Ruminews.id, Makassar — Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang sukses menggelar rangkaian Seminar dan Milad ke-36 yang mengusung tema “Regenerasi Petani Muda Diera Perkembangan Pertanian Menuju Agriculture 5.0”.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis, 7 Mei 2026 lalu dan bertempat di Auditorium Al-Jibra, Kampus 2 Universitas Muslim Indonesia dan di buka oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang, Dr. Ir. H. Mais Ilsan, M.P.
Acara ini berlangsung dengan meriah dan penuh antusias dengan menghadirkan narasumber inspiratif yaitu Andi Saiful Misbahuddin, S.E, selaku Anggota komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Dan Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, yang membahas inovasi, teknologi, serta tantangan generasi muda dalam memajukan sektor pertanian modern di era digital.
Agrikultur 5.0 adalah masa depan pertanian yang memadukan teknologi pintar dengan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan manusia. Menekankan penggunaan Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big Data yang dikolaborasikan dengan pengetahuan petani lokal untuk meningkatkan hasil panen secara presisi, namun tetap ramah lingkungan.
Dalam seminar tersebut, juga dipamerkan berbagai ilustrasi , mulai dari drone penebar benih otomatis, hingga sistem irigasi tetes yang dikendalikan melalui smartphone. Konsep ini tidak hanya mengejar hasil panen yang banyak, tetapi juga menjaga lingkungan, menghemat sumber daya, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Acara tersebut menjadi wadah edukasi dan motivasi bagi mahasiswa serta generasi muda untuk meningkatkan peran mereka dalam pembangunan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan kreativitas.
Selain seminar dan diskusi ilmiah, kegiatan juga dirangkaikan dengan berbagai penampilan serta momentum kebersamaan keluarga besar HIMAGRO dalam memperingati perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ke-36 tahun.
Seminar dan milad himagro umi diharapkan mahasiswa mampu mendorong teknologi kepada petani di pelosok, guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di era 5.0.







