Cibubur

Bulukumba, Cibubur

FPK3 Kota Makassar Soroti Lemahnya Pengendalian Risiko di Kawasan Wisata Apparalang Kabupaten Bulukumba

Ruminews.id.,keluarga besar FPK3 Kota Makassar menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu pengunjung di kawasan wisata Apparalang, Kabupaten Bulukumba. Semoga almarhum/almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi musibah ini. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena kembali menunjukkan pentingnya penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta pengendalian risiko pada destinasi wisata yang memiliki tingkat bahaya tinggi. Kawasan wisata Apparalang dikenal memiliki karakteristik tebing curam dan sejumlah spot foto yang berada di area dengan risiko jatuh dari ketinggian, sehingga memerlukan pengawasan dan pengamanan yang lebih ketat. Ketua Bidang Organisasi FPK3 Kota Makassar menilai bahwa kejadian ini tidak dapat dipandang semata sebagai musibah, tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi terhadap upaya identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang diterapkan oleh pengelola kawasan wisata. “Kami turut berduka atas kejadian ini. Namun di sisi lain, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan yang diterapkan di lokasi wisata. Destinasi yang memiliki tingkat risiko tinggi wajib didukung dengan pengendalian risiko yang memadai, mulai dari pemasangan pagar pengaman, rambu peringatan yang jelas, pembatasan akses pada titik berbahaya, hingga pengawasan aktif oleh petugas di lapangan,” ujar Muh. Fadli selaku Ketua Bidang Organisasi FPK3 Kota Makassar. Menurutnya, masih sering ditemukan kondisi di mana pengembangan dan promosi destinasi wisata lebih menonjol dibandingkan upaya mitigasi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan pengunjung. “Kami melihat bahwa pengelola destinasi wisata tidak boleh hanya berfokus pada branding, promosi, dan peningkatan jumlah kunjungan. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Potensi bahaya yang telah diketahui harus dikendalikan secara maksimal sebelum menimbulkan korban. Ketika terdapat spot foto dengan tingkat risiko tinggi, maka pengelola memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap pengunjung terlindungi dari kemungkinan kecelakaan yang dapat berujung pada kehilangan nyawa,” lanjutnya. Ia juga menegaskan bahwa prinsip dasar pengendalian risiko adalah menghilangkan atau meminimalkan potensi bahaya sebelum risiko tersebut terjadi. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas wisata yang berisiko tinggi harus disertai dengan kajian risiko yang komprehensif dan langkah pengendalian yang sesuai. FPK3 Kota Makassar berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengelola destinasi wisata, khususnya yang memiliki karakteristik alam ekstrem dan berisiko tinggi. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, pengawasan pengunjung, serta sarana pengendalian bahaya perlu segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. “Kesuksesan sebuah destinasi wisata bukan hanya diukur dari banyaknya pengunjung yang datang, tetapi juga dari kemampuan pengelola dalam menjamin keselamatan setiap orang yang berada di dalam kawasan tersebut. Jangan sampai kelalaian dalam pengendalian risiko kembali menimbulkan korban jiwa,” tutup Muh.Fadli selaku Ketua Bidang Organisasi FPK3 Kota Makassar

Cibubur, Daerah, Jakarta, Nasional, Pendidikan

PB HMI Sukses Gelar Kemah Bhakti Pemuda 2025: Meneguhkan Jalan Panjang Kepemudaan Menuju Indonesia Berdaulat

ruminews.id, Cibubur, 29 Oktober 2025 — Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) sukses menggelar Kemah Bhakti Pemuda 2025 dengan mengusung tema “Asta Cita dan Jalan Panjang Kepemudaan: Dari Tantangan Zaman Menuju Indonesia Berdaulat.” Kegiatan ini berlangsung pada 27–29 Oktober 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, dan diikuti oleh ratusan peserta dari HMI Cabang dan Badko se-Indonesia melalui sistem delegasi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan, mengasah kepemimpinan pemuda, serta merumuskan gagasan kebijakan strategis yang berakar dari daerah menuju tataran nasional. Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan inspiratif bersama narasumber lintas bidang. Hadir di antaranya Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda; Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI; Akbar Supratman, Wakil Ketua MPR RI; Munadi Herlambang, Perwakilan BNI; Bambang Widyatmoko, Direktur Bisnis Bank Banten; serta Edi Purwanto, Anggota DPR RI Komisi V. Pada Malam Puncak Api Sumpah Pemuda, acara semakin khidmat dengan kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Saan Mustofa, Wakil Ketua DPR RI; Fauzi Amro, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI; Rahmat Bagja, Ketua Bawaslu RI; dan Yayat Syariful Hidayat, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Malam puncak ini diisi dengan pembacaan Sumpah Pemuda dan Sumpah Mahasiswa, sebagai simbol komitmen pemuda Indonesia dalam menjaga marwah perjuangan dan keutuhan bangsa. Pada hari terakhir, turut hadir Bursah Zarnubi, Ketua Umum APKASI; dr. Kris Wijoyo Soepandji, Staf Khusus Menteri Pertahanan; dan Gus Falah, Anggota DPR RI. Mereka menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda, dunia kebijakan, dan sektor pembangunan dalam mewujudkan Indonesia berdaulat. Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah ruang pembelajaran kolektif yang melahirkan gagasan dan solidaritas baru antarkader HMI di seluruh Indonesia. “Kemah Bhakti Pemuda bukan sekadar pertemuan, melainkan kawah candradimuka tempat lahirnya pemikiran progresif dan karakter kepemimpinan yang berakar pada semangat keislaman dan keindonesiaan,” ujar Bagas. Sementara itu, Abdul Hakim El, Ketua Bidang PTKP PB HMI, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah konkret dalam menghidupkan nilai Asta Cita HMI di tengah tantangan zaman. “Kami ingin memastikan bahwa semangat intelektualitas, keumatan, dan kebangsaan HMI tidak berhenti di ruang wacana, tetapi menjelma menjadi gerakan nyata yang memberi rekomendasi kebijakan bagi bangsa,” ungkapnya. Sebagai Ketua Pelaksana, Ratu Nisya Yulianti menambahkan bahwa Kemah Bhakti Pemuda ini mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak karena keberhasilannya menjadi forum inkubator pemikiran daerah yang mengolektifkan rekomendasi kebijakan strategis dari kader HMI di seluruh Indonesia. “Dari Cibubur, kami membawa suara daerah, mengolahnya menjadi gagasan nasional. Ini bukti bahwa HMI terus relevan dalam membentuk arah kebijakan dan masa depan bangsa,” ujarnya. Kegiatan Kemah Bhakti Pemuda PB HMI 2025 menegaskan kembali peran HMI sebagai laboratorium kepemimpinan nasional yang terus melahirkan kader berintegritas, berpikir kritis, dan berkomitmen pada cita-cita keislaman serta keindonesiaan yang berdaulat.

Scroll to Top