sekda gowa

Daerah, Ekonomi, Gowa, Pemerintah kabupaten Gowa, Pemerintahan

Sekda Gowa Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Keberadaan Ritel Modern

Ruminews.id, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus berkomitmen mendorong produk lokal agar bisa bersaing dan menguasai pasar domestik melalui Pelatihan Kurasi dan Standarisasi Produk UMKM untuk Pasar Ritel Modern. “Potensi produk lokal kita sangat besar, mulai dari kreativitas rasa hingga keunikan kerajinan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis saat membuka Pelatihan Kurasi dan Standarisasi Produk UMKM untuk Pasar Ritel Modern yang Dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa di Hotel Contonent Centrepoint Makassar, Kamis (11/6). Andy Azis mendorong pelaku UMKM di Kabupaten Gowa dapat memanfaatkan kehadiran retail modern ini. Dirinya berharap produk lokal dari UMKM Kabupaten Gowa bisa masuk di retail modern. “Kita tidak ingin produk lokal hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Pemerintah daerah telah membuka jalan dan memfasilitasi kerja sama dengan pihak ritel modern. Sekarang, bola ada di tangan bapak dan ibu sekalian. Ambil ilmu dari para narasumber, perbaiki kekurangan produk dan jangan takut gagal dalam proses kurasi,” ujarnya. Namun dirinya tahu bahwa, masuk ke pasar ritel modern, seperti swalayan dan jejaring minimarket, tidak semudah yang dibayangkan. Menurutnya memerlukan jembatan besar bernama standardisasi. “Selama ini, kendala utama produk kita adalah konsistensi rasa, estetika kemasan yang kurang menjual, serta legalitas yang belum lengkap,” ungkapnya. Andy Azis menambahkan, pelatihan ini adalah jawaban konkrit Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dirinya menyebutkan bahwa ada tiga hal penting yang wajib pelaku UMKM kuasasi selama pelatihan tersebut. Pertama, standardisasi dan legalitas usaha. Menurutnya, ini hal yang menjadi sangat penting bagi pelaku UMKM, tanpa ini, pintu ritel modern akan tertutup. Karena ritel modern melindungi konsumen mereka dengan ketat. “Oleh karena itu, legalitas adalah harga mati. Saya instruksikan dinas terkait untuk mengawal para peserta hingga memiliki nomor induk berusaha (NIB), sertifikasi halal, PIRT, atau izin BPOM,” harapnya. Kemudian kurasi fisik dan estetika produk, Kemasan (packaging) harus menarik, informatif, mencantumkan kedaluwarsa, dan mampu menjaga ketahanan produk. Konsumen ritel modern membeli dengan mata terlebih dahulu. Terakhir, keberlanjutan pasokan (kontinuitas). Menurutnya masuk ke ritel modern berarti siap dengan sistem manajemen inventaris. Para pelaku UMKM harus mempu menjaga pasokan produknya yang masuk ke ritel modern. Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa, Fajaruddin dalam laporannya mengatakan bahwa pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas produk dan kualitas kemasan agar lebih menarik serta mendorong UMKM menjadi bagian dari ritel-ritel modern. “Meningkatan kualitas kemasan agar lebih menarik karena ini menjadi hal yang samgat penting jika ingin dimasukkan dalam retail modern. Ini akan menjadi pertimbangan bagi pemilik reatail modern. Kehadiran gerai ini diharapkan mampu menampung produk-produk UMKM di Kabupaten Gowa,” harapnya. Kegiatan ini disambut baik oleh salah satu pelaku UMKM Kabupaten Gowa yaitu Hadriyati Hamzah, Owner Dapur Mom Tiara. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat karena sangat membantu UMKM memahami standar dan kriteria yang dibutuhkan oleh pasar ritel modern. “Melalui pelatihan ini kita dapat mengetahui standar kualitas produk kemasan, pelabelan, legalitas serta konsistensi produk yang jadi kebutuhan pasar ritel modern,” ungkapnya.(JN)

Gowa, Pemerintahan

Begini Kondisi Keluarga Miskin Ekstrim yang Menjadi Anak Asuh Kabag Kesra Gowa 

ruminews.id, GOWA – Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Gowa, Mardani Hamdani, menunjukkan komitmennya dalam menyukseskan program 100 kerja Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Husniah Talenrang-Darmawangsyah Muin. Kegiatan prioritas dalam program 100 kerja Bupati dan Wakil Bupati Gowa yang dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, adalah pengentasan kemiskinan esktrim hingga 0 persen. Implementasi dari program tersebut adalah mewajibkan seluruh pejabat Pemkab Gowa menjadi orangtua asuh bagi keluarga miskin ekstrim di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulsel ini. Sejak program tersebut diumumkan oleh Bupati Husniah Talenrang, Mardani Hamdani kini telah menjadi orangtua asuh bagi dua keluarga miskin ekstrim. Keluarga pertama yang menjadi anak asuh Mardani adalah Salasa, warga Makabori, Kecamatan Bontolempangan. Menurut Mardani, dia menjadi orangtua asuh bagi Salasa dan keluarganya dengan pertimbangan Salasa tidak memiliki penghasilan sementara istrinya mengalami gangguan kejiwaan dan masih punya anak kecil. “Usia pak Salasa sudah sangat tua dan rumahnya sangat tidak layak huni. Hasil pendataan saya, Pak Salasa butuh bantuan pekerjaan, perbaikan rumah dan bantuan psikiater untuk rumahnya,” ujar Mardani kepada wartawan, Jumat (21/3/25). Keluarga kedua yang menjadi anak asuh Mardani yaitu Muddin, warga Bongki, Kecamatan Bontolempangan. Namun, menurut Mardani, Muddin hanya kategori miskin, bukan kategori miskin ekstrim. Pasalnya, Muddin masih memiliki penghasilan dari kebunnya dan dia terdaftar sebagai penerima bantuan program keluarga harapan. “Rumah keluarga Pak Muddin juga masih cukup layak huni dan dia punya kendaraan bermotor. Untuk bantuan, Pak Muddin butuh bantuan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya. Menurut Mardani, pada Kamis (20/32025), dia mengunjungi kediaman dua keluarga yang menjadi anak asuhnya itu. Dalam kunjungannya tersebut, dia memberikan bantuan materi tetapi juga menyatakan konsistensinya akan terus menjadi orang tua asuh bagi kedua keluarga itu hingga bisa mandiri. “Mewujudkan program 100 hari kerja Ibu Bupati Gowa dan juga bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, saya merasa perlu untuk turun langsung dan memastikan kondisi dan bagaimana mencarikan solusi agar Pak Salasa dan Pak Muddin yang menjadi anak asuh saya bisa menjadi mandiri,” terangnya. Mardani juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan warga Gowa. Selain itu, dalam kunjungan tersebut, Mardani berkesempatan berdialog langsung dengan warga setempat guna mendengarkan keluhan mereka dan memberikan solusi terkait permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat miskin. “Semoga langkah ini dapat membawa perubahan positif bagi warga miskin ekstrim di Kecamatan Bontolempangan, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli kepada sesama,” tutupnya. Sebagai informasi, Pemkab Gowa sendiri memang sedang giat mengimplementasikan program Gowa Bersama, dan mengurangi angka kemiskinan, termasuk meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu.

Scroll to Top