Ruminews.id, Yogyakarta — Politisi senior sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham menyoroti pernyataan Amien Rais dalam sebuah video yang saat ini tengah viral di jagad maya masyarakat Indonesia saat ini.
Idrus mengaku terkejut dengan konten video dari politisi veteran yang biasa dijuluki Bapak Reformasi Indonesia tersebut, mengingat hubungan yang selama ini terjalin erat antara Amien Rais dan Presiden Prabowo Subianto sejak masa Koalisi Merah Putih pada 2014.
“Saya seperti disambar petir di siang bolong. Dulu komunikasi beliau dengan Pak Prabowo sangat intens dan solid. Bahkan lebih dari sekadar mitra koalisi, keduanya saling menopang secara pemikiran.
Karena itu, saya bertanya, ke mana perginya semangat silaturahmi itu? Mengapa tidak bertabayyun sebelum menyampaikan tudingan serius ke publik?” ujar Idrus dalam keterangannya, Minggu (3/5/2026).
Menurut Idrus, kedekatan Amien Rais dan Prabowo bukanlah hubungan politik biasa. Dalam dinamika Koalisi Merah Putih 2014, keduanya dikenal memiliki komunikasi yang cair, intens, dan penuh kepercayaan. Oleh karena itu, perubahan sikap yang ditunjukkan melalui pernyataan terbuka dinilai menjadi pertanyaan besar.
“Hubungan itu dibangun dengan modal kepercayaan dan silaturahmi yang panjang. Maka sangat disayangkan jika kemudian ruang publik justru digunakan untuk melontarkan tuduhan tanpa proses klarifikasi,” kata dia.
Dalam video 8 menit yang sempat tayang di Youtube tersebut, Amien Rais secara terbuka meminta Presiden Prabowo mencopot Letkol Teddy Indra Wijaya dari jabatannya sebagai Sekretaris Kabinet.
Alasan yang disampaikan Amien berangkat dari kabar burung yang beredar mengenai orientasi seksual Teddy yang dianggap banyak kalangan tidak wajar.
Video tersebut memuat berbagai narasi dan asumsi yang berkembang di ruang publik, dan diberi judul provokatif: “Jauhkan Istana dari Skandal Moral.”
“Saya usulkan buat Pak Prabowo secara kesatria, tegas, dan meyakinkan Prabowo melepaskan diri dari lendotannya si Teddy yang berbahaya itu, jadi ganti Teddy dengan sosok yang normal, fokus bekerja untuk bangsa dan negara,” ungkap Amien Rais.







