OPINI

Membangun Pariwisata Takalar yang Berkelanjutan

Penulis : Nur Hidayanti – Ketua Kohati Komisariat Institut Teknologi Pertanian

ruminews.id – Kabupaten Takalar memiliki potensi pariwisata yang sangat besar karena didukung oleh wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, wisata edukasi, hingga wisata alam. Beberapa destinasi yang menjadi daya tarik antara lain Topejawa Beach Tourism, Pantai Punaga, Padang Savana Ongkoa Takalar, Paria laut, Pulau Sanrobengi dan PPLH Puntondo. Pemerintah Kabupaten Takalar juga telah menetapkan beberapa destinasi unggulan sebagai motor pengembangan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.

Menurut saya, tantangan utama pariwisata Takalar bukan terletak pada kurangnya objek wisata, melainkan pada aspek pengelolaan, promosi, dan pemberdayaan masyarakat. Banyak destinasi memiliki keindahan alam yang luar biasa, namun belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur, pemasaran digital, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Akibatnya, potensi ekonomi yang dihasilkan belum optimal.

Sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan, Himpunan Mahasiswa Islam memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan pariwisata Takalar melalui tiga fungsi utama:

  1. Agent of Change (Agen Perubahan)
    Kader HMI dapat memberikan gagasan dan kritik konstruktif kepada pemerintah terkait pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Pariwisata tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan budaya lokal.
  2. Agent of Social Control (Kontrol Sosial)
    HMI dapat mengawasi kebijakan pariwisata agar tidak merugikan masyarakat pesisir, nelayan, maupun lingkungan hidup. Pengembangan wisata harus memberikan manfaat yang adil kepada masyarakat sekitar.
  3. Agent of Development (Agen Pembangunan)
    Kader HMI dapat terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan UMKM, promosi digital, pendampingan desa wisata, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Potensi pariwisata Takalar sangat besar dan dapat menjadi sektor unggulan daerah. Namun, keberhasilannya membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan organisasi kemahasiswaan. HMI memiliki peran penting sebagai kekuatan intelektual dan moral untuk memastikan bahwa pengembangan pariwisata Takalar tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menciptakan keadilan sosial, menjaga lingkungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sesuai dengan cita-cita perjuangan HMI.

Share Konten

Opini Lainnya

Muzakkir (1)
Darurat: Kita Harus Bertindak
Muzakkir (1)_edit_600229856542211
Krisis Identitas, Literasi, dan Moralitas dalam Dunia Kampus.
IMG-20260622-WA0020
DOA Hari Ulang Tahun ke 65 Bapak Ir. Joko Widodo Presiden ke 7 Republik Indonesia
Muzakkir (1)
Lalu Hadrian Irfani dan Panggung Besar Reformasi Pendidikan Indonesia
Muzakkir (1)
Menggugat Keadilan Pembangunan dan Mengetuk Hati Nurani Pemerintah dari Dusun Tangkalia, Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat Sulawesi Selatan.
Muzakkir (1)
Di Bawah Pemerintahan Bupati Takalar di Era Digital Merupakan Wujud Nyata Pemerintah Daerah Menuju Takalar Cepat
Muzakkir (1)
MBG di Bawah Sorotan Dugaan ladang Korupsi, Kasus Keracunan, dan Lemahnya Pengawasan Negara.
Iman Amirullah
Demokrasi Prosedural dan Kolapsnya Politik Partisipatori Sejati
Rawnlins Kenheta
Menolak Lupa di Mimbar Akademik: Catatan Kritis Atas Eskapisme Pejabat di UGM
Muzakkir (5)
Takalar Cepat: Dari Potensi Alam Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Scroll to Top