Daerah

Daerah, Gowa

Tiga kandidat akan bertarung, Nahkoda selanjutnya HMI Cabang Gowa Raya Periode 2026-2027

ruminews.id, Gowa – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, dekat ini akan menyelenggarakan pesta politik Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke 12. dan munculkan 3 kandidat ketua umum yang akan memperebutkan kursi nahkoda periode 2026-2027. Konferensi Cabang (KONFERCAB) ke-12 ini akan diselenggarakan oleh HMI Cabang Gowa Raya sebagai transisis roda kepemimpinan. Setelah melalui tahapan panjang hingga ferivikasi berkas kelayakan bakal calon, akhirnya 3 Nama muncul sebagai kandidat terkuat yang salah satu diantaranya akan menjadi nahkoda baru bagi HMI Cabang Gowa Raya. Ketua panitia KONFERCAB XII Muh. Nurhidayatullah mengatakan, kontestasi politik di tubuh HMI Cabang Gowa Raya sebagai momentum bagi para kader HMI cabang gowa raya menentukan pilihan terbaiknya melalui delegasi 15 komisariat penuh tentu bertujuan merefresh kembali semangat perkaderan dan roda organisasi. Ia juga menambahkan, bahwa pada momentum kali ini KONFERCAB XII HmI Cabang Gowa Raya, bukan hanya sebagai formalitas politik saja akan tetapi juga menjadi ruang silaturrahmi seluruh kader HMI se-Cabang Gowa Raya dibawah kepemimpinan Nawir Kalling, Ketua Umum saat ini. Tiga nama yang mencuak sebagai kandidat Ketua umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2026-2027 diantaranya : Muhammad Amri, Andi Rini Sulestiani, dan A. Wahyu Pratama Hasbi. Ketiganya adalah kader terbaik HmI Cabang Gowa Raya yang bukan hanya muncul sebagai formalitas tapi juga sesuai dengan koridor organisasi serta melalui tahapan kelayakan berkas administrasi, keilmuan, dan tentunya visi dan misi yang jelas oleh tiga kandidat tersebut.

Daerah, Selayar

FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar Resmi Terbentuk

ruminews.id – Kepulauan Selayar, 27 November 2025. FORHATI Kep. Selayar resmi terbentuk dimana Musyawarah Daerah yang pertama ini dilaksanakan di Kantor Pelayanan Haji Kabupaten Kepulauan Selayar, bersamaan dengan digelarnya Musyawarah Daerah III KAHMI Kab. Kepulauan Selayar. Dalam musyawarah ini ditetapkan secara presidensial Ketua FORHATI Selayar yaitu Hj Rosmiati yang akan didampingi Sekretaris Umum Andi Nastuti. Musda FORHATI ini dihadiri Sekretaris Umum FORHATI Wilayah Sulsel, Andi Sri Wulandani, “Kehadiran FORHATI Sulawesi Selatan sebagai amanah dari Presidium FORHATI Wilayah Sulawesi Selatan untuk membentuk FORHATI di 24 Kab/Kota”, ujarnya. Di tempat yang sama saat Ibu Herawati selaku Steering Comittee Musda ditemui dan diminta tanggapannya yang juga Pimpinan Bawaslu periode 2023-2028 mengatakan, “Alhamdulillah pada kesempatan ini telah dibentuk kepengurusan FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar yang pertama dengan Ketua terpilih Hj Rosmiati dan Sekretaris Andi Nastuti, ST., S.Pd. Semoga ke depannya FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk Selayar lebih baik”, urainya. Sedangkan Ketua terpilih FORHATI Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Rosmiati mengatakan, “Alhamdulillah, FORHATI Kab. Kepulauan Selayar sudah terbentuk dengan harapan bisa berkaloborasi memajukan Perempuan Kabupaten Kepulauan Selayar bersama beriringan mensukseskan Program GEMERLAP Mendorong ekonomi tumbuh dari Perempuan Maju dan Sejahtera bersama.” ujarnya. Musda FORHATI pertama ini ditutup dengan pembacaan konsideran penetapan Ketua terpilih yang ditandatangani oleh Steering Committe.

Daerah, Makassar, Pendidikan

Selamatkan UNM. Kembalikan Rektor, Tegakkan Keadilan Akademik

ruminews.id – Jakarta, 28/11/2025. Komunitas akademik dan masyarakat luas mendesak agar keputusan pencopotan Rektor UNM, Prof. Karta Jayadi, ditinjau ulang secara adil demi menjaga marwah dan masa depan UNM sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menonaktifkan sementara Prof. Karta Jayadi sebagai Rektor UNM dan menunjuk Pelaksana Harian baru dari luar UNM. Penonaktifan tersebut terkait tudingan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang dosen tudingan yang hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan di Polda Sulawesi Selatan (Polda Sulsel). Namun, hingga kini proses hukum belum tuntas belum ada keputusan inkrah maupun bukti definitif yang diumumkan publik. Albar, selaku jendral lapangan menjelaskan, Kenapa Pencopotan Ini Berpotensi Mengganggu Reputasi UNM : 1. Asas praduga tak bersalah belum dihormati. Dalam sistem hukum dan administrasi, setiap orang berhak dianggap tidak bersalah sampai terbukti. Pencopotan secara luar biasa sebelum pengadilan selesai dapat mencoreng nama, terlebih dalam lingkungan akademik yang menghargai integritas dan keadilan. 2. Kemungkinan disalahgunakan sebagai alat politik kampus. Pergantian mendadak dari luar, tanpa musyawarah internal, menimbulkan dugaan intervensi eksternal dan ini bisa memecah kepercayaan warga kampus terhadap kepemimpinan dan tata kelola UNM. 3. Risiko melemahkan institusi dan moral civitas akademika. UNM selama ini dikenal sebagai institusi besar dengan tradisi akademik kuat. Krisis kepemimpinan mendadak berpotensi mengganggu stabilitas, menurunkan semangat dosen, mahasiswa, dan staf, serta merusak reputasi nasional kampus. “Tuntutan Kami Demi Keadilan & Masa Depan UNM” – pungkas Albar, Aliansi Pemuda Nusantara Indonesia “Pulihkan posisi Prof. Karta Jayadi sebagai Rektor UNM sementara proses hukum berjalan. Hal ini bukan semata membela individu, tetapi memperjuangkan asas keadilan bahwa jabatan tinggi di kampus tidak boleh diganti secara sepihak sebelum ada putusan final,” tambahnya. “Pastikan proses penyelidikan transparan, adil, dan bebas dari tekanan politik maupun intervensi birokrasi. Semua pihak dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat berhak mendapatkan kebenaran.” Selamatkan marwah UNM sebagai kampus rakyat dan jaga reputasi institusi. UNM harus dijaga dari dinamika kekuasaan dan gesekan internal yang dapat merusak citra institusi di mata nasional. Peserta aksi juga menyerukan kepada Menteri Diktisaintek untuk berlaku adil dalam melihat persoalan yang terjadi di kampus UNM. Tidak dengan serta merta menunjuk PLH Rektor secara sepihak. Lebih lanjut, Albar menyampaikan ; UNM adalah ruang akademik, bukan arena konflik kekuasaan. Menyelesaikan masalah internal apalagi yang berkaitan dengan tuduhan serius seperti pelecehan harus dilakukan dengan jujur, adil, dan transparan. Tetapi, menyingkirkan pimpinan sebelum ada kepastian adalah preseden yang berbahaya. Kami menyerukan: kembalikan Prof. Karta Jayadi sebagai rektor sementara, hormati asas praduga tak bersalah, selamatkan UNM dari politisasi birokrasi demi masa depan pendidikan dan generasi mendatang. Lebih lanjut, Albar menyampaikan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut hingga tuntutan tercapai. #SelamatkanUNM #KeadilanUntukKartaJayadi #UNMMakassar

Daerah, Gowa

Launching Tema Konfercab HMI Gowa Raya Hadirkan Tiga Narasumber, Tegaskan Pentingnya Gagasan, Ketegasan, dan Mekanisme Organisasi

ruminews.id, Gowa Raya — Kegiatan Launching Tema Konferensi Cabang (Konfercab) HMI Cabang Gowa Raya berlangsung hangat, harmonis dan penuh dinamika. Acara ini dihadiri langsung oleh tiga narasumber yakni Andi Jimmy Rusman (Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya Periode 2018-2019), Syahrir Karim (Akademisi, Pengurus KAHMI Sulsel, Pengurus KAHMI Rayon UIN), serta Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng, M.Pd.I (Akademisi, Kordinator Presidium MW FORHATI Sulsel dan Mantan Ketua Kohati Indonesia Timur). Kegiatan resmi dibuka oleh Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, dihadiri Ketua Kohati, jajaran pengurus cabang, steering committee, perwakilan komisariat, serta kader-kader HMI Gowa Raya. Andi Jimmy Rusman menyinggung Ketegasan Pemimpin Menentukan Arah Cabang Dalam pemaparannya, Andi Jimmy menegaskan bahwa dinamika organisasi merupakan bagian alamiah dari proses berhimpun. “Problem dalam berlembaga itu pasti ada. Yang membedakan adalah kemampuan kita mencari solusi. HMI itu punya tafsir tujuan, dan kita harus membuktikan bahwa kita berhimpun untuk tujuan itu,” ujarnya. Ia menyinggung kondisi cabang yang “mungkin saja tidak baik-baik saja”, sehingga membutuhkan sikap tegas dari seluruh pengurus. “Dalam penyelesaian dinamika cabang, pengurus tidak boleh mundur. Ketegasan itu penting. Kecerdasan itu penting. Dan ketegasan lahir dari karakter seorang pemimpin,” tambahnya. Jimmy menutup dengan ajakan untuk bersama-sama menyukseskan Konfercab XII HMI Gowa Raya sebagai momentum pembuktian kualitas kader. Syahrir Karim menyampaikan Konfercab adalah Pertarungan Gagasan, Bukan Konflik Pragmatis. Syahrir Karim, dalam penyampaiannya, menegaskan bahwa esensi Konfercab ialah kontestasi gagasan, bukan arena konflik yang tidak produktif. “Di Konfercab HMI, kita bertaruh gagasan. Pemimpin ke depan harus mampu menjual gagasan. Konflik selama ini banyak pragmatis, bukan konflik ide,” ucapnya. Ia mendorong kader untuk lebih produktif dalam perdebatan intelektual, saling mengkritik dan mengevaluasi dalam semangat membangun. “Kita perlu kultur berkunjung ke gagasan. Sekali-sekali kritis, tapi juga harus bersyukur. Produktivitas intelektual itu yang menguatkan organisasi,” tegasnya. Dr. Nur Syamsiah Yunus Tekeng: Konfercab Harus Dilakukan Oleh Cabang, Bukan Pihak Lain Bunda Anci’, sapaan akrab Dr. Nur Syamsiah, menekankan pentingnya menjaga kemurnian mekanisme organisasi. “Konfercab itu dilakukan oleh pengurus cabang. Kalau ada yang lain melakukannya, berarti ada kelainan,” tegasnya. Ia menilai bahwa kader yang hadir adalah mereka yang tetap menjaga nilai-nilai kemurnian HMI. “Orang yang melakukan sesuatu yang tidak benar, berarti bukan HMI secara penuh karena dia tidak paham. Yang hadir hari ini adalah mereka yang bahagia menjadi bagian dari HMI,” ucapnya. Ketua Umum Cabang mengatakan HMI Bukan Organisasi Politis, Konfercab Bukan Tempat Kepentingan Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya, Nawir Kalling, memberikan penegasan mengenai prinsip dasar organisasi di tengah dinamika yang berkembang. “Konfercab bukan tempat untuk meletakkan kepentingan tertentu. HMI tidak berfungsi sebagai organisasi politis, tetapi sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan,” ungkap Nawir. Ia mengapresiasi komisariat atau kader-kader yang tetap solid di tengah isu perpecahan, dan memastikan bahwa kepengurusan akan diselesaikan secara bertanggung jawab. “Kalau pun ada yang ingin menghidupi kelompoknya sendiri, pastikan kita yang hadir hari ini adalah orang yang mampu menghidupi semuanya. Saya tegaskan, saya tidak pernah reaktif terhadap isu karateker. Kalau saya reaktif, mungkin cabang sudah pecah,” lanjutnya. Dengan semangat kolaboratif yang terus dibangun, ia berharap HMI Cabang Gowa Raya tetap menjadi contoh organisasi yang mampu bekerja sama dan merawat relasi dengan berbagai pihak. Ketua Panitia mengatakan Konfercab sudah menjalani Proses Panjang Ketua Panitia Konfercab, Nurhidayahtullah, menjelaskan perjalanan panjang penyelenggaraan Konfercab yang telah dimulai sejak Juni. “Mulai dari coming soon, SK panitia, hingga penyusunan steering. Sempat ada kendala teknis (redup), lalu masuk fase kedua. Tiba-tiba muncul berita karateker tanpa konfirmasi resmi,” jelasnya. Ia menilai isu tersebut menjadi konsumsi publik yang tidak objektif, karena tidak ada langkah resmi seperti teguran atau koordinasi melalui struktur organisasi. “HMI sebagai organisasi besar harus menjunjung mekanisme ideal dalam menyelesaikan polemik cabang. Konfercab harus dibangun secara terbuka, partisipatif, relevan, objektif, berbobot dan demokratis. Kami selaku penyelenggara Konfercab komitmen akan menyelesaikan amanah ini dengan gagasan, sebagaimaa arah dan mekanisme organisasi.” tegasnya.   Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kolektif bagi seluruh kader HMI Cabang Gowa Raya untuk kembali pada jati diri organisasi-berbasis nilai, gagasan, mekanisme, dan persaudaraan. Dengan hadirnya tiga narasumber lintas generasi, dialog berlangsung harmonis namun tetap substantif, menghadirkan solusi dan penegasan penting bagi perjalanan organisasi menyukseskan Konfercab XII. Semangat kolaborasi, integritas mekanisme, dan kedewasaan berpikir menjadi kunci agar HMI Cabang Gowa Raya tetap solid, rasional, dan relevan di tengah berbagai tantangan dinamika internal.

Daerah, Makassar, Pendidikan

Himpunan Mahasiswa Ilmu Peternakan Gelar Seminar Nasional Bertema Agropreneur Muda di Era Digital

ruminews.id – Makassar, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Peternakan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung tema “Agropreneur Muda di Era Digital: Inovasi, Regulasi dan Transformasi untuk Menyongsong Peternakan di Era VUCA.” Kegiatan ini menjadi wadah penguatan wawasan dan kesiapan mahasiswa terhadap dinamika dunia peternakan modern yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, perubahan pasar, dan tantangan kompetitif global. Seminar tersebut menghadirkan tiga pemateri dari institusi yang berbeda, masing-masing membawa sudut pandang yang memperkaya diskusi. Pemateri pertama, Drh. Subaedy Yusuf, MP dari Farmer Support Center DDU Indonesia, beliau menekankan bahwa keberhasilan sektor peternakan di masa depan sangat ditentukan oleh keterlibatan generasi muda yang kreatif, adaptif, dan berani berinovasi. Ia juga menyoroti pentingnya mindset kewirausahaan, efisiensi produksi, dan manajemen kesehatan ternak sebagai fondasi utama agropreneur modern. Selanjutnya, Rizqan Halalah Mz, M.MSi dari BBPSDMP Kominfo Makassar membawakan materi terkait digitalisasi dalam dunia peternakan dan agribisnis. Rizqan menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital, literasi data, dan pemanfaatan platform komunikasi menjadi kunci bagi agropreneur untuk mengakses informasi, memperluas pasar, serta meningkatkan efektivitas usaha di era serba cepat seperti sekarang. Transformasi digital dianggap sebagai elemen penting untuk bertahan dan bersaing dalam ekosistem VUCA. Sementara itu, pemateri ketiga, Prof. Dr. Muhammad Ihsan Andi Dagong, S.Pt., M.Si, selaku Wakil Dekan III Universitas Hasanuddin, membahas topik yang sangat menarik mengenai pengembangan genetik, beliau menguraikan bagaimana inovasi genetik ini menjadi salah satu bukti konkret kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas ternak nasional. Pengembangan ALOPE Unhas 1 menunjukkan bahwa penguatan riset genetik sangat dibutuhkan dalam mewujudkan industri peternakan yang lebih efisien dan tahan terhadap tantangan masa depan. Melalui seminar ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Peternakan berharap dapat mendorong lahirnya generasi agropreneur yang inovatif, digital-oriented, serta mampu membawa sektor peternakan Indonesia lebih maju dan berkelanjutan.

Daerah, Makassar, Pendidikan

Angkatan 2023 Administrasi Pendidikan UNM Sukses Gelar Talkshow Perkuat Kesadaran Diri Mahasiswa

ruminews.id – Makassar, 26 November 2025 – Mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan Kelas 01 Angkatan 2023, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), sukses menyelenggarakan talkshow bertema “Self Awareness and Self Love: Fight the Toxic Digital Vibes”. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan karakter dan kesadaran diri bagi mahasiswa di tengah derasnya pengaruh negatif media digital. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya fenomena toxic digital vibes yang berpengaruh pada kesehatan mental, kepercayaan diri, dan dinamika sosial generasi muda. Melalui sesi materi dan diskusi, peserta dibimbing untuk memahami konsep self-awareness, mengembangkan self-love, serta membangun pola pikir sehat dalam berinteraksi di dunia digital. Sebagai bentuk aksi nyata dari mata kuliah Komunikasi Organisasi Pendidikan, kegiatan ini menjadi media bagi mahasiswa untuk menerapkan langsung teori komunikasi dalam penyelenggaraan sebuah program edukatif. Khairunnisa sebagai Ketua panitia menjelaskan peran penting talkshow ini dalam meningkatkan kesadaran diri generasi muda. Dalam keterangannya, ia menuturkan: “Talkshow Self Awareness and Self Love: Fight the Toxic Digital Vibes merupakan praktik langsung dari mata kuliah Komunikasi Organisasi Pendidikan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan teori ke dalam aksi, sekaligus upaya kami menghadirkan ruang belajar yang positif dan relevan dengan tantangan era digital. Seluruh kebutuhan kegiatan dapat terlaksana berkat kreativitas panitia serta dukungan dari beberapa sponsorship.” Kegiatan ini juga mendapat apresiasi hangat dari Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, yang menyampaikan rasa bangganya atas pelaksanaan talkshow yang berlangsung sangat antusias. Beliau menyoroti bagaimana energi dan semangat peserta yang memenuhi Gedung Teater FMIPA turut menyukseskan acara ini. “Saya mengapresiasi mahasiswa Angkatan 2023 atas penyelenggaraan kegiatan yang penuh antusiasme. Melihat gedung teater terisi penuh oleh peserta yang bersemangat menjadi bukti bahwa tema ini benar-benar penting dan dibutuhkan,” ungkapnya. Talkshow berjalan interaktif dan hangat, dengan respons positif dari seluruh peserta. Mahasiswa berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat kesadaran diri, kesehatan mental, serta membangun lingkungan akademik yang lebih suportif.

Daerah, Makassar

Dukungan Mengalir Deras, BMI Sulsel Pastikan Siap Menangkan Vonny Ameliani

ruminews.id, Makassar — Dukungan terhadap sosok Vonny Ameliani S sebagai calon Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan terus mengalir dari berbagai elemen organisasi kepemudaan. Salah satu dukungan terbaru datang dari Edho Budiman selaku Sekertaris OKP Banteng Muda Indonesia (BMI). Dalam pernyataannya, menegaskan bahwa BMI melihat Vonny Ameliani sebagai figur yang visioner, inklusif, serta mampu membawa energi baru bagi gerakan kepemudaan di Sulawesi Selatan. Ia menyebut, karakter kepemimpinan Vonny yang kolaboratif menjadi alasan kuat bagi BMI untuk turut memberikan dukungan penuh. “Kami melihat Ibu Vonny Ameliani S sebagai sosok yang mampu memajukan KNPI Sulsel ke arah yang lebih progresif. Beliau memiliki rekam jejak organisasi yang kuat, dan kami yakin di bawah kepemimpinannya, ruang kolaborasi bagi seluruh OKP akan semakin terbuka,” ujar dalam keterangan resminya. Menurutnya, generasi muda membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu merangkul, tetapi juga menghadirkan gagasan baru serta program yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia berharap kehadiran Vonny Ameliani dapat memperkuat peran KNPI sebagai rumah besar pemuda Sulawesi Selatan. Perhelatan pemilihan Ketua DPD KNPI Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2025, dan dukungan yang diberikan oleh BMI menjadi tambahan energi positif bagi pencalonan Vonny Ameliani. Dukungan dari BMI Sulsel juga menunjukkan harapan besar bahwa kepemimpinan baru KNPI Sulsel dapat membawa perubahan konstruktif bagi masa depan pemuda di daerah ini.

Daerah, Makassar

Musda KNPI Sulsel Ke XVI. Sudirman Sulaiman: Sukseskan Musda Kartini Kartini Sulsel.

ruminews.id, Makassar— Suasana penuh dinamika mengiringi pertemuan strategis jelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan ke-XVI. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Panitia Musda, Kepala Sekretariat KNPI Sulsel, Gubernur Sulawesi Selatan Sudirman Sulaiman, Ketua KNPI Sulsel, serta Anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi Gerindra. Meski beragam latar belakang hadir di meja diskusi itu, fokus utama tetap satu: menyukseskan Musda KNPI Sulsel sebagai ruang konsolidasi besar pemuda Sulawesi Selatan. Dalam suasana penuh keseriusan namun hangat itu, Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman menjadi figur sentral yang menebarkan optimisme. Dengan bahasa yang mengayun namun tegas, ia menegaskan bahwa Musda KNPI harus menjadi momentum penataan ulang arah gerakan pemuda. “Sukseskan Musda Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulsel. Kita ingin ruang ini menjadi tempat lahirnya keputusan terbaik, pemimpin terbaik, dan semangat terbaik demi masa depan pemuda di Sulawesi Selatan,” ujar Sudirman Sulaiman. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menekankan pentingnya memberikan panggung besar bagi perempuan muda di bawah naungan KNPI. “Sukseskan pula Musda Kartini-Kartini Sulsel. Perempuan muda harus mendapat ruang, kesempatan, dan peran strategis untuk bergerak lebih jauh.” Sementara itu, Ketua Panitia Musda KNPI Sulsel, Idham, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan pemerintah provinsi. “Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh Bapak Gubernur. Ini menjadi energi besar bagi kami dalam memastikan Musda XVI berlangsung sukses, tertib, dan penuh makna bagi pemuda Sulsel,” ujar Idham. Ketua KNPI Sulsel dan unsur sekretariat turut memperkuat komitmen bahwa Musda ke-XVI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi arena untuk memperkuat peta jalan organisasi menuju masa depan yang lebih visioner. Dengan dukungan pemerintah, soliditas panitia, serta harapan besar dari berbagai elemen kepemudaan, Musda KNPI Sulsel ke-XVI diyakini akan menjadi momentum bersejarah. Sebuah panggung untuk membuktikan bahwa pemuda Sulawesi Selatan tetap menjadi lokomotif perubahan menggerakkan gagasan, menyatukan kekuatan, dan menyiapkan generasi penerus yang lebih berani dan terarah. Di tanah Sulawesi Selatan yang kaya identitas dan sejarah perjuangannya, gema pesan Gubernur kini menggema lebih kuat: “Sukseskan Musda KNPI Sulsel.”

Daerah, Dinas Koperasi Makassar, Ekonomi, Makassar, Nasional, Pemerintahan

Mahasiswa Binaan Inkubator UMKM Makassar Raih Juara 2 KMI Expo 2025, Harumkan Nama Kota Daeng di Kancah Nasional

ruminews.id, Makassar — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Kota Makassar. Dua tim mahasiswa binaan Inkubator UMKM Makassar berhasil meraih Juara 2 pada ajang bergengsi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2025 yang berlangsung di Magelang, Jawa Timur. Pencapaian ini semakin istimewa karena diraih di tengah kompetisi ketat yang melibatkan 256 universitas dari seluruh Indonesia. Dua tim tersebut, yakni Tanahmu dan Brotem, tampil memukau di hadapan juri setelah melalui proses pendampingan intensif, penguatan branding, dan penyempurnaan kemasan produk yang dilakukan oleh Inkubator UMKM Kota Makassar bersama Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar. Melalui pendampingan yang terukur dan terarah, kedua tim mampu menyajikan produk dengan tampilan profesional sekaligus memiliki nilai jual kuat—menjadikan mereka unggul di antara ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ucapan terima kasih tak lupa disampaikan kepada para pembimbing yang telah memberikan arahan sejak masa persiapan hingga masa kompetisi. Peran para mentor dianggap sangat krusial dalam membentuk mental kompetitif, memperkuat ide bisnis, hingga meningkatkan kualitas presentasi produk mahasiswa. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh jajaran Inkubator UMKM Kota Makassar dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar yang telah mengambil peran sentral dalam proses penguatan branding dan packaging. Dukungan ini terbukti menjadi salah satu faktor dominan yang membuat tim Tanahmu dan Brotem tampil percaya diri dan mencuri perhatian para juri nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya di Kota Makassar untuk terus berinovasi, mengembangkan ide bisnis kreatif, serta meningkatkan daya saing produk lokal. Selain itu, capaian ini sekaligus mempertegas komitmen Makassar dalam membangun ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang kuat, adaptif, dan semakin kompetitif di tingkat nasional. Dengan torehan prestasi ini, Makassar kembali menunjukkan bahwa generasi muda kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM masa depan.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Dari Balai Prajurit, Aliyah Mustika Ilham Teguhkan Komitmen Kebangsaan bagi Keluarga Besar FKPPI

ruminews.id, MAKASSAR — Pelantikan Pengurus Daerah XIX FKPPI Sulawesi Selatan Masa Bakti 2025–2030 berlangsung khidmat dan penuh haru di Balai Prajurit Jenderal M. Yusuf, Selasa (25/11/2025). Dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi dilantik sebagai Ketua PD XIX FKPPI Sulsel untuk periode 2025–2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat FKPPI, Pontjo Sutowo, yang menandai pengukuhan ini dengan penyematan tanda jabatan dan penyerahan pataka. Setelah menerimanya, Aliyah Mustika Ilham mengibarkan bendera pataka, simbol kesiapan dan tekad untuk mengemban amanah memajukan FKPPI di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Usai pelantikannya, Aliyah Mustika Ilham kemudian melantik jajaran pengurus PD XIX FKPPI Sulsel yang akan mendampinginya menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan. Acara bergengsi ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Forkopimda Sulsel dan Forkopimda Kota Makassar, Sekda Provinsi Sulsel Jurfi Rahman mewakili Gubernur Sulsel, Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi, hingga Sekda Kota Makassar A. Zulkifly Nanda yang hadir mewakili Wali Kota Makassar. Kehadiran Ketua Kwarda Pramuka Sulsel, Adnan Purictha Ichsan, turut menambah khidmat prosesi tersebut. Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni yang berjalan rutin, melainkan langkah penting untuk meneguhkan kembali jati diri FKPPI sebagai rumah besar anak-anak TNI, Polri, dan purnawirawan. Ia menekankan bahwa FKPPI tumbuh dari nilai, disiplin, dan loyalitas yang diwariskan orang tua mereka yang mengabdi kepada bangsa dan negara. Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa amanah yang ia emban bukan hanya meneruskan roda organisasi, tetapi juga menghidupkan nilai perjuangan yang menjadi fondasi berdirinya FKPPI. Ia menyoroti bahwa arus perubahan nasional, kemajuan teknologi, serta dinamika politik dan ekonomi mengharuskan FKPPI tetap adaptif dan relevan. Karena itu, ia mendorong seluruh kader agar menjadikan FKPPI sebagai organisasi modern, inklusif, dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas. Menurut Aliyah Mustika Ilham, FKPPI tidak boleh berhenti pada simbol atau atribut semata, tetapi harus menjadi barisan kokoh penggerak nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan nasionalisme, terutama di tengah tantangan globalisasi. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para senior dan pendiri FKPPI Sulsel yang telah membangun fondasi kuat bagi organisasi ini. Apresiasi serupa ia sampaikan kepada Pangdam XIV/Hasanuddin, Kapolda Sulsel, serta seluruh jajaran TNI dan Polri atas dukungan dan pembinaan yang terus diberikan kepada keluarga besar FKPPI. Mengakhiri sambutannya, Aliyah Mustika Ilham memaparkan arah kerja FKPPI Sulsel ke depan yang berfokus pada penguatan soliditas organisasi, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan peran sosial dan kebangsaan melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan berbagai elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa FKPPI Sulsel akan menghadirkan program nyata yang memberi manfaat luas, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan, pembinaan bela negara, hingga penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Pelantikan ini menandai awal babak baru kepemimpinan FKPPI Sulsel, dengan harapan organisasi ini semakin solid, semakin relevan, dan semakin berperan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Scroll to Top