Kesehatan

Hukum, Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Kanda Dhihram Tenrisau: Advokasi Berdasarkan Data, Antara Strategi, Aktor, dan Tantangan

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, digelar Sabtu, 20 September 2025, salah satu sesi penting dibawakan oleh Kanda Dhihram Tenrisau dengan materi berjudul “Advokasi Berdasarka Data ” Dalam pemaparannya, Dhihram menekankan bahwa advokasi adalah proses sistematis untuk mendukung tujuan atau kelompok tertentu dengan memengaruhi pembuat kebijakan maupun publik. Ia menyebutkan bahwa advokasi tidak cukup dengan semangat, tetapi harus dilandasi data yang kuat, strategi yang tepat, serta keberanian dalam menghadapi konflik kepentingan. Dari sisi tahapan, ia menjelaskan tujuh langkah advokasi kebijakan, mulai dari penentuan isu strategis, identifikasi masalah, penyusunan agenda, konsultasi publik, pembahasan dan pengesahan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi. Selain itu, advokasi juga menuntut pemetaan aktor dan pengaruh, serta penentuan strategi melalui pendampingan, kajian kebijakan, kampanye publik, dialog, koalisi, maupun aksi demonstrasi. Dari perspektif penggunaan data, Dhihram menegaskan pentingnya kejujuran dan transparansi. Ia merujuk pada buku Berbohong dengan Statistik karya Darrell Huffl sebagai pengingat bahwa data dapat memperkuat argumen, namun juga bisa menyesatkan bila dipelintir. Karena itu, kader dan aktivis advokasi harus menjadikan data sebagai instrumen pembelaan publik, bukan alat manipulasi. Menutup sesinya, Dhihram menekankan bahwa advokasi yang berbasis data, dilaksanakan dengan strategi yang terukur, serta berlandaskan etika akan lebih berpeluang menciptakan perubahan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Ia mengingatkan, advokasi sejati bukanlah tentang ego kelompok, melainkan tentang keberanian mencegah derita dan bencana bagi masyarakat luas.

Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Kader LKMI HMI Cabang Makassar Timur Gelar Kampanye Digital Kesehatan: Ajak Masyarakat Kurangi Konsumsi Gula Berlebih

ruminews.id – Makassar, 21 September 2025. Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025, peserta LKMI HMI Cabang Makassar Timur menggelar aksi nyata kampanye kesehatan pada kegiatan Car Free Day dan area olahraga masyarakat di pagi hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mewujudkan integrasi transformasi digital kesehatan melalui inovasi kampanye publik yang menyentuh langsung masyarakat. Pada kesempatan ini, para kader membagikan selebaran poster digital interaktif. Poster tersebut dilengkapi dengan kode QR yang dapat dipindai menggunakan smartphone, sehingga masyarakat dapat langsung mengakses konten kampanye kesehatan dan menyebarkannya ke berbagai platform media sosial. Isi dari poster mengangkat isu konsumsi gula berlebih, yang menurut data kesehatan nasional menjadi salah satu penyumbang utama meningkatnya kasus obesitas, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga kematian dini. Muhammad Raid Nabhan, selaku Koordinator Steering yang turut turun langsung bersama peserta, menyampaikan bahwa kampanye ini bukan sekadar simbolis, tetapi wujud keterlibatan aktif kader HMI dalam menjawab tantangan transformasi kesehatan. “Data menunjukkan sekitar 28,7% penduduk Indonesia masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas anjuran. Akibatnya, penyakit tidak menular seperti diabetes dan jantung terus meningkat, bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi konsumsi manis. Aksi sederhana ini bisa menyelamatkan masa depan generasi kita,” ujarnya. Lebih jauh, Raid menegaskan bahwa transformasi digital harus dipahami bukan hanya soal sistem elektronik atau kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana kader mampu memanfaatkannya untuk menyuarakan kampanye kesehatan yang lebih luas, cepat, dan berdampak. “Kami ingin memastikan pesan dan harapan dari kegiatan inibisa sampai ke setiap smartphone, setiap rumah, dan setiap hati,” tambahnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata perilaku hidup sehat, karena selain membagikan poster, kader juga mengajak masyarakat sekitar untuk rutin berolahraga dan menjaga kesehatannya. Semangat kolaborasi antara kader kesehatan HMI dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya sehat yang bukan hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan aksi ini, LKMI HMI Cabang Makassar Timur menegaskan bahwa transformasi kesehatan bukan hanya agenda pemerintah, tetapi juga gerakan sosial yang lahir dari kesadaran masyarakat dimulai dari pilihan sederhana di meja makan, hingga kebiasaan rutin menjaga tubuh tetap bugar

Kesehatan, Nasional, Pendidikan

Basic Life Skill: Kesiapsiagaan Kesehatan di Era Transformasi Sistem oleh dr. Akbar Kapita Baharsyah

ruminews.id – Salah satu materi penting dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur adalah “Basic Life Skill sebagai Kesiapsiagaan Kesehatan di Era Transformasi Sistem Kesehatan” yang dibawakan oleh dr. Akbar Kapita Baharsyah. Materi ini dirancang untuk membekali kader dengan kemampuan dasar penyelamatan dan kesiapan menghadapi kondisi darurat kesehatan. Dalam pemaparannya, dr. Akbar menekankan bahwa transformasi sistem kesehatan tidak hanya berbicara tentang teknologi canggih, digitalisasi, dan pelayanan modern, tetapi juga soal kapasitas individu dalam menghadapi keadaan kritis. Keterampilan dasar seperti pertolongan pertama, resusitasi jantung paru (RJP), penanganan luka, hingga manajemen kondisi darurat merupakan pengetahuan yang wajib dikuasai setiap kader kesehatan. Di tengah realita keterbatasan akses layanan di banyak wilayah, kemampuan basic life skill menjadi ujung tombak penyelamatan nyawa. Hal ini sejalan dengan semangat kader HMI yang tidak hanya bergerak di ranah intelektual, tetapi juga hadir langsung sebagai pelayan sosial dan penggerak perubahan di masyarakat. Melalui penguatan materi ini, diharapkan kader mampu menjawab tantangan transformasi kesehatan dengan cara yang sederhana namun vital: mempersiapkan diri menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan kesehatan, menjaga kehidupan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Kesehatan, Makassar, Nasional, Pendidikan

Dian Sidik Arsyad: Transformasi Kesehatan. Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, salah satu sesi penting menghadirkan materi bertajuk “Transformasi Kesehatan; Masa Depan Digitalisasi Kesehatan Indonesia” yang dibawakan oleh Dian Sidik Arsyad, SKM., MKM., Ph.D. Dalam pemaparannya, Dian Sidik menegaskan bahwa masa depan sistem kesehatan Indonesia akan sangat bergantung pada digitalisasi. Mulai dari penerapan rekam medis elektronik, telemedicine, pemanfaatan big data kesehatan, hingga kecerdasan buatan, semuanya akan menjadi pondasi dalam pembangunan layanan kesehatan yang lebih efisien, cepat, dan akurat. Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi bukan tanpa tantangan. Ketimpangan akses layanan kesehatan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Jika transformasi digital hanya menyentuh kota-kota besar, sementara wilayah terpencil tertinggal, maka teknologi justru bisa memperlebar jurang ketidakadilan. Karena itu, ia mendorong para kader HMI untuk hadir sebagai agen perubahan. Tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga penjaga nilai kemanusiaan, memastikan setiap inovasi digital benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua lapisan masyarakat.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pendidikan

dr. Irwan Ashari: Masa Depan Profesi Kesehatan. Antara SDM, Pembiayaan, dan Etika Layanan Publik

ruminews.id – Makassar, 20 September 2025 – Dalam rangkaian Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HMI Cabang Makassar Timur, salah satu sesi penting dibawakan oleh dr. Irwan Ashari, M.Med., Ed., AIFO-K, FIHFAA, dengan materi berjudul “Masa Depan Profesi Kesehatan di Era Transformasi Sistem: Antara SDM, Pembiayaan, dan Etika Layanan Publik”. Dalam pemaparannya, dr. Irwan menekankan bahwa kesehatan adalah pondasi utama untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Namun, masa depan profesi kesehatan menghadapi tiga tantangan besar: maldistribusi sumber daya manusia, Kebutuhan spesialis dan subspesialis, pembiayaan, dan etika serta kualitas layanan publik. Dari sisi SDM kesehatan, ia menggarisbawahi masih terjadinya maldistribusi tenaga, di mana kota besar mengalami surplus, sementara daerah terpencil kekurangan tenaga medis. Ke depan, dibutuhkan peningkatan kompetensi, pemerataan distribusi, serta kesiapan dalam menguasai teknologi digital health. Dari aspek pembiayaan, dr. Irwan menguraikan bahwa total belanja kesehatan Indonesia pada 2024 mencapai Rp624,4 triliun atau hanya 2,9% dari PDB, jauh di bawah standar WHO sebesar 5%. Lebih dari 24% biaya kesehatan terserap untuk penyakit katastropik seperti jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal. Hal ini menunjukkan urgensi diversifikasi pembiayaan serta penguatan program promotif dan preventif agar sistem lebih berkelanjutan. Sementara dari perspektif etika layanan publik, ia menekankan prinsip kesetaraan akses, akuntabilitas, transparansi, empati, dan komunikasi yang humanis. Transformasi digital memang akan mempercepat layanan, mulai dari rekam medis elektronik hingga telemedicine dan pemanfaatan AI. Namun, teknologi tetap harus berjalan seiring dengan sentuhan manusia dan nilai kemanusiaan. Menutup sesinya, dr. Irwan mengingatkan bahwa integrasi SDM yang kompeten dan merata, pembiayaan yang berkelanjutan, serta etika layanan publik yang humanis adalah tiga pilar masa depan kesehatan Indonesia. Peran kader HMI sebagai calon pemimpin bangsa sangat penting dalam memastikan transformasi sistem kesehatan tidak sekadar modern, tetapi juga adil, merata, dan berpihak pada masyarakat luas.

Daerah, Kesehatan, Makassar

Dr. dr.Andi Alfian Zainuddin M.KM: Filosofi Kesehatan sebagai Hak Dasar dalam Menjawab Krisis Keadilan di Era Transformasi Kesehatan

ruminews.id – Makassar, – 19/09/2025 Dengan judul materi Filosofi Kesehatan Kesehatan sebagai Hak Dasar dalam Menjawab Krisis Keadilan di Era Transformasi Kesehatan : dr. Alfian menyampaikan beberapa rangkaian materi dalam Menjawab krisis keadilan di tranformasi kesehatan. Latihan Kader Kesehatan (LKKes) yang di adakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Makassar Timur. Di tengah krisis keadilan di era tranformasi kesehatan LKMI mengambil peran penting dalam efektivitas profesi melalui Latihan Kader Kesehatan (LKKes). Ujar dr. Alfian Langkah ini tentunya suatu aspek yang sangat penting dalam kacamata medis itu sendiri karena kesehatan memerlukan suatu kondisi seimbang antara lingkungan, cara hidup dan komponen hakikat manusia. Tegasnya dr. Alfian juga menjelaskan beberapa pengertian Filosofi Kesehatan, Filosofi sehat menurut WHO (1988) sehat adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif sosial dan ekonomi. Sedangkan menurut UU no. 36 tahun 2009, kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Tentunya pemahaman terkait konsep sehat juga di jelaskan bahwa menurut Corbin., et al 2009 menyatakan konsep kesehatan modern suatu keadaan yang dicirikan bebas dari penyakit kondisi lemah serta wellnes (komponen positif dari kesehatan yang optimal) menurutnya. ia juga mengatakan bahwa menurut marc lalonde (CANADA) & Hendrick blum (USA) (1974) bahwa kesehatan penduduk atau masyarakat berasal dari genetika, lingkungan dalam hal ini fisik, sosial dan ekonomi kemudian adat/tindaknya pelayanan medis tentunya yg terpenting adalah life style perilaku. Tuturnya Menurut nya martabat manusia dasar dari hak manusiawi, yang berarti setiap individu berhak di perlakukan dengan hormat nilai, dan keadilan. Ia juga menjelaskan bahwa hak asasi manusia (fundamental rights) berbeda dengan human right (hak manusiawi) Tantangan keadilan dibidang kesehatan menurutnya itu berasal dari ketimpangan distribusi tenaga kesehatan, akses terbatas di daerah terpencil dan kelompok rentang, pembiayaan kesehatan yang tidak merata, stigma dan diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Lanjutnya

Kesehatan, Makassar, Nasional

Pembukaan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 LKMI HmI Cabang Makassar Timur

ruminews.id – Makassar, 19 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur resmi membuka Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, dengan diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari Cabang Makassar Timur hingga cabang-cabang HMI di luar Makassar Timur. Mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Peran Kader dalam Sistem Kesehatan Terintegrasi Berbasis Teknologi”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader kesehatan HMI untuk meneguhkan peran dan langkahnya dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam sambutannya, Koordinator Steering, Muhammad Raid Nabhan, yang juga menjabat sebagai Kepala Direktur Bidang Penelitian dan Partisipasi Pembangunan Kesehatan LKMI HMI Cabang Makassar Timur, menegaskan bahwa tema ini lahir dari refleksi mendalam atas kondisi bangsa saat ini. “Kita hidup di era percepatan teknologi, di mana layanan kesehatan semakin canggih, namun di saat yang sama masih banyak rakyat yang tidak mampu menjangkaunya. Di tengah ketimpangan sistem kesehatan, kader-kader HMI dituntut hadir sebagai katalisator. Mereka tidak hanya berhenti sebagai intelektual kampus, tetapi juga pelayan sosial yang berpihak pada umat dan memperjuangkan terwujudnya masyarakat adil makmur, dari pikiran, tindakan, hingga perbuatan,” ujarnya. Lebih jauh, ia menekankan bahwa setiap kader harus mampu menjadi cahaya yang tidak hanya memantulkan ilmu, tetapi juga menghadirkan makna. Teknologi hanyalah sarana; tujuan akhirnya adalah melahirkan keadilan dan rahmat bagi sesama. Kesehatan tidak boleh dilihat semata sebagai urusan medis, melainkan bagian dari amanah kemanusiaan. Maka kader HMI dituntut menjaga keseimbangan antara kecerdasan akal dan ketulusan hati, antara kemampuan teknis dan keberpihakan sosial. Kegiatan Latihan Kader Kesehatan Tahun 2025 ini diharapkan menjadi ruang lahirnya kader-kader kesehatan yang bukan hanya siap berkompetisi di dunia modern, tetapi juga senantiasa berpihak pada mereka yang tertindas. Sebab, sebagaimana ditegaskan Raid, “Ilmu tanpa keberpihakan hanyalah bayangan tanpa cahaya; sedang kader sejati adalah mereka yang menjadikan pikirannya sebagai lentera dan tindakannya sebagai jalan menuju kemaslahatan umat

Kesehatan, Nasional

Ketum DPP AMII mendesak Presiden Prabowo Subianto Mengevaluasi Progam MBG, Bila Perlu di bubarkan Program MBG di Ganti Dengan Sekolah Gratis.

ruminews.id – Ketua Umum DPP AMII Angkatan Muda Islam Indonesia M Fajar Priaditama yang biasa di Sapa Bung Fajar Mengungkapkan Bahwa sejak Presiden Prabowo dilantik menjadi Presiden Progam Makan Bergizi Gratis ini malah menciptakan Gizi Buruk Bagi Peserta Didik Sekolah yang ada di Indonesia. Ironinya hal ini malah di gembar gemborkan menjadi Program Unggulan yang mampu menjawab permasalahan yang ada dimasyarakat. Kami anggap ini ada Pembodohan Publik. Hari ini semakin banyak dan Terkuak semua dengan Ditemukannya 5.000 Dapur MBG Fiktif Lalu ada juga Peserta Didik 5.361 Anak di seluruh Indonesia Keracunan yang terbaru ini ada di Garut Jawa Barat Sekitar 365 Anak Sekolah Keracunan Ini semakin memperjelas ungkapan kami tadi Program ini adalah Program yang akan menciptakan Gizi Buruk Bagi anak Indonesia yang tadinya diharapkan dengan adanya Program MBG ini Peserta Didik Mampu berfikir Cepat Tepat dan Mencerdaskan Justru ini malah menimbulkan masalah baru bagi Bangsa Dan Negara ini. Kami Tegas saja Mendesak Kepada Presiden Prabowo Subianto Membubarkan BGN Badan Gizi Nasional Sebagai Pelaksananya Makan Bergizi Gratis Tak lupa juga sebagain besar Dapur Dapur MBG ini adalah Investornya Pejabat DPR, DPRD ini semakit terang benderang bahwasanya MBG itu Yang mendapatkan Gizi Gizi Terbaik adalah Investor itu yaitu DPR Dan DPRD dan anak anak Indonesia hanya mendapatkan Gizi Buruknya saja. Belom lagi Ketidak Sesuaian Penggunaan Anggaran Pengelolaan Makanan yang seharusnya Tp 10.000 menjadi Rp8.000 Ini menjadi insiden buruk bagi Nsgara ini parah maruk yang Kenyang dengan Gizi Gizi terbaik hanyalah Investornya yang sebagian besar sekilar 80% itu milik Pejabat di DPR dan DPRD. Sekali lagi kami mendesak agar Badan Gizi Nasional Dibubarkan saja karena tidak berdampak besar terhadap realisasi Programnya semua fiktif dan Bodong. Dan Di Ganti dengan Program Pendidikan Gratis untuk anak anak Indonesia dimulai dari TK SD SMP SMK sampai dengan Perguruan Tinggi kasih semua Alokasi Anggaran Peruntukan yang tadinya di BGN ke Kementrian Pendidikan Dan Kementrian Dikti dan Juga Kementrian Agama selaku Homebest Sekolah Sanawiyah. Kami yakin dengan adanya gebrakan ini Indonesia Akan Cerah dan Siap menghadapi Bonus Demografi di 2045 Ujar Fajar Ketum DPP AMII

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Tinjau Dapur MBG di Pulau Barrang Lompo

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan keseriusannya dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan aktif dari masyarakat, guna memastikan pemenuhan gizi bagi seluruh pelajar, tak terkecuali yang tinggal di wilayah kepulauan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung lokasi dapur baru MBG di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, untuk memastikan kesiapan fasilitas tersebut sebelum resmi beroperasi, pada tanggal 5 Oktober mendatang. “Pemkot Makassar terus berupaya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, melalui langkah nyata. Bersama berbagai pihak berkolaborasi,” ujar Appi, saat berkunjung menghadiri pesta rakyat di Kecamatan Kepulauan Sangkarang, Jumat (19/9/2025). Munafri menegaskan dapur MBG tersebut sudah siap dioperasionalkan. Kehadiran dapur ini menjadi yang pertama di wilayah kepulauan, dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan siswa penerima manfaat di Pulau Sangkarrang. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat, perangkat kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan yang bahu-membahu mempercepat pembangunan dapur MBG tersebut. “Ini tentang masa depan anak-anak kita. Pemenuhan gizi yang baik akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” tegasnya. Sedangkan, Pengelola MBG Sangkarrang, Haja Darliyah, menjelaskan bahwa dapur MBG ini memanfaatkan rumah milik H. Sahabuddin, warga setempat, yang disiapkan secara khusus menjadi pusat distribusi makanan nantinya. “Kami menyiapkan rumah dan lahan untuk mendukung distribusi mendukung program MBG. Rumah dua lantai ini luas dan lengkap dengan instrumen pendukung,” jelas Hajar. Ia merinci, area dapur dibagi ke beberapa bagian, ruang pencucian peralatan, pencucian bahan makanan, dapur utama, gudang basah, gudang kering, area pemorsian dan pengemasan (packing). Serta kantor administrasi, tersedia pula ruang istirahat untuk pengawas agar proses kerja tetap nyaman dan higienis. “Insya Allah, rencananya sudah difungsikan pada 5 Oktober. Untuk perlengkapan dapur sudah tersedia dan tinggal diangkut ke lokasi saat hari H,” tambah Hajar.

Kesehatan, Purwakarta

Solusi Konkret Pangan Bergizi, GENPI Jawa Barat luncurkan Program Budidaya Jamur Modern di Purwakarta

ruminews.id, Purwakarta – Gerakan Pangan Bergizi Indonesia (GENPI) Provinsi Jawa Barat melalui Program Budidaya Jamur Modern berbasis IoT (Internet of Things) di Rumah Jamur Fahira, Ds. Sukahaji, Kec. Tegalwaru, Kab. Purwakarta pada Sabtu, 13 September 2025. Ini merupakan solusi mengatasi produktivitas serta langkah konkret mewujudkan hasil pertanian modern yang berkelanjutan. Program tersebut diselenggarakan dengan penuh semangat, GENPI Provinsi Jawa Barat yang berupaya mengatasi permasalahan pangan, khususnya pada komoditas jamur sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Budidaya jamur menjadi solusi yang tepat baik secara nilai ekologis dan dampak ekonomis karena mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, menghasilkan kualitas jamur yang sehat dan bergizi, serta berkelanjutan untuk lingkungan hidup yang lebih asri dan nyaman. Kemudian, dengan melalui pemanfaatan budidaya jamur modern ini menjadikan masyarakat terampil dalam berkarya untuk mengembangkan ekonomi sirkular berbasis lingkungan. Adapun dalan setiap prosesnya selalu ada tantangan dan rintangannya, akan tetapi masyarakat sangat nyaman dengan keberadaan budidaya jamur modern ini, sudah bertahun-tahun terus tumbuh dan maju, GENPI Provinsi Jawa Barat hadir untuk bisa berkolaborasi bersama dalam memajukan kualitas jamur hingga SDM yang terdapat di dalam sektor bisnis pangan berkelanjutan ini. Pemilik Rumah Jamur Fahira, Nopan Purwadi, turut menyambut baik kolaborasi antara GENPI Provinsi Jawa Barat dengan masyarakat dalam program budidaya jamur modern berbasis IoT (Internet of Things). “Jamur mampu menjadi solusi pertumbuhan ekonomi, baik secara bisnis maupun manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Karena dalam setiap jamur yang kita tanam dan panen, itu ada kontribusi masyarakat yang terampil dalam bekerja, serta hasil panen pun yang kita hasilkan mampu menambah penghasilan baik bagi teman-teman UMKM serta utamanya turut menghasilkan gizi berkualitas bagi masyarakat luas,” ujarnya keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (13/09/2025). Koordinator GENPI Provinsi Jawa Barat, Ilham Wira Sakti, menyampaikan rasa bangga atas penerimaan dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pangan bergizi, sehat dan keberlanjutan, khususnya jamur modern ini. “Kami melihat potensi besar dari budidaya jamur modern ini. Selain bisa menjadi usaha yang menguntungkan dan mampu menyerap tenaga kerja baru, program budidaya jamur modern ini juga turut membantu mewujudkan program unggulan Indonesia di sektor pangan,” katanya. Sementara itu, Sekretaris GENPI Provinsi Jawa Barat, Ahmad Fauzi Ridwan menjelaskan bahwa program budidaya jamur modern tersebut menjadi langkah konkret dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ditopang dengan teknologi terkini yang up to date. “Program ini merupakan implementasi pertanian terintegrasi. Kami berharap program ini mampu menjadi fokus bersama untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Bendahara GENPI Provinsi Jawa Barat, Ibnu Ramadhan. Untuk diketahui bersama, program budidaya jamur modern berbasis IoT ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta Tujuan 13 (Aksi Terhadap Iklim).

Scroll to Top