Peringati Dies Natalis ke-44, FKM Unhas Edukasi Kader Posyandu tentang Komunikasi Antarpribadi MMS di Maros

Randi
Minggu, 8 November 2026 • 14:38 WITA
Peringati Dies Natalis ke-44, FKM Unhas Edukasi Kader Posyandu tentang Komunikasi Antarpribadi MMS di Maros
Oplus_131072

ruminews.id, MAROS —  Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kapasitas kader posyandu melalui edukasi Komunikasi Antarpribadi (KAP) terkait Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) di wilayah kerja Puskesmas Camba, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Camba ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-44 FKM Unhas yang mengusung tema “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia”.

Sebanyak 19 kader posyandu mengikuti kegiatan yang dirancang secara interaktif dan partisipatif. Melalui edukasi tersebut, para kader dibekali keterampilan komunikasi untuk mendampingi ibu hamil, khususnya dalam menyampaikan informasi mengenai manfaat dan pentingnya konsumsi suplemen multi mikronutrien selama kehamilan. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Ilmu Gizi FKM Unhas yang tergabung dalam Indonesian Center for Nutrition Studies (ICONS), di bawah koordinasi Dr. Nurzakiah, SKM., MKM., Dietisien, bersama Sabaria Manti Battung, SKM., M.Sc., Ph.D., serta dihadiri Guru Besar Ilmu Gizi FKM Unhas, Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D.

Berbeda dari penyuluhan kesehatan pada umumnya, kegiatan ini dikemas melalui pendekatan kreatif dengan memanfaatkan permainan dan nyanyian sebagai media edukasi. Sesi diawali dengan ice breaking untuk membangun keakraban dan meningkatkan partisipasi peserta. Suasana semakin interaktif ketika kader diajak menyanyikan lagu edukasi MMS dengan irama lagu yang familiar di masyarakat, seperti Indung-Indung dan Allahul Kafi. Melalui metode tersebut, pesan kesehatan disampaikan secara sederhana dan mudah diingat, termasuk anjuran mengonsumsi satu tablet MMS setiap hari selama kehamilan.

Selain edukasi melalui lagu, peserta juga mengikuti demonstrasi penggunaan kemasan MMS, mulai dari praktik membuka hingga menutup botol dengan benar. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk permainan dan perlombaan untuk mendorong keterlibatan aktif kader. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami informasi sekaligus meningkatkan keterampilan praktis dalam mendukung edukasi suplementasi bagi ibu hamil.

Tidak hanya berfokus pada pengetahuan tentang MMS, kegiatan ini juga menekankan pentingnya keterampilan komunikasi antarpribadi. Para kader diperkenalkan pada pendekatan komunikasi yang mengutamakan interaksi personal, seperti menyapa ibu hamil dengan menyebut nama, mendengarkan secara aktif, membangun komunikasi nonverbal yang nyaman, serta membantu ibu hamil menyusun komitmen untuk mengonsumsi MMS secara teratur. Kemampuan membangun kepercayaan dan memahami kekhawatiran ibu hamil menjadi bagian penting dalam keberhasilan penyampaian pesan kesehatan.

Melalui demonstrasi edukasi kelompok, peserta juga diajak mempraktikkan cara menyampaikan pesan kesehatan menggunakan bahasa sederhana dan perumpamaan yang mudah dipahami. Kader didorong untuk membangun komunikasi dua arah agar ibu hamil tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga memahami manfaat suplementasi dan mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh. Dengan pendekatan tersebut, kader diharapkan menjadi komunikator yang lebih empatik dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kader diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga pendamping yang mampu membantu ibu hamil memahami manfaat MMS, mengatasi keraguan, serta membangun kebiasaan konsumsi suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan. Kolaborasi dosen, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu diharapkan dapat memperkuat kualitas edukasi gizi di wilayah kerja Puskesmas Camba.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, FKM Unhas berupaya mendekatkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Penguatan kapasitas kader posyandu menjadi langkah penting dalam mendukung perbaikan gizi ibu hamil sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Semangat “Berdaya, Berdampak, dan Mendunia” dalam peringatan Dies Natalis ke-44 FKM Unhas pun diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

***

Kontributor: Muh Raid Nabhan

Editor: Randi.M

Bagikan Berita Ini:
RUMINEWS

Membuka berita...