Author name: Admin01

Opini

Resonansi Positif : Rahasia Meningkatkan Hubungan Emosional dengan Pasangan dan Keluarga.

ruminews.id- Positivity Resonance atau Resonansi Positivitas atau Kesesuaian Positif adalah istilah yang diperkenalkan oleh Barbara Fredrickson dalam penelitian tentang emosi positif dan koneksi sosial. Konsep ini mengacu pada pengalaman emosi positif yang muncul dan saling berbagi antara dua atau lebih individu, menciptakan hubungan yang harmonis, saling menghargai, dan mendalam. Dalam konteks ini, resonansi positif tidak hanya memperkuat hubungan emosional tetapi juga memengaruhi kesejahteraan fisik dan psikologis. Kesesuaian positif menggambarkan interaksi singkat namun bermakna yang bisa memperkuat hubungan sosial dan membawa manfaat besar bagi kesehatan fisik, emosional, dan psikologis. Kesesuaian positif terjadi ketika dua orang merasakan kebahagiaan atau perasaan baik yang sama pada saat yang bersamaan. Misalnya, saat tertawa bersama karena lelucon lucu, merasakan kehangatan saat berbagi pelukan, atau sama-sama merasa bahagia melihat sesuatu yang indah. Ini adalah momen ketika perasaan positif saling terhubung dan mempererat hubungan. Saat sesuai secara positif, maka tubuh dan respons kita selaras dengan orang lain dan kita merasa terhubung. Misalnya, ketika berbicara dengan seseorang dan tanpa sadar saling meniru gerakan atau ekspresi wajah, tertawa bersama pada waktu yang sama, atau bahkan bernapas dengan ritme yang mirip. Ini adalah tanda bahwa kita dan orang tersebut benar-benar “nyambung” secara fisik dan emosional, dimana tubuh juga ikut berkomunikasi satu sama lain. Yang terjadi kemudian adalah hubungan timbal balik. Ada rasa saling peduli antara dua orang. Keduanya merasa dihargai dan penting satu sama lain. Misalnya, saat kita mendengarkan cerita pasangan dengan penuh perhatian, dan dia juga mendengarkan kita dengan tulus ketika giliran kita berbicara. Hubungan ini terasa hangat karena kita dan pasangan sama-sama terhubung dan saling memberi perhatian yang tulus. Momen ketika kita berbagi emosi positif dengan orang lain ternyata berdampak langsung pada tubuh kita. Ketika kita merasa senang atau terhubung dengan seseorang, maka tubuh menjadi lebih rileks, dan tekanan darah kita cenderung menurun. Ini baik untuk kesehatan jantung kita. Sistem imun kita menjadi lebih kuat karena merasakan emosi positif, membuat tubuh kita secara alami menjadi lebih tangguh dalam melawan penyakit. Hal ini terjadi karena emosi seperti kebahagiaan, cinta, atau rasa terhubung memicu pelepasan hormon-hormon “baik” seperti oksitosin dan endorfin. Hormon-hormon ini membantu mengurangi stres dan meningkatkan aktivitas sel-sel imun yang bertugas melindungi tubuh dari virus, bakteri, atau ancaman lainnya. Momen-momen interaksi positif dengan orang lain, seperti berbicara, berbagi cerita, atau tertawa bersama, membantu tubuh untuk lebih rileks dan mengelola stres. Ketika kita merasa bahagia atau tenang, maka tubuh memproduksi lebih sedikit hormon stres, sehingga risiko penyakit seperti diabetes atau gangguan jantung bisa menurun. Fredrickson menekankan pentingnya hadir dalam momen interaksi untuk menciptakan koneksi yang otentik. Ini sesuai dengan penelitian yang menunjukkan bahwa ketika kita sepenuhnya hadir dalam percakapan, kita lebih mungkin merasakan momen positivity resonance. Saat berbicara dengan seseorang, fokuslah sepenuhnya pada mereka. Jangan terganggu oleh ponsel atau pikiran lain. Tunjukkan bahwa kita mendengarkan dengan kontak mata, anggukan kepala, atau senyuman. Dalam penelitiannya, Fredrickson menyatakan bahwa mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati meningkatkan kualitas hubungan sosial, yang penting dalam menciptakan resonansi positif. Saat seseorang sedang menghadapi masalah, dengarkan dengan empati tanpa langsung memberikan saran kecuali diminta. Jadilah pendengar aktif – dengarkan tanpa menghakimi dan tunjukkan bahwa kita peduli. Menerapkan prinsip positivity resonance dalam hubungan dengan pasangan dan anak dapat mempererat ikatan emosional dan memperdalam koneksi. Pasangan maupun anak akan merasa lebih dihargai dan terhubung. Ini tidak hanya meningkatkan kebahagiaan keluarga, tetapi juga dapat menurunkan tingkat stres, menciptakan rumah yang lebih harmonis, dan memberikan manfaat kesehatan mental serta fisik bagi semua anggota keluarga. Secara keseluruhan, dengan lebih sering mengalami positivity resonance dalam interaksi sehari-hari, hubungan dengan pasangan dan anak akan semakin erat, penuh kasih sayang, dan harmonis. @pakarpemberdayaandiri

Daerah, Makassar, Pendidikan

Ratusan Siswa SMAN 17 Makassar Terancam Gagal Mengikuti SNBP 2025 Akibat Kelalaian Pengisian Data

ruminews.id- Makassar, 5 Februari 2025 – Sebanyak 145 siswa berprestasi dari SMAN 17 Makassar terancam tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh kelalaian pihak sekolah dalam menginput data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang merupakan syarat utama untuk mengikuti SNBP. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Karina, proses penginputan nilai dan data siswa sebenarnya telah dilakukan oleh operator sekolah. Namun, hingga mendekati batas waktu yang ditetapkan, terjadi kendala teknis yang menyebabkan data tidak terinput dengan sempurna. Penginputan data yang awalnya dilakukan melalui E-rapor ternyata tidak mencakup semua nilai siswa eligible, sehingga harus dilakukan secara manual yang memakan waktu hingga melewati tenggat waktu. Akibatnya, 119 siswa jurusan IPA dan 29 siswa jurusan IPS yang seharusnya terdaftar sebagai peserta SNBP kini menghadapi ketidakpastian. Ketua OSIS SMAN 17 Makassar, Muhammad Arsyah Yusuf, mengungkapkan rasa panik dan kaget atas situasi ini. “Tentu sangat panik dan kaget karena ini yang kita tunggu sejak lama. Beberapa siswa juga tujuannya masuk di SMA 17 untuk mau masuk SNBP lewat jalur ini,” ujarnya. Orang tua siswa juga menyatakan kekecewaannya. Azhar Gazali, salah satu orang tua murid, menilai bahwa ini merupakan kesalahan fatal dari pihak sekolah karena menyangkut masa depan anak-anak. “Mereka (pihak sekolah) kami anggap lalai karena waktu yang diberikan dari kementerian cukup lama untuk bisa menginput data dari awal Januari sampai akhir Januari tetapi itu tidak dipenuhi oleh mereka,” tuturnya. Menanggapi situasi ini, pihak sekolah telah bersurat ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk meminta perpanjangan masa pendaftaran SNBP 2025. Mereka berharap persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik dan siswa dapat mengikuti SNBP tahun ini. Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat kelalaian serupa juga terjadi di beberapa sekolah lain di Sulawesi Selatan. Diharapkan ke depan, pihak sekolah lebih teliti dan proaktif dalam mengelola data siswa agar insiden serupa tidak terulang.

Opini

Miladul Khaer ke 78, Himpunanku

ruminews.id- Dahulu di Baghdad ada seorang Ibu yang membawa anaknya untuk belajar pada Imam Junaid al-Baghdadi, beliau adalah sufi besar pada masanya. Ia memohon pada Junaid untuk mengajari zuhud dan ilmu keagamaan lainnya, kepada anaknya. Di tinggalkan Putranya di situ dan disediakan segala yang dibutuhkan. 2 tahun berselang, kembali ibu ini menjenguk putranya. Ia terkejut ketika menemukan putranya tengah membasuh baju, mengelap lantai dan membersihkan toilet. Ia marah besar. Kepada Junaid dan ia berkata, “saya tidak mengirimkan anak saya untuk dijadikan pembantu”. Junaid hanya menjawab singkat “selama ia belum bisa mengikis kesabaran dan keangkuhan dirinya, ia tidak bisa melangkah lebih lanjut mengikuti pelajaranku”. Cerita ini sedikit banyak ada korelasinya dengan proses kita di HMI dan tentu sistem perkaderan lainnya juga. Sebagai anggota baru di HMI kadang kita mengerjakan sesuatu diluar dari keinginan dan kapasitas kita, tapi sadar atau tidak itu adalah awal dari rangkaian proses yang harus di lalui. Banyak orang yang tidak tahan dengan proses ini, lalu pergi meninggalkan segala ceritanya. Tapi tak sedikit yang bersungguh-sungguh mengikuti proses dan menang melawan seleksi alam. Pilihan berproses di HMI haruslah menjadi tangga yang wajib dilalui hingga menjadi sukses, pilihan agar orang terbentuk pribadinya, menjadi cerdas spiritualitasnya. Pilihan yang menempatkan keyakinan sebagai senjata dalam melewati segala badai. Meyakinkan dirinya bahwa Allah tidak akan membiarkan insan yang berkualitas terlantar dan sia-sia. Karena Dia Maha Tahu siapa yang sudah pantas mendapatkan anugrah-Nya. Salah satu inspirasi terbesar yang harus dipelajari semua yang tengah dan telah berproses di HMI adalah kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW yang selalu relevan dengan semua orang yang tengah berproses menjadi lebih baik. Terutama bagi kader-kader HMI yang tengah berproses melewati anak tangga perkaderan. Rasulullah SAW menjadi manusia besar yang dipilih menjadi utusan Allah tentu bukan dengan persiapan yang hadir secara tiba-tiba. Nabi muda telah bekerja mandiri sejak usia beliau 15 tahun, menggembala domba : yang ternyata hikmahnya pun luar biasa. Setidaknya, kata Ibnu Hajar Al Asqolani, Rasulullah muda dididik Allah sebagai penggembala domba dengan hikmah istimewa : agar terbiasa dengan kesepian, supaya memiliki sifat yang rendah hati, dan punya gambaran bagaimana cara memenej perasaan. Rasulullah menjadi manusia hebat karena bersungguh-sungguh dan menikmati segala proses yang dilalui. Kita disuguhkan kisah perjuangan Nabi yang 23 tahun ; panjang dan penuh tantangan. Hal ini agar kita sebagai ummatnya tahu bahwa berproses adalah cara kita mengimani sunnatullah. Allah adalah Rabb yang Maha bijaksana, Al Hakim. Dia menetapkan sebuah sistem dimana siapapun yang ingin berjaya; janganlah ia nafikan proses. kata Syaikh Hasan Diddou, “Salah satu tiang yang menyangga kesuksesan Rasulullah adalah berlevel dan berproses”. Mentalitas dan kualitas diri hanya bisa didapatkan dari kesungguhan melalui proses panjang. HMI adalah salah satu wadah yang disediakan, 78 tahun yang lalu oleh Ayahanda Lafran Pane, Dkk agar siapapun yang masuk di dalamnya harus berproses secara baik, di tempat ini kita dididik menjadi kader yang siap mengemban amanah ke-umatan dan ke-bangsaan. Warisan terbaik dalam hidup adalah berbuat kebaikan, dan HMI adalah satu dari sekian sarana untuk berbuat baik pada banyak orang. Melayani orang yang pantas dilayani. Dalam berproses jangan pernah merasa ada yang memaksa untuk menyerahkan kebaikan. Bersihkan tangan kita dari mendapatkan segala sesuatu dari hasil yang tidak baik saat berproses. Sebab apapun kehebatan yang didapatkan dari hasil dan proses yang tidak baik, akan mengantarkan siapapun pada akhir yang tidak bahagia. Jangan sia-siakan kesempatan saat sedang menempa diri di HMI, berproseslah dengan baik dan kaffah, pada akhirnya nanti kita akan tahu betapa nikmatnya ber-HMI. Dalam sofisme moderen, ada yang disebut ecstasy, bisa jadi kita pernah berada dalam keasyikan-keasyikan seperti itu di HMI. Sampai-sampai nyaris lupa selesai Kuliah, Untunglah tiap hari kena semprot dari orang tua. Sekarang menurut saya, HMI harus menarik ghiroh masa lalunya untuk menemukan bentuk pergolakannya hari ini. HMI saat ini seperti kehilangan Common Enemy. Dari tahun 1947 hingga era 80-an dan awal reformasi, HMI selalu menemukan momentum dan dinamika. Selalu ada gerakan dan diskursus yang mengandaikan HMI bergerak dari satu titk ke titik lain. Menjadi dinamik ! Kalau awal mula berdiri HMI punya basic demand, maka sekarang HMI mesti bertanya pada dirinya, apa basic demand HMI hari ini?. Dulu, ada terminologi yang paling agresif di HMI, “bergerak atau kafir?”. Saya di tuturkan oleh senior saat berada di kupang. Sekarang, HMI seakan bergerak, tapi dalam paroki yang amat sempit. HMI tampak sibuk dengan dirinya. Sibuk menyatukan patahan-patahan kecil, hanya karena goncangan ringan di sekitar dengan amplifikasi politik kekuasaan yang remeh temeh. Ingat, HMI pernah melewati goncangan ideologis. Efek goncangan ideologis itu, membelah HMI dalam dua lempengan besar. Efek residunya masih ada hingga hari ini. Itu ujian kekuasaan. HMI mestinya lebih matang dengan situasi demikian. Hari-hari ini, fragmen-fragmen sosial itu menganga lebar, Di depan mata kader HMI. Dikotomi-dikotomi sosial seakan difasilitasi politik kekuasaan. Pilar-pilar demokrasi menjadi lumpuh total. Sumber daya politik dan ekonomi serta sirkulasinya, hanya bergerak di sekitar sekelompok kecil elit yang menguasai 80% sumber daya ekonomi. Demokrasi mengalami konglomerasi. Ruh dari pada aktivisme politik menjadi pudar dan transaksional. HMI mesti secara cepat mereformulasi apa basic demand-nya hari ini !. Dari Narasi diatas, perjalanan saya terasa begitu panjang dan makin menemukan titik-titik rumitnya. Entah pemikiran saya yang makin menemukan relevansi kekinian yang kompleks, atau jangan-jangan pikiran ini tak lazim, tidak berguna hingga sepi dalam keramaian. Oleh RAIS SYUKUR TIMUNG – NALAR PINGGIRAN

Opini

Milad HMI 78 Tahun : Kritik adalah Senjata

ruminews.id-, Sulsel, Indonesia adalah sebuah negara kepulauan, yang berdiri atas dasar persatuan dan kesatuan, memiliki banyak perbedaan baik ras, suku dan agama. Indonesia adalah sebuah bangsa yang merdeka. Sejarah nusantara mencatat bahwa dalam setiap nadi para revolusioner mengalir darah perjuangan untuk menghadapi dan berperang melawan penjajah sangat luar biasa. Jenderal-jenderal yang gagah berani berguguran, tidak hanya itu saja, rakyat biasa pun ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tidak takut akan kebengisan para penjajah, karena bagi mereka perjuangan membela NKRI adalah harga mati. Namun, melihat kondisi saat ini, cita-cita para leluhur sedikitnya telah memudar, masuknya faham-faham barat tersebut yang mulai mempengaruhi tatanan budaya kehidupan sehari-hari. Terlebih bagi para pemeluk agama Islam. Islam dalam ajarannya adalah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Artinya meniadakan tuhan-tuhan melainkan Tuhan yaitu Allah. Meyakini ada tuhan lain saja tidak boleh (Kafir) apalagi meyakini tidak adanya tuhan dalam kehidupan (atheis). Secara individu, seseorang bertanggungjawab atas dirinya, memiliki keyakinan bahwa adanya Tuhan adalah mutlak. Melakukan ibadah adalah caranya berikhtiar terhadap segala ketentuan dari Tuhannya. Sebagai seorang Khalifah (wali pengganti) Tuhan, maka ia harus menjaga hubungannya dengan Tuhan (hablumminallah), berusaha menjadi pribadi yang baik sebagai hamba didunia, dan segala sikap dan perbuatan atasnya itu ganjaran. Karenanya, tugas sebagai individu adalah menjadikan diri berguna sebagai anggota masyarakat. Sebagai seorang individu adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, memiliki hubungan dan memberikan pengaruh yang baik terhadap sesama manusia (hablumminannas). Selain itu juga seorang manusia harus memiliki hubungan dan memberikan pengaruh yang baik terhadap lingkungan sesama makhluk ciptaan (hablumminal alam). Sebagai warga negara, sudah tentu semua masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari negara dan memiliki kewajiban untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi negaranya. John Fenneral Kennedy (1961) mengatakan don’t ask what your country can do for you, but ask what you can do for your country, (jangan tanya apa yang bisa negara berikan untukmu, tapi tanyakanlah pada dirimu apa yang dapat kau lakukan untuk negaramu). Selanjutnya, sebagai atensi untuk negaranya,seorang warga negara dapat menyumbangkan ide-ide atau gagasan guna menjadi solusi bagi permasalahan negara yang terjadi, atau mengambil peran dengan bergabung bersama perkumpulan atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu yang disebut organisasi. Organisasi yang dipilih atau dibentuk harus menjadi wadah transfer ilmu atau eksistensi diri menjadi lebih baik lagi. Seperti halnya organisasi Himpunan Mahasiswa Islam(HMI). HMI yang memiliki landasan yang jelas, target dan tujuan HMI adalah untuk mencetak dan meregenerasi kadernya menjadi kader intelektual, memiliki leadership skills yang berlandaskan pada ketuhanan dengan Alqur’an dan Alhadits sebagai pedoman. Dengan segala kontroversi yang pernah terjadi karena dianggap tidak berazaskan tunggal yaitu Pancasila, maka azas Islam sebelumnya juga pernah membuat perpecahan pada tubuh organisasi ini sendiri, terpecahnya HMI menjadi HMI DIPO (HMI bersekretariat di Jalan Diponegoro) yang mengganti azas landasan tersebut menjadi pancasila dan HMI MPO (Majelis Penyelamat Organisasi)tetap dengan azas islam. Meskipun HMI DIPO mengubah azasnya, namun tidak pernah mengubah substansi dari arah perjuangannya. Azas Islam itu sendiri yang sampai saat ini masih digunakan sebagai pedoman itu dituangkan dalam kertas kerja bernama Nilai Dasar Perjuangan (NDP) karya intelektual dari Nurcholis Madjid (Cak Nur). NDP mengatur dan memberikan pedoman bagaimana memahami konsep ketuhanan dalam HMI. Dengan NDP pula, kader-kader diberikan arah untuk berpikir secara intelektual, objektif, kreatif, inovatif dan juga kritis karena ia adalah kader akademik. Bersikap dan bertindak sesuai dengan norma dan syariat yang berlaku karena ia adalah seorang muslim yang bernafaskan islam. Bertanggungjawab atas dirinya, orang lain dan juga organisasinya karena ia adalah  insan yang bertanggung jawab, semuanya atas landasan menjadi Insan kamil yang diridhai Allah SWT. Dinamika Internal Himpunan Mahasiswa Islam telah tumbuh dan berkembang layaknya seorang anak dari pangkuan ibu pertiwi, Rezim demi rezim telah dilalui hingga tak terhitung lagi sumbangsihnya kepada negeri, selain daripada yang telah dijelaskan pada muqaddimah tulisan ini secara garis besar HMI telah “berubah” bak organisasi yang sangat elegan, kaum elitis dan dikelilingi “Privilege” tak jarang mendekat dengan kader-kader hijau hitam, bukan sekadar dekat melainkan “sharing” dan bertukar pikiran terkait konsepsi kenegaraan , kemahasiswaan dan keislaman untuk memberikan gagasan yang pantas untuk memajukan Negara Indonesia tercinta ini. Namun kita ketahui bahwa Organisasi ini adalah tempat belajar dan berkiprah yang sangat jelas, pembentukan karakter serta ritme komunikasi dikedepankan, bukan tidak mungkin pertentangan ideologi bahkan kepentingan acapkali menjadi objek sengketa organisasi, gagasan demi gagasan yang berlandaskan Konstitusi menjadi hal yang tiap saat diperdebatkan dikalangan struktural Himpunan Mahasiswa Islam, sudah betul bahwa organisasi ini telah menua. Berangkat dari hal itu, bahwa kader hmi tak pernah larut dalam pertentangan tersebut karena bahi kader HMI ini adalah proses yang sangat penting sebagai wadah pembentukan mental dan karakter, seperti yang sering dikatakan oleh para penggiat perkaderan “jika proses adalah luka, maka bertahan adalah cinta”. Mungkin itu kenapa kader HMI selalu eksis disetiap kontestasi. HMI adalah Senjata. Senjata bukan sekadar senjata yang kita maksud sebagai pembunuh atau alat menyakiti ke orang lain, namun “senjata” ini dimaksudkan sebagai kritikan besar bagi pemerintah jika kebijakan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan kemaslahatan masyarakat, sebagaimana dalam Kualitas insan cita HMI yang ke lima yaitu Insan yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT. Senada dengan hal tersebut bahwa John Stuart Mill (1987) menyatakan bahwa “kejahatan dapat terjadi kepada orang lain tidak hanya karena tindakan kita, namun juga karena sikap diam kita, manusia harus bertanggung jawab atas 2 jenis sikap tersebut” Kader HMI kurang lebih, memiliki pengetahuan yang menjelaskan dan mengkritik sistem dan kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat, Kritik penjelasan terhadap sistem dan kebijakan tidaklah cukup. Yang kurang kita miliki adalah pengetahuan tentang hambatan-hambatan terhadap perubahan sistem agar dapat sejalan dengan cita-cita bangsa sejak sedia kala. Di antara hal-hal lainnya, kita perlu mengetahui apa yang menghentikan setiap nadi perjuangan kader Himpunan Mahasiswa Islam. Setidaknya dalam perjalanan proses HMI , setiap kader dibekali dengan peluru intelektual, serta senjata kritik demi kemaslahatan Bangsa dan Negara, tidak diam pada ruang-ruang tertentu karena kewajiban andil sebagai perjuangan kader telah mendarah daging sejak keterlibatan mereka sebagai Kader HMI, Pada dasarnya insan cita HMI merupakan “Man of future” insan pelopor yaitu insan yang berfikiran luas dan berpandangan jauh, bersifat terbuka, terampil atau ahli dalam bidangnya, dia sadar apa

Ekonomi, Nasional

Danantara: Lembaga Baru Pengelola Investasi Rp. 9.480 Trilyun

Ruminews.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia telah membentuk Danantara, atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, sebagai lembaga yang bertugas mengelola investasi dan aset negara secara terpisah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan total aset yang dikelola mencapai Rp 9.400 triliun, kehadiran Danantara menimbulkan pertanyaan: apakah ini langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, atau justru membuka celah bagi risiko tata kelola yang kurang transparan? Danantara diberikan enam kewenangan utama yang mencakup berbagai aspek strategis dalam pengelolaan BUMN dan aset negara: 1. Mengelola dividen dari holding investasi, holding operasional, dan BUMN untuk mengoptimalkan keuntungan negara. 2. Menyetujui penambahan atau pengurangan penyertaan modal BUMN dari hasil pengelolaan dividen, yang bisa berpengaruh terhadap stabilitas keuangan perusahaan negara. 3. Menyetujui restrukturisasi BUMN, termasuk penggabungan, peleburan, pemisahan, atau pengambilalihan, yang berpotensi mengubah struktur bisnis BUMN secara signifikan. 4. Membentuk holding investasi dan operasional, serta BUMN baru, yang berimplikasi pada arah kebijakan ekonomi negara. 5. Menyetujui penghapusan aset BUMN, baik dalam bentuk hapus buku maupun hapus tagih, yang dapat berdampak pada transparansi pengelolaan keuangan negara. 6. Mengesahkan dan mengkonsultasikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) holding investasi dan operasional kepada DPR RI sebelum implementasi. Dengan kewenangan yang begitu luas, muncul pertanyaan penting: sejauh mana mekanisme pengawasan terhadap Danantara? Apakah DPR dan publik akan memiliki akses penuh terhadap kebijakan investasi yang dibuat, atau justru lembaga ini akan berjalan tanpa kontrol yang memadai? Dalam rapat pimpinan DPR RI, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa mekanisme pengawasan terhadap Danantara masih dalam tahap pembahasan, tetapi struktur organisasi dan Dewan Pengawasnya akan ditetapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Soal siapa yang akan menjadi Ketua Dewan Pengawas, itu sepenuhnya kewenangan Presiden. Sampai saat ini, kami masih menunggu peraturan lebih lanjut dari pemerintah,” ujar Dasco saat ditemui usai rapat pimpinan di Gedung DPR, Senayan. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Menteri BUMN Erick Thohir memimpin Dewan Pengawas Danantara, Dasco tidak memberikan jawaban pasti. “Kita lihat nanti, siapa yang ditunjuk Presiden. Yang jelas, semua akan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya. Dasco juga menekankan bahwa Danantara akan mengoptimalkan seluruh aset dan investasi BUMN, sehingga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “Intinya, kita ingin investasi ini lebih produktif. Namun, kita juga harus memastikan ada mekanisme pengawasan yang jelas,” tambahnya. Antara Fleksibilitas dan Risiko Pengelolaan Aset Negara Salah satu alasan utama pembentukan Danantara adalah untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan investasi agar tidak terhambat oleh birokrasi APBN. Namun, fleksibilitas ini juga bisa menjadi pedang bermata dua. Tanpa transparansi dan tata kelola yang ketat, potensi penyalahgunaan aset negara bukanlah hal yang mustahil. Total aset senilai Rp 9.400 triliun yang dikelola oleh Danantara menjadikannya salah satu lembaga investasi terbesar di Indonesia. Jika dikelola dengan baik, Danantara bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, tanpa pengawasan yang ketat, lembaga ini juga bisa menjadi sarana pengalihan aset negara dengan dalih efisiensi. Apakah Danantara benar-benar solusi untuk mengoptimalkan investasi negara, atau justru menjadi entitas yang rawan disalahgunakan? Publik berhak tahu dan mengawasi.

Ekonomi, Nasional, Politik

Sufmi Dasco: Atas Instruksi Prabowo, Pengecer Kembali Boleh Jual Gas 3 Kg

Ruminews.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar pengecer kembali diperbolehkan menjual gas LPG 3 kg kepada masyarakat. Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin, 4 Februari 2025. Menurut Dasco, kebijakan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan LPG 3 kg bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang kesulitan mendapatkan gas bersubsidi setelah adanya aturan pembelian di pangkalan resmi. Dengan instruksi ini, pengecer dapat kembali berjualan seperti biasa, namun tetap diharapkan untuk mendaftar sebagai sub-pangkalan guna memastikan distribusi yang lebih terpantau. “Pak Presiden sudah memberikan instruksi kepada Menteri ESDM agar pengecer bisa kembali menjual LPG 3 kg, tetapi tetap dalam pengawasan agar distribusi lebih rapi,” ujar Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Sebelumnya, pemerintah sempat melarang pengecer menjual LPG 3 kg guna memastikan subsidi tepat sasaran. Namun, kebijakan tersebut justru menyebabkan kelangkaan di beberapa daerah dan harga gas menjadi lebih mahal di tingkat pengecer. Masyarakat pun mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas melon karena harus membeli di pangkalan yang sering kali jauh dari tempat tinggal mereka. Dengan kebijakan terbaru ini, masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan mencari LPG 3 kg. Namun, pemerintah tetap mengingatkan bahwa pembelian gas subsidi harus sesuai dengan ketentuan, yaitu bagi mereka yang terdaftar dalam sistem dan berhak menerima subsidi. Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat dan para pengecer. Salah satu pengecer gas LPG di Jakarta, Rudi (45), mengaku lega dengan kebijakan baru ini. Menurutnya, larangan berjualan LPG sebelumnya telah mempengaruhi pendapatannya, dan banyak pelanggan yang mengeluh karena harus mencari gas lebih jauh. “Kami senang bisa jual lagi. Sebelumnya banyak warga yang kesulitan karena harus beli ke pangkalan yang lokasinya jauh. Sekarang lebih gampang,” kata Rudi. Meskipun pengecer kembali diizinkan menjual gas 3 kg, pemerintah tetap mengimbau agar harga jual tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Selain itu, pemerintah juga akan mengawasi distribusi agar tidak terjadi penimbunan atau penyalahgunaan subsidi. Dengan keputusan ini, diharapkan distribusi LPG 3 kg bisa lebih lancar dan tidak lagi menyulitkan masyarakat. Pemerintah juga akan terus memantau implementasi kebijakan ini agar berjalan dengan baik dan tepat sasaran.

Uncategorized

DPRD Kota Makassar Fokus pada Penetapan Rencana Kerja Tahun 2025

ruminews.id, Makassar – Pada tanggal 3 Februari 2025, DPRD Kota Makassar menggelar rapat paripurna untuk menetapkan Rencana Kerja (Renja) tahun 2025. Penetapan ini merupakan langkah strategis dalam menyusun program-program prioritas yang akan dilaksanakan oleh DPRD sepanjang tahun tersebut. Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar, Irwan Adnan, mengapresiasi kerja keras anggota DPRD dalam menyusun Renja yang komprehensif dan mencerminkan aspirasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan pembangunan yang efektif, transparan, dan akuntabel.      Selain fokus pada penetapan Renja, DPRD Kota Makassar juga aktif berpartisipasi dalam berbagai Forum Perangkat Daerah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Makassar pada hari yang sama. Forum-forum tersebut membahas isu-isu strategis seperti ketahanan keluarga dan optimalisasi infrastruktur digital. Partisipasi DPRD dalam forum ini menunjukkan komitmen lembaga legislatif untuk berkolaborasi dengan eksekutif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.   Kegiatan-kegiatan tersebut mencerminkan peran aktif DPRD Kota Makassar dalam merancang dan mengawasi pelaksanaan program-program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kegiatan DPRD Makassar atau topik terkait lainnya, saya siap membantu.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Politik

Bakal Calon Ketua Hipmi Makassar, Merupakan Generasi Kedua dari Politisi Hebat di Sulsel.

ruminews.id, Makassar, 31 Januari 2025 — Kontestasi pemilihan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Makassar periode 2025-2028 semakin memanas dengan munculnya Prediksi lima nama bakal calon yang memiliki latar belakang keluarga berpengaruh di Sulawesi Selatan. Jadwal pengambilan formulir yang telah ditetapkan mulai 30 Januari hingga 12 Februari 2024 menjadi awal persaingan sengit yang akan membawa warna baru dalam dunia kewirausahaan muda di Makassar. Hasil pantauan Ruminews.id mengungkap lima nama kuat yang diperkirakan siap bersaing: Andi Adrian Adiputra Iwan Anak dari Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras. Adrian dikenal sebagai pengusaha muda yang santun dan memiliki reputasi baik di kalangan pebisnis. Muammar Feri Rae Gandi Putra Ketua DPW Nasdem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse. Gandi aktif dalam berbagai program kewirausahaan dan dikenal inovatif dalam membangun bisnis. Farid Rayendra Anak dari Wakil Bupati Gowa Terpilih, Darmawangsyah Muin. Farid yang juga anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Gerindra sejak 2024 ini dikenal progresif dan memiliki visi bisnis yang tajam. Yasika Aulia Ramadhany Putri dari Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yassir Mahmud. Aulia merupakan pengusaha muda perempuan dengan jaringan bisnis yang luas dan berpengaruh di berbagai komunitas bisnis. Nidal Rusdin Anak dari pengusaha senior Rusdin Abdullah (Rudal). Saat ini menjabat Sekretaris HIPMI Makassar dan dikenal memiliki portofolio bisnis yang cukup menjanjikan. Kontestasi ini tidak hanya sekadar memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi ajang unjuk kemampuan dalam menghadirkan inovasi bisnis yang dapat mendorong perkembangan ekonomi Makassar. Dengan latar belakang politik dan bisnis yang kuat, pemilihan kali ini diprediksi menjadi salah satu yang paling dinamis dalam sejarah HIPMI Makassar.

Olahraga

PSM Makassar Fokus Benahi Pertahanan Jelang Laga Kontra Persib Bandung

Ruminews.id, Makassar – Setelah kekalahan tipis 2-3 dari Dewa United pada pertandingan sebelumnya, PSM Makassar kini tengah memfokuskan upaya untuk memperbaiki lini pertahanan mereka menjelang laga melawan Persib Bandung. Pelatih Bernardo Tavares menyoroti pentingnya meningkatkan koordinasi dan konsentrasi di lini belakang guna menghindari kebobolan yang tidak perlu. Dalam sesi latihan terbaru, Tavares memberikan perhatian khusus pada latihan taktik bertahan dan simulasi situasi bola mati. Ia menekankan bahwa setiap pemain harus memahami peran dan tanggung jawab mereka di lapangan, terutama saat menghadapi serangan balik lawan. Selain itu, Tavares juga mengingatkan para pemain untuk menjaga disiplin dan fokus sepanjang pertandingan. Ia berharap dengan persiapan yang matang, PSM Makassar dapat meraih hasil positif dalam laga mendatang melawan Persib Bandung. Pertandingan antara PSM Makassar dan Persib Bandung dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini di Stadion Gelora Lautan Api, Bandung. Kedua tim diprediksi akan menampilkan permainan terbaik mereka demi meraih tiga poin penting dalam lanjutan Liga 1 Indonesia. Para pendukung PSM Makassar diharapkan memberikan dukungan penuh kepada tim kesayangan mereka, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan melalui siaran televisi. Semangat dan dukungan dari suporter diyakini akan menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil maksimal di lapangan.

Uncategorized

Ketua DPRD Makassar Minta Program Lama dan Baru Terkoneksi

ruminews.id , Makassar- Ketua DPRD Makassar, Supratman, mengatakan perlu ada koneksi antara program Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dengan program wali kota terpilih dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.   Hal itu disampaikan Supra, sapaan akrab Supratman, usai menghadiri Forum Konsultasi Publik RKPD 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Kamis (30/1/2025).   Menurutnya, agar program Wali Kota Danny bisa berjalan baik, dibutuhkan komitmen bersama, apalagi sekarang memasuki masa transisi pemerintahan.   “Harus ada komitmen, terutama saat transisi antara pemerintahan lama dan baru,” kata Supra.   Supra menambahkan, program Danny bersifat berkelanjutan, namun pemerintahan baru tentu juga akan membawa program berdasarkan visi-misi mereka. Karena itu, dibutuhkan “konektor” agar program lama dan baru bisa disatukan, baik melalui anggaran perubahan atau setelah pelantikan.   Sementara itu, Wali Kota Danny Pomanto dalam sambutannya menyebut, RKPD 2026 berbeda karena disusun di masa akhir jabatannya. Ia menekankan pentingnya menghubungkan program lama dan baru agar pemerintahan berjalan lancar.   Danny memberi contoh saat dirinya dulu melanjutkan program layanan publik dari Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin, lalu mengembangkannya menjadi layanan Home Care.   Danny juga menyebutkan tiga ciri program yang perlu dipertahankan:   1. Bermanfaat untuk masyarakat (diukur dari indeks kebahagiaan),     2. Bermanfaat secara nasional (misalnya ekonomi Makassar tumbuh di atas rata-rata nasional),     3. Bermanfaat secara global.       Danny mengingatkan agar program ke depan lebih fokus pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan produktif, bukan hanya program baru tanpa hasil nyata.   Ia berharap program-program yang sudah diakui secara lokal, nasional, bahkan internasional seperti Home Care, Makassar Low Carbon City, dan Lorong Wisata bisa diteruskan oleh pemimpin berikutnya.

Scroll to Top