Daerah

Daerah, Ekonomi, Makassar, Nasional, Politik

Menguatkan Peran Masyarakat dalam Mengawal Kebijakan Kepala Daerah Baru dan Harmonisasi APBD 2025

ruminews.id, MAKASSAR- Pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 pada 20 Februari 2025 menjadi tonggak awal bagi pemerintahan baru di tingkat daerah. Selain membawa harapan baru, periode ini menjadi ujian tata kelola pemerintahan yang baik, terutama dalam menjaga agar pelaksanaan Perda APBD 2025 berjalan sesuai koridor hukum dan kepentingan masyarakat luas. Di tengah dinamika ini, peran masyarakat sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan semakin disorot.” Masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga memiliki hak untuk terlibat secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pemerintahan. Sayangnya, tingkat partisipasi masyarakat sering kali masih rendah. Banyak warga belum memahami peran strategis mereka atau justru bersikap apatis terhadap kebijakan pemerintah daerah. “Kesadaran masyarakat terhadap hak mereka dalam pengawasan kebijakan pemerintahan masih sangat minim. Padahal, masyarakat memiliki peran yang sangat vital dalam memastikan kebijakan kepala daerah berjalan sesuai Perda APBD dan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar seorang pengamat tata kelola pemerintahan. Ia menambahkan, peran masyarakat tidak hanya terbatas pada pengawasan, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong pemerintah daerah lebih transparan dan akuntabel. “Partisipasi masyarakat melalui forum resmi seperti Musrenbang atau penyampaian aspirasi langsung kepada DPRD adalah langkah strategis untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai kepentingan rakyat,” katanya. Tantangan Pemerintahan Baru: Harmonisasi Kebijakan Di sisi lain, kepala daerah yang baru dilantik dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat, efisiensi belanja daerah, hingga pelaksanaan program nasional seperti penyediaan makanan bergizi gratis di kabupaten/kota. Tantangan ini membutuhkan peran aktif masyarakat dalam memantau prioritas anggaran dan kebijakan pemerintah daerah. “Kepala daerah sering kali terburu-buru memaksakan visi-misinya ke dalam kebijakan yang sedang berjalan, termasuk Perda APBD 2025. Namun, yang seharusnya mereka lakukan adalah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai dasar hukum untuk mengintegrasikan visi-misi ke dalam kebijakan lima tahun ke depan. Tanpa harmonisasi ini, kebijakan hanya akan tumpang tindih dan tidak efektif,” jelas Andi Januar Jaury Dharwis Dalam situasi ini, masyarakat dapat berperan sebagai pengawas dan penyampai aspirasi, memastikan pemerintah daerah tidak melenceng dari aturan dan kebutuhan daerah. “Ketika masyarakat proaktif, pemerintah akan lebih terarah dan hati-hati dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan. Hal ini juga akan meminimalkan praktik penyimpangan atau kebijakan yang hanya bersifat politis,” tambahnya. Ajakan untuk Memperkuat Peran Masyarakat Dalam menghadapi dinamika pemerintahan baru, masyarakat diimbau untuk lebih aktif berpartisipasi, baik melalui forum resmi seperti Musrenbang, pengaduan publik, atau diskusi dengan DPRD. Peran masyarakat sangat penting untuk mendukung fungsi pengawasan DPRD yang juga diharapkan lebih tegas dalam menjaga kepala daerah agar tetap berjalan di jalur yang benar. “Pelantikan kepala daerah seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Dengan pengawasan masyarakat yang kuat, pemerintahan daerah akan lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan nyata rakyat,” tegas pengamat tata kelola pemerintahan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang baik di era pemerintahan baru ini. Keberhasilan pelaksanaan Perda APBD 2025 dan program-program strategis lainnya sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.

Daerah, Makassar

Pertama di Indonesia! Badko HMI Sulsel Gelar HMI Awards untuk Kepala Desa dan Lurah Berprestasi

ruminews.id, Makassar, 15 Februari 2025 – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan (BADKO HMI SULSEL) sukses menggelar Tablig Akbar dan Zikir Bersama perayaan Dies Natalis ke-78 tahun.  Ada hal yang menarik dalam Dies Natalis ke 78 oleh Badko HMI Sulsel kali ini, terdapat rangkaian acara pemberian penghargaan kepada Kepala Desa dan Lurah se Sulawesi Selatan yang dikemas dalam bentuk “HMI Awards”. Diketahui sebelumnya, acara penghargaan terhadap Kepala Desa dan Lurah alumni HMI tersebut pertama kali dilakukan dan diinisiasi oleh BADKO HMI Sulsel. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Dr. Drs. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS. yang sekaligus menjadi Keynote Speaker dalam hal ini mewakili Bapak Wakil Menteri Desa PDT. Mulyadin menyampaikan jika HMI Awards yang dilaksanakan oleh Badko HMI Sulsel menguatkan posisi HMI dan sumbangsihnya dalam menjaga kedaulatan bangsa, menurutnya kepala-kepala desa yang pernah berkecimpung di dunia HMI memiliki potensi besar menjadi motor penggerak dan menjadi corong contoh baik dalam membangun desa yang Berpodaman untuk menyukseskan Astacita Bapak Presiden Prabowo Subianto pada poin ke 6 (enam) “membangun Desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan” serta mendukung mengimplementasikan 12 (dua belas) Rencana Aksi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sesuai dengan spirit Kementerian Desa PDT “Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan Untuk Indonesia” “Kita tentu berharap bahwa kualitas Kepala Desa dan Lurah yang pernah aktif dan berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Islam tentu memiliki potensi dan pengalaman yang jauh lebih besar untuk menjalankan roda pembangunan di desa-desa masing-masing” ungkapnya. Beliau juga turut memberikan apresiasi terhadap gagasan HMI Award yang digelar dengan tema “Sumbangsih Nyata Kader HMI Terhadap Kedaulatan Bangsa”. Ketua Umum Badko HMI Sulsel, Asrullah Dimas menyampaikan jika kegiatan ini diinisasi pertama kali oleh Badko HMI Sulsel, tujuannya tak lain adalah memberikan apresiasi sekaligus menjadi ajang silaturahmi para kader HMI yang telah menjadi Lurah maupun Kepala Desa. “Acara ini menjadi langkah pertama HMI se-Indonesia untuk memberikan apresiasi terhadap kader yang telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan bangsa ini, sekaligus memperkuat konsolidasi dan silaturahmi ke-HMI-an antara alumni dengan pengurus dan kader HMI lainnya” ungkapnya. Dimas pun berharap agar kegiatan serupa dapat digelar di seluruh indonesia, mengingat desa merupakan akar rumput dari kontribusi nyata membangun negeri ini. “Selain itu kita berharap juga bahwa desa-desa dapat diberikan program-program pembangunan yang lebih baik lagi, disisi lain HMI akan terus hadir menjadi mitra kritis dalam pembangunan bangsa termasuk untuk desa-desa dan kelurahan di seluruh Sulawesi Selatan” jelasnya.

Daerah, Gowa, Politik

Husniah Talenrang Antusias Mengikuti Retreat atau Pembekalan Kepala Daerah di Magelang

ruminews.id, Gowa- Bupati Gowa terpilih, Husniah Talenrang, antusias menyambut rencana retreat atau pembekalan kepala daerah yang akan dilangsungkan pada 21 hingga 28 Februari 2025 di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. 505 kepala daerah pemenang Pilkada Serentak 2024 akan mengikuti retreat selama tujuh hari usai dilantik sebagai kepala daerah periode 2025-2030 pada 20 Februari 2025. Bupati Gowa terpilih, Husniah Talenrang, mengaku sangat antusias untuk mengikuti retreat kepala daerah. Apalagi, seluruh kepala daerah akan menginap di tenda layaknya orang berkemah. Sekadar diketahui, sejak muda, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gowa ini, memang hobi berkemah. Saat ini, Husniah juga menjabat Ketua Kwarcab Pramuka Gowa dengan masa jabatan hingga lima tahun ke depan. “Kegiatan retreat ini sangat bermanfaat bagi kepala daerah sebelum melaksanakan tugasnya. Sebab sangat banyak materi yang akan diperoleh oleh kepala daerah selama tujuh hari mengikuti retreat, khusus terkait tupoksi seorang kepala daerah,” ujar Husniah, Kamis (13/2/25). Anggota DPRD Gowa periode 2019-2024 ini mengaku sudah mempersiapkan seluruh kebutuhannya untuk menguikuti retreat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa pembekalan bagi kepala daerah akan berfokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi), wawasan kebangsaan, serta arah pembangunan nasional melalui delapan program prioritas Asta Cita. Menurutnya, program retreat yang akan digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para kepala daerah. “Kepala daerah itu enggak semua latar belakangnya politik pemerintahan. Ada yang pengusaha, ada yang tokoh agama, ada yang budayawan, macem-macem. Nah penting sekali pembekalan di awal untuk menyamakan persepsi tentang tupoksi,” ujar Bima saat meninjau lokasi glamping retreat kepala daerah di Akmil, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu (9/2/2025). Selain memperdalam pemahaman tentang peran dan kewajiban sebagai pemimpin daerah, Bima menyampaikan, para kepala daerah juga akan mendapatkan arahan dari berbagai kementerian guna menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional. “Yang kedua, ya harus mendengar arahan dari kementerian terkait, terkait dengan Asta Cita. (Itu) penting,” jelas Bima. Bima menambahkan, pembekalan ini juga mencakup materi dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang menekankan wawasan nasional dan ketahanan negara. “Sekarang kan dipadatkan saja, jadi satu. Satu minggu ini ya Lemhannas, ya dari Kemendagri, itu kan lebih hemat. (Sehingga) teman-teman (kepala daerah) itu bisa langsung bekerja,” ujarnya. Bima menyampaikan retreat kepala daerah dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 28 Februari 2025. Pihaknya terus memastikan kesiapan seluruh fasilitas di Akmil, termasuk tenda-tenda yang akan ditempati oleh para kepala daerah selama satu pekan. “Jadi kami pastikan tadi saluran air, kamar mandi, listrik, kesiapan tenda, dan lain-lain. Dan rasanya ini sudah sangat siap ya,” ujar Bima. Dirinya berharap, melalui pembekalan yang lebih terstruktur dan efisien ini para kepala daerah dapat segera menjalankan tugas dengan pemahaman yang selaras dengan kebijakan nasional. “Itu sudah tradisi lah. Di Indonesia itu dari dulu kepala daerah itu menjalani pembekalan. Nah sekarang perbedaannya adalah disatukan, dibuat lebih efektif dan efisien,” pungkas Bima.

Daerah, Ekonomi, Makassar

Rifat vs Gatot: Persaingan Ketat Menuju Ketua HIPMI Makassar 2025.

ruminews.id, Makassar- Pendaftaran bakal calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Makassar resmi ditutup hari ini. Hingga batas akhir pendaftaran, hanya dua kandidat yang mengajukan diri, yaitu Rifat Syawal dan Gatot Ariwin . (12/2/2025) Kedua calon ini akan bersaing dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2025. Rifat, seorang pengusaha di yang dikenal dengan inovasinya dalam mengembangkan bisnis. Sementara itu, Gatot, yang bergerak di sektor konstruksi, memiliki pengalaman panjang dalam proyek-proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan. Kedua Calon Ketua HIPMI Makassar sama sama memiliki Kekuatan besar di internal HIPMI. Ini terbukti saat Pengembalian Formulir Bakal Calon Ketua HIPMI Makassar, Dimana Gatot di dampingi oleh Hasrul Kaharuddin, Ardi, Jul sandy dan erte mudayya mereka semua adalah Tokoh Muda yang sudah punya rekam jejak di Kota makassar. Sementara Rifat Syawal di dampingi oleh Rahmat Setiawan, Dimas yusran dan Andika Wahyuda. Mereka semua adalah Generasi Yang progresif di HIPMI Makassar. Ketua Panitia Rakmat Baitullah menyatakan bahwa proses selanjutnya adalah verifikasi berkas dan kelayakan calon. Setelah itu, akan diadakan serangkaian debat dan presentasi visi-misi untuk memperkenalkan program kerja masing-masing kandidat kepada anggota HIPMI Makassar. Ucapnya. Sementara itu Ketua SC Fahrozy Pratama juga menambahkan bahwa pemilihan Ketua HIPMI Makassar ini dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi menuju kemajuan dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Tuturnya.

Daerah, Gowa

Penyeberangan ke Desa Taeng Dilarang Sementara, Waspadai Arus Sungai Jeneberang!

ruminews.id, GOWA- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang mengeluarkan menerbitkan surat pengumuman dengan Nomor PA0102-Au/454 mengenai kondisi Bendungan Bili-bili, Selasa (11/2/2025) pukul 13.45 Wita.  BBWS Pompengan Jeneberang menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Masyarakat diimbau untuk mematuhi instruksi ini hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Oleh karena itu Dg Kunnu Pemilik Perahu menghimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan perahu penyeberangan menuju Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap potensi kecelakaan akibat kondisi arus Sungai Jeneberang yang deras dan tidak stabil. Untuk perjalanan menuju Desa Taeng, disarankan menggunakan jalur alternatif melalui jembatan resmi yang tersedia. Meskipun mungkin memakan waktu lebih lama, langkah ini penting untuk memastikan keselamatan bersama. Ucapnya. BBWS Pompengan Jeneberang juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi yang beredar dan Memohon Kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan bersama. Ucap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dr. Suryadarma Hasyim, S.T., M.T.

Daerah, Gowa, Politik

Ngopi Bareng Usai Umrah, Husniah-Darmawansyah Teguhkan Komitmen Bangun Gowa

ruminews.id, GOWA – Sebelas hari jelang pelantikannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gowa periode 2025-2030, Husniah Talenrang-Darmawansyah Muin ngopi empat mata di sebuah kafe di Kota Makassar, Minggu (9/2/25). Bersama 504 pasangan pemenang pilkada serentak 2024, Husniah-Darmawangsyah akan dilantik oleh Presiden Prabowo di Jalarta, 20 Februari 2025. Husniah mengatakan, dia mengajak Darmawangsyah ngopi bareng untuk membahas beberapa hal. Apalagi, mereka baru bertemu kembali setelah hampir sebulan tak berjumpa karena kesibukan masing-masing. Keduanya juga sama-sama baru pulang menunaikan ibadah umrah bersama keluarga masing-masing. “Kebetulan hari ini kami sama-sama ada waktu, jadilah acara ngopi ini,” kata Husniah. Ketua DPD PAN Gowa ini mengatakan, inti dari pertemuannya dengan Sekretaris Gerindra Sulsel tersebut untuk meneguhkan komitmen pentingnya kerja sama yang solid antara bupati dan wakil bupati demi mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Gowa. Ia juga menyampaikan, perlunya inovasi dalam pengelolaan sumber daya daerah serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil. Meskipun lebih banyak membahas urusan pemerintahan, suasana hangat yang terjalin antara Husniah dan Darmawansyah mencerminkan hubungan yang solid dan saling mendukung. Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi mereka dalam memimpin Kabupaten Gowa ke arah yang lebih baik.

Daerah, Gowa, Politik

Cantiknya Husniah Talenrang Pakai Baju Dinas Bupati Gowa

Ruminews.id, GOWA – Sebanyak 505 kepala daerah pemenang Pilkada Serentak 2024 dipastikan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2024. Terdiri 96 kepala daerah non sengketa dan 209 kepala daerah hasil putusan dismissal Mahkamah Konstitusi (MK). 40 kepala daerah lainnya akan dilantik setelah Mahkamah Konstitusi membacakan putusan akhir sengketa pilkada pada 24 Februari. “Insya Allah tanggal 20 Februari, 505 kepala daerah dilantik di Jakarta. Saat ini Kemendagri tengah menyiapkan teknisnya dengan Sekretariat Negara,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya. Di Provinsi Sulawesi Selatan, dari 25 pilkada, hanya 23 kepala daerah terpilih yang akan dilantik pada 20 Februari. 14 pemenang tanpa sengketa dan 9 hasil putusan dismissal MK. Dua daerah lainnya, yakni pemenang Pilwali Palopo dan Pilkada Jeneponto akan dilantik setelah 24 Februari 2025. Bupati dan Wakil Bupati Gowa terpilih, Sitti Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin termasuk pemenang pilkada tanpa sengketa. Sejak pekan lalu, sepulang menunaikan ibadah Umrah, Husniah Talenrang langsung menjahit pakaian dinas umum (PDU) yang akan digunakan pada pelantikan pada 20 Februari 2025. Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gowa ini juga telah melakukan sesi foto menggunakan PDU. Pada sesi pertama, Husniah foto seorang diri. Foto ini untuk keperluan dipajang di kantor-kantor pemerintahan dan sekolah lingkup Pemkab Gowa. Pada sesi kedua, Husniah foto bersama suaminya, Khaerul Aco. Di sesi terakhir, Husniah foto bersama keluarga besarnya. Alumni SMAN 3 Makassar ini terlihat cantik mengenakan PDU putih-putih dengan topi hitam strip kuning berlogo burung Garuda. Pasangan Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin (Hati Damai) yang diusung Partai Gerindra, PAN, Golkar, PDIP, Demokrat, PKS, Perindo dan Hanura memenangkan Pilkada Gowa 2024 dengan perolehan 225.429 suara atau 53,61 persen. Sedangkan lawannya, pasangan Amir Uskara-Irmawati (Aurama) yang diusung PPP, NasDem, PKB, Gelora, Partai Buruh, dan PKN meraih 195.094 suara atau 46,39 persen. Sitti Husniah Talenrang lahir pada 20 Maret 1977. Sebelumnya, politisi PAN ini anggota DPRD Gowa periode 2019-2024. Pada Pileg 2024 lalu, Husniah maju sebagai caleg PAN untuk DPRD Provinsi Sulsel daerah pemilihan Sulsel 2. Ketua Kwarcab Pramuka Gowa ini berhasil menduduki kursi ketiga dengan perolehan 44 ribu lebih suara Namun, karena memutuskan maju di Pilkada Gowa, Husniah mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Sulsel 2024-2029.

Daerah, Makassar, Pemerintahan

Jalan Jampea di Makassar Resmi Berganti Nama Jadi Jalan Hoo Eng Djie

Ruminews.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar resmi mengganti nama Jalan Jampea di Kecamatan Wajo menjadi Jalan Hoo Eng Djie. Perubahan ini dilakukan untuk menghormati Hoo Eng Djie, seorang tokoh masyarakat Tionghoa yang berjasa dalam perkembangan ekonomi dan sosial di Makassar. Hoo Eng Djie dikenal sebagai pengusaha dan dermawan yang banyak membantu warga Makassar, terutama dalam bidang perdagangan dan pendidikan. Ia juga berperan dalam mempererat hubungan antara masyarakat Tionghoa dan pribumi di kota ini. Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, mengatakan bahwa perubahan ini adalah bentuk penghargaan kepada tokoh yang berjasa bagi Makassar. “Hoo Eng Djie telah memberikan kontribusi besar bagi kota ini. Dengan perubahan nama jalan ini, kita ingin mengenang jasanya dan mengajarkan generasi muda tentang pentingnya toleransi dan kerja sama,” ujar Danny Pomanto. Sebagian warga mendukung perubahan ini karena melihat Hoo Eng Djie sebagai sosok yang layak dihormati. Andi Faisal, seorang warga setempat, mengatakan, “Nama ini bagus untuk mengenang jasa beliau. Semoga semakin banyak tokoh lokal yang dihargai seperti ini.” Namun, ada juga warga yang berharap ada sosialisasi lebih lanjut, terutama bagi mereka yang perlu menyesuaikan dokumen administratif dan alamat usaha mereka. Pemerintah Kota Makassar memastikan bahwa perubahan nama ini tidak akan menyulitkan masyarakat. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memperbarui data administrasi. Dinas Perhubungan dan Pekerjaan Umum juga telah memasang papan nama jalan baru dan bekerja sama dengan layanan peta digital seperti Google Maps agar perubahan ini segera terlihat dalam sistem navigasi. Pergantian nama Jalan Jampea menjadi Jalan Hoo Eng Djie adalah bentuk penghargaan terhadap tokoh yang berjasa bagi Makassar. Dengan langkah ini, pemerintah berharap masyarakat bisa lebih mengenal sejarah dan semakin menghargai keberagaman di kota ini. Pemerintah juga berencana untuk terus memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh lokal lainnya melalui kebijakan serupa di masa depan.

Makassar, Politik

Euforia Kemenangan! Ribuan Simpatisan Sambut Munafri-Aliyah

Ruminews.id, Makassar – Ribuan simpatisan dan pendukung pasangan Munafri Arifuddin–Aliyah Mustika Ilham (MULIA) tumpah ruah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (6/2/2025). Mereka datang sejak pagi, membawa spanduk serta meneriakkan yel-yel kemenangan untuk menyambut Munafri Arifuddin (Appi) dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang baru saja kembali dari Jakarta. Kepulangan mereka disambut penuh antusias setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pasangan INIMI terkait hasil Pilkada Makassar 2024. Dengan keputusan ini, Munafri-Aliyah resmi menjadi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih. Dalam pernyataannya, Munafri mengungkapkan rasa syukur atas dukungan masyarakat Makassar yang telah mengantarkan mereka ke kemenangan. “Alhamdulillah, keputusan MK menegaskan bahwa kemenangan ini adalah amanah dari rakyat. Ini bukan hanya kemenangan kami, tetapi kemenangan seluruh warga Makassar yang menginginkan perubahan dan kemajuan,” ujar Appi. Sementara itu, IAS menegaskan bahwa kini saatnya meninggalkan rivalitas politik dan bersatu membangun Makassar. “Proses politik telah selesai, kini saatnya kita bersama-sama bekerja demi kesejahteraan masyarakat. Saya mengajak semua pihak untuk bersatu demi Makassar yang lebih maju,” ungkapnya. Munafri-Aliyah dijadwalkan akan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar pada 20 Februari 2025 di Istana Kepresidenan. Pelantikan ini menjadi momen penting bagi kepemimpinan baru dalam menjalankan visi dan program kerja yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Dengan legitimasi yang semakin kuat, pasangan ini kini bersiap membawa perubahan yang lebih baik bagi Kota Makassar. Euforia kemenangan terasa di seluruh kota, menandakan harapan baru bagi warganya.

Daerah, Makassar, Pendidikan

Ratusan Siswa SMAN 17 Makassar Terancam Gagal Mengikuti SNBP 2025 Akibat Kelalaian Pengisian Data

ruminews.id- Makassar, 5 Februari 2025 – Sebanyak 145 siswa berprestasi dari SMAN 17 Makassar terancam tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh kelalaian pihak sekolah dalam menginput data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang merupakan syarat utama untuk mengikuti SNBP. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Karina, proses penginputan nilai dan data siswa sebenarnya telah dilakukan oleh operator sekolah. Namun, hingga mendekati batas waktu yang ditetapkan, terjadi kendala teknis yang menyebabkan data tidak terinput dengan sempurna. Penginputan data yang awalnya dilakukan melalui E-rapor ternyata tidak mencakup semua nilai siswa eligible, sehingga harus dilakukan secara manual yang memakan waktu hingga melewati tenggat waktu. Akibatnya, 119 siswa jurusan IPA dan 29 siswa jurusan IPS yang seharusnya terdaftar sebagai peserta SNBP kini menghadapi ketidakpastian. Ketua OSIS SMAN 17 Makassar, Muhammad Arsyah Yusuf, mengungkapkan rasa panik dan kaget atas situasi ini. “Tentu sangat panik dan kaget karena ini yang kita tunggu sejak lama. Beberapa siswa juga tujuannya masuk di SMA 17 untuk mau masuk SNBP lewat jalur ini,” ujarnya. Orang tua siswa juga menyatakan kekecewaannya. Azhar Gazali, salah satu orang tua murid, menilai bahwa ini merupakan kesalahan fatal dari pihak sekolah karena menyangkut masa depan anak-anak. “Mereka (pihak sekolah) kami anggap lalai karena waktu yang diberikan dari kementerian cukup lama untuk bisa menginput data dari awal Januari sampai akhir Januari tetapi itu tidak dipenuhi oleh mereka,” tuturnya. Menanggapi situasi ini, pihak sekolah telah bersurat ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk meminta perpanjangan masa pendaftaran SNBP 2025. Mereka berharap persoalan ini dapat terselesaikan dengan baik dan siswa dapat mengikuti SNBP tahun ini. Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat kelalaian serupa juga terjadi di beberapa sekolah lain di Sulawesi Selatan. Diharapkan ke depan, pihak sekolah lebih teliti dan proaktif dalam mengelola data siswa agar insiden serupa tidak terulang.

Scroll to Top