Pendidikan

Daerah, Makassar, Pendidikan

Ratusan Siswa SMAN 17 Makassar Terancam Gagal Mengikuti SNBP 2025 Akibat Kelalaian Pengisian Data

ruminews.id- Makassar, 5 Februari 2025 – Sebanyak 145 siswa berprestasi dari SMAN 17 Makassar terancam tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh kelalaian pihak sekolah dalam menginput data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang merupakan syarat utama untuk mengikuti SNBP. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Karina, proses penginputan nilai dan data siswa sebenarnya telah dilakukan oleh operator sekolah. Namun, hingga mendekati batas waktu yang ditetapkan, terjadi kendala teknis yang menyebabkan data tidak terinput dengan sempurna. Penginputan data yang awalnya dilakukan melalui E-rapor ternyata tidak mencakup semua nilai siswa eligible, sehingga harus dilakukan secara manual yang memakan waktu hingga melewati tenggat waktu. Akibatnya, 119 siswa jurusan IPA dan 29 siswa jurusan IPS yang seharusnya terdaftar sebagai peserta SNBP kini menghadapi ketidakpastian. Ketua OSIS SMAN 17 Makassar, Muhammad Arsyah Yusuf, mengungkapkan rasa panik dan kaget atas situasi ini. “Tentu sangat panik dan kaget karena ini yang kita tunggu sejak lama. Beberapa siswa juga tujuannya masuk di SMA 17 untuk mau masuk SNBP lewat jalur ini,” ujarnya. Orang tua siswa juga menyatakan kekecewaannya. Azhar Gazali, salah satu orang tua murid, menilai bahwa ini merupakan kesalahan fatal dari pihak sekolah karena menyangkut masa depan anak-anak. “Mereka (pihak sekolah) kami anggap lalai karena waktu yang diberikan dari kementerian cukup lama untuk bisa menginput data dari awal Januari sampai akhir Januari tetapi itu tidak dipenuhi oleh mereka,” tuturnya. Menanggapi situasi ini, pihak sekolah telah bersurat ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk meminta perpanjangan masa pendaftaran SNBP 2025. Mereka berharap persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik dan siswa dapat mengikuti SNBP tahun ini. Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat kelalaian serupa juga terjadi di beberapa sekolah lain di Sulawesi Selatan. Diharapkan ke depan, pihak sekolah lebih teliti dan proaktif dalam mengelola data siswa agar insiden serupa tidak terulang.

Pendidikan

HMI USTS UMI Akan Gelar Sekolah NDP se-Cabang Makassar

ruminews.id – Makassar – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat USTS UMI akan menyelenggarakan Sekolah Nilai Dasar Perjuangan (NDP) tingkat se-cabang Makassar pada 25-27 Februari 2025. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Wisma HMI Cabang Makassar dengan tujuan mendalami dan menguatkan pemahaman kader tentang nilai-nilai dasar perjuangan HMI. Sekolah NDP ini dirancang untuk menguatkan identitas kader melalui berbagai agenda yang disusun oleh komisariat, koordinator komisariat (Koorkom), dan cabang. NDP sendiri dikenal sebagai “kitab” panduan kader HMI, yang wajib dipahami dan diterapkan dalam kehidupan kader di mana pun mereka berada. Menurut Kabid Pengembangan Potensi dan Pembinaan Anggota (PPPA), kegiatan ini diinisiasi berdasarkan kebutuhan kader dan komisariat. “Melalui NDP ini, kader diajarkan untuk memahami dan menyikapi persoalan dalam konteks keislaman dan keindonesiaan yang universal,” ujar Kabid PPPA. Wahyudin, Ketua Komisariat USTS UMI, menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi para kader. “NDP adalah pintu yang harus dimiliki oleh setiap kader di mana pun berada. Setiap kader perlu menanamkan nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam NDP sebagai pijakan dalam setiap langkah perjuangan HMI,” jelas Wahyudin. Sekolah NDP ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat identitas keislaman dan keindonesiaan kader, sekaligus mempererat hubungan antarkomisiariat dalam lingkup HMI Cabang Makassar. Kegiatan ini menjadi langkah konkret HMI USTS UMI dalam menjaga eksistensi nilai-nilai dasar perjuangan di tengah perkembangan zaman.

Nasional, Pendidikan

Libur Sekolah Selama Ramadan, Pemerhati Pendidikan: Jangan Korbankan Tujuan Utama Pendidikan

ruminews.id- Pemerhati pendidikan sekaligus akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Adi Suryadi Culla, menanggapi wacana libur sekolah sebulan penuh selama Ramadan 2025. Ia menilai, proses belajar mengajar tetap harus berjalan meskipun disesuaikan dengan kebutuhan beribadah. “Menurut saya, kegiatan sekolah itu harus tetap ada, tetapi pada saat yang sama harus diseimbangkan dengan kegiatan ibadah,” ujar Adi Suryadi Culla, Kamis (16/1/2025). Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu menyebutkan bahwa pandangannya sejalan dengan opsi kedua yang ditawarkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Seperti diketahui, terdapat tiga opsi terkait wacana libur sekolah selama Ramadan: 1. Libur sekolah selama Ramadan sebulan penuh. 2. Libur sekolah di awal dan menjelang akhir Ramadan. 3. Proses belajar mengajar tetap berlangsung penuh seperti saat ini. Adi Suryadi Culla mendukung opsi kedua, yakni libur sekolah di awal dan akhir Ramadan. Ia menilai opsi ini lebih bijak karena mampu menyeimbangkan aspek pendidikan dan ibadah, serta mengakomodasi keberagaman di Indonesia. “Ini bisa menjadi dasar untuk perencanaan pemerintah agar libur sekolah tetap memperhatikan kepentingan agama lain,” katanya. Menurut mantan Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan itu, pemerintah harus merumuskan kebijakan dengan matang agar tidak mengorbankan tujuan utama pendidikan, yakni membangun generasi berkualitas. Ia berharap kebijakan yang diambil pemerintah dapat menjadi jalan tengah bagi semua pihak, terutama dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan tetap mendukung pelaksanaan ibadah selama Ramadan.

Pemerintahan, Pendidikan

Husniah Talenrang Disambut Meriah di Bontonompo, Serahkan Beasiswa Bagi Pelajar Kurang Mampu

ruminews.id– Bupati Terpilih Gowa, Husniah Talenrang, mendapat sambutan meriah saat kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pada kunjungannya, Senin (13/1/2025), ia disambut dengan suguhan Tari Kipas dan Tari Pattapi, dua tarian tradisional daerah setempat. Dalam kunjungan tersebut, Husniah menyempatkan diri mengunjungi SD Inpres Kampung Majeng dan SDI Bontonompo. Kehadirannya disambut antusias oleh murid, guru, serta orang tua siswa. Camat Bontonompo, H. Syahrir Salam, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Bupati Terpilih Gowa.”Saya memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Ibu Bupati Terpilih. Kehadiran beliau merupakan bentuk perhatian langsung terhadap proses belajar mengajar di wilayah kami,” ungkap Syahrir dalam sambutannya di SD Inpres Kampung Majeng. Selain meninjau sekolah, Husniah juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bertemu dengan keluarga besarnya di Kecamatan Bontonompo.”Alhamdulillah, ini merupakan keberkahan bagi kami di Kecamatan Bontonompo. Berkat perjuangan beliau melalui Fraksi PAN di DPR-RI, Program Indonesia Pintar kini dapat menjangkau Kabupaten Gowa,” lanjut Syahrir. Pada kegiatan tersebut, Husniah turut menyerahkan beasiswa secara simbolis kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pendidikan dan peran serta orang tua dalam mendukung anak-anak mereka agar dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.”Program beasiswa ini bertujuan meringankan biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saya berharap dengan adanya bantuan ini, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak kita untuk berhenti bersekolah,” ujar Husniah. Ia menambahkan bahwa pendidikan adalah kunci menghadapi masa depan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, pembentukan karakter dan kompetensi generasi muda menjadi prioritas utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.”Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan dan memastikan pemerataan fasilitas sekolah di Kabupaten Gowa demi masa depan yang lebih baik,” tegas Husniah. Kunjungan ini turut didampingi oleh Kamaruddin, anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PAN, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kegiatan tersebut disambut hangat oleh masyarakat dan pihak sekolah, yang berharap program serupa terus berlanjut untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Gowa.

Pemerintahan, Pendidikan

Adi Suryadi Culla Soroti Potensi Hambatan Sentralistik dalam Rencana Kembalinya Ujian Nasional.

ruminews.id- Pemerintah berencana menghidupkan kembali Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya dihentikan pada tahun 2021. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengindikasikan bahwa UN akan diterapkan kembali pada tahun ajaran 2025/2026. Rencana ini memicu tanggapan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengingatkan pemerintah untuk tidak gegabah dalam menghidupkan kembali UN. Mereka menekankan bahwa jika UN digunakan sebagai penentu kelulusan siswa, hal ini harus ditolak karena dapat menjadi tekanan besar bagi siswa dan rentan terhadap kecurangan. Sementara itu, Pemerhati pendidikan Adi Suryadi Culla, mengkhawatirkan potensi penerapan model sentralistik dalam pelaksanaan UN. Menurutnya, pengelolaan yang terlalu terpusat tanpa memperhatikan kebutuhan daerah dapat menjadi hambatan. Ia menekankan bahwa kebijakan UN seharusnya lebih memperhatikan karakteristik masing-masing daerah, karena pihak daerah lebih memahami kebutuhan pendidikan lokal. Selain itu, Adi juga menyoroti masalah integritas dalam pelaksanaan UN sebelumnya, seperti kebocoran soal dan praktik kecurangan. Ia mengusulkan agar universitas dilibatkan dalam sistem pengawasan UN untuk memastikan ujian berjalan dengan lebih adil dan transparan. Pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak dan memastikan bahwa jika UN kembali diterapkan, pelaksanaannya lebih baik dan tidak menimbulkan masalah yang sama seperti sebelumnya.

Hukum & Kriminal, Nasional, Pendidikan

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas Dijadwalkan Hadiri Silatnas IKA FH UMI ke-53 di Makassar

ruminews.id- Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dijadwalkan menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (IKA FH UMI) yang akan digelar pada Sabtu, 11 Januari 2025, di Gedung Auditorium Aljibra, UMI Makassar. Acara ini bertujuan mempererat hubungan antaralumni serta membahas kontribusi mereka dalam pembangunan bangsa, khususnya di bidang hukum. Silatnas IKA FH UMI kali ini mengusung tema “53 Tahun Ukhuwah Islamiyah Menuju Fakultas Hukum Berkelas Dunia”, dan akan dihadiri ratusan alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga praktisi hukum. Wakil Dekan 3 Fakultas Hukum UMI, Muhammad Ya’rif Arifin, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Hukum yang merupakan alumni FH UMI angkatan 1987, akan menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara alumni dan pemerintah. “Beliau adalah salah satu alumni terbaik kami. Kehadirannya diharapkan memberikan semangat baru dalam mendorong peran alumni dalam membangun supremasi hukum di Indonesia. Semoga beliau bisa hadir di acara Silatnas nanti,” ujarnya, Jumat (10/1/2025). Selain sambutan dari Menteri Hukum, agenda Silatnas juga akan diisi dengan diskusi bertajuk “Peran Alumni Hukum dalam Memperkuat Supremasi Hukum di Indonesia”, yang menghadirkan sejumlah tokoh alumni seperti Dr. Ibrahim, Dr. Taufan Pawe, Dr. Supriansa, Muallim Tampa, dan Efendi. Silatnas ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga menjadi wadah diskusi strategis untuk mendorong kontribusi nyata alumni dalam pembangunan hukum yang lebih adil dan merata di Indonesia.

Daerah, Pendidikan

Program Makan Siang Gratis, Badko HMI Sulsel: Di Perlukan Komitmen Pemerintah Daerah Agar Terciptanya Akselerasi Ekonomi Serta Pemberdayaan Para UMKM di Sulsel

Ruminews.id – Makan bergizi gratis adalah salah satu program dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Program makan bergizi gratis dengan total alokasi anggaran sebesar 71 triliun ini telah dimulai serentak pada tanggal 6 januari ini menyasar anak sekolah serta ibu hamil di seluruh Indonesia dengan total penerima manfaat dari program tersebut adalah sekitar 82 juta orang. Umumnya, program ini berorientasi pada peningkatan kualitas asupan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan bantuan dan rentan secara kapasitas ekonomi . Namun disisi lain, ini juga dapat memberikan peluang yang sangat signifikan untuk peningkatan akselerasi ekonomi bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di daerah. Hal senada juga diungkapkan oleh Akbar haruna, selaku ketua bidang pariwisata dan ekonomi kreatif Badko HMI Sulsel, yang menerangkan bahwa program makan siang bergizi gratis yang dicanangkan oleh pemerintah ini haruslah dikaitkan dengan program-program produktif lainnya. Seperti misalnya program yang bermuara pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM. Menurut Akbar, dengan melibatkan langsung UMKM yang ada di daerah kedalaman program tersebut, maka pemerintah telah melakukan satu langkah efisiensi dan efektivitas program yang signifikan. Pasalnya dengan gelontoran anggaran sekitar 71 triliun tersebut, program ini tidak hanya membuat para pelajar Indonesia tumbuh sehat, tetapi juga ada jaminan peningkatan kualitas kesejahteraan bagi masyarakat melalui taraf kemampuan ekonomi yang baik. “Program MBG ini ibarat dua sisi mata pisau keadilan. Selain mencanangkan generasi emas bangsa dengan asupan gizi yang terpenuhi, juga membuka ruang untuk akselerasi ekonomi yang produktif untuk para pelaku usaha kecil di daerah-daerah”, ungkap Akbar. Akbar juga menambahkan pentingnya peran pemerintah daerah, khususnya untuk skala provinsi dan kabupaten/kota untuk mengimplementasikan program strategis ini dengan optimal. Sehingga menjadi hal yang sangat krusial untuk mengawasi serta mengawal komitmen pemerintah daerah dalam prosesi pelaksanaan program. Ini juga sebagai upaya progresif untuk mengindahkan instruksi presiden terkait keterlibatan UMKM sebagai prioritas utama dalam program MBG ini, khususnya di Sulawesi selatan. Oleh karna itu, melalui bidang pariwisata dan Ekonomi kreatif, Badko HMI Sulsel telah berkomitmen penuh dan akan proaktif untuk mendorong pemerintah daerah dalam menjalankan instruksi presiden tersebut. “Saya pikir investigasi nyata terkait komitmen pemerintah daerah Sulawesi selatan dan barat untuk mendorong kemajuan usaha kecil mikro melalui afiliasi program MBG penting untuk kita lakukan. Disinilah peran Badko HMI Sulsel diejawantahkan”, tegas Akbar.

Daerah, Makassar, Pendidikan

DP : Siswa Yang Ceria! Program Makan Bergizi Gratis Merupakan Program sangat Luar Biasa

ruminews.id- Hari ini ada 10 sekolah di Kota Makassar yang ditarget untuk Simulasi serta uji coba Program makan bergizi gratis (MBG)  di tiga kecamatan yang menjadi uji coba program di tahap awal ini. Yakni Kec. Panakkukang,Kec Manggala, dan Kec Mamajang,” ujar Plh Kadis Pendidikan Kota Makassar, Muhammad Guntur kepada wartawan, Senin (6/1). Khusus di SMPN 1 Makassar, Jalan Baji Areng, uji coba program ini dihadiri langsung  Bapak Wali Kota Makassar. Program ini sangat Luar Biasa, karena kita akan membangun peradaban Masa Depan yang baru dan kuat. Dimulai dari anak-anak kita, generasi baru kita. Kekuatan itu ada pada gizi anak-anak, ujar Wali Kota Makassar yang akrab disapa Danny Pomanto. Hanya  Sepuluh sekolah yang mendapatkan program makanan bergizi gratis tersebut yakni, KB-TK IT Wihdatul Umma, SD Negeri Cendrawasih, SD Inpres Sambung Jawa, SD Inpres Tamajene, SD Inpres Tamamaung, SMP Negeri 17 Makassar, SMP Negeri 1 Makassar, SMA Negeri 10 Makassar, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 3 Makassar. Adapun menu dalam sajian makanan bergizi gratis yaitu, nasi, sayur, tempe, tahu, telur, daging ayam, pisang serta susu.  Siswa pun yang mendapatkan makanan bergizi gratis sangat senang. Bahkan, siswa tidak lagi mengeluarkan uang jajannya untuk membeli makanan. Ucap Dewi Ayu, siswi kelas 9.8.

picture 01
Ekonomi, Pendidikan

BI Buka Suara, Soal Temuan Sertifikat Palsu Rp745 T di UIN Makassar.

Ruminews.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan temuan polisi di kasus uang palsu di UIN Makassar mencakup sertifikat palsu Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 700 triliun dan deposito BI senilai Rp 45 triliun. Sertifikat tersebut bukan uang palsu sebagaimana kabar yang beredar di masyarakat. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengungkapkan temuan senilai Rp 745 triliun adalah sertifikat palsu bukan uang palsu. Hal ini dikemukakan dirinya mengingat masih banyaknya salah paham di publik yang menyangka temuan tersebut merupakan uang palsu. Temuan uang palsu di kasus ini mencapai Rp 446 juta, jika mengacu pada keterangan polisi. “Dari penegasan kepolisian uang palsu pecahan Rp 100 ribu yang telah di cetak dan ditemukan sebanyak 4.906 lembar dan 972 lembar yang belum terpotong. Adapun selain uang palsu juga ditemukan sertifikat palsu SBN senilai Rp 700 triliun dan Deposito BI senilai Rp 45 triliun,” tegasnya. Menurut data Kepolisian Gowa, Marlison mengatakan pencetakan uang palsu di Gowa baru dilakukan sejak Mei 2024. Adapun tahun 2010 baru rencana awal dari pelaku. Dia pun meluruskan bahwa pencetakan uang palsu di UIN Makasar ini tidak dilakukan sejak 2010. Dia pun menuturkan berdasarkan pengamatan terhadap mesin yang disita merupakan mesin cetak biasa dan offset kertas biasa, bukan untuk mesin cetak uang. “Mesin yang baru dibeli (merek china yang dipamerkan di berbagai media) belum dipakai sama sekali dalam pencetakan uang palsu. Uang palsu menggunakan mesin sablon lama,” ujarnya. Marlison memastikan kualitas uang palsu yang dihasilkan sangat rendah dan sangat mudah dikenali secara kasat mata dengan metode 3D ( Dilihat, Diraba dan Diterawang). Kendati demikian, BI menghimbau agar masyarakat tetap waspada. Jika menemukan uang palsu dalam transaksi, masyarakat diminta segera membawa temuan tersebut disertai fisik uang yang diragukan keasliannya kepada bank, kepolisian, atau meminta klarifikasi langsung ke kantor BI terdekat.  

Pendidikan

Para Gen Z Penembus Batas dari Beasiswa Teladan

Ruminews.id – Generasi Z resmi menjadi ‘anak baru’ dalam dunia kerja. Lahir pada tahun 1997 sampai 2012, generasi ini perlu menghadapi tantangan baru sebelum terjun dalam dunia profesional. Tak seperti generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh bersama dengan kehadiran teknologi. Televisi atau perangkat komputer bukanlah hal baru bagi mereka. Akan tetapi, terbiasa dengan teknologi belum cukup untuk menembus tembok karier saat ini. Ditambah dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang disebut akan menggantikan kemampuan manusia. Tak hanya itu, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga terus bergulir di Tanah Air. Hal ini menjadi faktor penyumbang Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2024. Menurut data Badan Pengawas Statistik (BPS), angka TPT telah mencapai 7,47 juta orang. Ketidakstabilan mencari kerja ini dirasakan oleh Graciella Valeska Liander. Alumni Sistem Informasi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menghadapi tantangan saat ingin mendaftar di perusahaan impiannya, Google Indonesia. Grace yang saat itu baru saja lulus dari ITB dihadapkan dengan periode Tech Winter, suatu periode penurunan aktivitas Startup dan penarikan investasi. Menghadapi penurunan itu, perusahaan teknologi ramai-ramai menutup pintu untuk karyawan baru atau freeze hiring. Waktu itu, Grace sudah mengikuti magang di Google Indonesia selama 3 bulan lamanya. Ia menjelaskan jika ada proses bernama intern conversion di mana ia bisa langsung diangkat menjadi karyawan tetap di Google Indonesia. “Tapi waktu itu karena masih tech winter, jadi waktu itu sempat ada freeze hiring gitu di Google Indonesia. Jadi, options-nya adalah dari tim Google itu menawarkan kalau misalnya ada opportunity di kantor Google yang lain, aku bisa apply,” ceritanya kepada detikEdu, ditulis Jumat (6/12/2024). Menghadapi kondisi tersebut, Grace tidak tinggal diam. Dia mulai mencari-cari informasi mengenai lowongan pekerjaan lain. “Selama tech winter itu, aku juga nyari-nyari beberapa opportunity lain. Just in case kalau misalnya ternyata yang kejadian adalah worst case-nya,” jelasnya. Nasib baik berpihak pada Grace. Ia menemukan lowongan kerja di kantor Google negeri tetangga, Singapura. “Aku nyari-nyari lagi dan kebetulan di Singapura ada buka, aku reapply yang di Singapura. Terus setelah aku reapply di Singapura, karena aku udah ada background intern ini, aku go through satu proses interview lagi,” papar Customer Engineer Google Cloud Singapura itu “Jadi, secara nggak langsung meskipun aku kerja dari Singapura, aku kontribusinya buat Indonesia juga,” imbuhnya. Bantuan Tangan Teladan Tanoto Foundation Grace mengakui jika salah satu program yang berperan dalam kariernya adalah Beasiswa Teladan Tanoto Foundation. Teladan adalah salah satu Program Tanoto Foundation berupa beasiswa pendidikan tinggi serta rangkaian kegiatan pengembangan diri. Program ini terbuka untuk mahasiswa aktif dari 10 perguruan tinggi mitra. Adapun tahap pengembangan yang dibuka oleh Beasiswa Teladan berupa Lead Self (Semester 2-4), Lead Others (Semester 5-6), dan Professional Preparation (Semester 7-8). “Aku bukan dari kota yang besar dan mungkin di kota aku yang dulu itu, akses ke edukasi juga lumayan susah. Jadi, pas aku dapat kesempatan ke Tanoto ini dan pertama kali dikenalin sama Lead Self, aku jadi sadar kalau misalnya potensi diri kita itu sebenarnya nggak harus dikotak-kotakin, dan kita sebenarnya boleh eksplorasi ke luar limit lah atau kapabilitas yang kita tahu sendiri,” tutur alumni SMA Negeri 1 Dumai, Riau, itu. Menurutnya, Program Lead Self TELADAN membantu dirinya dalam menemukan potensi, kekuatan, hingga kelemahan diri. “Lead Self sendiri ngebantu kita buat nge-project kira-kira, let’s say, 4 tahun ke depan aku pengen ngelakuin apa aja, dan untuk mencapai ke sana kira-kira stepnya ada apa aja,” jelasnya. Dengan tahap Lead Self, Grace merasa terbantu dalam membangun fondasi dirinya dalam karier ke depan. Ia menggambarkan perjalanan karier seperti marathon. Dengan Teladan, ia merasa dipersiapkan stamina dan mental dalam mengikuti ‘perlombaan’ ini. “Jadi, menurutku program Lead Self itu salah satu yang paling impactful sih buat aku,” jelas Presiden Awardee Teladan Tanoto Foundation di ITB itu. Magang Perdana Wildan Manfaat serupa juga dirasakan oleh Wildan Masyiyan Chaniago. Awardee Teladan ini merasa kariernya dimulai pada tahap Career Preparation Teladan. Dalam tahap itu, para awardee mendapat berbagai informasi terkait persiapan menghadapi dunia kerja, seperti pembelajaran, pengenalan diri, pemilihan karir yang sesuai dengan kompetensi diri, dan berbagai macam tips dan trik dalam proses recruitment. Mereka juga menyediakan mentorship karier. “Jadi di sesi ini kita, awardee itu tidak hanya diharapkan untuk mengenal apa itu dunia kerja. Tapi diminta untuk bisa menjelaskan 15 tahun ke depan karier kamu seperti apa,” jelas Wildan. Setelah mentorship, para awardee akan diarahkan untuk mengikuti magang. Mereka dibebaskan untuk memilih perusahaan mitra Tanoto Foundation sebagai tempat magang. “Kebetulan waktu itu aku dapet di salah satu program startup di Jakarta, dan di situ aku banyak belajar tentang adaptasi teknologi. Kemudian marketing, terkait bisnis operations juga aku dapatkan di program internship itu selama 6 bulan,” ujar alumnus Hukum Universitas Andalas itu. Terakhir adalah program speed dating perusahaan. Di sini, para awardee bisa memilih perusahaan-perusahaan mitra Tanoto Foundation untuk memulai kariernya. Para awardee juga akan melalui proses special recruitment. “Syukurnya di pas program speed dating ini, aku dapet jodoh ke perusahaan pertama tempat aku bekerja,” ujar Wildan. Menurut Wildan rangkaian program ini tidak sekadar membuat laporan pertanggung jawaban magang. Tetapi menekankan pemahaman pada dunia karier serta keterampilan yang dimiliki. “Program tersebut sangat membantu karena kita mendapatka sesi 1-0-1. Sudah dikasih wejangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dunia kerja. Akhirnya kita nggak yang kaget banget, nggak terjadi gap di sana, jadi kita lebih mudah untuk beradaptasi di dunia kerja,” ungkap Legal Supervisor PT. Global Jet Express (J&T Express) itu. 3 Keterampilan yang Bisa Membantu Gen Z dalam Berkarier Menurut Wildan, ada tiga keterampilan yang dapat membantu Gen Z dalam dunia karier. Pertama adalah kepemimpinan. Wildan menjelaskan, jika kepemimpinan dapat membuat seseorang menjadi pribadi yang proaktif dan inisiatif. Selain itu, kepemimpinan juga membuat seseorang lebih paham akan kekuatan dan kelemahan dirinya. “Yang pada akhirnya kita enggak perlu trial and error sih untuk mencoba sesuatu, apa ya, untuk mengambil sesuatu kesempatan. Jadi misalnya dapat kesempatan A, B, C, kita udah bisa tuh milih dengan jelas mana yang sesuai dengan diri kita dan enggak,” ujar Duta Bahasa Nasional 2021 itu. Selain itu, kepemimpinan juga dapat membuat seseorang berkembang di pekerjaan tersebut. “Karena ketika karier kita naik, maka yang dituntut adalah segi kepemimpinan kita membaik pula. Jadi aku yakin ini keterampilan yang bakal terus

Scroll to Top