Pemerintahan

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dorong Perda Penataan Kabel Optik

MAKASSAR — DPRD Kota Makassar berencana menginisiasi Peraturan Daerah (Perda) khusus penataan kabel optik, menyusul banyaknya keluhan warga terkait kondisi kabel yang semrawut, membahayakan, dan merusak estetika kota. Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, menyatakan persoalan ini sudah bersifat masif, tidak hanya di pusat kota seperti Jalan Bonto Lempangan, tetapi juga menjalar hingga ke lorong-lorong permukiman. Banyak kabel dipasang tanpa memperhatikan kerapian dan keselamatan. Ada yang melintang sembarangan di atas jalan. Jika dibiarkan, pemasangan kabel akan terus dilakukan semaunya,” tegas Ray, Rabu (13/8/2025). DPRD akan mengundang seluruh penyedia layanan internet untuk membahas penerapan aturan tata ruang pemasangan kabel. Forum ini akan menjadi wadah meminta pertanggungjawaban provider sekaligus mencari solusi teknis agar penataan kabel lebih tertib. Ray berharap, Perda tersebut nantinya memperkuat pengawasan pemerintah kota hingga tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga Makassar tidak hanya aman dari risiko kabel berbahaya, tetapi juga tampil rapi dan nyaman dipandang. (*)

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Paparkan Strategi Wujudkan Makassar Kota Sehat 2025

ruminews.id, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memantapkan langkah mewujudkan “Kota Sehat” sebagai arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa implementasi konsep Kota Sehat membutuhkan keseriusan, dukungan lintas sektor, dan komitmen berkelanjutan. Hal itu disampaikan Munafri saat menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Verifikasi Lanjutan Penilaian Kota Sehat di Balai Kota Makassar, Rabu (13/8/2025). Dalam kesempatan itu, pria yang ajrab disapa Appi itu memaparkan profil kota, capaian indikator, dan inovasi di sembilan tatanan Kota Sehat. “Makassar sendiri merupakan satu dari tiga kota di Sulawesi Selatan, dengan luas wilayah 199,3 km², jumlah penduduk 1,47 juta jiwa, terdiri dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan,” papar Munafri, secara virtual di hadapan tim menilai, juga dari Kementerian Kesehatan. Pertama soal Kehidupan Sehat Mandiri. Memiliki 29 indikator dengan capaian 81%. Angka harapan hidup naik dari 72,68 tahun (2023) menjadi 72,78 tahun (2024). Kemudian, prevalensi stunting turun dari 3,14% menjadi 3,12%. Dan penemuan kasus TBC dari 45,59% menjadi 122,52% berkat intensifnya deteksi. Inovasi mencakup Posyandu Era Baru, pemberian makanan tambahan lokal bagi ibu hamil KEK dan balita, layanan dokter on call 24 jam. Juga, dokter spesialis untuk pulau-pulau, dan integrasi layanan primer di 47 puskesmas terakreditasi. Pemkot juga menjalankan Gerakan Orang Tua Hinggap berbasis by name by address untuk intervensi stunting. Pencegahan penyakit menular dan tidak menular dilakukan melalui forum multisektoral eliminasi TBC, kolaborasi puskesmas–klinik, program prioritas hipertensi dan diabetes, serta Posbindu di seluruh kelurahan. “Selain itu, hadir Mobile Dinas Ketahanan Pangan dan Mobile Lab Keamanan Pangan untuk uji bahan pangan di lapangan,” jelas Munafri. Kedua, Permukiman dan Fasilitas Umum. Memiliki 22 indikator dengan capaian 81%. Serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup naik dari 57,53 menjadi 61,41. Dan Sanitasi aman meningkat dari 4,56% menjadi 8,45%. Didukung regulasi Perda No.1/2016 dan Perwali No.43/2024 tentang pengelolaan air limbah domestik, serta pembangunan IPAL Losari berkapasitas 16.000 m³/hari yang melayani 14.000 sambungan rumah. “Kami Pemkot juga berkolaborasi dengan Pemerintah Australia dan pihak lain, untuk penanganan kawasan kumuh,” tuturnya. Ketiga, Satuan Pendidikan. Memiliki 11 indikator dengan capaian 95%. Dimana, terdapat regulasi daerah terkait UKS/M, inspeksi kesehatan lingkungan sekolah, dan inovasi Podcast Adiwiyata. “Lingkungan sekolah dipantau secara rutin untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyakit,” ungkap Appi. Keempat, Pasar. Memiliki 13 indikator dengan capaian 88%. Sedangkan, KTR di pasar naik dari 38% ke 55%. Dan Fasilitas ruang ASI naik dari 67% ke 72%. Serta Pengelolaan limbah cair meningkat dari 11% ke 33%. “Lima pasar telah menerapkan KTR, sementara sejumlah pasar lain mengelola sampah dengan metode 3R. Pengawasan bahan pangan dilakukan rutin bersama dinas terkait dan BPOM,” jelas politisi Golkar itu. Kelima, Perkantoran dan Perindustrian. Memiliki 11 indikator dengan capaian 86%. Serta, seluruh industri kecil-menengah mendapat pembinaan K3, pos UKK berjalan optimal, dan seluruh kawasan perkantoran menerapkan KTR. “Juga Mall pelayanan publik dilengkapi ruang bermain anak dan ruang laktasi,” terang Ketua IKA FH Unhas itu. Keenam, Pariwisata. Memiliki 12 indikator dengan capaian 85%. Dimana, pada tahun 2024, daya tarik wisata telah menyediakan asuransi wisata. Desa wisata berkembang di Pulau Lanjukang, Pulau Samalona, dan pulau lainnya. Ketujuh, Transportasi dan Tertib Lalu Lintas. Memiliki 11 indikator dengan capaian 86%. Serta, Angkutan umum laik jalan 86,7%. Juga, fatalitas kecelakaan turun dari 7,6% ke 7%. Dan terminal Daya memenuhi standar kesehatan dan KTR. “Kami Pemkot mengoperasikan bus sekolah gratis untuk meringankan biaya transportasi pelajar. Sebanyak 243 unit CCTV dipasang untuk memantau lalu lintas dan keamanan kota,” tutur Appi. Kedelapan, Perlindungan Sosial. Memiliki 13 indikator dengan capaian 82%. Dan Kasus kriminal menurun dari 243 kasus menjadi 131 kasus. Serta Layanan rumah aman, trauma center, dan pusat pembelajaran keluarga tersedia bagi korban kekerasan. “Perlindungan anak diperkuat lewat pembinaan moral dan spiritual, termasuk program kampung tangguh bencana sosial,” katanya. Kesembilan, Penanggulangan Bencana. Memiliki 14 indikator dengan capaian 82%. Serta dokumen kajian risiko bencana telah disusun pada 2024, dan forum pengurangan risiko bencana terus berjalan. “Edukasi kesiapsiagaan bencana dilakukan melalui program Salaman Sahabat Anak dengan metode ramah anak,” jelas orang nomor satu Kota Makassar itu. Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa seluruh capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Kota sehat hanya bisa terwujud bila semua pihak bergerak bersama. “Data ini menunjukkan kita berada di jalur yang benar, tapi kita tidak boleh berhenti di sini,” tutupnya.

Daerah, Gowa, Pemerintahan

Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Mantapkan Sinergi Lewat Capacity Building di Malino

ruminews.id, MALINO — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan capacity building selama dua hari, 9–10 Agustus 2025, di Malino, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan Bunda PAUD kecamatan se-Kota Makassar. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana memperkuat kapasitas, mempererat sinergi, dan membangun kolaborasi antar-pengurus dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas di Kota Makassar. Meskipun Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota, ia tetap memberikan perhatian khusus terhadap jalannya acara. Melalui pesan video yang diputar di awal kegiatan, Melinda menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadirannya. Ia menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga sinergitas demi mewujudkan PAUD yang berkualitas. “Peran kita sebagai Bunda PAUD bukan hanya sebatas mengawasi, tetapi juga menginspirasi. Mari kita terus bergandengan tangan untuk memberikan yang terbaik bagi generasi masa depan,” ucapnya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina. Dalam sambutan pembukaannya, ia menekankan pentingnya kehadiran peserta bukan sekadar untuk memenuhi undangan, melainkan membawa misi besar bagi kemajuan pendidikan anak usia dini. “Hari ini kita tidak sekadar hadir di acara. Kita hadir dengan misi menguatkan langkah, menjaga amanah, dan memastikan anak-anak Kota Makassar memiliki masa depan yang cemerlang,” tegas Titin. Ia menambahkan, anak yang hebat lahir dari lingkungan yang hebat, dan lingkungan tersebut dibentuk oleh pemimpin yang menginspirasi, tim yang solid, serta kolaborasi yang saling menguatkan. “Ingat, leadership bukan soal posisi, tapi menjadi teladan. Kolaborasi bukan sekadar membagi tugas, tapi membagi semangat dan saling menopang,” ujarnya. Menurutnya, capacity building ini menjadi momen penting untuk belajar, berbagi, dan mempererat tali kebersamaan. “Sendiri kita mungkin cepat, tetapi bersama-sama kita akan sampai lebih jauh dan lebih kokoh,” imbuhnya. Kegiatan yang penuh manfaat ini dikoordinatori oleh Ketua Panitia, Mirna Kartika. Selama dua hari pelaksanaan, ia merancang rangkaian acara yang padat, terstruktur, dan sarat pembelajaran. Peserta mendapatkan beragam materi, mulai dari wawasan tentang pendidikan inklusif, etika berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus, sesi refleksi bersama, hingga sharing pengalaman lapangan yang memperkaya sudut pandang. Selain materi, kegiatan ini juga diwarnai dengan malam keakraban, hiburan, senam pagi, outbound games, tukar kado dan hingga kesempatan mengeksplorasi wisata alam Malino. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk membangun kebersamaan dan menyegarkan semangat peserta. Di penutupan acara, Titin Florentina kembali memberikan pesan inspiratif. Ia menyebut dua hari capacity building ini merupakan perjalanan yang menyatukan hati, memperkuat tekad, dan menyalakan semangat baru. “Kita pulang dengan hati yang lebih kuat, pikiran yang lebih terbuka, dan rasa percaya bahwa kita tidak sendiri,” kata Titin. Ia menegaskan bahwa anak-anak PAUD adalah bibit masa depan bangsa. “Apa yang kita tanam hari ini akan mereka tuai di masa depan. Tanam cinta, tumbuh kasih; tanam kebaikan, tumbuh kesantunan; tanam ilmu, mereka akan menjadi penerang masyarakat,” tuturnya. Untuk itu, Titin mengajak seluruh peserta untuk membawa pulang semangat yang didapat selama kegiatan, lalu mengaplikasikannya di wilayah masing-masing. “Bunda PAUD Kota Makassar adalah pejuang sejati. Kita tidak hanya bicara visi, tetapi bergerak mewujudkan aksi,” pungkasnya.

DPRD Kota Makassar

Legislator Andi Tenri Uji Dorong PDAM Makassar Perluas Layanan Air Bersih

ruminews.id – MAKASSAR — Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memasuki usia ke-101 tahun, dengan tantangan besar untuk memperluas jangkauan layanan air bersih dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan usia PDAM yang sekarang, DPRD Makassar menegaskan perlunya langkah konkret agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi secara merata. Sekretaris Komisi B DPRD Makassar, Andi Tenri Uji Idris, mengungkap bahwa keluhan warga soal ketiadaan layanan air bersih terus ia dengar, terutama di daerah pemilihannya yang meliputi Mamajang, Mariso, dan Tamalate, dengan fokus pada kawasan Barombong. “Setiap kali kunjungan dapil, PDAM selalu jadi keluhan utama. Warga minta pemasangan jaringan karena air adalah kebutuhan vital. Ini harus jadi prioritas,” ujarnya, Selasa (12/8/2025). Menurutnya, pelayanan PDAM juga masih perlu dibenahi agar mampu memberikan kualitas prima bagi pelanggan. Yang perlu dibenahi adalah pelayanannya. PDAM harus lebih maksimal dalam melayani masyarakat,” tambahnya. Hal senada disampaikan anggota Komisi B lainnya, Kasrudi. Ia menegaskan bahwa PDAM tidak hanya dituntut menjaga sisi sosialnya, tetapi juga harus menggenjot pendapatan untuk mendukung operasional. “Perbaiki yang kurang, tingkatkan yang sudah baik. Harus ada inovasi baru supaya kinerja dan pendapatan meningkat, tapi tetap menjaga peran sosial,” kata Kasrudi. Desakan tersebut datang di tengah klaim keberhasilan PDAM dalam memperbaiki kinerja dalam tiga bulan terakhir.

Internasional, Pemerintahan

Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Selangor Tourism Industry Awards 2025 sebagai Tamu Kehormatan

ruminews.id, SELANGOR, MALAYSIA — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendapat kehormatan menghadiri ajang bergengsi Selangor Tourism Industry Awards 2025 sebagai tamu kehormatan. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham atas undangan langsung Datuk Ng Suee Lim, Chairman of Selangor Tourism Committee, menjadi bukti eratnya hubungan kerja sama antara Kota Makassar dan Negara Bagian Selangor di bidang pariwisata. Bagi pelaku industri pariwisata di Malaysia, Aliyah Mustika Ilham dipandang sebagai mitra strategis yang berperan dalam memperkuat hubungan kedua wilayah. Selangor dan Makassar sama-sama mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi berkelanjutan. Selama ini, Aliyah Mustika Ilham dikenal memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan pariwisata dan budaya berbasis kearifan lokal. Acara malam penghargaan tersebut dibuka langsung oleh Timbalan Menteri Ekonomi Malaysia, Dato Hajah Hanifah Hajar Taib. Sebanyak 80 kategori penghargaan diberikan, meliputi agen perjalanan terbaik, layanan rumah sakit berbasis wisata unggulan, hingga penyedia transportasi wisata favorit. Kehadiran Aliyah Mustika Ilham menjadi perhatian tersendiri bagi para tamu undangan karena membawa misi penguatan hubungan antardaerah. Aliyah Mustika Ilham menyampaikan, selain memenuhi undangan Selangor Tourism Board, kehadirannya juga bertujuan memperkuat jaringan kerja sama di sektor pariwisata, khususnya dalam potensi health tourism. “Kami berharap Makassar dapat semakin mengoptimalkan sektor pariwisata, termasuk wisata kesehatan, agar mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Aliyah Mustika Ilham, selepas giat, Sabtu malam (09/08/2025) Ajang Selangor Tourism Industry Awards ini diharapkan menjadi momentum untuk membuka peluang kolaborasi baru antara Makassar dan Selangor, demi memajukan sektor pariwisata yang berdaya saing global.

Daerah, Makassar, Pemerintahan, Pendidikan

Kolaborasi Kesra dan Dinas Pendidikan Makassar Gelar Expo Hifdzi Qur’an untuk Pelajar SMP

ruminews.id, MAKASSAR, – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar menggelar kegiatan Expo Hifdzi Qur’an dan Keterampilan tingkat SMP sederajat yang berlangsung di Masjid Raya dan Pesantren MIM, pada Sabtu, (9/8/2025). Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Dinas Pendidikan Kota Makassar, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keterampilan di kalangan pelajar Makassar. Sebanyak 500 siswa SMP se-Makassar mengikuti lomba hafalan Al-Qur’an, pidato agama, olah limbah, cerdas cermat, hingga olahraga panahan. Lomba yang digelar meliputi beberapa kategori, di antaranya Lomba Hifdzil Qur’an Juz 30 dan 29 untuk putra dan putri, Ceramah Agama untuk putra dan putri, Limbah Majalah Dinding Islami, Cerdas Cermat, serta Lomba Panahan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, Muhammad Syarief, yang dalam sambutannya mengungkapkan tujuan acara ini membangun karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan agama di kalangan generasi muda. “Kegiatan seperti ini tidak hanya mendidik, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih berkualitas, terutama dalam hal agama, keterampilan, dan kepemimpinan. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pelajar Makassar semakin termotivasi untuk terus berkembang dan mengukir prestasi di berbagai bidang,” ujarnya. Syarief mengingatkan pentingnya menjaga kualitas iman di tengah tantangan zaman serta memperkuat kebersamaan antar umat Islam melalui kegiatan-kegiatan positif seperti ini. “Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan pesantren, serta partisipasi aktif para pelajar, dapat tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam hal pengetahuan, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya. Syarief berharap melalui kegiatan ini, para pelajar Makassar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kualitas moral dan spiritual yang tinggi. “Inilah saatnya kita memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka, baik dalam hafalan Al-Qur’an maupun dalam bidang keterampilan lainnya,” ujarnya Acara ini semakin meriah dengan adanya total hadiah yang disediakan mencapai 80 juta rupiah. Selain itu, semua peserta yang mengikuti lomba juga akan mendapatkan souvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut. Pada hari pertama kegiatan, acara diakhiri dengan Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid Raya Makassar. Tabligh Akbar ini diisi oleh Ustadz Dr. Faisal Abd. Rahman memberikan tausiyah yang memotivasi peserta.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Sesuai Arahan Wali Kota, PDAM Makassar Cetak Laba Rp826 Juta, Bangkit dari Kerugian Miliaran

ruminews.id, MAKASSAR – Bak angin segar di tengah paceklik, PDAM Makassar berhasil membalikkan keadaan yang semula terpuruk. Dalam waktu hanya tiga bulan, perusahaan pelat merah ini mampu menghapus kerugian Rp5,2 miliar dan mencatat laba bersih Rp826 juta. Transformasi ini tak hanya soal angka di neraca, tetapi juga bukti nyata pembenahan manajemen, efisiensi anggaran, dan peningkatan pelayanan pelanggan. Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar berhasil membalikkan kondisi keuangan dari posisi merugi Rp5,2 miliar menjadi meraih laba bersih Rp826 juta hanya dalam waktu tiga bulan. Capaian ini diumumkan oleh Plt Direktur Utama Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan Nanang Supriyatno dalam momentum menyambut peringatan HUT ke-101 PDAM di Aula Kantor PDAM Makassar. Hamzah Ahmad mengungkapkan, perbaikan kinerja mulai terlihat sejak dirinya menjabat pada akhir April 2025. “Saat kami masuk, kerugian akumulatif tercatat Rp5,2 miliar. Per Juli, kami berhasil membukukan laba bersih Rp826 juta,” jelasnya, saat dikonfirmasi ulang, Sabtu (9/8/2025). Dengan adanya capaaian ini, sesuai dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pembenahan di tubuh perusahaan daerah, termasuk PDAM. Perusahaan milik daerah harus mampu bangkit dari kerugian miliaran rupiah dan terus berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik. Arahan ini sejalan dengan keberhasilan PDAM Makassar yang dalam waktu singkat mampu berbalik dari rugi menjadi untung, berkat langkah efisiensi dan perbaikan manajemen. Oleh sebab itu, Hamzah melanjutkan. Salah satu faktor kunci keberhasilan adalah penurunan angka Non-Revenue Water (NRW) dari 52% menjadi 45%. Perbaikan ini dicapai melalui percepatan penanganan kebocoran, dengan lebih dari 2.000 titik pipa berhasil diperbaiki, termasuk pipa induk berdiameter 630 mm di Jalan Beringin, Kabupaten Gowa. Dampaknya, 3.114 sambungan rumah yang sebelumnya tidak teraliri air kini kembali mendapatkan pasokan. Selain itu, hampir 500 pengaduan pelanggan diselesaikan, dan lebih dari 600 sambungan gratis program MULIA (Masyarakat Umum Layak Air) terealisasi di berbagai wilayah layanan. Hamzah juga memaparkan strategi distribusi air bersih ke wilayah utara dan timur Makassar, termasuk koneksi pipa Pa’baeng-baeng berdiameter 700 mm ke 350 mm yang sudah rampung. “Proyek ini diharapkan meningkatkan cakupan pelayanan, bahkan di musim kemarau,” harapnya. Beban biaya pegawai yang semula 36% dari pendapatan kini turun menjadi 27%. Pendapatan operasional dari rekening air pada Juli mencapai Rp30,4 miliar tertinggi sepanjang 2025, didukung pencatatan meter air yang lebih akurat dan penegakan disiplin petugas baca meter. “Kami berkomitmen menjaga tren positif ini untuk memastikan pemerataan akses air bersih di seluruh Makassar,” tegas Hamzah. Dengan tren positif yang terus berlanjut, PDAM Makassar optimistis mempertahankan jalur untung sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di sektor air minum. Hamzah Ahmad menambahkan, capaian finansial ini berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan. “Fokus kami bukan hanya laba, tapi pemerataan distribusi air bersih bagi seluruh warga Makassar,” tutup Hamzah. Sedangkan, Plt Direktur Keuangan Nanang Supriyatno yang fokus pada pembenahan menyeluruh. Disebutlan, PDAM Kota Makassar mencatat capaian luar biasa. Dari sisi keuangan, Nanang Supriyatno menjelaskan keberhasilan ini tak lepas dari efisiensi anggaran yang dijalankan secara ketat. Salah satu langkah strategis adalah memangkas anggaran kegiatan lain-lain dari Rp2,5 miliar menjadi hanya Rp1 miliar. “Kami juga melakukan penataan ulang tenaga kerja agar lebih proporsional dengan jumlah pelanggan,” ujar Nanang. Jumlah karyawan yang semula 1.431 orang kini menjadi 1.295 orang. Dengan sambungan aktif mencapai 183.936 pelanggan, rasio karyawan terhadap sambungan turun dari 1:7,78 menjadi 1:6,68. Meski belum mencapai rasio ideal 1:200 sesuai regulasi Kemendagri, tren perbaikannya dinilai sangat positif. Efisiensi ini berdampak signifikan pada penurunan beban biaya pegawai. Jika awal tahun porsinya mencapai 36% dari total pendapatan, pada Juli 2025 angkanya sudah turun menjadi 27%. Struktur keuangan pun menjadi lebih sehat. Pendapatan operasional dari rekening air juga melesat. Juli lalu, PDAM mencatat pemasukan Rp30,4 miliar—tertinggi sepanjang 2025. Lonjakan ini bukan semata akibat kenaikan tarif, tetapi juga hasil dari pencatatan meter air yang lebih akurat dan disiplin kerja petugas. “Kami menerapkan sistem penalti bagi petugas baca meter yang lalai. Ada yang dipotong gajinya hingga Rp5 juta, diturunkan statusnya dari pegawai tetap menjadi tenaga kontrak, bahkan dirumahkan enam bulan,” terang Nanang.

DPRD Kota Makassar

Sidak Toko Modern, Ketua Komisi B DPRD Makassar Dorong Kemitraan dengan UMKM

ruminews.id – MAKASSAR – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko modern pada Jumat (8/8), sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya digelar. Sidak ini melibatkan semua Komisi DPRD Kota Makassar, yakni Komisi A, B, C dan D, serta OPD terkait Pemerintah Kota Makassar.   Sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B, Ismail, menyasar beberapa gerai ritel di Kota Makassar, di antaranya Indomaret, Alfamidi, Alfamart, M-Mart, dan Circle K. Menurut Ismail, sidak ini bertujuan untuk meninjau langsung kepatuhan toko modern terhadap aspek legalitas usaha yang berlaku. Dalam giat hari ini, saya bersama sejumlah anggota DPRD Kota Makassar serta SKPD terkait melakukan peninjauan langsung ke beberapa toko modern yang diduga belum sepenuhnya memenuhi aspek legalitas usaha,” ujar Ismail. Ia menambahkan, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap perizinan dan kepatuhan operasional sektor ritel modern, yang dinilai masih lemah.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Gerakkan RT/RW Genjot Urban Farming dan Maggot

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menegaskan pentingnya peran RT/RW dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Launching Gerakan 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di Jl. Batua Raya, Kecamatan Panakkukang, Jumat (8/8/2025). Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi inisiatif pihak Kecamatan Panakkukang bersama jajaran atas langkah progresif yang dinilai akan membawa dampak besar bagi pengelolaan sampah dan ketahanan pangan skala rumah tangga di Kota Makassar. “Urban farming, maggot dan bank sampah, ini bukan berdiri sendiri. Ini adalah output dari sistem pengelolaan sampah yang sudah kita dorong atasi persoalan sampah di kota ini,” ujar Munafri. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari sistem siklus pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhir sampah. “Khususnya sampah organik untuk kegiatan produktif seperti pertanian pekarangan dan budidaya maggot,” jelasnya. Munafri menegaskan bahwa seluruh RT di Makassar wajib memiliki urban farming, biopori, komposter, eco-enzyme, serta pengolahan maggot sebagai bentuk konkret pengelolaan sampah skala mikro. “Kita ingin agar sampah tidak lagi menjadi musuh, tapi bisa menjadi sumber penghasilan. Rumah tangga harus kita dorong menuju zero waste,” tegasnya. Ia menambahkan, kehadiran bank sampah di setiap kelurahan menjadi elemen vital untuk menangani sampah non-organik. Sementara itu, sampah organik diarahkan untuk dikembangkan melalui teknologi sederhana seperti maggot dan kompos, yang hasil akhirnya bisa dimanfaatkan dalam pertanian lahan sempit. Dalam kesempatan itu, Appi mengingatkan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Makassar yang sudah hampir melebihi kapasitas. “Bayangkan, luas TPA kita 19,1 hektare, tinggi gunungan sampah sudah 16–17 meter. Jika tidak ada perubahan dari rumah tangga, dalam satu atau dua tahun ke depan, TPA kita bisa kolaps,” ungkapnya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan dari hulu: rumah tangga, sekolah, hingga kantor pemerintahan, harus menjadi pelaku perubahan. Wali Kota Makassar juga menginstruksikan agar seluruh kantor pemerintah menjadi teladan pengelolaan sampah. Ia bahkan meminta Dinas Pendidikan untuk mewajibkan siswa membawa sampah dari rumah, lalu belajar memilahnya di sekolah. “Anak-anak kita harus dididik sejak dini soal pemilahan sampah. Ini bukan sekadar soal bersih-bersih, tapi budaya hidup sehat dan berkelanjutan,” kata Munafri. Selain aspek sampah dan pertanian kota, Munafri juga menyoroti pentingnya biopori untuk penyerapan air, terutama di kawasan padat beton. “Sekarang kita sisir satu per satu,” tandasnya. Munafri menutup sambutannya dengan harapan agar kolaborasi lintas elemen masyarakat pemerintah, RT/RW, sekolah, dan warga dapat memperkuat sistem ketahanan lingkungan kota. “Jika ini berjalan, kita bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tapi juga memberikan peluang ekonomi bagi keluarga. Kota kita bersih, sehat, dan mandiri,” tandasnya. Sedangkan, Camat Panakkukang, M. Ari Fadli, mengungkapkan bahwa peluncuran program 1 Kelurahan: 1 Urban Farming, 1 Maggot, dan 1 Bank Sampah di wilayahnya merupakan hasil kolaborasi dan inisiasi para lurah serta Sekretaris Camat (Sekcam), sebagai bentuk nyata dari dukungan terhadap visi besar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. “Inisiasi sebenarnya bukan dari saya pribadi, tetapi berasal dari para lurah dan Sekcam yang ingin menangkap impian besar Bapak Wali Kota: menciptakan kemandirian pangan melalui urban farming dan menekan volume sampah kota secara signifikan,” ujar Ari Fadli. Ari Fadli menekankan bahwa Kecamatan Panakkukang berambisi menjadi wilayah pertama di Makassar yang benar-benar mengintegrasikan konsep urban farming, pengolahan maggot, dan bank sampah sebagai satu kesatuan sistem pengelolaan lingkungan. “”Ketika bicara soal urban farming, maggot, dan bank sampah, kami berharap nama Kecamatan Panakkukang menjadi yang pertama disebut sebagai pelopor implementasi ide-ide besar Bapak Wali Kota di lapangan,” tegasnya. Ia melaporkan bahwa dari 11 kelurahan yang ada di Panakkukang, seluruhnya telah mulai bergerak. Bahkan, beberapa di antaranya telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam budidaya maggot, urban farming, hingga pengelolaan bank sampah. Dalam kesempatan itu, Ari Fadli juga menekankan peran serta para tokoh masyarakat dan penggiat lingkungan, sebagai pionir pengembangan maggot di Kecamatan tersebut. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga terlihat dengan hadirnya seluruh kepala puskesmas se-Kecamatan Panakkukang dalam kegiatan ini, menandai sinergi antara sektor kesehatan dan pengelolaan lingkungan. Ari Fadli menutup sambutannya dengan menekankan bahwa gerakan ini bukan hanya tentang mengelola sampah atau menanam di pekarangan. “Tetapi lebih jauh lagi, tentang membentuk budaya hidup bersih, sehat, dan mandiri mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas,” tutupnya.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Sambut Rakernas NasDem, Gala Dinner Bareng NasDem se-Indonesia di Anjungan Losari

ruminews.id, MAKASSAR – Udara sejuk di atas Anjungan Pantai Losari mengiringi momen hangat penuh keakraban. Pemerintah Kota Makassar menjamu secara khusus jajaran pengurus Partai NasDem dari seluruh Indonesia dalam agenda Gala Dinner. Pada Kamis malam (7/8/2025), sebagai penyambutan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem yang digelar di Kota Makassar. Acara yang berlangsung di kawasan ikonik Anjungan City of Makassar itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, jajaran pengurus DPP, serta seluruh Ketua dan pengurus DPW NasDem dari berbagai provinsi. Turut hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rahmatika Dewi, serta tokoh-tokoh penting lainnya dari lintas wilayah. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Zulkifly Nanda, Ketua Tim Ahli Pemkot Hudli Huduri, serta seluruh jajaran kepala SKPD turut hadir menyambut para tamu agung. Suasana malam semakin semarak dengan alunan musik khas Makassar yang memperkuat nuansa hangat dan akrab dalam jamuan makan malam tersebut. Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan Partai NasDem memilih Kota Makassar sebagai tuan rumah Rakernas. Ia menyebut, kehadiran ribuan kader NasDem di Makassar bukan hanya menjadi kehormatan besar, tetapi juga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kota. “Kami sangat bangga dan merasa terhormat menyambut Bapak Surya Paloh dan seluruh jajaran pengurus Partai NasDem dari seluruh Indonesia,” ujar Appi. Menurutnya, kehadiran peserta kader NasDem dari berbagai Provinsi sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta, tentu membawa dampak ekonomi luar biasa. Hotel-hotel penuh, rumah makan kembali ramai, dan pelaku UMKM kami mendapatkan manfaat langsung. Ia juga menekankan bahwa Pemkot Makassar siap memberikan pelayanan maksimal untuk mendukung suksesnya agenda nasional Partai NasDem di kota ini. Munafri turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran fraksi NasDem di DPRD Kota Makassar yang selama ini menunjukkan dukungan dan sinergi yang baik dengan pemerintah kota. “Kehadiran fraksi NasDem di DPRD menjadi bagian penting dari kerja kolaboratif dalam pembangunan kota. Kami bersatu melayani masyarakat, meski berasal dari partai berbeda,” katanya “Saya, Ibu Wakil Wali Kota, dan Ketua DPRD berasal dari partai yang berbeda, tetapi kami satu dalam komitmen untuk pelayanan terbaik,” tambah politisi Golkar itu. Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh peserta Rakernas NasDem untuk menikmati keindahan, keramahan, dan kekayaan khas Kota Makassar. “Selamat datang di Kota Para Pemberani. Selamat datang di Kota Anging Mammiri. Mari nikmati segala cerita dan kekhasan Makassar,” ucapnya. “Mari sukseskan agenda nasional Partai NasDem, dan semoga Makassar terus menjadi tuan rumah bagi event-event berskala besar seperti ini,” lanjut Appi, menutup sambutan sebagai tuan rumah. Rakernas Partai NasDem di Kota Makassar ini menjadi momentum strategis, tidak hanya untuk penguatan internal partai, tetapi juga menunjukkan Makassar sebagai kota yang siap menyambut event nasional dengan semangat kolaboratif dan pelayanan prima. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dipilihnya Kota Makassar sebagai tuan rumah Rakernas perdana Partai NasDem. “Terima kasih kepada Partai NasDem yang telah memilih Makassar sebagai tempat Rakernas I. Ini adalah bentuk kepercayaan yang sangat kami hargai,” ujar Aliyah. Menurut Aliyah, kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Makassar. Momentum ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Makassar semakin dipercaya sebagai kota penyelenggara agenda-agenda besar berskala nasional. Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh tamu untuk menikmati berbagai daya tarik yang dimiliki Kota Makassar, termasuk suasana malam di kawasan Pantai Losari yang menjadi ikon kota. “Selamat menikmati keindahan Kota Makassar. Jangan lupa juga mencicipi kuliner khas kami yang selalu menggugah selera,” tambah Aliyah. Pemerintah Kota Makassar, di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta Rakernas selama berada di Makassar.

Scroll to Top