Author name: Ruminews

Opini

New Year, New Challanges

Ruminews.id- Tahun baru senantiasa membawa harapan baru, semangat baru, dan resolusi untuk masa depan yang lebih baik. Namun, tahun 2025 dipenuhi dengan ketidakpastian, baik dari sisi ekonomi maupun sosial. ketidakpastian ini menjadi suatu tantangan bagi bangsa Indonesia, apakah bisa bertahan dan keluar, atau semakin terjerambab dalam kondisi ketidakapastian. Tantangan Ekonomi Di bidang ekonomi, ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, fluktuasi harga energi, serta perubahan kebijakan moneter negara-negara besar memberikan tekanan signifikan pada perekonomian Indonesia. Harga komoditas yang tidak stabil, inflasi yang merangkak naik, serta ketergantungan terhadap impor bahan baku menjadi isu yang harus dihadapi pemerintah dan pelaku usaha. Selain itu, penguatan dolar AS akibat kenaikan suku bunga The Fed turut memengaruhi nilai tukar rupiah. Hal ini memberikan dampak langsung terhadap biaya impor yang semakin mahal, sehingga memengaruhi daya beli masyarakat. Sektor usaha kecil dan menengah (UKM), yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, juga menghadapi tantangan berat dalam menyesuaikan diri dengan biaya operasional yang meningkat. Untuk menghadapi tantangan ini, Indonesia perlu mengadopsi strategi yang berfokus pada diversifikasi ekonomi, penguatan sektor domestik, dan percepatan transformasi digital. Investasi pada inovasi teknologi dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat. Tantangan Sosial Dari sisi sosial, ketimpangan ekonomi yang semakin terlihat menjadi salah satu isu utama. Dampak pandemi COVID-19 masih terasa, dengan banyak masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dari kehilangan pekerjaan atau penurunan pendapatan. Pemilu 2024 menjadi salah satu ujian besar bagi persatuan bangsa. Polarisasi yang terjadi pada beberapa tahun terakhir harus dikelola dengan baik agar tidak semakin memperlebar jurang perbedaan di tengah masyarakat. Media sosial, yang kerap menjadi ladang disinformasi, juga harus digunakan secara bijak agar tidak memicu konflik yang lebih besar. Dalam menghadapi tantangan sosial ini, peran semua elemen masyarakat sangat penting. Pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat harus menjadi penengah yang mempromosikan dialog, toleransi, dan kerukunan. Sementara itu, pendidikan yang inklusif dan penguatan karakter kebangsaan di kalangan generasi muda menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Tahun 2025 tidak hanya membawa tantangan, tetapi juga peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di kancah internasional. Dengan populasi yang besar dan potensi pasar yang luas, Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia Tenggara. Namun, ini hanya bisa dicapai jika pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk menciptakan stabilitas, inovasi, dan keberlanjutan. Dalam menghadapi tahun yang penuh tantangan ini, kita perlu mengingat bahwa setiap krisis membawa peluang. Seperti kata pepatah, “Hanya berlian yang terbentuk di bawah tekanan.” Dengan kerja keras, optimisme, dan kebersamaan, kita dapat mengubah tantangan menjadi pijakan untuk masa depan yang lebih cerah. Selamat datang, 2025. Mari kita sambut tahun ini dengan semangat baru dan komitmen untuk bersama-sama menghadapi tantangan yang ada.

Nasional, Politik

Nasdem Tegaskan Dukungan pada Pemerintahan Prabowo meski Surya Paloh Absen

Ruminews.id – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh absen dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Maju di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (28/12/2024) kemarin. Saan menyatakan, Paloh absen karena sedang berada di luar negeri sehingga Nasdem diwakili oleh Viktor Laiskodat dalam pertemuan tersebut. “Pak Surya lagi di luar ya. Jadi memang dia sudah lama di luar. Jadi tidak ikutnya Pak Surya itu karena memang Pak Surya, beliau lagi ada di luar,” ujar Saan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Minggu (29/12/2024). “Jadi ada yang ngewakili di sana, Nasdem, tapi ada perwakilan Nasdem, Pak Victor Laiskodat,” sambungnya. Bahkan, ia mengeklaimi hubungan keduat tokoh tersebut semakin hangat, dan Nasdem berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah. “Tidak ada masalah, bahkan semakin hangat, dan Nasdem tetap berkomitmen menjadi bagian dari pemerintahan Pak Prabowo dan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terkait dengan berbagai kebijakan dan program yang pemerintah jalankan,” ujar Saan. Diberitakan sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengelar pertemuan dengan ketua umum partai politik KIM, Sabtu sore hingga malam. Para ketua umum yang hadir adalah Muhaimin Iskandar (PKB), Ahmad Syaikhu (PKS), Agus Harimurti Yudhoyono (Partai Demokrat), Zulkifli Hasan (PAN), dan Bahlil Lahadalia (Partai Golkar). Selain itu, ada juga Anggota DPR RI sekaligus Politikus Partai Nasdem, Viktor Laiskodat; serta Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dari Partai Gerindra. Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut adalah agenda rutin yang biasanya dilakukan seminggu sekali. “Pertemuan kan sudah beberapa saat saya keliling pergi ke luar negeri. Biasanya kita seminggu sekali bertemu,” kata Prabowo, Sabtu malam. Ia menekankan bahwa topik pembicaraan tidak spesifik, dan lebih kepada persiapan menghadapi libur akhir tahun. “Jadi ini dalam rangkaian menghadapi libur dan sebagainya,” kata Prabowo.

picture 01
Ekonomi, Pendidikan

BI Buka Suara, Soal Temuan Sertifikat Palsu Rp745 T di UIN Makassar.

Ruminews.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan temuan polisi di kasus uang palsu di UIN Makassar mencakup sertifikat palsu Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 700 triliun dan deposito BI senilai Rp 45 triliun. Sertifikat tersebut bukan uang palsu sebagaimana kabar yang beredar di masyarakat. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim mengungkapkan temuan senilai Rp 745 triliun adalah sertifikat palsu bukan uang palsu. Hal ini dikemukakan dirinya mengingat masih banyaknya salah paham di publik yang menyangka temuan tersebut merupakan uang palsu. Temuan uang palsu di kasus ini mencapai Rp 446 juta, jika mengacu pada keterangan polisi. “Dari penegasan kepolisian uang palsu pecahan Rp 100 ribu yang telah di cetak dan ditemukan sebanyak 4.906 lembar dan 972 lembar yang belum terpotong. Adapun selain uang palsu juga ditemukan sertifikat palsu SBN senilai Rp 700 triliun dan Deposito BI senilai Rp 45 triliun,” tegasnya. Menurut data Kepolisian Gowa, Marlison mengatakan pencetakan uang palsu di Gowa baru dilakukan sejak Mei 2024. Adapun tahun 2010 baru rencana awal dari pelaku. Dia pun meluruskan bahwa pencetakan uang palsu di UIN Makasar ini tidak dilakukan sejak 2010. Dia pun menuturkan berdasarkan pengamatan terhadap mesin yang disita merupakan mesin cetak biasa dan offset kertas biasa, bukan untuk mesin cetak uang. “Mesin yang baru dibeli (merek china yang dipamerkan di berbagai media) belum dipakai sama sekali dalam pencetakan uang palsu. Uang palsu menggunakan mesin sablon lama,” ujarnya. Marlison memastikan kualitas uang palsu yang dihasilkan sangat rendah dan sangat mudah dikenali secara kasat mata dengan metode 3D ( Dilihat, Diraba dan Diterawang). Kendati demikian, BI menghimbau agar masyarakat tetap waspada. Jika menemukan uang palsu dalam transaksi, masyarakat diminta segera membawa temuan tersebut disertai fisik uang yang diragukan keasliannya kepada bank, kepolisian, atau meminta klarifikasi langsung ke kantor BI terdekat.  

Scroll to Top