Penulis :Muh. Faisal l – Mahasiswa STIE AMKOP
ruminews.id – Kemiskinan masih menjadi salah satu persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2025 terdapat sekitar 685,14 ribu penduduk Sulawesi Selatan yang berada dalam kondisi miskin. Persentasenya mencapai 7,43 persen dari jumlah penduduk.
Menurut saya, angka tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi belum otomatis membuat seluruh masyarakat merasakan kehidupan yang lebih baik. Meskipun jumlah penduduk miskin mengalami penurunan, masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kebutuhan kesehatan.
Persoalan kemiskinan juga terlihat lebih besar di wilayah perdesaan. Pada September 2025, tingkat kemiskinan di perdesaan tercatat 9,56 persen, sedangkan di perkotaan sebesar 5,17 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesempatan ekonomi dan akses terhadap berbagai fasilitas belum sepenuhnya merata antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Menurut pandangan saya, pemerintah perlu memperkuat program pengentasan kemiskinan yang tidak hanya berupa bantuan sosial, tetapi juga membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan. Pendidikan dan pelatihan keterampilan, dukungan bagi usaha kecil, serta penciptaan lapangan kerja dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.
Masyarakat juga memiliki peran dalam mengatasi kemiskinan, misalnya dengan mendukung usaha lokal dan meningkatkan keterampilan agar dapat memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik.
Kemiskinan bukan hanya persoalan jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, tetapi juga berkaitan dengan kesempatan seseorang untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Karena itu, keberhasilan pembangunan di Sulawesi Selatan tidak hanya dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa luas manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya, upaya mengurangi kemiskinan dapat terus diperkuat sehingga pembangunan Sulawesi Selatan menjadi semakin merata.
Pada akhirnya, kemiskinan di Sulawesi Selatan bukan hanya angka dalam data, tetapi kenyataan yang masih dirasakan oleh banyak keluarga. Karena itu, kita tidak boleh hanya melihat dan membicarakannya. Pemerintah harus memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan akses pendidikan, sementara kita sebagai masyarakat dapat ikut bergerak dengan mendukung usaha lokal, berbagi kesempatan, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Mari mulai dari langkah kecil hari ini, karena mengurangi kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jangan biarkan masyarakat miskin terus berjalan sendirian—saatnya kita bergerak untuk menciptakan Sulawesi Selatan yang lebih adil dan sejahtera.