Makassar

Hukum & Kriminal, Makassar

DR. Jebra: Bukan Kami yang Tak Paham Organisasi, Penetapan Suara Harus Disepakati 7 Pimpinan Sidang!

ruminews.id, Makassar – Beredar pemberitaan soal musyawarah Cabang II DPC EPRADI Makassar ada pihak yang tidak paham berorganisasi menanggapi pemberitaan tersebut DR. Muhammad Aljebra Aliksan Rauf S.H., M.H. menanggpi bahwa yang tidak memahami mekanisme Organisasi adalah sebaliknya, yang menyatakan kami ber 4 tidak paham, betapa tidak!!! pimpinan sidang itu berjumlah 7 orang, dalam setiap pengambilan keputusan maupun ketetapan yang di sahkan itu harus didasari atas persetujuan 7 orang pimpinan sidang atau setidak-tidaknya disetujui secara korum. Faktaanya, penetapan yang dibuat oleh 3 pimpinan sidang itu tidak memenuhi persyaratan forum dalam pengambilan keputusan dalam menetapkan Pak Hasman Usman dan perlu di luruskan agar tidak menjadi informasi yang cenderung menyesatkan, 4 pimpinan sidang yang di maksud kakanda Yusuf Gunco itu tidak meninggalkan forum namun atas dasar kesepakatan bersama karena ada insiden penolakan hasil perhitungan suara sebab hasil perhitungan suara yang dihubungkan dengan jumlah absensi yang hadir dalam mencoblos, terdapat kelebihan suara yang berakhir dengan kondisi forum yang tidak kondusif sehingga ke tujuh pimpinan sidang dalam Musyawarah Cabang II DPC PERADI Makassar akan menggelar rapat tertutup. Dalam rapat tertutup, perdebatan terjadi soal apakah dilanjutkan ataukan tidak dengan catatan pertama: apabila lanjut, terdapat 2 pilihan yaitu Pemilihan Ulang karena terdapat alasan yang kuat bahwa penggunaan hak suara tidak sesuai dengan jumlah kehadiran karena ada indikasi yang kuat mencederai proses demokrasi dalam maka pilihannya adalah PSU ataukah di tetapkan hasil perolehan suara dengan memuat jumlah surat suara yang lebih yang tidak sesuai dengan absensi kehadiran pengguna suara, kedua: jika tidak dilanjutkan maka pilihannya adalah mengembalikan kepada DPN Peradi untuk memutuskan lebih lanjut. 4 pimpinan sidang memilih untuk dilakukannya PSU jika tidak maka segala keputusan dikembalikan kepada DPN Peradi agar dapat menentukan sikapnya terhadap proses yang diduga adanya mal praktek dalam pelaksanaan pemungutan suara. Tegas Jebra Panitia telah menetapkan yang bisa menggunakan hak pilihnya adalah yg sudah registrasi dan absen pada saat Musyawarah Cabang II DPC PERADI Makassar ternyata ada yang registrasi tapi tidak ada absen tetap menggunakan hak suaranya ini bisa diliat di daftar absen. Presidium dan panitia serta telah di setujui oleh peserta Musyawarah Cabang II DPC PERADI Makassar bahwa dari 974 yang peserta terdaftar hanya 913 yang manggunakan hak pilihnya dan 61 tidak melakukan hak pilihnya ternyata setelah di hitung jumlah suara Hasman Usman dan Syamsuddin serta suara batal jumlahnya 922 artinya ada kelebihan surat suara dengan demikian cacat prosudural. maka setelah di hitung surat suara terdapat kelibihan 9 suara oleh karena itu 4 pimpinan sidang memutuskan untuk menyerahkan ke dpn sedangkan 2 pimpinan sidang tetap menginginkan untuk melanjutkan dengan menetapkan hasil perolehan suara dalam Musyawarah Cabang II DPC PERADI Makassar.Kakak Ema salah satu pimpinan sidang dalam perdebatan memilih abstain untuk tidak memberikan tanggapan. dalam kronologi demikian, yang menjadi pertanyaan balik adalah siapa sebenarnya yang tidak paham mekanisme Organisasi dalam mengemban amanah sebagai pimpinan sidang? jadi janganlah menggiring opini bahwa saudaralah yang lebih paham organisasi seharusnya yang tua mengajarkan yang muda hal yang benar bukan sebaliknya. jadi tidak ada SC yang menetapkan Hasil Perolehan Suara melainkan SC sudah memberikan dan menyerahkan kepada Presidium sidang untuk melanjutkan sidang selanjutnya. jadi saya luruskan bahwa yang menetapkan hasil pemungutan suara dalam pemilihan Ketua DPC PERADI Makassar itu hanya 3 orang Pimpinan Sidang padahal pimpinan sidang berjumlah 7 orang, jadi bukan SC yah disini saja di lihat, siapa sebenarnya yg tidak paham tentang organisasi.

Makassar

Keluarga Besar KCN Gelar Milad ke-31 dan Halal Bihalal, Rayakan Tiga Dekade Lebih Pengabdian

Ruminews.id, Makassar — Keluarga Besar Kharisma Cocos Nucivera (KCN) sukses menggelar perayaan Milad ke-31 sekaligus Halal Bihalal dengan tema “Merawat Setiap Generasi, Merayakan Kebersamaan: 31 Tahun KCN Mengabdi”, yang berlangsung di Aula SMA Negeri 12 Makassar, Sabtu (26/4). Acara berlangsung meriah dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Fauzi Andi Wawo, Ketua DPRD Kota Makassar Supratman, Pendiri KCN Sularman Ali Arif, serta berbagai tamu undangan dari kalangan alumni, pembina, dan anggota aktif KCN. Dalam sambutannya, Purnabakti KCN Tahun 1996 sekaligus Pendiri KCN, Sularman Ali Arif, menekankan pentingnya perjalanan panjang yang telah dilalui bersama KCN. “Melalui KCN, kita telah berproses bersama untuk meraih kesuksesan di berbagai bidang. Semoga pertemuan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun KCN menjadi lebih baik ke depan,” ungkapnya. Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman, juga turut memberikan sambutan penuh apresiasi. Ia menyampaikan rasa bangga atas keberlangsungan KCN yang mampu bertahan dan berkembang selama lebih dari tiga dekade. “Malam ini kita merayakan hari jadi KCN ke-31, sebuah perjalanan panjang yang telah berhasil merawat generasi dan menjaga semangat kebersamaan. KCN telah diisi oleh orang-orang hebat yang memberi warna dalam pembangunan karakter generasi muda,” tuturnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, Hj. Fatmawati Rusdi, mengapresiasi peran KCN dalam membina generasi muda. “Inilah cerminan sejati Gerakan Pramuka. Dengan pembinaan dari Keluarga Besar KCN dan Gugus Muda, Gerakan Pramuka Makassar mampu terus berkembang. Di tengah berbagai tantangan zaman, Pramuka menjadi benteng untuk membentuk karakter generasi muda yang kuat dan berintegritas,” ujarnya. Acara semakin semarak dengan penampilan Sanggar Seni KCN yang membawakan tarian tradisional ‘Magello’ dari Toraja. Persembahan budaya ini tidak hanya memeriahkan suasana, tetapi juga menjadi simbol komitmen KCN dalam melestarikan kekayaan budaya nusantara. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyerahkan cinderamata kepada individu-individu yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan dan perkembangan KCN. Puncak acara ditandai dengan penampilan spesial dari musisi nasional Fadli, vokalis grup band Padi. Dengan suara khasnya, Fadli membawakan sejumlah lagu yang membawa suasana menjadi lebih hangat dan penuh kegembiraan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu undangan. Perayaan Milad ke-31 dan Halal Bihalal KCN ini menjadi momentum istimewa untuk mempererat tali silaturahmi, merefleksikan perjalanan panjang organisasi, serta menumbuhkan semangat pengabdian bagi generasi masa depan.

Hukum & Kriminal, Makassar

Dorong Representasi Perempuan, Syamsuddin Komitmen Libatkan 30% Perempuan dalam Kepengurusan DPC Peradi Makassar

Ruminews.id, Makassar — Keterlibatan perempuan dalam pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Makassar dinilai sebagai faktor strategis dalam memperkuat organisasi. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Hj. Sarifa Asrianah, S.H., M.H., Direktur Brillian Lawfirm, yang menekankan bahwa perempuan memiliki peran vital bukan hanya sebagai pengisi kuota, tetapi juga sebagai agen perubahan di dalam tubuh organisasi advokat. Dr. Hj. Sarifa Asrianah menyuarakan pentingnya peran perempuan di jajaran kepengurusan DPC Peradi Makassar. Dukungan kuat juga datang dari calon Ketua DPC Peradi Makassar, Syamsuddin, S.H., M.H., M.M., yang berkomitmen untuk mewujudkan keterlibatan minimal 30% perempuan dalam struktur kepengurusan. Keterlibatan perempuan bukan sekadar memenuhi ketentuan kuota, melainkan untuk menghadirkan ide-ide cemerlang dalam pengambilan keputusan organisasi. Sarifa menyebutkan bahwa kecerdasan emosional, empati, dan cara pandang perempuan yang khas mampu memperkaya dinamika organisasi dan memperkuat posisi Peradi sebagai organisasi profesi yang adaptif dan progresif. Komitmen ini akan diterapkan dalam susunan kepengurusan DPC Peradi Makassar periode mendatang, khususnya setelah proses pemilihan yang akan berlangsung dalam Musyawarah Cabang (Muscab). Pemilihan Ketua DPC Peradi Makassar akan diselenggarakan pada tanggal 28 April 2025, dengan melibatkan seluruh anggota Peradi yang memiliki hak suara. Menurut Sarifa, selama ini peran perempuan dalam profesi advokat masih kerap dianggap sekunder. Padahal, keterlibatan aktif perempuan terbukti mampu membawa perubahan positif, terutama dalam membangun budaya organisasi yang lebih humanis, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat pencari keadilan. Syamsuddin telah menyusun rencana kerja yang memastikan perempuan tidak hanya dilibatkan secara formal, tetapi juga ditempatkan di posisi-posisi strategis dalam kepengurusan. Komitmen ini diharapkan menjadi energi baru yang mampu meningkatkan profesionalisme serta memperluas jangkauan pelayanan hukum kepada masyarakat. “Komitmen ini harus disambut dengan antusias, terutama oleh para advokat perempuan yang akan menggunakan hak pilihnya. Ini adalah momentum penting untuk memastikan suara perempuan terdengar dan berkontribusi aktif dalam membangun organisasi,” ujar Sarifa. Dengan demikian, keterlibatan perempuan dalam struktur DPC Peradi Makassar bukan hanya menjadi keharusan administratif, tetapi juga kebutuhan strategis untuk menghadirkan organisasi yang lebih kuat, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Hukum & Kriminal, Makassar

Senyap Ikadin, Suara Syamsuddin?

ruminews.id, Makassar – Pelaksanaan Musyawarah Cabang II DPC Peradi Makassar tinggal menghitung hari, tepatnya pada tanggal 28 April 2025 bertempat di salah satu hotel berbintang yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan. Dalam Musyawarah Cabang II DPC Peradi Makassar nanti terdapat setidaknya dua agenda penting, diantaranya adalah pemilihan Ketua DPC Peradi Makassar. IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia) sebagai salah satu organisasi pendiri Peradi terdata memiliki basis yang mendominasi, sehingga suara IKADIN Makassar dipandang sangat berpengaruh dalam pemilihan Musyawarah Cabang II DPC Peradi Makassar. Tentang desas desus mengenai adanya perpecahan pada IKADIN Makassar, Sekertaris Dewan Penasehat Syamsuddin, S.H., M.H., M.M. memberikan tanggapan “Dapat saya pastikan apa yang terjadi saat ini hanyalah satu dari sekian banyak dinamika dalam berorganisasi, Yang mana jika ada informasi atau isu-issu seperti demikian mungkin saja dimanfaatkan sebagai penggiringan opini oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab” tegasnya. Selanjutnya saat berdiskusi dengan tim redaksi Syam yang didampingi oleh para rekan-rekan advokat menuturkan “Meski sempat menimbulkan gelombang kekecewaan dari para pengurus maupun anggota IKADIN, terkait sikap senyap sahabat saya Ketua DPC IKADIN Makassar yang hingga detik ini belum menyuarakan arah dukungan kepada pihak manapun dalam Muasyawarah Cabang II DPC PERADI Makassar adalah sebuah langkah diplomatis yang perlu kita hormati dalam situasi dilematis seperti ini.” Dalam kesempatan itu Dr. Anzar Makkuasa, S.H., M.H. juga menambahkan “Dukungan yang terus berdatangan menguatkan tim kami, adalah bukti bahwa para kader IKADIN baik kakanda senior maupun adinda rekan sejawat yang sejak dahulu berjuang bersama memelihara serta membesarkan IKADIN Khususnya DPC Makassar (kader tulen IKADIN) tidak akan meninggalkan ataupun mengalihkan kesetiaannya. Apalagi sebagaimana kita ketahui bersama, yang menjadi rival dalam kontestasi ini adalah sosok yang baru saja mendaftarkan diri bergabung sebagai Kader IKADIN beberapa saat sebelum MUSCAB II DPC PERADI Makassar akan dilaksanakan.” Melalui kunjungan silaturahmi bersama tim pemenangan Syam, kami juga bertemu dengan beberapa senior-senior advokat pembesar IKADIN baik domisili daerah maupun di kota Makassar yang telah menyatakan sikap komitmen dan konsisten bersama yang setia, semangat itu menjadi motivasi bagi kita untuk lebih optimal mengawal kemenangan Syam, ujar Anzar Makkuasa “Kader-kader IKADIN adalah pejuang sejati, mereka para petarung cerdas yang rasional tidak akan mudah untuk termakan manipulasi janji apalagi dikelabui. Yang saya pahami hanya sebatas itu, selebihnya kita percayakan kepada mereka agar secara merdeka dalam memberikan hak pilihnya” ucap Syam sambil tersenyum santun saat menutup diskusi singkat itu.

Daerah, Makassar

Ketua KKLR Sulsel: Pemimpin Paguyuban Harus Jadi Role Model, Bukan Beban Organisasi!

ruminews.id, MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM menyambut baik hasil Musyawarah Daerah (Musda) Badan Pengurus Daerah (BPD) KKLR Kota Parepare. Diketahui, Musda KKLR Parepare yang dirangkaikan dengan Halalbihalal pada Sabtu (19/4) malam berjalan sukses dengan diaklamasinya Ir. H. Kaharuddin Kadir, M.Si sebagai Ketua BPD KKLR Kota Parepare yang baru, menggantikan Dr. H. Iwan Asaad, AP., M.Si. Dalam pernyatannya pada Minggu (20/4/2025), Hasbi megapresiasi Musda KKLR Parepare sebagai salah satu contoh yang diharapkan bisa menginspirasi daerah lain dalam melaksanakan hal serupa. “Alhamdulillah, kami ucapkan selamat karena Musda KKLR Parepare berjalan lancar. Hasil Musda ini ikut mengangkat maruah KKLR, dimana yang terpilih Ketua adalah tokoh masyarakat yang juga Ketua DPRD Parepare saat ini. Kita semua tentu merasa bangga,” ungkapnya. Hasbi kembali menegaskan menegaskan pentingnya karakter kepemimpinan dalam mengelola organisasi paguyuban seperti KKLR yang bersifat inklusif dan dapat merangkul semua kalangan. Ia menjelaskan bahwa konsep “paguyuban” mengandung makna kebersamaan tanpa diskriminasi terhadap latar belakang anggotanya. Menurutnya, paguyuban KKLR harus mampu menjadi wadah yang terbuka bagi semua elemen masyarakat. “Berpaguyuban itu berarti membawa semua orang, apakah dia sekolah atau tidak, pengusaha, birokrat, politisi, atau profesional. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujarnya. Namun demikian, Hasbi menekankan bahwa keterbukaan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan pemimpin dalam mengarahkan organisasi agar program-program dapat berjalan efektif. Ia menilai bahwa pemimpin organisasi harus memiliki karakter kuat, visi yang jelas, serta kemampuan menempatkan diri dalam berbagai situasi. “Ketua organisasi itu adalah role model. Ia harus bisa menakar dan memahami dirinya sendiri, serta tidak menjadi beban bagi orang lain,” tambah Hasbi yang juga Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas itu. Lebih lanjut, Hasbi mengibaratkan peran dalam organisasi seperti tim sepak bola, di mana terdapat berbagai karakter seperti pekerja, penggagas, operator, hingga pencetak gol. Menurut dia, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh sinergi antar peran tersebut. “Organisasi itu tidak semuanya harus jadi pencetak gol. Tapi harus tahu kapan harus bicara, kapan harus menenangkan, dan kapan harus beroperasi. Jangan merasa bisa, padahal tidak bisa apa-apa. Itu bisa jadi blunder,” jelasnya. Di akhir pernyataannya, Hasbi mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok menjadi pemimpin. “Diperlukan kepekaan, kebijaksanaan, dan kemampuan menempatkan diri agar organisasi dapat berjalan harmonis dan mencapai tujuannya,” pungkas Hasbi. (*)

Makassar, Politik

Pemuda Harus Adaptif dan Solutif, Tegas Legislator Budi Hastuti

Ruminews.id, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti, menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa, khususnya di tingkat daerah, sangat bergantung pada peran aktif dan produktif para pemuda. Pernyataan tersebut disampaikan saat Budi menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Kepemudaan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, pada Selasa (15/4/2025). Dalam kegiatan tersebut, legislator dari Fraksi Gerindra itu menekankan pentingnya peran pemuda yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di era modern. Selain itu, pemuda juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial. “Pemuda harus adaptif, kreatif, mampu bersaing, dan hadir memberikan solusi di tengah masyarakat,” ujar Budi dengan tegas. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya regulasi yang mendukung pengembangan potensi kepemudaan di Kota Makassar.

Makassar, Politik

DPRD Makassar Dorong Stadion Untia Jadi Kawasan Multifungsi, Usulkan Lintasan Drag Race

Ruminews.id, Makassar – Pembangunan stadion di wilayah Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, masuk dalam daftar proyek prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Rencana ini mendapat dukungan penuh dari DPRD Makassar, yang berharap stadion tersebut dapat memiliki fungsi ganda. Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menyampaikan dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) bahwa stadion Untia sebaiknya dilengkapi dengan lintasan drag race di akses jalan masuknya. Usulan ini disampaikannya sebagai bentuk aspirasi dari para pecinta otomotif di Kota Makassar. “Dalam rapat monev kemarin, saya secara pribadi mewakili rekan-rekan pecinta otomotif meminta kepada Dispora agar menyampaikan masukan kepada Wali Kota. Kami berharap akses jalan menuju stadion juga bisa difungsikan sebagai lintasan drag race,” jelas Ari, Rabu (16/4/2025). Menurut legislator dari Partai Nasdem ini, pembangunan lintasan drag race tidak membutuhkan anggaran besar maupun perencanaan kompleks. Lintasan tersebut hanya perlu berupa jalan lurus dengan panjang sekitar 500 meter, yang dinilai sudah cukup untuk pelaksanaan balapan motor maupun mobil. “Drag race itu hanya butuh jalan lurus. Tidak perlu pembangunan rumit atau mahal. Cukup pengaspalan sepanjang 500 meter,” ungkapnya kepada Rumi News. Ari, yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Makassar, menambahkan bahwa keberadaan sirkuit drag race sangat dinantikan komunitas otomotif Makassar. Ia menyoroti fakta bahwa selama ini berbagai event balap lebih sering digelar di sirkuit milik TNI AU di Maros. “Sebagai ibu kota Sulawesi Selatan, rasanya kurang pantas kalau setiap ada event balap, Makassar harus numpang di Maros. Padahal peminat otomotif di kota ini sangat besar,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa dari sisi ukuran, panjang stadion yang direncanakan sekitar 200 meter (termasuk lapangan dan podium) masih memungkinkan untuk dibuatkan lintasan drag race secara terintegrasi di akses masuk stadion.

Makassar, Pertanian

HPSMI Sulawesi Selatan Siap Bersinergi Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Rakerwil 2025

ruminews.id, Makassar — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpunan Petani Sejahtera Mandiri Indonesia (HPSMI)* Sulawesi Selatan akan mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dijadwalkan berlangsung pada 16-17 April 2025 di Gedung Science Techno Park (STP) / Micro Finance Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini mengusung tema “HPSMI Bersinergi Mewujudkan Swasembada Pangan untuk Ketahanan Nasional” sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan petani demi ketahanan pangan daerah maupun nasional. Rakerwil tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional HPSMI yang sebelumnya diselenggarakan di Jakarta pada November 2023. Lewat forum ini, HPSMI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi petani, nelayan, dan peternak agar lebih mandiri serta sejahtera melalui kemitraan antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Selain agenda pelantikan pengurus DPC se-Sulawesi Selatan, Rakerwil ini juga akan difokuskan pada konsolidasi internal dan penyusunan program kerja DPW HPSMI Sulsel periode 2022-2027. Kegiatan ini akan melibatkan 136 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus DPW, DPC, narasumber, tamu undangan, hingga panitia pelaksana. Adapun tujuan utama dari forum ini meliputi pengukuhan kepengurusan tingkat kabupaten, perumusan program kerja baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, penguatan koordinasi internal, serta pengembangan kemitraan antar lembaga di lingkungan DPW dan DPC. Forum ini juga akan merumuskan rekomendasi organisasi baik untuk internal maupun eksternal, serta direncanakan menghasilkan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis di sektor akademik, bisnis, dan pemerintahan. Rangkaian acara Rakerwil akan dimulai dengan sambutan dan pembukaan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, pemutaran dokumenter sejarah HPSMI, mini pameran produk hasil petani, serta sesi diskusi panel bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, Koperasi, dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan. Diskusi panel ini akan membahas berbagai program daerah dalam rangka mewujudkan swasembada pangan hingga tahun 2029. Selain itu, akan ada sesi khusus yang membahas mekanisme pembiayaan pertanian yang melibatkan lembaga perbankan, BAZNAS, dan peluang kemitraan bersama perusahaan-perusahaan seperti PT. Semen Bosowa, PT. Semen Tonasa, dan PT. NSA. Tak hanya melibatkan pemerintah dan pelaku bisnis, akademisi dari Universitas Hasanuddin juga akan turut ambil bagian dalam forum ini, di antaranya melalui pemaparan topik pengelolaan limbah berkonsep Zero Waste serta pemanfaatan rempah-rempah sebagai sumber pengobatan alami. Di hari kedua, forum akan berlanjut dengan sidang pleno untuk membahas, merumuskan, dan menetapkan hasil akhir program kerja dan rekomendasi organisasi. Sejak berdiri pada tahun 2022, HPSMI Sulawesi Selatan telah berperan aktif dalam mendorong kemandirian petani, nelayan, dan peternak yang selama ini dihadapkan pada tantangan rendahnya produktivitas, keterbatasan akses teknologi, dan fluktuasi harga. Dengan sumber daya yang besar di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, HPSMI berharap Rakerwil 2025 akan merumuskan program yang konkret dan solutif dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui kerjasama lintas sektor yang solid, HPSMI yakin bahwa Sulawesi Selatan bisa menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di masa depan.

Daerah, Makassar, Politik

DPRD Makassar Dukung Percepatan Pembangunan Stadion Untia

Ruminews.id, Makassar – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Andi Suharmika, menyatakan dukungannya terhadap rencana Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk mempercepat pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya. Menurut Suharmika, proyek tersebut merupakan salah satu program prioritas dari pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Fatmawati Rusdi. “Saya sangat sepakat jika infrastruktur sepak bola dan olahraga otomotif harus menjadi perhatian serius pemerintah kota. Sepak bola, khususnya, merupakan olahraga yang sangat digemari mayoritas warga Makassar,” ujar Suharmika, dikutip dari Sindo Makassar, Ahad (13/4/2024). Sekretaris Partai Golkar Kota Makassar itu menambahkan, kehadiran stadion baru diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, terutama masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. “Warga tidak perlu lagi bepergian jauh untuk menyaksikan pertandingan PSM Makassar. Jika stadion ini terealisasi, kami berharap pembangunannya bisa segera diproses karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat—yakni stadion sepak bola yang memenuhi standar internasional,” lanjutnya. Suharmika juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap fasilitas olahraga otomotif. Ia mendorong Pemerintah Kota Makassar agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap cabang olahraga ini. “Ini juga menjadi perhatian kami di DPRD. Olahraga otomotif memiliki banyak peminat, namun sejauh ini masih kurang mendapat perhatian. Kami harap pemerintah bisa mulai melirik potensi besar yang ada di sana,” pungkas legislator dua periode itu.

Kesehatan, Makassar

Halal Bi Halal IKA FKM Berubah Menjadi Mubes Untuk Menetapkan Kembali Sakkir Hanafi Sebagai Ketua Umum Secara Aklamasi,

ruminews.id, Makassar- Halal Bi Halal IKA FKM Berubah Menjadi Mubes Untuk Menetapkan Kembali Sakkir Hanafi Sebagai Ketua Umum Secara Aklamasi, bertempat di RM Ulu Juku Jalan Baiturrahman Makassar, Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (IKA FKM UNHAS), menggelar kegiatan acara Halal Bi Halal dalam rangka mempererat tali silaturahmi. (9/4) Acara tersebut dihadiri lebih dari 100-san alumni yang mewakili 33 angkatan, mulai dari Angkatan 1987 hingga 2020. Sementara acara berlangsung, suasana hiruk-pikuk dalam ruangan dikejutkan oleh sebuah usulan yang mendesakkan Mubes. “Mengingat yang hadir malam ini hampir seluruh Angkatan, maka sebaiknya kita selenggarakan saja Mubes,” seru seorang peserta lantang. “Setujuuuuu….!!!” Usulan itu pun serempak diamini seluruh peserta. Pengurus IKA FKM yang hadir menjadi sedikit kalang-kabut, sebab sama sekali tak membayangkan acara Halal Bi Halal tersebut tiba-tiba berubah menjadi ajang Mubes. Namun demikian, mereka tetap saja tak bisa mengelak. “Bagaimana caranya, harus ada backdrop Mubes,” timpal salah seorang pengurus. “Tidak perlu,” balas salah seorang peserta. Namun, tak sampai setengah jam kemudian, di sebelah kiri backdrop Halal Bi Halal tampak sebuah latar Mubes IKA FKM yang dipancarkan melalui Infocus. Melihat pemandangan itu, Ketua Umum IKA FKM, Sakkir Hanafi, tampak senyum-senyum sumringah. Mungkin ia merasa gembira karena pada akhirnya ada alumni bersedia menggantikannya. Maklum, ia sudah terlalu lama memimpin IKA FKM, 13 tahun. Usai “backdrop” Mubes dadakan itu terpasang, forum yang dipimpin langsung oleh Keua Umum IKA FKM itu, kemudian membentuk formatur sebagai tim transisi untuk menyusun kepengurusan yang baru. Maka terpilih Sakkir Hanafi, Azri Rasul, Dewi Rizki Nurmala, dan Ismail Bachtiar. Tetapi Sakkir rupanya salah kaprah. Sebab setelah Tim Formatur terbentuk, forum kembali riuh mendaulat dirinya untuk kembali memimpin IKA FKM. Dan, sebelum sempat bereaksi, Anggota Formatur lainnya menggunakan momentum itu untuk menetapkan dirinya untuk kembali memimpin FKM. Sakkir tak bisa berbuat apa-apa selain hanya melongo. “Karena realaitasnya sudah seperti ini dan saya tak diberi ruang untuk menolak, yah, sudahlah, saya terima kembali, “ ujarnya disambut riuh tepuk tangan dari seluruh hadirin. Padahal, pada saat siang sebelumnya di suatu acara di tempat lain, Sakkir mencoba membujuk Ismail Bachtiar agar mau menggantikan dirinya. Sayangnya, Anggota Komisi VI DPR RI itu menolak dengan alasan masih terlalu muda untuk memimpin senior-seniornya. “Belum waktunya, kak,” kilah Ismail. “Sudah benar ini, kak. Sebab belum ada sosok yang dinilai layak menggantikan, Kak Sakkir,” ujar Imam, alumni Angkatan 2006. Begitulah IKA FKM. Tradisi Halal Bi Halal malam itu, tak hanya dimanfaatkan sebagai ajang silaturrahim, tetapi juga dijadikan sebagai momentum konsolidasi untuk menggerakkan potensi alumni dalam berkontribusi nyata terhadap isu-isu kesehatan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun nasional. “Ke depan, IKA FKM UNHAS diharapkan menjadi mitra strategis dalam penguatan dan pembangunan berkelanjutan di bidang Kesehatan,” tukas Iqram Rifki, mantan Ketua Umum Badko HMI Sulselbar.

Scroll to Top