Ruminews.id — Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) memenangkan pemilu sela (midterm election) pada 3 November 2026 dengan merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan Senat dari Partai Republik. Hasil tersebut mengubah peta kekuatan politik di Kongres sekaligus menjadi pukulan bagi pemerintahan Presiden Donald Trump.
Demokrat berhasil merebut sejumlah kursi legislatif dan jabatan gubernur di negara bagian yang selama puluhan tahun menjadi basis Partai Republik. Kemenangan tersebut antara lain terjadi di Kansas dan Texas, dua wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis politik Partai Republik.
Di Senat, Demokrat berhasil merebut sedikitnya enam kursi tambahan dan mengamankan mayoritas. Adam Hamilton memenangkan kursi Senat di Kansas, mengakhiri dominasi Partai Republik yang telah berlangsung sejak 1932 dalam pemilihan senator di negara bagian tersebut.
Di Texas, James Talarico mengalahkan kandidat Partai Republik Ken Paxton. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri kekalahan Demokrat selama 38 tahun dalam pemilihan tingkat negara bagian di Texas.
Demokrat juga merebut kursi Senat di Maine melalui kemenangan Troy Jackson atas petahana Partai Republik Susan Collins. Sementara itu, di South Carolina, Annie Andrews mengalahkan Darline Graham dalam perebutan kursi Senat yang kosong setelah meninggalnya Senator Lindsey Graham.
Kemenangan lainnya diraih Josh Turek di Iowa dan Sherrod Brown di Ohio. Di Michigan, Abdul El-Sayed juga diproyeksikan mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers.
Pada pemilihan DPR, Demokrat diproyeksikan memperoleh 245 kursi, sedangkan Partai Republik meraih 166 kursi. Perolehan tersebut mengembalikan mayoritas DPR kepada Demokrat untuk pertama kalinya sejak 2022.
Demokrat turut mencatat kemenangan dalam pemilihan gubernur. Gina Hinojosa berhasil mengalahkan petahana Partai Republik Greg Abbott di Texas. Sementara itu, Keisha Lance Bottoms terpilih sebagai gubernur perempuan kulit hitam pertama di Georgia.
Hasil pemilu sela ini memberikan Demokrat kendali lebih besar terhadap agenda legislatif di Kongres. Dengan menguasai kedua kamar, Demokrat memiliki ruang untuk menghambat sejumlah kebijakan pemerintahan Trump, mengawasi pelaksanaan program pemerintah, serta membuka penyelidikan terhadap berbagai kebijakan dan tindakan eksekutif.
Kemenangan Demokrat juga ditopang perubahan dukungan sejumlah kelompok pemilih. Partisipasi pemilih kulit hitam di wilayah selatan AS meningkat, sementara pemilih Hispanik yang sebelumnya berkontribusi terhadap kemenangan Trump pada pemilihan presiden 2024 kembali memberikan dukungan kepada Demokrat.
Perubahan tersebut terlihat dalam pemilihan DPR di sejumlah distrik dengan mayoritas penduduk Hispanik di sepanjang perbatasan Texas-Meksiko. Demokrat juga berhasil mempertahankan sejumlah kursi di Florida yang sebelumnya menjadi sasaran perebutan Partai Republik melalui perubahan batas daerah pemilihan.
Di sisi lain, Partai Republik masih mempertahankan sejumlah posisi politik, termasuk jabatan gubernur di Vermont dan New Hampshire. Namun, hasil tersebut tidak cukup untuk mempertahankan kendali mereka atas Kongres.
Kemenangan Demokrat dalam pemilu sela 2026 menandai perubahan signifikan dalam keseimbangan kekuasaan politik Amerika Serikat. Setelah Partai Republik menguasai pemerintahan dan Kongres pada awal masa jabatan kedua Trump pada Januari 2025, hasil pemilu kali ini menempatkan pemerintahan Trump dalam situasi politik baru dengan Kongres yang dikendalikan oposisi.