Pemerintah Kota Makassar

Daerah, Dinas Koperasi Makassar, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Buka Bimtek Koperasi Merah Putih, Tegaskan Integritas dan Penguatan Tata Kelola

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Selasa (18/11/2025). Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 18–19 November 2025 di Hotel Claro ini diikuti 153 sekretaris dari seluruh kelurahan di Kota Makassar. Pada arahannya, Munafri menegaskan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan landasan kelembagaan koperasi, yang juga sejalan dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghadirkan koperasi di seluruh wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa penyusunan AD/ART merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan koperasi. Ia meminta seluruh peserta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian bimtek, karena materi yang dipelajari akan menjadi acuan langsung dalam pengelolaan KKMP di tiap kelurahan. “Ini bukan kegiatan seremonial. AD/ART yang disusun hari ini akan menjadi dasar pengelolaan koperasi di 153 kelurahan. Kita ingin memastikan koperasi ini tumbuh, sehat, dan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kota Makassar,” tegasnya. Munafri juga menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan koperasi, terutama bagi sekretaris yang memegang peran vital dalam administrasi dan tata kelola. Menurutnya, banyak koperasi di berbagai daerah bermasalah karena lemahnya integritas pengurus. “Mengelola koperasi bukan hal main-main. Ini institusi resmi yang mengelola keuangan dan memiliki anggota. Pastikan tata kelola berjalan baik dan integritas dijaga sejak awal,” ujarnya. Lebih lanjut, ia meminta pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk menjalin kerja sama dengan koperasi, termasuk memanfaatkan aset Pemkot yang berpotensi dijadikan kantor koperasi di tiap wilayah. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat identitas dan operasional KKMP. Dengan jumlah penduduk Makassar yang mencapai 1,4 juta jiwa, Munafri optimistis koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama dalam menguatkan sektor UMKM dan kegiatan ekonomi berbasis komunitas. Ia juga mengapresiasi Dinas Koperasi dan UKM atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap bimtek dapat menghasilkan standar AD/ART yang kuat, jelas, dan implementatif bagi seluruh KKMP. “Pemerintah Kota Makassar sangat mendukung penuh. Kita ingin Makassar menjadi kota yang tumbuh bersama masyarakatnya melalui koperasi,” tutupnya.(*)

Dinas Koperasi Makassar

“Dinas Koperasi Makassar Dorong Inovasi Daur Ulang Lewat Pelatihan Limbah Plastik”

ruminews.id – Makassar – Upaya memperkuat ekonomi hijau dan mendorong kemandirian UMKM kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Makassar melalui pelaksanaan Pelatihan Pengolahan Limbah Plastik yang digelar pada 13 dan 17 November 2025 di Aula Kantor Kecamatan Ujung Tanah. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro berbasis lingkungan. Ketua Panitia Pelaksana, Andi Tenri Beda, S.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman, praktik, serta keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menyasar pelaku UMKM, ibu rumah tangga, pemuda, serta masyarakat umum yang memiliki motivasi tinggi untuk memulai usaha kreatif berbasis daur ulang. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si, menekankan pentingnya melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan. Menurutnya, persoalan limbah plastik harus diubah menjadi peluang usaha yang mampu berkontribusi pada ekonomi sirkular, sekaligus mengurangi pencemaran di Kota Makassar. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah siap memberikan pendampingan lanjutan dalam aspek pemasaran, pengembangan produk, hingga akses pembiayaan. Dalam pelatihan ini, peserta dibimbing langsung oleh narasumber kompeten, di antaranya Musrika, motivator Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Ujung Tanah, serta Gio Fany Firmansyah dari PT. Karya Rappo Indonesia yang membawakan materi terkait manajemen limbah dan produksi berbasis daur ulang. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari bahan limbah plastik. Pelatihan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat peran UMKM sebagai agen perubahan menuju kota yang lebih bersih, kreatif, dan berkelanjutan. Arlin Ariesta menegaskan bahwa pengembangan ekonomi hijau harus menjadi gerakan bersama, dan kegiatan seperti ini merupakan bagian dari visi Makassar sebagai kota dunia yang inovatif dan inklusif. Di akhir kegiatan, panitia berharap minimal satu produk hasil pelatihan dapat dikembangkan menjadi usaha baru yang bernilai jual. “Kami ingin pelatihan ini tidak berhenti di ruangan, tetapi berlanjut menjadi peluang ekonomi yang nyata bagi peserta,” tutur Ibu Tenri dalam penutup laporannya. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya daur ulang dan meningkatkan daya saing UMKM Makassar di masa depan.

Dinas Koperasi Makassar

Sekda Makassar Targetkan Gerai KKMP Jadi Pusat Ekonomi Baru

  ruminews.id – Makassar – High Level Meeting (HLM) Pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang digelar pada 13 November 2025 di Kota Makassar menjadi momentum penting dalam percepatan pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih. A. Zulkifly, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Satgas KKMP, menegaskan bahwa agenda ini bukan hanya membahas pendataan lahan, tetapi merupakan langkah strategis menata ulang penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan. Dalam sambutannya, A. Zulkifly menyampaikan bahwa Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menjadi pijakan utama percepatan pembentukan dan pembangunan Koperasi Merah Putih. Ia menekankan pentingnya dukungan infrastruktur fisik seperti gerai dan pergudangan untuk memastikan koperasi dapat berfungsi secara optimal. “Pembentukan koperasi saja tidak cukup. Kita harus memastikan ada fasilitas fisik yang memadai agar koperasi benar-benar bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya. Zulkifly juga menyoroti keselarasan program ini dengan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan fisik koperasi di desa dan kelurahan. Menurutnya, Gerai Koperasi Merah Putih akan menjadi pusat distribusi modern yang dapat memperkuat akses pasar UMKM, menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi, dan menghubungkan masyarakat dengan rantai ekonomi yang lebih luas. Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa hal kunci yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, termasuk penyediaan lahan minimal 1.000 meter persegi, pemanfaatan beragam skema pembiayaan seperti APBD, Dana Desa, dan APBN, serta pelibatan BUMN seperti PT Agrinas Pangan Nusantara. TNI juga disebut memainkan peran penting dalam mendukung percepatan pembangunan, terutama dalam hal sinergi lintas lembaga. Meski demikian, A. Zulkifly mengingatkan adanya beberapa tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari ketersediaan lahan yang cepat siap bangun hingga koordinasi antarinstansi yang harus berjalan lebih intensif. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan koperasi yang profesional serta transparansi dalam proses pembangunan. “Transparansi dan profesionalisme adalah kunci. Kita harus memastikan setiap proses berjalan tepat sasaran dan akuntabel,” tegasnya. Menutup sambutannya, Sekda Kota Makassar tersebut mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, pengurus koperasi, pihak swasta, hingga masyarakat—untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan gerai koperasi yang benar-benar mampu mendorong kemandirian ekonomi lokal. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan berharap pembangunan gerai dapat segera direalisasikan. “Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini investasi untuk kesejahteraan masyarakat Makassar,” tutupnya.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Serukan Teladani Semangat Juang Pendahulu

ruminews.id, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 yang digelar di halaman Balai Kota Makassar, Senin (10/11/2025). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), ASN lingkup Pemerintah Kota Makassar. Dalam upacara tersebut, Wali Kota Makassar membacakan amanat seragam Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menundukkan kepala dan mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. “Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa,” ujar Munafri. “Mereka para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” jelas Appi yang membacakan amanat Menteri Sosial. Ia melanjutkan, semangat perjuangan para pahlawan yang berjuang dari berbagai penjuru negeri, dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu generasi hari ini. “Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” lanjutnya. Dalam amanat tersebut, Wali Kota menyampaikan tiga nilai keteladanan utama yang dapat dipetik dari perjuangan para pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para pahlawan. Para pahlawan memiliki kesabaran luar biasa dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” imbuh Munafri. Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, dan tidak mengincar peninggalan penjajah. Mereka, para pahlawan kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. “Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” tegas, politisi Golkar ini. Pesan ketiga, Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang bukan hanya untuk masa mereka hidup, melainkan untuk generasi masa depan. Perjuangan mereka dijadikan bagian dari ibadah, di mana darah dan air mata mereka menjadi doa yang tak pernah padam. “Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Semangat pantang menyerah inilah modal besar bagi generasi kita saat ini untuk melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan,” tutur Wali Kota. Munafri juga menegaskan bahwa perjuangan di masa kini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan seluruh anak bangsa tidak tertinggal dalam arus kemajuan. Ia menekankan bahwa semangat perjuangan tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan nasional. Serta emajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, serta membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya. “Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” ajaknya. Menutup amanatnya, Wali Kota Makassar mengingatkan seluruh peserta upacara untuk terus menyalakan api perjuangan melalui tindakan nyata, kerja keras, dan pengabdian kepada bangsa dan kota tercinta. “Sebagaimana, para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak, dan berdampak. Pahlawanku teladanku, terus bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” pungkas Munafri.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Dorong Kolaborasi Kemenag Perkuat Toleransi dan Pembinaan Keagamaan

ruminews.id, MAKASSAR, — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi pimpinan baru Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, di Balai Kota Makassar, Senin (10/11/2025). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Pemerintah Kota dan Kemenag dalam pembinaan kehidupan beragama yang harmonis di Makassar. Kepala Kemenag Kota Makassar, Muhammad, yang baru saja dilantik pada awal November, datang memperkenalkan diri dan menyampaikan harapan agar koordinasi lintas lembaga dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Pada kesempatan itu, Munafri menegaskan pentingnya peran Kemenag sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang toleran, berdaya dan berkarakter. Ia menilai Kemenag menjadi sentral bagi pemerintah kota untuk memastikan kehidupan beragama berjalan damai dan inklusif. “Kadang intoleransi itu tidak tampak di permukaan, tapi ada kelompok tertentu yang menimbulkan ketidaknyamanan. Karena itu, saya ingin agar Makassar keluar dari zona intoleran,” tegas Munafri. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam memperkuat lembaga keagamaan seperti BAZNAS dan berbagai badan keislaman yang berfungsi mendukung kesejahteraan umat. Lebih jauh, Munafri menyinggung perlunya perlunya pelayanan di daerah kepulauan di Makassar. Ia menjelaskan masih hampir seluruh pulau belum memiliki Kantor Urusan Agama (KUA) kecuali Barrang Lompo. “Kalau di pulau belum ada KUA, masyarakat terpaksa ke darat untuk menikah. Ini jadi perhatian bersama agar pelayanan Kemenag bisa menjangkau semua wilayah,” tambahnya. Munafri juga berharap kegiatan besar keagamaan dapat dikelola secara inklusif, dengan saling menghargai antarumat beragama. “Kalau ada kegiatan umat Islam, teman-teman dari agama lain kita harapkan bisa hadir, begitu juga sebaliknya. Ini wujud kebersamaan kita di Kota Makassar,” ujarnya. Selain itu, Munafri meminta menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak di wilayah yang kurang mendapat pembinaan keagamaan. Ia menyoroti kondisi anak-anak yang terpaksa mencari pekerjaan padahal masih di usia belajar. “Masih banyak anak usia belasan tahun di beberapa kampung yang sudah mencari pekerjaan karena kurang pembinaan. Saya harap Kemenag bisa ikut mendorong pendidikan informal, seperti program paket belajar,” ujarnya.(*)

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Ketua Korpri Pusat Apresiasi Semarak Jalan Santai HUT Korpri dan HUT ke-418 di Makassar

ruminews.id, MAKASSAR — Suasana kebersamaan dan semangat kebanggaan warga Makassar benar-benar terasa di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (11/11/2025). Sejak pagi buta, puluhan ribu warga tumpah ruah memenuhi ikon kota ini untuk mengikuti Semarak Jalan Santai dalam rangka memperingati HUT ke-54 Korpri sekaligus HUT ke-418 Kota Makassar. Kemeriahan tampak di mana-mana. Senyum, tawa, dan semangat peserta berpadu dengan semilir angin laut Losari yang seolah ikut merayakan hari istimewa bagi “Kota Daeng” tercinta. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Melinda Aksa, Ketua Korpri Pusat sekaligus Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Sekprov Sulsel Jufri Rahman, Sekda Makassar serta jajaran SKPD dan Direksi Perusda lainnya tampak berbaur akrab dengan masyarakat dan komunitas. Tak ada sekat antara Munafri dan Aliyah selaku pemimpin dan warga, semua larut dalam suasana hangat dan penuh kegembiraan menyongsong hari jadi Korpri dan Kota Makassar. Tepat pukul 06.00 Wita, tanda dimulainya jalan santai dikibaskan. Ribuan langkah menyusuri rute dari Anjungan Pantai Losari menuju Balai Kota dan kembali lagi ke panggung utama Anjungan Losari pukul 07.30, menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan semangat membangun Makassar yang terus maju. Ketua Korpri Pusat sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan Semarak Jalan Santai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korpri dan Hari Jadi ke-418 Kota Makassar, yang digelar di Anjungan Pantai Losari. Dalam sambutannya di hadapan puluhan ribu peserta yang memadati kawasan Losari, Prof. Zudan mengungkapkan rasa bangga dan kebahagiaannya bisa hadir langsung di tengah masyarakat Kota Makassar. “Saya ikut bangga dan bahagia. Terima kasih atas undangannya, juga kepada Ketua Korpri Kota Makassar, Pak Zulkifly Nanda. Terima kasih undangannya,” ucapnya. “Saya turut bangga diundang untuk hadir di acara istimewa ini, Hari Ulang Tahun Kota Makassar yang ke-418,” Lanjutnya. Menurut data dari aplikasi LONTARA+, tercatat lebih dari 31 ribu peserta ikut serta dalam kegiatan ini. Usai melintasi rute, peserta disambut atraksi senam lagu daerah timur, tayangan video sejarah Korpri, serta momen reflektif mengenang para pendahulu. Dalam gaya khasnya yang hangat dan humoris, Prof. Zudan juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga keamanan dan kerukunan di Kota Makassar. “Kalau anak, umur 418 tahun ini sudah gede banget,” ujarnya disambut tawa peserta. “Ayo, kita jaga Kota Makassar agar terus aman dan damai. Kita semua sama-sama menjaga kerukunan di kota ini. Jaga ya kota kita agar aman, damai, dan tetap rukun,” tambah mantan PJ Gubernur Sulsel ini. Lebih lanjut, Prof. Zudan juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar. Ia menyampaikan, terima kasih sudah 54 tahun terus mengabdi, terus berkarya, dan berbuat yang terbaik untuk bangsa. “Jangan pernah lelah mencintai Indonesia, mencintai Sulawesi Selatan, dan mencintai Makassar. Berikan yang terbaik untuk kota kita tercinta,” pesannya. Dalam kesempatan itu, Zudan juga memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Makassar dan jajaran Korpri Makassar atas keberhasilan mereka menggelar kegiatan besar dengan partisipasi masyarakat yang begitu tinggi. “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa. Hebat sekali, Korpri Kota Makassar yang bisa mengumpulkan lebih dari 31.000 ASN dan warga masyarakat. Pak Wali Kota, terima kasih atas ikhtiarnya. Ini, acara yang hebat, acara yang bagus,” tuturnya. Zudan menilai, keberhasilan pelaksanaan kegiatan berskala besar tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi dan inovasi daerah dalam pembiayaan kegiatan publik melalui konsep pendanaan kreatif (creative financing). Pihaknya dari Korpri Nasional dan BKN Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi. Tidak mudah membuat acara seperti ini, karena ramai, meriah, dan penuh kebersamaan. Ini wujud kolaborasi dan kekompakan. Ia memberikan satu catatan penting, Kota Makassar berhasil menerapkan yang namanya creative financing. Dimana, pendanaan kreatif, dengan menggandeng mitra swasta, BUMN, BUMD, dana APBN, APBD, Bank Indonesia, OJK, Forkopimda, semuanya bisa berkontribusi. “Jadi tidak semua harus dibiayai dari APBD. Ini luar biasa, karena dapat menggerakkan ekonomi dari tingkat lokal sampai nasional,” jelasnya. Menutup sambutannya, Prof. Zudan kembali mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar dan keluarga besar Korpri atas suksesnya kegiatan tersebut. “Sekali lagi, selamat untuk Kota Makassar dan selamat untuk Korpri Kota Makassar. Pak Munafri beserta Ibu, juga Ibu Wakil Wali Kota, terima kasih dan sukses selalu. Salam hangat dari kami, Korpri Nasional dan BKN seluruh Indonesia,” katanya. Menariknya, di penghujung sambutannya, Zudan juga secara spontan menambah dua paket hadiah umrah bagi peserta jalan santai. Ia tak mau kala dari Wali Kota Munafri memberikan hadiah utama berupa umrah. “Ibu, Bapak, tadi saya dengar hadiah umrahnya dua dari Pak Wali. Perlu ditambah tidak?” tanyanya yang langsung disambut teriakan “perlu nambah” dari peserta. “Kalau begitu saya tambahkan dua lagi, satu dari Kepala BKN dan satu dari Ketua Umum Korpri,” ujarnya disambut sorak gembira. Ia pun menyampaikan bahwa hadiah tersebut juga dapat diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp35 juta jika penerimanya bukan muslim, agar tetap bisa digunakan untuk kebaikan. Kalau misalnya bukan muslim, boleh diberikan ke yang muslim. “Tapi kalau mau diambil uangnya, saya beri Rp35 juta. Silakan untuk disedekahkan, bisa juga untuk ke Vatikan atau Yerusalem, silakan. Yang penting niatnya untuk kebaikan,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah. Dengan penuh kehangatan, Prof. Zudan menutup sambutannya sambil mengajak istrinya, yang juga anggota Korpri pusat, untuk turut serta menyerahkan hadiah di panggung utama. Suasana makin meriah dan menjadi penanda semangat kebersamaan Korpri dan masyarakat Makassar dalam perayaan penuh sukacita tersebut. Kemeriahan semakin terasa ketika panggung hiburan menampilkan penampilan spesial Ridwan Sau, musisi asal Sulsel yang memadukan sentuhan musik tradisional dan dangdut, membawa suasana euforia khas Makassar. Lebih dari sekadar olahraga bersama, kegiatan ini menjadi simbol eratnya persaudaraan antara ASN, masyarakat, dan seluruh elemen kota, berjalan bersama menuju Makassar yang lebih kuat, harmonis, dan bahagia.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Ketua Dekranasda Kota Makassar Resmi Buka Makassar Craft Expo 2025: Momentum Kebangkitan Industri Kreatif Lokal

ruminews.id, MAKASSAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka Makassar Craft Expo 2025 yang digelar di Main Atrium Trans Studio Mall Makassar, Jumat (7/11/2025). Acara ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar ke-418, yang digelar selama 3 hari dan menghadirkan 17 pelaku UMKM dan perajin lokal yang menampilkan produk unggulan mulai dari kerajinan tangan, tenun, anyaman, produk fashion, hingga kriya modern berbasis budaya lokal. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, jajaran SKPD terkait, serta pimpinan berbagai organisasi wanita di Kota Makassar. Dalam sambutannya, Melinda Aksa menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya pameran tersebut yang menjadi wadah bagi karya dan kreativitas putra-putri daerah. “Kota Makassar bukan hanya dikenal sebagai kota metropolitan yang dinamis, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan budaya yang kaya. Melalui Makassar Craft Expo 2025 ini, kami ingin menegaskan bahwa karya anak daerah memiliki daya saing dan mampu menembus pasar nasional maupun internasional,” ujar Melinda. Ia menekankan komitmen Dekranasda Kota Makassar untuk terus mendorong lahirnya produk-produk kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan sektor kriya dan kerajinan bukan hanya berkontribusi terhadap ekonomi keluarga, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan budaya dan identitas Kota Makassar. “Kami ingin agar kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif lokal,” tambahnya. Melinda juga mengajak masyarakat Makassar untuk bangga menggunakan produk lokal. “Mari luangkan waktu untuk berkeliling, kunjungi booth para pelaku UMKM, kenali produk lokal, dan bawa pulang karya anak Makassar sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi kreatif,” pesannya. Dalam kesempatan tersebut Melinda Aksa bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifudin juga menyerahkan secara simbolis bantuan mesin jahit kepada peserta pelatihan menjahit binaan Dekranasda Kota Makassar. Program pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Dekranasda dalam mencetak lebih banyak pengrajin kreatif yang siap bersaing dan mandiri secara ekonomi. Makassar Craft Expo 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri kreatif lokal, sekaligus memperkuat semangat cinta produk dalam negeri di kalangan masyarakat. “Semoga event ini menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk terus berkarya, berinovasi, dan mencintai produk buatan Makassar,” tutup Melinda.(*)

Daerah, Ekonomi, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Lewat Makassar Craft Expo 2025, Munafri Harap Jadi Panggung Kreativitas Bagi Produk Lokal

ruminews.id, MAKASSAR — Semangat kreativitas dan kecintaan terhadap produk lokal kembali mewarnai Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Melalui kegiatan Makassar Craft Expo 2025, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, kembali menghadirkan ajang yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha dan pengrajin lokal untuk menampilkan karya terbaik mereka. Berlangsung di Trans Studio Mall (TSM), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, pada Jumat, 7 November 2025, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-418 Kota Makassar. Tahun ini, sebanyak 18 tenant turut berpartisipasi, menampilkan beragam produk unggulan lokal, mulai dari jajanan kuliner khas, kerajinan tangan, hingga hasil karya kreatif dari pelaku UMKM. Ajang ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota bersama Dekranasda dalam mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat ekonomi kreatif (Ekraf) di Makassar. Hadir disini, Ketua TP PKK Makassar, juga Dekranasda Hj. Melinda Aksa. Dalam kesempatan tersebut, Dekranasda Kota Makassar, juga menyerahkan lima unit mesin jahit kepada para UMKM dan pengrajin lokal. Bantuan ini menjadi simbol nyata dukungan terhadap peningkatan kapasitas produksi serta pemberdayaan para pelaku usaha kreatif agar terus tumbuh dan berdaya saing. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Makassar Craft Expo 2025 yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar. Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa kegiatan seperti Makassar Craft Expo bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi momentum penting bagi Dekranasda untuk menjadi jembatan emas antara para pelaku UMKM, pengrajin, dan pasar yang lebih luas. “Kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang memperlihatkan apa yang telah dibuat, tetapi harus menjadi wadah nyata bagi Dekranasda untuk menjembatani para pengrajin dan pelaku UMKM agar hasil karya mereka bisa dikenal, dan dibeli oleh masyarakat luas,” ujar Munafri. Ia menilai, produk-produk lokal Makassar memiliki potensi besar dan daya saing tinggi, namun masih membutuhkan ruang promosi yang lebih luas agar bisa menembus pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, ia mendorong Dekranasda untuk terus mengeksplor dan memaksimalkan potensi yang dimiliki para pengrajin lokal. Menurutnya, tidak semua orang mampu menenun, membuat kerajinan, atau menciptakan karya dari bahan-bahan yang tidak terpikirkan oleh orang lain. “Karena itu, Dekranasda harus hadir sebagai perantara yang mampu mengangkat hasil karya luar biasa ini ke panggung yang lebih besar,” tuturnya. Munafri juga menilai, pelaksanaan Makassar Craft Expo di pusat perbelanjaan seperti mall TSM menjadi langkah strategis, karena memberi ruang langsung bagi para pengrajin dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. Menurutnya, produk UMKM tidak boleh hanya berputar di lingkup komunitas kecil, tetapi harus diperluas jangkauannya agar bisa dikenal dan diminati pasar. Lanjut dia, membeli produk UMKM bukan sekadar soal keuntungan ekonomi, tapi tentang keberlanjutan. “Setiap produk yang terjual berarti ada keluarga yang bisa bertahan hidup, ada anak yang bisa melanjutkan sekolah. Itu makna besar dari setiap karya yang dibeli,” tegasnya. Lebih lanjut, Wali Kota yang akrab disapa Appi itu mengajak seluruh pengelola mall di Kota Makassar untuk turut membuka ruang khusus bagi produk-produk lokal dan hasil karya pengrajin Makassar. Ia menilai, sudah saatnya karya lokal mendapatkan tempat terhormat di ruang publik yang representatif. “Kita sudah punya produk yang tidak kalah bersaing dengan brand besar. Hanya saja, kita belum punya cara yang efektif untuk menempatkan mereka sejajar dengan produk nasional atau global,” katanya. “Karena itu saya mengajak seluruh pengelola mall agar menyediakan ruang khusus bagi pengrajin lokal kita,” tambah Politisi Golkar ini. Munafri juga memberikan apresiasi kepada Dekranasda atas langkah nyata dalam pemberdayaan pelaku usaha kecil, khususnya melalui penyerahan lima unit mesin jahit kepada UMKM dan pengrajin lokal. Menurutnya, program pelatihan yang diikuti dengan pemberian alat produksi merupakan bentuk pemberdayaan yang langsung berdampak bagi masyarakat. “Kalau hanya pelatihan dua minggu lalu diberi piagam, itu belum cukup. Tapi ketika peserta pelatihan langsung dibekali dengan mesin jahit dan bisa memulai usaha dari rumah, inilah yang namanya pemberdayaan yang sesungguhnya,” ungkapnya. Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tidak akan berhenti memberi perhatian terhadap pengembangan produk kreatif dan kerajinan lokal. Baginya, hasil karya para pengrajin bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan budaya Kota Makassar. “Tugas kita bersama adalah menumbuhkan kebanggaan terhadap karya sendiri, serta memastikan produk lokal Makassar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” tutup Munafri. Pada kesempatan ini, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal melalui penyelenggaraan Makassar Craft Expo 2025. Dalam sambutannya, Melinda menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia mengatakan, Makassar tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan yang dinamis, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan budaya yang kaya. “Melalui event Makassar Craft Expo 2025 ini, kita ingin bahwa karya dan kreativitas putra-putri daerah memiliki daya saing tinggi,” ujarnya. “Produk-produk lokal kita tidak kalah dengan daerah lain, bahkan mampu menembus pasar nasional dan internasional,” tambah Melinda. Ia menjelaskan, kegiatan Makassar Craft Expo menjadi wadah bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari kerajinan tangan, tenun, anyaman, produk fashion, aksesoris, hingga inovasi kriya modern yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. Melinda juga menekankan, Dekranasda Makassar berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya produk-produk kreatif yang tidak hanya berdaya saing tetapi juga berkelanjutan. Menurutnya, sektor ekraf dan kerajinan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah. “Kami percaya, kemajuan kota tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi warga, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya dan identitas Kota Makassar,” jelasnya. Melalui momentum HUT ke-418 Kota Makassar, Melinda mengajak seluruh pihak untuk turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat. “Mari kita dukung produk lokal, cintai hasil karya anak Makassar, dan bangga bahwa kreativitas adalah wajah baru dari kemajuan kota kita tercinta,” ajaknya. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam membeli dan menggunakan produk lokal, karena setiap pembelian berarti membantu ekonomi keluarga perajin serta menjaga keberlangsungan budaya Makassar. “Dengan membeli produk lokal, kita bukan hanya membantu pengrajin, tetapi juga memastikan budaya Makassar tetap hidup dan berkembang,” tuturnya. Menutup sambutannya, Melinda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Semoga Makassar Craft Expo 2025 menjadi momentum kebangkitan industri kreatif Makassar, serta

Daerah, Ekonomi, Jakarta, Makassar, Nasional, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar dan Kemenkeu RI MoU Pemanfaatan Aset Negara untuk MCH

ruminews.id, MAKASSAR — Langkah Pemerintah Kota Makassar dalam mengoptimalkan aset negara untuk kepentingan publik kembali menunjukkan gebrakan positif. Melalui kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kolaborasi strategis dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia kini resmi terjalin. Pada Jumat (7/11/2025), bertempat di Jalan Nusantara Makassar, Wali Kota Munafri bersama Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kemenkeu RI, Rional Silaban, melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan aset negara untuk mendukung ekosistem kreatif di Kota Makassar. LMAN sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola aset negara dengan pola keuangan badan layanan umum (BLU), memberikan dukungan pemanfaatan aset strategis di kawasan Poros Jalan Nusantara. Melalui fasilitas ini, seluruh program kreatif Pemerintah Kota Makassar kini memiliki wadah representatif dan fungsional untuk dijalankan. Harapannya, keberadaan MCH Nusantara tak hanya menjadi ruang ekspresi generasi muda, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah melalui kegiatan inkubasi, pameran, produksi, serta pemberdayaan masyarakat. Lebih dari itu, inisiatif ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengoptimalkan aset negara agar berdampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi ini, Makassar terus menegaskan posisinya sebagai kota kreatif dan inovatif di kawasan Timur Indonesia. Perwakilan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kemenkeu RI, Rional Silaban menyampaikan, bahwa inisiatif ini sejalan dengan misi LMAN untuk memastikan pengelolaan dan pemanfaatan aset negara tidak semata-mata terkait penerimaan negara melainkan peningkatan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Menurutnya, MCH sendiri dirancang sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif lintas sektor, mulai dari seni-budaya, desain, teknologi, film, kuliner, hingga kewirausahaan sosial. Kehadirannya di kawasan Jalan Nusantara diharapkan menjadi titik temu antara komunitas kreatif, pelaku usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kota yang inovatif dan inklusif. “Dengan adanya MoU ini, langkah konkret berikutnya adalah proses implementasi teknis, revitalisasi, serta penyusunan model pengelolaan bersama yang berkelanjutan antara Pemerintah Kota Makassar melalui MCH dan LMAN, dengan melibatkan berbagai kolaborator terkait,” jelasnya. Aset tersebut kini difungsikan untuk mendukung kegiatan kreatif, literasi, dan pengembangan bakat anak muda di Makassar, melalui kehadiran Makassar MCH Nusantara. Gedung baru berlantai lima ini dirancang sebagai pusat kolaborasi dan inovasi anak muda Makassar. Lantai pertama menjadi area publik dan literasi, tempat warga bisa berinteraksi dan menyalurkan ide. Lantai kedua difokuskan pada ruang kolaborasi dan edukasi. Lantai ketiga menghadirkan galeri serta area pameran bagi pelaku seni dan kreatif lokal. Lantai keempat berfungsi sebagai ruang manajemen dan produksi konten kreatif. Lantai kelima, dikenal sebagai rumah hijau, menjadi ruang urban farming yang merepresentasikan semangat keberlanjutan. Melalui fasilitas ini, digarap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui kegiatan inkubasi, pameran, produksi, serta pemberdayaan masyarakat. “Yang diharapkan peningkatan ekonomi kreatif daerah, melalui kegiatan inkubasi, pameran, dan produksi,” jelasnya. Pada kesempatan ini, Rional Silaban, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas langkah Pemkot Makassar yang dinilai visioner dalam memanfaatkan aset negara secara produktif. “Kami sangat mengapresiasi penggunaan aset yang dimiliki oleh BLU LMAN ini,” tuturnya. “Pemerintah pusat memang membentuk BLU LMAN agar aset-aset negara dapat dikelola secara fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah Rional. Ia menjelaskan bahwa LMAN memiliki mandat untuk mengelola aset negara dengan pola keuangan badan layanan umum, sehingga mampu memberikan keleluasaan dalam pemanfaatannya sesuai kebutuhan pemerintah daerah. Lanjut dia, ketika aset diserahkan pengelolaan, maka LMAN bisa menyiapkan aset-aset yang dapat digunakan secara optimal sesuai dengan keperluan masyarakat. “Karena itu, kami berterima kasih karena aset ini akan didayagunakan dan dimanfaatkan menjadi Makassar Creative Hub,” ungkapnya. Rional juga menilai langkah Wali Kota Makassar sebagai contoh baik bagi daerah lain dalam menciptakan ruang ekspresi dan kemandirian bagi generasi muda. ” Saya sangat bergembira karena ini digunakan untuk mendorong generasi muda agar memiliki sifat entrepreneurial,” jelasnya. “Saya berharap apa yang dilakukan oleh Wali Kota Makassar ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam melakukan unlocking potential dari generasi muda,” lanjut Rional. Lebih jauh, Dirjen KN mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan masih memiliki sejumlah aset negara di sekitar Kota Makassar yang dapat dioptimalkan untuk kepentingan publik. Ia pun membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Pemerintah Kota Makassar. Beberapa aset tersebut dulunya beralih kepada pemerintah sejak krisis tahun 1998, termasuk aset yang sekarang digunakan ini. “Kalau Pak Wali Kota berkenan, kami siap berkoordinasi untuk memanfaatkan aset-aset lain yang dimiliki Kementerian Keuangan di sekitar Makassar,” tegasnya. Menutup sambutannya, Rional menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar dan generasi muda kota ini atas semangat inovatif yang terus tumbuh. “Sekali lagi, selamat kepada masyarakat muda di Makassar yang memiliki wali kota dengan perhatian besar terhadap kreativitas dan pengembangan potensi anak muda,” tutup Rional. Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas terlaksananya penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Makassar dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Makassar Creative Hub (MCH) Nusantara, Jalan Nusantara Makassar, tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkot Makassar dalam memperluas akses ruang kreatif dan pengembangan potensi anak muda di kota ini. “Saya sangat bangga karena akhirnya kita bisa melaksanakan penandatanganan MoU untuk menggunakan tempat ini,” tuturnya. “Kami memang sangat membutuhkan wadah untuk mengakses dan mewadahi keinginan anak-anak muda Kota Makassar,” lanjut Munafri di hadapan Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu RI, Rional Silaban, dan tamu undangan lainnya. Menurut Munafri, Pemerintah Kota Makassar sebelumnya telah memiliki satu Creative Hub di kawasan Pantai Losari, yang kini menjadi pusat aktivitas kreatif dan pembelajaran bagi anak muda. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat fasilitas tersebut selalu penuh setiap hari. “MCH yang dibangun di Pantai Losari itu jadwalnya sudah sangat padat. Setiap hari penuh kegiatan. Maka, kami merasa perlu menghadirkan ruang tambahan untuk menampung semangat anak muda yang luar biasa ini,” jelasnya. Ia menjelaskan, MCH dirancang bukan hanya sebagai ruang berkumpul, tetapi juga sebagai tempat pengembangan kemampuan melalui upscaling dan upgrading skill, baik secara individu maupun komunitas. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan di sana, mulai dari pelatihan wirausaha, produksi konten kreatif, hingga kegiatan berskala nasional dan internasional. Munafri mencontohkan sejumlah kolaborasi yang pernah terjadi. “Beberapa waktu lalu, Netflix mengadakan kegiatan casting di Creative Hub untuk pembuatan film, dan salah satu anak Makassar terpilih sebagai pemeran utama,” bebernya Appi. “Lalu,

Daerah, Jakarta, Makassar, Nasional, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Kado HUT Kota ke-418: Munafri Persembahkan Prestasi Nasional untuk Warga Makassar

ruminews.id, JAKARTA – Kerja nyata dan komitmen Munafri Arifuddin untuk membangun Kota Makassar terus menunjukkan hasil. Baru sembilan bulan memimpin, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, tekadnya menghadirkan pemerintahan yang modern, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat kini berbuah manis. Nama Appi—sapaan akrab Munafri, kembali berkibar, kali ini lewat penghargaan Kepala Daerah dengan Kinerja Terbaik Tahun 2025 dari CNBC Indonesia Awards 2025. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar juga berhasil meraih penghargaan Urban Innovation dan Smart Governance, sebagai bentuk pengakuan atas terobosan dalam tata kelola pemerintahan berbasis teknologi serta pembangunan yang inklusif. Di tengah perubahan global yang menuntut kecepatan dan ketangguhan, Makassar tampil sebagai kota metropolitan yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi. Lewat inisiatif seperti LONTARA+, Makassar Creative Hub (MCH), serta pencapaian tinggi dalam SPBE (4,02) dan Smart City (3,64), kota ini menegaskan diri sebagai salah satu pionir transformasi digital di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Munafri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah dari kerja kolektif seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Makassar. “Kami atas nama Pemerintah Kota Makassar mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penghargaan yang diberikan,” ucap Munafri, usai menerima penghargaan disaksikan Wamendagri, Bima Arya Sugiarto. “Artinya, ini adalah kerja-kerja yang dilakukan oleh tim, seluruh perangkat SKPD, dan seluruh masyarakat Kota Makassar berbuah hasil yang sangat baik,” tambah Munafri. Dalam ajang bergengsi tersebut, Pemerintah Kota Makassar berhasil meraih penghargaan Urban Innovation & Smart Governance, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, inklusif, dan berbasis teknologi. Penghargaan ini menjadi bukti nyata pengakuan nasional terhadap transformasi digital yang dilakukan Pemkot Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin. Lewat berbagai inovasi dan terobosan strategis, Makassar kini diakui sebagai salah satu kota dengan tata kelola pemerintahan terbaik di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik. Lebih lanjut, Munafri menjelaskan bahwa salah satu inovasi unggulan Pemkot Makassar yang menjadi perhatian nasional adalah aplikasi LONTARA (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar), platform digital yang menghubungkan berbagai layanan publik kota dalam satu sistem terpadu. Aplikasi Lontara yang di luncurkan mengintegrasikan lebih dari 358 aplikasi yang ada. Platform ini memudahkan warga Kota Makassar untuk mengakses segala macam layanan, melaporkan aspirasi maupun keluhan. “Serta melakukan proses pengaduan secara cepat dan transparan. Semua itu kami lakukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, baik yang tinggal di wilayah kota maupun di pulau-pulau,” jelasnya. Melalui integrasi digital ini, Pemerintah Kota Makassar mampu mempercepat respons terhadap kebutuhan warga di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Munafri menegaskan, penghargaan dari CNBC Indonesia ini menjadi motivasi baru bagi seluruh jajaran Pemkot untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan publik. “Sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur, kami di Makassar akan terus berbenah. Dengan penghargaan ini, kami akan lebih meningkatkan pelayanan ke depan untuk memajukan kota ini jauh lebih baik lagi,” tegasnya. Selain itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan, toleransi, serta keamanan dan ketertiban sebagai modal utama pembangunan kota. ” Kami berharap ke depan masyarakat bisa hidup berdampingan dengan lebih baik lagi, menjaga toleransi, menjaga keamanan, dan ketertiban. Karena pembangunan tidak akan berjalan tanpa kebersamaan dan rasa saling menghargai,” tutup Munafri.

Scroll to Top