Penulis : Muh. Faisal l – Kader HMI
ruminews.id – Saya melihat bahwa Kabupaten Takalar ingin berkembang dan bersaing dengan daerah lain, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital.
Hal ini terlihat dari adanya rencana transformasi digital, pembangunan infrastruktur, serta layanan publik berbasis aplikasi yang memudahkan masyarakat dalam berbagai urusan sehari-hari.
Pemerintahannya menempatkan perubahan ini sebagai dasar untuk mewujudkan visi Takalar yang maju dan berdaya saing, terutama dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan sistem digital agar pelayanan menjadi lebih terbuka, jelas, dan tepat sasaran.
Hal ini juga dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan lama dalam birokrasi menjadi lebih peka, berinisiatif, dan selalu berorientasi pada kepentingan umum, bukan sekadar mengikuti aturan yang kaku.
Bupati juga menegaskan bahwa kecepatan yang diusung tetap berjalan beriringan dengan kualitas dan ketelitian, sehingga segala langkah pembangunan di bidang pertanian, kelautan, pendidikan, kesehatan, maupun usaha masyarakat tetap kokoh, teratur, dan tidak terburu-buru hingga melalaikan tanggung jawab.
Pada akhirnya, program ini dipandang sebagai cara untuk mewujudkan pengabdian yang sesungguhnya kepada daerah dan masyarakat Takalar, agar kemajuan yang dicapai tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Namun, menurut saya tantangan terbesar bukan hanya pada perencanaan, tetapi pada pelaksanaannya. Tidak semua masyarakat memiliki kemampuan atau akses yang sama terhadap teknologi, sehingga pemerintah perlu memastikan bahwa digitalisasi ini benar-benar bisa dirasakan oleh semua kalangan, termasuk di desa-desa. Selain itu, perlu adanya edukasi agar masyarakat bisa memanfaatkan layanan digital dengan baik.
Secara keseluruhan, saya menilai bahwa arah pembangunan ini sudah tepat karena mengikuti perkembangan zaman. Jika dijalankan dengan konsisten dan melibatkan masyarakat, maka visi untuk menjadikan Takalar lebih maju dan berdaya saing bisa tercapai