Pelaku Taman Wisata Kableki Kecewa, Janji Bantuan Bupati Sorong Selatan Belum Terealisasi

Ruminews.id, Teminabuan — Pelaku usaha wisata Sungai Kohoin Taman Kableki, Kaka Darwin Kondororik, mengaku kecewa karena bantuan yang sebelumnya dijanjikan Bupati Sorong Selatan belum juga terealisasi hingga September 2026.

Janji tersebut disampaikan Bupati Sorong Selatan saat membuka seminar bertajuk “Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Sorong Selatan Berdaya Saing Memacu Semangat Berinovasi Bagi Pemuda” yang berlangsung di Gedung Serbaguna Jothlely Matatula, Klasis GKI Teminabuan, pada awal Agustus 2025.

Saat kegiatan itu, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada pelaku usaha wisata, termasuk Kaka Darwin. Namun, menurut Darwin, bantuan yang dijanjikan hingga kini belum diterimanya.

Ia mengatakan kondisi Taman Wisata Kableki mulai membutuhkan perbaikan. Sejumlah kayu dan papan di lokasi wisata disebut mulai lapuk, sementara cat juga mulai memudar. Selain itu, ia ingin mengembangkan sejumlah spot baru untuk meningkatkan daya tarik taman wisata tersebut.

“Terimakasi karena Bupati su berikan perhatian, tapi barang itu belum datang. Ini kayu su lapuk semua baru, terus mo kembangkan beberapa spot lagi,” tegas Kaka Darwin.

Darwin mengaku telah mengikuti prosedur administrasi dengan menyerahkan proposal bantuan secara langsung kepada Bupati Sorong Selatan. Proposal tersebut mencantumkan kebutuhan anggaran sebesar Rp50 juta, sesuai dengan nominal bantuan yang sebelumnya disampaikan secara simbolis.

“Saya sudah antar itu lansung ketemu dan serahkan untuk Ibu Bupati di Maratua, terus ibu sudah kasi dispo, lalu saya tunggu lama sampe sekarang saya su cape lagi. Keluarga dan masyrakat tanya-tanya saya juga bingun mo jawab apa,” ujarnya.

Menurut Darwin, setelah proposal diserahkan dan mendapat disposisi, dirinya masih menunggu proses realisasi bantuan tersebut. Namun, hingga kini belum ada bantuan yang diterimanya.

Kondisi itu membuat Darwin memilih memperbaiki sebagian fasilitas taman wisata menggunakan biaya sendiri. Ia mengaku terpaksa mengambil kredit untuk membiayai renovasi sejumlah bagian yang sudah mulai lapuk, termasuk membayar pekerja.

“kemarin saya tunggu proposal sampe lama, makanya saya kredit itu yang bangun dibawah dan atas sebagaian, abis tong mo tunggu dorang juga susah, tong berusaha saja bikin bagus taman, kalau barang hancur atau rusak nanti orang bilang torang ni tidak mampu, tidak sanggup begitu,” ucapnya.

Darwin berharap pemerintah daerah tidak mengabaikan pelaku usaha wisata kecil yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan destinasi yang mereka kelola. Ia juga meminta agar janji bantuan yang telah disampaikan kepada pelaku usaha dapat ditindaklanjuti.

“Saya harap supaya Pemerintah tidak tutup mata dan diam,” tutupnya.

Hingga berita ini dinaikkan, belum terdapat keterangan atau tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan mengenai alasan bantuan tersebut belum terealisasi.

Share

Scroll to Top