olahraga ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pertandingan ekshibisi perdana yang diikuti para pemain padel lokal. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, penggiat olahraga, serta kalangan muda yang antusias menyaksikan turnamen perdana di arena ini. Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan arena padel yang dinilai menjadi ruang positif bagi masyarakat Makassar. “Top Spin Arena Makassar ini adalah sebuah hal yang sangat baik, sangat positif, bukan hanya sebagai sarana olahraga,” ujarnya. Lebih dari itu, menurut Appu hadirnya Spin Arena ini menjadi tempat untuk bersilaturahmi, memperkuat kebersamaan, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sekitar kawasan. Ia juga menekankan tingginya minat masyarakat, terutama kalangan muda, terhadap olahraga padel. Hal ini menjadi indikasi bahwa Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan cabang olahraga yang relatif baru ini. “Selama ini banyak adik-adik kita yang menunggu kesempatan bisa bermain padel. Sekarang fasilitasnya sudah tersedia,” katanya. “Ini artinya animo masyarakat sangat tinggi. Kita berharap olahraga padel semakin digemari, menjadi bagian gaya hidup sehat, dan menciptakan atmosfer kompetisi yang positif,” tambahnya. Dengan hadirnya Top Spin Arena Makassar, Pemerintah Kota berharap fasilitas ini menjadi contoh pengembangan infrastruktur olahraga modern di wilayah perkotaan, sekaligus ruang aktivitas sehat dan produktif bagi warga. Munafri secara khusus juga membawa keluarganya dalam kesempatan tersebut, sebagai bentuk dukungan agar generasi muda Makassar lebih mengenal dan mencintai olahraga padel. “Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat bertanding. Bermainlah dengan semangat fair play,” harapnya. Selain peresmian lapangan, acara ini dirangkai dengan pembukaan Kasih Keras Private Padel Tournament yang diikuti sejumlah tim dan pemain perorangan. Turnamen bersifat fun games dengan semangat persahabatan dan sportivitas. “Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga ajang untuk menjalin silaturahmi. Semoga berjalan aman, lancar, dan membawa dampak positif bagi olahraga di Makassar,” pungkasnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar dan Pegadaian Konsolidasikan Bank Sampah, Menuju Zero Waste

ruminews.id, MAKASSAR – Dalam upaya menciptakan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Makassar terus menggencarkan kolaborasi lintas sektor untuk menangani persoalan sampah. Salah satu langkah strategis dilakukan bersama PT Pegadaian dengan mengonsolidasikan pengelolaan bank sampah yang tersebar di berbagai daerah. Inisiatif ini bukan hanya mendorong penurunan volume sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Melalui sinergi ini, Pemkot Makassar optimistis target Zero Waste 2029 dapat tercapai secara bertahap dan terukur,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, saat sambutan pada giat Pemerintah Kota Makassar bersama PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Makassar menggelar kegiatan konsolidasi pengelolaan bank sampah, Minggu (13/7/2025). Acara ini berlangsung di Kantor Pegadaian Wilayah IV, Jalan Pelita Makassar, dengan melibatkan perwakilan bank sampah dari Makassar, Gowa, Pinrang, hingga Bulukumba. Helmy Budiman, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perluasan pengelolaan sampah, termasuk melalui sinergi dengan Pegadaian. “Kegiatan ini sangat baik dan penting dalam upaya menurunkan volume sampah dan mencapai target zero waste pada tahun 2029,” jelas Helmy. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor perlu diperluas mengingat persoalan sampah yang semakin kompleks. Pemkot Makassar terus mendorong agar berbagai pihak ikut berperan aktif mencari solusi, sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Helmy mencontohkan sejumlah inovasi pengelolaan sampah yang kini mulai diterapkan, seperti penggunaan enzim pengurai di Hotel Merkur, serta program Pegadaian yang memungkinkan masyarakat menukar sampah menjadi tabungan emas. “Ini contoh konkret bagaimana sampah bisa punya nilai baru dan menjadi peluang ekonomi. Harapannya, langkah-langkah seperti ini bisa menginspirasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah,” tuturnya. Ia menambahkan, Pemkot Makassar berkomitmen memperkuat edukasi dan kolaborasi, agar upaya pengurangan sampah tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan betul-betul menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Melalui konsolidasi ini, Pemkot Makassar bersama Pegadaian menyiapkan langkah tindak lanjut berupa pelatihan, penguatan kelembagaan bank sampah. “Serta program insentif yang diharapkan mampu mempercepat tercapainya target lingkungan bersih dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” tuturnya. Pada kesempatan ini, PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Makassar terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan lingkungan melalui pembinaan bank sampah yang tersebar di berbagai daerah. Deputy Operasional Kantor Wilayah IV Pegadaian Makassar, Jainuddin, menjelaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan bank sampah yang telah dijalankan sejak tahun 2018. “Sejak 2018, Pegadaian secara aktif membina bank-bank sampah di wilayah masing-masing,” ujarnya. Menurutnya, konsolidasi ini menjadi forum penting untuk membahas tantangan yang dihadapi selama proses pembinaan, sekaligus memberikan arahan tambahan kepada bank sampah binaan. Ia menyebutkan, selain edukasi dan arahan, Pegadaian juga memberikan stimulus berupa fasilitas dan sarana prasarana guna mendukung operasional bank sampah agar berjalan lebih optimal. Dalam kegiatan tersebut, lanjut Jainuddin, dibahas juga aspek pelayanan dua arah: baik pelayanan Pegadaian kepada bank sampah maupun sebaliknya. “Tujuannya, untuk menemukan solusi yang tepat demi meningkatkan kinerja dan efektivitas program secara menyeluruh,” tuturnya. Salah satu program unggulan yang dibahas adalah mekanisme penukaran sampah menjadi tabungan emas. Sampah yang masih memiliki nilai jual atau bisa didaur ulang akan dikonversi menjadi saldo tabungan emas atas nama anggota bank sampah. Melalui program ini, sampah yang bernilai dijual, lalu nilainya dihitung dan dikonversi menjadi tabungan emas. Apalagi Pegadaian menbina 30 Bank sampah di Kota Makassar. “Di Kota Makassar sudah 30 bank sampah binaan kita di Pegadaian. Masyarakat bisa menabung dari sampah, dan pada akhirnya, hal ini memberi motivasi baru dalam mengelola sampah,” katanya. Jainuddin berharap, melalui sinergi antara Pegadaian dan bank sampah, program ini mampu memberikan dampak signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. “Target kita jelas, mengolah sampah, menabung emas, dan mendorong terwujudnya zero waste di Makassar,” tutupnya.

Scroll to Top