Pemerintah Kota Makassar

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Munafri Ajak Muslimat NU Jadi Garda Depan Pembangunan Kota

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak seluruh kaum perempuan, khususnya Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan dan penguatan demokrasi di Kota Makassar. Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Maulid Akbar Peringatan Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar Muslimat NU Kota Makassar, di Masjid Raya Makassar, Minggu (28/9/2025). Dalam sambutannya, Munafri menekankan pentingnya kehadiran dan dukungan perempuan sebagai pilar utama pembangunan, baik fisik maupun sumber daya manusia. “Kekuatan besar ada pada peran ibu-ibu. Dari rumah tangga, terbentuk karakter dan nilai yang akan menentukan kemajuan. Dukungan Muslimat NU sangat penting untuk mewujudkan Makassar yang maju, demokratis, dan sejahtera,” ujarnya. Peringatan Maulid Akbar yang dihadiri ratusan jamaah ini diisi dengan pembacaan zikir, dan tausiyah yang mengangkat keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi membangun keluarga dan masyarakat. Pada kesempatan ini, Munafri menambahkan, peran perempuan bukan hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga pada berbagai sektor kehidupan, termasuk penguatan ekonomi, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. “Pemerintah Kota Makassar tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan penuh dari seluruh elemen, termasuk Muslimat NU, agar pembangunan berjalan seimbang antara fisik dan manusia,” tambahnya. Munafri juga menekankan pentingnya semangat gotong-royong dan kepedulian sosial, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Appi itu mengajak Muslimat NU untuk terus hadir sebagai penggerak kebaikan, membantu sesama, dan menjaga persatuan umat. “Makassar kita bangun bersama. Perempuan memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan perubahan, menanamkan nilai kejujuran, dan menolak segala bentuk korupsi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya. Ia juga mendorong pengembangan urban farming (pertanian perkotaan) dan pemberdayaan UMKM sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat. Munafri menegaskan, Kota Makassar memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat urban farming terbesar di Indonesia. Pemanfaatan lahan-lahan sempit di perkotaan, katanya, bukan hanya menopang ketersediaan pangan, tetapi juga mampu menambah pendapatan keluarga. “Kita ingin Makassar menjadi kota dengan pengembangan urban farming terbesar di Indonesia. Konsepnya sederhana, tapi harus dikerjakan serius agar berjalan,” ujarnya. Ia memberi contoh pemanfaatan lahan rumah atau pekarangan, termasuk budi daya ayam dan sayuran, yang bisa menjadi tambahan ekonomi rumah tangga. “Dengan lahan 3 meter saja bisa kita manfaatkan. Yang penting ada kemauan dan pendampingan,” katanya. Selain urban farming, Munafri menilai pentingnya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, pelaku UMKM harus dibina agar memiliki standar higienis, kualitas produk yang baik, dan manajemen usaha yang berkelanjutan. “UMKM harus bersabar, disiplin, dan mengikuti standar higienis. Ini penting supaya produk mereka mampu bersaing, bahkan menembus pasar nasional,” jelasnya. Di akhir sambutan, Munafri mengajak warga Makassar untuk terus meneladani semangat gotong-royong dan kepedulian sosial, seraya mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, memperkuat ekonomi keluarga, dan memanfaatkan peluang yang ada. Ketua DPD II Golkar Makassar itu menambahkan, pemerintah kota siap memfasilitasi pelatihan, pendampingan, hingga akses permodalan agar pelaku UMKM semakin kuat. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk aktif memanfaatkan program pemberdayaan yang disiapkan pemerintah. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah menyiapkan program, tapi perlu dukungan masyarakat agar kegiatan pemberdayaan dan penguatan ekonomi ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutupnya.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Makassar–Sampoerna Foundation Cetak Generasi Emas 2045

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, baik melalui penguatan mutu guru maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM) siswa. Upaya tersebut diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kota Makassar, dan Putera Sampoerna Foundation terkait program beasiswa. Penandatanganan berlangsung di Ruang Sipakalebbi, Balai Kota Makassar, Jumat (26/9/2025), disaksikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. Dari pihak Putera Sampoerna Foundation hadir Senior Director Elan Merdy bersama Head of Program Juliana. Melalui kerja sama ini, Pemkot Makassar berharap semakin banyak pelajar dan tenaga pendidik yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan dan pelatihan berkualitas, sehingga mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kemitraan dengan PSF menjadi langkah penting membangun sistem pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan di kota ini. “Kita tau Putera Sampoerna Foundation adalah salah satu pembaga terbesar di Indonesia. Ini wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Sampoerna Foundation untuk membangun sistem pendidikan yang lebih baik,” ujar Munafri. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama kemajuan bangsa dan menjadi keharusan (mandatori) untuk terus dibenahi. Anak-anak didik harus dipersiapkan menjadi Generasi Emas 2045. “Pemerintah Kota tidak akan melakukannya sendirian. Diperlukan kolaborasi dengan seluruh pihak yang peduli pada dunia pendidikan,” jelasnya. Munafri juga mengingatkan pentingnya tindak lanjut nyata pasca-penandatanganan MoU. Haruslnya, menjadi implementasi peningkatan kualitas pendidikan di Makassar. “Ini bukan sekadar seremonial. Kita harus melaksanakan dan mengeksekusi rencana ini sebagai tanggung jawab bersama,” tambahnya. Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan berbagai program beasiswa, peningkatan kapasitas guru, serta pengembangan kurikulum yang relevan dengan tantangan masa depan. “Kami Pemkot Makassar menargetkan kemitraan ini menjadi model sinergi pemerintah dan swasta dalam mencetak SDM unggul, kreatif, dan kompetitif,” tukas Appi. Program pelatihan ini menjadi yang pertama di Kota Makassar, namun PSF sudah merencanakan keberlanjutan. Tahun depan, akan digelar program tatap muka untuk pelatihan guru dengan cakupan yang lebih luas. Sedangkan Juliana, Head of Program Putera Sampoerna Foundation, ia mengawali dengan nada penegasan bahwa lembaganya tidak memiliki keterkaitan dengan industri rokok. “Kami bukan bagian dari perusahaan rokok. Sama sekali tidak berhubungan dengan perusahaan rokok,” tegas Juliana. Ia menjelaskan bahwa PSF adalah lembaga independen yang fokus pada pengembangan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program beasiswa dan pelatihan. Dalam tahap awal kerja sama dengan Pemkot Makassar, PSF menyiapkan program beasiswa pelatihan khusus bagi 40 guru SD dan SMP terpilih. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan soft skill para pendidik agar mampu menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas. “Harapannya, dengan peningkatan kompetensi guru, dampak belajar akan langsung dirasakan siswa, sehingga terjadi perubahan kualitas pembelajaran di sekolah,” jelas Juliana. Pelatihan ini dilaksanakan secara daring, dengan fokus pada penguatan metode pembelajaran, komunikasi efektif, dan keterampilan kepemimpinan di lingkungan sekolah. Juliana menegaskan, syarat utama bagi guru peserta hanyalah komitmen untuk mengikuti program secara penuh. Seleksi peserta dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar, dengan pertimbangan motivasi dan kesiapan guru. “Kami hanya butuh komitmen. Tidak ada syarat lain,” ujarnya.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Hotel Bintang Lima Pertama Hadir di Kota Makassar

ruminews.id, MAKASSAR – Kota Makassar bersiap menorehkan babak baru dalam industri perhotelan dengan kehadiran Hotel Grand Mercure, hotel bintang lima pertama di Sulawesi Selatan yang berstandar internasional. Pembangunan sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Makassar, kembali menunjukkan kemajuan pesat, masa Pemerintahan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Hotel Grand Mercure, hotel bintang lima pertama di Makassar, yang berlokasi strategis di Jl. Metro Tanjung Bunga, kawasan Tanjung Bunga, Jumat (26/9/2025). Hotel Grand Mercure yang akan dibangun di lahan premium dengan kapasitas parkir luas ini diharapkan menjadi ikon baru perhotelan di Kota Daeng. Kehadirannya diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Juga memperkuat infrastruktur pariwisata, dan meningkatkan daya tarik Makassar sebagai destinasi event berskala nasional maupun internasional. Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dimulainya pembangunan hotel bintang lima pertama di Makassar. Menurutnya, kehadiran Grand Mercure menjadi titik awal penting menuju proses perubahan dan peningkatan layanan perhotelan di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut. “Dengan hadirnya Hotel Grand Mercure bintang lima yang akan menjadi satu-satunya hotel bintang lima di Makassar, ini tentu memberikan angin segar dalam berbagai hal, khususnya bagi perkembangan kota,” ujar Munafri. Sebagai bagian dari jaringan global Accor Group yang memiliki lebih dari 5.600 properti lebih dari 110 negara, Grand Mercure Makassar digadang menjadi ikon baru pariwisata dan bisnis di kota ini. Dirancang ramah lingkungan dengan konsep ekotourism dan sustainability, hotel ini diharapkan bukan hanya memperkuat infrastruktur pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang kerja luas bagi warga Makassar. Appi mengungkapkan, sebelum pembangunan dimulai, pihak pengembang telah diundang ke kantornya untuk memaparkan rancangan proyek. Dalam pertemuan itu, Munafri menekankan pentingnya keterbukaan dan kelancaran proses perizinan. “Saya sampaikan kalau dalam proses perizinan ada pegawai yang meminta uang dan sebagainya, tolong langsung sampaikan ke saya,” tegasnya. Rencana pembangunan Grand Mercure terbilang ambisius. Berdiri di lahan premium dengan ballroom seluas lebih dari 4.000 meter persegi—salah satu yang terbesar di Makassar. Hotel ini akan dilengkapi 350 kamar modern yang dapat diperluas hingga 500 kamar, area parkir luas, serta berbagai fasilitas food dab beverage outlet berstandar internasional. Seluruhnya disiapkan untuk mendukung berbagai event berskala nasional dan internasional, mulai dari konferensi bisnis, pameran, hingga perhelatan pernikahan megah. Oleh sebab itu, politisi Golkar itu menegaskan pentingnya izin sesuai aturan yang belaku, Pemerintah Kota Makassar, tidak ingin iklim investasi tercoreng hanya karena ulah segelintir oknum yang tidak berintegritas. “Kami tidak mau iklim investasi ini ternodai hanya gara-gara oknum satu dua orang yang tidak memberikan dedikasi dan integritasnya dalam menjalankan fungsi sebagai pelayan masyarakat,” katanya. Proyek ini menargetkan operasional pada 2027, dengan perkiraan penyerapan tenaga kerja mencapai 400 karyawan tetap warga Makassar, ditambah ratusan pekerja harian untuk mendukung kegiatan operasional dan event. Grand Mercure juga menghadirkan program loyalty global yang memberikan pengalaman eksklusif bagi pelanggan setianya. Dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar. Grand Mercure diyakini akan menjadi simbol kebanggaan baru yang memperkaya ragam akomodasi premium sekaligus membawa semangat kearifan lokal berpadu dengan keunggulan layanan perhotelan internasional. Wali Kota berharap, proyek pembangunan Grand Mercure dapat selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat dari jadwal. Dengan lokasi yang sangat strategis, kehadiran hotel ini diyakini akan menjawab kebutuhan infrastruktur pariwisata Makassar yang kian meningkat. Selain itu, hotel ini akan dilengkapi ballroom berkapasitas 4.000 orang, yang disebut sebagai salah satu ballroom terbesar di Kota Makassar. “Kami berharap dengan hadirnya hotel ini, event-event internasional bisa kembali digelar di Makassar,” tuturnya. “Tentu, kehadiran event berskala besar akan memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat,” lanjut Munafri. Di hadapan para investor dan tamu undangan, Munafri kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia mengajak seluruh pihak untuk mematuhi aturan yang berlaku, baik dari pemerintah kota maupun pusat, agar proses pembangunan berjalan lancar. Pemerintah Kota Makassar sangat terbuka terhadap investasi. Disebutkan, dengan hadirnya Grand Mercure bintang lima ini, perusahaan-perusahaan lain juga bisa berinvestasi di Makassar dengan aman, tenang, dan nyaman. “Semakin banyak investasi, insya Allah akan semakin membangkitkan geliat ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya. Dengan kehadiran Hotel Grand Mercure, Makassar diharapkan semakin siap menjadi pusat kegiatan bisnis, pariwisata, dan event internasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kota metropolitan terkemuka di kawasan timur Indonesia. “Mari kita jalankan aturan-aturan yang ada, supaya proses ini berjalan tepat waktu, bahkan lebih cepat dari yang direncanakan,” tutup Munafri.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Buka Jalur Gratis ke Sekolah Unggulan

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin terus membuka ruang dan menyiapkan peluang emas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta unggulan agar menyediakan kuota khusus bagi siswa dari keluarga prasejahtera maupun yang memiliki keterbatasan biaya. Tak hanya itu, Pemkot juga memberikan kesempatan yang sama bagi siswa-siswa dari wilayah kepulauan, sehingga mereka dapat merasakan pendidikan bermutu tanpa terkendala lokasi dan akses. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menerima kunjungan tim dari Sekolah Islam Athirah di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (24/9/2025). Pertemuan tersebut membahas kerja sama antara Pemkot dan pihak sekolah dalam mendukung program pendidikan inklusif serta peningkatan mutu pendidikan di Kota Makassar. Menurut Munafri, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta menjadi kunci untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat. “Ini sekaligus mengurangi kesenjangan kesempatan belajar di perkotaan dan kepulauan,” ujarnya Munafri. Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi dalam mendukung pemerataan kesempatan pendidikan, termasuk pilot project kerja sama Pemkot dengan 20 sekolah (10 SD dan 10 SMP) swasta unggulan. Munafri Arifuddin menegaskan, komitmen tersebut melalui program kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta unggulan, termasuk Sekolah Islam Athirah, agar menyediakan kuota khusus siswa prasejahtera dengan pembiayaan penuh dari Pemkot. “Kerja sama dengan Sekolah Athirah nanti memungkinkan tahun depan kami menyiapkan beberapa anak yang baru masuk untuk bisa ikut bergabung secara gratis, khususnya anak-anak kurang mampu,” kata Munafri. “Itu juga akan kami lakukan di beberapa sekolah lain, termasuk non-Islam seperti Katolik atau Muhammadiyah, agar peluang kesetaraan pendidikan semakin luas,” tambah Appi. Sebagai Wali Kota, Munafri menegaskan bahwa program ini ditujukan untuk anak-anak yang tidak tertampung di sekolah negeri akibat keterbatasan kuota dan sistem zonasi. Pemkot akan menanggung biaya SPP siswa penerima program, sehingga mereka bisa menempuh pendidikan setara tanpa membebani keluarga. “Sekolah negeri tidak bisa menampung semua anak. Jadi melalui program kerja sama, anak-anak yang tidak masuk ke negeri dan terkendala zonasi dapat bersekolah di swasta dengan SPP yang kami bayarkan,” jelasnya. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi pemerintah dan swasta yang dapat diadaptasi secara luas, membuka akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Makassar tanpa terkecuali. Ia menilai langkah ini penting karena pendapatan guru di sekolah swasta dengan SPP rendah sering kali memengaruhi kualitas pengajaran. “Kalau SPP rendah, kualitas bisa menurun karena gaji guru juga rendah. Makanya kami mendorong adanya insentif dan kompetensi agar mutu tetap terjaga,” ucapnya. Untuk memperkuat pembiayaan, Pemkot juga menggandeng corporate social responsibility (CSR) dari dunia usaha. Di sisi lain, Munafri meminta Dinas Pendidikan menyiapkan pelatihan bagi kepala sekolah negeri agar memahami standar pengelolaan sekolah swasta unggulan. “Kami sudah berkomunikasi dengan CSR, untuk mendukung program ini. Nanti Ibu Kadis akan mengumpulkan kepala sekolah untuk pelatihan, agar mereka juga tahu apa yang dilakukan sekolah swasta unggulan,” tuturnya. “Ini bisa jadi embrio lahirnya calon kepala sekolah yang lebih kompeten,” lanjut politisi Golkar itu. Adapun program dirancang Pemkot Makasssar sebagai percontohan juga akan mengintegrasikan kurikulum berbasis budaya lokal dan etika, termasuk kerja sama lintas institusi pendidikan tinggi. Sekolah Islam Athirah akan mengembangkan kurikulum budaya lokal dan adat Makassar, STIBA Makassar mendukung pengajaran Bahasa Arab, Universitas Negeri Makassar (UNM) akan berkontribusi pada kurikulum etika dan adat lokal. Di sisi lain, Pemkot tetap melanjutkan pembenahan infrastruktur sekolah negeri untuk memastikan kualitas pendidikan merata. “Kami tidak hanya fokus pada kerja sama dengan swasta, tetapi juga melakukan pembenahan di sekolah negeri agar sama-sama meningkat,” tegas Munafri. Pada kesempatan ini, pihak Sekolah Islam Athirah menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang akan memberikan kesempatan pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui kerja sama dengan sekolah swasta unggulan. Direktur Sekolah Islam Athirah, H. Syamril, menegaskan kesiapan lembaganya untuk menampung siswa penerima beasiswa Pemkot. “Kami dari Athirah siap men-support program Pak Wali terkait beasiswa. Anak-anak yang tidak mampu dan mau disekolahkan di swasta itu, kami siap terima kalau program ini jalan,” ujar Syamril. Menurutnya, seluruh unit Sekolah Islam Athirah, termasuk Athirah Baruga atau lokasi Athirah lainya di Makassar, terbuka untuk menerima siswa penerima kuota khusus tersebut. Mekanisme seleksi akan dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar. “Nanti bisa dipilih oleh Dinas, apakah anak-anak duafa, berprestasi, atau yang tidak tertampung di sekolah negeri. Kita bisa bicarakan teknisnya,” tambahnya. Selain menampung siswa penerima beasiswa, Athirah juga siap berbagi pengalaman terbaik dalam manajemen pendidikan kepada sekolah negeri maupun swasta lain di Makassar. Pengalaman-pengalaman terbaik yang ada di Athirah siap kami bagikan ke sekolah negeri dan swasta. “Nanti secara spesifik kita akan buka kelas khusus sekitar 20 orang terpilih, kepala sekolah SD dan SMP negeri, dengan 10 modul pelatihan selama tiga bulan. Kami juga punya pelatih khusus,” jelas Syamril. Dengan kesiapan Athirah, program beasiswa dan pelatihan ini diharapkan menjadi model kemitraan pendidikan yang dapat diikuti sekolah swasta lain di Makassar. Program pelatihan itu akan mencakup manajemen sekolah, penguatan kurikulum, pengajaran bahasa Inggris, serta pembinaan adab bagi para guru. “Kami juga siap mendampingi guru bahasa Inggris dan guru adab agar kualitas pengajaran di sekolah negeri bisa meningkat,” ujarnya.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Munafri Sambut Program LMI, Dorong Sinergi Pengelolaan Zakat di Makassar

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menerima audiensi dari Lembaga Amil Zakat Nasional – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) di Balai Kota Makassar, Rabu (24/09/2025). Audiensi ini berlangsung dalam rangka silaturahmi Kepala Kantor Wilayah LMI, Suardi, sekaligus penyampaian program kerja lembaga terkait pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah. Suardi, menjelaskan bahwa pihaknya memperkenalkan profil lembaga beserta kegiatan yang telah dilakukan, termasuk efektivitas penghimpunan serta penyaluran dana zakat kepada masyarakat. Ia menuturkan, program yang dijalankan LMI berfokus pada pemberdayaan ekonomi, sosial, pendidikan, hingga kesehatan. “Selain menyalurkan bantuan, kami juga menyiapkan program-program pemberdayaan UMKM, beasiswa pendidikan, hingga pelatihan keterampilan yang kadang melibatkan kerjasama dengan perusahaan. Harapannya, meski kecil, bisa memberi kontribusi untuk mendukung kegiatan sosial di masyarakat,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasinya atas kiprah LMI dalam pengelolaan zakat. Ia juga menanyakan lebih jauh mengenai pola penyaluran zakat LMI sebagai lembaga swasta dan bentuk implementasinya bagi masyarakat. Lebih jauh, Munafri mendorong terbangunnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan LMI dalam membuka ruang sinergi untuk memperluas dampak sosial zakat, infaq, dan sedekah, agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat kota. “Klaborasi bisa kita dorong bersama, beberapa kegiatan mungkin kita bisa jalin bersama-sama,” kata Munafri.(*)

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri: Kolaborasi Antar Partai, Kunci Kemajuan Pembangunan

ruminews.id, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan harapan besar untuk kolaborasi yang lebih erat antara Pemerintah Kota Makassar dan Partai Hanura, menjelang Pemilu 2024. Dalam pidatonya, Munafri mengungkapkan rasa terima kasih kepada Partai Hanura yang telah memberikan dukungan kuat dalam Pilwali Makassar, serta menyatakan keyakinannya terhadap keputusan Ketua Umum Partai Hanura dalam memilih pemimpin yang tepat. “Ini adalah harapan besar. Saya yakin bersama Partai Hanura kolaborasi. Kami akan terus bersahabat untuk membangun Kota Makassar,” kata Munafri, saat bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mendampingi Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO), pada pelantikan Pengurus DPD Hanura Provinsi Sulsel, di Hotel Sheraton Makassar, Sabtu (20/9/2025). Ia juga menegaskan pentingnya keberadaan partai politik dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, peran partai dalam menjaga persatuan dan kesatuan sangat krusial, terlebih dengan keberagaman yang ada di Sulawesi Selatan. “Di Sulawesi Selatan ini, hampir semua pemurus partai saling mengenal dengan baik, bahkan ada yang memiliki hubungan kekerabatan. Kami telah hadir dalam berbagai warna, namun cita-cita kami satu membangun daerah yang kita cintai,” jelas Appi. Lanjut dia, Partai Hanura, yang kini memiliki dua kursi di DPRD Kota Makassar, turut berkontribusi signifikan dalam mengusung saat Pilwali dan mendukung pemerintah Kota Makassar, saat ini. Munafri juga menyampaikan apresiasi atas peran serta Partai Hanura yang telah membackup pemerintah kota dalam berbagai kegiatan. Dalam Pemilu Wali Kota Makassar 2024, Munafri dan pasangannya, Ibu Alia, berhasil meraih 54% suara dari empat pasangan calon yang bertanding. “Kami akan terus bekerja bersama untuk membangun sistem pemerintahan yang baik, yang melayani masyarakat dengan maksimal,” tambah Ketua DPD II Golkar Makassar. Di kesempatan yang sama, Ketua Partai Hanura Sulawesi Selatan, Mayjen (Purn) Andi Muhammad, menegaskan pentingnya kolaborasi antar anggota partai dalam membangun daerah menjelang Pemilu 2024. Andi Muhammad menyampaikan bahwa untuk mencapai tujuan bersama, dukungan dan kesatuan antar sesama anggota partai sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan yang ada. “Kolaborasi adalah kunci untuk membangun daerah. Kita harus bersama-sama memperkuat satu sama lain agar tujuan kita tercapai. Tanpa kesatuan, mustahil kita bisa mencapai apa yang kita cita-citakan,” ujar Andi Muhammad. Lebih lanjut, Andi Muhammad juga mengingatkan bahwa keberadaan pelatih politik atau tokoh-tokoh politik yang berpengalaman sangat penting dalam proses pembangunan daerah. Ia menyatakan bahwa partai harus terus mengasah kapasitas kepemimpinan dan memperkuat peran politiknya untuk menjaga kemajuan daerah. “Meskipun ada banyak tantangan, kita harus bisa bekerja sama. Menciptakan sistem pemerintahan yang efektif, yang benar-benar melayani masyarakat dengan baik. Ini adalah tujuan kita bersama,” tambahnya. Mantan Pangdam Hasanuddin itu, menekankan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan dan keberagaman dalam upaya membangun Sulawesi Selatan. Dia berharap agar semua elemen partai dapat berkontribusi secara positif untuk kemajuan daerah, menjunjung tinggi nilai persatuan dan saling mendukung dalam setiap langkah. “Keberagaman di Sulawesi Selatan adalah kekuatan kita. Kita harus menjaga hubungan baik dan saling mendukung antar sesama. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan Kota yang lebih maju,” ujar Ketua Partai Hanura Sulawesi Selatan itu.

Daerah, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar, buat Menteri Pariwisata Sumringah

ruminews.id, MAKASSAR – Dalam upaya memperkuat sektor pariwisata dan menjadikan Makassar, sebagai destinasi unggulan, Pemkot Makassar berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar setiap bulan mulai tahun depan. Wali Kota Makasssr, Munafri Arifuddin mengatakan, ini bentuk keseriusan Pemerintah Kota Makassar, dalam meningkatkan kota daeng sebagai tuan rumah event besar, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. “Kami punya banyak kegiatan yang ada di Kota Makassar, dan sebagai pemerintah kota, kami menyiapkan anggaran Rp5 miliar setiap bulan untuk mendukung event-event yang digelar di sini,” ungkap Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Hal itu, disampaikan, Appi saat mendampingi Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada acara puncak perayaan Dies Natalis ke-34 Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, di Lapangan Gedung Rektorat Poltekpar Makassar, Sabtu (20/9/2025). Pernyataan tersebut bukan hanya menunjukkan keseriusan Pemkot Makassar dalam meningkatkan citra kota sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal. Komitmen Pemerintah Kota Makassar, disampaikan Munafri mengalokasikan anggaran Rp5 miliar setiap bulan, berhasil membuat Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, langsung sumringah. Dengan dana yang digelontorkan Pemerintah Kota, diharapkan dapat menjadi tuan rumah bagi berbagai event besar yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan industri lokal. Dengan demikian, dilakukan juga fasilitas dan infrastruktur kota untuk mendukung berbagai kegiatan, seperti festival, konferensi internasional, konser, dan event olahraga. “Kami ingin Kota Makassar menjadi tempat yang sering dilaksanakan kegiatan nasional dan internasional,” tambah Munafri dalam pernyataan resminya. Ia juga menambahkan bahwa salah satu tujuan besar dari program ini adalah untuk memastikan hotel-hotel di Makassar selalu terisi penuh, serta memberikan manfaat langsung kepada pelaku usaha lokal, termasuk sektor UMKM dan industri kreatif. “Kami juga berharap agar hotel-hotel kami dapat terus penuh dan ekonomi lokal terus berkembang. Ini adalah langkah nyata untuk memanfaatkan potensi wisata yang kami miliki,” tuturnya, didengarkan langsung oleh Menteri Pariwisata, saat bersama-sama di Makassar. Selain mendukung kegiatan pariwisata dan event, Wali Kota Munafri juga menyampaikan bahwa Pemkot Makassar berencana untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi wisata alam yang dimiliki kota ini, khususnya sektor kelautan. “Kami juga ingin mengakses beberapa destinasi baru, terutama yang berbasis alam dan laut, serta menggali potensi sumber daya lainnya yang ada di Kota Makassar,” ujarnya. Dengan anggaran yang telah disiapkan, Pemkot Makassar berencana untuk meningkatkan fasilitas dan aksesibilitas menuju destinasi-destinasi tersebut, guna menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun internasional. Tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, Munafri juga berharap agar Kementerian Pariwisata dapat memberikan dukungan lebih lanjut dalam mengembangkan potensi pariwisata Makassar. “Kami berharap ke depan, Kementerian Pariwisata dapat memberikan support untuk memaksimalkan potensi Kota Makassar sebagai destinasi wisata unggulan, melalui berbagai program dan promosi,” harap Appi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kota dan kementerian terkait sangat penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pariwisata dan menarik lebih banyak investor ke sektor ini. Apalagi, belakngan ini Kota Makassar telah menjadi salah satu kota yang berkembang pesat dalam sektor pariwisata, namun dengan potensi yang masih sangat besar, masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapainya. “Kami ingin Makassar tidak hanya dikenal sebagai tempat event besar, tetapi juga sebagai tempat bagi kegiatan komunitas dan ekonomi kreatif yang semakin berkembang,” tutupnya. Pada kesempatan ini, Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata sedang menyiapkan berbagai program unggulan untuk peningkatan kualitas SDM di sektor pariwisata, khususnya di bidang pendidikan. Salah satunya adalah pengembangan lebih banyak Politeknik Pariwisata di berbagai daerah dengan keunggulannya masing-masing. Diman, pendidikan di bidang pariwisata sangat penting untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di industri pariwisata, bukan hanya untuk sektor pegawai negeri, tetapi lebih banyak untuk sektor industri. “Saat ini, sedang mengembangkan dua Politeknik lagi, yang akan semakin banyak membuka peluang bagi anak-anak bangsa untuk terlibat dalam industri pariwisata,” jelas Menteri Widiyanti. Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia pada tanggal 27 September mendatang, Menteri Widiyanti mengungkapkan bahwa Kementerian Pariwisata telah memulai gerakan wisata bersih, yang telah dilaksanakan pada 15 September lalu oleh mahasiswa dan dosen politeknik pariwisata di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan destinasi wisata dan memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang bersih dan berbudaya. Gerakan wisata bersih ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia yang tidak hanya indah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. “Kami berharap gerakan ini dapat dilakukan di semua Politeknik Pariwisata untuk membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan budaya di destinasi wisata kita,” jelas Widiyanti. Widiyanti menegaskan bahwa dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan pariwisata yang berkualitas, Indonesia akan memiliki lebih banyak pelaku pariwisata yang mampu bersaing di pasar internasional. Pendidikan pariwisata adalah kunci untuk mengembangkan industri yang ada di Indonesia. Dengan penguatan pendidikan dan pelatihan di bidang pariwisata. “Saya yakin akan tercipta tenaga kerja yang handal dan siap mendukung perkembangan sektor pariwisata Indonesia ke depan,” tuturnya. Secara khusus ia memuji Poltekpar Makassar, betapa strategisnya peran institusi dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan berdaya saing di kancah internasional. Menurutnya, Politeknik Pariwisata Makassar telah menunjukkan kualitas luar biasa dalam mencetak SDM pariwisata yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. “Saya sangat terharu melihat ada mahasiswi dengan kebutuhan khusus yang juga menjadi bagian dari proses pendidikan di sini. Ini adalah hal luar biasa dan sangat inklusif,” ujar Menteri Widiyanti di acara wisuda Politeknik Pariwisata Makassar. Menteri Widiyanti juga menekankan pengajaran kurikulum yang melibatkan aspek ekonomi serta pelestarian alam dan budaya, yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan industri pariwisata saat ini. “Kurikulum yang mengajarkan bagaimana melestarikan alam dan budaya adalah langkah yang sangat tepat, dan saya berharap ini akan semakin menguatkan keunggulan Politeknik Pariwisata Makassar,” tambahnya.

Daerah, Kesehatan, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Munafri Tinjau Dapur MBG di Pulau Barrang Lompo

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan keseriusannya dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen itu diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan aktif dari masyarakat, guna memastikan pemenuhan gizi bagi seluruh pelajar, tak terkecuali yang tinggal di wilayah kepulauan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau langsung lokasi dapur baru MBG di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, untuk memastikan kesiapan fasilitas tersebut sebelum resmi beroperasi, pada tanggal 5 Oktober mendatang. “Pemkot Makassar terus berupaya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis, melalui langkah nyata. Bersama berbagai pihak berkolaborasi,” ujar Appi, saat berkunjung menghadiri pesta rakyat di Kecamatan Kepulauan Sangkarang, Jumat (19/9/2025). Munafri menegaskan dapur MBG tersebut sudah siap dioperasionalkan. Kehadiran dapur ini menjadi yang pertama di wilayah kepulauan, dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan siswa penerima manfaat di Pulau Sangkarrang. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat, perangkat kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan yang bahu-membahu mempercepat pembangunan dapur MBG tersebut. “Ini tentang masa depan anak-anak kita. Pemenuhan gizi yang baik akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” tegasnya. Sedangkan, Pengelola MBG Sangkarrang, Haja Darliyah, menjelaskan bahwa dapur MBG ini memanfaatkan rumah milik H. Sahabuddin, warga setempat, yang disiapkan secara khusus menjadi pusat distribusi makanan nantinya. “Kami menyiapkan rumah dan lahan untuk mendukung distribusi mendukung program MBG. Rumah dua lantai ini luas dan lengkap dengan instrumen pendukung,” jelas Hajar. Ia merinci, area dapur dibagi ke beberapa bagian, ruang pencucian peralatan, pencucian bahan makanan, dapur utama, gudang basah, gudang kering, area pemorsian dan pengemasan (packing). Serta kantor administrasi, tersedia pula ruang istirahat untuk pengawas agar proses kerja tetap nyaman dan higienis. “Insya Allah, rencananya sudah difungsikan pada 5 Oktober. Untuk perlengkapan dapur sudah tersedia dan tinggal diangkut ke lokasi saat hari H,” tambah Hajar.

Daerah, Makassar, Olahraga, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Pemkot Makassar Sediakan 6 Mobil untuk Suporter PSM ke Parepare

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, kembali menunjukkan dukungan penuh bagi tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, PSM Makassar. Menjelang laga bergengsi kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (21/9/2025) pukul 20.00 Wita, Pemkot menyiapkan enam unit bus dan mobil khusus untuk mengangkut rombongan dari Makassar, dan para suporter fanatik yang tergabung dalam komunitas Balaikota Mania (The Batman). Dukungan penuh Pemkot ini diharapkan dapat menambah semangat PSM Makassar dalam menghadapi laga sarat gengsi tersebut. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan akan hadir langsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, untuk memberikan dukungan penuh kepada PSM Makassar saat menjamu Persija Jakarta. Munafri menyebut, kehadirannya menjadi wujud nyata dukungan Pemkot Makassar kepada Pasukan Ramang yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi di awal musim. “Sebagai bentuk dukungan kepada para pemain PSM, Insya Allah saya akan hadir langsung di Gelora BJ Habibie memberikan support. Saya akan hadir bersama penggemar PSM,” ujarnya, Kamis (18/9/2025). Tak hanya datang sendiri, mantan Chief Executive Officer atau CEO PSM itu juga memboyong komunitas Balaikota Mania (The Batman), suporter fanatik yang akan mendampingi perjalanan PSM di laga sarat gengsi pekan ini. “Ada mobil sudah disiapkan 6 bus tambah juga mobil Satpol PP, untuk suporter, pendukung, rombongan dari Makassar menuju Parepare,” tuturnya. Sebagai langkah awal, Munafri menunjukkan dukungan nyata untuk PSM Makassar dengan menyambangi markas klub yang terletak di Jalan Balai Kota, tak jauh dari Museum Kota Makassar. Ia melihat PSM Store resmi dibuka kembali di Jalan Balaikota No. 11. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk perhatian pemerintah kota terhadap tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut. Dalam kunjungan itu, Munafri yang akrab disapa Appi bertemu langsung dengan manajemen klub, jajaran CEO PSM, serta perwakilan suporter. Ia meninjau berbagai persiapan tim menjelang laga Super League, termasuk melihat langsung atribut dan kostum atau jersey terbaru yang akan digunakan Pasukan Ramang musim ini. “Kostumnya bagus, (bagus sekali). Tapi kalau jersey-nya bagus, prestasinya juga harus bagus, akan menang,” kata Appi, sembari memuji desain baru kostum kebanggaan PSM. Tak hanya soal kesiapan tim, Appi juga mengungkapkan rencana besar Pemkot untuk mendukung infrastruktur sepak bola di Makassar. Ia menyebut pemerintah kota telah menyiapkan rencana pembangunan stadion baru yang terletak di kawasan Untia, diharapkan bisa mulai dianggarkan pada 2026. “Kalau stadionnya, Insha Allah mudah-mudahan penganggarannya 2026, dikerjakan 2027 sudah bisa. Stadion kapasitasnya mungkin sekitar 15–20 ribu penonton, tapi yang penting nyaman dan representatif,” jelasnya. Munafri menambahkan, stadion tersebut diharapkan menjadi rumah baru bagi PSM sekaligus ikon kebanggaan masyarakat Makassar. Kehadiran Wali Kota di markas PSM disambut hangat oleh manajemen dan suporter. Mereka menilai kunjungan ini memberi semangat tambahan bagi tim jelang laga penting kontra Persija Jakarta sekaligus menjadi simbol kuatnya kolaborasi Pemkot dengan klub sepak bola tertua di Indonesia tersebut. Sedangkan, Ketua Balaikota Mania, Arwin Malik, mengatakan rombongan suporter akan berkumpul terlebih dahulu di Lapangan Karebosi pada pukul 12.30 WITA, sebelum bersama-sama berangkat memberikan dukungan langsung kepada Pasukan Ramang. “Rombongan suporter akan terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Karebosi, pada pukul 12.30 WITA, sebelum bersama-sama berangkat menuju Parepare,” ujarnya. Ditambahakan, mobil disiapkan oleh Pemerintah Kota, bagi suporter PSM menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah kota dan masyarakat pecinta sepak bola untuk memberikan dukungan penuh kepada PSM Makassar. “Ini bentuk sinergi pemerintah kota dan masyarakat pecinta sepak bola untuk mendukung langsung PSM Makassar,” jelasnya. Diketahui, laga bergengsi PSM melawan Persija Jakarta, tampak seru. Pertemuan klasik dua klub besar ini menjadi sorotan, bukan hanya karena memperebutkan tiga poin penting di ajang Super League 2025/2026, tetapi juga sarat gengsi dan rivalitas panjang. Atmosfer panas mulai terasa jelang kick-off, terlebih catatan pertemuan kedua tim menunjukkan PSM dalam posisi inferior, hanya satu kali menang, dua kali imbang, dan dua kali kalah dari Persija dalam lima laga terakhir Liga Indonesia. Meski demikian, kemenangan tetap menjadi target utama Pasukan Ramang. Tiga poin di kandang akan sangat berarti untuk keluar dari zona degradasi sekaligus mengurangi tekanan di awal musim.

Daerah, Ekonomi, Makassar, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintahan

Wali Kota Makassar Launching Gerobak Mulia, Hidupkan Ekonomi Pedagang

ruminews.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, dipimpin Wali Kota Munafri Arifuddin terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bentuk nyata perhatian itu ditunjukkan melalui kerja sama dengan CSR Bank Sulselbar dalam memberikan bantuan gerobak kepada pedagang bunga di kawasan TPU Dadi. Bantuan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi menjadi peluang bagi pedagang untuk tetap berusaha dan mengembangkan usahanya tanpa harus kehilangan mata pencaharian. Wali Kota Makassar hadir langsung dalam penyerahan lima unit gerobak bantuan CSR Bank Sulselbar sekaligus launching Gerobak Mulia, yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah Kecamatan Mamajang di depan TPU Dadi, Jalan Onta Baru, Rabu (17/9/2025). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya penataan kota yang tidak hanya menertibkan pedagang, tetapi juga memberikan solusi pengganti yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Makassar berharap penataan kawasan sekaligus pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan, menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan tetap produktif secara ekonomi. “Pemerintah Kota terus mendorong penataan dan pemberdayaan UMKM disertai solusi pengganti. Ini kami terus lakukan kedepan memberikan peluang kepada pedagang kaki lima,” ujar Appi. Diketahui, kawasan TPU Dadi, yang sebelumnya dipadati lapak permanen dan semi permanen ini kini ditata lebih rapi berkat inisiatif Kecamatan Mamajang, meliputi pembersihan lingkungan dan drainase, demi kenyamanan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas UMKM setempat. Dengan dukungan ini, para pedagang bunga dapat berdaya, lingkungan menjadi lebih tertata, dan roda perekonomian masyarakat terus bergerak. Inilah bukti kepedulian Pemerintah Kota Makassar terhadap pemberdayaan UMKM di tengah kota. Munafri mengapresiasi kepedulian berbagai pihak, mulai dari Bank Sulselbar, hingga seluruh jajaran pemerintah Kecamatan yang telah menunjukkan komitmen dalam menata kawasan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, program ini menjadi contoh nyata bahwa penataan tidak harus mematikan mata pencaharian warga UMKM. Inilah yang diinginkan di Kota Makassar. “Jadi, menertibkan boleh, tapi harus disertai solusi pengganti dari apa yang ditertibkan. Kita tidak boleh hanya menghilangkan pekerjaan orang lain, kita juga harus menggantinya dengan yang lebih baik sehingga tahapan kehidupan UMKM bisa lebih baik lagi,” tegasnya. Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga mendorong warga untuk jeli melihat peluang ekonomi. Ia mencontohkan, potensi perputaran ekonomi akan semakin besar bila aktivitas jual beli bunga di kawasan TPU Dadi diimbangi dengan budidaya tanaman bunga oleh warga setempat. “Kalau di sini ada penjual bunga, harus ada juga yang menanam bunga. Dengan begitu, terjadi perputaran ekonomi secara maksimal,” imbuh Appi. Tak hanya itu, Munafri mengingatkan peran RT/RW sebagai garda terdepan dalam mendeteksi kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing agar pemerintah dapat segera melakukan penataan di tempat lain. Ia memastikan akan mengecek langsung rencana penganggaran di Dinas Pekerjaan Umum untuk mendukung keberlanjutan program penataan lingkungan ini. “Peran RT/RW sangat penting untuk melihat kondisi di wilayah masing-masing. Pemerintah butuh informasi cepat agar bisa mengintervensi apa yang harus diperbaiki,” tuturnya. Salah satu penerima bantuan gerobak CSR dari PT Bank Sulselbar, M. Iqbal, menyatakan komitmennya untuk memanfaatkan fasilitas yang diterima sesuai ketentuan Pemerintah Kelurahan Mamajang Luar. Iqbal menegaskan bahwa gerobak yang diterimanya merupakan aset pemerintah Kota yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Ia siap mendukung upaya penataan pedagang kaki lima (PKL) agar kawasan sekitar TPU Dadi tetap tertib dan nyaman. “Saya sebagai penerima bantuan CSR pengadaan gerobak PT Bank Sulselbar bersedia memanfaatkan gerobak sesuai peruntukannya, mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah Mamajang Luar, serta menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekitar penjualan,” ujar Iqbal. Pernyataan tersebut mempertegas sinergi antara Pemerintah Kota Makassar, pihak bank, dan para pedagang dalam menjaga ketertiban kawasan sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kebersihan dan kerapian lingkungan. Ia juga menekankan kesiapannya untuk mematuhi seluruh ketentuan, termasuk larangan mengubah bentuk dan fungsi gerobak, serta tidak memindahtangankan, menyewakan, maupun menjual fasilitas tersebut. “Gerobak ini adalah aset pemerintah Kelurahan Mamajang Luar. Saya jaga dengan baik,” tambahnya.

Scroll to Top