Ruminews.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melantik Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut menambah jajaran pimpinan di Kementerian Keuangan yang kini kembali memiliki tiga wakil menteri.
Nurkholisoh akan menjalankan tugas bersama Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Luky Alfirman untuk membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam menjalankan tugas di Kementerian Keuangan.
Nurkholisoh bukan nama baru di lingkungan kebijakan ekonomi nasional. Sebelum masuk ke Kementerian Keuangan, ia merupakan peneliti senior di Bank Indonesia. Berdasarkan profil profesionalnya, Nurkholisoh menjabat sebagai Senior Researcher di Bank Indonesia sejak November 2024. Sebelumnya, ia juga tercatat memiliki pengalaman panjang di lingkungan Bank Indonesia dalam bidang ekonomi dan riset kebijakan.
Pengalaman tersebut membuat rekam jejak Nurkholisoh banyak berkaitan dengan kajian ekonomi, sistem keuangan, kebijakan moneter, serta isu makroekonomi. Ia juga terlibat dalam sejumlah penelitian yang dilakukan Bank Indonesia, termasuk kajian mengenai digitalisasi penyaluran bantuan sosial dan pengembangan pembiayaan melalui sekuritisasi aset perbankan.
Dalam salah satu kajian Bank Indonesia yang terbit pada 2026, Nurkholisoh menjadi salah satu penulis penelitian mengenai dampak digitalisasi terhadap efektivitas penyaluran bantuan sosial. Penelitian tersebut membahas perubahan mekanisme penyaluran bantuan sosial secara non-tunai serta dampaknya terhadap efisiensi, transparansi, dan akses penerima manfaat.
Ia juga terlibat dalam penelitian mengenai pengembangan pembiayaan melalui sekuritisasi aset perbankan. Kajian tersebut membahas potensi sekuritisasi sebagai sumber pembiayaan alternatif, sekaligus berbagai persoalan regulasi, kelembagaan, infrastruktur, dan kesiapan ekosistem yang masih perlu diperhatikan.
Karier Nurkholisoh di Bank Indonesia sendiri sudah berlangsung sejak lebih dari satu dekade lalu. Ia pernah tercatat sebagai bagian dari tim penyusun berbagai laporan ekonomi Bank Indonesia, termasuk laporan mengenai perkembangan ekonomi regional dan perekonomian nasional. Namanya juga muncul dalam sejumlah publikasi Bank Indonesia sejak pertengahan 2000-an.
Dari sisi pendidikan, Nurkholisoh memiliki latar belakang akademik yang cukup beragam. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada bidang Teknik Industri. Setelah itu, ia menempuh pendidikan magister di University of Chicago Booth School of Business dan menyelesaikan pendidikan doktoral di University of Edinburgh Business School pada 2025.
Profil akademiknya kemudian berkembang ke bidang keuangan dan ekonomi. Dalam profil risetnya, Nurkholisoh tercatat memiliki gelar doktor dengan bidang penelitian yang berkaitan dengan mekanisme pasar uang antarbank. Sejumlah bidang keahliannya mencakup perbankan, kebijakan moneter, keuangan, makroekonomi, serta market microstructure.
Sebelum menjadi Wakil Menteri Keuangan, pengalaman Nurkholisoh juga mencakup keterlibatan dalam forum akademik dan riset kebijakan. Pada sejumlah kegiatan Bank Indonesia Institute, ia berperan sebagai moderator dalam forum yang membahas isu transformasi digital, produktivitas, human capital, hingga ketahanan ekonomi.
Masuknya Nurkholisoh ke Kementerian Keuangan juga menambah jumlah pejabat berlatar belakang Bank Indonesia di posisi Wakil Menteri Keuangan. Sebelumnya, Juda Agung juga merupakan pejabat Bank Indonesia sebelum ditugaskan ke Kementerian Keuangan.
Dengan pengalaman di bank sentral dan latar belakang riset ekonomi serta keuangan, Nurkholisoh kini akan berada dalam jajaran pimpinan Kementerian Keuangan bersama Juda Agung dan Luky Alfirman. Ketiganya akan membantu Menteri Keuangan dalam menjalankan berbagai tugas kementerian di bidang pengelolaan keuangan negara.



